Extraordinary Love (Chapter 4)

Author : Lvyhuna

Title : Extraordinary Love

Sub Title : Exo -L

*Main cast :

  • Latara Daanishe Mozza                  aka         Tara / Mozza
  • Oh Sehoon [EXO-K]                         aka         Sehun
  • Byun Baekhyun [EXO-K]                aka         Baekhyun
  • Park Chanyeol [EXO-K]                  aka         Chanyeol

 

Sub Main Cast :

  • Crystal Jung [F(x)]            aka         Kristal
  • Sulli Choi  [F(x)]                 aka         Sulli

 

**Supporting Cast :

  • Kim Jil Woo Harabeoji
  • Eyang Min Woo, eyang Shik Woo, dan Eyang Tara (Kim Si Woo)
  • Haramonie

 

Genre : Family, Friendship, and Romance

Length : Chaptered

 

* Bisa bertambah

** Berubah-ubah setiap chapternya

 

TAAADAA !!

 

Peyuk cium guling-guling dari totor Lvy ({})

 

Chapt 4 sudah hadir pemirsah author edit ini ff pas selese SNMPTN hari pertama #abaikan.

Semoga para cemu u cemu u ku masih antusias baca ff EXO-L ini, totor gak akan banyak curhat untuk kali ini cuman mau ngasih tahu aja, soal SNMPTN tadi lumayan ngajak ribut *abaikan. Maaf ni ye cemu u ku yang unyu unyu kalau ceritanya jadi makin crispy semoga engga deh ya, makasih kamuh banget udah nemenin Exo-L sampai chapt 4, setiap chaptnya totor kasih poster berbeda biar terasa nikmatnya *iniapasih??

 

VERYWELL BUSWAY !! HAPPY READING CEMU U CEMU U KU \(^.^)/

 

EXO-L CHAPTER 4

Udara segar , dan angin yang menyapa lembut , menyambut ku ketika pertama kali kupijakan kaki keluar dari pesawat. Atmosfir yang tak biasa aku rasakan, ini sungguh ironi padahal kami masih dibawah langit yang sama.

Penutup telinga dan sarum tangan yang Om Kim hadiahkan untuk ku, nampaknya bukan sekedar hadiah saja, aku datang tepat ketika negeri ginseng ini memberikan hamparan selimut putih sejauh mata memandang, namun tak mengurangi rasa kagum ku untuk negeri ini.

 

“Selamat datang diSeoul Tara !”

Mendengar sambutan om Kim ini , aku hanya bisa tersenyum simpul. Tak berlama-lama kami pun memasuki bandara diterminal kedatangan, sesekali ku menoleh kesebuah papan pengumuman, yang tak hanya 1 atau 2 yang kutemui, hatiku tergelitik penasaran tertarik melihat huruf yang digunakan, hanya ada 2 bahasa, Korea dan Inggris kurasa. Bawaan yang kubawa lumayan memakan banyak tempat, sepertinya hanya aku yang membawa barang sebanyak ini.

 

“WELCOME TO INCHEON AIRPORT”

 

Sebuah spanduk besar terbentang tepat diatas kepalaku, mataku tak henti-hentinya melirik keseluruh area bandara, entah kenapa hati ini terus tergelitik sehingga membuat ku terus ingin tersenyum. Semua orang memakai baju hangat yang tebal dan sibuk dengan handphone yang terus melekat ditelinga mereka, nampaknya tak sadar begitu banyak orang disekeliling mereka. Putih, sipit, dan dingin itu yang bisa kudeskripsikan ketika aku sampai disini. Disela langkah-langkah ku mendorong trolly bersama om Kim, hatiku tertegun sebentar sebuah papan reklame besar beridiri tegap dan terpasang kokoh didepan kedua mataku, sekumpulan pria yang telah kuitung ada 13 orang itu menarik perhatian ku, bukan bukan mereka benar benar menarik perhatian ku , yang bisa aku ucapkan hanya

“Tampan !”

 

Sebenarnya aku sangat ingin bertanya kepada om Kim siapa mereka, tapi ya sudahlah, siapa mereka aku tidak peduli.

 

“Om kita nungguin siapa ?” tanya aku yang bingung om Kim tiba-tiba berhenti.

“Kita lagi nunggu jemputan Ra !”

 

Sambil menunggu, tak bosan-bosanya aku melirik ke se-area bandara merasakan atmosfir yang berbeda. Baju hangat yang disarankan om Kim untuk ku pakai, tak mampu menangkal dinginya kota Seoul saat ini , bekas kerukan salju terlihat jelas dijalan-jalan, sepertinya ini belum seberapa.

