Dear My Lover (Chapter 4)

Tittle               : Dear my lover (chapter 4)

 

Autho              : jejesikha

 

Genre              : Romance

 

Rating             : PG 15

 

Length             : Chaptered

 

Main cast        :  Park chanyeol (EXO K)

Wufan Kris (EXO M)

Lee Ahra (OC)

Tiffany (OC)

Dia membalikan badannya kearahku, memegang tanganku erat dan menatapku lekat lekat.

“kris, aku…”

“lebih baik kita melakukannya,”

“apa?” tanyaku heran dengan apa yang dia katakan tadi.

“persetubuhan, kita harus melakukannya,”

Aku menatapnya sejenak, apa yang dia katakan? Persetubuhan katanya?

“karena kita belum melakukannya, kita tidak percaya satu sama lain, dan aku tahu pernikahan kita tersembunyi karena aku adalah seorang public figure tapi bukan berarti kau bisa berbuat seenaknya, berciuman dengan mantan kekasihmu, pergi ke seoul tanpa sepengetahuan suamimu sendiri,” Dia menggenggam tanganku,

“aku yakin setelah kita melakukannya, kita akan percaya satu sama lain, dan setidaknya masih ada celah untukku untuk menyinggahi hatimu,”

Kris mendekatkan wajahnya, lalu mencium keningku, “tapi jika kau tidak ingin melakukannya, aku tidak memaksamu,”

Dia beranjak dari duduknya, berjalan keluar menuju beranda sambil membawa botol sojunya.

 

Persetubuhan?

Pasti semua orang akan mengalaminya, terutama untuk sepasang kekasih yang kini sudah terikat pernikahan, setiap orang pasti membutuhkannya, tapi aku belum memikirkan hal sejauh itu.

Mungkin, jika pada akhirnya aku berhasil melakukan hal itu dengan kris, dan pada akhirnya cinta kita tak terpisahkan, apalagi jika tuhan akhirnya menitipkan seorang anak yang akan menghiasi hari hariku, tapi apakah itu akan berhasil, apakah hal itu bisa membuatku melupakan chanyeol dan berpaling pada Kris sepenuhnya?

Dreet dreeet

Tiffany

Chanyeol ada di apartement sekarang,

Aku masih menatap ponselku, chanyeol sekarang ada di apartementku?

“kris, aku akan pulang,” aku menghampirinya yang tengah meminum soju di beranda hotel.

Dia menatapku, lalu tersenyum dan bangkit dari duduknya,

“berhati-hatilah,datang lagi lusa jam 12 malam,” dia mencium keningku sekilas, aku mengangguk lalu bergegas memakai sepatu wedges 7cmku.

 

 

“aku tahu kris ada di seoul, manager mengatakan dia pergi begitu saja, tanpa kabar, dia melewatkan beberapa acara TV, dan dia harus absen,”

Aku menatap chanyeol yang tak henti memainkan jarinya, sambil menunduk dia menceritakan semua kronologi kedatangan Kris yang sempat heboh karena membuat panik seluruh staff management di china,

“aku sudah bertemu dengannya, dia juga sudah menghubungi managernya, dan dia tahu apa yang kita lakukan pada malam itu,” kataku pada akhirnya.

Seketika chanyeol menatapku dengan matanya yang terbuka maksimal, “benarkah itu?!”

“ehm” jawabku sambil meminum teh yang ada di meja.

“apa dia marah padamu? Melakukan hal yang kasar padamu?!”

“tidak,” jabawaku singkat,

 

“chanyeol,” aku memanggil namanya pelan,

“hm?”

“aku… aku sangat mencintaimu tapi, setelah aku bertemu dengan kris rasanya aku menjadi orang lain,”

Dia hanya tersenyum padaku, lalu menggenggam tanganku dan menatapku penuh arti,

“itu sebabnya aku kesini, aku akan mengajakmu pergi ke café Mui Mui, kita akan mengulanginya dari awal, dari pertama aku menyatakan cinta padamu, kita ulangi semuanya dari awal,”

“tapi chanyeol… aku sudah menikah,”

“jika kau benar-benar mencintaiku, datanglah lusa, pukul 12 malam,”

Lusa? 12 malam?

