Dear My Lover (Chapter 3)

Tittle               : Dear my lover (chapter 3)

 

Autho              : jejesikha

 

Genre              : Romance

 

Rating             : PG-17

 

Length             : Chaptered

 

Main cast        :  Park chanyeol (EXO K)

Wufan Kris (EXO M)

Lee Ahra (OC)

Tiffany (OC)

“chanyeol, park chanyeol…”

Aku berusaha melangkahkan kakiku, kearahnya, aku menangis menatapnya. Yatuhan… aku tahu Kau maha adil.

“jangan salahkan dirimu sendiri, jangan jadikan semua ini beban untukmu, sekarang aku tahu mengapa kau melakukan hal ini…tidak apa-apa hatiku tersakiti asalkan kau baik baik saja, itu sudah cukup bagiku,”

Aku mangatur nafasku, lalu berlari kearahnya dan langsung memeluknya erat.

“chanyeol, maafkan aku…”  ucapku sambil tersedu sedu. Aku makin mempererat pelukanku padanya, bersandar di bahunya sambil menangis. Sudah lama aku tidak merasakan nafasnya yang berisik ini.

 

Sekarang aku dan Chanyeol duduk di bawah pohon, aku membenamkan kepalaku di bahunya, cuaca yang dingin terasa hangat bagiku karena dia memelukku dari belakang, kami hanya menandang satu sama lain dan tidak berkata apapun, rasa canggung yang aku rasakan sekarang, hampir 1 tahun aku tidak bertemu dan berbicara dengannya.

“aku tidak menyangka bisa menemuimu disini,” katanya memecahkan keheningan.

“hm? Kau selalu datang kesini?”

“selalu, setiap malam, aku jenuh dengan karirku sekarang, aku juga jenuh memikirkanmu, setiap malam aku selalu datang kesini, hanya duduk ataupun memakan cemilan, aku benar benar orang yang sangat kesepian,”

“aku sangat merasa bersalah padamu,” aku menatapnya, pria ini selalu merasakan rasanya tersakiti namun wajahnya selalu tetap ceria, menangis namun bibirnya tetap tersenyum, dan selalu menyalahkan dirinya sendiri meskipun ternyata bukan dia yang bersalah.

“jangan seperti itu, aku tahu mengapa kau lakukan hal ini. aku tahu kau sangat mencintai ayahmu, aku juga begitu, aku juga sangat mencintai ayahku,”

Aku menatapnya penuh arti lalu melingkarkan tanganku di pinggangnya,

“kenapa kau kembali ke seoul?” tanyanya sambil mengelus rambutku berlahan, aku sangat merindukan caranya saat mengelus rambutku..

“karena aku merindukan tiffany, dan merindukanmu juga”

“bagaimana dengan kris?”

“mengapa kau menanyakannya?” tanyaku dengan sinis,

“dia hyung-ku, apa salah menanyakannya? Bahkan semua temanku sangat merindukan hyung dan yang lainnya. Aku rindu saat kita ber-12,”

“dia baik-baik saja,” desisku,

“lalu berapa lama kau akan di seoul?”

“hanya 1 minggu,”

“ahra,” matanya berpaling menatapku,

“apa kau bahagia?” tanyanya lirih

“chanyeol…”

“sepertinya aku salah menanyakan hal itu padamu,” dia berhenti mengelus rambutku,

Aku mengalihkan pandanganku padanya, aku tahu perasaan dia kali ini, dia merasakan hati yang amat tersakiti namun entahlah dia selalu tersenyum, tidak menampakan kesedihannya sedikitpun, mungkin dia hanya ingin memperlihakan padaku kalau kini dia bukan laki-laki lagi, namun dia sudah tumbuh menjadi seorang pria dewasa.

Chanyeol mengahadapkan kepalanya menuju langit, aku tahu dia sedang menahan tangisannya, berusaha tidak mengeluarkan setitikpun air dari matanya..

