Our Love Story (Chapter 1)

Part I –just an usual feeling-

Author            : Annisa          a.k.a    Byun Ji Hyun

Ivo                a.k.a    Kim Eun Jung

Main Cast       : – Byun Ji Hyun,  – Kim Eun Jung

Other Cast    : find it by yourself :D,, eotthe?

Length           : Chaptered

Genre              : Friendship, Romance, Scool Life, Family

Rating             : Teen

Bacot author :annyeong..!! urineun Jihyun Eunjung eo. Ini ff debut pertama kita, mian kalo banyak typo bertebaran, ngebosenin dan yah.. bisa dibilang gaje.. kekeke.. 😀

Minta saran dan kritiknya ya.. dimohon yang uda baca dicomment, INSYA ALLAH dibales kok, walaupun commentnya Cuma titik. Oke daripada baca kata kata author yang gaje mending capcus aja yuk baca ff.nya.. Happy reading.. 😀

Author POV

-@Jihyun’s bedroom

Careless.. careless..

Shoot anonymous.. anonyumous..

Heartless.. mindless..

No one who care about me..

Suar jam beker berbentuk jamur ungu itu membagunkan seorang yeoja manis yang masih tertidur lelap dan asyik dalam mimpinya. Tampak wajah ceria dari seorang yeoja mungil diatas tempat tidur  king size itu saat mendengar jam beker kesayangannya itu membangunkannya.. ya JiHyun adalah pemilik dari jam beker berbentuk mushroom itu. Kenapa senang? Jawabannya karena ini adalah hari pertamanya memasuki VAI S, kedua sahabatnya juga melanjutkan sekolah disitu, yup.. Lee Taemin dan Kim EunJung. Byun Baekhyun, oppa dari JiHyun juga bersekolah di VAI S.

“JiHyun ireona!! Ini hari pertamamu memasuki sekolah baru sayang..”panggil eomma JiHyun dari luar.

“Ne eomma.. aku sudah bangun” yeoja itu langsung mengambil handuknya dan bergegas mandi.

|—>_<—|—>_<—|—>OLS<—|—>_<—|—>_<—|

-@Jihyun’s bedroom

Setelah makan JiHyun kembali kekamarnya untuk mengambil tasnya, tiba-tiba..

“Ya!! Oppa, kau mengagetkanku saja” bentak JiHyun sambil memukul pelan lengan oppanya.

“Aku tidak mengagetkanmu saengiku.. mianhe jika membuatmu terkejut” jawab BaekHyun sambil merangkul dongsaengnya dan memasang tampang aegyonya.

“Ehm, ne.. oppa apa disekolah baruku itu sangat menyenangkan? Apakah disana orangnya mudah bergaul? Apakah aku akan punya banyak teman? Apakah ak..”belum selesai JiHyun melanjutkan kata-katanya oppanya sudah menjawab.

“Ya..!! aku baru tau kalau saengiku yang manis ini tidak percaya diri.. aku jadi menyesal selalu membanggakanmu didepan teman-temanku” BaekHyun mencubit pipi dongsaengnya dengan gemas.

“Oppa bukannya aku tidak percaya diri, tapi aku agak sedikit gugup.. chamkkaman..  tadi oppa bilang selalu membanggakanku pada teman-teman oppa? Yang itu kau jangan menyesal aku memang pantas dibanggakan, kekeke..” mendengar oppanya telah membanggakannya, JiHyun yang tadinya tertunduk lemas sekarang mulai bersemangat.

“JiHyun-ah percayalah pada oppamu ini.. arasseo? Mm.. aku tadi hanya berbicara untuk menghiburmu saja, jadi jangan berlebihan.. kajja kita berangkat!!”

“Ne oppa, kajja!!”

|—>_<—|—>_<—|—>OLS<—|—>_<—|—>_<—|

JiHyun POV

-@school

Saat keluar dari mobil oppaku, aku sedikit terpana dengan sekolah baruku ini, dan sedikit demi sedikit rasa gugupku mulai sirna, oppaku memberi semangat dengan menggengnggam tanganku.

“Kajja, kita kekelasmu dulu, XA kan?” yah, cukup dengan senyumanmu saja aku sudah nyaman oppa, aku tidak akan mengecewakanmu.