“Ah itu dia !”

 

Mataku langsung tertuju kearah sebuah mobil sedan berwarna hitam mengkilat yang berhenti tepat didepan ku dam om Kim. Supir mobil itu segera turun dan membantu ku memasukan koper-koper ku kedalam mobil.

 

“Om kita mau kemana ?”

“Kita akan bertemu eyang-eyang kamu dulu !”

“Benarkah ?”

“Ah aku hampir lupa memberi tahumu, nanti ketika kau bertemu dengan ayah ku, panggil dia harabeoji jangan kakek, mengerti ?”

(angguk-aggguk)

 

Mobilpun perlahan melaju, Seoul tak henti-hentinya menyuguhkan kekaguman untuk ku, bangunan-bangunan besar yang menjulang didepan mataku tak henti-hentinya bertepi. Toko-toko dan tempat perbelanjaan pun tersebar disetiap penjuru kota. Tak sabar rasanya bisa pergi mengelilingi kota ini, dan mencari kekaguman-kekaguman yang lain yang tersembunyi dikota ini.

Tiba-tiba kekaguman ini lenyap bersama menderunya detakan jantung ku yang tiba-tiba mengencang, melihat mobil ini memasuki sebuah rumah yang sangat besar sangat sangat besar, lebih mirip sebuh hotel atau kantor mungkin.

 

“Bersiaplah bertemu keluarga besarmu !”

 

Perkataan om Kim ini yang membuat jantung ku semakin menderu. Rasanya jantung ini ingin keluar, keluarga besar yang papah mamah sebutkan, keluarga yang mendirikan tradisi ini, keluarga yang mengharuskan ku pindah ke Seoul. Sosok eyang-eyang yang tak terlalu ku kenal malahan tak kukenal ini menjadi momok yang mulai menakuti ku, aku tak tahu mereka seperti apa? Karekater mereka seperti apa ? atau……….

 

“Eyangggggggg !”

 

Teriak ku histeris melihat eyang, benar-benar eyang ku , eyang ayah dari papah ku. Aku pun reflek turun dari mobil dan segera memeluk laki-laki 55 tahun itu.

“Eyang ko bisa disini ? ko bisa ? dari kapan ?”

“Sejak minggu kemarin !”

“Aku merindukan mu eyang !”

“Eyang juga, ayo kita masuk !”

 

Aku pun terhanyut dalam kerinduan bersama eyang, rasa takut ku berubah menjadi keceriaan yang membuat hati bersorak gembira.

“Gimana tadi perjalanan Indonesia-Seoul ?”

“Eyang, Tara sempet takut tadi, ini kan flight pertama Tara deg degan banget yang, terusan disini dingin banget, padahal Tara udah pake baju anget sama sarum tangan, tapi tetep aja dingin !”

“Kamu dateng bertepatan dengan musim dingin, yasudah kita masuk, kita bertemu eyang kamu yang lain ?”

“Tara takut yang !”

“Loh masa takut ketemu sodara-sodara eyang ?!”

Aku mencoba mengatur lonjakan adrenalin ku, its ok Tara.

Aku masuk kedalam sebuah ruangan yang besar, mungkin ini adalah ruangan keluarga , tapi besar sekali . Benarkah keluarga besar ku seorang bangsawan ? tunggu ada orang disana! mereka kah keluarga ku ?”

 

Tiba-tiba eyang berbicara dengan bahasa lain, dan itu membuat perhatian orang-orang itu menatap aku dan eyang. Satu persatu dari mereka mendekati ku dan menatapku. Didepanku berdiri 3 orang laki-laki yang pasti lebih berumur dibanding aku. Mereka kah eyang-eyang ku ? siapa diantara mereka yang bernama Kim Jil Woo, Shik Woo  ? ah aku hapal satu diantara mereka eyang Min Woo .

 

“Selamat datang Tara !”

 

Ucap eyang Min Woo sambil datang kearahku dan memeluk ku. Aku pun dibawanya duduk tepat didepan ke-4 orang tua ini. Tegang, grogi, gelisah, pikiranku melayang , akan diapakan aku ini?

Sosok seorang kakek dengan wajah yang suram menarik perhatian ku, apakah dia yang tertua diantara mereka ??

 

“Kau berapa tahun ?”

 

Aku terkejut , kakek-kakek yang sedang kupikirkan itu bertanya padaku , dan dia bisa Bahasa Indonesia #kagumodeon

 

“Aaku tujuh belas tahun !”

“panggil aku harabeoji, kau bisa memanggil ke-3 adikku dengan sebutan eyang ,kecuali aku !”

