Mystique (Chapter 2)

Title: MYSTIQUE [Chapter 2]

Author: Laras (@Laras_MoonHee)

Genre: Fantasy, romance

Length: Chapter

Ratted: PG-15

Cast:

–          Kwon Haejung

–          Kris

Other Cast:

–          Akan datang..

Attention: peringatan keras! jangan copy, paste tanpa seizin saya apalagi plagiat. itu sama saja kalian seperti seorang penjahat yang mencuri karya orang lain. Jika kalian mau me-remake ulang cerita ff yang saya buat ini harap izin pada saya terlebih dahulu. Maaf jika menyinggung tapi ini demi kenyamanan kita bersama, terima kasih.

Note: Annyeong yeorobun, Laras imnida. masih dibuat penasarankah. Aku juga dibuat penasaran sama castnya. Jadi sabar aja ya… Aku ingatkan sekali lagi Kwon Haejung itu nama koreaku sebelum Choi Moon Hee jadi numpang ngeksis saya. But anggep aja itu kamu (ngalah). males berlama-lama jadi Happy reading aja ya..

Aku perlahan mulai membuka mataku, cahaya yang masuk dalam mataku tak seterang tadi ketika aku pingsan. Sekarang kurasa sudah malam, aku mulai membangunkan tubuhku yang terbaring menjadi posisi duduk. Aku baru sadar, aku tak di padang rumput itu lagi tapi ada di apartemenku bersama Kris oppa. Bagaimana bisa aku disini? Siapa yang membawaku kesini?

“Kau sudah bangun” sapa suara berat yang baru saja membuka pintu kamarku, Kris oppa.

Dia masuk ke dalam membawa nampan yang berisi makanan dan minuman lalu ia taruh nampan itu di meja samping tempat tidurku. Dia menatapku lalu tersenyum kepadaku, perlahan ia mengelus kepalaku. Dia duduk di sisi tempat tidurku dan langsung memeluk tubuhku. Aku perlahan mengecup pipinya dan membuat dia menatapku hangat, tapi tatapan hangat yang kami lontarkan perlahan membuat kami saling mendekat. Dalam sepersekian detik bibir kami menempel, lumatan kecil sempat dibuat olehnya tapi tak butuh waktu lama ia melepas ciumannya.

Dia menatapku dengan sebuah senyuman menyungging di bibir yang tadi ia pakai untuk menciumku itu, sedangkan aku malah tertunduk malu dibuatnya. Satu hal yang orang lain tak tahu selain kami, kami memiliki hubungan spesial. Orang tua kamipun tak mengetahuinya, mereka pikir kami adalah kakak beradik yang saling menyayangi pada umumnya padahal tidak. Hubungan kami ini sudah berlangsung hampir 2 tahun.

“kau tahu, aku mengkhawatirkanmu” katanya mengelus punggung tanganku yang berada di atas pangkuanku.

“Mianhae” bisikku tertunduk, tapi ada pertanyaan yang akhirnya ingin kulontarkan padanya membuatku langsung menatap matanya. “Oppa, bagaimana bisa aku ada disini?” tanyaku heran.

“Aku menemukanmu di depan apartemen kita” jawabnya dan membuatku mengerutkan dahiku.

Bagaimana bisa aku ada disana jelas-jelas aku pingsan di padang rumput itu dan Kris oppa menemukanku di depan pintu apartemen. Bagaimana caranya aku sampai disini? Apa namja itu? tak mungkin, dia menghilang sebelum aku pingsan. Apa dia kembali lagi? Rasanya tak mungkin jelas dia seperti menghilang ditelan bumi sejauh mataku memandang waktu itu dia tetap tak tertangkap oleh bingkai mataku. Ini benar-benar membuatku gila. Kenapa semuanya bisa seperti ini?

“Oppa.. kemarin aku melihat namja itu” kataku pelan.

“Jeongmal?” pekiknya tak percaya.

“Dia disana, dia menyebut namaku tapi saat itu juga ada angin datang setelah itu dia menghilang. Aku tak pingsan di depan apartemen kita tapi di padang rumput itu” ucapku menceritakan apa yang kualami.

“Kamu sepertinya kelelahan hingga berhalusinasi seperti itu, lebih baik kamu makan dulu baru istirahat” ujarnya dan mengabaikan kata-kataku.

“Aku tak berhalusinasi itu kenyataan” ucapku sedikit menaikan nada suaraku.

