Legends (Chapter 1)

Author : Lvyhuna (@luvitayusa)

Title : LEGENDS

Sub Title : geumdan-ui bang

*Main cast :

  • FULL EXO MEMBERS                       aka         theirself
  • Huang Zhi Tao    (EXO-M)              aka         Tao / Myeongyong Mama
  • Yeolli Gongju (OC)

 

**Supporting Cast :

  • Yang Mulia Raja Agung Milseong Jeonha dan Yang Mulia Permaisuri
  • Haraebeoji-Sungwang, Halmoni-Daebi
  • Orangtua Yeolli Gongju
  • Pelayan, Pengawal dan dayang istana
  • Teman-teman

 

Genre : Family, Msytery, Myth, Legends, Fiction, Fantasy, History

 

Length : Chaptered

 

Anyeong haseyo author Lvyhuna back *gapenting, sekarang totor Lvyhuna ganti genre FF, udah bersedih-sedih di Here iam be With you, sekarang totor ajak para readers untuk baca new FF LEGENDS yang lebih ke sejarah Korea jaman dahulu, kita bermain FF SAEGUK pemirsah , apa jadinya kalau anggota EXO menjadi bagian dari sejarah korea ?? totor sangat kagum sama budaya Korea, jadi ini bukan mainin budaya mereka atau menghina, ini adalah bentuk kekaguman totor Lvy akan sejarah bangsa Korea, sehingga totor terinspirasi membuat FF bertema Exo era JOSEON dengan plot campuran, mengisahkan sejarah yang terhenti dan terlanjut ditahun 2012 setelah 700 tahun lalu terhenti dan menajdi tanda tanya besar bagi keraajaan Korea Selatan, yaa namanya juga Fiction apa aja bisa terjadi, diingetin lagi ya ini bukan bentuk mengolok-olok budaya orang hanya sebagai kekaguman dalam diri totor sehingga terinspirasi membuat ff bertema sejarah kerajaan Korea. Yasudah daripada penasaran totor suguhin LEGENDS. Oh iya maafin ya readers ku tersayong kalau ada typo hihi *kebiasaanburuk

 

Mari dibaca para readers tercinteh, HAPPY READING \(^-^)/

Jangan lupa komen eaaaaa qhaqhabiar totor bisa berjalan dijalan yang lurus

LEGENDS CHAPTER 1

 

Aku paling benci upacara seperti ini !! kenapa hanya sebuah acara minum teh harus menghabiskan waktu yang lama ? hanya meminum dan menuangkan teh saja kan ?  Ah kaki ku keram, bagaimana ini ??

 

“Yeol li sudah semakin besar ya ?”

Ucap seorang lansia kepadaku yang tak lain dan tak bukan adalah kakek ku.

“Neeh !” ucapku so manis sambil menahan rasa kesemutan yang makin memuncak.

Aku segera memberi isayarat kepada orang tua ku. Aku melirik appa yang kebetulan sedang melihat ku.

 

Appa aku pegal !

………

Appa !! apa kau tidak melihat wajah ku yang sudah mengkhawatirkan ini ??

………

 

Aigooo ! appaku memang menyebalkan apa dia tidak bisa membaca raut wajah anaknya sendiri yang sedang kesakitan. Isshhhh  !!

 

Ammma kakiku kesemutan ………

 

Diam dan jangan banyak bergerak !!!!!

 

Mwo ?? aku sudah salah memberi isyarat, amma memang jahat higshigs

 

Aku sudah mulai gelisah, aku sudah tidak bisa duduk dengan tenang , omo kaki ku kaki ku.

Aigooo aku sudah tidak bisa merasakan jari-jari ku , aduh aku tidak bisa menahanya lagi !

 

 

S i s

 

“Yeolli Gongju (red:putri)  !!! hari ini kau benar-benar mengecewakan appa !”

 

“Joesunghamnida appa, tapi tadi kaki ku sungguh keram !”

 

“Kau ini seorang putri seharusnya kau bisa menahanya sedikit lagi !”