Aku hanya bisa mengangguk bisu. Tanpa pengenalan aku sudah tahu bahwa kakek-kakek yang tadi berbicara ke padaku adalah Kim Jil Woo.

 

“Latara Daanishe Mozza !” ucap eyang, eh maksudku harabeoji tertua ini (?)

“Aku tidak akan memanggilmu Tara, aku akan memanggilmu Mozza !”

“Kenapa ?” ucapku reflek

Tiba-tiba harabeoji, dan ke-3 eyang ku yang lain menatapku aneh.

 

“Belum ada yang pernah berkata selantang itu kepadaku !” ucap harabeoji.

“Maaf, ey, eh maaf harabeoji !”

“Bawa dia kekamarnya !”

“Kuraeyo hyung !” ucap eyang ku

.

Aku berjalan bersama eyang menuju kamarku.

“Tara, eyang tidak bisa menemani mu disini, aku harus kembali ke Indonesia !”

“Apa ??! terus disini Tara sama siapa ?”

“Bukankah papah mu telah memberitahumu kalau kau akan tinggal diKorea bersama kakak tertua ku !”

“Iya, tapi eyang ! kayanya eyang Jil Woo galak , Tara takut yang !”

“Dia tidak galak hanya saja disiplin itu yang ia kedepankan , kau harus mulai bisa beradaptasi, jangan pernah melawan harabeoji mu, jangan pernah menggunakan nada yang tinggi ketika berbicara, dan jaga tingkah laku mu !”

“Aku mengerti, tapi kalau aku disini tinggal hanya dengan harabeoji, eyang Shik Woo, sama eyang Min Woo kemana ?”

“Shik Woo dan Min Woo harus pergi ke Jepang besok !”

“Besok ?”

“Malam ini ada sebuah pesta yang dibuat harabeoji untukmu !”

“Pesta ?”

“Ya pesta penyambutanmu, karena itu lebih baik kau beristirahat dulu sekarang, jangan memikirkan apa-apa, mengerti ?”

“Iya yang !”

“Ini kamarmu !” ucap eyang sambil membukakan pintu kamar yang ia tunjukan .

Mataku menunggu pintu itu terbuka seluruhnya,

 

Apakah akan senyaman kamar ku dirumah ?
“Kamu istiarahat ya, eyang tinggal dulu !”

 

Aku ga gubris perkataan eyang, aku masih tertegun ngelihat kamar yang diperuntukkan buat aku ini. Seisi ruangan diisi dengan wallpaper dinding dengan warna merah marun kesukaan ku. Ranjang dengan renda kelambu bak tempat tidur seorang putri, disertai dengan balcon yang besar menjadi suguhan yang terbaik dikamar ini.

 

“Sungguh ini kamarku ?”

 

Aku pun mulai berjalan perlahan, meratapi keindahan keindahan dikamar baruku. Rasanya benar-benar seperti cinderella . Aku pun mulai membongkar isi koper 1 persatu, lumayan kewalahan biasanya ada bibi atau mamah yang bantuin sekarang harus sendirian ngeberesinya.

 

“Kaos udah , celana udah , tinggal dimasukin !”

Aku pun membawa setumpuk pakaian yang akan kumasukan kedalam lemari .

 

Brrrruuuukkkk

Tumpukan yang sudah kurapi-rapi itu akhirnya jatuh amburadul ke lantai. Aku masih berdiri menganga didepan lemari, bagaimana aku memasukan pakaian-pakaian ku?? tidak ada tempat lagi. Lalu untuk apa koper koper ku ini ? Benar kata mamah , harusnya aku ga usah banyak bawa baju. Bagaimana ini ?

 

Tok..tok… tok…

 

“Boleh aku masuk ?”

 

Bagaimana ini ? , lemarinya ga cukup ? 5 koper ini untuk apa ?

 

“Permisi !”

 

Bagaimana caranya memindahkan ini semua aku harus menyiasatinya !

 

“Ah maaf !” seseorang tiba-tiba menyentuh pundak ku

 

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaa !” teriaku histeris

 

“Ah mianhe !”

“Kamu siapa ?” ucapku sambil menjauh

“Kenapa ada anak laki-laki dikamar ku ?”

“Aku ? nama ku Oh Sehun !”

“Siapa ?”

“Oh Sehun !”

“Nama macam apa itu ?”

“Pardon me ?”

Tara ingat dia orang Korea .

“Tadi kau bilang Oh Sehun nama mu ?”

“Iya !
“Kamu siapa ?”

“Aku tinggal disini juga, aku murid academy disini !”

“Academy ?”
“Boleh aku masuk ?”

“Kau sudah masuk !”

“Ah iya, maaf kan aku !”

