Love at School (Chapter 3)

Author             : @Tanti_ChoQorry

Main cast         : Xi Luhan, Kai, Oh Sehun. Song Jiyoo (OC), Choi MoonHee (OC), Han HyeRi(OC).

Genre              : School life, romance, friendship, AU

Length             : Chaptered….

Disclaimer       : story, plot and Song Jiyoo belong to me. Kai, Sehun and Luhan belong to god and herself. Pleash don’t bash my story, this story just my imagination. Plagiator not allowed !!

Kai mendesah berat saat dilihatnya Hyeri terduduk lagi di lantai. Sudah sekitar 2 jam Kai berusaha mengajari Hyeri dasar-dasar dalam sebuah tarian hip hop dan selama 2 jam itu Hyeri bahkan tidak bisa menguasai barang satu gerakan saja. Tubuhnya terlalu kaku untuk melakukannya.

“Ya!! Ya!! Han Hyeri sudah kubilang lemaskan kakimu agar gerakannya tidak kaku! Perlu berapa kali aku mengatakannya padamu huh?!” teriak Kai saat melihat Hyeri mulai melakukan gerakan lagi dan gerakan itu terlihat sangat kaku di mata Kai, padahal Hyeri sudah melakukannya secara maksimal.

“Mianhae~ kai-ssi,”

Kai mendesah lagi lalu mendekati Hyeri, ia menyuruh Hyeri untuk duduk dan merentangkan kedua kakinya sesuai dengan posisi split.

“AArgghhh… andwae Kai-ssi. Kyaaa…”Hyeri menjerit-jerit saat Kai memaksa Hyeri melakukan Split di lantai.

“Kalau tidak dipaksa, kau tidak akan pernah maju Han Hyeri,” ucap Kai sambil menakan-nekan lutut Hyeri agar kakinya bisa simetris dua-duanya.

“Kau kejam sekaliiii…kyaa……”

“Jangan banyak bicara lagi atau aku akan menyuruhmu melakukan hal yang lebih sulit dan menyakitkan dari ini,” Kai lalu menyeringai saat melihat wajah frustasi Hyeri.

 

_EXO_

“kau lihat grafik vector ini. Lihat arahnya menuju ke x, y atau z dan setelah itu kita akan bisa mendapatkan penurunan rumus dari….”

“Kenapa harus kau! Aku tidak terima!” jiyoo melipat kedua tangannya di depan dadanya. Semenjak Luhan datang ke perpustakaan dan mulai mengajari Jiyoo materi yang berkaitan dengan fisika. Gadis itu tidak memerhatikan sama sekali, yang ada hanyalah gerutuan dan makian yang ia lontarkan untuk Luhan.

Luhan terkekeh pelan, gadis di depannya ini padahal setahunya sangat dingin dan datar saat berhadapan dengan orang lain, tapi kenapa saat ini Luhan merasa ia melihat Jiyoo sebagai sesosok gadis manja yang sedang merengek karena menolak sesuatu yang dibencinya.

“Kalaupun kau protes pada kepala sekolah kau tidak akan bisa. Kenapa? Karena ketua yayasan sendirillah yang menyuruhku mengajarimu,”

Jiyoo membelalakan matanya lebar mendengar ucapan Luhan. Apa dia bilang? Ketua yayasan yang menyuruhnya? Dan ketua yayasan itu tak lain dan tak bukan adalah ayahnya sendiri.

“Gotjimal…”

“Kau bisa tanyakan sendiri pada ketua yayasan kalau kau tak percaya padaku,” senyuman jenaka itu kembali menghiasi wajah Luhan membuat jiyoo bergidik, mengingat kejadian di taman saat itu dimana pria itu menciumnya setelah menampakan senyuman jenakanya.

“Tch~”

Jiyoo mengambil pensilnya dan mulai mengamati materi yang dari tadi tidak disimaknya sama sekali.

10 menit…30 menit…

“Arrggghhhh… andwae.. aku tidak mau lagi belajar. ini bisa membuatku gila!!” jiyoo melempar bukunya sembarangan saat sudah merasa tidak mampu lagi belajar pelajaran yang sangat di bencinya.