“ahra, kau tahu apa yang aku pikirkan sekarang? Aku takut aku tidak akan pernah mendapatkan wanita seperti dirimu lagi, aku takut, aku takut kalau didunia ini tidak ada lagi wanita sepertimu,”

Yatuhan.. sebegitu berartikah aku baginya? Sebesar itukah dia mencintaiku?

“jika suatu saat aku akan menemukan wanita penggantimu, ah.. tapi aku tidak yakin akan menemui wanita penggantimu,”

“chanyeol…” aku terus memanggil namanya,

“semenjak aku mengenalmu, aku baru tahu arti cinta sesungguhnya. Dan melihat orang yang aku cintai bahagia, akupun akan turut berbahagia, meski hatiku tercabik-cabik ataupun teriris iris, bagiku itu tidak masalah,”

Aku makin mempererat pelukanku padanya, “aku mencintaimu!!” teriakku,

“aku mancintaimu!! Apa yang harus aku lakukan??”

Chanyeol hampir menjawab pertanyaanku namun aku lebih dulu mendaratkan bibirku tepat di bibirnya,

“ahra, ini tidak mungkin!” sergahnya cepat,

“ahra, ini tidak mungkin ahra, ahra..” chanyeol memegang wajahku dengan kedua tangannya, wajahnya kini benar benar dekat dengan wajahku, aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang panas dan matanya yang menatapku lekat-lekat.

“biarkan aku melakukan hal ini untuk terakhir kalinya,”

Tanpa aba-aba dia mengecup bibirku dan sedikit membuat mataku terpejam, menikmati semua yang dia berikan padaku. Dia berusaha membuat ciuman ke dua kami senyaman mungkin, pelan dan bukan nafsu yang dia berikan, melainkan ciuman yang hangat dan lembut.

 

Ku buka mataku berlahan, melihat sekeliling kamar yang tidak asing bagiku, Sejak kapan aku sudah di apartement?

“kau baru bangun? Makanlah beberapa lembar roti,” saut tiffany dari dapur.

Aku beranjak dari kasur, berjalan pelan menuju dapur, namun aku hanya melihat sosok tiffany yang sedang mengoleskan selai kacang di roti. Mana chanyeol?

“dia tidak disini,”

“hm?” tanyaku heran.

“aku tahu kau mencari chanyeol kan? Dia mengantarmu pulang kemarin malam, dan sejak kapan kau tertidur? Dia memberimu piggy back. apakah dia tidak kelelahan menngendongmu hingga apartement…”

“jam berapa aku datang ke apartement?”

“sekitar pukul 4, dan untungnya aku belum tidur saat itu,”

Aku memegang bibirku sesaat, berapa lama chanyeol menciumku tadi malam? hingga aku tertidur dan tak sadarkan diri..

“ada apa?” tanyanya sembari duduk di meja makan dengan dua helai roti panggang dan segelas susu coklat.

“tidak..” jawabku singkat,

“aku heran padamu, jadi sebenarnya siapa yang kau cintai? Wufan atau chanyeol?” aku menatap tiffany, sedikit kaget dengan pertanyaannya, jarang dia menanyakan hal seperti itu padaku,

“kau harus memilih salah satu, ahra.. dan kau sudah memilih wufan untuk menjadi suamimu, lalu untuk apa kau menemui chanyeol? dia itu masa lalumu,”

“tiff, kau tahu kan alasan aku menikahi wufan dan kau tahu kan siapa yang aku cintai…”

“chanyeol kan? Chanyeol yang kau cintai? Tapi pada akhirnya kau memilih wufan kan? Karena ayahmu? Lalu berusahalah mencintai wufan,”

Dreeet dreeet dreeet

Kami sama-sama menatap ponsel yang bergetar di meja ruang tamu, aku berjalan berlahan menuju meja dan seraya mengambil ponselku yang bergetar,

Wufan calling

“siapa?” tanyanya penasaran.

“Kris,” jawabku lirih

“dia baru menelfonmu sekarang?”

“aku baru menyalakan ponsel tadi,” Aku menekan tombol hijau diponselku lalu mengarahkan ponselnya ketelingaku.

