The Miracle of Love (Chapter 1)

Author : Thya27 (thya_27)

Title : The Miracle of Love Chapter 1

Genre : romance,sad

Rating : PG 13

Cast :

1.      Oh Sehun

2.      Choi Jinri (Sulli)

3.      Park Chanyeol

Other Cast : Lee Taemin & Jung Krystal

Annyeong haseyo chingu, udah lama nih gak bikin ff soalnya lagi ngurus-ngurus pindahan, makanya moodnya sedih terus. Ya udah deh, seperti ff biasanya Author nggak pake OC. Tanpa banyak ngomong, silahkan dibaca ya..

Author POV

Hari yang kelam itu tiba-tiba datang dihidup Sulli. Sebuah SMS yang tengah ia baca saat ini membuatnya terdiam seribu bahasa (?).  Piyama yang saat ini dipakainya sudah basah dibanjiri air matanya yang terus mengalir. Kembali terngiang kejadian malam tadi yang membuatnya makin menangis menjadi-jadi.

Flashback

            “ Sulli, kepalaku sakit sekali. Kita main sekali, setelah itu langsung pulang yah!” keluh Chanyeol memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit itu. Sulli yang sedang mencoba mengambil boneka di mesin boneka itu mengerucutkan bibirnya.

            “ Aku mau dapat satu boneka, Oppa. Jebal!, beri aku waktu untuk dapetin bonekanya” pinta Sulli memohon dengan memberikan muka ter-imutnya. Chanyeol hanya bisa meringis mendengar perkataan Sulli. Dia pun mengambil alih Sulli yang masih mencoba mengambil boneka, memasukkan satu keping koin ke lubang mesin, dan mencoba mengambil sebuah boneka untuk Sulli. Keberuntungan menghampiri Chanyeol, ia akhirnya dapat menangkap satu boneka dan memberikannya kepada Sulli yang tampak senang.

            “ Ini, hadiah terakhir dariku!” ucapnya sambil memberikan Boneka Winnie The Pooh itu ke Sulli. Sulli hanya terdiam sebentar mencerna kata-kata Chanyeol. Matanya memandangi muka Chanyeol yang masih meringis kesakitan.

            “ Umm, Chanyeol oppa. Kita pulang saja ya… sepertinya kau sangat kesakitan”  saran Sulli sambil membopong Chanyeol yang sudah merintih-rintih.

            Sesampainya di apartemen Chanyeol, Chanyeol pun tiba-tiba mendekap tubuh Sulli. Sulli yang bingung pun hanya diam merasakan kehangatan pelukan Chanyeol.

            “ Asal kau tahu Sulli-ah, pertama kali aku merasakan jatuh cinta itu pada saat bersamamu. Aku akan mencintaimu sampai kapanpun dan dimanapun kau berada. Kalaupun besok aku mati, aku akan tetap mencintaimu Sulli-ah” pesannya sambil menciumi rambut Sulli. Sulli pun menangis mendengar perkataan Namjachingunya ini.

            “ Kau ini, berbicara macam-macam, bagaimanapun aku juga mencintaimu Chanyeol oppa” ucap Sulli memukul pelan dada namja yang ada dihadapannya ini sambil menangis mendengar pernyataan Chanyeol. Sepasang kekasih itu pun kembali pulang kerumah masing-masing.

            Flashback END

Kini, namjachingunya telah pergi meninggalkannya. Begitu teringat kata-kata terakhir Chanyeol yang membuat hati Sulli hancur.

“ Ini, hadiah terakhir dariku!”

“ Asal kau tahu Sulli-ah, pertama kali aku merasakan jatuh cinta saat bersamamu. Aku akan mencintaimu sampai kapanpun dan dimanapun kau berada. Kalaupun besok aku mati, aku akan tetap mencintaimu Sulli-ah”

            Sulli kembali menangisi kejadian tadi malam. Terakhir kalinya ia mendengar suara berat Chanyeol, terakhir kalinya ia merasakan pelukan hangat Chanyeol, dan terakhir kalinya ia melihat Chanyeol. Ia tidak menyadari ucapan-ucapan terakhir Chanyeol, ia tidak cepat menangkap kata-kata Chanyeol kemarin malam. Sejujurnya ia mau lebih lama bersama Chanyeol, bahkan ia tidak mau Chanyeol meninggal. Tetapi takdir tuhan berkata lain, Chanyeol bukanlah jodohnya.