Luhan lagi-lagi terkekeh saat melihat gadis itu yang terlihat frustasi. Jiyoo hendak melempar pensilnya tapi dengan sigap Luhan menahan tangannya hingga membuat Jiyoo mendelik pada Luhan.

“jangan lempar!!” Luhan menggenggam tangan mungil itu dan meletakannya kembali di meja, mata Luhan menatap Jiyoo dengan binar jenaka yang lagi-lagi membuat Jiyoo bergidik ngeri.

“Ya!! Mwohaneungoya !!”  Jiyoo menarik tangannya hingga tautannya dengan Luhan terlepas.

“Nah… ayo kita mulai lagi nona Song,” Luhan mulai membuka kembali buku tebal itu sedangkan Jiyoo menatap luhan dengan tatapan bengis nya.

“Shirreo!!”

Luhan menghela nafas berat. Memang menyenangkan bisa berduaan dengan gadis di depannya ini, tapi walaupun begitu, Luhan tidak ingin mengabaikan tugas utamanya untuk mengajari Jiyoo fisika. Tapi semuanya tidak akan berjalan dengan lancar jika Jiyoo terus-terusan menolak diajari dan malah memaki dirinya.

“Jiyoo-ssi….” Luhan berjalan memutar hingga sekarang posisinya berdiri tepat di kursi yang diduduki Jiyoo.

“Mwo?!”

“Kau tahu. Aku menyukaimu, sangat menyukaimu dan…… kau tahu kan aku bukan orang yang mudah kau intimidasi,” nada ucapan Luhan mulai memelan, seakan mengintimidasi Jiyoo dengan caranya sendiri.

“Lalu?” jiyoo berjengit waspada saat Luhan sudah mulai mencondongkan tubuhnya dan meraih rambut pendek Jiyoo lalu menghirup udara disana.

“Aku tidak akan segan-segan mencumbumu disini kalau kau terus menerus menolak kuajari,” hidung luhan mulai mendekati leher Jiyoo membuat gadis itu menegang mengangkat bahunya.

Tangannya dengan sigap hendak menepis wajah luhan yang hanya berjarak tak lebih dari 5 cm di lehernya, namun Luhan lebih cekatan dan menahan tangan Jiyoo.

“Kau tahu kan aku anak pemilik yayasan ini. Kalau kau berani macam-macam aku akan….”

“Akan apa? “ Luhan mencium tangan Jiyoo yang sedang diremasnya dan kembali menghirup udara disana, merasakan aroma lotion yang digunakan Jiyoo.

“Mengeluarkanku dari sekolah ini? Hem..? tak masalah. Masih banyak sekolah lain yang mau menerimaku selain sekolah ini, jadi….”

“Arasseo Xi Luhan halaman berapa yang harus kupelajari sekarang?” Jiyoo menarik tangannya yang digenggam Luhan lalu membolak-balik buku fisikanya dengan kasar dan dengan wajah yang memerah.

Luhan tersenyum ringan dan menjauhkan kembali tubuhnya dari samping Jiyoo dan kembali ke kursinya yang berhadapan langsung dengan gadis itu.

Menaklukan Song Jiyoo memang tidak mudah, Luhan akui itu. tapi ia tidak menyangka gadis itu akan luluh jika diancam seperti tadi. luhan tersenyum sendiri mengingat apa yang baru saja ia lakukan pada gadis itu.

“Bukankah akan lebih mudah jika daritadi kau mengikuti ucapanku Jiyoo-ssi,” ucap Luhan yang hanya mendapat respon hentakan pensil dari Jiyoo.

_EXO_

MoonHee mengacak rambutnya frustasi saat ia melihat kertas berisi partitur lagu dengan not-not kriting yang tidak ia mengerti.

Matanya melirik kearah pria yang sedang serius mencoba-coba gitar akustik di pangkuannya. Semenjak 1 jam yang lalu Sehun hanya memberikannya kertas-kertas berisi partitur lagu untuk instrument piano tanpa bicara maupun mengajari Moonhee bagaimana membaca not-not balok itu.

Moonhee menarik nafas pelan lalu menghembuskannya perlahan, gadis itu mengumupulkan keberaniannya untuk mendekati Sehun yang jaraknya berada sekitar 10 meter dari tempatnya.

