KaiHyo Story: My Juliette

KaiHyo Story: My Juliette

Author             : Inhi_Park

Main casts       : Kim Jongin a.k.a. Kai & Kim Hyora

Support casts   : Kim Hyorin, Kris (just mentioned)

Length             : Oneshot

Genre              : Romance

Rating             : PG-16

(Hyora’s side)

Perlahan kuputar knop pintu yang menghubungkan gedung sekolah dan atap gedung, tempat dulu Kai menarikku dengan paksa kemari lalu mengungkapkan perasaannya padaku. Namja yang sedang duduk di sebuah meja kayu yang sudah tak terpakai dan menghadap ke depan itu menoleh saat pintu tua yang ku dorong menimbulkan suara berderit yang cukup keras.

Ia tersenyum tipis, seperti biasanya, saat melihatku berjalan mendekatinya lalu mengambil tempat di sampingnya.

“Menyenangkan ya…” Gumamnya.

“Apanya?” Tanyaku sambil mengarahkan pandangan penuh tanda tanya padanya.

“Datang ke sekolah, tapi tidak untuk belajar… hehehe” Jawabnya terkekeh.

Kami memang baru saja menyelesaikan ujian akhir beberapa hari yang lalu. Aku dan Kai optimis akan lulus mengingat usaha kami belajar mati-matian saat akan menghadapi ujian kemarin. Hari ini, seluruh siswa kelas 3 memang datang ke sekolah, tapi bukan untuk belajar melainkan untuk mengambil undangan untuk acara pesta perpisahan kami minggu depan.

“Jadi apa tema pesta perpisahan nanti?” Tanyanya.

“Memangnya kau belum mengambil undangannya?” Jawabku balik bertanya.

Ia menggeleng.

“Igae…” Aku menyodorkan kertas undangan milikku yang tadi tersimpan rapi di dalam tas.

“Masquerade party…”Ia mengeja setiap kata yang tertera di bagian depan kartu berwarna silver itu. “Pesta topeng?” Tanyanya tak percaya.

“Emh…” Anggukku santai.

“Jadi tema untuk farewell party tahun ini pesta topeng?”

“Iya.” Aku menjawab kesal. “Kau ini heboh sekali sih. Memangnya kenapa kalau pesta topeng?” Tanyaku.

“Aniya… konyol saja.” Jawabnya sekenanya.

“Konyol kenapa? Aku rasa menyenangkan. Semua orang akan sibuk saling menerka siapa yang ada di balik topeng yang mana… Hahaha…Aku akan bersembunyi di balik topeng dan membuat semua orang tidak mengenaliku.” Tuturku yang berbuah tatapan tajam darinya.

“Bersembunyi dariku juga?” Matanya menatap mataku intens. Tatapan tajam yang selalu ku suka. Tatapan yang selalu membuahku semakin mencintainya.

“Kalau memungkinkan.” Jawabku sambil memalingkan pandangan.

“Tidak mungkin. Mau seperti apapun kau bersembunyi dariku, aku akan tetap menemukanmu.” Ia berkata sambil kembali meluruskan tatapannya ke depan. “Aku sudah sangat mengenalmu Hyo.”

“Apa kau yakin akan tetap bisa mengenaliku meski wajahku bertopeng?” Godaku.

“No doubt.” Jawabnya sambil sekali lagi menatap mataku serius.

“Kita buktikan…” Kataku.

“Hah?”

“Aku ingin tahu apa kau akan benar-benar mengenaliku.” Kataku. “Kita pergi ke pesta itu terpisah. Kalau kau benar-benar sudah mengenalku, kau pasti tidak akan kesulitan menemukan aku disana.” Tambahku.

Kai nampak diam dan berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk mantap. Kami pun setuju untuk melaksanakan tantanganku padanya tadi. Maka saat farewell party minggu depan, aku akan tahu sudah sedalam apa dia mengenalku.