Dengan cepat Sulli menyambar Jaket hitamnya dan berlari keluar rumah menuju Apartemen Chanyeol. Walaupun, hawa di Seoul saat itu sangatlah dingin, tetapi ia tetap berlari menuju kediaman Chanyeol. Di apartemennya, dipadati beberapa orang dan kerabat Chanyeol. Ibu dan Ayahnya mencoba untuk tegar walau dari raut muka keduanya tergurat kesedihan yang mendalam. Sehun, namja yang merupakan sahabat Sulli dan Chanyeol tengah terduduk lemas memegang guci abu Chanyeol.

“ Sehun!” panggil Sulli yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Sehun yang memang nampak sedih itu mencoba mencari suara Sulli yang terdengar olehnya. Sulli pun menghampiri namja yang tengah duduk memegangi guci itu.

“ Sulli-ah!” katanya pelan. Sulli langsung menangis deras dihadapan Sehun. Ia menangisi guci abu Chanyeol.

“ Ada apa yang sebenarnya Sehun-ssi?” tanya Sulli pada Sehun yang tertunduk lemah.

“ Selama ini, ia mengidap tumor otak dikepalanya. Aku sebenarnya sudah tahu sejak awal Sulli-ah, tetapi dia menahanku untuk tidak menceritakannya kepadamu. Saat sekitar jam 2 malam kemarin ia masuk rumah sakit” jelas Sehun mulai menangis. Sulli pun menangis dan memukuli Sehun yang tidak berdaya.

“ Kau jahat Sehun-ssi. Kau itu sahabatku, mengapa kau tega menyembunyikan ini dariku?!” tangis Sulli sambil memukul-mukul Sehun. Tangisnya meledak saat Sehun mendekapnya.

“ Mianhae Sulli-ah. Aku mau mengatakan padamu, tetapi Chanyeol hyung bilang aku tidak boleh mengatakannya” isak Sehun. Sulli masih membasahi baju Sehun dengan Airmatanya yang terus-terusan mengalir.

“ Chanyeol oppa…hiks-hiks” panggil Sulli lirih. Sehun pun berdiri sambil meraih tangan Sulli.

“ Sulli-ah, ahjumma bilang, kau dan aku diperbolehkan menebarkan abu ini. Kita akan tebarkan dimana?” tanya Sehun. Sulli tidak mampu menjawab pertanyaan, karena ia masih sangat shock dengan kejadian ini. Ia malah berjalan menuju altar, tempat foto Chanyeol dan karangan bunga diletakkan. Sulli pun terduduk menatapi foto Chanyeol yang tengah tersenyum ceria itu. Ia pun sujud untuk mendoakan  Chanyeol.

“ Chanyeol oppa? Mengapa kau begitu cepat meninggalkanku? Oppa, kumohon kau bahagia di surga. Sesungguhnya, sungguh berat hidup tanpa dirimu Chanyeol oppa. Aku selalu mencintaimu dan meyayangimu sampai kapanpun” doa Sulli lirih. Ia pun kembali mendongakkan kepalanya dan meraih tangan Sehun. Setelah mereka berpamitan dengan Orangtua Chanyeol, Sehun mengendarai mobil ditemani Sulli.

“ Kita akan tebarkan dimana Sulli-ah?” tanya Sehun. Sulli menarik napas panjang dan menolehkan kepalanya kearah Sehun.

“ Pantai yang ada di Selatan” jawabnya datar. Ia memegangi guci itu dengan erat. Sehun pun mengarahkan mobilnya kearah selatan Seoul.

Mereka pun sampai di selatan Seoul, pantai yang memang terkenal romantis itu adalah tempat favorit Chanyeol dan Sulli.

“ Disini saja Sehun-ssi. Aku ingin menebarkannya di tempat Chanyeol menembakku. Tempat favoritku dan Chanyeol. Aku harap dengan menaburkan Abunya di tempat ini, ia akan ingat terus kepadaku” jelas Sulli datar. Butiran kristal masih mengalir di kedua matanya dan membasahi pipinya yang putih.

