In Love With You (Chapter 2)

Author : Viola Khairun Nisa (@phiolla)

Main Cast :
-Kim Young Ki (You)
-Byun Baek Hyun
-Oh Se Hoon

Support Cast:
-Park Misa Ki
-Xi Lu Han
-Temukan sendiri yang lainnya

Length : Multi Chapter

Genre  : Romance, School Life

Rating  : PG-15+

#Happy Reading^^

“Aku suka padamu Youngki” ucap Baekhyun.

Di situ aku hanya mendengar ucapannya yang terdengar seisi UKS yang hanya ada aku dan dia. Saat itu juga Sehun datang ke UKS dan melihatku dengan Baekhyun sedang berpelukan dan mendengar perkataan Baekhyun tadi. Sehun merasa terkejut dan langsung meninggalkan ruangan itu.

–Selanjutnya–

Dengan rasa kesal Sehun meninggalkan mereka dan kembali ke kelasnya. Ia hanya melamun melihat ke arah jendela kelas dengan apa yang habis ia lihat dan dengar tadi.

“Sehunnie” panggil Luhan menghapirinya

“Sehunnie!” panggil lagi dengan nada yang lebih tinggi.

Sehun tetap saja melamun, dengan mata tertuju ke luar jendela. Melihat lapangannya yang tidak ada seorang pun di sana. Luhan langsung berbicara seperti wanita yang sedang bergosip.

“Kau tau tidak? Kalau Baekhyun tadi habis menembak Youngki di UKS, gosipnya itu langsung beredar dengan cepat. Sebenarnya apa bagusnya cewek itu cantik egak, badannya juga kayak lidi. Padahal Bekhyun bisa dapat wanita yang lebih catik dan lebih berbentuk tidak seperti dia” cerita Luhan.

Sehun tetap saja diam, seperti tidak mendengarkan pembicaraan Luhan. Tapi sebenarnya Sehun benar benar mendengarkan perkataan Luhan.

“Kenapa kamu diam saja, atau jangan jangan kamu cemburu yaa?” tanya Luhan dengan nada merayu.

Seketika Sehun bangun dari tempat duduknya dengan wajah sedikit emosi bahkan sekarang ini suasana hatinya benar benar sedang kacau sehabis mendengar perkataan Luhan.

“APA KAMU BISA DIAM TIDAK!! Kamu belum tau dia seperti apa, kamu belum mengerti kamu masih kecil!” jawab Sehun sambil meninggalkan Luhan.

“Apa katamu? AKU SUDAH BESAR!” teriak Luhan dengan nada marah dan wajah cemberut.

–UKS–

“Aku ingin kembali ke kelas” ucapku pelan.

“Sebaiknya kamu tetap di sini, badanmu masih terlihat sangat lemas” jawabnya dengan penuh kecemasan.

“Tidak apa, aku hanya terkejut terkena bola dan sedikit sakit” dengan nada pasti.

“Baiklah kamu bisa kembali ke kelas, tapi aku akan menggendongmu sampai ke kelas, karna aku yang telah mengenaimu bola itu dan membuatmu pingsan” Ucapnya dengan wajah yang bersalah.

“Hmm… Baiklah” jawabku yang tidak bisa menolaknya.

Aku naik ke punggung Baekhyun, aku merasa sangat malu, aku ke luar dari UKS banyak siswa siswa lainnya langsung menatapku sinis. Aku langsung menundukkan kepalaku karena aku tidak mau melihat semua orang yang ada di sekitarku karena begitu malunya diriku. Beberapa saat kemudian aku mengangkat kepalaku mencoba melihat ke sekeliling untuk memastikan aku sudah sampai di mana. Tiba tiba mataku teruju saat sesorang di depanku dari arah berlawanan menatapku dengan wajah yang tidak seperti biasanya dia Sehun mungkin dia memang bersikap dingin tapi ini benar benar tidak seperti biasanya. Aku hanya terkejut saat melihat tatapannya itu tatapan yang begitu dingin dan tidak dapat di tebak begitu saja.

