Because Of You (Chapter 4)

  • Title :  BECAUSE OF YOU (CHAPTER 4)
  • Author : Nanwook
  • Genre : Romance, Campus life,friendship
  • Cast :

–      Kim Naeun

–     Kim jongIn

–      Oh Sehun

–       Xi luhan

Length : Chapter

_____________________________________________

Luhan POV

Saat aku melihat yeoja itu, aku langsung mengenali dia dari sorot matanya. Iya yeoja itu adalah Jihyo yeoja yang sampai saat ini belum bisa kulupakan. Aku mengakhiri hubungan ku dengan alasan yang cukup membuat perasaan ku sakit mengetahui alasan mengapa aku akhirnya memutuskan meninggalkan jihyo.

Flashback

“ nak luhan,maafkan ahjumma bukannya ahjumma tidak setuju nak luhan berpacaran dengan jihyo tetapi ternyata appa jihyo telah menjodohkan jihyo dengan seorang namja.”

“Nae ahjumma?nugu?” tanyaku gelisah

“seorang pengusaha bernama Zhang Yi Xing yang berasal dari negara china nak luhan, namja tersebut sudah di jodohkan secara tiba-tiba karena hubungan kerja antara appa jihyo dan appa nak Zhang Yi Xing, ahjumma benar-benar minta maaf.”

“ ne ahjumma gwaenchana.” Kata luhan mencoba menyembunyikan perasaan kecewa di dalam hatinya.

“ahh nak luhan boleh ahjumma meminta tolong kepadamu?”

“ ahh ne ahjumma. Ahjumma mau minta tolong tentang apa?” tanya luhan serius

“ tolong akhiri hubungan nak luhan dengan jihyo secepatnya nae? Ahjumma minta tolong yah nak luhan, ahjjumma melakukan ini demi jihyo nak luhan pun akan melakukan hal yang sama seperti ahjumma bukan? Demi kebahagiaan jihyo?”

“ ne ahjumma luhan akan mengakhiri hubungan ini” jawab luhan dengan perasaan yang campur aduk sambil menundukan kepalanya kebawah menahan air mata yang mungkin sebentar lagi akan turun ke pipi luhan.

Flashback END

Iya begitulah kisah cintaku dengan Song Jihyo yang harus diakhiri karena keegoisan orang tuanya. Iya aku tau betul perasaan Jihyo saat itu dia terpaksa dan aku pun juga terpaksa melakukan hal “itu” walau mungkin dalam arti yang berbeda.

“jihyo..” kataku dengan tatapan yang tak percaya.

“lu…luhan oppa…” katanya dengan tangan telunjuk yang menunjukku

“ohhh kalian saling kenal kah?” tanya sehun tiba-tiba dengan menunjuk ke arah kami

“haha ne sehun,yeoja ini bernama song jihyo dulu dia….”

Sebelum aku selesai dengan penjelasanku kepada sehun tiba-tiba jihyo memototng pembicaraanku dan berkata..

“luhan oppa ini dulu seperti kakakku saat SMA,dan kami cukup dekat. Betulkan luhan oppa?” Katanya diselangi dengan senyuman yang sangat aku rindukan itu.

“haha nae dia adikku saat SMA dan kami sangatlah dekat” kataku dengan melihat ke arah jihyo.

Jihyo apa dia benar-benar sudah ingin menghapus namaku sebagai seseorang yang sangat dekat dengannya walaupun itu dulu. Dengan mengatakan bahwa aku sudah seperti kakak kandungnya?? Padahal asal kau tahu jihyo setelah aku mengetahui kau telah di jodohkan dengan namja yang bemang Zhang Yi Xing itu tak ada seorang pun yang bisa menggantikanmu sebagai yeoja yang sangat berarti di dalam kehidupanku.

“ahhh annyeonghaseyo jihyo sshi na neun kim hyerim imnida bangapseumnida.” Tiba-tiba hyerim mengeluarkan suaranya setelah cukup lama diam melihat pertemuanku dengan jihyo.