Dia bangkit dari duduknya, “aku harus pergi sekarang” dan mencium keningku sekilas lalu berjalan menuju pintu dan menutupnya kembali,  1 hari ini aku mendapatkan ciuman dikening dari 2 pria yang berbeda,

Aku berfikir sejenak, mencerna semua yang tadi chanyeol katakan.

Mengajakku memulai semuanya dari awal, dan itu artinya aku akan kembali menjalani hubungan, dan kini statusku menikah, bukankah itu sedikit gila? Apa maksudnya aku harus menceraikan Kris?

 

“ahra, kau begitu labil,” suara itu terdengar dari belakangku, aku menoleh kebelakang dan mendapati tiffany yang sedang berjalan menghampiriku,

“Lee Ahra, lahir pada tanggal 14 april 1993, lahir di seoul namun setalah usianya 2 tahun pergi ke paris bersama kedua orang tuanya, dan di usia 10 tahun dia kembali ke seoul. Lee Ahra wanita dengan tinggi 161cm, berat 46kg dan ukuran sepatu 38, memiliki mata dan bibir yang indah namun Lee Ahra adalah wanita yang labil dan tidak bisa mengikuti kata hatinya,”

“lee ahra, aku tahu seluk belukmu, dan satu hal yang aku benci darimu, kau labil dan tidak bisa mengikuti kata hatimu,”

“tiff,” desahku.

“jika kau terus seperti ini, bukan kau saja yang akan sakit hati, tapi chanyeol dan wufan yang menunggu kepastian darimu, terlebih lagi kris yang statusnya adalah suamimu,”

“jadi aku harus bagaimana?!!” bentakku padanya, mengapa tiffany makin mambuatku pusing, apa gunanya teman kalau dia selalu seperti ini, memberi saran tanpa solusi,

“sudah  kubilang berapa kali, ikuti kata hatimu! Itu yang aku tidak suka darimu! Kau selalu labil dan tidak pernah mengikuti hatimu, merasa kasihan pada kris, kasihan pada chanyeol, kalau kau terus seperti ini akan semakin rumit, tinggalkan salah satu dan selamanya dengan satu orang kau cintai!”

“pilihlah yang menurutmu akan membuatmu bahagia di masa depan, menuntunmu menuju surga, mengasihimu, mencitaimu dengan ikhlas!”

dia kembali ke kamarnya lalu menggebrakan pintunya dengan keras.

Kini aku sadar, semua yang dikatakannya adalah semua solusi untukku, ya, dia mengetahui semua seluk belukku, lebih dari 3 tahun aku bersamanya, dia bukanlah saudaraku, kakakku ataupun satu darah denganku, dia temanku dan kini berubah menjadi sosok keluarga pengganti ayah dan dan ibuku.

Menyesal telah membentaknya, menyesal selalu mengabaikan saran dan solusinya, dan pada akhirnya aku menyadari bahwa dialah yang selalu memberikanku semua saran dan solusi, dia yang selalu mendengarkan keluh kesalku, dia yang menggantikan posisi ibuku saat membantuku di pernikahan, dia yang terbaik untukku.

 

 

 

Lebih dari 5 jam dia tidak keluar dari kamar, bahkan aku mengetuk pintunyapun dia tidak meresponku, aku mulai khawatir.

Aku berjalan menuju kamarnya, mengetuk pelan pintunya,

“tiffany…” sautku dari luar

“maafkan aku..”

“aku memang bodoh, aku hanya gadis yang belum bisa bermetamorfosis menjadi sosok wanita sesungguhnya, aku hanya gadis labil yang selalu mementingkan egoku sendiri..”

Aku meneteskan air mataku, “tapi aku sadar selama ini kau yang selalu membuatku nyaman disampingmu, kau bahkan lebih memilih untuk tinggal denganku ketimbang melanjutkan studimu di California..”