“Ne” jawabku singkat.

Aku belum pernah sama sekali datang kesekolah ini, mungkin orang lain mengira aneh, tapi tidak karena sistem pendaftaran dilakukan via internet, dan aku masuk karena mendapat tawaran dari sekolah ini langsung. Sebenarnya tidak hanya disini aku ditawari bersekolah, tapi karena sekolah ini sangat terkenal dan oppaku juga disini jadi aku memilih bersekolah disini saja. Aku mendengar banyak siswa yang mendaftar ke sekolah ini yang ter-eliminasi.

Disekolah ini yang diutamakan adalah ‘seni’, ‘matematika’, dan ‘ipa’, tapi tidak sedikit yang masuk kesini karena uang. Kabarnya juga disini banyak yeoja yeoja yang centil dan sombong, makanya aku agak sedikit takut, tapi yasudahlah aku harus percaya pada oppaku.

Aku dan oppaku berjalan menyusuri koridor lantai dua yang tidak terlalu ramai, tapi firasatku tidak enak, dari pertama keluar mobil sampai detik ini banyak yeoja yang menatap sinis kearahku. apa salahku? Oppa aku takut… Sepertinya oppaku mengerti perasaanku, dia menggenggam tanganku lebih erat, dan tatapan  para yeoja itu tidak ada henti-hentinya malah tambah mengerikan. OMO.. bagaimana ini, baru masuk sudah dapat tatapan seperti ini.

“Baek Hyun-ssi..” seru seseorang dari belakang, sepertinya suara ini tidak asing bagiku, tanpa menunggu lama aku dan oppaku membalikkan badan ke belakang. Sang Hee eonni? Yeoja yang baru sekitar satu minggu ini menempati rumah tepat disamping kiri rumahku? Sekolah disini? Bagaimana aku tidak tau?

“Eonni.. kau bersekolah disini juga? Kenapa tidak pernah memberitahuku?”

“Ne JiHyun, mian tidak memberitahumu, kukira kau sudah tau dari oppamu.. oh, ini..” dia memberi sebuah map besar berwarna kuning pada Baek Hyun oppa.

“Oh.. gumawo Sang hee” Baek Hyun oppa menerima map itu, dan tangan mereka bersentuhan.

“Ne cheonma BaekHyun-ssi, permisi aku harus keruang guru dulu annyeong JiHyun..”

“Ne, anyyeong eonni” Dia baru melangkahkan satu kakinya tapi, oppaku menahannya, OMO..!! tidak pernah oppa memegang tangan wanita selain orang yang memang dekat dengannya, dan orang yang dekat dengannya itu tidak ada yang yeoja,dia selalu cuek terhadap yeoja, apa oppa sudah jatuh cinta pada Sang Hee eonni? Tapi aku setuju saja Sang Hee eonni orangnya baik. Arrhg.. kenapa aku malah berpikir seperti ini?

“Wae?” tanya Sang Hee eonni.

“Emm.. aku juga mau keruang guru sebenarnya.. JiHyun mianhe, oppa harus bertemu dengan Choi seonsaengnim untuk membicarakan project ini, jeongmal mianhe saeng.. bisakah kau kekelasmu sendiri?” gantian oppa yang bertanya padaku, uhh.. jujur aku tidak bias menolak wajah  aegyo oppaku ini, aku menyerah sajalah.

“Ne, oppa gwench..” belum selesai aku bicara padanya, dia sudah menarik tangan Sang Hee eonni dan berlari meninggalkanku begitu saja.

“Hufft.. dasar oppa andai aku bertemu dengan taemin dan eunjung pasti aku tak akan berjalan sendiri seperti ini, benar juga kenapa aku tidak bertemu mereka ya..?”  umpatku dalam hati.

“Huh.. kasian sekali kau, yang tadi awalnya digandeng mesra oleh seorang Byun Baek Hyun sekarang ditinggal lari dengan Sang Hee, makanya jadi murid baru jangan kecentilan.. baru masuk hari ini udah bikin gara-gara, liat aja nanti apa yang bakal terjadi sama yeoja kecentilan kayak kamu.. yuk cabut guys..!!” sekumpulan yeoja yang tadi menatap tajam kearahku tiba-tiba berbicara seenaknya dan meninggalkanku dengan wajah sinisnya.