Sehun dan Sulli membuka guci itu dan menaburkannya ke laut.

“ Semoga kau bahagia disana”

“ Semoga kau tetap mencintaiku”

“ Aku akan selalu mengingatmu Chanyeol hyung”

“ Saranghaeyo Chanyeol oppa”

“ Gamsahamnida telah menjadi sahabatku selama ini”

“ Gamsahamnida telah jadi namjachinguku. Cintaku takkan pernah pudar untukmu”

…………………………………………

***

Sehun POV

Aku sungguh tidak percaya hyung, kau cepat sekali meninggalkanku. Aku masih ingat pesan terakhirmu kemarin malam.

Flashback

            “ Aku pulang Sehun-ssi!” ucapnya sambil memegangi kepalanya.Aku pun melihatnya meringis kesakitan karena kepalanya.

            “ Sudah kubilang hyung! Kau tidak boleh pulang malam!!” seruku marah mengkhawatirkan kondisinya yang makin parah. Ia hanya tersenyum, membuatku bingung dengan dirinya saat itu.

            “ Aku tadi jalan-jalan dengan Sulli. Oh iya, Sehun, sepertinya besok bakal banyak tamu” ucapnya membuatku menatapnya heran.

            “ Kau ini sok tahu sekali hyung. Kau sudah minum obat?” tanyaku sambil membuatkan teh untuk kami berdua.

            “ Tidak perlu, aku sudah tidak perlu lagi minum obat Sehun-ah!” jawab Chanyeol hyung santai. Ia mengisyaratkanku untuk duduk.

            “ Wae? Wae gurae???” tanyaku bingung dengan perkataannya. Ia hanya tersenyum.

            “ Sehun-ssi? Jujur saja, kau menyukai Sulli bukan?” tanya Chanyeol hyung tersenyum. Aku mengerutkan dahiku. Jujur saja, aku memang menyukai Sulli dari dulu, hanya saja Chanyeol hyung telah mendahuluiku, tetapi aku sudah rela kalau Sulli dengan Chanyeol hyung walau aku tetap mencintainya.

            “ Aniya, apa-apaan kau ini?” tanyaku mengelak. Ia hanya tertawa.

            “ Sudahlah, aku tahu sebenarnya kau menyukainya. Aku memang sangat mencintainya Sehunnie, tapi sekarang aku merelakannya untukmu” ujarnya misterius. Aku makin mengerutkan dahiku.

            “ Aku tidak mengerti apa maksudmu Chanyeol hyung” kata Sehun terus terang.

            “ Aku menyerahkannya padamu. Sulli mulai sekarang kuberikan padamu, karena aku tahu kau berbakat menemani hidup Sulli” ujarnya lagi. Aku mulai mengamatinya yang sepertinya memang bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

            “ Aku mau kau menyayanginya setulus hatimu. Aku mau kau mencintai dia dengan sepenuh hatimu. Jadilah namja yang baik buatnya.  Aku menyerahkan dia kepadamu, Oh Sehun” ucapnya sebelum memasuki kamarnya. Aku pun terdiam mendengar ucapannya.

            Sekitar jam 1 sampai jam 2 malam, aku pun menelepon ambulan saat melihat Chanyeol hyung sudah pingsan dikamarnya. Aku pun mengantarnya sampai keruang ICU.

            “ Gamsahamnida Sehun-ssi, kau telah menjadi sahabat terbaikku. Aku titip Sulli ke padamu” pesannya yang tiba-tiba mulai tersadar dari pingsannya saat perjalanan menuju ruang ICU.

            “ Apa maksudmu hyung? Jangan berkata macam-macam!” tanyaku bingung. Ia hanya tersenyum sampai akhirnya ia sudah memasuki ruang ICU, aku tidak boleh masuk.

            Sekitar jam 5 pagi, dokter keluar dan mengatakan bahwa dia memang sudah tidak bisa diselamatkan…..

            Flashback END

            Dia menitipkan Sulli kepadaku. Dia menyuruhku mencintai Sulli, jadi ia sudah merasakannya. Ia bilang akan datang banyak tamu, memang iya, para pelayat datang silih berganti. Ia bilang, ia merelakan Sulli padaku, karena ia tahu aku menyayangi Sulli jadinya ia menitipkan Sulli kepadaku.

