A Sweet Revenge

Author: @yunita_xoxo

Genre:  Romance, School Life

Main Cast: Kim Jongin, Choi Sooyeon, Park Chanyeol

Length: Oneshoot

~A Sweet Revenge~

 

“sudahlah jangan menangis lagi Kyuri-ah” kata Sooyeon sambil mengusap lembut air mata yang terjatuh dari pelupuk mata sahabatnya itu.

“sudahlah Kyuri-ah, Jongin memang begitu” timpal Sulli ikut prihatin “kau bukan satu – satunya yeoja yang ditolak olehnya”

“iya sudah banyak gadis yang menangis karena sikap dinginnya” kata Jiyoung

Tapi Kyuri tetap menangis sesenggukan

“cih, namja itu kejam sekali” kata Sooyeon kesal “dia kira dia siapa berani memperlakukan sahabatku seperti ini”

“sudahlah namja tampan memang seperti itu, walau sifatnya dingin seperti itu dia tetap saja mempunyai fans yang banyak” jelas Jiyoung.

Sooyeon kembali mengelus – elus punggung Kyuri, sahabatnya itu benar – benar sakit hati karena penolakan namja sombong itu.

Awas saja kau Kim Jongin, akan ku buat kau merasakan sakit hati yang dirasakan Kyuri

“YAK YAK apa yang kalian lakukan disana!!” teriak Kim susaengnim, pengajar olahraga mereka, ketika mendapati empat yeoja itu tidak ikut bermain voli dan malah asyik ngerumpi di balik tanaman perdu.

“Ayo cepat kalian bermain!!!” teriak Kim susaengnim lagi. Keempat yeoja itu dengan terpaksa lalu cepat – cepat mengambil bola dan bermain bersama teman – teman mereka yang lain. Sooyeon lalu mengajak Kyuri bermain walau yeoja itu masih terlihat lesu.

Hari ini kelasnya kedapatan bagian palajaran olahraga bersama dengan murid – murid kelas A. Kelas A, itu berarti adalah kelas dari napuen namja Kim Jongin. Sooyeon lalu mencoba mencari sosok namja itu diantara kumpulan murid laki – laki yang bermain voli di sisi lainnya. Akhirnya Sooyeon menemukan namja berkulit agak gelap itu sedang bermain voli bersama sahabatnya Do Kyung So tak jauh dari tempat Sooyeon berdiri.

Sooyeon memandang namja itu dengan penuh kebencian.

Dasar namja sok keren, batin Sooyeon. Beraninya kau menyakiti Kyuri! apakah kau tak tau pengorbanan Kyuri untuk bisa mendekatimu, mencari nomormu saja harus penuh perjuangan. Tapi kau malah menolaknya dengan sekasar itu. Awas saja kau Kim Jongin!

Tiba – tiba saja Sooyeon punya ide cemerlang dikepalanya.

“Sooyeon-ah cepat serve bolamu” teriak Jiyoung, sudah siap untuk menangkap lemparan Sooyeon.

“Nee” teriak Sooyeon, ia lalu mengambil ancang – ancang untuk melakukan serve, ia benar – benar memastikan bola itu tepat sasaran dan juga dipukul dengan cukup keras.

“SREETTT …. BRUUUKKKK … AAARRRGHHHHH”

Sesuai rencana bola itu tepat mengenai si napeun namja Kim Jongin, namun hasilnya malah diluar prediksi Sooyeon. Darah segar seketika merembes keluar dari hidung mancung namja itu …

Othoke?

~ ~ ~

Setelah insiden kecil itu, Sooyeon ditegur habis – habisan oleh seluruh fans Kim Jongin. Dengan berat hati, Sooyeon lalu memutuskan untuk minta maaf, yaa minta maaf. Dan hal itu benar – benar sulit untuk ia lakukan. Dengan berat hati Sooyeon lalu menemui namja yang sedang dirawat di UKS sekolah itu.