“Cih.! kau tidak tau siapa aku? Aku adalah adik BYUN BAEK HYUN, tidak tau apa-apa langsung nyolot aja, dasar yeoja ngga tau aturan” rutukku dalam hati. Aku tak terlalu menggubris omongan yeoja tadi.

Sang Hee POV

-@school

“Oh.. gumawo Sang hee” Baek Hyun  menerima map itu dengan senyum mengembang diwajahnya, dan tanganku bersentuhan dengannya.

“Ne cheonma BaekHyun-ssi, permisi aku harus keruang guru dulu annyeong JiHyun..” aku baru melangkahkan satu kakiku tapi sepertinya ada yang menahanku, siapa ya?, OMO..!! ternyata Baek Hyun yang memegang tanganku.

“Wae?” tanyaku memasang wajah innocent, walaupun sebenarnya dag dig dug juga, keke..

“Emm.. aku juga mau keruang guru sebenarnya.. JiHyun mianhe, oppa harus bertemu dengan Choi seonsaengnim untuk membicarakan project ini, jeongmal mianhe saeng.. bisakah kau kekelasmu sendiri?” gantian Baek Hyun yang bertanya JiHyun.

“Ne, oppa gwench..” belum selesai JiHyun bicara Baek Hyun sudah menarik tanganku dan berlari meninggalkan JiHyun  begitu saja, aku jadi merasa bersalah dengan JiHyun. Baek Hyun tetap menarik tanganku sambil berlari menuju ruang guru, dan sesampainya disana aku merasa canggung untuk berbicara dengannya, entah kenapa? Atau karena peristiwa tadi? Arrhg.. sudahlah lupakan. Sang Hee.. kau tidak boleh menyukainya..!! kau sudah punya Kai.!!

JiHyun POV

Saat aku menaiki tangga, tiba-tiba..  <#thor banyak banget ya tiba-tibanya>

Brukk,,

“Aw.. ah.. ahh..” kakiku sakit sekali, seseorang memegang pundakku dan mengangkatku untuk membantuku berdiri, aku dapat merasakan aroma tubuhnya,, hmm.. bau parfumya seperti oppaku tapi sepertinya tangannya lebih halus dia.

“Gwencanayo?” aku hanya mengangguk untuk menjawabnya kakiku masih sedikit sakit, sial kenapa berdarah., aissh.. jinjayo!!

“Jeongmal mianhe, aku buru-buru” ucapnya singkat lalu berlari meninggalkanku, .. yang kulihat hanya punggunya dan dia melambaikan tangannya padaku. Arrhg… kenapa hari pertama masuk sudah sial sekali? Yah mungkin dia memang terbur-buru. Tapi bagaimana wajahnya? Apa dia tampan? Apa banyak jerawatnya? Atau kulitnya berminyak? Atau mungkin dia sangat keren? Suaranya merdu sekali walaupun aku hanya sekilas mendengarnya.

Aku berdiri dan merapikan bajuku bergegas menuju kelas. Dengan sedikit kerepotan aku berjalan menuju kelasku, oppa sudah memberitahuku letak kelasku, jadi aku tidak terlalu pusing pusing membawa peta untuk mencari kelas.

Tanpa kusadari aku telah berdiri tepat didepan pintu XA, aku melangkahkan kakiku masuk, masih sepi. Kulihat ada namja yang seperti Taemin, ah bukan itu memang Taemin. Aku berjalan cepat menedekatinya dan ‘HAP’, kututup matanya.

“JiHyun-ah lepaskan aku.. aku tau itu kau JiHyun” sialan sia-sia usahaku mengendap-endap hufft..

“Hufft.. memang dari dulu kau selalu bisa menebakku, aku menyerah, hei.. dimana Eun Jung?” Taemin membalikkan badannya hingga berhadapan denganku.

“Molla, biasanya dia berangkat nomer satu.. hei kenapa kakimu kotor sekali? Ya.!! Lututmu, aissh.. kau pasti habis jatuh.. ceroboh sekali kau ini G..!!”(panggilan taemin dan eunjung pada JiHyun, baca: JI).

“Tadi aku tidak sengaja tertabrak sesorang, tapi itu bukan sepenuhnya kesalahanku..” taemin tak menghiraukan ucapanku.