“TUNGGU !! !”

“Kenapa ??”

“Kau bisa bahasa Indonesia ?”

“Boleh aku duduk disini ?”

 

Lelaki yang bernama Oh Sehun itu pun mulai bercerita, bahwa harabeoji ku, Kim Jil Woo, mendirikan sebuah academy. Academy itu paling diminati di Seoul , karena sudah melahirkan bintang-bintang papan atas di Korea, dipikiran ku yang aku tahu akademi itu hanya ada akdemi kebidanan, keperawatan tidak ada akademi bintang papan atas. Lanjut ceritanya, ternyata akademi itu diminati karena bukan sekolah biasa, lebih ke apalah itu namanya tapi bisa kusimpulkan seperti eskul. Eskul disini sama pentingnya dengan pelajaran eksak, maka dari itu orang yang mempunyai bakat seperti akting, menyanyi, menari sangat bisa dikembangkan diakademi ini. Jadi lain kata ini seperti sebuah agensi artis intinya. Dan Oh Sehun ini adalah salah satu murid disini dan sekaligus menjadi teman baru pertama ku diKorea. Dia juga bercerita diakademi ini mereka diwajibkan belajar 5 bahasa, diantaranya Indonesia , Jepang, Mandarin, Inggris, dan Jerman. Aku sendiri pun takjub kenapa Bahasa Indonesia dicantumkan sebagai bahasa yang wajib dipelajari, ahh apa mungkin karena cucu perempuanya ada diIndonesia ? kekeke.

 

“Tapi kenapa kau datang ke sini ?”

 

“Sebenarnya aku harus mengatarkan proposal kegiatan, diperjalanan pulang, pintu kamar mu terbuka dan aku melihatmu diam memandangi lemari, jadinya penasaran seperti apa cucu direktur Kim !”

“Penasaran ?”

“Aku mendengar dari guru dance ku, kalau cucu Presiden direktur Kim akan kesini !”

“Oh begitu tapi tahu darimana kalau aku cucunya?”
“Kamar ini dipersiapkan untuk cucu PD Kim jauh-jauh hari dan sekarang ditempati oleh mu, tentunya kau cucunya !”

“Kau orang pertama yang aku temui selain eyang-eyangku dan harabeoji !”

“Jinja ? suatu kehormatan untuk ku !”

“Oya kita belum berkenalan, nama ku Latara Daanishe Mozza !” ajak ku sambil berjabat tangan

“Oh Sehun !”

“Panggil aku Tara !”

“Kau bisa memanggilku Sehun , oya maaf aku masuk tanpa izin ke kamar mu !”

“Ga apa-apa !”

“Nanti malam ada makan malam besar diaula , untuk penyambutan kau datang kesini !”

“Iya aku tahu !”

“Baiklah kalau begitu , aku keluar dulu, senang berkenalan dengan mu Tara !”

“Aku juga Sehun !”

 

Anak laki-laki itu pun meninggalkan kamar ku. Tapi kenapa hati ku berdegup kencang yah ?? Sudahlah. Nampaknya berita kedatangan ku sudah menyebar , tapi eyang atau om Kim tak pernah menyebut soal akademi yang dibangun harabeoji ? eh tunggu , tunggu, berarti nanti aku bakal dipamerin ke seluruh siswa akademi dong ? ebuset mau disimpen dimana ini muka . Aku ga bisa ngebayangin gimana nanti malem .

 

***

 

“Mozza bangun !”

“Mozza …!”

Aduh berat sekali mata ini untuk terbuka,

“Kau sudah bangun ?”

Duduk didepan ku seorang nenek , ya pasti juga nenek aku . –balik tidur-

“Mozza ! ini udah mau jam 6 sayang ayo bangun kau harus siap-siap !”

“Anda siapa “ tanyaku agak bego

“Aku istri dari Kim Jil Woo, aku haramonimu !”

“Nenek ku ?”

“Iya, ayo cepat makan malam akan dimulai !”

Mata ku langsung terbuka , ga sadar aku tidur diatas tumpukan baju yang niatnya tadi bakalan aku rapiin. Aku pun segera bangkit dan masuk ke kamar mandi.

 

“Omagad !! aku lupa bawa anduk, anduknya kan dikoper , gimana dong ??”

 

“Aduh Tara kamu ko bisa bego kaya gini sih ?”
Semoga nenek aku masih diluar

 

“haramoni, haramonii !”

“Ne ? handuknya digantung didalam sayang didekat shower !”

 

Aku pun segera merogoh keluar shower, meraba-raba dinding kamar mandi.

