Long Kiss Good Bye (Chapter 2)

Long Kiss Good Bye (Part 2)

Author :

  • @monkeiyeol

Cast:

  • Park Chanyeol
  • Xi Luhan
  • Kim Sera (OC)
  • Kim Raina (OC)

Genre:

  • Romance, School life

Length:

  • Chaptered

 

Note:  MIANHAE!! FF ini baru sempat saya send ke EXOFanfiction. sebenarnya FF ini udah lama sekali selesai, karena saya harus UAS dan ngurus segala macem di Kampus, barulah ada waktu senggang buat Send FF ini di waktu liburan. sekali lagi MIANHAE!! *bow*

saya harap Readers gak ngambek(?)

gak usah lama-lamakali ya langsung baca aja deh 😀

  

AUTHOR POV~

Bel sekolah sudah berbunyi Sera yang terlambat ke sekolah hanya bisa berlari dan berharap kalau gerbang sekolah belum di tutup.

“aaahhhh~ gara-gara aku semalam tidak bisa tidur. jadi terlambat kan!”

Sera terus berlari, dia tersenyum saat gedung sekolahnya sudah terlihat dan gerbang sekolahnya pun belum di tutup.

“syukurlah..” ucap Sera sambil mengelus dadanya.

“apanya yang syukurlah? kau terlambat, bodoh!”

tiba-tiba saja Chanyeol berlari dan menyelaraskan langkahnya dengan Sera.

“ah? kau Chanyeol?”

“ya.. namaku memang Chanyeol” Chanyeol sedikit terkekeh melihat wajah Sera yang terkejut saat dirinya datang.

“lewat sini, kita akan aman masuk ke dalam sekolah” Chanyeol menarik tangan Sera. Sera hanya diam sambil memasang wajah bingung.

“e-eh.. kita mau kemana?”

“ikut saja aku! kau diam saja”

Chanyeol terus menarik tangan Sera sambil berlari. membuat Sera bingung dan hanya melihat kearah tangan Chanyeol yang menyatu dengan tangannya sekarang.

***

“naiklah!”

“hah? apa kau gila? aku tidak bisa memanjat pohon!”

“hhh.. ya sudah naik ke punggungku lalu kau naik ke cabang pohon itu, jadi kau bisa langsung turun melewati tembok pembatas Sekolah” Chanyeol membungkuk, menunggu Sera naik ke punggungnya untuk pijakan.

“a-apa tidak apa-apa? tubuhku berat, lagi pula Seragammu bisa kotor.”

“sudah naik saja! apa kau mau kena hukum karena terlambat? aku sedang menolongmu, bodoh!”

“berhenti menyebutku bodoh!”

“makanya cepat naik! aishhh..”

“i-iya..”

Sera menggigit bibir bawahnya, lalu mulai naik ke punggung Chanyeol dengan perasaan sangat ragu.

“ka-kau tidak apa-apa kan, Chanyeol?”

“sudah naik saja!”

“i-iya”

Sera mulai naik ke cabang pohon dan diam memandang ke arah Chanyeol yang masih ada di bawahnya.

“cepat masuk ke sekolah. hati-hati turunnya” ucap Chanyeol sedikit pelan.

Sera mengangguk dan turun dari pohon yang ada di antara tembok pembatas sekolah.

Sera menunggu Chanyeol muncul di atas pohon, namun tidak muncul juga.

“Chanyeol?”

“kau memanggilku?”

Sera mendongakkan kepalanya, Chanyeol berdiri di dinding pembatas sekolah sambil tersenyum. entah kenapa Sera pun ikut tersenyum.

“hap!”

Chanyeol lompat dari dinding pembatas dan mendarat tepat di depan Sera.

“hebat..” Sera tepuk tangan dan terlihat senang. Chanyeol hanya bisa terkekeh lalu mengusap kepala Sera.

“kenapa tepuk tangan? cepat masuk ke kelas, bodoh” ucap Chanyeol yang langsung berlalu melewati Sera yang hanya menggembungkan pipinya kesal karena di sebut bodoh.

‘dasar Park Chanyeol, sampai kapan dia menyebutku bodoh?’

***

“Sera.. cepat masuk!” ucap Kanna yang melihat Sera dari jendela kaca yang bisa melihat kearah koridor

“ah.. nee” ucap Sera.

“Chanyeol?”

“ada apa? kau dari tadi memanggilku terus. aku tidak akan meninggalkanmu kok” ucap Chanyeol santai, masih terlihat cool walaupun omongannya itu terbilang tidak cool bagi Sera.

Tapi bisa di lihat Kanna yang berada di dalam kelas dan melihat kearah koridor hanya bisa tersenyum saat melihat Sera datang bersama Chanyeol.

“tidak ada gurunya?” ucap Chanyeol saat melongok ke dalam kelas

Sera hanya menunggu di belakang Chanyeol, dia hanya bisa melihat tubuh jangkung Chanyeol dan rambut coklat keritingnya yang khas itu.

“hey bodoh! kenapa masih berdiri di sana? cepat masuk” ucap Chanyeol yang ternyata sudah masuk ke dalam kelas. Sera hanya menahan malu dan masuk ke dalam kelas.

“Sera!”

“hn?” Sera mulai duduk di kursinya tepat di depan Kanna.