“Yeoli Gongju !! kau tahu meninggalkan acara minum teh sangat tidak sopan !” tambah amma

 

“Joesunghamnida , aku tahu aku salah !”

“ Yasudah pergi ke kamar mu dan renungkan semua yang telah kau perbuat !”

“Ne appa !”

 

Menjadi keluarga kerajaan memang tidak mengenakkan . Ditahun modernisasi seperti sekarang ini adat-adat kuno dan lama masih berlaku bahkan pada ku. Aku masih mempunyai pertalian darah dengan Raja Sejong, raja ke-4 dari dinasti Joseon begitu pula dengan ke-3 raja pendahulunya dan kini bukti sejarah menyatakan juga kalau aku masih mempunyai kertalian darah dengan Raja Agung Sukjong. Hidup dengan membawa gelar keturunan dari Yang Mulia Agung membuat aku tidak bisa bernafas dengan bebas. Appa ku adalah adik dari Yang Mulia Raja Milseong yang kini memerintah keluarga Kerajaan di Korea Selatan . Aku mempunyai satu sepupu laki-laki yang berstatus putra mahkota, Pangeran Besar Myeongyong itu nama formalnya tapi aku memanggilnya Tao. Tapi anehya Milseong Jeonha (red:yangmulia) sangat menyayangi ku, beliau malah pernah bilang kalau dia lebih baik dianugerahi seorang anak perempuan dibanding seorang anak-anak laki-laki. Omo lalu apa gunanya Tao disisinya ? haha ini hanya sebuah pangungkapan bukan kenyataan. Tao dan aku sudah tinggal bersama-sama dalam komplek istana yang telah dimodifikasi dengan gaya arsitektur yang mulai modern dan global. Sebagai anggota keluarga kerajaan kami tidak diharuskan lagi selalu memakai hanbok setiap waktu cukup pakaian yang sopan dan elegan ketika dipakai. Ya mungkin dampak globalisasi hanya menyentuh sebagian luar dari adat tradisi dalam kerajaan , tapi hampir dari segala aspek dalam kerajaan ini belum berubah.

 

 

“Anyeong hasimnikka Yeolli Gongju !”

 

“Yaa ! Tao-ah kenapa kau mengagetkan ku ?? kenapa kau ke sini ? ke pavilliun Barat ?”

 

“Aku akan pergi ke Changgyeonggung (red:salahsatudari5kerajaanbesardiKorea) kau akan ikut ?”

“Mau apa kesana ?”

“Hanya berjalan-jalan ! siapa tahu kau butuh udara segar !”

“Tidak mau !”

 

“kalau aku yang menyuruh mu ikut bagaimana ?”

 

“tetap tidak mau !!”
“Kau akan membantah titah Putra Mahkota ? bagaimana kalau akau adukan ke ayah mu ??”
“Aiishh ! kau ini selalu seperti itu!!!”

 

“Ppari ya, Yeolli Gongju !”

“baiklah !!”

 

Changgyeonggung adalah bangunan istana untuk musim panas dari pemerintahan kaisar Dinasti Goryeo yang dibangun pada tahun 1104. Seiring berjalannya waktu, istana ini diwariskan ke Dinasti Joseon sekaligus dinobatkan ke dalam daftar Lima Istana Besar. Dan tempat Tao beserta Milseong Jeonha tinggal adalah di Gyeongboksung (Gyeongbok Palace) yaitu istana terbesar dari 5 istana yang pernah dibangun oleh Dinsati Joseon. Sebagai istana utama, Istana Gyeongbok merupakan pusat pemerintahan yang dikelilingi oleh kuil leluhur, altar kurban dan kantor-kantor pemerintahan. Aku ? aku dan keluarga ku tinggal dikomplek kerajaan juga, tetapi tidak seperti Tao yang tinggal dibangunan asli gaya Dinati Joseon, aku tinggal dipavilliun Barat tempat saudara-saudara Milseong Jeonha tinggal, bangunanya lebih bergaya modern walau begitu tetap unsur kelurga kerajaan sangat kental disini.

