Bathportation (Chapter 1)

Title                 : Bathportation #1

Author             :Lee Ha Yoo [ @Ardhiiarye ] & Lee Hyun Jae [ @Eun_Rosy ]

Cast                 : KaiDo & other support cast

Genre              : Romance, Comedy, Yaoi (BL)

Rating              : T to M

Leghth             : 2 shoots

Warning          : Boys love, typo (s), don’t like NC and BL  ? Back and don’t read!

 

Ini fanfict kolaborasi, tapi kita saling melengkapi kok.Mian kalau banyak typo(s), alur kecepeten, kagak jelas. Ini ide datang atas ketidak sengajaan di ELF’s Anniversary ( 120602 ). Hahaha 😀 Thank you for ELF. J Langsung aja ya ?

Happy reading~~ ^_^

Gemericik hujan terdengar sangat jelas menyapa orang – orang yang berlalu lalang di jalan. Sinar matahari tak nampak, terhapuskan oleh hujan yang dianugrahkan Tuhan.Namun hujan yang turun begitu lebat tak mampu mematahkan semangat orang-orang Seoul untuk tetap bekerja. Aroma tanah yang tergenang oleh air hujan menyeruak di dalam ruangan.Hawa dingin yang dikirimkan hujan tak membuat orang-orang di sebuah gedung tinggi bermalas-malasan.Terdengar dari ruangan sebelah terdapat dua makhluk hidup yang sedang ribut di dunia mereka sendiri (?).

BRAK! PRUNG!

PRONG! DARR! *apadeh*

“Heh, Kau ini!Ini punyaku.Taruh sini saja!”

“Jelas-jelas ini punyaku.Ini hak ku, jadi letakkan di sebelah sini saja!”

“Huh, matilah saja kau?”

.

“Hoooii!Jangan ribut sendiri dong?Tau gak?Disini juga sedang sibuk beres-beres tau? Hargai yang lain bisa gak? Heh?”, teriak seorang namja. Namja tersebut tengah menahan emosi yang telah berada diujung ubun – ubunnya karena merasa terganggu oleh keributan temannya diruang sebelah.

“Sudahlah hyung~ Jangan hiraukan mereka! Kita lakukan pekerjaan kita sendiri saja tanpa menghiraukan mereka!”, ucap seorang namja disebelahnya.

“Bagaimana aku bisa konsen merapikan barang-barang sebanyak ini?Kalau mereka tetap saja ribut gak jelas begitu? Tuh anak gak tau tata krama sopan santun kali ya?”, celoteh namja yang emosi tadi.

“D.O hyung~ sudahlah! Kalau hyung berteriak-teriak terus, PERCUMA, mereka juga gak akan bakal denger. Hyung tau kan Baekhyun hyung sama Chanyeol hyung itu gimana?”,

“Hmm.. baiklah. Ayo kita lanjutkan pekerjaan kita, Jongin-ah!”

.

Yup! Perkenalkan! Dua orang yang berada di kamar itu bernama Kai dan D.O. Namja yang emosi tadi adalah D.O ~ lengkapnya Do Kyung Soo.Sedangkan, namja yang sabar menenangkan hyung-nya adalah Jongin ~ Kim Jong In, atau biasa dikenal Kai.

Mereka memang roommate, tak lebih. Hanya berbeda 1 tahun tapi mereka berusaha untuk saling mengenal lebih jauh dan memahami satu sama lain.

.

“Huh, akhirnya beres juga. Kau capek, hmm?”, tanya D.O kepada Kai.

“Hah, selesai juga!Sedikit capek hyung”, Kai mengusap bulir – bulir keringat dikeningnya.

“Sini, biar aku usap”, D.O mengusap keringat di kening Kai dengan sebuah handuk kecil.

DEG!!

Detak jantung Kai tiba-tiba berdetak 1000x lipat lebih cepat. Entah apa yang dirasakannya? Apa yang dia lakukan? Kenapa bisa begini?Batinnya. AIGHO! Rasa apa ini sebenarnya ?

Mollayo~

“Andhwe!”, Kai sedikit mengelak dengan membuang tangan D.O dikeningnya perlahan-lahan.

“Oh, Mianhae. Kau merasa terganggu?”, sontak D.O langsung menjauh dari Kai.