“ahh ne hyerim sshi bagapseumnida” kata jihyo dengan senyum cerianya

“ahh mianhae luhan oppa,jihyo sshi dan…”

“ sehun” dengan cepat sehun memberikan namanya

“ahh nae sehun sshi sepertinya aku harus pergi dulu sudah mulai jam kuliahku, annyeong!” katanya ramah dengan menggerakan tangannya.

***                                                      ***                                                      ***

Naeun POV

Hari ini hari yang sangat kutunggu-tunggu seperti yang diberitahukan sehun hari minggu pukul 4 sore . Aku sekarang sudah berada di restauran strawberry . Aku memakai rok berwarna sapphire blue selutut dengan memakai baju dengan setelan cardigan putih abu. Jam sekarang sudah menunjukan pukul 5 sore berarti sudah 1 jam aku menunggu jongin oppa di restauran ini dan sepertinya aku akan memesan minuman untuk kedua kalinya. cuaca sudah menunjukan gejala akan turunnya butiran air dari langit dan masalahnya aku sangat trauma dengan hujan bisa dibilang aku takut dengan hujan. Haruskah aku tetap menunggu atau pulang saja?

“ aisshh kemana jongIn oppa? Apakah ia lupa dengan janjinya? Sehun tidak bohong kepadaku bukan.” Kataku didalam hati

Aku harus menunggunya karena aku membutuh kan alasan sebenarnya. Walau rasanya mata ini tidak siap untuk melihat namja yang sudah menghancurkan kehidupanku.

JongIn POV

Aku sekarang sedang menuju ke restauran yang dibilang oleh dongsaengku dimana aku akan bertemu dengan seseorang yang sampai saat ini aku cintai. Cuaca sudah menunjukan tanda-tanda akan turunnya hujan dan aku sudah terlambat kira-kira 1 jam di karenakan ada suatu hal yang harus aku lakukan dan itu “wajib” dilakukan.

Sekarang aku sudah berada di restauran yang di bilang sehun untuk bertemu dengan Naeun. Aku melihat seorang yeoja memakai rok selutut berwarna sapphire blue dan memakai baju dengan cardigan abu dengan daleman berwarna putih sungguh sangat cantik. Aku mencoba mendekati yeoja tersebut.

“ naeun?” tanyaku dengan menyentuh pundaknya

“ ahh oppa! Silahkan duduk aku sudah menunggumu cukup lama” katanya dengan muka kesalnya itu

“ ahh mianhae ada sesuatu yang mendadak dan cukup penting jadi aku terlambat. Ada apa?” tanyaku to the point dengan muka yang cukup datar.

“ mmmm aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu oppa.”

“ apa itu?” tanya ku singkat

“ alasan mu memutuskan hubungan kita benar-benar karena alasan sifatku? Aku tidak percaya apabila itu alasanmu jongIn oppa ayo jawab dengan jujur oppa..” katanya panjang memberikan maksudnya

“ benar itu karena sifatmu aku membencimu sampai saat ini. itu adalah alasan yang memang sebenarnya, kau tau saat mendengar sehun kau ingin bertemu denganku ingin rasanya aku ingin menolak bertemu denganmu tapi karena sehun yang memintaku aku akhirnya berada disini. Masih ada yang ingin kau tanyakan? Aku sangat sibuk.” Kataku mengakhiri semua penjelasanku dengan mencoba beranjak dari tempat duduk ku

Setelah aku memberikan jawaban kepada Naeun dia hanya terdiam dan menunduk. Aku bisa melihat ia sekarang sedang menangis. Sejujurnya aku ingin menyeka air matanya itu tetapi langsung ku urungkan niatku itu.

“ baiklah aku pergi.” Kataku pergi meninggalkan naeun

Naeun POV

“ mmmm aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu oppa.” Jawabku dengan mencengkeram kedua tanganku.

Saat ini aku benar-benar takut untuk menanyakan hal ini terlebih lagi sepertinya jongIn oppa tidak ingin melihatku. Rasa sakit hati ini mulai menjalar di perasaanku.