“Jongin-ssi” panggil Sooyeon ketika memasuki UKS, ia menemukan Jongin sedang berusaha membilas darah yang tak hentinya merembes dari hidungnya. Namja itu menoleh ketika menyadari kedatangannya, poni yang menutupi dahinya sedikit basah karena terkena air dari wastafel. Dan saat itu ia terlihat tampan sekali.

“mau apa kau?” katanya dingin lalu membilas lagi hidungnya

“errr aku sedang ingin mencari obat” kata Sooyeon cepat – cepat.

Yaak Choi Sooyeon, batin Sooyeon kepada dirinya. Kau kesini kan untuk meminta maaf bukannya mencari obat! Kenapa sih kau harus berbohong. Tapi namja itu sombong sekali, meminta maaf padanya saja rasanya benar – benar tak sudi.

“Yaak apakah kau bodoh bukan begitu caranya menghentikan pendarahan” kata Sooyeon, ketika memperhatikan darah Jongin tak juga berhenti merembes

“memangnya kau tau apa?” kata Jongin berhenti membilas hidungnya. Sooyeon lalu mengambil kapas dari kotak obat dan mengulurkannya ke namja itu.

“angkat kepalamu sedikit, lalu tekan luka dihidungmu dengan kapas”

Sesaat namja itu ragu, namun kemudian ia mengikuti saran Sooyeon, dan akhirnya berhasil darahnya mulai berangsur tak merembes lagi.

“gomawo …” kata Jongin pelan,

Apa dia mimpi, Batin Sooyeong, Namja itu berterima kasih padanya?

Jongin lalu memandang Sooyeon dengan tatapan aneh dan alis mengkerut. Kemudian namja itu menyadari sesuatu. “Yaak kau yang melempar bola voli itu kan, Yaak cepat tanggung jawab, bagaimana kalau wajah tampanku ini kenapa – kenapa”

“Shiro” kata Sooyeon jengkel, ia menatap kesal Jongin lalu berbalik pergi. namun namja itu menahannya.

“Yaak, Choi Sooyeon kau harus tanggung jawab!!!”

Sooyeon lalu berbalik ketika mendengar namja itu memanggil namanya, bagaimana namja itu bisa tau namanya? Mereka bahkan tak kenal secara langsung, dan Sooyeon bahkan bukan yeoja yang popular disekolah.

“Shiro!” kata Sooyeon tegas untuk sekali lagi “kau bahkan tak kenapa – napa!”

“apa kau buta?” kata Jongin kesal, ia lalu mencoba menutup luka dihidungnya dengan plester luka, “aku mengalami pendarahan hebat tau”

Sooyeon cuma mendengus kesal, sejak kapan Namja yang terkenal dingin dan tak banyak bicara itu, mendadak cerewet seperti ini?

Sooyeon lalu meraih plester luka yang coba dipasang Jongin dihidungnya, namun karena kebodohan namja itu plester luka itu tak pernah bisa menempel dengan benar dihidungnya. Sooyeon berjinjit agar bisa setara dengan namja itu, ia lalu menempel plester luka itu ditempat yang benar. Tanpa disangka wajah Jongin langsung memerah ketika Sooyeon berada sedekat itu dengannya. Ketika Sooyeon selesai, yeoja itu langsung terkikik geli.

“kenapa wajahmu memerah sepeti itu Jongin-ssi” kata Sooyeon asal sambil mengoda namja itu. Jongin nampak salah tingkah, wajahnya terlihat lucu sekali dengan hidungnya yang diplester seperti itu. Untuk mengalihkan kekikukannya, namja itu lalu mengambil sebuah spidol dari atas meja kotak obat, ia meraih tangan Sooyeon, melipat lengan blazer seragamnya, kemudian menuliskan sederet angka di sepanjang pergelangan tangannya.

“Ini nomor telponku, ingat kau masih harus bertanggung jawab padaku”

“MWO??”