 

“Mama!  kita sudah sampai !” ucap supir kerajaan

 

“Ah ye ! kau tunggu saja disini aku dan Yeolli Gongju akan pergi kedalam !”

“Aku mengerti Mama !”

 

            Kami ber-2 pun turun dari mobil , selain mobil Tao ada sekitar 6 mobil lain yang mengiringi kami, tak lain dan tak bukan adalah pengawal dari Myeongyeong Mama.

            Para pengawal yang memakai setelan jas hitam itu terus membututi kami kemana pun kami pergi padahal tempat ini sedang sepi.

           

            Kebiasaan Tao tak jauh dari kebiasaan Milseong Jeonha, ia selalau berjalan sambil melipat tanganya dibelakang.

 

“Apa yang kau rasakan ?”

 

“Apa maksudmu Myeongyong Mama (red:Yang Mulia) ?”

 

“Ayolah ini bukan di komplek kerajaan, tadi ketika kita dipavilliun Barat kau memanggil ku Tao, sekarang kau memanggil dengan gelar ku !”

“Yaaa ! para penjaga pasti mendengar kita berbincang-bincang,  aku harus memanggil lengkap dengan gelar mu !”

“Aniya , tunggu sebentar !”

 

“Kalian semuanya !!”

            apa yang  dia lakukan ?

 

“Ye ! Mama ??” ucap ke-13 orang berbaju hitam itu berkumpul

 

“Ketika aku dan Yeolli Gongju berbincang-bincang pura-pura lah kalian tidak mendengarnya, mengerti ??”

“Ye Mama hamba mengerti !” sahut mereka membungkuk, wah titah seorang Putra Mahkota

 

“Beres !”

“Myeongyong mama, apa kau bodoh ? menyuruh mereka pura-pura tidak mendengar ? kenapa tidak kau suruh saja mereka tidak mengikuti kita ??!!!”

“Ahh, kau benar tidak terpikirkan oleh ku !”

“Tapi biarkanlah , kita sudah 18 tahun seperti ini !”

“Geurae !”

 

            Kami pun mulai berjalan-jalan kembali.

 

“Ah, Tao-ah !”

“Ne ?”

“Tadi ketika aku keluar dengan tiba-tiba dari ruang minum teh, apakah harabeoji-sangwang terlihat marah ?”

“Emm, aniyeyo, dia malah tertawa melihat mu berlari terbirit-birit seperti tadi !”
“Jinjayo ?”

“Ne, malah halmoni-Daebi ikut tertawa juga, hhss kapan kau tidak seperti itu ?? dari kecil kau lebih liar dibanding anak laki-laki, pantas saja seluruh keluarga kerajaan selalu pusing dibuat oleh mu !”

“Arayoo!!! tapi aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja aku ingin mencoba bebas dan tidak terikat dalam tradisi kerajaan, YAA !! kau kan yang akan menjadi pewaris tahta, tapi kenapa aku juga ikut repot ??”

 

“Kau kan sudah 18 tahun ikut upacara minum teh apa tidak cukup 18 tahun untuk membuat mu menjadi terbiasa ?”

“Aku paling benci acara itu, membuat semua kaki ku lumpuh ! apa kau ingin urat-urat nadi ku timbul disekujur kaki ku hah??!!!”

“Haha, kau ini bisa kah mengatur volume suara mu ?? daritadi kau berbicara seakan-akan membentak ku !”

“Hah ? benarkah ?”

“Kalau kau orang lain , mungkin sekarang para pengawal ku akan langsung menangkap mu !”

“Wae ?”

“Ada orang berani membentak-bentak Putra Mahkota !”

“Cihh ! alasan itu lagi !”

 

“Kajja !”

 

            Aku dan Tao pun kembali berjalan menyusuri jalan di Changgyeonggung, istana ini memang indah, disaat musim panas biasanya keluarga kerajaan datang kesini untuk tinggal.