<><><>

Aku sedang menghadap cermin, mematut diri sebelum kurang dari setengah jam pesta perpisahan sekolah akan di mulai. Tanganku sedang sibuk merapikan tatanan rambutku saat Rin yang sedang tiduran di tempat tidur mulai iseng berkomentar.

“Eonni, kau yakin Kai oppa tidak akan mengenalimu?” Tanyanya.

“Aku yakin, Rin…” Jawabku dengan tidak melepaskan pandangan dari bayanganku sendiri di cermin.

“Kalau aku sih percaya oppa akan dengan cepat mengenalimu.”

“Benarkah?” Aku berbalik menghadapnya yang ternyata sedang duduk di pinggiran tempat tidur dan menghadap kearahku.

“Wah… Eonni… biar ku tarik kata-kataku barusan. Kai oppa tidak akan mengenalimu. You look so different…”

Aku tersenyum mendengar pengakuannya barusan. Memang benar sih, dengan tujuan agar terlihat beda sehingga Kai akan sulit mengenaliku, malam ini aku berdandan habis-habisan meski akhirnya aku hanya membubuhkan riasan natural karena pada dasarnya aku memang tidak suka berdandan. Aku mengenakan dress dengan tali spaghetti (saking kecilnya tuh tali) berwarna pastel. Rambutku kubiarkan jatuh di pundak kanan, sedikit ku blow agar bertekstur lalu ku permanis dengan aksesoris sederhana.

“Bagaimana?” Tanyaku pada Rin yang hanya menjawab dengan acungan dua ibu jari dan anggukan mantap darinya.

“Aku pergi ya…” Kataku. Tidak lupa ku sambar topeng berwarna senada dengan dressku yang sudah ku siapkan jauh-jauh hari.

<><><>

Suasana aula gedung seni yang menjadi tempat di gelarnya acara nampak sudah sangat ramai. Dan disanalah dia. Dengan setelan tuxedo hitam aku melihatnya sedang mengobrol dengan beberapa temannya. Topeng yang juga berwarna hitam yang ia kenakan sama sekali tidak membuatku pangling. Aku masih bisa dengan mudah mengenalinya.

Setelah melirik jam yang melingkar di tangan kanannya, Kai nampak menyapukan pandangannya ke segala arah. Aku tahu persis apa yang sedang di lakukannya. Mencariku. Dia berjalan menjauh dari kerumunan kawan-kawannya dan mulai memindai satu per satu orang yang dia temui. Semakin dia mendekat ke arahku, maka semakin aku berjalan menjauhinya.

Aku terduduk di salah satu meja yang sudah di siapkan dengan segelas koktail di hadapanku. Mataku masih terus menyusuri sekelilingku karena beberapa detik yang lalu Kai menghilang dari pandanganku.

“Hai…” Suara seorang namja mengagetkanku dari belakang. Kai. “Aku memperhatikanmu dari tadi dan ku lihat kau sendirian. Boleh ku temani?” Tanyanya yang langsung mengambil tempat di sampingku sebelum aku sempat menjawab pertanyaannya.

“Ne…” Kataku pelan.

“Kalau boleh tahu, siapa namamu?” Tanyanya.

(ket: yang di miring kan itu suara hati Hyo yaa…n_n)

Aku membeku. Ya tuhan… aku harus menjawab apa? Namaku… “Joneun…” Kataku terputus. Ayo Hyo… Cepat berpikir. Sebutkan nama siapa saja… jangan sampai dia curiga… tapi siapa???“Joneun… Shin Minkyung imnida…” Aku menghela nafas lega setelah berhasil menjawab pertanyaannya tadi.

“Oh… Minkyung-ssi. Namaku Kim Jongin, tapi orang-orang memanggilku Kai.”

Kai mengulurkan tangannya yang lalu dengan agak ragu ku sambut juga.