“ apa itu?” tanyanya singkat

“ alasan mu memutuskan hubungan kita benar-benar karena alasan sifatku? Aku tidak percaya apabila itu alasanmu jongIn oppa ayo jawab dengan jujur oppa..” kataku panjang lebar

“ benar itu karena sifatmu aku membencimu sampai saat ini. itu adalah alasan yang memang sebenarnya, kau tau saat mendengar sehun kau ingin bertemu denganku ingin rasanya aku ingin menolak bertemu denganmu tapi karena sehun yang memintaku aku akhirnya berada disini. Masih ada yang ingin kau tanyakan? Aku sangat sibuk.” Katanya mengakhiri semua penjelasannya.

Kau tau rasanya sakit sekali mendengar bahwa jongIn oppa sampai sekarang sangat membenciku.aku hanya bisa terdiam dalam pikiranku. Benarkah itu alasannya? Tanpa terasa airmata turun begitu saja dari mataku.

“ baiklah aku pergi.” Katanya pergi menjauh dari hadapanku

Luhan POV

Aku sekarang berada didaerah seoul aku sedang mencari makan untuk mengisi perutku. Aku sedang melihat lihat restauran yang dapat menggodaku (?) tiba-tiba aku melihat seseorang yang aku kenal berada di restauran tersebut bersama… bersama ahh jongIn hyungnya sehun. Aku mencoba menyipitkan mataku untuk melihat apa yang mereka sedang lakukan.Sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang benar-benar penting. Tiba-tiba jongIn keluar dan meninggalkan Naeun begitu saja. Aku melihat Naeun dalam posisi menunduk dan seperti sedang menyeka mata. Apa? mata? Apa ia menangis?

Aku masih tetap dalam posisiku berdiri diluar melihat apa yang terjadi selanjutnya. Tiba-tiba Naeun beranjak dari tempat duduknya ia membuka pintu restauran tersebut aku mencoba menyapanya tapi Naeun tidak melihatku. Aku melihat dari sudut matanya ia sedang dalam pikiran kosong. Aku akhirnya memutuskan mengikutinya dengan jarak yang cukup jauh agar tidak diketahui olehnya.Ia berjalan menuju jalan raya sepertinya ia akan menyebrang jalan. Tetapi rasanya aneh ia menyebrang disaat lampu menunjukan tanda merah untuk pejalan kaki. Apa ia tidak melihatnya? Aku mulai berjalan mempercepat langkahku.

“arashi Berhenti!” seorang ahjusshi berkata dan memegang tangan naeun tetapi naeun melepaskan tangan ahjusshi tersebut dan terus melanjutkan jalannya.

Tetapi Naeun terus berjalan hingga berada di tengah-tengah jalan. Aissh yeoja itu micheoso? Ahh aku mencoba berlari saat aku lihat sebuah mobil melaju dengan kecepatanyang cukup tinggi

“YA!! YA!! Kim NAEUN!! BERHENTI!!” kataku berteriak

Akhirnya dia mendengarkan omonganku dan berhenti tetapi tepat di tengah jalan.

Aisshh yang babo itu aku apa naeun sih? Ia hanya melihatku dan terus jalan

TIN!! TIN!! YA!! ARASHI!! PERGI!!

Aku  mencoba menarik tangan Naeun dan berhasil aku mencoba menarik dan berlari agar naeun terhindar dari tabrakan yang nyaris mengahantam badannya. Dan akhirnya aku memeluknya di pinggir jalan.aku dapat merasakan air mata yang membasahi bajuku.

“ YA!! NDO MICHEOSEO?!!” kataku membentak Naeun

Aku benar-benar ingin membentaknya. Kau tau perasaanku saat melihatnya berjalan dengan pandangan kosong perasaanku takut terjadi apa-apa dengannya. Naeun hanya terdiam di pelukanku. Aku mendengar suara tangisannya.

“ jongIn oppa kau jahat! Hiks hiks ndo nappeun namja! Aku masih berharap kau akan… akan…”ia berbicara dengan memukul dadaku

“ya! Naeun! Berhenti ini aku Xi luhan.” Kataku dengan memegang tangannya yang nyaris membuat dadaku pegal-pegal

Akhirnya ia mendongakan kepalanya dan melihatku.