Sampainya di kelas, Baekhyun menurunkanku berlahan di bangkuku, saat itu aku lihat Luhan berada di kelasku dan duduk di bangku Sehun dengan wajah cemberut. Tiba tiba Luhan bertanya ke padaku dan Baekhyun.

“Kalian benar benar pacaran?” tanyanya.

“Hmm..?” aku masih berfikir mencari alasan.

“Iya kita memang benar benar pacaran” jawab Baekhyun dengan wajah gembira.

“APA KATAMU!?” tanyaku ke Baekhyun dengan kebingungan.

“Kau ini aneh. Kenapa pacaran dengan dia . Padahal dia sama sekali tidak manis. Harusnya kau pilih cewek yang lebih cantik. Mungkin saja artis, model atau yang lainnya” ucap Luhan menyindir kepadaku.

“Kamu tidak mengerti, Luhan masih anak anak!” jawabnya singkat.

“Aku ini sudah dewasa!” jawabnya dengan wajah lebih cemberut.

Baekhyun tiba tiba memelukku dari samping dengan sangat erat. Mungkin dia ingin memamerkannya kepada Luhan apa mungkin juga ke semua siswa yang sedang melihat ke arahku.

“Lepaskan!” suaraku membentak ke Baekhyun.

Akhirnya Baekhyun melepaskan pelukannya itu dan tetap tersenyum kepadaku.

“Aku masih belum paham kenapa dia menembakku. Kenapa harus aku?” tanyaku dalam hati.

–Ke esokkan harinya–

Saat aku baru ingin masuk ke dalam kelas tiba tiba seseorang memelukku dari belakang.

“Pagi, chagiyaa” sapa Baekhyun.

“HAA..!  Baekhyun” jawabku terkejut.

Tangan Baekhyun tiba tiba menyentuh pipiku dengan lembut. Hingga kurasakan sentuhannya yang membuatku mematung di tempat. Tatapannya sangat dalam saat mataku beradu dengannya. Dia berhasil  membuatku mematung dan mungkin kini wajahku mulai memerah di buatnya. Tangannya yang masih memegang pipiku kini berubah menjadi cubitan yang membuatku terkejut.

“Jangan cubit pipiku!” teriakku kesal.

“Pipimu lembut ya. Pasti bibirmu lebih lembut lagi. Aku coba sedikit ya?” ucapnya.

Baekhyun lebih mendekatkan kepalanya ke arahku. Wajah kami kini hanya berjarak beberapa inchi darinya. Sudah aku rasakan hembusan nafasnya. Di berhasil membuatku menjadi gugup wajahku kembali memerah.

“Dia mau menciumku” tanyaku dalam hati.

Baekhyun sedikit memiringkan wajahnya, kurasakan hidungnya sudah mengenai pipi kiriku. Aku hanya diam tidak dapat berbuat apa apa kulihat Baekhyun masih memejamkan matanya yang kini terbuka sidikit dan melirik ke arah mataku.

“Haha. Kamu kira aku akan menciummu, ya? Suatu saat nanti, tapi bukan sekarang” ucapnya bercanda.

“Sungguh dia mengagetkan aku, aku kira dia mau menciumku” ucapku dalam hati sedikit menghela nafas.

“Maaf cium sedikit” ucapnya sambil mencium keningku.

“Dasar kau Baekhyun! Kau ingin menggodaku saja” ucapku kesal.

Aku langsung masuk ke kelas dan duduk di samping Misaki dan kukira Misaki sudah duduk sedari tadi.

“Pagi Young-ah” sapa Misaki.

“Pagi” balik sapaku.

“Kau sangat beruntung sekali bisa dekat dengan mereka” ucapnya.

“Ahh.. tidak. Aku tidak terlalu mengenal mereka aku baru mengenal mereka itu pun kamu yang memberitahuku mereka itu siapa dan aku menganggapnya mereka seperti orang biasa lainnya tidak ada istimewanya” jawabku.

*Jam istirahat*

Saat kudengar bel berbunyi dan bebarapa saat tiba tiba Baekhyun yang duduk di belakangku memelukku, menaruhkan kepalanya ke pundak kananku dan mencium pipi kananku. Sontak membuatku dan semua siswa yang ada di kelas seketika langsung melihat ke arahku. Betapa malunya aku.