“Emh… lalu aku harus memanggilmu apa?” Aku menjawab dengan suara yang sengaja dan dengan susah payah ku buat berbeda dari suara asliku. Aku tidak boleh menghindari pembicaraan dengannya atau dia akan curiga.

“Panggil Kai saja, supaya lebih akrab.”

“Oke… Kai-ssi.”

“Kau datang sendirian?” Tanyanya.

“Ne…”

“Aku tidak percaya gadis cantik sepertimu hanya datang seorang diri.”Apa??? Dia bilang aku cantik… waaah senangnya… Tapi tunggu, yang dia puji cantik itu Minhyung, bukan kau Hyo… Kai, awas kau nanti yaa… berani-beraninya menggoda yeoja lain…

“Hmm… Aku benar-benar datang sendiri. Dan kau, ku lihat kau juga sendirian?”

“Eung… Sebenarnya aku berjanji untuk bertemu seseorang disini.” Katanya.

“Kekasihmu?”Ayo Kai… Katakan… Aku ingin tahu apa kau akan mengakuiku atau tidak.

“Eung… Iya. Tapi sudah hampir satu jam aku berkeliling namun tetap tidak bisa menemukannya.” Emh… ternyata kau tetap mengakuiku Kai… “Ah, Sudahlah. Lupakan.”Mwo??? Kau bilang apa barusan? Lupakan?Benar-benar kau Kai…

Kami terus mengobrol. Aku melanjutkan peranku sebagai Shin Minkyung yang sebenarnya aku sendiri tidak tahu itu nama siapa. Sejauh ini, Kai bersikap biasa saja. Sepertinya ia tiak mencurigaiku sama sekali.

“Disini terlalu berisik. Bagaimana kalau kita keluar saja. Udara di luar sepertinya lebih segar…” Tuturnya.

Aku hanya mengangguk tanda setuju. Kami berjalan menuju kolam air mancur yang terletak di depan aula gedung seni ini. Aku berjalan mengikutinya dari belakang. Mataku menatap punggung Kai yang lebar dan kokoh. Postur tubuhnya yang tinggi dan tegap terlihat semakin gagah dengan tuxedo yang ia kenakan saat ini.

Saat tiba di dekat kolam air mancur, aku langsung mengambil posisi menghadap kolam yang terlihat sangat indah dengan percikan air yang membuat gelombang-gelombang kecil di permukaan. Keindahannya semakin di perjelas dengan cahaya lampu yang berasal dari tengah-tengah kolam.

Sementara aku asyik menikmati keindahan kolam, aku tidak sadar kalau saat ini Kai dengan berada tepat di belakangku. Aku baru menyadarinya saat nafas hangatnya mulai terasa menyapu tengkukku.

“Minkyung-ah… Rasanya aku tidak pernah melihatmu di sekolah ini.” Katanya.

“Hah? Ah, Ne. Aku siswi baru yang pindah satu bulan sebelum ujian. Jadi pasti banyak orang yang tidak mengenaliku.” Dustaku.

“Kau tahu… Ada satu hal yang membuatku langsung tertarik padamu.” Katanya dengan kembali menghembuskan nafasnya tepat di tengkukku yang membuatku merinding.

Sejujurnya, saat ini aku merasa sedang terbang di awan karena terlalu senang berada sedekat ini dengan Kai. Tapi tiba-tiba aku merasa terjatuh dari awan tadi saat aku ingat kalau saat ini aku sedang berperan sebagai Minkyung, bukan Hyo. Itu artinya Kai sedang mencoba mendekati yeoja lain.

“Aku suka wangimu.” Tambahnya setelah tidak mendapat respon atas pernyataannya yang pertama. “Emh… You smell like… Baby” Tambahnya lagi.

“Hah… Kau ini bicara apa?”Elakku saat tiba-tiba Kai mengelus belakang kepalaku.

“Yeah… My baby Hyo…” Katanya dengan suara pelan.