“Luhan shii?? Kau?? Kau?..Mengapa kau ada disini?” tanyanya dengan tatapan tidak percaya

“ hahaha aku hanya sedang tidak sengaja melihatmu dan saat aku menyapamu kau seperti tidak melihatku dan aku memeutuskan mengikutimu dan benar saja kau melakukan hal bodoh”

“Aaahhh begitu maafkan aku luhan shii aku aku.. hiks huwaaaa” dia menjelaskan dengan tangisan yang cukup keras

Semua orang yang berada di jalan itu melihatku dengan tatapan bahwa aku lah yang membuat yeoja yang berada dihadapan ku ini menangis. Aku mencoba menggerakan tanganku bahwa ini bukan salahku tetapi orang-orang tetap membicarakanku ada yang berbisik-bisik bahwa aku namja yang tidak bertanggung jawab.ada apa ini? ini bukan salahku

“ya.. uljimaa nae? Semua orang melihat kita dan menuduhku akulah yang membuatmu menangis. Ayo berhenti menangis eo?”

“ hiks hiks nae..” iya menyeka air matanya dan tersenyum kepadaku

Ahhh DEG DEG aisshh yeoja ini dalam situasi seperti ini dapat mebuat jantungku berdetak tidak karuan.

“ ayo kita pergi dari sini eo? Kau bisa cerita kepadaku tetapi tidak disini ok?”

Akhirnya aku memegan tangannya dan membawa Naeun menjauh dari keramaian.

Sehun POV

Setelah mendapat sms dari jongIn hyung bahwa Naeun sekarang sendiri di restauran tersebut aku mulai menyalakan motorku dan pergi untuk menjemputnya.

Sekarang aku sudah berada tepat 500 meter dari restauran tersebut. Tapi aku melihat sesosok namja yang aku kenal. Luhan? Mengapa ia ada disini? Seperti sedang mangamati seseorang? Aku terdiam di posisiku dengan melihat luhan. Tiba-tiba Naeun keluar dan luhan mengikutinya aku mencoba mengikuti mereka berdua dengan jarak yang cukup jauh aku mengamati mereka. Naeun ia berjalan disaat lampu merah untuk pejalan kaki aissh aku ingin memnghentikannya tetapi aku melihat luhan sudah melakukan hal itu. Aku sudah telat 1 langkah dengannya. Aissh!

Aku tetap memperhatikan mereka. Mereka berpelukan di pinggir jalan. Aku senang melihat luhan berhasil untuk menyelamatkan yeoja yang kusayangi tetapi saat mereka berpelukan aissh perasaan tidak rela menyerangku.

Aku terus mengamati mereka rasanya sekarang aku sudah seperti mata-mata bagi mereka berdua. Mereka berjalan menuju taman yang berada di dekat kota. Taman itu mulai sepi karena waktu sudah menunjukan pukul 7 malam. Hujan yang tadinya di perkirakan akan mengguyur kota seoul ternyata tidak terjadi hanya hawa dingin yang menyelimuti malam seoul ini.

Aku melihat mereka berdua duduk membicarakan sesuatu yang penting sampai membuat naeun menangis. Aku melihat yeoja itu menangis. Tidak salah lagi ia pasti sedang menceritakan kejadian yang dia alami bersama jongIn hyung sore tadi aku terus menatap mereka sampai akhirnya kau melihat kejadian yang membuat mataku tidak percaya.

Naeun POV

Luhan menarik tanganku untuk mencari tempat yang lebih sepi agar aku bisa menceritakan semua yang terjadi kepadaku. Memang aku sekarang butuh teman yang dapat mendengarkan ceritaku ini dan orang itu adalah Luhan orang yang sekarang menarik tanganku.