 

Lebih lama melihatnya berjalan seperti ini, benar-benar mengingat kan ku kepada Damyang-Wang gelar kakek ku ketika ia masih menjadi Raja. Sekarang harabeoji-Sangwang, ketika dulu beliau sering menemani ku dan Tao berjalan-jalan cara jalanya persis sekali dengan cara jalan Tao sekarang.

 

“Mama !” sahut salah seorang pengawalnya

 

“Mwo ?”

 

“Sekarang Mama harus segera pulang ke istana , Mama dan Yeoli Gongju harus mengikuti pelajaran sejarah kerajaan !”

 

“Ah ye ye ara !”

 

“Ayo kita pulang !”

 

Kami pun segera masuk ke dalam mobil dan pulang kembali ke istana.

 

“ Yi Sun adalah nama asli dari Raja Agung Sukjong beliau memerintah pada tahun 1674–1718. Di awal tahun pemerintahan Sukjong, fraksi Selatan dan Barat berselisih tentang upacara Pemakaman Kerajaan, masalah yang kelihatannya kecil mengenai periode berkabung untuk Ratu Insun. Fraksi Selatan menuntut bahwa periode berkabung harus dilakukan selama satu tahun dan sebaliknya fraksi Barat membantah bahwa …!”

 

Pelajaran sejarah sudah berlangsung 30 menit yang lalu, dan aku sangat tertarik denga sejarah, sehingga Boryeong-seonseongnim adalah guru favorit ku.

 

“Seonseongnim …!!”

 

“Ah Ye Mama ?!”

 

“Bisakah kita lanjutkan esok hari !??

“Wae ? Tao-ah !!”

 

“Ah joesonghamnida Myeongyong-Mama wae ?”

“Aku harus berkuda jam 4 , dan ini sudah pukul 3.50 !”

 

“Ah ye , joesonghamnida Mama, hamba tidak bermaksud menganggu waktu Mama berkuda, baiklah kita lanjutkan pelajaranya esok hari !” ucap laki-laki paruh baya itu.

 

“Tunggu, tapi kita kan baru belajar 30 menit, bukanya kita harus selesai ukul 4.25 ??”

“Jeosonghamnida Gongji, besok kita bisa lanjutkan !”

 

“Geurae seongsaengnim trimakasih untuk pelajaranya hari ini!” Tao membungkuk

“Tidak usah sungkan Mama !”balas seonsaengnim membungkuk

 

Anak ini seenaknya saja menghentikan pelajaran semaunya, sejarah adalah pelajaran kesukaan ku , apa hanya berkuda saja yang ada diotaknya , oyah selain wushu juga ?? tongkat kayu dan kuda selalu saja !! ahhh apakah hanya ada 2 benda itu diotaknya ??

 

“Mama aku akan pulang ke pavilliun Barat !”

 

“Wae ?” ucap Tao sibuk mengelus-elus kudanya.

 

“Aku harus..”

 

“Jangbi tolong ambilkan pelana ku didalam !”

 

“Mama aku…..”

 

“Enyoung tolong ambilkan pakaian berkuda ku !”

 

“Ye Mama !”

 

“ YAAA !!! TAOOOO ! DENGARKAN AKU !!””

 

Ucapku setengah berteriak, semua pelayan yang ada disini terkejut mendengar ku berani menyebut Myeongyang Mama dengan Tao saja .

 

“Yaa ! apa kau tidak keterlaluan memanggil ku seperti itu didepan pelayan-pelayan ku ?”

 

“Hamba akan berpura-pura tidak mendengar apa-apa Mama !”

 

“Aku mau pulang !!!”

“Ani !”

 

“Yaaa !!!”

“Kau harus ikut aku berkuda, kalau kau bisa mengalahkan ku , kau baru boleh pulang !”

“Haisshhhhhh ! kau ini !”

“Mwo ? kau ingin membantah titah calon Raja mu yang selanjutnya ??”

“Yaa kau Putra Mahkota yang menyebalkaaaaaaaaaannnn !”

 

“Kalau bisa susul aku !” ucap Tao sambil meninggal kan ku melaju bersama kudanya.