Tara please deh orang kamu sendirian diwc ngapain juga ngerogoh-rogoh dinding kaya spiderman,nyusahin diri sendiri aja sih !

Keluar dari kamar mandi aku ngelihat haramoni (red:nenek) lagi ngerapihin seseuatu diatas kasur.

“kau sudah selesai ? oh sayang segera keringkan rambutmu tidak bisa basah seperti ini !”

“kenapa haramoni ?”

“kau bisa sakit nak, cuaca disini tidak seperti Indonesia, rambut basahmu harus segera dikeringkan, coba buka laci lemari riasmu !”

Aku pun celingak celinguk nyari meja rias, dan ketemu dipojokan samping lemari. Aku ikutin perintahnya ngebuka laci dibawah.

 

“Hah ? hairdryer? Apaan ni ? pengeriting rambut ? catokan ? omg lengkap banget yah. Haramoni ….! aku harus ambil yang mana ?”

“Ambil hairdryer sama curliehairnya nak !”

 

Aku pun mengambil 2 alat elektronik rambut itu, dan memberikannya ke nenek ku. Rasanya aneh, baru saja ,kalian juga tahu, ini hari pertama kedatangan ku di Korea, tapi rasanya seperti dirumah, haramoni yang sedang sabar mengeringkan rambut panjang ku ini nampak hangat dan ramah , sungguh jujur padahal aku baru bertemu tadi ketika ia membangunkan ku dengan memanggil Mozza.

 

“Bagaimana kau suka ?”

 

Rambutku nampak cantik terurai bergelombang ke bawah, jarang aku bisa berdandan seperti ini.

 

“Baiklah sekarang wajahmu yang akan aku percantik !”

Aku pun tak bisa menolak aku hanya terdiam, sementara haramoni melukis wajah ku.

“Selesai, et et kau tidak boleh melihatnya, pakai dulu gaun mu !”

Aku pun menghampiri haramoni yang mengarahkan ku ke arah ranjang.

“Cantiknyaa !”pekik ku

“Kau suka ?”

“Sangat !”

Sebuah gaun cantik berwarna merah marun, lengkap dengan kelap kelip diseluruh bagian gaun, makin dihiasi dengan belt kupu-kupi dibagian pingganya.
“segera kenakan ini cucu ku !”

“Ne !”

Tak pernah aku merasa begitu cantik seperti ini ? baru pertama aku mengenakan gaun malam seindah ini, aku merasa menjadi wanita dewasa.

 

“Tara kau sud……!” ucap eyang ku yang baru datang

 

“Eyaaang bagaimana menurutmu ?” tanyaku histerissambi memamerkan gaun baru ku .

 

“Cucuku sangat cantik sekali !! kau kah Tara ku cucu perempuanku yang sangat manja ?”

“Eyaaaang !”

“Kau sangat cantik sayang , jangan membuat semua orang menunggu diaula !”

“Baiklah !”

 

Aku pun berjalan sambil menyesuiakan kaki ku dengan higheels baru 12 centi ku ini. Ternyata kami harus menaiki mobil untuk sampai ke aula, ku kira aula masih ada didalam rumah harabeoji yang besar itu. Aku tak sabar untuk sampai ke aula, sungguh aku merasa sangat cantik malam ini, semoga saja aku tidak membuat malu eyang-eyang ku.

Dari dalam mobil sudah kulihat banyak sekali anak-anak sepantaran dengan ku memakai gaun seperti ku dan jas formal dengan dasi kupu-kupu dileher mereka. Ah aku teringet Oh Sehun, apakah dia akan datang ?

Mobil berhenti tepat dimuka aula, pintu dibukakan oleh seorang pelayan dan ia segera menyambutku.

“Anyeonghi kyeseyo Agesshi !”

 

Hah ? apa yang ia katakan? Aku hanya bisa membalas dengan senyuman. Eyang memberikan lenganya supaya bisa ku gandeng. Tibalah kami disebuah aula yang besar dan hampir sudah dipenuhi oleh orang-orang, aku pun hanya mengikuti eyang yang sedang sibuk mencari meja .

 

“Apakah itu cucu ku ?’ ucap eyang Shik Woo

 

“Cantik sekali !” tambah eyang Min Woo.

 

“Terimakasih !”

Aku sadar, aku sangat menyadarinya kalau aku mulai menjadi sorotan, ah pipi ku pasti memerah.

Tak berapa lama harabeoji ku naik ke panggung dan mulai membuka acara.

 

“Terimakasih untuk kesediaan dari siswa dan siswa ku untuk datang ke acara ini dalam rangka penyambutan kedatangan cucu perempuanku, Latara Daanishe Mozza, berdiri nak !”