“hallo?”

“aku di seoul sekarang,” Alisku naik setelah dia mengatakan bahwa sekarang dia ada di seoul, dan aku baru sadar bahwa dia menelfonku dengan kode area seoul.

“begitukah? Sejak kapan kau ada di seoul?” tanyaku sambil menyembunyikan kepanikanku,

“kemarin malam, bisa kau datang kemari? Aku di hotel dekat COEX Mall, kamar 201. Aku butuh bicara denganmu,”

 

“oke, sekitar 20 menit aku sampai disana,” Aku memutuskan sambungan telfonku. Tapi.. mengapa dia tahu kalau aku pergi ke seoul?

“tiff, kau memberi tahu wufan kalau aku ada di seoul?” tanyaku mengintrogasi.

“hah? Tidak, memangnya ada apa?”

“dia tahu aku ada seoul dan…”

“dia datang ke seoul kemarin malam, dan kemungkinan besar dia tiba di seoul setelah aku check out, dia memakai pesawat ekomomi keberangkatan pukul 7, 1 jam setelah aku pergi…” sambungku. Kali ini aku benar-benar lemas.

“lalu? Apa masalahnya? Masalahnya karena seorang wufan pergi menggunakan pesawat kelas ekonomi?”

“bukan..”

“lalu?” tiffany mengerutkan dahinya,

“dia menyuruhku datang ke hotelnya, dia ingin mengatakan sesuatu hal padaku…”

“lalu? Mengapa kau terlihat panik? Seharusnya kau bahagia dia menyempatkan waktunya untuk menemuimu disini kan?”

Bukan itu yang aku rasakan sekarang, aku merasakan ada hal yang buruk yang akan terjadi antara aku dan Kris. Aku berfirasat kalau Kris mengetehui kejadian malam itu, malam dimana chanyeol menciumku, atau mungkin hanya perasaanku saja, tapi apakah dia datang ke taman itu tadi malam?

 

 

Berlahan aku memegang ganggang pintu kamar nomor 201, dan membukanya. Aku melihat Pria itu sedang menuangkan anggur ke gelas, lalu menatapku.

“masuklah,” tawarnya.

Aku berjalan masuk ke dalam kamar, melihat sekeliling ruangan. Apa dia memesan kamar paling mahal disini? Besarnya hampir 2 kali apartemenku dan tiffany.

“tidak menciumku?”

“hm?” tanyaku, apa katanya tadi?

“aku tahu mengapa kau tidak menciumku hari ini,” katanya sambil meminum anggur yang tadi dia tuangkan ke gelas.

“Apa maksudmu?”

Dia menyimpan gelasnya lalu menghampiriku,

“wanita macam apa kau ini,” desusnya,

Dia menghimpitku di ujung ruangan, memandangku dengan tatapannya yang tajam.

“Kris.. saat itu aku hanya butuh waktu sendiri jadi aku pergi ke seoul,”

Dia hanya  tertawa menyeringai, lalu mengunci kedua tanganku di dinding. Kali ini aku benar-benar tidak tahu apa yang akan dia lakukan, dia hanya menatapku dengan tatapan marah.

“butuh waktu sendiri? Alasan macam apa itu?”

“kris, ada apa denganmu? Lepaskan!” aku sedikit memberontak,

“hah… kau kira aku tidak tahu apa yang kau lakukan tadi malam?”

-DEG-

“wanita macam apa kau ini, dan mengapa aku bisa sangat tergila-gila denganmu, jelas kau sudah mencampakanku.. berciuman dengan pria lain,”

Firasatku benar?… dia benar benar ada di sana saat chanyeol menciumku? Yatuhan…

 

Dia menatapku dan dengan cepat mencium bibirku kasar,

“nghh…nghhh…”

Aku berusaha memberontak, namun nihil, badan dan tenaganya kalah kuat denganku, dan aku mulai kelabakan dengan pelakukannya yang kasar, aku sulit bernafas.

dia melepaskan ciumannya lalu mulai menjamahi leherku, “kriss…lepaskan..” ucapku lemah, namun dia menghiraukannya, dia terus menciumi bagian leher dan telingaku. Aku lemas dan sejenak memejamkan mataku, menahan suaraku agar tidak mengeluarkan erangan atau desahan sedikitpun.

