I Need A Time Machine (Chapter 1)

Tittle     :               I Need a Time Machine

Author  :               ZH

Length  :               TwoShoot

Genre   :               Romance, Sad, Friendship, AU, Songfic

Rated    :               PG-15 Mature

Main Cast   :       Kim Joonmyun Aka Suho EXO

Lee Ji ae

Support Cast:     Kris Wu                                 EXO

Jung Hyesun

Kim Jiyeon

AN          : Nothing, Just Happy reading J jangan lupa comment ya, mianhae kalo jelek dan banyak typo sana sini. Ditunggu sarannya. Dulu ff ini pernah di publish di fanpage fb. Jadi jangan kaget kalo mirip J

The Time I’m passing by Alone is too Slow

This Mistake’s Punishment is Too Heavy

The Words That You Last Left

Up To Now Is Replaying Continuously

My heart Still Hurts

I Need a Time machine

Gadis itu masih saja tidak berkutik dari tempatnya, duduk di bangku taman sedari tadi pagi, dan kini sang mentari sudah masuk kembali ke peraduannya. Wajah gadis itu menengadah ke atas, berharap hujan mengguyurnya, mungkin bukan mengguyur dirinya tapi mengguyur kesedihan yang kini mendekapnya dengan erat dan mulai merangkak ke pikirannya untuk memberi doktrin-doktrin bahwa kebahagiaan itu hanya fatamorgana yang tidak pernah menjadi nyata.

 

Tik Tik Tik Tik

 

Firasatnya benar, ternyata sang hujan berkoalisi dengan hatinya. Perlahan hujan mulai turun, dan air matanya pun mulai ikut bergabung dengan derasnya hujan. Tubuhnya bergetar, angin menerpa tubuhnya dingin, namun matanya panas, hatinya sakit, dan nafasnya sesak.

Ia tidak perduli dengan dinginnya hujan yang menerpa dirinya, karena dinginnya hujan tak sebanding dengan kedinginan hatinya, kedinginan hati yang berusaha merusak kerja otaknya, menghentikan detak jantungnya dan melemaskan otot-otonya.

Sebuah kesalahan yang membuatnya malas untuk bernafas. Sebuah kesalahan yang menghapus tujuan hidupnya. Sebuah kesalahan yang mustahil diremove dari pikirannya. dan Sebuah kesalahan yang setiap hari menghantui dirinya dengan penyesalan tiada akhir.

‘Nasi sudah menjadi bubur.’ Sebuah pepatah usang yang tidak ada tanggal kadaluwarsa-nya.

“Andai saja saat itu aku mendengarkannya sejenak saja.” Sebuah pengandaian yang tidak akan pernah menjadi nyata di hidupnya.

_____

Suara dentingan piano yang merdu dan alunan rangkaian bait lagu seorang pria yang sedang bernyanyi bertarung dengan deru suara hujan yang bergemuruh di luar. Saling memperebutkan perhatian setiap orang, dan sepertinya sang hujan kalah telak. Tidak peduli hujan yang sedang deras mengguyur, banyak orang yang tertarik untuk masuk ke cafe tersebut, menelisik siapakah pemilik suara merdu dan pianonya atau hanya sekedar menghangtkan badan dan menyesap secangkir kopi .

Hujan pun menyerah, perlahan ia mulai mengurangi frekuensinya untuk membasahi bumi, terbitlah setitik sinar-sinar kecil yang kurang menghangatkan namun cukup untuk membuat mata kita tidak buram karena embun. Dan rasanya cafe itu mulai penuh dengan banyak customer.

Sang pria dan piano-nya itu tidak peduli apakah hujan telah berhenti atau tidak, dengan lihai jari-jari tangannya menekan tuts-tuts piano tesebut, dan suaranya beradu senada mengikuti dentingan piano yang sedang berbunyi. Karena ini adalah kewajibannya, pekerjaanya.

Sebuah lagu lawas yang cukup populer dimainkannya, dan sekarang sampai reffrend yang kedua. Tinggi rendahnya sangat ia perhatikan, matanya terpejam ketika mencapai nada yang paling tinggi. Penuh penghayatan dan sangat apik.