“Apa apaan kamu, mencium orang di tempat umum” kesalku ke Baekhyun.

“Ayo ikut aku chagiyaa” ajak Baekhyun.

“Kemana?” tanyaku.

“Ayolah ikut saja” paksanya sambil menarikku.

Aku tidak dapat menolaknya karena badanku yang terlalu kurus ini di tariknya. Aku masih bertanya tanya kemana dia akan membawaku. Aku di ajaknya ke lapangan indoor.

“Mau ngapain kita di sini? Di sini tidak ada orang” tanyaku.

“Aku ingin kamu melihatku bermain basket” jawabnya dengan senyum lebar.

Aku sangat lega cuma hanya melihatnya bermain basket. Aku duduk melihat dia bermain basket. Aku sangat tersipu melihatnya karena dia sungguh keren. Aku hanya melamun menatapnya sampai dia menghampiriku sambil mengusapkan keringatnya dengan bajunya itu hingga kulihat jelas lekukan badannya. Aku sangat terkejut apa yang aku lihat barusan. Dia tepat duduk di sebelahku yang masih menarik nafas panjang.

“Apakah kau lihat tadi? Aku keren bukan” ucapnya ke PD-an.

Aku hanya menganggukkan kepala bertanda “iya”.

“Aku ingin bicara denganmu” ucapku sedikit serius.

“Silakan saja” jawab Baekhyun dengan wajah gembira.

“Maaf Baekhyun, aku tidak bisa jadian denganmu” ucapku pelan.

Baekhyun merasa terpukul mendengar perkataanku barusan, dia hanya melamun. Seketika Baekhyun menatapku dalam dalam melihat ke dua bola mataku. Aku pun kembali menatapnya serius.

“Kau ingin mempermalukanku? Kau tidak bisa begitu kepadaku!” ucapnya sedikit kasar.

Aku hanya diam mendengarkannya bicara. Dia semakin dekat duduk denganku mengarahkan tangannya memegang daguku memaksaku untuk melontarkan kata kata dari dalam mulutku.

“Kenapa? Ayo bicara lagi. Apa kau suka dengan Sehun? Kulihat bagaimana Sehun menatapmu sangat berbeda dengan yang lainnya. Aku sudah mengenal lama dengannya aku tidak mungkin salah. Apa kau ada hubungan dengannya?” tanyanya paksa.

Apa aku tidak salah mendengarnya Sehun menyukaiku? Aku hanya diam mendengar perkataannya barusan. Aku memberanikan diri untuk menjawab petanyaannya.

“Maafkan aku Baekhyun aku sedang menunggu sesorang, mungkin kamu tidak mengenalnya” jawabku

Seketika ruangan itu sangat sepi tidak ada suara sama sekali setelah kolontarkan jawabanku. Baekhyun melepaskan pegangannnya itu dari daguku. Dan dia menarik nafas dalam lega seakan sudah mengerti akan maksudku itu.

“Apa boleh buat. Kita tidak jadi jadian, anggap saja aku hanya bercanda” ucapnya.

“Aku kira dia akan marah” pikirku.

“Ayo kita kembali ke kelas” ajak Baekhyun dengan wajah lemas.

Kami berjalan kembali ke kelas tanpa ada yang bicara. Sampainya di kelas Baekhyun langsung duduk di bangkunya sambil melamun, saat itu Luhan ada di kelasku mencoba menghibur Baekhyun yang sudah hilang pikiran. Saat pelajaran pun dia tetap saja melamun hingga waktu pulang pun tiba. Dia belum bicara apapun dari kejadian tadi.

Seperti biasa aku dan Misaki berpisah karena rumah kami yang berbeda arah. Tapi biasanya aku melihat Sehun tapi kali ini tidak. Aku tetap berjalan menuju stasiun, aku naik kereta seperti biasanya dan anehnya keretanya itu begitu sepi hanya ada beberapa orang saja. Saat aku turun dari dalam kereta dan ingin keluar dari stasiun. Butiran butiran air dari atas langit turun hingga kini  hujan turun sangat deras padahal tadi pagi sangat cerah dan tidak ada tanda tanda ingin turun hujan.