“kenapa kau bisa bersama ke sekolah dengan Chanyeol?”

“tidak tahu, dan yang aku tahu aku tidak mau lagi dekat-dekat dengan dia. menyebalkan” Sera mengeluarkan buku sejarah dari tas nya.

“wae?” ucap Kanna sedikit penasaran, dia menaikan kacamatanya.

“hhh.. dia selalu menyebutku bodoh! memang sih, dia itu pintar. apalagi bahasa inggrisnya. Tapi kan tidak usah menyebutku bodoh!” Sera kesal, dia membuka buku sejarahnya dengan kasar.

“oohh.. sabar, mungkin Chanyeol orangnya seperti itu. dia kan namja yang sangat selengean, tapi cool!” ucap Kanna sambil terkekeh

“hilangkan kata Coolnya! itu tidak cocok!”

SREK!

“maaf, permisi semuanya..”

Mata Sera langsung tertuju ke depan kelas, saat dia tahu siapa yang datang ke kelasnya.

“Luhan oppa” ucap Sera pelan. lalu terdengar cekikikan Kanna yang ada di belakangnya.

“saya kemari hanya ingin mengumumkan bahwa klub sekolah sudah bisa menerima anggota baru. saya akan bagikan daftar klub yang ada di Hwaiting School ini ya.”

Mata Sera tidak luput dari sosok Luhan Luhan yang ada di depan kelas, sedang bicara dan sesekali tersenyum.

TUK!

Sera menggeram kesal saat ada seseorang yang melemparkan gundukkan kertas tepat mengenai kepalanya.

Sera menoleh kebelakang, terlihat Chanyeol yang langsung pura-pura tidak tahu menahu tentang gundukan kertas itu, tapi Sera tahu ini pasti perbuatan Chanyeol.

‘kenapa sih dia? mengganggu saja’

“Sera?”

tubuh Sera kaku sesaat, suara merdu itu sangat terdengar jelas di telinga Sera, apalagi yang di sebut adalah namanya.

“Lu-Luhan oppa..” Sera langsung menoleh ke arah  Luhan, wajah Sera lagi-lagi memerah.

“hahaha.. apa udara di kelas ini cukup panas? pipimu memerah lagi” Luhan memberikan selembaran daftar klub sekolah sambil tersenyum ke arah Sera. namun Sera hanya menahan malu dan menunduk. cekikikan Kanna masih saja menghiasi pendengaran Sera beberapa menit ini, membuat Sera sangat-sangat malu.

***

“Sera, kau ingin masuk klub apa?” tanya Kanna yang menarik bangkunya ke meja Sera.

Sera hanya menggeleng sambil terus memperhatikan daftar klub sekolah, sepertinya dia bingung ingin masuk klub apa.

“aku bingung. bagaimana kalau basket?”

“pikiran kita sama! aku juga berencana masuk klub basket!” Kanna bersorak kegirangan, lagi-lagi bisa bersama-sama dengan Sera di klub, kelas maupun sekolah.

“hahaha.. ya sudah! ayo kita masuk klub basket saja” Sera menyengir senang begitu juga Kanna.

‘kira-kira Chanyeol masuk klub apa ya?’  benak Sera.

Sera langsung menepuk-nepuk pipinya, tidak habis pikir kenapa dia malah memikirkan Chanyeol? namja iseng yang selalu menjahilinya itu? terlebihnya lagi kata bodoh selalu menghiasi ucapan Chanyeol jika bicara dengannya.

“ada apa?” tanya Kanna heran.

“aniya.. aku hanya mengantuk, makanya aku menepuk pipiku. hahaha” ucap Sera di susul dengan tawaan garing.

“bohong! kau pasti sedang memikirkan aku kan?”

Tiba-tiba saja Chanyeol menopangkan dagunya tepat dia tas kepala Sera yang membelakanginya.

“Chan-Chanyeol!!” Sera berteriak namun Chanyeol hanya tertawa tanpa berpindah posisi.

Kanna hanya ngakak melihat kedua temannya sangat tidak akur.

“menjauh dari kepalaku! dasar rambut mie!” ucap Sera kesal sambil berusaha menyingkirkan kepala Chanyeol yang ada di atas kepalanya.

“YA! kau berani-beraninya menyebutku.. apa barusan?” ucap Chanyeol yang langsung mengangkat kepalanya.

“rambut mie!”

“yeoja bodoh!”

“rambut mie!”

“hh… dasar.. kau seperti anak kecil” Chanyeol menyakukan kedua tangannya lalu kembali ketempat duduknya dengan langkah santai sambil sesekali menguap.

“aahh.. dia keren kan, Sera?” lagi-lagi Kanna malah senang melihat tingkah Chanyeol  yang menurut Sera sangatlah jauh dari kata keren.

Tanpa meladeni ucapan Kanna, Sera menenggelamkan kepalanya di kedua tangannya yang dia taruh di atas meja.

‘kenapa hidupku selalu sial? aku ingin seperti Raina eonni’

***

Bel istirahat sekolah sudah berbunyi. Sera hanya bisa diam menatap buku bahasa Inggrisnya yang masih tertutup.

“pelajaran berikutnya.. pelajaran yang aku benci” desis Sera pelan.

“jangan membenci bahasa semasa kecilku, bodoh!”

“mau apa lagi?” ucap Sera kesal.