“Ah, aniya hyung.Gwaenchanayo”, jawab Kai menundukkan kepala.

“Oh, eh.. Hmm.. Hujan nya sudah sedikit reda, apa kau ingin keluar membeli makanan?”, D.O menengok keluar jendela.

“Ne, ide yang bagus hyung.Kebetulan aku lapar.Hehe”, Kai tertawa kecil.

“Okay! Kajja!

.

Hari ini jadwal mereka sedikit longgar jadi ada waktu untuk beristirahat, jalan-jalan dan beres-beres kamar.Haha~ selama rutinitas yang padat mereka jarang membersihkan kamar. Jadi ya begitulah~ kamar mereka tak jauh beda dengan kapal pecah.

Meskipun masih gerimis, mereka masih terus melangkahkan kaki tanpa menggunakan alat pelindung sehingga tubuh mereka berpapasan langsung dengan tetes – tetes hujan.

.

~Tiba di sebuah kedai kopi dan makanan~

“Kau ingin pesan apa?”, tanya D.O kepada Kai yang duduk didepannya.

“Aku ingin pesan hot cappuccino sama hmm… bulgogi aja deh”, jawab Kai.

“Oh, baiklah”

.

Setelah memesan, mereka menunggu sambil bercengkrama.

“Pesanan datang…”, D.O berbinar-binar karena memang benar-benar lapar.

Mereka makan dengan lahap nampak seperti orang yang belum makan selama 2 hari.

“Huaahhh, mantap!

“Aku sudah kenyang” ~~ Itulah perasaan mereka!

“Hyung, lihat deh diluar sana! Ada noona cantik.Noona nomu yeppo *bernyanyi ala SHINee*”, Kai menunjuk keluar.

“Mana?”, D.O bingung. Perasaan gak ada noona nomu yeppo deh?Batin D.O.

“Ada tuh. Lihat kan? Hyung~ aku pergi dulu ya? Hyung yang bayar. Aku tak bawa uang. Mianhaeyo. Bye!”, Kai beranjak berdiri dan pergi meninggalkan D.O.

“Eh mau lari kemana kau?”, D.O menarik Kai yang belum sempat melarikan diri, membuat tubuhnya sedikit terjungkal ke belakang.

Dan..

CUP!

Bibir mereka berhasil bersentuhan, menyadari keadaannya Kai segera manjauhkan tubuhnya canggung.

“Mau lari kemana kamu, hah? Hyung akan bayar. Tapi tunggu dulu dong?”, ucap D.O *evil laugh*

“Hmmm, eh baiklah hyung”, Kai terbata-bata.

DAG DIG DUG DARR! Itu yang dirasakan Kai.

Apa dia melakukan ini dengan sengaja ? Atau hanya ketidak sengajaan ? Ahh abaikan..

.

.

Semakin hari, mereka semakin dekat malah bisa dikatakan lebih dari roommate. Apa ya namanya? Sahabat! Yaa, lebih tepatnya Sahabat! Mereka saling curhat tentang masalah mereka masing-masing.Entah itu masalah keluarga, teman masa lalu, atau pun masalah cewek. *MWO?

.

Pagi yang cerah~ Gumpalan awan menghiasi langit, menambah semangat setiap orang di Seoul. Matahari menampakkan kilaunya. Cahaya matahari membuat terowongan kecil melalui celah jendela.

“Hoaahhh! Aduh anak ini! Masih saja tidur lelap! Jongin-ah! Wooii! Bangun! Udah jam 7 nih, mau diomelin manager hyung?”, D.O berusaha membangunkan Kai berulang kali tapi hasilnya NIHIL! Kai tetap saja terbaring dikasurnya.

“Mwo? ANDHWEYO!..Jangan lakukan itu padaku.Aku takut. Sungguh!”, Kai menendang-nendang D.O.

“Heh?Apa-apaan sih? Hey sadar! Ini aku. Heh?”, D.O menepuk-nepuk pipi Kai.

“Mwo? Ah hyung~ seharusnya kau tak usah membangunkanku. Masih seru-serunya malah dibangunin.Uhhuuhh”, ucap Kai cemberut.

“Apasih? Suho hyung sama manager hyung udah ngomel-ngomel tuh diluar”, D.O sambil menata tempat tidurnya.

