The Story Without Tittle (Chapter 1)

Title: The story without tittle

Author: @viawws

Genre: Romance, Friendship

Cast:

–           Han Hyura

–           Choi Ahri

–           Kim Jongin

Another cast:

You can find in this chapter!^^

Author note: Heyyo, Annyeong!^^ FF debut author jadi kalo bikin muak tolong dimaafkan ya.__. Juga kalo banyak typo disana sini dimaafkan yahhhh~ seperti tittlenya author juga ngga tau ini ff ceritanya bakal gimana lagi -_- btw karena author ff amatiran dan perlu banyak masukan dan semangat tolong di coment ya;) sekian. Gamsa~

_________________________________________

“Apakah sesuatu yang salah jika kita menyukai sesuatu yang sahabat kita sukai?”

***

Hyura POV

“Jong in itu bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla,” Ahri mengatakan apa yang bisa dia katakan padaku tentang Jong in, membuatku sedikit berimajinasi bagaimanakah-sosok-lelaki-yang-bernama-Jongin-itu, membuatku merasa bahwa Jongin adalah lelaki menarik yang membuat seseorang tak henti-henti untuk membicarakannya. Dan aku merasa, ada yang ganjal…

***

“Minyoung-a!” aku memanggil teman baikku, sekaligus teman curhatku. Karena menurutku, dia paling dewasa untuk menanggapi masalah ini.

“Ne?”

“Kesini sebentar, jaebal!” kataku setengah memohon. Lalu, minyoung berlari kecil menuju tempatku berdiri sekarang.

“Waeyo? Ada apa?” minyoung bertanya padaku, memastikan semua keadaan baik-baik saja.

“Gwenchana, aku hanya ingin cerita.”

“Aku sudah menebaknya,” dia tertawa, dan tampak jelas eyesmilenya. Dia menuntunku, berjalan ke atas atap, tempat kami biasa bicara.

“Sekarang ini ada apa?” tanya minyoung dengan mimik serius.

“Apakah salah jika aku menyukai apa yang disukai sahabatku lebih dulu?” aku berkata dengan satu napas.

“Apakah lelaki itu Jong In?” minyoung tersenyum penuh arti setelah mengetahui bahwa tebakannya tidak meleset. Aku hanya menjawab pertanyaannya dengan anggukan lemah.

“Tidak seharusnya aku mendengarkan ceritanya tentang Jong In, terlalu sulit bagiku untuk tidak membayangkan, untuk tidak penasaran dengan sosok Jong In yang ada dalah cerita Ahri.”

“Disini, tidak ada yang salah. Karena tidak ada yang bisa menghalangi perasaan, tidak ada yang bisa memungkiri bahwa perasaan itu telah tumbuh, juga tidak ada yang bisa menghalangimu untuk mengelak apa yang telah ada. Karena cinta itu memilih, dan pilihan yang telah di tetapkan merupakan penjara. Siapa yang menebak kalau kau akhirnya jatuh cinta dengan seseorang yang sahabatmu sukai?” aku mengangguk, semua yang dikatakan minyoung benar. Bahwa perasaan didalam hatiku telah memilih Jong In, dan aku tidak bisa memungkiri apa yang telah terjadi sekarang.

“Lalu apa yang bisa aku lakukan sekarang?” aku bertanya padanya berharap masalah ini akan segera selesai.

“Kalian bersahabat kan? Kenapa tidak saling membuka hati? bicara pelan-pelan saja, usahakan dia mengerti apa yang kau rasakan, arra?” aku mengangguk kemudian menghela nafas, merasa bahwa mengatakan hal ini lebih baik daripada merahasiakannya.

***

To: Ahri

From: Hyura

Kau bisa ke cafe tempat biasa? Aku ingin bertemu dan membicarakan sesuatu.

***

Author POV

Hyura menunggu di cafe tempat biasa dia dan Ahri ngobrol ataupun makan bersama. Tak lama kemudian, sesosok wanita datang dan melambaikan tangan pada Hyura.

“Sudah lama menunggu?”

“Tidak, aku juga barusan datang kok.”

“Oh, oke. Jadi, apa yang mau kita bicarakan?”

“Pesan makan dulu saja ya,” kata Hyura sambil menyengir dan Ahri segera memanggil waiter dan memesan makanan.

***

Back to Hyura POV~

Aku menatap Ahri, yang kini asyik berkutat dengan makanannya. Aku menghela napas, mencoba mencari oksigen untuk mengatakan ini. Kau tahu? Ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Aku menghirup napasku, bersiap untuk mengatakan yang sebenarnya.

“Errr, Ahri-a?”

“Ne?”

“Aku ingin bicara,” kataku dengan begitu gugup.

“Aku tahu. Bicaralah~”

“Kau suka Jongin, kan?”

“Ya.”