“aku yang bodoh, selalu bertindak sesuka hatiku, tidak pernah mendengar saran dan solusimu, aku hanya gadis bodoh dan tolol yang selalu membuatmu pusing…”

“kau membuatkanku sarapan setiap pagi, menyelesaikan semua masalahku, membantu mengerjakan tugas, membeli beberapa baju, bra bahkan underwear untukku…”

“maafkan aku telah membentakmu tiffany, maafkan aku…”

Aku bisa mendengar bunyi pintu kamarnya yang mulai terbuka, aku membalikan badanku dan kulihat tiffany yang berdiri disana dengan air matanya yang membasahi pipinya,

“ahra… kau tidak bodoh,” dia berlari kearahku lalu memelukku erat,

“tidak ahra, kau tidak seburuk apa yang kau katakan, jika kau tolol mungkin IQmu tidak akan pernah mencapai 147..”

Aku membalas pelukkannya, pelukan terhangat adalah pelukan ibu dan yang kedua adalah pelukan tiffany. Karena bagiku dialah pengganti ibuku,

“maafkan aku tiff,” aku melepaskan pelukannya. Menatap wajahnya dan matanya yang sembab karena menangis.

“maafkan aku juga ahra, terkadang saat aku memberimu solusi, aku selalu menggunakan nada yang tinggi, aku tahu pasti kau marah..” dia menghapus air matanya dengan jarinya yang lentik,

 

Kamipun terlibat percakapan yang cukup panjang, selama 3 tahun dan baru kali ini aku bertengkar dengannya, meskipun awalnya aku kesal dengannya dan dia juga sama sepertiku, merasa kesal denganku tapi kini kami malah membahas apa yang membuatnya kesal padaku dan begitupun sebaliknya, aku membahas apa yang aku tidak sukai darinya, dan perbincangan ini membuatku intropeksi, bahwa hidup tidak akan selamanya mudah, terkadang kita harus merasakan pahitnya hidup, bittersweet feeling, dan betapa indahnya jika kita saling berbagi dan membicarakan apa yang kita tidak suka dari teman kita sendiri, vbukan membicaran dibelakang, melainkan share satu sama lain, daripada kita harus bertengkar dan pada akhirnya menjadi musuh, bukan itu yang Tuhan ajarkan dalam kitab sucinya, tapi Tuhan mengajarkan untuk saling terbuka dan intropeksi diri, dan yang paling aku yakini adalah tuhan maha adil, dan selalu memberikan kebahagian pada waktunya.

 

 

Waktunya telah tiba, 2 hari setelah Kris dan Chanyeol sama sama membuat janji pada waktu yang sama, pukul 12 malam, dan kali ini aku harus memilih diantara mereka, dan tentunya aku mengingat apa yang dikatakan oleg tiffany, ikuti kata hatiku.

 

Kali ini aku mengenakan sweater pink kesayanganku pemberian chanyeol 3 tahun yang lalu, sweater ini terasa longgar, dan mungkin berat badanku turun seiring banyaknya masalah yang aku hadapi sekarang.

“kau sudah memikirkannya matang matang?” ujar tiffany sembari membawakanku coklat hangat lalu memberikannya kepadaku,

“yeah, aku telah memikirkannya, kali ini aku benar benar mengikuti kata hatiku,” jawabku sambil mengambil gelas itu dari tangannya, meminumnya sedikit demi sedikit.

“aku bangga pada temanku yang satu ini,”

Aku tersenyum terkekeh padanya, “haha, kau harus sangat bangga padaku,”

“berhati-hatilah, aku akan selalu menunggu kabarmu,” ujarnya sambil tersenyum,

Aku memberikan gelas itu padanya, lalu berpamitan pada tiffany seaya pergi dari apartement.

 

 

 

Aku mantap melangkahkan kakiku, menapaki semua trotoar yang aku lewati, karena kali ini aku benar benar yakin, siapa yang aku pilih sekarang, siapa yang benar benar akan aku cintai seumur hidupku, siapa yang akan menuntunku menuju surga, siapa yang akan mendampingi hidupku dan pada akhirnya cintaku tidak akan pernah terceraikan, dan hanya kuasa tuhan yang akan memisahkan.