“Hyung~ kau tau tidak aku mimpi apa?”, Kai masih saja belum bangkit dari tempat tidur.

“Mana aku tau? Memangnya, aku makhluk alam mimpi apa? Yang bisa masuk ke dalam mimpi orang, hah?”, gerutu D.O cuek.

“Ah hyung~ Kok sinis gitu sih? Aku kan serius..”, Kai cemberut lagi.

“Memang kau mimpi apa, hah? Antusias banget, kayak ELF yang mau nonton Supershow aja!”, masih saja bisa ngelawak si D.O.

“Hyung~ Aku mimpi kalau aku bisa berteleportasi!”, Kai bangga.

“Hahahahaha… Aissh ..jinjja! Seperti anak kecil saja kau ini.Mana mungkin? Kau kan orang biasa?”, ledek D.O terbahak-bahak.

“Eittss, jangan meledek!Siapa tahu kenyataan. Soo Man songsaengnim pasti tau tentang itu, kenapa kekuatan ku di MAMA adalah teleportation?”, Kai memang seperti anak kecil.

“Mwo? Hahahaha.. Itu kan cuma kekuatan kita biar kita terkenal tau? Soo Man songsaengnim bikin itu biar kita terkenal sampai ke pelosok negeri?Arraseo ?”, D.O tertawa.

“Udah deh~ hyung besok minggu ikut aku ke gunung surak. Aku ingin mengetahui kekuatanku”, Kai beranjak dari tempat tidur dengan semangat.

“Gunung surak? Mau apa kau? Mau belajar spiritual, hah?Pasti manager hyung melarangnya dan tak memberi izin”, D.O termangap. Semakin gila nih anak? Batinnya.

“Ah gampang.Itu bisa diatur. Aku akan mengeluarkan jurus mautku untuk membujuk manager hyung. Hahh! Yakk!”, Kai kepedean.

“Terserah deh.. Dasar anak kecil!”, ledek D.O.

“Apa kau bilang, he?”, Kai tidak terima.

“Wekkk”

.

Hari minggu telah tiba.Rona hinar – binar di wajah Kai tampak jelas.Rupanya Kai dan D.O telah bersiap menuju gunung surak. Bujukan Kai pada manager hyung berhasil 100%. Haha~

Perjalanan menuju gunung surak sangat dirasakan oleh Kai, begitu juga dengan D.O meskipun D.O sedikit tidak bersemangat. Maunya apa sih nih anak? Kayak orang gila! Batin D.O.

.

~Setelah sampai di gunung surak~

“Hyung~ ayo kita mendaki!”, ajak Kai bersemangat.

“Ogah.. Apaan sih lu? Daki aja sendiri. Itu kan kepentinganmu, bukan urusanku. Aku tunggu saja disini. Hati-hati ya?”, D.O menolak ajakan Kai.

“Aisshh..hyung kok gitu sih? Hyung egois banget! Ayolah hyung? Mana mungkin aku berani mendaki sendiri? Kalau aku dimakan serigala, ular, dan kawan-kawannya gimana? Hyung mau aku ninggalin hyung?”, rayuan maut Kai keluar.

“Husst, jangan ngomong seperti itu! Baiklah~ Ayo! Rempong banget sih”, gerutu D.O. Akhirnya D.O menuruti perintah Kai. D.O sebenarnya khawatir jika Kai mendaki sendiri.

.

Setelah lama mendaki, hampir 3 jam mereka berjalan menyusuri hutan rimbun nan indah. Sebenarnya tidak hanya mereka yang mendaki, ada juga manusia lain.

“Annyeong haseyo”

“Annyeong” ~~ Kai menyapa orang – orang yang juga mendaki.

“Aissh.. Kau tak malu apa? Ditaruh mana muka mu?Baru saja debut udah narsis”, D.O sedikit berbisik ditelinga Kai.

“Annyeong ahjusshi” ~ “Ahh, tak apa lah hyung”, Kai masih saja tersenyum dengan orang – orang disekelilingnya. Padahal D.O malunya minta ampun!

“Hyung~ selca dulu yuk?”, Kai mengeluarkan ponselnya.

Tanpa basa-basi ~ Cekrekk Cekrikk! Banyak foto yang sudah diambil. “DASAR PABBO!”