 

Aku pun berdiri dan mencoba menampilkan diriku yang seramah dan semanis mungkin, ku tebarkan senyum kepada semua orang yang sedang menatap dan memberikan applause pada ku . Sungguh memakan banyak mental dan keberanian. Sementara harabeoji masih berpidato mata ku iseng melirik dan mencari anak laki-laki bernama Sehun itu.

 

“Dimana anak itu ? aku belum melihatnya !”

Hei hei Ada apa dengan ku ? kenapa pula aku harus mencarinya !

 

“Cucu ku akan bersekolah satu akademi dengan kalian, jadi tolong bimbing dia, karena dia benar-benar tidak tahu apa-apa tentang budaya kita…!”

 

Sungguh aku penasaran dengan laki-laki itu dimana dia ?

 

Prokk prokk prokk.

 

Harabeoji dan harmoni mengobrol satu sama lain sedangkan aku, aku tidak mengerti apa yang mereka obrolkan.

 

“Hey Tara !” sapa seseorang dari arah belakang, kontan aku berbalik arah .

“Halo !” sapa ku

“Aku Crystal, senang berkenalan dengan mu !”

“Aku Sulli , senang berkenalan dengan mu !”

“Senang berkenalan dengan mu juga !”

 

Sulli dan Crystal menjadi teman baru ku di Korea, aku pun mencoba berbaur dan bergabung dengan mereka, mereka pun dengan ramah mengajak ku dan mengenalkan ku kepada teman-temanya yang lain.

“Taraa !” ada suara yang memanggil ku

“Sehun ?”

“Kau sungguh cantik sekali malam ini, beda sekali ketika tadi !”

“haha kau bisa saja, terimakasih !”

Aku baru menyadarinya sekarang, Sehun begitu tampan apalagi dibalut jas seperti ini.

“Sehuna kau disini ?”! panggil seorang pria

“Ah kau Tara kan ?”

“Iya !”

“Kenalkan aku Byun baekhyun !”

“Latara !’

“Suatu kehormatan bisa berkenalan dengan cucu PD Kim !”

“Tidak usah sungkan !”

 

Perhatian ku kini selalu tertuju kepada anak lelaki yang dipanggil Sehun itu, aku tidak bisa menyangkal ketampananya mampu menarik pasion ku.

Senangnya malam ini aku bertemu dengan orang-orang yang ramah dan juga baik tak berasa ada dinegara asing, ini seperti dirumah.

            Kringggg kringggg kringggg

 

Jam beker ini membangunkan ku dari tidur nyenyak semalam, aku segera mematikanya dan menatap langit langit kamar ku. Tadi malam aku berdansa dengan Sehun rasanya seperti mimpi, pasti teman-teman ku diIndonesia tak akan percaya kalau aku bertemu orang setampan Sehun. Aku pun terkekeh sendiri.

 

“Taraaa !”

“Crystal ? !” kagetku ada orang yang masuk kamarku sepagi ini

“Maaf aku membangunkan mu, aku ingin mengajak mu lari pagi !”

Aku pun tak menunggu lama, segera ku sambut ajakan Crystal.

 

“Maaf menunggu lama !”ucap Crystal

 

Ku kira hanya kami berdua tetapi ada orang lain juga yang ikut.

 

“Pagi Tara !”

“Ah pagi kau Baekhyun kan ?”
“Kau mengingatku ?”

 

“Maaf aku telat !”

Kontan aku melirik ke sumber suara

 

Itu Sehun

 

“Ah Tara kau ikut ?” tanyanya
“Iya aku diajak Crys !”

 

“Baiklah kita mulai sekarang !” ajak Crystal

 

Aku beruntung sekali pagi ini, aku berlari tepat disamping Sehun, ya Tuhan bagaimana bisa kau ciptakan sesosok anak muda setampan dia ?

 

“Aduh !!!” ucap ku melirih

 

Tak sadar aku terus menatap Sehun sampai aku tak menyadari aku menyandung sebuah batu

 

“Kau tidak apa-apa ?”

“Kaki ku !”

“Luruskan !!! yang ini ??”

“Aaa, Sehun sakit !”

“Tahan sebentar !”

 

Ku tarik kembali, pagi ini tidak terlalu manis, kenapa kaki ku harus terkilir dihari ke-2 ku diSeoul #ngeness.

 

“Kau bisa berdiri ?”

(mengangguk)

“Baiklah aku akan membopong mu !”

“Aku bantu !” tambah Baekhyun.

 

Ah malu sekali kalau mereka tahu kenapa aku bisa tersandung . Bagaimana nanti ku jelaskan kepada haramoni dan harabeoji.