“tidak ada”

“kalau tidak ada, cepat menjauh dari ku!”

“baiklah, lagi pula aku akan ke kantin dan makan di sana. kau mau ikut?” Chanyeol menahan tawanya saat melihat wajah Sera yang kesal. benar-benar lucu menurutnya.

“PARK CHANYEOL! sudah aku bilang jangan menggangguku!!”

“hahahaha… kau ini, apakah kau membenciku?”

Sera terdiam, lalu menaruh kepalanya kembali di atas meja, membiarkan Chanyeol pergi dengan sendirinya.

“aku bercanda. tidak ada orang yang akan membenciku. karena motto hidupku adalah memberi kebahagiaan kepada orang yang aku sayangi. meskipun itu terbilang sangat ‘lebay’”

Chanyeol mengelus kepala Sera seperti biasanya, Sera hanya menutup matanya membiarkan Chanyeol menjauh.

‘aku sangat tidak mengerti jalan pikiranmu. kau namja yang aneh!’

***

Sekarang pelajaran bahasa Inggris, pelajaran yang sangat Sera benci. Sera hanya menghela nafasnya saat guru menjelaskan dengan bahasa Inggris campur Korea.

“Sera..” ucap Kanna pelan

“apa?” balas Sera yang juga bersuara pelan.

“kau sudah mengerjakan PR yang di berikan Oh Seonsaengnim?”

“ya tuhan.. aku lupa mengerjakannya”

“bagaimana kau ini.. kau bisa menyalin punyaku sekarang. mungkin keburu. sebelum Oh seonsaengnim meminta PR kita di kumpulkan”

“i-iya..”

“semuanya cepat kumpulkan PR yang saya berikan beberapa hari yang lalu”

Sera hanya bisa menggigit bibir bawahnya sambil membalikkan tubuhnya kembali menghadap ke depan.

‘matilah aku..’

“ma-maafkan aku Sera..” ucap Kanna yang sudah berjalan untuk mengumpulkan PR di meja depan.

Sera hanya bisa melihat teman-temannya yang beramai-ramai mengumpulkan tugasnya, tapi dia melihat Chanyeol hanya memasang wajah datarnya, terlihat cool.

‘kenapa orang itu tidak mengumpulkan tugas? tidak mungkin dia tidak mengerjakannya. dia kan murid kesayangan Oh Seonsaengnim’ benak Sera.

Sera masih saja memperhatikan Chanyeol sampai tiba-tiba mata mereka bertemu.

“apa kau,bodoh!” ucap Chanyeol pelan. namun Sera masih bisa membaca gerakan bibirnya. Sera mengendus kesal dan memusatkan tatapannya lagi kearah Oh seonsaengnim yang sedang menghitung buku. keadaan ini semakin gawat bagi Sera.

“apa ada yang belum mengumpulkan PRnya?” ucap Oh Seonsaengnim sambil berdiri

aku hanya menunduk dan mengepalkan tangannya di bawah meja.

“Kim Sera?”

‘mati aku’

“i-iya..” Suara Sera terdengar bergetar.

“kau tidak mengumpulkan PR?”

“i-iya seonsaengnim..”

“kenapa? kau tidak mengerjakannya? apa soalnya terlalu sulit?” Oh seonsaengnim mulai meninggikan suaranya, membuat Sera terdiam dan terus menunduk. Chanyeol terus memperhatikan Sera yang sedikit bergetar di kursinya itu.

“sebagai hukumannya sekarang kau keluar kelas sampai kelas ini berakhir!”

Sera mulai bangun dan berjalan pelan, kepalanya masih tertunduk.

“hei kau Park Chanyeol! kenapa kau ikut berdiri?”

“aku juga tidak mengerjakan PR, Oh seonsaengnim. jadi aku juga harus keluar kelas kan?”

Oh seonsaengnim hanya diam dengan mata melotot.

Sera terbengong saat Chanyeol melewatinya dan keluar kelas. Dia pun tersadar dari lamunannya dan ikut keluar kelas menyusul Chanyeol.

***

“apa benar kau tidak mengerjakan PR mu, Chanyeol?” tanya Sera yang masih tidak percaya.

“aku mengerjakannya kok”

“hah? la-lalu kenapa tidak di kumpulkan?”

“aku hanya ingin bersantai, aku sedang tidak mood belajar bahasa Inggris” Chanyeol bersandar di tembok sambil sedikit menguap.

“kau menguap. apakah mengantuk?”

“hahaha.. kau peduli padaku?”

“tidak.. aku hanya bertanya!” lagi-lagi Chanyeol membuat Sera kesal.

Chanyeol hanya terkekeh. sedangkan Sera mengembungkan pipinya kesal.

“bercanda.. kok” Chanyeol mengusap kepala Sera pelan.

“kenapa kau bisa tidak mood belajar bahasa inggris? padahal kau sangat menguasai bahasa itu kan?”

“yah.. saking aku sudah menguasainya, aku jadi tidak mood lagi” ucap Chanyeol tenang.

“sombong”

“kenyataan. itu yang aku rasakan. hahaha..”

Sera terdiam, Chanyeol juga menyudahi tawanya yang tidak mungkin di sambut oleh tawanya Sera.

“kenapa?”