.

Ketika berjalan, Kai ngoceh sendiri seperti bayi, D.O tak menggubrisnya.

“Menurut mimpi ku ya, ada seorang kakek tua yang datang menghampiriku. Trus dia memberiku genggaman seperti keris gitu. Emang di Korea ada keris ya hyung? *tampang innocent* Kata kakek itu, setelah aku memegang keris itu, aku bisa berteleportasi. Pertama sih harus menggunakan keris itu untuk berteleportasi tapi jika aku terus mencobanya, aku bisa berteleportasi tanpa menggunakan keris itu”, Kai ngomong panjang x lebar.

“Oh.. So??”, jawab D.O singkat. Tak sebanding dengan ocehan Kai, D.O hanya membalasnya singkat.

“Hyung~ aisshh..Aku serius nihh”, Kai menyenggol D.O hingga D.O hampir jatuh.

“Eh, aku kasih tau ya? Kau ini memang gila atau apa sih? Disini mana ada yang namanya keris? Keris situ adanya di Indonesia tau? Kau tak pernah membaca sejarah dunia ya? Kalau Kris, dia ada di China sekarang”, D.O melanjutkan “Trus ngapain kita mendaki gak jelas kayak gini?”

“Yakk! Hyung, aku tau itu tapi mimpiku begitu. Ihh, jutek amat sih hyung! Itung-itung olahraga lah hyung”, jawab Kai.

JLEP! JLEB!

Seperti ada angin yang masuk ke dalam tubuh Kai.

“Tuh kan.. Tuh kan. Ah, anak ini! Jongin-ah, kau kenapa? Kau tak apa?”, D.O khawatir karena Kai seperti orang kesurupan. *Mwo?

“Hyung~ kepala ku pusing. Tolong aku hyung~ hyung…”, Kai sempoyongan. Tak kuat menyangga tubuhnya lagi, Kai pun terjatuh dalam pelukkan D.O.

“Apa yang hyung katakan? Kamu sih gak nurut sama kata-kata hyung”, D.O tampak khawatir.

“Gomawo hyung~ Hatiku berkata kalau kita harus berjalan terus”, Kai hanya lemah tak berdaya.

“Mwo?Apa kau gila? Kau menyuruhku mendaki dengan menggendongmu? Turun! Ayo cepat turun!”, D.O kaget. Masak iya aku harus menggendongnya? Ah, aniya! Batinnya.

“Ayolah hyung~ Ayo cepat!”, Kai seperti orang yang teler sehabis minum arak.

.

Setelah lama berjalan~

BRUUKK!

D.O menabrak sebuah batu besar sontak Kai terjatuh dari punggung D.O dengan posisi Kai tengkurap dan mereka saling berhadapan. Berhasil mereka bercumbu tanpa sengaja.

“Eh, lepaskan! Apa-apaan kau ini? Awww”, pekik D.O menjauhkan wajahnya dari wajah Kai.

DEG!

Kai tak menggubrisnya. Seolah-olah Kai tak mendengar apa yang dikatakan D.O.

“Heh?Telinga mu dimana? Lepaskan, Pabbo!”, D.O emosi tapi Kai masih saja memeluk D.O dan mengerjapkan mata. “Lihat orang disekitar! JONGIN-ah! Pabbo!”.

“Oh mianhae hyung. Aku tak sadar”, Kai bangkit dari posisinya.

“Tak sadar gimana? Kau ini!!”, Akhirnya D.O bisa berdiri.

.

.

Angin berhembus kencang~~ Tiba-tiba…

Waktu seakan berhenti, semua terdiam kecuali untuk..

“Hey anak muda!”. Yang dipanggil mengedarkan pandangannya mencari sumber suara.

“Aku di belakangmu, nak. Kau ingat aku ?”

‘DEG’

‘Kakek ini ? Bukankah ? Aisshh~ bagaimana bisa ? D.O hyung’ batin Kai. Keningnya mengkerut, matanya memicing, masih bingung dengan semua ini.

“Aku yang menghentikan waktunya, kau tak perlu bingung. Aku juga yang bertemu denganmu di mimpimu dan seperti yang kau tau, kau akan memiliki kekuatan untuk berteleportasi”, ucap kakek itu.