“Sehun-ssi. Bisakah kau membantuku membaca not-not ini? Aku tidak mengerti sama sekali,” MoonHee menunduk. Ayolah… memalukan sekali kan mengatakan hal itu pada orang yang sangat kau kagumi.

Sehun menoleh lalu melepaskan gitar yang tadi sedang di cobanya, pria itu berjalan kearah moonhee lalu menarik gadis itu dan mendudukannya di kursi yang terletak di depan grand piano itu.

Moonhee berkeringat di dahinya saat merasakan sentuhan lembut tangan Sehun di lengannya. Gadis itu ingin menjerit saking senangnya karena akhirnya bisa melakukan kontak fisik dengan Oh Sehun, tapi ia masih cukup waras untuk tak melakukan hal itu disini.

“Kemarikan partiturnya !” dengan wajah bodohnya, Moonhee memberikan kertas berisi partitur itu kepada Sehun dengan tangan bergetar.

Perlahan Sehun mulai menjelaskan bagaimana cara membaca not-not itu pada Moonhee, gadis itu serius mendengarkan dan memerhatikan penjelasan Sehun di tengah keinginannya untuk memeluk pria yang sekarang duduk disampingnya ini.

“Kau mengerti? “ Sehun bertanya dan lagi-lagi Moonhee hanya mengangguk dengan mata yang tak mau lepas menatap Sehun.

“Sekarang mainkan lagu ini!!”

“Ne..? tapi aku….”

“mainkan saja !”

Moonhee mengangguk ragu lalu mulai memerhatikan kertas partitur di hadapannya. Tangannya mulai bergerak menyusuri tuts-tuts piano itu, meskipun dengan irama yang lambat dan patah-patah, tapi Moonhee setidaknya bisa menyelesaikan hampir setengah dari partitur lagu itu.

Jreng….Jreng….

Entah karena gugup atau karena apa, MoonHee malah menekan 4 tuts langsung dengan jarinya secara random hingga membuat suara bising yang membahayakan untuk keselamatan telinga Sehun (?).

Deg…deg…

Jantung MoonHee nyaris lepas dari tempatnya saat tangan Sehun untuk kedua kalinya menyentuh jemarinya. Ah tidak !! kali ini bahkan lebih parah.. Sehun menekan-nekan jari Moonhee dari belakang tubuh moonhee hingga posisi Sehun sekarang seakan sedang memeluk Moonhee.

Moonhee menahan dirinya untuk tidak menoleh menatap wajah Sehun, gadis itu pasrah jemarinya di tekan-tekan oleh sehun diatas tuts piano. Ia terlalu bahagia saat ini, bahkan mungkin rangkaian ucapan paling menyenangkan dan mengharukanpun takan bisa mengungkapkan betapa bahagiannya gadis itu sekarang.

“Bodoh.. tanganmu bergetar. Kalau seperti ini bagaimana bisa kau memainkannya dengan benar!” Sehun menjauh dari Moonhee sambil membelakangi gadis itu.

Moonhee terlonjak mendegar ucapan datar keluar lagi dari mulut Sehun dan seakan baru tersadar kalau sehun tidak sedang memeluknya lagi.

“Mianhae~” ucap Moonhee dengan senyuman yang amat sangat lebar, mengalahkan senyuman maut super junior Eunhyuk.

Untung saja Sehun membelakanginya hingga gadis itu tidak perlu repot-repot menyembunyikan wajah merahnya di depan Sehun.

_EXO_

Jiyoo menutup bukunya dan memasukannya ke dalam tas gendong yang ia bawa. Tangannya dengan lincah mengambil ponsel yang tersimpan di saku blazernya dan mengetikkan beberapa text disana.

Luhan yang melihat Jiyoo fokus pada ponselnya, menerka-nerka siapa gerangan orang yang sering bertukar pesan dengan gadis itu? apakah seorang gadis? Atau seorang pria? Luhan berharap itu seorang gadis. Luhan akui ia sudah terpesona dengan gadis datar ini, tapi mendekati gadis bernama Song Jiyoo ini bukanlah perkara mudah. Sekarang bisa berada di satu ruangan yang sama dengannya saja sebuah keberuntungan bagi Luhan.

“Kau mau pulang ke asrama atau pergi ke luar dulu Jiyoo-ssi,” Tanya Luhan membuat Jiyoo sejenak mengalihkan perhatiannya dari benda tipis itu.