 

machi amugeotdo moreuneun airo geureoke

dashi taeeonan sungan gachi

jamshi kkumilkkabwa han beon deo nun gamatda tteo boni

yeokshi neomu ganjeolhaetdeon ne ape gidohadeut seo isseo

 

dan han beonman ne yeopeseo

bareul matchwo georeo bogopa han beon,

ttak han beon manyo

 

neoui sesangeuro yeorin barameul tago

ne gyeoteuro eodieseo wannyago

haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo

manyang idaero hamkke georeumyeon

eodideun cheongugilteni

 

mikael boda neon naege nunbusin jonjae

gamhi nuga neoreul geoyeokhae naega yongseoreul an hae

eden geu gose bareul deurin taechoui geu cheoreom maeil

neo hanaman hyanghamyeo maeumeuro mideumyeo

 

aju jageun geoshirado neol himdeulge haji motage

hangsang jikigo shipeo I’’m eternally love

 

neoui suhojaro jeo geosen barameul makgo

ne pyeoneuro modu da deungeul dollyeodo

hime gyeoun eoneu nal ne nunmureul dakka jul

geureon han saram doel su itdamyeon

eodideun cheongugilteni

 

neol saranghage dwaebeorin nan ije deo isang

doragal goshi eobseoyo nalgaereul geodwogasyeotjyo (oh no)

yeongwonhan sarmeul irheotdaedo haengbokhan iyu

naui yeongwon ijen geudaeinikka Eternally Love

 

neoui sesangeuro yeorin barameul tago

ne gyeoteuro eodieseo wannyago

haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo

manyang idaero hamkke georeumyeon

eodideun cheongugilteni

 

Matanya menangkap suatu siluet seorang gadis yang baru datang dan memilih duduk di sebuah meja di tempat seorang pria yang tidak jauh dari panggung tempat ia berdiri, mengenakan jaket,syal dan pakaian-pakaian khas musim dingin yang ribet namun cukup untuk mengurangi hawa dingin yang merasuk tulang.

Ia melanjutkan lagunya, agak bingung namun ia tetap berusaha fokus, entah kenapa sejak sang gadis datang konsentrasinya mulai berkurang, dan secepatnya ia mengalihkan pandangannya dari gadis itu.

Tak terasa lagu itu sampai pada reffrend terakhir, dan ketika lagu itu selesai hingga terdengar dentingan piano terakhir berbunyi, yang ada hanya riuh tepuk tangan dari para customer cafe tersebut sambil memasang wajah kagum.

“Kim Joonmyun, you’re always great as usual.” Ujar seorang pria yang memasang ekspresi puas sambil bertepuk tangan, dan ketika Suho sampai di sebelahnya ia menepuk-nepuk punggung Suho.

“Terima kasih Kris-hyung.” Jawabnya dengan bungkukan kecil, lalu memasang senyum singkat di wajahnya. Sejurus kemudian ia mengalihkan pandangannya ke seorang gadis yang tadi sangat menyita perhatiannya, yang duduk di sebelah orang yang dipanggilnya ‘hyung’ tadi.

“Suho-ssi . .. .maaf aku telat.” Ujar gadis itu, berdiri dan membungkuk pada Suho. Memberikan wajah penyesalannya ketika ia tahu bahwa ia salah.

Suho pun mengambil tempat duduk diantara gadis dan pria tadi, dan mempersilahkan mereka berdua untuk duduk juga.

“Tak apa Jiae-ssi” Jawab Suho singkat yang membuat sang gadis jatuh ke dalam jurang penyesalan. Jiae tahu, kalau seperti ini berarti Suho-nya sedang marah, sebuah kalimat pendek lengkap dengan wajah dan nada yang datar.

“Kau memang Miss Sibuk bukan?” Tambah Suho dengan dengusan kecil, sedikit mengejek, ia memasang wajah jengkel dan membuang muka.

“A-aku minta maaf Suho-ssi.” Ya, mungkin kata-kata yang paling pas ia ucapkan hanyalah ‘maaf’.