“Aku ? Bagaimana bisa ? Kenapa harus aku ? Kenap..”

“Simpan pertanyaanmu nak, aku disini bukan untuk menjawab pertanyaanmu”, ucap kakek itu memotong ucapan Kai.

“Tutup matamu dan kemarikan tanganmu”

Kai hanya menurut. Kakek itu mengeluarkan keris kemudian melafalkan beberapa kalimat.

“Fokuskan fikiranmu dan kau akan ada di sana”, terangnya.

Dan tiba – tiba…

.

.

WUUUSSSTTT

Angin berhembus dengan sangat kencang.

Saat Kai membuka mata, sekelilingnya telah gelap. Hari sudah petang ternyata.

‘Apa ini ? Kakek itu’, batinnya.

Matanya menangkap sosok D.O yang tergeletak di tanah.

“Hyung ? D.O hyung ? Gwaenchana? Kajja kita pulang, hari sudah petang. Ya Hyung, bangun !” ucap Kai berusaha membangunkan D.O dari tidurnya.

“Bagaimana aku pulang ? Ini sudah petang, dan D.O hyung ? Aisshh dia ini tidur atau apa ?” gumam Kai yang belum mendapatkan respon dari D.O.

“D.O HYUNNGGGG! BANGUUNNN!”, teriaknya frustasi.

Hening..

“Ka..i”, suara lemah tertangkap oleh telinganya.

“Aisshhh, hyung. Gwaenchana ? Hari sudah petang, kita harus pulang. Otthe ?” ucap Kai menghampiri D.O yang masih terduduk lemas.

“Mollayo, kepalaku pusing . Apa yang terjadi kenapa tiba – tiba sudah petang”, ucapnya santai sambil mengurut kepalanya.

Sampai dia menyadari sesuatu..

“MWO ?PETANG ? Ya, bagaimana kita pulang ? Kau kira ini jalan tol yang bisa dilewati dengan mudah. Kita dikelilingi hutan Jong In. Bagaimana kalau ada binatang buas ? Kemudian mereka menerkam kita dan menjadikan kita makan malam ? Andweee. Kau sih, kenapa mengajakku kemari. Aissshhh”, protes D.O pada kai. ‘Sudah kurasa. Firasatku benar’, lanjutnya.

“Aigoo~ hyung, aku tak tau akan begini. Tenang lah. Aku masih berfikir”, D.O hanya diam, sesekali masih menggerutu.

‘Fokuskan fikiran ? Dan aku akan ada di sana ? Bisakah aku pakai sekarang, semoga kita  -dia sama D.O-  bisa sampai dorm dengan selamat’, batin Kai berdo’a.

“Kau bisa bangun hyung ?” Aaahh~ kajja, aku akan memapahmu”, lanjut Kai yang sempat mendapat gelengan dari D.O.

“Mau apa ? ya ya ?”, ucap D.O heboh setelah Kai memapahnya.

“Kau mau pulang tidak? Apa kau benar – benar tak bisa tenang. Tutup matamu, hyung” ucap Kai sebal.

Mereka pun mulai  memejamkan matanya, Kai mulai mengfokuskan fikirannya.

.

.

Dan saat Kai membuka mata.

“Ini bekerja ? Sungguh ? Buka matamu hyung, aku benar – benar bisa berteleportasi hyung. Hahahaha Ya Tuhan aku tak menyangka”, ucap  Kai kagum.

“Kau hebat Kai. Sungguh”

“Tapi Kai, bukankah ini di gerbang gedung  dorm kita ? Dorm kita ada di lantai 12 Kai. Bahkan parkirannya saja sangat luas. Otthe ?”, ucap D.O bingung.

“Aigooooo~”, jerit Kai frustasi menatap langit yang gelap. Kedua tangannya menutupi wajah mulusnya. Huhh~~

.

Dan beginilah akhir pendakian mereka, Kai harus menggendong D.O hingga tiba di depan lift yang jaraknya begitu jauh dari gerbang gedung itu.

Ahh~ Poor Jong In.. Hahahaha

.

.

“CUT”, ucap para staff setelah mereka selesai perform.

“Ghamsamnida. Ghamsahamnida.”, ucap mereka begitu sampai di backstage sambil membungkuk 90 derajat.