“Jangan dihapus, aku hanya spesial memberikan nomor ini padamu seorang Sooyeon ssi” kata namja itu sambil menyeringai “Ingat hubungi aku” Ia lalu pergi meninggalkan Sooyeon sendirian di UKS.

Mwo? Batin Sooyeon, buat apa namja itu memberikan nomor telpon itu padanya?

~~~

“Waah Chanyeol-ah, kau akan menginap seminggu disini?” seru Baekhyun ketika membukakan pintu untuk sahabat karibnya itu.

“Nee Baekhyun-ah, aku boleh merepotkanmu selama seminggun ini?” terdengar suara berat seorang namja yang sudah Sooyeon hapal diluar kepala.

Sooyeon yang menguping lewat ruang makan langsung menjerit tanpa suara. Park Chanyeol sahabat baik Oppanya, akan menginap dirumah mereka selama siminggu. Dan itu berarti Sooyeon bisa melihat namja itu seminggu penuh. Akhirnya Sooyeon bisa sedekat ini dengan orang yang sudah ia taksir selama ini. Yihaaaa!!!

Sooyeon lalu pura – pura lewat didepan kamar Baekhyun Oppa, sosok jangkung berambut ikal itu lalu menyapanya dengan senyumannya yang amat lebar.

“Sooyeon-ah, bagaimana kabarmu?”

“Baik oppa” kata Sooyeon kelewat ceria. Sosok menyebalkan Baekhyun Oppa lalu menyembul dari pintu kamarnya.

“Chanyeol-ah ayo kita main, aku punya games terbaru nih. Sudah jangan kau pedulikan anak kecil itu!” kata Baekhyun

“Oppa!!! Aku bukan anak kecil lagi” kata Sooyeon, yang cuma dibalas merong oleh Oppanya itu. Chanyeol cuma terkekeh melihat dua bersaudara yang tak pernah akur itu.

“Sooyeon-ah aku masuk dulu ya” kata Chanyeol ramah.

Kenapa sih oppanya itu selalu menganggu momennya bersama Chanyeol Oppa.

Sooyeon lalu masuk kekamarnya yang berada tepat di sebelah kamar Baekhyun Oppa. Hari ini ia akan tidur lebih awal karena besok mendapat jadwal piket pembersihan kelas. Sooyeon lalu naik ketempat tidur, ia merapatkan diri kedinding dan memasang baik – baik kupingnya. Dari sini ia masih bisa mendengar suara berat Chanyeol Oppa yang sedang ribut bermain games di kamar sebelah. Waah senangnya tidur sambil mendengar suaranya …

Sooyeon tak bisa berhenti tersenyum – senyum sendiri, ia lalu mengangkat lengannya. Dan melihat sederet nomor yang tertulis di pergelangan tangannya. Itu omor telpon Kim Jongin. Bekas spidol yang ditulis namja itu masih tak bisa hilang dari kulitnya. Dan namja itu menyuruhnya untuk menghubunginya.

Yang benar saja, batin Sooyeon ia takkan sudi melakukannya.

Yeoja itu lalu menutup mata, dan langsung tertidur beberapa menit kemudian.

~~~

Jongin sedari tadi memelototi LCD I-Phonenya, menunggu mendapatkan sebuah pesan di inboxnya. Sebuah jitakan lalu mendarat di kening namja itu.

“Pletak! Arrrggghh”

“Kyungso-ah, kau ini chincaaa” kata Jongin kesal, sementara Kyungso sahabat baiknya cuma terkekeh geli. Namja manis itu lalu duduk di sofa sebelahnya.

“ck ck ck… hanya seorang Choi Sooyeon yang bisa membuat seorang Kim Jongin menjadi galau seperti ini” kata Kyungso masih tertawa

“Yaak! Aku tak seperti itu!” kata Jongin “yeoja itu menyebalkan sekali!”