Seketika topeng yang kukenakan terjatuh. Ternyata ia mengelus kepalaku tadi sambil menarik tali pengikat topeng yang aku pakai.

“Kai…” Gumamku pelan.

“Sudah ku bilang aku akan menemukanmu.” Ia memutar badanku dan kini kami saling berhadapan.

“Sejak kapan kau tahu itu aku?” Tanyaku.

“Sejak pertama kali melihatmu melangkahkan kaki masuk ke dalam.” Katanya. “Dan saat mendekatimu, dari aroma tubuhmu saja aku tahu itu kau. Jadi percuma kau mengganti parfummu malam ini. Aroma tubuhmu lebih kuat.”

Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya. Ternyata aku benar-benar tidak bisa bersembunyi dari namja ini.

“Dan satu lagi. Saat di dekatmu, jantungku tidak mau berhenti berdegup kencang. Dan karena itulah aku yakin itu kau.”

Perkataannya yang terakhir sukses membuatku tertunduk malu. Wajahku terasa memanas sekarang. Aku yakin, wajahku pasti sudah sangat merah.

“Hyo…” Suaranya terdengar pelan. Sangat pelan.

Saat aku menegakkan kepala, ternyata wajah Kai sudah berada tepat di depanku. Matanya menatap lurus ke dalam mataku. Kami saling berpandangan cukup lama sampai akhirnya aku merasakan hembusan nafasnya semakin terasa sangat hangat menyapu wajahku. Tangannya bertengger manis di pinggangku sedangkan aku mendaratkan kedua tanganku di dadanya yang bidang. Wajah kami semakin dekat sampai akhirnya aku bisa merasakan sesuatu yang lembab dan hangat mendarat tepat di bibirku. Kai menciumku dengan sangat lembut.

Perlahan kami saling melepaskan setelah bibir kami bertautan cukup lama. Aku merasakan kecanggungan yang tercipta sesaat setelahnya. Aku memutar badan membelakangi Kai karena saat ini jantungku sedang berdegup dengan sangat sangat sangat cepat.

“Emh… Aku tidak suka suasana pesta seperti ini.” Katanya memecah kebekuan diantara kami.

“Aku juga.” Jawabku singkat.

Kini kami sudah tidak terlalu canggung lagi. “Mau pergi?”

“Ke?”

“Cafe Kris hyung. Kita makan malam disana saja.” Katanya. “Otte?”

“Oke…”

Kami berjalan menjauhi gedung seni dan menuju pinggir jalan untuk mencari taksi.

“Kai… Jalannya pelan-pelan saja yaa…” Kataku sambil menarik lengan Kai yang dari tadi dengan setia menggenggam tanganku.

“Kenapa?” Ia berhenti berjalan lalu menatapku.

“Kakiku sakit. Kau tahu sendiri kan aku tidak terbiasa memakai high heels seperti ini…” Rengekku sambil menunjuk-nunjuk kakiku yang terbalut high heels setinggi hampir 15 cm.

Kai tersenyum menanggapi rengekanku. Tiba-tiba ia melepaskan genggaman tangannya dariku dan memindahkan tangannya ke punggung dan pahaku, lalu mengangkat tubuhku. Kai membopongku sampai kami menemukan taksi yang kemudian mengantar kami ke cafe milik Kris oppa.

<>THE END<>

Author’s talk:

Anyeong chingu… Ketemu lagi di KaiHyo story…

Gimana nih cerita yang sekarang? Suka ga???

Author lagi pengen bikin cerita Kai & Hyo yang romantis… tapi ga yakin deh nih akhirnya cukup romantis atau ngga… heuu…

Cerita ini terinpirasi dari MV SHINee Juliette, yang SHINee memberdeulnya pada pake topeng (yg lebih pas di sebut kacamata) robot itu lho… (readers: Iya tauuuuu…) hehehe

Di tunggu kritik dan sarannya ya…

Makasih… n_n

76 pemikiran pada “KaiHyo Story: My Juliette

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s