“Bagaimana jika aku suka dengan Jongin juga?” akhirnya aku mengatakannya, di sambut dengan mata Ahri yang sedang melotot dan makanan yang hampir keluar dari mulutnya.

“Minum dulu, Ahri-a,” kataku lagi.

“Jadi…kau suka Jongin?”

“Ne. Bisa dibilang begitu, gwenchana?”

“Gwenchana. Kita bisa berjuang bersama, aku senang kau mau jujur, hyura-ya,” katanya yg berada diluar dugaanku. Gomawo Ahri-ah, aku janji kita akan berjuang bersama.

***

“Yoona-a! Sooyoung-a! Tunggu!!” kataku sambil berlari menyusul mereka. Dan mereka pun menghentikan langkahnya.

“Untung kalian belum pulang yah,” aku menghampiri mereka sambil menyengir. Sooyoung menjitak kepalaku, dan yoona hanya menggelengkan kepala.

“Dengar-dengar kau suka Jongin yah?” sooyoung berkata memecahkan suasana.

“KAU TAU DARI MANA?!” aku kaget dan membentuk ekspresi OAO

“Hanya dengar gossip, tapikan Ahri suka dengan Jongin juga, ya kan?” yoona bertanya padaku. Aku hanya mengangguk pelan.

“Kau sudah coba mendekatinya?”

“Tidak.”

“Waeyo?” kini giliran mereka berdua membentuk ekspresi OAO

“Dengar-dengar, katanya Jongin sudah tau kalau Ahri suka padanya?” tanyaku tanpa menjawab pertanyaan mereka.

“Geure, seperti nya begitu.”

“Lalu reaksi Jongin seperti apa ya?”

“Mollayo,” jawab yoona,”Sepertinya Jongin seorang lelaki yang peka yah?” aku mengangguk lagi.

“Tolong jangan sedih, kata mereka, Jongin menyukai Ahri,” kata sooyoung, kemudian mengalungkan tangannya dipunggungku.

“Ngomong-ngomong, kau pernah ngobrol dengannya?”

“Tidak pernah,” kataku sambil tersenyum,”Tapi aku berharap suatu saat nanti bisa.”

***

5 month later…

“Hyura-ya!” sooyoung menghampiri hyura yang sedang memandang gerombolan anak 10-2.

“Eh? Ada apa?”

“Kau sedang lihat siapa?” dia bertanya pada hyura dan duduk disamping hyura sekarang.

“Ahri dan Jongin, mereka sesekali bertatapan. Aish..,” hyura menahan tangisnya,”Ahri sekarang lebih suka bermain dengan teman barunya, dia lupa padaku.”

“Sudah sudah, aku yakin kau pasti bisa mendapatkannya.”

“Jeongmal gomawoyo,sooyoung-a, dengar-dengar kau itu temannya dari kecil?”

“Ne, waeyo?”

“Gwenchana.”

“Semenjak mulai populer di sekolah ini, dia sudah lupa denganku,” hyura terdiam mendengar kata-kata itu. Dan mulai memandang kearah jongin lagi.

***

Hyura POV

“Makanan sudah siaaaaap!” teriak yoona dari dalam dapurnya. Bau masakannya yang lezat sudah tercium dari sini. Sooyoung sudah menyiapkan ancang-ancang untuk menghabiskan makanannya.

“Aigoo, keliatannya enak sekali!” seru Sooyoung.

“Yoona-a! Ini daebbak lho!” pujiku sambil menyuapkan beberapa suap ramen ke dalam mulutku. Yoona hanya tersenyum dengan bangga mendengar pujian dari kami.

“Kapan kapan kita menginap di apertemen yoona lagi, oke?” sooyoung menyikutku. Aku mengangguk mantap.

Bener saja, aku sekarang menghabiskan beberapa malam di liburan terakhir ku di apertemen yoona. Eomma mengizinkan ku, lagi pula bersama mereka aku bisa curhat dan merasa nyaman.

“Hyura-ya?” sooyoung memecahkan keheningan kami di meja makan.

“Hm?”

“Aku punya info spesial!”

“Apa?!” yoona merasa bahwa sesuatu yang seru akan terjadi.

“Sesuatu pokoknya. Nanti akan ku ceritakan di kamar, arra?”

Iklan

9 pemikiran pada “The Story Without Tittle (Chapter 1)

  1. Aahh thor gak pas banget tbcnya ditaroh disitu cocoknya dilaut aja #manyun
    Ck, hyura yg sabar ya tuh temen cocok dikasih pepatah kacang lupa dimakan, eh?
    Maaff typo maksudnya kacang lupa kulit

    Thor hwaiting !!
    Lanjutannya ditunggu yah !!

  2. yah thor .. TBC gak disitu seharusnya -_- oh ya, semoga jongin sama hyura bisa bersatu yak?
    nice ff^^ ditunggu next chapter!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s