“Stay Calm Kim Suho! Jangan terlalu keras dengan kekasihmu, nanti jika ia kurebut kau jangan menyesal.” Ujar Kris yang coba mencairkan suasana. Tapi hal itu dianggap sebagai angin lalu oleh Suho.

“Aku tidak kaget jika kau datang terlambat Lee Jiae-ssi.” Suho membetulkan duduknya, menaruh tangannya ke penyangga lengan kursi, menyilangkan kakinya dan menghela nafas sejenak.

“Sudahlah Suho, ia hanya telat beberapa menit.” Bela Kris yang merasa kasihan pada Jiae yang memasang wajah memelas.

“Hyung, aku tidak meminta pendapatmu tentang hal ini, dan perkataanmu tadi akan kulaporkan ke Hyesun noona.” Skak mat Suho membuat Kris mengibarkan bendera putih dan diam kaku.

‘Dongsaeng yang kurang ajar.’ Batin Kris yang kemudian berpamit ke dapur, memberikan mereka ruang untuk berbicara.

“Bisakah kau datang ketika aku sudah selesai?” Pertanyaan itu semakin menohok hati Jiae.

“ Mwoya? ” Sepertinya matanya mulai memerah, panas dan berair. Tubuhnya ia bergetar, mencoba menahan air matanya, ‘kenapa hanya seperti ini saja kau sudah menangis Jiae? Hei, ini bukan dirimu!’ yakinnya dalam hati, namun sepertinya sugesti itu tidak didengar oleh tubuhnya.

“Agar aku bisa berkonsentrasi. Wajah cantikmu itu membuat konsentrasiku hilang.” Jawab Suho enteng yang kemudian menyunggingkan senyum manis nan khas-nya yang mampu membuat mawar bermekaran.

Jiae tersenyum manis, mendung kelam yang ada di wajahnya kini berubah menjadi matahari yang bersinar cerah. Seakan di bawa terbang oleh perkataan Suho yang sangat cheesy, Kupu-kupu mulai berterbangan di perutnya. Entah kenapa Suho selalu membuatnya berlebihan seperti ini, sampai-sampai sunggingan senyum di bibirnya tidak mau beranjak pergi.

“Ji-jiae?” Suho menggerak-gerakkan tangannya ke kedua mata Jiae yang daritadi hanya berbinar-binar dan lupa untuk berkedip, mencoba meraih kesadaran Jiae.

“Eugh.. Suho-ssi!.” Jawab Jiae yang mulai bangun dari lamunan yang berasal dari gombalan Suho. Ia baru sadar, bahwa ia sedang dikerjai dari tadi, dan sesegera mungkin menghapus senyum yang menghiasi wajahnya.

“Kau sangat lucu jiae-ah, cuman segitu saja sudah mau menangis. ” Suho berkomentar, kali ini dengan imbuhan cubitan kecil di pipi Jiae.

“ Kim Joonmyun-ssi! Sekali lagi kau seperti ini, kau akan kubunuh detik itu juga.” Balas Jiae dengan death glare-nya.

“Apa kau bisa membunuhku?” Suho ber evil smirk ria dan memercingkan sebelah matanya.

TBC

 

 

Mianhae kalo dikit buanget J

Author lagi agak-agak ga wajar 😛

Silahkan di Baca dan di Koment ya, gumawoo #ngacirbarengbaekhyun

Iklan

7 pemikiran pada “I Need A Time Machine (Chapter 1)

  1. UWAH???
    APA INI THORRR???
    KKKKKEEEENNNNAAAAAPPPPPAAAAA PENDEK SSSSSEEEEKKKKAAAALLLLLIIIIIII????
    gaa ikhlas ya thorrrr??
    aish, jangan jangan ini prolog lagi ?? #babo yeoja!! udah jelas jelas ini chapter1 #kkkkkkk
    aaaahhhhh,daebak thorrrr !!!
    tapi bener,ini pendek banget thor !!!!
    pokoknya next chapnya harus lebih panjang dari ini ya thorrrr
    aaauuutttthhhoooorrrr FIGHTING !!

  2. Bahasanya bagus, tpi aku agak bingung, yg percakapan antara suho & jiae itu flashback atau?

    Chapter slanjutnya dipanjangin ya thor, nggk puas bcanya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s