Ya, berucap terimakasih dan membungkuk singkat atas kerjasama para staff.

.

“Semua! Kita kembali ke van, kita harus latihan dengan EXO – M. Cepat !”, intruksi Suho, sang leader.

“Hyung, aku keluar dulu ya ? Aku lapar”, sahut D.O sambil mengelus perutnya yang tengah kelaparan.

“Kau sendiri ? “, tanya Suho. D.O hanya celingak – celinguk.

 

Seseorang merangkul pundak D.O. “Dia keluar bersamaku hyung. Aku juga lapar.”

“Baiklah, Kai, temani D.O itu. Kalian hati – hati. Jangan lama – lama, arra ?”, ucap Suho.

“Ne, hyung”, sahut kai.

“Kajja, hyung! Katanya lapar…”, ucap kai, segera menarik tangan D.O.

D.O hanya tersenyum menanggapi tingkah saengnya dan lebih memilih untuk mengikuti Kai.

.

.

~~@Restaurant~~

“Aahh, aku kenyang. Hehehe”, cengir Kai setelah menghabiskan pesanan nya.

“Ne, aku juga”, sahut D.O.

“Maaf tuan, ini yang harus Anda bayar. Silahkan!”, ucap seorang waiter.

“Ah ne. Mwo ? Dompetku ke mana ya ? Aigoo, Kai! Dompetku gak ada. Otthe ?”. ucap D.O gugup.

“Mwo ? Ya hyung. Kau ini. 1200 won ? Sebentar”, ucap Kai seraya membuka dompetnya.

“Ini. Ghamsahamnida”, ucap Kai seraya menyerahkan beberapa lembar uang kepada waiter.

.

“Ku kira kau tak bawa uang Kai. Aigoo~ aku tak bisa membayangkan rookie seperti kita harus mencuci piring gara – gara gak sanggup bayar makanan. Andwee”, ucap D.O ngeri.

“Hyung ”, ucap Kai.

“Ne ?”

“…”

“Waeyo Kai ?”

“Bagaimana kita pulang ? Aku sudah tak punya uang lagi”, ucap Kai sedih.

“Pulang ? Ah ya. Mwo ? Kau tak punya uang? ANDWEE!”, jerit D.O miris.

Tiba – tiba..

‘TINGG’. Ide cemerlang melintas difikiran D.O.

“Ahhh Kai, kau benar – benar penyelamat. Saranghae Kai. Aigooo”, ucap D.O.

DEG ..BLUSH

“Wa..wae-yo hyung ?”, ucap Kai gagap setelah sesi D.O memeluknya tiba – tiba, saking senangnya.

“Begini, ehm ehm” “Apa kau lupa kau kan bisa berteleportasi ?”, ucap D.O.

“Lalu ?”

“Kau bisa berteleportasi ke gedung SM, Kai. Aigoo”, terang D.O  kesal karena ke-paboan Kai.

“Teleportasi ya ? Mwo ? Ani ani. Kau gila hyung, kau tak ingat bagaimana nasipku saat aku terakhir menggunakan teleportasiku bersamamu. Aniyo!”, ucap Kai tegas, mengingat kenangan Kai yang harus menggendong D.O dulu.

“Ayolah Kai. Kau mau kesana naik apa, hah ? Sekarang duo leader sedang berkumpul. Kita bisa mati kalau tak datang. Kau tau kan Kris gitu gimana. Jongin-ah…Jebal?! ”, ucap D.O merajuk, memasang puppy eyesnya.

‘Jangan tunjukkan wajah itu hyung. Aigoo, aku akan benar – benar menjadikanmu milikku hyung. Secepatnya!’. Batin kai melirik D.O.

“Baiklah, kemarikan tanganmu. Tutup matamu”, ucap Kai yang hanya dituruti oleh D.O.

.

.

CLINGG *apaan*

“Kita dimana, Kai ? Ini bukan ruang latihan”, tanya D.O bingung.

“Ini lebih mirip…….”

 

TBC

Dimanakah mereka ? Tunggu di next chapter

Kritik dan sarannya ditunggu loh..

Jangan lupa like dan comment nya ya?

Gomawo~~

Dukung kita untuk melanjutkan FF ini!! .__.

 

30 pemikiran pada “Bathportation (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s