“biar menyebalkan tapi kau suka kan?” goda Kyungso “Jongin-ah, kau ini kasian sekali. Hampir seluruh yeoja disekolah menyukaimu. Tapi yeoja yang kau suka malah tidak menyukaimu. Seluruh yeoja berlomba untuk menyatakan cinta padamu, tapi untuk menyatakan cinta pada Choi Sooyeon saja kau tak berani. Ckckck, Pabo Jongin-ah”

“Yaak, Kyungso-ah, bagaimana bisa aku mendekatinya kalau dia seperti membenciku! Untung saja ia melempar bola itu padaku, kalau tidak kami takkan mungkin bisa bicara seperti tadi di UKS” kata Jongin, namja itu mengelus plester luka di hidungnya. Ia langsung tersenyum mengingat memori indah tadi siang.

Tiba – tiba sebuah pesan masuk ke inboxnya “Yaak Kyungso-ah dia mengirimiku pesan!”

“Yah itu cuma pesan layanan service Jongin-ah”

Dengan kesal Jongin lalu melempar I- Phonenya ke sofa, ia sudah malas menunggu pesan dari yeoja itu. Choi Sooyeon, kenapa kau menyebalkan sekali!

~~~ 

Sooyeon sedang mengelap kaca jendela kelasnya. Dia datang pagi sekali, sehingga ia jadi piket sendirian karena teman – temannya belum ada yang datang. Sooyeon lalu membersihkan kaca jendela di tingkat yang paling atas. Tubuhnya yang tak setinggi itu hanya mampu berjinjit untuk mengapainya, namun tetap saja tak bisa. Sebuah tangan lalu meraih tangannya yang terus berusaha mengapai puncak jendela. Tangan lembut menyentuh tangannya dengan pelan, dan mengambil alih lap itu darinya.

“Jongin-ssi” kata Sooyeon tak percaya, sambil menengadah melihat namja itu ada diatasnya. Jongin cuma tesenyum mencemoh, tangannya masih tetap membersihkan jendela itu. Sedangkan badannya memerangkap tubuh mungil Sooyeon.

“kenapa kau tak menghubungiku?” tanya namja itu

“buat apa, itu tak penting” kata Sooyeon sambil mengerenyit, ia mendorong pelan namja itu, kemudian berjalan menjauh darinya. Sooyeon lalu mengambil tinta refill di atas meja guru, ia kemudian mengisi ulang spidol – spidol dengan isi tinta yang baru. Kim Jongin berhenti mengelap kaca dan kini mengekori dirinya yang sedang mengisi tinta.

“buat apa kau datang sepagi ini?” tanya Sooyeon

“karena ada yeoja yang tak menepati janjinya untuk menghubungiku tadi malam”

“Yaak aku tak ada berjanji padamu!!”

“tapi tetap saja kau harus bertanggung jaw …. CROOOTTTT!!!!”

Tinta Refill yang digenggam oleh Sooyeon tanpa sengaja dengan keras tertekan, dan isinya memancar tepat mengenai wajah dan seragam Jongin. Membuat namja itu menjadi hitam belepotan tinta

“Grr … Choi Sooyeon!!!”

~~~

“Kau tunggu disini saja” kata Sooyeon, ketika Jongin telah selesai membersihkan diri di kamar mandi UKS. Wajah namja itu telah bersih dari tinta tapi seragamnya benar – benar tak layak pakai karena penuh dengan noda tinta. “sebentar lagi Oppaku datang dan meminjamkan seragamnya untukmu. Jongin mengangguk dan Sooyeon kemudian bergegas untuk pergi.

“Kau mau kemana?”

“tentu saja kembali ke kelas, pelajaran sudah mulai dari tadi tau”

“tak boleh!” kata Jongin tegas “Ini semua gara – gara kau, jadi kau harus tanggung jawab, temani aku sampai Oppamu datang”

Sambil mengereyit kesal, Sooyeon lalu menghempaskan diri di sofa UKS.