“Duduk..!! tak bisakah kau hilangkan hoby jelekmu itu? Ha? Kau ini selalu membuat orang khawatir, bagaimana kalau tidak ada aku dan eunjung siapa yang akan mengobati lukamu setiap kau jatuh? Ha? Bahkan aku harus selalu sedia plester untuk mengobati lukamu, aissh.. kau ini”

“Ya..!! aku tidak sengaja Taeminie orang itu juga yang terburu-buru.. maaf kalau aku selalu menyusahkanmu tapi aku tidak pernah sama sekali memintamu untuk menolongku, kau jangan memarahiku terus aku tidak suka kau marahi seperti itu, aw..” taemin menekan lututku.

“Kau fikir kita sahabat macam apa sampai sampai tidak menolong sahabat sendiri yang ceroboh sepertimu? aku tidak memarahimu, hanya menasehatimu G,  sekarang sudah selesai.. kau duduk dimeja sampingku ya.” Sebuah senyuman manis taemin diberikan padaku.. akupun hanya mengangguk menurutinya.

|—>_<—|—>_<—|—>OLS<—|—>_<—|—>_<—|

Eun Jung POV

-@Eunjung’s house

“Sial aku terlambat, eomma aku berangkat dulu aku sudah kesiangan..” teriakku pada eommaku yang kupastikan tidak mendengar. Aku langsung memasuki mobilku yang sudah ada Yang ajusshi, sopir pribadiku

“Ajusshi, aku sudah kesiangan.. cepat sedikit ajusshi!!” perintahku dengan nada keras, bagaimana aku tidak emosi ini sudah kesiangan sekali, dan dia melajukan mobil hanya dengan kecepata 20km/jam. Apa dia mau membiarkanku dihukum? Ini hari pertamaku masuk sekolah. 😦

“Mianhe ajusshi” aku jadi merasa bersalah telah membentaknya.

“Ne agasshi, gwenchana” seketika mobil yang kutumpangi dengan Yang ajusshi melesat cepat memebelah ramainya kepadatan kota.

‘Ciiit..’ mobil berhenti tepat didepan gerbang sekolahku, tanpa ba-bi-bu aku langsung keluar dari mobil dan menuju kelasku dengan bekal peta sekolah, maklum sekolah sebesar ini kalau tidak menggunakan peta pasti susah mencari, aku saja yang sudah membawa peta masih bingung, sesampainya aku di taman sekolah , oh no.. aku buta arah sekarang.. hya..!! sekarang mana utara dan mana selatan?

Ku putar bola mataku mencari orang untuk menolongku, pandanganku terhenti pada seorang namja yang sedang duduk dipinggir kolam sambil melempar batu ke kolam ikan itu.. tanpa pikir panjang akupun menghampirinya.

“Emm. Permisi.. aku mau tanya kelas XA dimana ya? ” dia hanya terdiam dan terus menatapku dalam.

“Gwenchanayo?” dia menggelengkan kepalanya, mungkin aku menyadarkannya dari lamunanya..  tapi aku sedikit risih bagaimana tidak, dia menatapku lama tanpa berkedip.

“Oh ne, kajja! Aku antarkan ke kelasmu” terlihat semangat sekali dia, aku jadi heran, apa ada yang salah dengan namja ini? Uh.. entahlah yang terpenting aku diantar ke kelasku.

Akupun langsung mengikutinya, dari kejauhan aku melihat sebuah papan tanda diatas pintu kelas yang terdapat bertulis “XA”, namja yang tak kuketahui namanya itu berkata padaku.

“Ehm, boleh aku tau siap…”

“Sepertinya aku sudah menemukan kelasku,gamsahamnida”,ucapku menundukkan badan sedalam dalamnya, sebelum berlari meninggalkannya sambil melambaikan tangan, ya aku memotong pertanyaannya mungkin, tapi bagaimana lagi ini tidak kebiasaanku berangkat kesiangan apalagi dihari pertamaku memasuki VAI S.

Namja itu menatap bingung kearahku, dan menggaruk kepalanya yang kurasa tidak gatal. OMO..!! aegyo sekali dia.