“tidak.. kalau Raina eonni pasti tidak mungkin dapat hukuman seperti ini. aku benar-benar payah”

“Raina? kakakmu?”

Sera mengangguk.

“dia cantik dan sangat pintar, dia juga dapat beasiswa di Seoul Senior high School. Hidupnya sungguh sempurna”

Chanyeol hanya diam. tidak tahu harus bicara apa.

“kau juga sempurna kok” ucap Chanyeol sambil mengusap kepala Sera pelan. Membuat Sera menoleh ke arahnya dan merasa sangat terkejut.

“aku akan membantumu”

“kenapa kau mau membantuku?”

“kau lupa motto hidupku?  memberikan kebahagiaan kepada setiap orang yang aku sayangi”

Sera tertegun, namun entah sejak kapan bibirnya sudah memberikan senyuman tulus tepat di depan wajah Chanyeol.

Chanyeol hanya membuang mukanya dan menghadap ke arah lain.

“terimakasih sudah mau membantuku. Ternyata kau tidak menyebalkan seperti yang aku kira ya, Park Chanyeol”

“sudahlah..  aku ini orang baik” ucap Chanyeol yang masih membuang mukanya.

“dan.. sama-sama..” ucapnya lagi.

Sera hanya tersenyum semakin lebar saat itu. Dia merasa senang.

***

“kalian berdua, buatlah karangan bebas menggunakan bahasa Inggris” ucap Oh Seonsaengnim saat Sera dan Chanyeol ada di ruang guru.

“di kumpulkan besok” lanjut Oh seonsaengnim.

“be-besok?” ucap Sera dengan mulut mengaga. dia sangat, sangat, sangat shock. apalagi dia sangat lemah dalam bahasa inggris.

“ya, besok. ya sudah kalian boleh pergi sekarang”

Sera dan Chanyeol hanya berjalan keluar, wajah Chanyeol tampak tenang, namun wajah Sera sedikit berkeringat.

“ba-bagaimana ini? aku tidak bisa” ucap Sera saat sudah ada di koridor.

“kita kerjakan saja sekarang” ucap Chanyeol santai.

“di sekolah?”

“ya. dimana lagi?”

Sera terdiam, mana mungkin dia mau berlama-lama dengan Chanyeol.

“ba-baiklah..” akhirnya Sera menyetujui usul Chanyeol untuk mengerjakan karangan bahasa inggris di sekolah.

Chanyeol hanya tersenyum lalu mengelus kepala Sera sebelum dirinya berjalan mendahului Sera menuju kelas.

***

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. semua murid di dalam sekolah berhamburan keluar.

“Sera, ayo kita mendaftar ke ruang klub” ujak Kanna saat dia sudah selesai merapihkan bukunya.

“maafkan aku, aku harus menyelesaikan karangan bahasa Inggris bersama Chanyeol”

“kau dapat hukuman?” Kanna terlihat sangat terkejut, Sera hanya mengangguk lemah.

“hhh.. aku bisa membantumu, Sera” ucap Kanna yang terlihat kasian kepada Sera.

“tidak usah, lagi pula sepertinya aku akan pulang sangat sore” kata Sera lagi.

“ya sudah kalau begitu. aku duluan ya” Kanna melambaikan tangannya dan bergegas keluar kelas.

“hei, cepat jangan buang-buang waktu. kita mengerjakannya di perpustakaan saja” Chanyeol ternyata sudah ada di depan Sera yang masih terduduk lemas.

“aku tidak sanggup akan selesai hari ini, Chanyeol..”

“bodoh! berusahalah..”

Sera akhirnya berdiri dan melangkah pelan keluar kelas, Chanyeol hanya sedikit mendorong punggung Sera dari belakang.

***

“Sera?”

Sera langsung menoleh saat ada seseorang memanggilnya.

“Luhan oppa?” wajah Sera langsung berubah semangat membuat Chanyeol sedikit kesal.

“ingin pulang bersama? kebetulan aku ingin ke daerah kotamu. kita bisa naik kereta bersama” Luhan sudah menyunggingkan senyumnya.

“a-aku..”

“maaf sunbae, tapi Sera harus mengerjakan tugas bersamaku” ucap Chanyeol serius yang tiba-tiba memotong Sera yang ingin bicara.

“ah.. mian aku tidak tahu, ya sudah kalau begitu. semangat untuk tugasnya” Luhan tersenyum lalu menyentuh bahu Sera sebentar, membuat jantung Sera langsung berdegup kencang.

“kalau begitu, mungkin lain kali kita bisa pulang bersama lagi, Sera. aku duluan”

“i-iya.. oppa hati-hati” Sera melambaikan tangannya, begitu juga Luhan.

“hhh.. kau ini, cepat kerjakan karangannya” Chanyeol menarik tangan Sera dengan cepat menuju perpustakaan, Sera hanya bisa meronta. tapi Chanyeol tidak mendengarnya, dia malah tertawa tanpa sepengetahuan Sera tentunya.

***

“I go to school..” gumam Sera.

“kau membuat karangan apa sih?”

“kehidupanku di sekolah”

“hmm..”

“kenapa kau hanya diam? tidak mengerjakan?”

“aku di sini hanya ingin menemanimu saja kok”

“hah?” Sera menjatuhkan pulpennya. dia sangat tidak mengerti dengan Chanyeol. apa maskudnya?