“Apa urusannya denganmu?” ketusnya membuat Luhan terkekeh pelan. Mendengar suara ketusnya merupakan kesenangan tersendiri bagi Luhan.

“Aniyo. Aku hanya ingin mengajakmu pergi ke café di myundeong.”

“Shirreo !!”

Drrttt…

Ponsel Jiyoo bergetar, gadis itu segera membuka pesan text di ponselnya dan tersenyum tipis.

“Aku pergi !!”

Jiyoo keluar dari perpustakaan itu dengan sedikit tergesa tanpa melihat kearah Luhan sedikitpun. Luhan mengekori jiyoo meskipun dari jarak yang cukup jauh. Dan saat itulah Luhan untuk pertama kalinya merasa amat sangat iri pada seseorang..

Ia melihat Kai yang melambai semangat pada Jiyoo dan dibalas oleh gadis itu. Kai bersandar keren di motor merahnya. Benar-benar manly. Tapi bukan itu yang membuat Luhan iri, melainkan ia iri pada Kai yang bisa setiap saat bersama gadis itu, mendengar ucapan gadis itu, mendapat senyuman dari gadis itu, mendapatkan hal yang Luhan inginkan. Dekat dengan Song Jiyoo.

Kai merangkul jiyoo sekilas dan memasangkan helm putih pada Jiyoo. Luhan nyaris menjatuhkan bukunya saat melihat Jiyoo tertawa begitu lepasnya saat Kai mengucapkan sesuatu yang entah apa karena Luhan tidak bisa mendengarnya.

Motor merah itu melesat keluar gerbang sekolah, meninggalkan Luhan yang berdiri mematung di tempatnya.

“Oppa !!” syaraf-syarafnya kembali terbangun saat ia merasakan sebuah tepukan di bahunya.

Ia menoleh, mendapati Han Hyeri yang sedang menatapnya bingung.

“Wae?”

“Oppa belum pulang ke asrama?” Tanya Hyeri.

Luhan terkekeh mendengar ucapan sepupunya itu dan mengacak rambutnya pelan “Kalau aku sudah pulang, tentu kau tidak akan melihatku disini,” candanya yang membuat Hyeri menggembungkan pipinya sebal.

“Maksudku kenapa Oppa belum pulang dari sekolah?”

“Kau sendiri?”

“Luhan Oppa!! Berhenti menjawab pertanyaan dengan pertanyaan!” gerutu Hyeri yang membuat Luhan mengangkat tangannya menyerah.

“Baiklah… baiklah.. Oppa baru saja mengajari Jiyoo fisika. Oppa menjadi tutornya,”

Hyeri melebarkan lagi matanya, “Jinjjayo Oppa? Woah…”

“Lalu kau sendiri? Kenapa belum pulang ke asrama?”

“Aku baru saja selesai latihan dance bersama Kai~ huh. Dia menyiksaku terus Oppa. Kau tahu! Dia menyuruh tubuhku yang kaku ini untuk melakukan Split… tch.. menyebalkan!”

“Kai? Jadi tutor dancemu Kai~ssi? Orang yang selalu bersama Song Jiyoo?” Luhan tak bisa menyembunyikan nada kaget dari setiap ucapannya.

“Hmm…wae?”

Luhan menggeleng pelan “Ani~ cepat pulang ke asrama sana. Ini sudah cukup sore!” suruhnya sambil mendorong-dorong bahu Hyeri untuk menjauh darinya.

Hyeri menurut dan mulai berjalan menuju gedung asramanya yang terletak tepat di gedung sebelah sekolahnya. Tapi seakan ia teringat sesuatu, ia membalikan lagi tubuhnya menghadap Luhan.

“Luhan Oppa! Apa kau tahu kalau Song Jiyoo sekamar denganku?” Hyeri nyaris ingin meledakan tawanya saat melihat Luhan dengan wajah kagetnya menatap Hyeri saat mendengar ucapannya. Hyeri bukan orang bodoh. Gadis itu tahu kalau Oppanya menyukai teman sekamarnya itu.

“Hyeri-ah Chakka ~”

“Anyeong….” Hyeri berlari sambil tertawa meninggalkan Luhan yang pastinya sedang penasaran dengan kehidupan Jiyoo.