“Sudahlah semua itu pasti hanya mimpimu lagi. Cepat makan” ujarnya lagi.

“Kenapa oppa tak mempercayaiku??? Hanya mimpi, mimpi dan mimpi, apa hanya itu yang bisa kau katakan??? Aku tertekan!! Aku lelah!! Aku takut!! Pikiranku kacau!! Semua karena mimpi itu!” bentakku padanya membuatnya bangun dari duduknya dan mulai mundur selangkah dua langkah dariku.

“Karena memang semua itu hanya mimpi Jung-ah” balasnya.

“Aish.. aku lelah!! Keluar dari kamarku!!” usirku padanya dan dia terdiam tapi perlahan ia malah mendekatiku dan meraih tanganku untuk digenggamnya, “Apalagi? Keluar!!” lanjutku dengan nada yang tak mengenakan.

“Mianhae jjagiya. Oppa mencoba mengerti dirimu tapi kau selalu bergumam tentang mimpimu itu yang selalu memimpikan seorang namja yang jelas-jelas bukan diriku. Aku takut ketika kamu benar-benar bertemu dengannya, hatimu akan beralih padanya” katanya sedangkan aku hanya diam mengalihkan pandanganku darinya, perlahan dia melepas tanganku dan berjalan keluar. Seperti biasa sebelum dia menutup pintu kamarku ia melakukan kebiasaannya. Ia mengatakan “Saranghae”.

—————

Tempat kedua yang kukunjungi, sebuah restaurant pie di daerah itaewon. Entahlah aku mendapat brosur iklan tempat ini di depan rumahku dan otakku langsung mencernanya, tempat yang sama persis di dalam mimpiku di tempat ini aku bertemu namja itu lagi. Aku berharap kejadiannya tak seperti kemarin lagi, diakhiri dengan diriku yang pingsan.

Aku memasuki kedai itu dan langsung disambut oleh pelayan yang ramah. Aku duduk di kursi paling ujung agar bisa bersandar dan tak jadi pusat perhatian, tempat yang sama juga dengan mimpiku. Ketika ku menunggu pesanan itu datang, mataku tertuju pada sebuah surat berwarna biru langit dengan sebuah bulu putih tertempel di tubuh surat itu. surat yang ditujukan untuk diriku seperti yang tertera pada tubuh surat itu. aku segera membukanya dan membaca surat yang dituliskan dengan spidol berwarna biru tua.

Kwon Haejung..

Kau kembali.

Tak sabar untuk menunggu hari itu tiba

Hari dimana kau menjadi dirimu yang sebenarnya

Hari dimana aku menemukan dirimu setelah sekian lama

Dan Hari dimana kau akan menjadi milikku seutuhnya

Meski kau bersama orang lain saat ini, kau tetaplah milikku.

From : Your Love

Apa maksud dari  semua ini? siapa sebenarnya yang menulis surat ini? Your Love? Cintaku siapa? Aku hanya mencintai Kris Oppa, hanya dia Namja yang kucintai. Ini benar-benar membuatku semakin kesulitan saja. Apa dari namja itu? tak mungkin. Lagipula siapa namja itu pun aku tak kenal. Oh god, help me.

Aku menggenggam bulu itu dan aku keluarkan bulu yang kemarin kutemukan di ladang. Kugenggam erat bulu itu, anehnya ketika kugenggam bulu itu aku merasakan sakit kembali di punggungku. Aku lepaskan genggamanku dan perlahan rasa sakit itu menghilang. Kulirik jam tanganku masih berjalan tapi kembali kulihat ketika aku 3 detik menatap jamku, jarum jamnya kembali berhenti. Aku melihat pelayan yang hendak berjalan ke arahku tiba-tiba saja berhenti, dia diam seperti mematung atau lebih tepatnya membeku.

“Apa lagi sekarang?” pekikku langsung berdiri dari dudukku.

Aku menatap sekitarku, semua kegiatan yang ada di sekitarku berhenti mereka tak bergerak sedikitpun seperti patung. Kuarahkan mataku keluar jendela melihat jalanan di luar sana. Dia ada disana. Namja itu. dia berdiri disana tersenyum padaku tapi aku malah kembali merasakan sakit pada punggungku begitu juga cahaya itu kembali datang.

“ARKHH…” erangku kesakitan memeluk tubuhku sendiri. baru sekali kukedipkan mataku sekarang namja itu tak berada diluar sana, sekarang dia berada tepat di depanku. “Siapa kau s-sebenarnya?” tanyaku sembari menahan sakit yang semakin menjadi.