“a-aku tidak mengerti, aku kira kita di sini karena ingin mengerjakan bahasa inggris bersama”

“aku berniat membantumu, bodoh!”

“tapi..”

“sudah kerjakan saja, kau tidak usah memperdulikan aku, aku bisa mengerjakannya di rumah. tapi kau? aku tidak yakin kau bisa menyelesaikannya sendirian”

Sera hanya terdiam dan mulai mengambil pulpennya kembali. dia menggigit bibir bawahnya. sebenarnya Chanyeol baik terhadapnya, namun di sisi lain perasaan Sera juga kesal dengan Chanyeol karena kerjaannya hanya mengganggu Sera setiap hari.

“lanjutkan..” ucap Chanyeol memecahkan lamunan Sera

“ah.. i-iya” Sera mulai menulis lagi, namun pulpennya tidak lama berhenti

“kenapa?”

“apa ya kalau bahasa inggrisnya, ada orang menyebalkan di kelas ku?”

Chanyeol mengerutkan keningnya.

“memangnya kau menceritakan apa?”

“Park Chanyeol yang ada di sekolahku. temanya sekolah  kan. jadi aku juga menceritakan dirimu di sini”

“hhh.. kau ini, kenapa tidak menceritakan sunbae pujaanmu saja?” Chanyeol sedikit tidak rela bicara seperti itu, namun apa boleh buat dia sudah mengatakannya.

“ah! iya! kenapa aku tidak terpikirkan ya?”

“kau memikirkan aku ya? hahaha”

“enak saja!!” Sera menonjok pelan bahu Chanyeol

“ini pertama kalinya kau menyentuh bagian tubuhku, Sera”

Sera terdiam, dan ada perasaan aneh yang menyelimuti dirinya, perlahan, jantungnya berdebar.

“kau ini! sudah sekarang bantu aku”

“hahaha.. iya..”

‘ada apa ini? kenapa jantungku berdebar sangat cepat?’

***

KIM SERA POV~

“hoooamhhh” aku menguap saat sudah menunjukkan pukul 5 sore, sebentar lagipun perpustakaan di tutup.

Chanyeol hanya membaca buku di sebelahku, wajahnya terlihat serius, beda sekali dengan wajahnya saat menjahiliku. sangat menyebalkan!

“sudah selesai?”

“ah.. be-belum”

‘ya ampun aku kaget, aku kira dia tidak akan melihat ke arahku!’

“apa yang kau tidak mengerti..”

“aku mengantuk, Chanyeol. Aku mau menyelesaikannya di rumah saja” aku mengucek-ngucek mataku dan sesekali menguap. Aku benar-benar mengantuk dan lelah.

“ya sudah kalau begitu. kalau tidak mengerti kau bisa hubungi nomor ponselku”

“tidak usah repot-repot Chanyeol, aku bisa bertanya ke Raina eonni” aku tersenyum saat Chanyeol sudah sibuk ingin menuliskan nomor ponselnya di selembar kertas.

“ah.. oke”

aku merapihkan buku-bukuku yang ada di atas meja.  dan Chanyeol hanya memperhatikanku sambil sedikit tertawa.

“ya! kau kenapa?” kataku kesal, selalu saja membuatku kesal. kenapa harus tertawa sih? memangnya apa yang lucu?

“tidak apa-apa. biar aku antar kau pulang. ini sudah sangat sore”

“hahaha.. apa-apaan kau Chanyeol. sikapmu aneh! jangan baik seperti itu. membuat ku ingin tertawa.”

“kalau aku jadi sunbae yang kau sukai, pasti jawabanmu tidak akan seperti itu. iya kan?”

“apa maksudmu?”

“ya.. pastinya kau langsung menerima ajakannya” Chanyeol menatap tajam ke arahku. Namun aku langsung membuang mukaku dan pergi meninggalkannya yang masih duduk di perpustakaan.

‘kenapa aku sama sekali tidak bisa menebak pikirannya? dia itu manusia yang sangat membingungkanku!’

***

Lampu-lampu di jalan mulai menyala, sekarang sudah mau jam 6 sore. Saat sudah tiba di daerah kota ku. aku melihat keadaan kota yang sangat ramai, mungkin karena katanya akan ada Festival Kembang Api yang sebentar lagi akan dia adakan, orang-orang pasti berbondong-bondong untuk mendapatkan brosurnya.

aku hanya melihat kerumunan orang-orang di depanku, aku menyipitkan mataku saat aku sepertinya mengenal 2 orang yang sedang tengah tertawa bersama itu.

DEG!

“Raina eonni dan Luhan oppa?” ucapku pelan.

Aku tidak habis pikir, ternyata mereka sudah sedekat itu, sampai jalan-jalan bersama di tengah kota, dan juga.. pasti Luhan oppa kemari karena ingin bertemu Raina eonni.

Aku mengepalkan tanganku, dadaku sangat sakit tenggorokanku tercekat. Ya tuhan rasa ini sangat sakit. lagi-lagi hal yang sangat aku inginkan selalu saja Raina eonni dapatkan dengan mudahnya.

tubuhku tidak bisa bergerak, mataku terus saja menatap 2 orang yang sekarang masih mengobrol dan sesekali tertawa dengan gembiranya, namun tidak untukku di sini. Aku meneteskan air mataku. membiarkannya mengering dan membiarkannya menetes di atas jalan beraspal ini.