_EXO_

“Ada apa dengan wajahmu itu Kkamjongie?” Jiyoo menyesap espressonya sambil menatap Kai yang hanya memutar-mutar garpu di piring spaghetinya.

“Anieyo. Aku hanya sedang kesal saja !”

“Wae?marhebwa!”

“Aku kesal karena gadis itu benar-benar susah untuk kuajari. Dia juga banyak bicara dan sering menggerutu, dia terlalu banyak bertanya dan juga terlalu polos untuk ukuran seorang gadis SMA, dia juga….”

“ Baru beberapa jam dan Hyeri sudah bisa mengubahmu menjadi sedikit lebih… manusiawi,” potong Jiyoo saat mendengar ucapan Kai yang terdengar menggebu-gebu menjelaskan tentang murid tutornya.

“Apa kau bilang? Ya!! Song Jiyoo! Memangnya biasanya aku tidak manusiawi eh?” protes Kai. Ia lalu memasukan spagetinya ke mulutnya.

“Anieyo. Uri Kkamjong biasanya tidak akan pernah membicarakan seorang wanita seantusias ini padaku. Woah… apa Hyeri-ssi benar-benar bisa mengubahmu?” goda Jiyoo sambil mencolek-colek pipi Kai.

Kai hanya mendengus sambil kembali memakan spagetinya.

“Hyeri-ssi sekamar denganku kau tahu? Jadi kalau kau mengatakan hal yang tidak-tidak tentangnya. Aku akan mengadu padanya,”

“Mwo? Kalau begitu! Tolong pukulkan kepalanya untukku. Aku tidak bisa melakukannya karena ia wanita!” Ucap Kai cepat yang langsung mendapat pukulan di lengannya.

“Ya!! kurasa Hyeri-ssi orang yang baik. Setidaknya ia dan teman sekamarku yang satunya lagi, tidak pernah melakukan hal buruk seperti membicarakanku atau memanfaatkanku maupun menghinaku seperti kebanyakan siswi lain di sekolah ini jadi…..”

“Baru kali ini kau membicarakan tentang sebuah pertemanan Yoo~ hahaha,” Kai tertawa sejenak sambil meminum air putih di samping piringnya.

“Dan aku baru tahu kalau Xi Luhan yang menjadi tutor fisikamu.”

Jiyoo membelalakan matanya kaget, “Eotokhae ara?”

“Tadi aku melihatnya keluar dari perpustakaan juga. oh iya, dia juga teman sekamarku di asrama.”

“Mwo? Kalau begitu tolong pukul kepalanya untukku! Aku tidak bisa melakukannya karena ia pria yang tidak biasa!”

Kai tergelak sambil tertawa mendengar ucapan Jiyoo. “Ya!! Song Jiyoo kau mengutip kata-kata yang sebelumnya ku ucapkan!”

“Huh?!”

“Kurasa aku tidak bisa melakukan itu untukmu Yoo~. Luhan-ssi tidak tampak berbahaya sepertinya. Dia terlihat manis dan menyenangkan untuk ukuran seorang pria,”

Jiyoo mendengus sambil medecakkan lidahnya kesal. Kai membalas ucapan yang sama seperti yang Jiyoo ucapkan sebelumnya.

_EXO_

MoonHee terbaring di ranjangnya yang ada di atas ranjang Hyeri. Bibirnya terus mengulas senyum sambil melihat-lihat camera digital merah di tangannya.

Krieeeettt..

Pintu kamar itu terbuka dan menampakan Jiyoo yang masih lengkap menggunakan seragamnya. Gadis itu berjalan lunglai dan langsung terduduk di ranjang tunggal miliknya.

Hyeri yang tadinya sedang mengerjakan tugasnya langsung menyambut kedatangan roommate luarbiasanya itu. bagaimana tidak luar biasa. Ini sudah sekitar sebulan lebih ia menjadi roommate song Jiyoo dan perkiraannya selama ini tentang gadis itu terpatahkan saja saat sudah mengenal gadis itu lebih baik lagi.