Aku pun terduduk di apartmen ini sendiri, ditemani fotonya yang masih ada di dekat altar. Chanyeol hyung adalah sahabat yang terbaik bagiku. Aku, Chanyeol hyung, dan Sulli sudah berteman semenjak aku dan Sulli masih Kelas 3 SMP. Aku dan Sulli adalah sahabat dekat dari kecil dan kami berdua teman sekelas. Kami berdua mengenal Chanyeol hyung saat kami mengikuti klub dance, dia adalah senior kami disana. Sulli dan Chanyeol hyung berpacaran sejak Aku dan Sulli mulai menginjak kelas 2 SMA. Sementara, aku telah menyukai Sulli sejak kelas 1 SMP, tetapi aku selalu malu untuk mengatakannya kepada Sulli. Aku pun terlalu lelah untuk hari ini, sehingga aku mulai tertidur.

***

“ Yeoboseyo, Sulli-ah kau dimana?” tanyaku khawatir saat tahu Sulli tidak ada dirumahnya. Suara dari handphoneku pun terdengar.

“ Aku ada di Pantai, Sehun-ah” jawabnya lesu. Tanpa basa-basi aku melajukan mobilku meninggalkan rumah Sulli. Aku melajukan mobilku kearah pantai selatan dan menemukan seorang yeoja yang duduk di pinggir pantai memakai seragam sekolah berwarna kuning.

“ Sulli-ah! Kau kah itu?” tanyaku memastikan bahwa yeoja itu benar-benar Sulli. Sulli menoleh kearahku dengan wajah lelah, matanya bengkak dan terdapat lingkaran hitam dikedua kantung matanya. Aku pun bergegas menghampirinya yang masih menoleh kearahku itu.

“ Ne, Sehun-ah. Duduklah disini!” suruhnya menepuk-nepuk pasir yang ada disampingnya. Tanpa ragu, aku pun duduk di sampingnya.

“ Wae gurae Sulli-ah?” tanyaku bingung. Aku memandangi wajahnya yang menatap ke laut yang ada dihadapannya.

“ Sehun-ah, menurutmu apa aku ini sudah gila?” tanyanya yang membuatku semakin bingung. Ia menghela napas panjang.

“ Mulai aku pulang dari melayat kemarin, aku selalu terbayang Chanyeol oppa. Kadang-kadang aku terbayang ia ada di dapur tengah membuatkanku makanan. Kadang aku terbayang ia ada disampingku saat aku tidur. Kukira itu hantunya, tetapi ternyata hanya bayanganku saja. Apa aku ini sudah gila Sehun-ah?” tanyanya memperjelas.

“ Menurutku, itu wajar saja. Kau baru saja kehilangan orang yang sangat kau cintai, pastinya kau merasa ia masih ada di sekitarmu” pendapatku. Ia menggigiti bibirnya.

“ Tapi aku masih takut, bukan takut sih. Hanya saja, aku merasa terganggu, aku ingin dia kembali bukan dalam wujud bayang-bayangku saja” kilahnya bingung. Aku pun merasa, saatnya melakukan amanah terakhir dari Chanyeol hyung.

“ Bagaimana jika aku pindah kerumahmu?” tawarku. Mendengar itu, mukanya sedikit terlihat lebih lega.

“ Umm, aku setuju denganmu. Tetapi, bagaimana dengan apartemenmu dan Chanyeol oppa?”

“ Semua barang-barang Chanyeol hyung telah diangkut oleh keluarganya. Di apartemen tinggal barang-barangku saja, dan sepertinya apartemennya lebih baik kusewakan” jawabku. Ia menghela napas panjang dan mengangguk setuju. Ia pun menarikku berdiri menuju mobilku. Kami berdua pergi kesekolah, walau kami sudah terlambat pastinya.

***

“ Aku turut berduka cita ya Sulli-ah”

“ Kau yang tabah ya… Sulli-ah”

“ Kau harus kuat, Chanyeol oppa pasti sedih kalau kau disini juga sedih”

“ Aku turut prihatin ya.. denganmu”

Masih banyak kata-kata lain yang ditujukan kepada Sulli. Sulli dengan lesu, meladeni pernyataan dan kata-kata mereka. Tiba-tiba seorang yeoja yang kubenci mendatangi meja Sulli tanpa rasa kasihan.