“Chinca, seragamku kotor sekali” kata Jongin, ia lalu membuka seragamnya di hadapan Sooyeon, memperlihatkan tubuh atletis serta kulit kegelapannya yang mempesona.

“YAAK!!! Namja mesum apa yang kau lakukan!!!” teriak Sooyeon histeris

“stss kau mau ada guru datang kesini gara – gara teriakanmu” kata Jongin kesal “apa salahnya dengan membuka seragam, kau yang pikirannya mesum”

Tiba – tiba terdengar suara langkah kaki mendekat, dari kejauhan Sooyeon mendengar suara Kim Susaengnim yang super galak itu. Beliau tak boleh menemukan mereka berdua disini, pasti mereka akan dihukum berat karena ketauan membolos.

“cepat sembunyi” Jongin lalu mengambil seragamnya dan juga menarik tanggannya. Ia membuka salah satu tirai tempat tidur di UKS, mereka lalu bersembunyi disudut tempat tidur, Jongin menutupi mereka berdua serapat mungkin dengan tirai.

Sooyeon menahan napas ketika menengar suara langkah Kim susaengnim memasuki ruang UKS. Namun setelah beberapa lama akhirnya Kim Susaengnim berjalan pergi.

“sepertinya dia sudah pergi” kata Sooyeon, yang ingin cepat – cepat ingin keluar dari tempat persembunyian itu, karena jujur saja ia tak nyaman berada sedekat ini dengan Jongin yang berada dalam keadaan topless.

“Tunggu” bisik Jongin. Sooyeon lalu menoleh dan menemukan wajah Jongin berada amat dekat darinya. Hingga Ia bisa merasakan hembusan napas namja itu menerpa wajahnya. Badannya yang topless lalu dicondongkan ke depan, hingga  Sooyeon dapat merasakan panas tubuhnya. Sesaat Jongin tersenyum geli melihat ekspresi wajah Sooyeon, yang sama sekali tak bisa bergerak saking syoknya.

Namja itu lalu memberi kecupan singkat di bibir mungil Sooyeon, kemudian terkekeh lagi setelah menciumnya.

“PLAAAKKK!!!” secara refleks Sooyeon lalu menampar namja itu. Karena serangan mendadak Sooyeon, namja itu kehilangan keseimbangan dan mereka berduapun jatuh ke lantai, dan tirai yang menutupi mereka berdua tersikap terbuka.

“Sooyeon-ah”

Sooyeon yang berada di lantai, lalu menengadah mendapati Chanyeol Oppa berdiri dihadapannya dengan sebuah baju seragam Baekhyun Oppa ditangannya. Ia tampak benar – benar syok melihat Sooyeon jatuh dari balik tirai, bersama dengan seorang namja yang sedang topless

Choi Sooyeon, kau benar – benar mati sekarang.

~~~

“HUAAAAAAAA!!!!!” Sooyeon lalu menangis sejadi – jadinya di bangku taman sekolah, imagenya benar – benar hancur sekarang. Chanyeol Oppa pasti mengira hal yang aneh – aneh karena kejadian itu.

“Sudahlah” kata Jongin di sebelahnya. Namja itu masih saja mengikutinya, setelah kejadian itu Sooyeon benar – benar terguncang jadi dia tak mungkin kembali belajar di kelas lagi. Sooyeon memutuskan untuk bolos saja sampai jam pulang sekolah. Karena merasa bersalah Jongin pun menemani yeoja itu.

“ini semua gara – gara kau!!!” bentak Sooyeon kepada namja itu

“Mian” kata Jongin sambil mengelus kepalanya, Sooyeon lalu menepis tangan namja itu dengan kasar

“jangan sentuh aku lagi! Dasar namja mesum!!!”

“Yaak aku tidak mesum!!!” bela Jongin

“lalu kenapa kau menciumku tadi? Kalau bukan mesum apalagi coba namanya!!”

“itu bukan mesum! Tapi karena aku menyukaimu!” kata Jongin sungguh – sungguh

Sooyeon cuma mencibir mendengar ucapan namja itu “pokoknya kau harus tanggung jawab! Sampai saja kalau ada gossip gossip aneh gara – gara kejadian tadi!”

“Iya aku akan bertanggung jawab!” kata Jongin

“hah!” kata Sooyeon sambil mengerenyit “bagaimana caramu bertanggung jawab hah?”

“dengan menjadikanmu yeojachinguku” kata Jongin serius

Sooyeon langsung membelalakan mata mendengarnya!, apa ia tak salah dengar Kim Jongin baru saja memintanya menjadi yeojachingunya?

Ini adalah saat yang tepat, batin Sooyeon. Ini adalah saat yang tepat untuk membalas dendam pada Kim Jongin. Namja itu telah menyakiti Kyuri, membuat hidupnya sial dan lebih buruknya lagi Ia membuat Sooyoen kehilangan harapan untuk bisa bersama Chanyeol Oppa yang selama ini Ia sukai,

Oke, Kim Jongin, bersiap – siaplah menangis akibat pembalasan dendamku!