 

“Enyoung mana baju berkuda ku !”

 

“Ini Gongju !”

 

“Jangbi pasangkan pelananya !”

 

“Ne Gongju !”

 

“Tao lihat saja , kau akan mati !!!”

 

“Hiyaaaa !!”

 

“Yeolli Gongju hati-hati !!!”

Aku mulai menggerakan kuda ku dan mencoba berlari mendekati Tao yang sudah lebih dulu ada didepan.

 

“Hiyyaaa !!’ aku coba kerahkan seluruh tenaga ku supaya aku bisa menyusul si brengsek itu.

 

“Hebat juga kau, baiklah sekarang kejar aku !”

 

“Hiyaa !”

Kenapa kau sungguh menyebalkan Tao ?? baiklah aku tidak akan kalah dari mu

 

“Hiyyaaa !”

 

Aku dan Tao pun akhinya terus saling mengejar, daun-daun yang sudah tersapu rapi dihalaman kini kembali berhamburan terkena kibasan kaki-kaki kuda, Tao memang handal dalam berkuda tapi dia juga salah membangunkan singa yang sedang tertidur .

 

“Mama, Gongju ! berhenti itu berbahaya !” teriak para pelayan dari pinggir jalan.

 

Aku dan Tao sama-sama belum mau kalah, aku tidak akan berhenti sampai aku mengalahkanya.

 

“Hiyaaa !”

 

Sebentar lagi aku akan bisa menyusulnya, iya sebentar lagi .

 

“Ayo kuda susul lah orang menyebalkan didepan itu !”

 

“Eh Tao ? TAO !! kau akan kemana ? kenapa kau berbelok ? Taooooo ! dia akan pergi kemana sebenarnya ?? isshhh !!”

 

Aku pun segera membelok dan mengejar Tao yang sudah keluar dari arena .

 

“Kau sedang apa disana ?” tanya ku melihat Tao sudah turun dari kudanya.

Aku pun segera turun dan menghampirinya

 

 

“Alpha

금단의

 

 

“geumdan-ui bang ? ini kan ? Tao kita harus segera menjauh !”

“Wae ? apa kau percaya cerita harabeoji-Sungwang ?”

“Sudahlah ayo kita menjauh ! ppari yaa Mama !”

 

Setengah jalan aku bisa membawanya pergi

 

“Chamkamman !!”
“Wae ?”

 

“Selama 18 tahun kita hanya diberikan cerita tentang ruangan ini, apa kau tidak mau tahu ?”

“Aku tidak peduli apakah cerita itu benar atau tidak, aku juga tidak ingin tahu apa isi dari ruangan itu !”

 

“Tapi aku ingin tahu !”

 

“Mama ! aku peringatkan sekali lagi jauhi ruangan itu, kita segera pergi dari sini !”

 

“Apa kau takut ?”

 

“Bukan begitu, uri harabeoji-Sungwang pun tak pernah datang kesini, jarang orang yang datang kesini kau pun tahu ceritanya, ayolah cepat pergi hari semakin gelap !”

“Aku ingin tahu kebenaran dari cerita harabeoji-Sungwang !”

 

“Kenapa pintu ini terkunci ?”

“Apa kau bodoh ?? tentu saja terkunci artinya tidak sembarangan orang bisa masuk !”

“Kenapa kau begitu melarang ku ?”

“Sudahlah aku tidak mau berdebat, kalau harabeoji-Sungwang menyuruh kita menjauhi ruangan ini, berarti ada sesuatu yang tidak diinginkanya terjadi !”

 

“Geurae ! kenapa kau begitu khawatir ?? kajja !”

 

Akhirnya aku dan Tao pun bisa pergi menjauh dari ruangan itu. Kami pun segera kembali menuju istana sambil menggiring kuda-kuda kami.

 

“Oyah jadi tadi yang menang siapa ? masih terbukti kan aku belum bisa kau kalahkan ??!”

“Tao diamlah !! kecuali kau mau bergulat dengan ku dilapangan utama !”