“Luhan oppa..” ucapku lirih.

Akhirnya aku berjalan pelan berusaha tidak melihat mereka lagi. Aku benar-benar tidak menyangka.

***

“aku pulang! Sera? kau sudah pulang?”

“Sera?”

Aku tidak menjawab panggilan Raina eonni, aku hanya berbaring di kasur. Tubuhku aku tutupi selimut hingga tubuhku benar-benar tertutup selimut seluruhnya. Mataku sembab, air matapun sudah mengering di pipiku. Tapi perasaanku yang sakit ini tidak bisa aku hilangkan. Tidak bisa aku lupakan. Masih sangat terasa saat aku tadi melihat Raina eonni dan Luhan oppa yang tertawa gembira bersama, apa lagi aku sekarang sudah tau bahwa Luhan oppa lah yang Raina eonni sukai.

CKLEK.

aku buru-buru menutup mataku dan berpura-pura tidur.

“Sera?”

Aku tidak menjawab, aku masih saja berposisi berpura-pura tidur, namun aku sangat tidak bisa bersikap egois seperti ini, ini bukan salah Raina eonni.

“y-ya eonni?” ucapku akhirya

“ah! aku kira kau sudah tidur. Aku ingin menceritakan sesuatu! ini kabar yang sangat-sangat membuatku senang!”

Aku sudah bisa menebak apa yang akan eonni ceritakan kepadaku, tergambar sangat jelas dari raut wajah eonni yang sangat cerah, dan gembira itu.

Aku mencoba tersenyum dan mulai menenangkan hatiku. Aku harus siap mendengarkan apa yang akan di katakan eonni.

“ada apa eonni?” ucapku sambil tersenyum. Ya.. aku benar-benar tersenyum walaupun aku tidak ingin tersenyum saat ini.

“Luhan!! kita tidak sengaja bertemu saat aku lewat kota!”

‘ya tuhan.. kalian bukannya tidak sengaja, tapi Luhan oppa yang ingin ke kota dan mungkin agar bertemu dengan mu eonni. kau salah besar!’

“lalu saat sudah bertemu, dia mengajakku berkeliling. dan kau tahu Sera.. dia mengajakku menonton kembang api yang akan di adakan minggu depan!”

‘ahh.. rasanya lebih sakit dari sebelumnya. sesak sekali dadaku, seakan aku tidak bisa bernafas lagi. kumohon hentikan eonni. aku tidak ingin lagi mendengarnya. aku tidak ingin mengetahui sama sekali tentang itu sekarang. aku.. sakit!’

“menurutmu bagaimana? itu perkembangan yang sangat pesat kan? apa Luhan menyukaiku juga ya? Kyaaaa~ ini membuat ku malu!!”

‘eonni.. aku mohon hentikan itu.. hentikan! kau tidak tahu aku sangat tersiksa mendengarnya! aku sangat tidak ingin mendengarkannya lagi!’

“iya.. itu perkembangan yang sangat pesat, eonni”

tersenyum, lagi-lagi aku tersenyum di saat seperti ini. ya tuhan.. aku terlahir mempunyai hati yang terbuat dari baja? kenapa aku masih bisa tersenyum? aku tidak ingin tersenyum!

“hehehe.. iya! lalu bagaimana denganmu? ceritakan perkembanganmu dengan namja di sekolahmu itu!” ucap eonni sambil mencolek-colek daguku.

“biasa saja eonni. aku tidak yakin bisa dekat dengannya seperti yang eonni alami sekarang”

“kenapa?”

“namja yang aku sukai sudah sepertinya menyukai yeoja lain”

“kau tahu dari mana?”

“firasatku mengatakan seperti itu”

“tapi kan..”

“sudah eonni.. aku ingin tidur, senang mendengar eonni sudah dekat dengan namja bernama Luhan itu”

“hmm.. baiklah. terimakasih juga kau sudah mendukungku” eonni tersenyum dan pergi dari kamarku.

Air mata yang sudah berusaha keras aku tahan ternyata keluar juga, lebih deras dari pada sebelumnya. aku menutup wajahku dengan bantal dan menangis sepuas-puasnya, sampai akhirnya aku tertidur dengan sendirinya karena kelelahan menangis.

***

“selamat pagi Sera”

“ya”

“kau tidak bersemangat.. ada apa?” tanya Kanna yang berjalan di samping ku.

aku hanya menggelengkan kepala lalu tersenyum. Ya… lagi-lagi tersenyum.

“hmm.. matamu juga sembab. wajahmu pucat. apa kau sakit?”

“aku baik-baik saja. hehehe” aku berusaha bersikap sebiasa mungkin. aku tidak ingin Kanna khawatir padaku. aku tidak ingin temanku juga ikut memikirkan masalahku.

“kenapa matamu?”

Itu suara Chanyeol, ya.. namja yang menyebalkan. kenapa dia selalu ada di sekitarku sih?

“tidak..”

“gara-gara sunbae yang kau sukai itu?”

“aku mennagis karena aku tidak bisa menyelesaikan karangan bahasa inggrisnya! aku sangat benci bahasa inggris aku benci!! benci!! ben.. uummpphh..”

“berisik! kenapa harus teriak sih? ini lapangan sekolah, bodoh!”