Aku memasuki sebuah kelas yang kurasa, memang inilah kelasku yang aku cari dari tadi, dan ini saatnya aku berkata “WOW..!!”. Aku tidak salah memilih sekolah ternyata, kelas yang bisa dibilang “WOW..!!”, oh bukan salah tapi, kelas yang sangat “WOW..!!”, bagaimana tidak dari tempatku berdiri saja sudah disuguhkan pandangan menarik, 2 AC, LCD Proyektor, 4 Penghangat ruangan, meja sendiri-sendiri, interior yang menarik, locker dalam kelas, entah apalagi yang akan membuatku menganga lebar melihat sekolah ini. Walaupun aku dari kalangan atas tapi aku juga hanya seorang siswi baru yang pertama kali melihat sekolah ini. Aku masuk disini karena mendapat beasiswa, dan keahlianku dalam  basket, ya itulah yang mengantarku masuk ke sekolah ini, walaupun sebenarnya tanpa mendapat beasiswa aku juga bisa masuk disini karena uangku. Bukan berarti aku sombong tapi memang di VAI S ini jika tidak punya keahlian khusus ya hanya uang yang bisa jadi jalan keluar.

Aku berjalan dengan agak cepat dan mataku menemukan sosok yang sangat familiar yang sedang membaca buku, yeah nae chingu, JiHyun, aku berjalan lebih cepat untuk menghampirinya berinisiatif duduk disampingnya tapi ternyata sudah ada sebuah tas yang mangkring di samping kanan dan kiri meja JiHyun, sampai saat ini dia belum menyadari keberadaanku. Aku menaruh tasku didepan meja JiHyun yang terlihat kosong.

“Brakk..!!” spontan semua orang langsung menatapku, tak terkecuali JiHyun, aku hanya diam bersikap cool untuk menjaga image. <#kekeke jaga image cool? Apa betah? Dingin tauk..!! (abaikan)>

“Ya!! Eunjung-ah akhirnya kau datang juga, aku kira kau akan tetap bersikeras mempertahankan keinginanmu untuk masuk ke Chungdam High School dan meninggalkan aku dan Taemin”kata JiHyun sambil menutup bukunya dan memasang wajah aegyonya.

“Hya!! Mana mungkin aku bisa meninggalkan kalian lagi pula sepertinya aku tidak salah pilih sekolah, mm.. bagus juga..”

“Eunjung-ah waeyo kenapa kau berangkat sesiang ini?tidak seperti biasanya yang selalu datang pagi sekali, bahkan aku lebih dulu darimu sekarang”

“Aku tadi malam tidur jam tiga, ah bukan, bukan tadi malam tapi baru tadi aku tidur dan jam tujuh baru bangun, aku lupa memasang alarm dan pelayanku tidak membangunkanku, eomma kira aku sudah berangkat, hufft.., tapi hanya untuk kali ini aku berangkat kesiangan, ingat itu!!”jelasku panjang lebar pada JiHyun.

“Bbaa..!! hey jung!” teriak taemin yang memekakkan telingaku, aissh anak ini dasar.

“Huu.. aku tidak kaget taem.. caramu masih selalu di level satu, belajarlah terus padaku” jawabku sambil mehrong padanya.

Taemin tidak merewesku malah duduk di meja samping JiHyun dengan seenaknya padahal jelas-jelas sudah ada tas diatas meja itu, tapi tunggu dulu.. dia membuka tas itu, OMO..!! aku baru sadar itukan tas Taemin <#gubrakk.. ngga tau tas temen sendiri..> ya maklumlah ingatanku tidak terlalu bagus.

“Yei… kita satu kelas lagi..!!” aku gembira sekali, sepertinya kita memang ditakdirkan selalu bersama, kekeke.

“Ne, aku juga senang, senaang sekali.. jadi aku tetap punya teman..” senyum JiHyunpun mengembang.

“Hei, bagaimana kesan pertama kalian waktu pertama masuk kesini?” tanyaku pada mereka.