“ayo ceritakan apa yang sebenarnya terjadi” katanya memintaku

“ baiklah luhan aku akan menceritakan ini kepadamu hanya kepadamu tapi kau tidak boleh menceritakan kepada siapapun terutama sehun eo? Yakso? (janji)”

“ nae aku janji” kata luhan dengan senyumnya yang menenangkan itu

Aku menceritakan semuanya dari awal dan apa yang membuatku aku menangis sampai saat ini.

Luhan POV

Akhirnya ia menceritakan kejadian yang membuatnya menangis dan membuatnya menjadi seperti ini aku tidak tahan melihatnya menangis aku mencoba mengangkat mukanya dengan memegang dagunya.

“uljima…” kataku menyeka air matanya

“ jangan menangis karena namja yang bernama jongIn itu di depanku eo?” kataku menambahkan

Dia hanya mengangguk dan menatapku

“ gomawo..” katanya dengan tersenyum

Aku benar-benar tidak dapat menahan diriku untuk melakukan ini saat ia tersenyum kepadaku aku rasanya.. perasaan ini aku sepertinya mulai mencintainya…

“ ne..” kataku dengan memegang kedua pipinya

“ naeun…”kataku perkataanku terputus

“ ne?” katanya menatapku dengan tatapan yang penuh pertanyaan

Aku memutuskan untuk memajukan muka ku dan…

Chu~ aku mencium bibirnya dia hanya terdiam dalam posisinya. Aku benar-benar sudah gila…

Naeun POV

“ naeun…”katanya perkataannya terputus

“ ne?” kataku menatapnya dengan tatapan yang penuh pertanyaan

Tiba-tiba luhan memajukan mukanya jarak kami hanya sekitar 5 cm. Aku benar-benar terdiam dalam posisiku.

Chu~ aku merasakan bibir kami bertemu. Luhan menciumku. Apa? luhan menciumku?

Dia mulai menciumku aku tidak merespon apa yang ia lakukan aku hanya terdiam dengan pikiranku. Apa yang harus aku lakukan?

Sebelum pikiranku merespon pertanyaanku luhan mulai menjauhkan bibirnya.

“ ahh mianhae aku telah lancang naeun shii.” Dia meminta maaf kepadaku

Aku hanya terdiam. Apa? sekarang dia meminta maaf kepadaku?

“ a.. a..apa yang kau lakukan luhan?” aku memberikan  pertanyaan itu dengan terbata-bata

“ aku sepertinya men…”

“hachimmm “ aku bersin mendadak dan membuat perkataan luhan terputus luhan menatapku.

“ ahh mianhae luhan shii men apa?

“mencoba memberikan semangat hidup untukmu.”

“ nae? Semangat hidup? Dengan menciumku?”

“ iya aku melakukan itu untuk memberitahumu masih banyak orang yang menyayangimu dan mencintaimu diluar sana termasuk aku.”  jawab luhan

“aku tau itu kau menyayangiku sebagai sahabat bukan. Ok kalau karena alasan itu aku memaafkanmu karena melakukan hal itu. Gomawo” kataku menambahkan

Luhan POV

Aniaaa bukan sebagai sahabatmu naeun aku mencintaimu sebagai NAMJA mungkin aku baru menyadarinya setelah seminggu aku mengenalmu. Mungkin ini aneh tapi… ini benar perasaan seseorang namja yang menyukai yeoja naeun…

-TBC-

Ayo akhirnya Naeun sama siapa?? Terus Kai tuh sebenarnya kenapa sih ada yang bisa nebak?? Ditunggu RCLnya yah GOMAWO 😀

Iklan

30 pemikiran pada “Because Of You (Chapter 4)

  1. ky.a pertmnan mrka trllu cpt deh apalgi mrka sdh mmulai prsan.a msng2 cba kalo dah agak lma trus prsaan itu tmbh itu bru kren. pdhl crta.a keren alur.a jg pas tp wktu.a itu yg trllu cpt.
    itu hanya sarn aja ko .
    author hwaithing ^_^

  2. huwwa~ ada typo tapi~. . . HAHAHA namaku ngeksis~ *plakk

    btw mian q telat baca >_<
    ffnya daebak !!
    *capcus ke next chapter

Tinggalkan Balasan ke andrea Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s