“Appo?” ini suaranya? Suara beratnya itu, ini pertama kali kudengar suaranya. Aku mengangguk pelan tapi dia malah tersenyum, “tenang akan hilang sebentar lagi” ucapnya tenang tanpa khawatir sedikitpun dari nada suaranya itu.

“ARKHHH..” erangku kembali.

Tiba-tiba namja itu menyingkir dari depanku seolah menyuruhku bercermin di cermin yang tergantung di sudut kafe. Bercermin? Tunggu, itu aku? aku melihat sosok yeoja, berambut panjang sepinggang berwarna hitam padahal jelas-jelas rambutku berwarna merah sepundak. Lalu ada sayap putih dan aku ini bukan manusia bersayap, sadarlah itu. tapi wajahnya adalah wajahku.

Aku tetap mengerang kesakitan sampai aku mendengar ada bisikan di teligaku yang entah berasal darimana, tapi kuyakin ini suara namja itu. ketika kutoleh ke kanan dan ke kiri dia menghilang lagi. Bisikan itu kembali datang.

Tahap ke 2 dari 5 tahap yang harus kau lalui

Di setiap tahap yang kau lalui kau akan mendapatkan bulu sayapmu

Di setiap tahap yang kau lalui, kau juga akan merasakan sakit

Kau harus membiasakannya

Semua harus kau lalui

Kau harus melakukannya untuk mengetahui siapa dirimu sebenarnya

Dan ketika kau sudah masuk tahap ke 3 kau sudah tak bisa menghindar lagi

Di tahap ke 3 kau sudah memasuki fase perubahan

Fase perubahan untuk menjadi dirimu yang sebenarnya.

Apa maksud dari semua kata-katanya? Aku? siapa diriku sebenarnya? Apa ada hubungannya dengan masa laluku? Haruskah sesakit ini? bulu sayap? Apa maksud dengan bulu sayap itu? kau ingin aku mengetahui diriku yang sebenarnya? Apa kau ingin aku mengetahui masa laluku. Jika memang itu bisa membuatku bertemu kedua orang tuaku, akan kulalui.

Aku mulai merasakan rasa sakit dan cahaya itu memudar. Aku menatap yeoja yang ada di cermin itu berubah menjadi diriku yang biasanya. Dan aktifitas kembali berjalan. Mereka kembali bergerak, jarum jam tangankupun kembali bergerak. Apa jika semua itu terjadi waktu di dunia akan berhenti?

Aku berjalan perlahan menuju meja tempat aku duduk tadi. Kakiku gemetar dan mulai terasa melemas. Aku merasakan keringat dingin di sekujur tubuhku. Pandanganku kembali memudar, aku rasa aku akan pingsan kembali. Sampai akhirnya aku terjatuh dan menggelap kembali seperti waktu itu, di padang rumput itu.

To Be Continued

Buahahhahahaha… masih aja dibuat penasaran siapa namja itu. ahahah gimana? Gimana? Gak seru ya? kalo gak seru gak kuterusin ni *sok ngambek* kalau mau kuterusin comment ya.. yang banyak.. ajak readers yang lain comment juga. Oke don’t be Silent readers oke..

11 pemikiran pada “Mystique (Chapter 2)

  1. ddddddddddddddaaaaaaaaaaaaaaaeeeeeeeeeeeeeeeebbbbbbbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkk tttttttttttthhhhhhhhhhhhhooooooooooooooooorrrrrrrrrrrrrrrrrr !!!!!!!
    suka banget sama ff ini ^^
    aku masih penasaran u,u siapa cowok itu sebenernya ??
    beneran kriiss?? atau malah Tao??? #sok tau deh aku #PLAK
    hahahahahaahahhaa
    pokoknya harus cepet cepet dilanjutin ya thorrrrrr^^
    bisa banget deh ngebuat jadi penasaran gini ^^
    next chapnya cepet dibuat dan cepetan di publish juga ya thorrrr ^^
    authorrrr hhhhwwwaaaiiiitttthhhhhiiinnngggg !!!!!
    gomawo thorrr ^^

  2. PENASARAN LGI !!
    Huwwaa harus penasaran lgi
    Thor cepet2 ngirim ffnya ya
    Haha supaya penasarannya hilang
    Keep writing thor
    FIGHTING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s