 

“Mozza kau tidak apa-apa ?? ada apa ini ??!! kenapa Mozza bisa seperti ini ?!!!”

“Tadi Mozza kesandung batu , terus jatuh eh pergelangan kaki Mozza kekilir !”

“Kau ini kenapa tidak hati-hati sayang !!”

“Terimakasih Sehun , Baekhyun , kalian bisa kembali !”

 

Tiba-tiba haramoni menyusul ke arah Sehun, sementara aku meringis linu kaki terkilir, ah menyebalkan !

 

“Tolong bopong Mozza kekamarnya  !”

“Baiklah !”

 

Hah? Sehun kembali lagi. Kenapa aku jadi berdebar seperti ini ? Pasti kalian envy dengan ku, selama 17 tahun aku belum pernah mempunyai kekasih, tapi saat ini, saat ini aku dibopong oleh seorang lelaki yang sangat tampan, tanganya melingkar dipinggangg ku, tanganku melingkar juga dipinggangnya. Apakah aku bermimpi ? kenapa ? padahal terkilir itu sakit ! tapi kenapa aku masih bisa tersenyum seperti ini.

 

“Mozza kau tidak apa-apa ??!! ”tanya harabeoji panik
“Ya harabeoji aku baik-baik saja, tadi dokter yang dipanggil haramoni bilang 4 hari istirahat aku udah sembuh ko !”

“Kau ini lebih berhati-hati !!”

“Ne !”

“Kenapa bisa seperti ini ??!”

Mana mungkin aku beritahu harabeoji kalau aku terkilir gara-gara keasyikan menatapi Sehun, betapa bodohnya aku.

“Aku tidak melihat ada batu, jadi aku tersandung !”

“Kau ini ! sekarang kau harus istirahat !”

“Ne harebeoji !”

 

Tak terasa malam sudah menjelang, dan Sehun pun telah menghilang, ia kembali ke asrama dan meninggal kan ku. Kenapa ini ? apa aku merindukanya ? tidak-tidak aku baru bertemu denganya 2 hari.

 

“Taraa !!”

“Sulli ? Crystal ?”

“Kami akan menemanimu disini !”

“Benarkah ?”

“Iya !”

“Terimakasih !”

 

Sulli, dan Crystal akhirnya bisa kubujuk menginap dikamar ku. Kami mulai bercerita-cerita tentang kehidupanku di Indonesia, bagaimana kehidupan disana, pokonya all about Indonesia. Dan aku makin senang papah mamah, dan ka Arka menelfon ku dari Indonesia, aku tak berani memberitahukan mereka kalau aku sedang terkilir.

 

“Aku baik-baik saja papah, mamah, ka Arka, aku sudah mulai menemukan rumah disini !”

 

 

Ini adalah hari ke-2 ku diam diatas kasur, Sulli dan Crsytal tidak bisa menemaniku setiap waktu. Ah tapi sebentar lagi mereka pulang sekolah jadi aku tidak akan terlalu kesepian.

 

Tok tok tok tok tok

 

“Masuk !”

 

“Hey !” ucap seseorang sambil melambaikan tanganya

 

“Baekhyun ?”

 

“Aku khawatir dengan mu, jadi aku berinisiatif menjengukmu ! oh ya ini bunga untukmu !”

“Wah mawar putih cantiknya , terimakasih Baekhyun !”

“Bagaimana keadaan mu sekarang ?”

“Kau bisa lihat ? kakiku masih dibalut dengan perban yang tebal, tapi ini mulai membaik !”

 

“Syukurlah ! oya boleh aku menemanimu sampai sore ?”

 

“Hah ? oh tentu saja , aku sangat senang !”

 

Sulli dan Crsytal tak bisa datang menemaniku hari ini, mereka harus masuk kelas latihan dance, dan akhirnya Baekhyun yang menemaniku, tak kusangka Baekhyun orang yang sangat baik dan asik untuk diajak bicara. Aku tidak bisa berhenti tersenyum dan tertawa mengobrol denganya, dengan dia tersenyum pun cukup membuat ku ingin tersenyum. Dia itu moodmaker, ah andai kalian tahu senyumanya begitu manis, apalagi dilihat sedekat ini.

 

“Baekhyun kau sangat lucu !”

“Benarkah ?”

 

“hahahaah !”

 

Tak terasa sore pun telah berlalu dan ini sudah lewat jam 6 petang. Baekhyun yang berencana menemaniku sampai sore mendapat bonus waktu sampai jam 6 . Ahh tapi kamar ini terasa sepi lagi sejak Baekhyun pulang.

 

“Aku lapar kenapa makanan belum datang yah ? padahal ini waktu aku makan malam !”