~~~

Dua Minggu kemudian …

Sooyeon benar – benar sukses membuat Kim Jongin bertekuk lutut padanya. Ia sudah berpacaran dua mingu dengan namja itu. Tentunya secara diam – diam. Namja itu begitu baik padanya, perhatian dan sabar menghadapi segala tingkah laku Sooyeon yang sebenarnya sama sekali tak memiliki perasaan pada namja itu.

Mungkin sekarang adalah saat yang tepat untuk memutuskan namja itu, biar dia bisa merasakan hal yang dirasakan yeoja – yeoja yang selama ini telah Ia sakiti. Sooyeon lalu mengetik pesan untuk namja itu. Mungkin memutuskan lewat sebuah pesan akan sangat kejam bagi namja itu.

To : Napeun Namja

Kita putus, sudah jangan hubungi aku lagi

~~~

Jongin membelalakan mata menerima sebuah pesan dari Sooyeon. Segera ia menghubungi yeoja itu

“yeobosoyo”

“YAAK!! Kau jangan bercanda!!” teriak Jongin pada namja itu

“ya aku memang bercanda, selama ini aku hanya bercanda denganmu Jongin-ah”

“MWO??”

“kau tau aku tak meyukaimu! AKU MEMBENCIMUU!! BENAR – BENAR MEMBENCIMU!!!”

“WAEEE?? Sooyeon-ah kenapa kau membenciku? Apa salahku padamu?”

“kau NAPUEN NAMJA!! Kau menyakiti sahabatku Kyuri dan juga yeoja – yeoja lainnya!!!”

“jadi kau pacaran denganku hanya untuk menyakitiku seperti ini?”

“Nee! Kau pantas mendapatkannya Jongin-ah”

“kau benar – benar keterlaluan Sooyeon-ah!!!” Jongin lalu menutup telpon itu, Ia berusaha menahan air matanya yang akan mengalir.

Sooyeon-ah tak taukah kau, aku menyakiti yeoja – yeoja itu karena aku tak bisa membalas perasaan mereka. Perasaanku ini hanya untuk dirimu.

~~~

“Lho ditutup?” kata Sooyeon kaget, ketika telpon tiba – tiba ditutup. Sooyeon lalu mencoba menghubungi Jongin lagi, tapi telponnya sudah nonaktif.

Yes, batin Sooyeon dalam hati. Akhirnya ia berhasil menjalankan misi balas dendamnya. Namja itu pasti sangat sakit hati sekarang.

Sooyeon lalu tersenyum penuh kemenanngan, namun senyumnya langsung luntur ketika perasaan sedih tiba – tiba menyerang hatinya. Kenapa dia merasa seperti kehilangan sesuatu?