“Kau sepupu yang sangat menakut kan haha !”

“Diam ! jangan tertawa !”

“Wae ?”

“Diam saja aku muak mendengar suara mu !”

“Aigoo bagaimana bisa kau muak mendengarkan seorang put…”

Aku pun segera menatap Tao tajam

 

“Geurae geura, arassoyo !”

 

Aku pun kembali menuju pavilliun Barat bersama supir kerajaan.

 

“Kau dari mana Putri ?”

“Aku baru kembali dari Gyeongboksung, ada apa appa ?”

“Aniyeyo, kau sudah mengikuti kelas sejarah mu ?”

“Iye appa, tadi bersama Ta, eh maksud ku Myeongyong Mama !”

“Kau harus segera berhenti memanggilnya dengan panggilan itu, bagaimana pun dekatnya diri mu dengan Putra Mahkota, kau harus tetap memanggil dengan gelarnya, mengerti ?”

“Iye appa, aku mengerti !”

 

“Segera simpan topi dan boot mu, kau tahu ibu mu tidak suka kau berkuda ??”
“Tadi Putra mahkota yang mengajak ku berkuda appa , buk !”

“Yasudah segera bersihkan badan mu !”

 

            Selalu saja ! selalu saja ! Appa selalu saja membela Putra Mahkota, padahal aku kan anaknya, anak perempuan satu-satunya, aku kesal kalau harus selalu meneruti kemauan Putra mahkota, aku bosan harus mengikuti perintahnya !! aku bukan pelayanya, aku SEPUPUNYA !!!! apakah harus seperti ini menjadi sepupu seorang Putra Mahkota ?? Appa ku sendiri selalu menyalahkan aku ? Eomma selalu membela Putra Mahkota ! Lalu apa gunanya gelar ku sebagai PUTRI ??? aku juga seorang PUTRI ! aku YEOLLLI GONGJU !!! AHHHH menyebalkannnnn !!!!!!!

 

            Dretttt dretttt drettt dretttt

 

“Siapa lagi yang menelfon ?”

 

Myeongyong Mama calling

 

“Ah dia lagi !”

 

            Drett Dret Drettttt

 

From : Myeongyong Mama

Ya ! Yeoli Gongju kenapa kau mematikan telfon ku ?

 

Reply to : Myeongsong Mama

Aku lelah mendengar mu berkoceh sehariaan ini . Sudah jangan ganggu aku MAAAMAA !

 

From : Myeongyong Mama

—-_____—-“

S i s

 

“Tolong minggir, tolong minggir, maaf tolong kepinggir !”

 

Beberapa orang dengan setelan jas hitam sudah siap dipelataran parkir sekolah, dengan walky talky yang mereka bawa mereka siap mengamankan area untuk kedatangan mobil kerajaan.

 

“Sektor 1 beres !”

 

“Sektor 2 beres !”

 

“Sektor 3 beres !”

 

“Mobil bisa masuk ke parkiran !”

 

Hari ini aku dan Tao kembali ke sekolah, walau kami berstatus keluarga kerajaan. Tapi Milseong-Jeonha menyuruh kami untuk tetap berbaur dengan masyarakat luas.

 

“Aaaaa Mama !”

 

“Itu mamaaaaaa !”

 

“Kyaaaaaaaaaaaaaa Mama Mamaaa lihat kesini !”

 

Mulai masuk kegerbang sekolah, mobil kami yang berplat resmi keluarga kerajaan, selalu menarik perhatian setiap pagi dari para siswa, terutama siswa perempuan yang tak bisa memungkiri ketampanan dan kharisma yang dipancarkan oleh Myeongsong Mama.

 

“Mama lihat para gadis itu meneriaki mu !”

Ucapku

“Mama ??!”

Haish pantas saja dia tak menggubris ku , ternyata dia anteng mendengarkan musik

 

“Yaaa !” sahut ku sambil menarik earphone yang melekat ditelinganya

 

“Mwo Yeolliya ?!!”

 

“Apa kau tidak mendengar para gadis itu meneriaki mu ??”