“Hujan! Kenapa harus hujan, aku sedang tidak membawa payung” kesalku.

Tiba tiba ada seseorang bertubuh tinggi berdiri di sampingku, ia sedang membuka panyungnya. Aku mencoba melihat siapa orang yang sedang berdiri di sampingku. Ternyata Sehun yang membuatku terkejut akan kedatangannya.

“Apa kamu ingin pulang denganku” ajak Sehun.

Apa Sehun mengajakku pulang bersama? Aku menatap ke langit awannya begitu sangat tebal dan gelap dan aku yakin hujannya akan berlangsung sangat lama.

“Mau tidak?” ajaknya sambil sedikit berjalan.

“Iya” jawabku.

Aku langsung menuju kearahnya. Ini sangat memalukan jalan berdua saat hujan dan ini terlalu dekat. Aku rasakan tubuhnya yang hangat. Memang kini aku sangat merasa kedinginan, jari jariku kini mulai membeku. Sehun tiba tiba memegang tanganku erat. Aku sangat terkejut, aku coba melepaskannya tapi Sehun tetap memegang tanganku lebih erat.

“Kau pasti kedinginan. Biarkan aku hangatkanmu” ucapnya.

Memang aku sangat kedinginan karena udara yang sangat dingin di luar. Aku rasakan panas tubuh Sehun yang mengalir dari tanganku begitu hangat. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Langkah Sehun tiba tiba berhenti.

“Ada apa? Tanyaku heran.

Sehun menatap ke araku, dia langsung memelukku.

“Lepaskan!” paksaku ke Sehun.

Aku coba melawannya tapi usahaku sia sia, badannya terlalu erat memelukku.

“Sebentar saja” ucapnya yang masih memelukku.

Aku hanya diam. Tubuhnya yang memelukku begitu hangat hingga dingin di tubuhku mulai mencair. Tapi jantungku berdetak begitu kencang juga sebaliknya aku dengar suara jantung Sehun berdetak begitu kencang. Sehun mulai menarik badannya melepaskan pelukannya itu.

Sehun mendekatkan wajahku padaku. Jantungku berdebar hebat sangat kencang, wajahku kini sudah memerah seperti kepiting rebus. Yang tadi udaranya terasa sangat dingin tapi sekarang menjadi panas. Tanpa sadar aku rasakan bibirku dan bibirnya telah bersentuhan. Kecupan yang tiba tiba mendarat di bibirku  membuatku gemetar. Seketika aku mendorong badannya menjauhiku, tapi dia menarikku dan memelukku semakin erat. Bibirnya itu kembali mendarat ke bibirku, semakin dalam Sehun menciumku. Aku pun tidak dapat menolaknya kini aku mulai terhanyut dengan ciumannya itu. Beberapa saat mengangkat kepalanya dan mengatakan sesuatu kepadaku.

“Aku suka kamu” ucapnya dengan wajah yang semakin memerah.

Aku hanya terkejut mendengar perkataannya itu. Dia menarikku dan langsung merangkulku hangat sekali dan melanjutkan perjalanan.

“Dia menyukaiku? Tidak mungkin Youngki!! Tidak mungkin dia mencintaiku!!! Tapi dia baru saja bilang jika dia menyukaiku bahkan dia baru saja menciumku padahal itu ciuman pertamaku yang di ambil begitu saja. Apa benar yang di katakan oleh Baekhyun tadi?” Aku hanya melamun memikirkan itu.

Langkah kami terhenti saat aku sudah ada di depan rumahku. Aku mulai meninggalkan Sehun dan masuk ke dalam rumah. Sampai aku belum mengucapkan terima kasih kepada Sehun telah mengantarkanku pulang.

Aku langsung berendam di air panas mengingat kejadian tadi. Aku masih terbanyang Sehun menciumku dan kata katanya yang masih terdengar di telingaku.

“Dia menciumku dan mengutarakan perasaannya kepadaku” sambil mengingat kejadian tadi.

–Ke esokan harinya–

“Bagaimana ini demamku tinggi aku tidak bisa masuk sekolah” tanyaku ke eomma.