Chanyeol membungkam mulutku dan menyeretku masuk ke dalam gedung sekolah, aku yang meronta-ronta dan berusaha bicara dengan Kanna yang hanya bengong itu sangatlah sia-sia, bungkaman tangan Chanyeol sangat keras.

“kenapa kau bungkam anak itu?”

DEG!

‘Lu-Luhan oppa..’

“karena dia teriak-teriak di tengah lapangan” jelas Chanyeol santai, aku hanya memperhatikan wajahnya yang terlihat serius dan agak cuek itu.

“hahaha.. Sera selalu saja penuh dengan kejutan ya”

aku hanya diam, kali ini aku sedang tidak ingin bertemu dengannya, aku sangat tidak ingin. aku jadi teringat kembali kejadian mengembirakan yang di lakukan Luhan oppa dan Raina eonni. Sangat-sangat membuatku Shock!

‘ah.. aku tidak bisa menahan air mataku lagi, tidak bisa.. aku tidak sanggup, dirinya yang ada di depan ku membuatku semakin ingin menangis’

Air mataku sudah keluar, aku menunduk, air mataku mengenai tangan Chanyeol yang masih membungkam mulutku.

AUTHOR POV~

“Se-Sera..” bisik Chanyeol pelan.

namun suara pelan isakan tangis yang terdengar di telinga Chanyeol.

“maaf sunbae kami harus segera ke kelas” ucap Chanyeol sambil membawa Sera perlahan. Luhan hanya melihat heran kearah Sera dan Chanyeol.

***

Chanyeol yang kebingunggan akhirnya membawa Sera ke atap sekolah.

“tidurlah..”

“aku tidak mengantuk! aku tidak ingin tidur!”

“bukan tidur seperti maksudku, bodoh!”

“berhenti memanggilku bodoh!” Suara tangisan Sera semakin menjadi. dan membuat Chanyeol kebingungan dan sedikit frustasi.

“aaaa!! kau ini kenapa? aku tahu kau menangis saat melihat sunbae yang kau sukai kan? dan aku yakin kau menangis semalaman bukan karena tugas karangan bahasa inggris! tapi karena namja itu!”

lagi-lagi Chanyeol membuat tangisan Sera semakin keras.

“berhenti mengingatkan aku padanya!! aku benar-benar tidak mengerti, kenapa setiap hal yang aku inginkan selalu di dapatkan Raina eonni dengan mudah? apakah aku terlahir sebagai anak sial?” teriak Sera di sela-sela tangisannya yang menjadi

“apa yang kau bicarakan itu..” Chanyeol menghela nafas.

“jangan menangis..” lanjutnya.

“aku tidak bisaa.. aku ingin terus mennagis! ini membuatku sakit!! kau tahukan Chanyeol..”

“aku tidak tahu..”

“aku belum selesai bicara.. huwaaaaa” Sera kembali menangis. dan Chanyeol hanya menutup kedua telinganya.

“YA! tangisanmu jangan di perbesar! tenang dan ceritakanlah padaku!” Chanyeol memeluk Sera. membuat Sera langsung diam dari tangisannya yang keras itu.

“cepat cerita..”

“kenapa kau memelukku?”

“agar kau tidak menangis lagi. sekarang kau sudah tidak menangis. sekarang ceritakan padaku..”

“kakakku.. menyukai Luhan oppa juga”

“ya”

“lalu.. saat kemarin aku melihat mereka berdua di tengah kota..”

“ya”

“dan yang membuat aku sakit, sampai menangis adalah. mereka tertawa sangat gembira sekali, setelah itu..”

“ya?”

“eonni pulang ke rumah dan langsung menceritakan, kalau Luhan oppa mengajaknya melihat festival kembang api yang di adakan pinggu depan di kotaku”

“ya”

“aku sangat sakit, cintaku bertepuk sebelah tangan! aku sangat menyukai Luhan oppa, dan kakakku yang pastinya akan mendapatnyannya” suara Sera melemah. Chanyeol hanya bisa mendekap Sera lebih erat dan mengelus punggung Sera pelan.

Sera membalas pelukan Chanyeol, dan dia meneruskan tangisannya di dada Chanyeol, tangisannya sangat keras. dia mengeluarkan semua bebannya selama ini di depan namja yang selalu menjahilinya. namja yang Sera tidak suka. Park Chanyeol.

“terus saja menangis, kalau menangis bisa membuatmu lega, Sera..” bisik Chanyeol pelan.

***

“Sera! kau tidak masuk pelajaran pertama, kedua dan ketiga dari mana saja?” Kanna langsung menghampiri Sera yang masuk kelas saat jam istirahat.

“aku.. sedang di atap” ucap Sera ragu.

“dengan siapa?”

“dengan ku..” Chanyeol tiba-tiba ada di belakang Sera. Dengan senyumannya yang bisa di bilang cool, Kanna saja sampai tidak berkedip melihatnya, mungkin sebentar lagi dia pingsan.

“Chanyeol?”

“ya, itu aku. minumlah.. ini untuk mu juga Kanna” Chanyeol memberikan susu stroberi kepada Sera dan Kanna.

“haha.. terimakasih” ucap Kanna.