“ Ouu, ada yang baru kehilangan pacarnya ya? Kasihan yah Chanyeol oppa, ia pasti meninggal gara-gara kau” ejek Krystal, yeoja yang kuceritakan tadi. Ia memandang jijik Sulli yang berada disebelahku.

“ Sudah kubilang berapa kali, kau tidak cocok dengan Chanyeol oppa. Kau hanya menjadi pembawa sial untuknya!” ledeknya lagi.

“ Kau bisa diam tidak??!!!!!” tanyaku marah melihat tingkahnya. Ia langsung mengerutkan keningnya.

“ Kau membelanya Sehun-ssi? Apa yang kubilang itu kan benar, mungkin dialah yang menjadi penyebab kematian Chanyeol oppa” tanyanya mencoba mencuri perhatianku. Yeoja ini memang dari dulu mengejar-ngejarku.

“ Diam kau!! Kau, Jung Krystal. Dapat gosip murahan darimana kau? Bisanya membuat fitnah!!” tanyaku geram melihat tingkahnya. Ia memandangku marah karena aku baru saja membentaknya.

“ Mengapa kau malah membela di Sehun-ssi? Bukannya aku?” tanyanya kesal.

“ Kenapa harus kau. Kau itu siapaKU??!!!” tanyaku lagi. Ia merengut kesal dan meninggalkan kelas. Kulihat Sulli tengah memegangi kepalanya dan mengeluh kesakitan.

“ Chanyeol oppa, kepalaku sakit. Chanyeol oppa!” raungannya. Aku memegangi tubuhnya yang lemas itu.

“ Kau kenapa Sulli-ah?” tanyaku mengkhawatirkannya . Ia mengenggam erat lenganku.

“ Sakit Sehun-ah. Kepalaku sakit” Dengan cepat, kubopong tubuhnya yang melemas itu ke UKS. Setelah menidurkannya di Kasur UKS, aku mengambilkan obat sakit kepala.

“ Minum ini Sulli-ah” tawarku sambil menyuapkannya tablet kecil dan air putih. Ia mungkin merasa mendingan, karena ia mulai diam. Melihatnya sudah mendingan, aku memutuskan untuk meninggalkannya beristirahat.

“ Jangan pergi, Sehun-ah!” panggilnya saat melihatku berjalan menuju pintu keluar. Aku pun menoleh kearahnya yang tengah memanggilku itu.

“ Ada apa Sulli-ah?” tanyaku lagi.

“ Temani aku. Aku tidak mau sendiri” jawabnya sambil mengenggam erat lenganku. Merasa dibutuhkan olehnya, aku pun memilih menemaninya di UKS.

“ Waeyo? Apa kau takut sendiri?” tanyaku menggodanya. Ia hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaanku.

“ Aniya, aku hanya tidak mau sendiri” jawabnya mengelak. Aku pun duduk disampingnya, menemaninya sampai Sulli tertidur. Rambut cokelatnya itu masih berhamburan dimukanya, wajahnya yang putih itu tampak manis saat tidur. Aku pun merapikan rambutnya yang terurai berantakan.

“ Saranghaeyo Sulli-ah. Aku berjanji akan melindungimu Sulli-ah, aku berjanji demi dirimu dan demi Chanyeol hyung” bisikku pelan ditelinga kirinya.

***

Sulli POV

“ Ting…tong!!!!” bunyi bel pintu rumahku. Pasti itu Sehun,  soalnya ia kan tadi berjanji mau pindah kesini. Aku pun membukakan pintu rumah dengan masih menggunakan seragam sekolahku. Mataku tercengang melihat siapa yang datang, apa aku sudah gila ?.

“ Chanyeol oppa?” tanyaku lirih. Namja dihadapanku hanya tersenyum dan menghilang seketika. Apa itu bayang-bayangnya Chanyeol oppa lagi?

Kepalaku begitu pusing saat melihat bayangan Chanyeol oppa tadi. Bayangan demi bayangan yang kulalui dengan Chanyeol oppa saat itu rasanya ingin kuulang. Entah mengapa, naluriku menyuruhku untuk mengajak Chanyeol oppa kembali datang menemuiku.