Dan aku yakin, sungguh yakin,  karena kali ini aku mengikuti kata hatiku,

 

***

 

 

-5 tahun kemudian-

“umma, lalu siapa yang dia pilih?” tanyanya dengan wajah yang menggemaskan, sesekali aku mencubit pipinya yang putih dan seketika berubah menjadi merah merona setelah aku mencubit pipinya,

“umma.. sakitt,” protesnya sambil menggembungkan pipinya yang chubby,

Aku mengecup pipinya gemas, “kira-kira siapa yang wanita itu pilih? Apa kau bisa menebaknya? Sora pasti tahu,”

“umm…” ucapnya dan menimbulkan jeda yang lama,

“aku pulang!”

Suara semangat itu terdengar dari depan ruang tamu, akhirnya dia sudah pulang.

“ayahku pulaaang~” teriaknya sambil berjalan menuju ayahnya, Sora langsung meminta untuk digendong, lalu menyuruh ayahnya untuk menghampiriku,

“aku pulang,” ucapnya sabil mendaratkan kecupan kecil di bibirku,

“kau pasti sangat lelah?” tanyaku sembari melepaskan dasinya berlahan,

“umma…kau belum menjawab pertanyaanku, jadi siapa yang wanita itu pilih?” tanyanya dengan wajah yang amat sangat menggemaskan,

“kalian sedang menceritakan sebuah dongeng?” Tanya pria itu penasaran. Dan tepatnya Pria itu adalah suamiku.

“umm, yang wanita itu pilih adalah ayahmu~” jawabku dan membuat kaget Sora, matanya yan tidak terlalu sipit itu tiba-tiba terbuka maksimal,

“jadi wanita itu umma?” tanyanya pensaran.

“yup, sora Wu adalah anak yang paling pintar,”

“jadi umma memilih papa, dan akhirnya umma hidup bahagia dengan papa,” ucapku sembari memeluk mereka dengan erat.

Aku bisa melihat muka Sora yang tersenyum, “jadi umma sekarang sangat mencintai papa?”

“tentu saja, jika umma tidak mencintai papa, maka Sora tidak akan pernah ada disini…”

Sora mengalihkan padanganya menuju ayahnya “papa, apa papa sangat mencintai umma?” Tanya Sora,

“tentu saja, papa sangat mencintai umma, dan tentu papa juga mencintai Sora,” Kami sama sama mencium pipi Sora, dan kini kehadiran seorang anak adalah hal yang paling penting dalam suatu hubungan, setelah malam itu, aku malakukan hal yang paling tidak bisa terlupakan dengan Kris, aku mulai menyadari bahwa jangan pernah menyia-nyiakan orang yang kita sayangi dan tidak selamanya perjodohan itu akan berakhir sad ending, meskipun aku harus merelakan chanyeol, namun kehadiran Sora Wu, adalah hal yang paling terindah dalam hidupku sekarang. aku mulai belajar dan membuka hatiku untuk Kris, dan kali ini yang memenuhi hatiku hanyalah Kris dan Sora.

Tidak ada yang lebih bahagia setalah aku meningikuti kata hatiku, percaya pada dirimu sendiri, dan yakinlah karena tuhan akan mamberikanmu pentunjuk untuk mencapai kebahagiaan, Tuhan akan memberikan kebahagian tepat pada waktunya.

 

-END-

 

 

Hello^^

I really wanna says thankies very much for all my readers yang selalu baca FF ku dari This Love chapter 1,2,3,4 dan 5 sampai finally FF ku yang ke dua, Dear my Lover.  terima kasih buat comment dan like kalian yang ofcourse selalu jadi pacuan buat saya untuk menciptakan dan menghasilkan FF yang lebih baik lagi. Really thankyou so much readers, love you so much ❤

Iklan

37 pemikiran pada “Dear My Lover (Chapter 4)

  1. Hufff lega rasax akhirx kris yg kepilih. Aq suka yeolli sih tp dari ceritax gak rela deh kalo kris yg dikorbankan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s