 

Sambil menunggu makanan diantarkan, aku pun menggonta-ganti channel tv mencari acara yang seru.

 

“Malam nona ……..!”

 

“Ah terim…!”

 

“Aku bawakan makanan untukmu !”

 

“Sehun ?!!  kenapa kau ? ko bisa ?!!”

 

“Nanti saja bertanyanya, segeralah makan !”

“Ne !”

Ahhhh !! rasanya malu sekali, bayangkan !! kau sedang makan dan ada seorang laki-laki yang tampan sedang menatapi mu makan. Sungguh-sungguh membuat salah tingkah.

Bagaimanapun aku mencoba tak menggubrisnya, tapi dia begitu tampan aishhhh .

 

 

***

 

Hari ini adalah hari pertama aku masuk High Seoul Academy, sekolah yang dibangun harabeoji sejak beberapa tahun silam. Kini aku akan mempunyai lebih banyak teman, senangnya. Buku-buku baru ku tertata rapi dimeja belajar, tas baruku juga tergantung manis. Rasanya seperti kenaikan kelas. Aku pun segera turun dan mulai sarapan bersama haramoni dan harabeoji. Eyang Min Woo, eyang Shik Woo, dan eyang ku tersayang sudah kembali ke asal mereka. Tinggalah kami ber-3 disini.

 

“Kau akan dijemput tepat waktu Tara, oyah harabeoji punya sesuatu untuk mu, ini !”

 

“Handpone baru ?!! terimakasih banyak harabeoji !”

 

“Segera habiskan sarapan mu !”

 

Ah awal pagi yang menyenangkan. Aku tak sabar ingin segera melihat kelas ku.

 

“WELCOME TO HIGH SEOUL ACADEMY”

 

Kata yang terpampang jelas diatas gapura sekolah baruku itu.

 

“Tara !” sapa seseorang sambil menutup mata ku

 

“Siapa ini ?!”

“Sehun ??!”

 

“Kau benar !”

 

“Selamat datang !”

 

“Ah terimakasih !”

“Tara !”

 

“Ah Kepala sekolah Kim, anyeong haseyo !” sapa Sehun membungkuk

“Kepala sekolah ? om Kim kepala sekolah ?” tanyaku heran

“Iya Tara !, kau Sehun ?”

“Ne!”

“Tara akan sekelas dengan mu tolong bimbing dia !”

“Pasti kepala sekolah kim !”

“Baiklah om akan pergi dulu, ada hal yang harus diurus !”

“Baiklah om !”

“Selamat belajar !”

“Ya !”

Mempunyai om, seorang kepala sekolah, dan kakek pemilik sah dari sekolah terfavorit diSeoul, kurang apa lagi ? aku bisa lulus dari sekolah ini tanpa mengikuti UN ?? haha.

Aku mengikuti Sehun menuju kelas ku, maksudku kelas kita. Banyak pagi ini orang yang menyapa ku, ah mungkin gara-gara pesta penyambutan kemarin. Seperti jadi putri pemilik sekolah hahaha. STOP ! tapi memang benar hahaha

 

“Taraa !”

 

“Kristaaal !!!”

 

“Kau masuk kelas ini ?” tanya Kristal

“Iya !”

“Kalau begitu kita sekelas, ah senangnya !”

“Benarkah ?? yeaahhhhh !”

 

Mari mari mari kita TBC kan dulu cemu u cemu u ku !

Maaf ni yah mengacau yang pada lagi asyik membaca, tapi lebih baik kita beristirahat dahulu totor kasian sama para readers pasti udah pada pegel majengin layar laptop atau pc atau tabletnya atau iphonenya atau bbnya atau apalah itu. Jadi totor kasih waktu istirahat \(^-^)/

 

To be continued ——–à

 

Iklan

7 pemikiran pada “Extraordinary Love (Chapter 4)

  1. . mana chanyeol mana chanyeol mana chanyeol #goyang2in badan totor….
    . ahhh, aku envy berat ne ma tara, hmmmmmm
    . but, DAEBAK THOR. lanjutkannn…!!! karyamu!!! *cihhh bahasanya.. hahaha

  2. Kyaaaa lanjutkan thor lanjutkannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn XD hemm apakah sehun sama t-ara jadian?? Andee!!!! Sehun milik saya *plak* abaikan kyaaaa kepengen jad tara oke d tunggu chap selanjutnya XD

  3. yaaaah tbc 😦
    padahal lagi asik-asik nya niiiih
    itu Tara nanti sama Sehun apa Baekhyun atau yang lain(?)
    FF nya makin seru niiih><. lanjut thooor 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s