“Salah sendiri semalaman kamu kelamaan berendam, jadinya kamu terkena flu. Padahal baru saja masuk sekolah sudah izin sakit” marah eomma kepadaku.

“Maaf” jawabku lemas.

“Istirahat saja” ucap eomma sambil meninggalkanku.

Aku pun tertidur pulas. Sampai kurasakan seseorang ada di depanku, kurasakn tangannya yang menyeruh keningku tapi seperti aku pernah mengenalinya. Aku mencoba membuka mataku berlahan memastikan siapa yang ada di depanku sekarang ini.

“HAA!! Sehun?” terkejutku sambil melihatnya.

“Kenapa kamu bisa ada di sini?” tanyaku.

“Tadi eommamu yang menyuruhku masuk. Ini untukmu copy catatan” ucapnya sambil memberikannya ke padaku.

“Padahal biasanya dia tidur di kelas” ingatku.

“Terimakasih telah membuatkanku catatan dan terimakasih untuk kemarin sudah mengantarku pulang” ucapku sambil tersenyum.

“Young-ah! Eomma pergi belanja dulu” teriak eomma dari lantai bawah.

Aku terkejut mendengar eommaku ingin pergi belanja. Berarti aku hanya bersama Sehun berdua di rumah ini. Mukaku langsung memerah bahkan kulihat Sehun Sedang menunduk malu dengan wajahnya mulai memerah. Beberapa saat kamar ini hening seketika.

“Terus tentang kemarin?” tanyanya.

Aku terkejut dan langsung bersembunyi di balik selimutku menutupi rasa maluku. Aku lupa ciuman dengan Sehun lalu dia menyatakan perasaannya kemarin. Aku bingung dengan perasaan aku sendiri.

“Aku belum butuh jawabanmu” ucapnya Sehun sedikit kecewa.

Aku memberanikan diri untuk menampakkan diriku. Aku menghela nafas dalam dan mulai menjawabnya.

“Ada alasannya mengapa aku tidak bisa menerimamu. Aku sedang menunggu sesorang, dia menghilang begitu saja tidak tau kemana tanpa memberikan kabar kepadaku. Aku mencoba mencari informasi kalau dia pergi ke Jepang dan mendapatkan nomor telepon di mana dia tinggal tapi hampir setiap hari setiap jam setiap waktu aku menelepon tapi tidak ada jawaban. Sampai sekarang aku belum dapat melupakannya selama 2 tahun sejak aku duduk di bangku kelas 2 SMP dan sempat aku berpikir untuk pergi ke Jepang untuk mencarinya” Ceritaku panjang lebar ke Sehun.

“Aku tidak akan memaksamu menyukaiku, tapi akan berusaha membuatmu suka kepada.. ” jawabnya yang seketika aku potong.

“Aku mau, aku mau menjadi yeojachingumu Sehunnie” jawabku.

Setelah beberapa saat aku mencoba menahan air mataku tapi tanpa sadar air mataku menetes membasahi selimutku. Sehun merasa kasihan kepadaku saat mendengarkan ceritaku. Suasananya begitu sangat hening. Sehun mulai pindah duduk di atas kasurku tepat di sampingku. Sehun mengusapkan air mataku dengan ibu jarinya yang lembut.

Kurasakan tangannya yang begitu hangat saat menyetuh pipiku yang dingin ini. Sehun langsung memelukku mencoba menghiburku. Aku selalu merasa aman dan nyaman di pelukan Sehun. Sehun jangan lepaskan pelukanmu. Entah kenapa, aku merasakan kembali detak jantungku yang berdebar debar hebat. Dia mencium bibirku tiba tiba.

Aku hanya diam memandangnya. Aku diam, sempat aku memejamkan mataku, merasakan sensasi dari ciuman Sehun yang makin lama makin dalam dia melumat bibir bawahku dan bahkan sempat aku membalasnya ciumannya dan melumat bibir atasnya. Suhu badanku kini semakin memanas, jantungku semakin berdetak tak beraturan dan tubuhku yang gemetaran. Badanku terasa sangat lemas hingga aku terjatuh di tempat tidurku.