Pintu rumah Sooyeon tiba – tiba terbuka, Sooyeon lalu mendongak untuk mengetahui siapa yang datang. Ternyata Chanyeol Oppa dan Kyuri

Apa Kyuri? Dan Chanyeol Oppa? Batin Sooyeon syok. Dan mereka berdua sedang berpegangan tangan.

“Sooyeon-ah!” pekik Kyuri girang “lihat aku membawa namjachingu baruku nih”

“Anyyong Sooyeon-ah” kata Chanyeol oppa nyengir lebar, tiba – tiba cengirannya serasa tak lagi menyenangkan bagi Sooyeon.

“Oppa? Kyuri-ah?”

“Iya kami baru saja resmi pacaran” kata Kyuri ceria “ternyata sudah lama Chanyeol Oppa menyukaiku …”

“MWO???”

Tiba – tiba Sooyeon merasakan semua yang ia lakukan benar – benar sia – sia, pada akhirnya ia kehilangan segalanya …

~~~

Sebulan kemudian …

Sooyeon tersenyum – senyum sendiri membaca pesan – pesan yang Jongin kirimkan padanya. Pesan – pesan namja itu tak pernah ia hapus dari Iphonenya. Sooyeon merindukannya.

Itu sebuah fakta yang menyedihkan dimana dialah yang memutuskan dan mempermainkan perasaan namja itu. Namun setelah semuanya terlambat Sooyeon baru menyadari ia ternyata mencintai Jongin.

Apakah ini benar- benar akhir untuk dirinya?

Apakah tak ada keajaiban baginya …

“Duuk”

Sooyeon meraskan sebuah sentuhan di kepalanya, sebuah bola voli lalu meluncur kepangkuannya.

“Jongin-ah?” kata Sooyeon ketika melihat namja itu berdiri diatasnya. Sudah lama sekali Sooyeon tak melihatnya lagi.

“maunya aku melemparnya tepat ke hidungmu” kata Jongi dingin.

Sunyi diantara mereka, kemudian kesenyuian itu terpecah olah suara tawa Jongin.

“jangan bohongi hatimu Sooyeon-ah, kau masih menyukaiku kan?”

Sooyeon cuma terdiam, ia lalu memukul – mukul  lengan namja itu

“Yaak mana mungkin aku menyukai namja jahat sepertimu!!!” kata Sooyeon kesal

“tapi aku masih harus bertanggung jawab padamu” kata Jongin sambil tersenyum manis “lagian mana ada yeoja yang menolak pertanggung jawabanya namja tampan sepertiku”

“YAAK!!! Dasar narsis!!!” kata Sooyeon ia lalu melempar bola itu ke arah Jongin, namja itu lalu menangkapnya dengan tepat

“Dan juga kau harus bertanggung jawab karena telah membuatku patah hati, jadi Choi Sooyeon apakah ada yang ingin kau katakan padaku?”

Sooyeon lalu tersenyum kecil, Ia lalu berdiri dengan bantuan namja itu

“Saranghae Kim Jongin”

“Nee, Nado saranghae Choi Sooyeon …” kata Jongin sambil terkekeh, ia lalu mengajak yeojachingunya itu menyebrangi lapangan voli. Mereka berdua lalu bermain bersama di tengah lapangan tanpa ada yang takut lagi akan ada yang pergi lagi meninggalkan satu sama lain.

~END~

Anyyoong reader >.<

First, mau ngucapin terima kasih buat admin yang uda mau ngepost oneshot ini *bow

Makasi juga buat reader yang udah baca, ditunggu komennya yaa

Maaf kalo oneshot ini gak aneh *bow

Iklan

53 pemikiran pada “A Sweet Revenge

  1. Nyeseek thor!~~ chanyeol nya sama aku aja!!#ditimpukin kyuri# bagus thor..feel nya jga dapet tapi..kurang panjang. Maap thor!! Bukan mau nyakitin hati kok..cman klo sedikit ngasih saran biar panjangan dikit ff nya..oke..love you thor~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s