“ARA ! kita sudah sekolah disini 3 tahun, aku sudah sering mendengar itu sejak kita di taman kanak-kanak, haruskah kau memberitahu hal yang tidak penting seperti itu ??’

“Aigoo, kau benar-benar !!!”

 

“Mama kita sudah sampai !”

“Ah ne !

 

 

Pintu mobil segera dibuka oleh para orang-orang berjas itu, keluarlah sang MAMA yang menjadi sorotan pagi ini. Tao keluar dari mobil dengan gaya yang membuat semua wanita semakin histeris, ia mengerling dulu ke beberapa arah, mengecangkan blezernya dan mulai menebar senyum #hueekk .

 

“Silahkan lewat sini Mama, Gongju !”

 

“Maaaamamaaaaa lihat kesini !”

 

“Maaf tolong berikan jalan, maaf minggir sedikit !”

 

“Maaaamaaaaa kau tampan sekaliii !”

 

Apa-apaan siswi itu harus memanggil dia tampan, dia akan besar kepala

 

“Tolong ke pinggir , cepat ke pinggir berikan jalan !”

 

Susahnya untuk masuk ke sekolah dan pergi ke kelas dengan aman dan tenang, selalu saja ada kerumunan seperti ini. Sudah berapa tahun aku dan Tao selalu diantar oleh para pria berjas hitam ini ? apa mereka bangga dengan name tag yang menggantung disaku mereka.?

 

Pengawal Keluarga Kerajaan

 

Hah aku bosan selalu seperti ini.

 

“Yeoli Gongju , Selamat pagi !”

“Ah pagi !”

“Gongju selamat pagi !”

“Pagi !

 

“Selamat pagi Gongju !”

“Ah ne selamat pagi !”

 

Sebagai bagian dari keluarga kerajaan aku harus bisa terlihat ramah , hangat, dan tentunya selalu tersenyum kepada setiap orang. Dan Tao jauh memikul beban yang lebih berat, dia tidak boleh menampakkan emosinya didepan umum, sebisanya dia harus selalu tersenyum dan rendah hati. Aku juga suka sosok Tao jika berada disekolah, jauh dari kata menyebalkan, sosok Putra Mahkotanya lebih terlihat dan berwibawa.

 

“Yeoli Gongju bolehkah aku meminta sesuatu ?”

“Ne ? tapi perkenalkan dulu diri mu !”

“Aku Park Chi Eun dari kelas 1-2, aku sangat mengagumi mu Gongju Mama!”

“Cheongmaliyo ? gomapta park Chi Eun !”

“Keundae , bolehkah aku berfoto bersama Gongju ?

“Tentu , kemari !”

 

Cekrek

 

“Gamsahamnida Gongju Mama, gamsahamnida !’

“Ah Ye chonma !”

 

“anyeong haseyo Yeolli Gongju !”

“Ah Seonseongnm ? anyeong !”

“ mari kita mulai pelajaranya ?”

“Oh geuromyeon !”

 

Negara ini memang kental dengan betuk pemerintahan Monarki, sebagaimana berusahanya aku untuk tidak di istimewakan, ada saja segelintir orang yang masih seperti itu aku pun lelah mengingatkan mereka ‘anggap saja aku sama seperti kalian’. Ini baru aku lalu bagaimana kalau jadi Putra Mahkota ? silahkan jawab sendiri.

 

Ting teng ting teng

 

Waktu istirahat pun tiba, aku akan kembali bertemu Tao. Aku dan Tao tak pernah makan makanan kantin disini, kami selalu dikirimi kotak bekal makan siang khusus buatan koki kerajaan, maka dari itu aku dan Tao tidak pernah tahu bagaimana rasa makanan disini selama 3 tahun. Waktu yang tenang ! tenang ! dan tenang ! aaaahh susahnya mendapatkan waktu yang tenang ?? bahkan UNTUK MAKAN SEKALIPUN ?? bagaimana aku bisa makan dengan tenang dan santai kalau kilatan flash dari kamera terus saja silih berganti datang menjemput ??