Jiyoo yang menyebalkan, datar, sombong dan kasar. Hal itu Hyeri dan MoonHee tepis seiring dengan menjadi dekatnya hubungan mereka. Song Jiyoo bukanlah gadis seperti itu menurut mereka berdua. Jiyoo hanyalah seorang gadis yang baik yah meskipun raut datar itu tetap ada, tapi itu hanya sekedar ekspresi. Gadis itu sama seperti gadis lainnya yang akan menjerit senang saat melihat idolanya muncul di TV, gadis itu gadis jahil yang hobi main game dan suka menggerutu. Tidak seburuk seperti yang orang lain gambarkan.

“Moonhee-a kenapa tersenyum sendiri begitu? Kau membuatku takut!” Ujar Jiyoo dan membuat Moonhee menyimpan kameranya seraya turun ke ranjang Hyeri dan duduk disana.

“Ani.. keunyang. Aku baru saja mendapatkan gambar yang sangat bagus sore tadi,” jawab MoonHee sambil membayangkan gambar Sehun yang sedang menguap yang kebetulan tertangkap kameranya saat keduanya sedang berlatih alat music.

“Gambar apa?” timpal Hyeri yang hanya dibalas senyuman misterius dari MoonHee.

“Aku tidak bisa mengatakannya pada kalian. Ini….. rahasia?”

Jiyoo memutar bola matanya sebal melihat kelakuan sok misterius Moonhee. “Kutebak!! Itu pasti foto Oh Sehun kan?”

Moonhee terpaku di tempat mendengar tebakan jiyoo yang tepat, tanpa sadar ia bergumam “Bagaimana kau bisa tahu?”

Hyeri terlonjak dan langsung duduk disamping MoonHee “Eiiiyyy jadi dugaan Jiyoo benar? Itu foto Sehun? Oh Sehun kapten tim basket?”

Wajah Moonhee memerah, ia pikir ia sudah sangat rapat menutupi rasa sukanya terhadap Sehun, tapi kenapa Jiyoo bisa menebaknya dengan mudah?

Moonhee menatap Jiyoo dengan tatapan seakan ‘bagaimana kau bisa menebaknya dengan tepat?’

“Tertulis jelas di keningmu!” balasnya datar.

Moonhee langsung menagambil cermin milik Hyeri yang bisa digapainya, ia melihat keningnya sendiri dan tak menemukan apapun disana apalagi tulisan ‘Aku menyukai Oh Sehun’

“Gotjimal…!”

Jiyoo terkekeh, bagaimana bisa roomatenya itu percaya ia bodohi seperti itu. “Babo gateun !!”

Moonhee memajukan bibirnya tidak terima. Tapi ia menyetujuinya dalam hati. Ia memang gampang percaya pada orang.

“Aku punya nomor ponsel Oh Sehun. Kau mau?”

Moonhee menatap Jiyoo dengan tatapan terkejut sekaligus tak mengerti. “Walaupun ia tutormu aku yakin kau tidak berani meminta nomor ponselnya padanya langsung!” lanjut Jiyoo.

“Bagaimana kau bisa punya nomornya? Apa jangan-jangan…..”

“Eisshh jangan berpikiran macam-macam. Ia teman Kai dan dengan begitu ia temanku juga. ia memberikan nomornya langsung padaku. Jadi apa kau mau?” jiyoo menggoyang-goyangkan ponselnya di depan Moonhee.

“Emm.. tidak perlu. Aku…”

“Benar tidak mau? Ah yasudah kalau begitu. Lebih baik aku…..”

“Ah tidak !! aku mau!!” Moonhee langsung mengambil ponsel Jiyoo dan mencari kontak oh sehun di dalamnya.

Hyeri yang sedari tadi melihat chit-chat kedua roomatenya itu ingin sekali menanyakan sesuatu pada Jiyoo, tapi ia takut. Ia takut salah bicara dan akhirnya Jiyoo marah. Padahal untuk bisa berteman dengannya saja sudah sangat susah.

Jiyoo menatap hyeri yang sedang memandang lantai dengan tatapan kosong. Jiyoo terkekeh kecil lalu mengambil ponselnya dari Moonhee setelah sebelumnya moonhee mengisyaratkan kalau ia sudah selesai menyalin nomor ponsel Sehun.