Aku rasa itu seperti mimpi, mimpi yang sangat indah bagiku. Aku terbagun dari tidurku aku rasakan handuk dingin berada di keningku, aku langsung teringat jika aku tadi sedang demam tinggi. Kulihat lagi Sehun yang tertidur menungguku yang ternyata dia yang merawatku tadi. Aku mengelus wajahnya yang lembut yang sedang tertidur pulas seperti malaikat.

“Terima kasih. Saranghae oppa” ucapku pelan di dekat telinga Sehun.

“Sama sama. Nado saranghae chagiya” jawabnya yang dengan mata yang masih terpejam dan hanya berpura pura tidur.

“Kamu bisa bisanya berpura pura tidur” ucapku dengan wajah cemberut.

“Wajahmu tambah lucu dengan ekspresimu itu” ucapnya sambil tersenyum lebar.

“Young-ah. Saat aku melihatmu aku tidak dapat menahannya” ucannya yang membuatku kebingungan.

Sehun menaruh tangannya di leherku menarikku supaya mendekatkan kepalaku dengannya. Dia berikan lagi ciuman darinya yang sungguh membuat jantungku kembali memompa sangat cepat. Sehun melumat bibirku dan sesekali menggigitnya tapi mencoba tidak melukaiku. Baru saja Sehun menautkan lidahnya denganku, menjelajahi rongga mulutku dan mengapsen satu persatu gigiku yang membuatku sedikit geli. Kini aku sudah kehabisan nafas, Sehun menghentikan aktifitasnya kami saling menarik nafas dalam dan menatapku dengan penuh banyak arti.

“Young-ah! Ayo turun cepat makan malam, ajak pacarmu juga!” teriak eommaku menyuruhku makan malam bersama.

Aku terkejut mendengar perkataan eommaku yang menyuruh “Pacarmu” kami sama sama tersipu malu mendengar perkataan ummaku tadi. Kamipun turun menuju ruang makan, aku menyuruh Sehun duduk terlebih dahulu karena aku ingin mencuci mukaku. Aku kembali menuju meja makan yang kulihat appa sedang berbicara serius dengan Sehun. Aku duduk tepat di samping Sehun sambil menunggu eommaku mempersiapkan makanan.

“Young-ah pacarmu sangat tampan dan baik hati kau beruntung mendapatkannya” ucap appaku membuatku tersipu malu.

Untung saja eommaku telah datang membawa bebarapa makanan. Kami pun makan dengan tenang. Setelah selesai makan dan sedikit berbincang bincang dengan appaku. Sehun minta izin pulang karena sudah larut malam dan berterima kasih karena telah di terima dengan baik oleh keluargaku. Aku mengantarkannya sampai di depan pintu.

“Terima kasih kau mau menjengukku oppa” ucapku ke Sehun.

“Sama sama chagiya” jawabnya.

Sehun memberikanku satu kecupan hangat di pipiku, yang dapat membuat jantungku berdetak sangat kencang badanku gemetar di buatnya seakan ini seperti sihir bagiku. Dia hanya tersenyum kecil sambil meninggalkanku. Aku berbalik badan untuk kembali masuk ke dalam rumah, tapi langkahku tehenti seketika saat kudengar sesorang memanggilku dari belakang.

“Young-ah..! Young Ki..! Kim Young Ki..!!” panggilnya berulang kali.

Seketika aku membalikkan badanku. Apa yang ku lihat sekarang. Seorang pria berdiri di depan rumahku. Pria bertubuh besar tinggi berparas seperti aku kenali. Dia!!.

“Oppa!? Tidak mungkin! Dia sudah menghilang beberapa tahun dan sekarang ada di depanku!” aku masih bertanya tanya kepada diriku ragu.

Dia semakin berjalan menujuku menunjukkan sosoknya dan kulihat paras wajahnya. Tanpa bepikir panjang  aku langsung berlari menujunya dan langsung memeluknya erat. Tanpa sadar air mataku menetes begitu saja.

_______________________________________

Maaf ya kalau masif agak aneh/bosenin 😦 . Tunggu saja di chapter selanjutnya. Makasih 🙂 *pergi sama Sehun* kkkk~

Iklan

20 pemikiran pada “In Love With You (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s