“untuk apa?” tanya Sera bingung dia tidak meminta untuk di belikan susu

“untuk mu. agar semangat lagi”

“oh iya, Chanyeol. kau masuk klub apa?” tanya Kanna yang sudah menyedot susu stroberi itu.

“basket”

“bbfffff” Sera menyembutkan susunya . untung saja dia tidak mengenai siapapun yang ada di dekatnya.

“kau jorok sekali!” Chanyeol mencubit pipi Sera pelan.

“aku kaget! kenapa aku harus bersama denganmu lagi di klub?”

“haa… kau ini kenapa? aku tidak mengikutimu” ucap Chanyeol acuh.

“kalau begitu nanti sepulang sekolah sudah mulai pertemuan pertama klub basketnya loh!”

“wah? benarkah? aku tidak sabar!” ucap Sera senang.

“iya!” balas Kanna

Chanyeol hanya melengos pergi ke kursinya dan duduk di sana.

***

“ayo ayo!!” Kanna menarik tangan Sera ke gedung olahraga. dimana tempat pertemuan pertama klub basket.

Sera dan Kanna melongok ke dalam gedung olahraga dan seorang pelatih menyuruh mereka berdua masuk dan duduk bergabung dengan yang lainnya.

terlihat Chanyeol sudah ada di barisan anak laki-laki, terlihat serius mendengarkan pelatih yang sedang bicara. Sera yag dari tadi melihatnya terkejut saat Canyeol juga menatapnya.

“weeee” Chanyeol menjulurkan lidahnya ke arah Sera. membuat Sera mengembungkan pipinya Kesal dan menggerutu sendirian.

‘dasar menyebalkan!’

***

“ya, mungkin kali ini belum bisa latihan karena Seragamnya akan di bagikan besok. tapi jika ada yang ingin di sini dan bermain basket, silahkan saja” ucap pelatih sebelum dia pergi meninggalkan gedung olahraga.

Sera masih melihat ke arah Chanyeol yang berjalan mengambil bola basket lalu mendriblenya menuju ring. tiba-tiba saja dada Sera menjadi berdegup.

“keren ya!” ucap Kanna tiba-tiba

“ah.. tidak biasa saja”

“Aah!! 3 point!!” teriak Kanna

“bagaimana hebatkan?” ucap Chanyeol sambil menyengir.

“yaa!! hebat sekali!! ajari aku!!” Kanna berlari menuju Chanyeol namun Sera hanya diam dan duduk di gedung olahraga itu.

“hei Sera! ayo ikut bermain!” teriak Chanyeol.

“kalian saja.. aku lelah”

Chanyeol melangkah mendekati Sera dan menariknya ke tengah gedung olahraga.

“mau apa?” Sera meronta.

“ayo ikut bermain” ucap Chanyeol.

“baik” Sera akhirnya pasrah.

mereka bertiga menghabiskan waktu bersama dengan bermain basket hingga sore hari.

***

“ahhh menyenangkan yaa!” ucap Kanna

“iya..” ucap Sera yang masih tersenyum.

“kalian belok kanan?” tanya Kanna.

“iya” jawab Chanyeol dan Sera bersamaan.

“hahaha.. kalian kompak. ya sudah aku belok kiri. bye!”

“bye! hati-hati” teriak Sera

“okeee” balas Kanna

terdiam.. mereka berdua hanya terdiam.

“kenapa kau jadi kaku seperti itu?” ucap Chanyeol

“tidak..”

“sepertinya ada yang terlupakan ya..”

“apa?”

mereka berfikir sejenak lalu membulatkan mata mereka serempak.

“tugas mengarang!!!” ucap mereka bersamaan.

“bagaimana ini?” Sera kembali panik.

“kau sudah menyelesaikannya kan?”

“sudah kok”

“aku punya sesuatu untukmu” ucap Chanyeol sambil tersenyum penuh arti. Sera hanya mengerutkan keningnya bingung

“sesuatu? apa?”

“ini”

mata Sera membulat dan mulutnya menganga. dia tidak mengangka Chanyeol akan membelikannya tiket menonton festifal kembang api untuk minggu depan.

“festifal kembang api?” Sera masih bingung.

“iya, kau mau menemaniku ke sana kan?”

“hahahaha… kau ini aneh! kenapa kau harus mengajakku?”

“karena aku ingin melihat kembang apinya bersamamu”

Sera terdiam, wajah Chanyeol terlihat sangat serius. tidak seperti biasanya.

Sera hanya tersneyum dan kembali tertawa. begitupun juga Chanyeol.

“ya sudah aku mau” ucap Sera sambil mengambil tiketnya dari tangan Chanyeol.

Chanyeol hanya terkekeh melihat tingkah Sera .

‘akhirnya kau bisa tertawa dan merasa senang bukan saat berada di depan namja itu saja, Sera. tapi kini kau memperlihatkan semua itu di depanku, bahkan saat kau menangis.. aku orang yang ada bersamamu.’

***

TBC~

 

 

44 pemikiran pada “Long Kiss Good Bye (Chapter 2)

  1. whuuttt?! aku ngga nyangka ini authornya namja! hahaha, keren sungguh. percaya ngga aku nangis loh waktu sera liat raina ma luhan, huhu. aku baru baca chap 1-2, tapi sempetin comment disini dulu, hhe. oke skrg saya mau capcus baca chapter selanjutnya! XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s