“Hufft melelahkan.. yeoja-yeoja disini sangat centil, kalian tau? Tiba-tiba ada seorang yeoja yang langsung menarikku dan memperkenalkan pada teman-temannya kalau aku itu pacarnya, dan semua temannya mempercayainya, alhasil pipiku dicubiti para noona noona itu, tidak hanya itu, ada yang tiba-tiba memelukku, memberiku coklatlah, bunga mawarlah, arrhg… aku tidak suka sekali mengalami ini.. aku ingin bebas tidak seperti waktu JHS lagi.. selalu mendapat perlakuan seperti itu, huffft..” Taemin mendengus kesal.

“Haha.. ya..!! Taemin, seharusnya kau bangga seperti itu, hahaha.. itu artinya kau dihargai!!” JiHyun berkata bijak walaupun sedikit tertawa.

“Ya..! kau meledekku atau memujiku? Ha?” Taemin menggembungkan pipinya sambil memanyunkan bibirnya, aigoo.. imut sekali.

“Ahhhaha..hahah.hahah..  Taemin aku hanya memberimu saran jika kau ingin tidak didekati para noona noona yang tergila-gila padamu itu lebih baik kau mencari yeojachingu saja!! Arrachi?” jawabku enteng.

“Yeojachingu? Emm.. aku belum siap” taemin tertunduk lemas, semburat merah muncul di pipinya.

“Wae? Banyak yeoja-yeoja yang mau denganmu kan? Atau kau tidak percaya diri? Cari saja, pasti semua yeoja mau kecuali aku, karena aku sudah tau watakmu itu. Btw nugu?” aku mencoba mencari jalan terbaik untuknya.

“Tapi aku belum siap, aku takut dia menolakku. Emm nanti jika waktunya tepat aku akan memberitahumu”

“Ya..!! Taeminnie, kau jangan putus asa seperti itu.. hwaiting..!!” JiHyun yang dari tadi hanya menjadi pendengar setia ocehanku dan Taemin sekarang menimpali.

“Ne.. hwaiting..!!” seruku

“Ehmm.. ara.. hwaiting.. lalu bagaimana dengan kalian.. kesan pertama masuk sekolah ini?”

“…….”

“…….”

Ketika kami sedang asyik bicara, seorang namja yang bisa dibilang tampan memasuki kelas dengan pakaian yang terlihat seperti guru.

Eun Jung POV End

JiHyun POV

“annyeonghaseyo..” sapanya sambil merekahkan senyumnya itu ‘OMO..!! tampan sekali.. matanya hanya terlihat garis saat ia tersenyum”

“annyeonghaseyo..” balas anak-anak serempak.

“ehm.., naneun Lee JunHo imnida, saya guru matematika disini, dan saya ditugaskan menjadi wali kelas kalian.. pertama –tama, bisakah kalian memeperkenalkan diri kalian masing-masing..? mungkin ada yang sudah kenal, tapi ada juga yang belum kenal, biar lebih akrab silahkan kau darisana maju dan perkenalkan namamu lalu setelah itu kau dan seterusnya..!!” terlihat berbibawa sekali pembawaannya.

Seseorang yang ditunjuk oleh Lee seonsaengnimpun maju kedepan memperkenalkan diri, begitu terus sampai giliran tiba di meja Taemin, Taemin berdiri dan berjalan kedepan.

“Annyeonghaseyo.. naneun Lee Taemin imnida, bangapseumnida..” para yeoja dikelas ini pada histeris saat Taemin tersenyum, kecuali aku dan Eunjung.

Sekarang giliranku untuk maju.

“Annyeonghaseyo.. naneun Byun JiHyun imnida, bangapseumnida..” OMO..!! semua namja disini kenapa melihatku seperti itu.. oh no..!! apalagi si kembar itu kenapa mereka mengedipkan matanya bersamaan? Ya..!! aku jadi risih menerima tatapan seperti itu, aku segera kembali ketempat dudukku..

Lee seonsaengnim menjelaskan banyak tentang berbagai macam aktivitas dan eks-school disini. Disaat pembagian organisasi, Eun Jung terpilih menjadi ketua kelas, sikapnya yang cool, dan pendiam tapi tegas membuat Lee seonsaengnim menjadi simpatik padanya.

“Kalian semua berkenalan dulu agar lebih akrab, nanti kalian akan dikumpulkan di lapangan untuk MOS , tunggu saja sampai kalian dipanggil dari speaker room” Lee seonsaengnim meninggalkan kami dan keluar.

