Sorry, It’s True Love (Chapter 3)

Tittle : Sorry, it’s TRUE love [Chapter 3]

Author : Yuli ELFiani Sitanggang (@ELFiani130798) #followme haha XD

Cast : Luhan, Minyoung, Sehun, Baekhyun, YooKyung, dll.

Genre : Romance, Friendship, comedy (0,00000001%)

Leght : Chapter

Rating : General

Author Post : FF ini dibuat dari jeri payah author sendiri. Tidak ada kesamaan dari pihak manapun, karena itu hasilnya aneh… Langsung saja deh! HAPPY READING^^

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Author POV

“Eum? Wae?” tanya Minyoung setelah keluar dari kelas.

“Lihat!” Yookyung menunjuk kearah lapangan yang berada tidak jauh dari kelas mereka.

“Itu… Chanyeol sunbae… Kai sunbae… Baekhyun sunbae… Luhan… dan… Sehun oppa.” Cara bicara Minyoung langsung berubah ketika ia menyebut dan melihat Sehun yang juga ikut berada dilapangan.

“Aigoo~ Apa-apaan mereka? Sekarang bukan pelajaran olahraga mereka. Kenapa mereka harus main basket sekarang!?” kata Yookyung lagi yang masih sibuk elihat kearah lapangan.

“Kau ini menyusahkan saja! Ku kira ada apaan, ternyata hanya ini.” Kesal Minyoung dan kembali masuk kedalam kelas.

“Hehe… ^^v”

Didalam kelas, Minyoung menyimpan tas ranselnya dibangkunya, dan duduk disana. Dia masih terus memperhatikan amplop itu. Perlahan, ia buka amplop itu. Ia lihat secarik kertas didalamnya. Ia buka lipatan kertas itu. Terlihat tulisan tangan berukuran cukup kecil disana. Lalu dibacanya isi kertas itu.

Hwang Minyoung,

Maaf membuatmu kaget akan hal ini.

Aku hanya ingin bertanya, apa kau punya hubungan khusus dengan Luhan?

Hari ini, aku akan tanding basket dengannya dan anak-anak yang lain.

Aku harap kau bisa datang melihat kami.

Dan aku menunggu jawabanmu atas pertanyaanku barusan.

Jujur, aku sedikit kesal melihatmu kemarin bersamanya.

Dan tentang hubungan kita dulu, aku harap bisa kembali seperti dulu.

Mata minyoung terus terpana pada kalimat terakhir pada kertas itu.

“Se… Sehun oppa?”

Tanpa basa basi lagi, Minyoung langsung pergi berlari meninggalkan kelasnya dan pergi menuju lapangan yang telah penuh dikerumuni para yeoja-yeoja.

Dengan susah payah, Minyoung melewati kerumunan itu dan akhirnya berhasil. Ia telah berdiri didepan kerumunan itu. Sebentar, ia melihat kertas dan amplop itu.

Sehun POV

Sial, kenapa anak-anak harus mengajakku main basket sekarang. Apa mereka tidak lihat situasiku sekarang. Tapi tunggu. Itu, Minyoung. Apa yang sedang ia lakukan disini? Kenapa tatapannya begitu padaku? Ada apa dengannya?

Aku yang masih sibuk bermain basket itu pun, berlari meninggalkan lapangan dan pergi menuju Minyoung.

“Minyoung? Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku terengah-engah.

“Apa kau yang memberikan ini?” tanyanya sambil menunjukkan sebuah amplop dan kertas.

“Itu…”

“Jadi benar kau yang memberikannya padaku?” tanyanya lagi, kali ini dia mulai terisak.

“Itu… ” belum sempat aku menjelaskan Aku merasa ada yang menarik tanganku.

“YA! Sehun~ah! Kenapa kau membuat nangis seorang yeoja HAH!?” dengan kasar dia menarik tanganku dan pergi menarik tangan Minyoung yang sedang menangis.

“Apa salahku?” tanyaku pada diriku sendiri.

Minyoung POV

Kenapa dengan Sehun oppa? Kenapa dia tidak jujur dihadapanku? Kalau dia ingin hubungan kami seperti dulu, kenapa dulu dia pergi meninggalkanku!?

“Hiks… hiks…” tangisanku kini pecah, aku tidak ingin menangisinya lagi. Tapi kenapa tetap terus menangis?

“Minyoung~ah…” aku mendengar suara namja yang begitu lembut didepanku.

Aku tidak tahu siapa dia, dari tadi dilapangan aku hanya menundukkan kepalaku. Dan tidak memerhatikan sekelilingku.

Hanya saja yang terakhir kali aku ingat hanya suara seorang namja yang menyebut nama ‘Sehun’.

“Minyoung~ah, uljima!” namja itu menghapus air mata yang mengalir di pipiku.

Perlahan ia menarikku dalam pelukannya, pelukan yang begitu hangat.

Entah mengapa berada dipelukannya membuatku sedikit tenang.

Luhan POV

Kenapa dia harus menangisi Sehun? Apa dia tidak mau melihatku?

Perlahan aku menariknya kedalam pelukanku, dengan lembut aku mengelus lembut rambut panjangnya.

Tangisannya kini telah reda.

Aku merasakan tangannya membalas pelukanku.

Sepertinya aku benar-benar mulai menyukainya. Maaf Baekhyun, aku tidak butuh tawaranmu tentang makan gratis.

Aku tidak dapat membohongi perasaan ini padanya. Aku tidak mau menyakitinya. Luka hatinya yang dulu tidak ingin kuperdalam lagi.

Iklan

25 pemikiran pada “Sorry, It’s True Love (Chapter 3)

  1. astaga..chapter ini singkat bgt..tp seru..coz luhan mutusin g nerusin taruhannya..
    Yg nulis surat bkn sehun..pasti baekhyun..sengaja biar luhan sama sehun ribut..hufh..

Tinggalkan Balasan ke nuyunkk Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s