“ Chanyeol oppa, sini!” perintahku saat melihat Chanyeol oppa kembali dihadapanku. Chanyeol oppa pun mendatangiku.

“ Oppa, mengapa kau menghilang-hilang terus?” tanyaku manja di sampingnya walau mukaku cemberut.

“ Karena aku harus pergi Sulli-ah! Maka dari itu mulai sekarang kau harus hidup tanpa aku” jawab Chanyeol oppa memelukku.

“ Aku tidak mau sendiri oppa, oppa harus menemaniku!” kataku sambil cemberut. Ia mengacak-acak rambutku.

“ Kau tidak sendiri Sulli-ah. Bukankah kau mempunyai Sehun?” tanyanya masih memelukku.

“ Sehun itu sahabatku oppa. Aku ingin kau, kan kau namjachinguku” jawabku manis sambil mempererat pelukanku pada Chanyeol oppa.

“ Sulli-ah, mulai sekarang Sehun itu bukan sahabatmu, melainkan namjachingumu. Karena aku telah menitipkanmu kepadanya” ucapnya melepaskan pelukannya. Aku memandangi wajahnya yang ceria itu dengan bingung.

“ Maksud oppa?” tanyaku bingung.

“Aku rasa, Sehun adalah namja yang sangat cocok untuk menggantikanku dihatimu” jawab Chanyeol oppa. Aku pun tertegun, berarti Chanyeol oppa memberikanku pada Sehun, apa ia tidak sayang lagi padaku ?. Tiba-tiba seorang namja pun memasuki rumahku.

“ Annyeong Sulli-ah, mian aku langsung masuk soalnya pintu rumahmu terbuka” sapanya sambil celingukan. Aku bingung karena Sehun sepertinya tidak menyadari bahwa Chanyeol oppa disampingnya.

“ Oh, ne gwenchanayo. Sehun-ah, liat ini, ada Chanyeol oppa “ jawabku yang langsung menunjuk Chanyeol oppa.

“ Mwo? Umm, Sulli, bagaimana bisa ada Chanyeol hyung?” tanyanya bingung sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“ Bagaimana katamu? Ini ada Chanyeol oppa, mengapa kau seperti pura-pura tidak melihatnya?” tanyaku balik bertanya. Ia memandangku bingung, matanya menelusuri setiap sudut rumahku.

“ Kau tidak sakit kan Sulli-ah? Chanyeol hyung telah pergi!” jawabnya membuatku bingung. Apa ia tidak melihat Chanyeol oppa yang jelas-jelas berada disampingku ini.

“ Ini Chanyeol oppa, Sehun-ah. Apa kau tidak melihatnya ?” tanyaku aneh. Sehun mengguncang-guncang badanku membuatku kesal, sementara Chanyeol oppa hanya berdiam diri melihatku diperlakukan tidak layak oleh si Sehun.

“ Apa-apaan kau ini Sehun ?” tanyaku kesal sambil melepaskan cengkraman tangannya dilenganku.

“ Kau yang apa-apaan. Chanyeol hyung telah pergi ke surga, kau bilang ia ada disekitar sini ?” tanyanya emosi. Aku melirik Chanyeol oppa yang tiba-tiba lenyap ditelan bumi. Aku langsung mencari-cari Chanyeol oppa yang tidak diketahui dimana keberadaannya.

“ Chanyeol oppa, mengapa kau pergi lagi ? Kau dimana ?” panggilku nyaring ketiap sudut rumah. Aku mencari di dapur, balkon, kamar sampai gudang.

“ Sehun-ah, bantu aku mencari Chanyeol !” pintaku sambil menarik kedua tangannya.

“ Dia sudah meninggal Sulli-ah, apa kau lupa ?” tanyanya membuatku kesal.

“ Meninggal katamu? Dia masih hidup Sehun-ah!! Dia tadi datang kepadaku, ia tadi berada disampingku, memelukku, dan dia juga bilang dia menitipkanku padamu !!!” jawabku kesal sampai airmataku keluar. Sehun memegang tanganku.

“ Tolong percaya aku! Chanyeol hyung sudah meninggal !”

“ Kau gila, Sehun-ah! Aku membencimu !” teriakku marah.

 

TBC

26 pemikiran pada “The Miracle of Love (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s