Setelah Lee seonsaengnim keluar kelas menjadi gaduh kulihat Taemin dan Eunjung sudah asyik dengan teman baru mereka, dua namja kembar yang mengedipkan mata padaku secara bersamaan tadi berjalan menuju tempatku. Tidak hanya mereka, sekitar dua atau tiga namja juga mendekati mejaku dan berhenti mengelilingiku. Sedikit takut tapi akhirnya mereka memasang senyuman, manis juga mereka. Kecuali satu namja yang hanya menatapku tajam.

“Perkenalkan aku Jo Kwangmin, dan ini kembaranku Jo Youngmin..” sikembar berambut hitam pekat itu mengenalkan teman temannya tapi dia berhenti.

“Jo Youngmin imnida” haha, sepertinya si kembar yang satunya lagiyang ditunjuk menjadi wakil ketua ini aga sediikit sensi.

“Xiu Min imnida” kali ini namja bertampang imut itu.

“Tao” giliran namja bermata tajam itu memperkenalkan diri, dingin sekali dia tatapan matanya juga tajam sekali.

Aku merasa tidak tahan ingin buang air kecil, aku keluar meminta ijin pada mereka, tanpa bilang pada Taemin dan Eun Jung. Kamar mandi terletak di samping kelas XD, aku masuk ke kamar mandi itu.

‘CKLEK’ seperti suara orang mengunci pintu, tapi kuabaikan saja suara itu,sedetik kemudian lampu mati. Aku tetap tidak menanggapi, mungkin hanya mati lampu biasa. Setelah aku selesai aku hendak keluar, tapi.. Ya..!! wae..? wae tidak bisa dibuka? Aiissh.. aku menarik-narik gagang pintu tetapi apa hasilnya? Malah aku mendengar gelak tawa beberapa yeoja, samar-samar aku mendengar mereka bilang “rasakan!!”. Aku berteriak minta tolong tapi mereka malah semakin mengeraskan suaranya dan dalam sekejap suara itu menghilang.

Aku berusaha bersikap tenang, mencari ponsel untuk mengabari bahwa aku terkunci dikamar mandi, aish.. aku lupa membawa ponselku, arhhg.. otteohke?

“tolong..!! ada seseorang disini? Ya..!! tolong bantu aku..!! aku terkunci disini..” aku berusaha berteriak sekencang-kencangnya dan hanya letih dan haus yang kurasa. Aku semakin tidak berdaya diruangan yang gelap ini seperti tidak ada udara lagi, sesak didada, kedinginan, itu yang kurasa sekarang. Kumohon seseorang bantulah aku..

J~TBC~ J

Kira-kira siapa ya yang nolongin JiHyun? Trus siapa sih yang ngunci JiHyun dikamar mandi? Oiya siapa juga yang ditaksir sama Taemin? Penasaran ngga? Kalo iya komen dulu dong.. sekalian minta saran dan kritiknya.. Bagi yang pernah nulis ff dan ngga ada yang ngomen atu ngerespon taukan perasaannya? Sedih. Itu jawabannya, tapi kalau emang ngga ada ya terpaksa ngga aku lanjutin L, tapi aku harap kalian suka dan berharap  aku ngelanjutin ni ff.. kekeke… :D. Mian banyak typo, mian juga kalo ff.nya aga aneh maklum ini ff debutku..

Oiya di part ini Main cast cowoknya belum keluar tunggu di next chapter yahg..

Annyeong..

Comment Like Oxygen for me

33 pemikiran pada “Our Love Story (Chapter 1)

    • Kkk.. Iya aku buat biar pada penasaran trus endingnya juga rada nggantung..
      Rada nggantung apa emang nggantung yah..#bodo ah
      tapi gumawo yah uda mau comment..
      Tenang next chap segera aku kirim deh.. 😀

    • Hihi.. Gumawo eonni..tapi aku ngrasa masih abal banget deh. First soalnya..
      Tenang part 2na yda ada kok tinggal kirim tpi masih bingung buat posternya..
      Posternya jelek banget menurutku.. 😦

      • Cheonma 🙂 Aku dulu juga gitu kok, tp as time goes by juga bakalan better and better 😉
        Semua ff ku malah gaada yg pake poster, G-ya 😀

Tinggalkan Balasan ke icapilo Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s