 

Rasanya ingin segera pulang kerumah !!!

 

Sebagai anggota keluarga kerajaan tidak menjadi jaminan , banyak orang yang ingin berteman dengan mu ! Mungkin banyak yang ingin, tapi hampir semuanya takut dan segan bahkan hanya untuk menyapa . Fiuuuuuhhh sungguh lelah.

 

 

To be continued

 

 

 

ize:12.?�Kln`�Xޘ115%’>“WOWWWWW selamat untuk Baekhyun-ssi tepat malam ini pukul 20.22 ia resmi berpacaran dengan TARA, chukkae chukkae !”

 

 

“prokkkrprokkkprokkkprokkkprokkk”

 

“terimakasih !” bisiknya sambil memeluk ku

“Wooww, pelukan pertama seseorang yang baru berpacaran !”

Dia sudah menjadi kekasih ku ? benarkah ?

 

“SELAMAT ! CHUKKAE untuk Tara dan Baekhyun , wah nampaknya Baekhyun belum mau melepaskan pelukanya? hahaha, betapa senangnya dia malam ini, yaaa ini menjadi konser yang bersejarah dimana hari ini kita bisa menyatukan 2 hati menjadi satu, sekali lagi CHUKKAE !”

 

Sesungguhnya aku turut senang, apalagi melihat orang-orang yang memandangi kami . Tapi aku cukup malu karena sampai sekarang Baekhyun belum mau melepaskan pelukanya dari diriku.

 

“ Tara !”

 

Ia melepaskan pelukanya dan meraih ke2 tangan ku.

 

Dia mengecup tangan ku ?

 

“Betapa romantisnya adegan ini ??”

 

Apa dia ingin menambah sensasi supaya menjadi lebih kisruh lagi ?

 

“Aku mengumumkan, mulai malam ini Latara Daanishe Mozza adalah pacar ku!”

 

“kyaaaaaaaaaaaaa !”

 

Uki, Nina, Oliv, Aliya, sekarang aku sudah mempunyai pacar. Hari ini detik ini aku resmi menjadi pacar dari Byun Baekhyun.

 

#setstatusfb #setstatusdanbiotwitter hahahahaha

 

Asssikkk  kasih jalan dong buat Exo-L chapter 6 eaaaaaa qhaqha …………… yuhuuuuuu ditungga ya cintah tah tah tah blah blah blah

 

To be continued ——————–à

 

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “Legends (Chapter 1)

  1. WAH,KO GA ADA YANG KOMEN??
    dddddddddddddddddddddaaaaaaaaaaaaaaaaaaeeeeeeeeeebbbbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkk ttttthhhorrrrrrrrrrr !!!!
    suka banget sama ceritanya^^
    apalagi castnya itu TAO OPPA #mupeng
    jarang banget ada yang mau bikin ff tentang history kaya gini.
    mungkin di awal ceritanya emang agak gaa menarik gara gara menceritakan sejarah.
    tapi aku justru suka.soalnya bagus aja.
    tapi thorrr, genrenya adain romancenya dong biar lebih seru !!!
    masa raja dan putrinya gaa boleh jatuh cinta #bahasaloe
    atau jangan jangan ntar bikin aja tao sama yeollie (jadi ngebayangin chanyeol deh #kkkkk) nya pacaran,cinta terlarang kek atau apa gitu thooorrr, arrachi??
    pokoknya dddaaaeeebbbaaakk lah thorrrr
    tetep lanjutin ff ini ya thorrrr.
    next chapnya harus cepetan dipublish dan harus lebih panjang dari ini ya thorrrr ^^
    authorrr saranghae, FIGHTING !!!!!

  2. Ceritaaa na baguuuussss thoor..
    Aku suka tema2 krajaan bgini..
    Brasa ntn princess hours, kkk
    Tp saia msh blm dpt arah crta na gmna nih..
    Hehe, tao cakep bgt kek na jd putra mahkota, myeongyong mama , hehe
    Inget pelm the moon that embraces the sun jg..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s