“Hyeri-a. boleh kupinjam ponselmu sebentar?” hyeri mendongak dan mendapati Jiyoo sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Boleh tidak?” Jiyoo mulai mendesis tanda tak sabar dengan sikap Hyeri yang pasif.

Hyeri memberikan ponselnya pada Jiyoo tanpa tahu tujuan Jiyoo memintanya untuk apa.

Jiyoo terlihat sedang mengetik sesuatu di ponsel hyeri, setelah selesai ia langsung mengembalikan ponsel itu pada hyeri.

“Ini… sudah selesai,” ucapnya dan kembali berbaring di ranjangnya.

Hyeri Nampak bingung tapi ia segera menerima ponsel itu. dan setelahnya matanya terbelalak lebar mendapati deretan nomor di ponselnya.

“Itu nomor Kai. Bukankah ia turtormu? Akan lebih baik jika kalian saling berhubungan via mobile,” ucap Jiyoo sambil melempar senyum pada Hyeri.

Hyeri tak bisa menyembunyikan kesenangannya saat ini. Bagaimana bisa Jiyoo mengetahui apa yang ia inginkan?

_ _EXO_ _

“Aku lelah~” keluh Jiyoo. Gadis itu menangkupkan wajahnya di meja.

Luhan terkekeh sambil mencoba mengangkat wajah Jiyoo dengan tangannya. Jiyoo menurut, entah mungkin karena sudah terbiasa dengan sikap luhan yang unpredictable jadi ia biasa saja saat Luhan mengangkat kepalanya.

“Ini baru 2 jam Jiyoo-ssi. Kau bahkan belum mengerjakan satu soalpun dengan benar,”

Jiyoo mendegus kesal. “Kau tahu Xi Luhan. Untuk apa kita mempelajari Fisika. Toh itu tak berguna. Setidaknya untukku. Kita tidak harus mengukur sudut yang harus diciptakan saat memasukan bola ke ring kan? Untuk apa juga kita menghitung tekanan pada mobil? Itu tidak berguna untukku”.

Luhan lagi-lagi terkekeh lalu mengacak rambut jiyoo yang sudah sedikit memanjang, Jiyoo langsung menepis tangan Luhan. Bagaimanapun, ia masih tidak biasa menerima sentuhan dari pria manapun selain Kai. Yeah… meskipun Xi Luhan ini bisa dibilang sering ‘menyentuhnya’ secara paksa, tapi Jiyoo tidak pernah mengehendaki itu.

“Ini minum…” Luhan memberikan juice mangga miliknya ke depan Jiyoo. Oh apakah author sudah mengatakan kalau sekarang mereka belajar di sebuah café di pinggiran myungdong? *Plakk

Jiyoo mengambil gelas itu dan langsung meminumnya tanpa melihat minuman apa yang ia minum.

“Rasanya aneh… bukankah ini…” Jiyoo menggantungkan ucapannya. Nafasnya tertahan di tenggorokan, gadis itu mencengkram ujung taplak meja itu kencang hingga membuatnya tertarik dan gelas-gelas di meja itupun berjatuhan.

Luhan panic saat melihat Jiyoo yang tiba-tiba terjatuh dari kursinya dengan nafas terengah-engah. Gadis itu tampak tersiksa. Beberapa pengunjung kafe yang ada disanapun mulai heboh melihat Jiyoo yang seperti sedang sekarat.

“Jiyoo-a… Jiyoo-a…”

_TBC_

Fiuuuuhhhhh …14 page nih saya kasih buat readers. Ceritanya emang kurang merata karena lebih terfokus sama Jiyoo. Tapi nanti akan ada cerita-cerita khusus untuk dua main cast yang lainnya.

Laras-sshi…. Otheo dengan part ini? Huahahaha saya nistakan lagi anda disini.

Tapi ada adegan pelukan noh ama uri Sehunie…

Oke… see ya… readers..

Oh iya. Inget ya ini buatan author @Tanti_ChoQorry

 

29 pemikiran pada “Love at School (Chapter 3)

  1. SeKaiLu…jadi tutor.a JiYoo HyeRin MoonHae..
    MoonHae suka SeHun temennya Kai sama JiYoo..LuHan Saudaranya HyeRin yang suka sama Kai..LuHan suka sama JiYoo..
    3 couple tercipta gara2 kelas privat..
    suka 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s