“krissss…” pintaku dan akhirnya dia melepaskan ciumannya, melepaskan genggaman tangannya dan mundur selangkah dari hadapanku, sejenak aku mengatur nafasku, nyaris aku tidak bisa bernafas, dia benar benar melakukan hal ini dengan kasar.

“bahkan aku sabar mengahadapimu ahra, tidakkah kau buka sedikit hatimu untukku? Izinkan aku untuk ada di hatimu, aku akan menunggu sampai kau benar benar bisa melupakannya, aku tidak peduli aku harus menunggu berapa lama, aku sangat mencintaimu ahra! Kau harus tahu itu!”

Dia berjalan menuju sofa dan membanting beberapa barang yang ada disekitarnya,  aku masih diam di sudut ruangan, masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi tadi.

“jawab aku, apa kau mencintaiku? JAWAB AKU AHRA!” dan untuk pertama kalinya dia berbicara dengan volume suara tinggi denganku.

Aku berjalan kearahnya, menghampirinya yang tengah membuka botol soju,

“kris.. aku mencintaimu,”

“jika kau mencintaiku lalu kenapa kau berciuman dengannya?!” tanpa menuangkan soju itu ke gelas, dia langsung meneguk soju itu dengan kasar,

“aku tidak tahu kris, aku tidak tahu! Aku mencintaimu tapi entah mengapa saat aku bertemu dengan chanyeol aku seakan akan berubah menjadi orang lain, menjadi diriku yang dulu,” Aku mengambil soju itu dari tangannya lalu meletakkannya di meja.

“baiklah, aku akan memberikanmu 3 pilihan, pertama, aku menghajar chanyeol, kedua aku meninggalkanmu dan kau telah menginkari janjimu atas nama Tuhan, yang ketiga, kau tetap di china bersamaku,”

“kris…”

Aku duduk disebelahnya, kemeja birunya yang rapih itu kini kusut dan tidak beraturan, aku melihatnya membuka kancing keduanya,

Dia hanya fokus menatap langit dan sedikit menetaskan air mata di pipinya, lalu menundukan kepalanya sembari menutup wajah dengan kedua tangannya.

“lalu,”

“dari 3 pilihanku tadi, mana yang kau pilih?”

Dia membalikan badannya kearahku, memegang tanganku erat dan menatapku lekat lekat.

“kris, aku…”

 

-TBC-

Hello!!

Gak kerasa udah chapter 3 lagi, gimana? mau tetep dilanjut?

28 pemikiran pada “Dear My Lover (Chapter 3)

  1. huuuuuaaaaaaaaa ,,,,,,,,,, bacanya menguras emosi !!!!!!!!!!!!!!!!!!
    keren !!!!!!!
    ahra menggalau to the max niy …
    kris kasian noh ,, ampe ngamuk2 gituw ..
    sabar ya bang …… kalo gag ada ahra ,, aku mw koq menampung mu .. #emang aer ujan
    kyyyaaaa ,,, next chap !!!

  2. author-ssi reseeee!! Demi apa nih ri-chan baru aja mulai galau pas kris ngasih 3 pilihan udah to be continued aja.. *nangis dipelukan Luhan*

    next chapter panjangan lagi ya author-ssi~ tharanghae~

  3. Yah..
    Lgi serius bca.. Mlah TBC.
    Tp, gg papa..
    Next chap ny d tnggu..
    Jgan lma2 y..
    Pnasaran si Ahra mw plih yg mna..

  4. Aku mau sama kriiiiis >,< tenang nae nampyon, kita akan slalu bersama :') #ups

    Ayo author publis selanjutnya ditunggu!! 😉
    *sambil nunggu part lanjutan, kita bikin candi borobudur dulu yuk, Kris oppa!! kkk~*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s