Cassanova In Love (Chapter 4)

Author : MutiaraCho (@Mutiqolbi)

Main Title : Cassanova In Love (Chapter 4)

Sub title : Am I Jelous?

Length : Chaptered

Main Cast :

1. Byun Baekhyun (EXO-K)

2. Choi Minra (OC)

Support Cast :

  1. 1.      Member EXO
  2. 2.      Hwang Rarin (OC)
  3. 3.      Park Chanrin (OC)
  4. 4.      find by your self  ^^

Genre : Romance, school life

Rating : T

Disclaimers : semua cast hanya punya yang maha kuasa ^^, kecuali baekhyun J, karena dia punya saya *eh?* gak deh, baekhyun punya yang maha kuasa juga.  OC bisa diganti sama kalian kok ^^

Kata author : chap 4 datang! Oh aya sebelum ke cerita, author minta maaf kalo ada typo ceritanya gak nyambung, jelek, alurnya kecepetan, dll. Singkatnya maafkan kesalahan author dalam cerita ini. Alright, ayo ke cerita. RCL ya ^^

___________________________________

Tak taukah kau, hatiku sakit mendengarmu berkata seperti itu? Sepertinya memang kau tidak akan pernah mengerti perasaanku

                                                                                                            -Minra-

Aku semakin tidak mengerti hatiku sendiri

                                                                                                            -Baekhyun-

Previous Chapter 3

“min, kita sekelompok! Yeeay!” teriak rarin dengan semangat

“ah, chanrin? Sekelompok dengan kita gak?” tanya minra pensaran

“ne, di sini kita punya 7 orang, tiga orang itu kita dan sisanya namja!” seru rarin yang tengah bersesak-sesakan dengan murid lainnya.

“disini tertulis, kelompok 8 dan berkumpul di ruang seni. Kajja minra, aku sudah sesak berada disana” rarin keluar dari kerumunan siswa yang mau melihat kelompok mereka

“ne, kajja” jawab minra dengan senyum manis yang dapat meluluhkan hati siapa saja yang melihatnya.

-SKIP-

            Kedua yeoja cantik itu memasuki ruangan yang tertulis ‘Ruang Seni’ dan mendapati 5 orang yang telah menunggu kedatangan mereka.

“wow?!”

Chapter 4

       “wow?!” minra terkejut melihat desain ruangan itu. Ruang seni yang tidak biasa di sekolah lain pada umumnya.

“minra, rarin! Kalian lama sekali.” Seorang gadis cantik yang sedang duduk bersama 4 orang namja menyambut minra dan rarin yang tengah mengagumi desain ruangan itu.

“chanrin, kenapa gak langsung ngajak kami kesini aja sih?” kata rarin yang berusaha melihat keempat namja yang tadi duduk bersama chanrin.

“ah, soal itu mianhae. Soalnya gue udah ditarik kesini aja sama kris oppa” chanrin menjawab dengan wajah bersalahnya.

Seakan baru menyadari kedatangan orang lain keempat namja tadi langsung menengok ke arah pintu.

“neo?!” minra berteriak mendapati seseorang yang sangat ia kenal.

“ne, wae? Ada masalah, huh?” namja itu langsung menjawab teriakan minra seakan tau apa yang difikirkan minra.

“aish! Bacon~ah, lu kasar banget dengan yeoja, apalagi yeoja secantik ini ^^” sahut namja satunya.

“sudah-sudah! Sini min, rin. Gue kenalin sama namja yang bakalan jadi kelompok kita” chanrin menarik tangan kedua sahabatnya itu.

“annyeong, Choi minra imnida” minra memulai perkenalannya “annyeong, Hwang Rarin imnida” sambung rarin ikut memperkenalkan diri

“oh, jadi ini yang namanya rarin” namja yang paling tinggi menjawab

“ne?” rarin menjawab bingung maksud dari perkataan namja itu

“kalian juga perkenalkan diri dong” chanrin menyuruh 4 namja tadi memperkenalkan diri

“ah, ne. Kris imnida” namja paling tinggi tadi mendahului temannya yang lain.

“tao imnida”

“kalo aku, kamu udah kenalkan minra?” sahut namja yang memuji minra cantik tadi

“ish! Najis banget lu yeol manggil aku-kamu hoeeek” baekhyun mengejek namja tadi yang ternyata adalah chanyeol, sambil muntah-muntah yang dimaksudkan mengejek.

“terserah gue dong” chanyeol membalas dengan melet-melet

“mulai deh” chanrin menengahi kedua namja itu.

“oh ya min, ini oppa gue” rarin menunjuk ke arah chanyeol

“oh, pantes aja, gue liat senyum pepsodent lu sama banget sama chanyeol” minra mengingat senyum chanrin saat di cafe

“Oh ya, katanya tadi oppa? Kok sekelas? Jangan-jangan chanyeol kagak naik kelas ya?” celetuk rarin dengan tampang tanpa dosa dan mendapat jitakan dari orang yang sedang di rumpiin

-SKIP-

            “kalo menurut gue, cerita ini bagusnya bacon dan minra jadi peran utamanya” kris berkata sambil melihat kearah kedua orang yang saling tarik-menarik rambut, dan keempat orang lainnya mengangguk setuju

“BACON~SSI! LEPASIN TANGAN LU DARI RAMBUT GUE!!!!!!”

“ANDWEE! SALAH SIAPA COBA?!”

“SALAH LU!”

“MWO?! KAGAK SALAH DENGERKAN GUE? JELAS-JELAS LU TADI UDAH MAIN TARIK RAMBUT GUE AJA, LIAT NI BERANTAKAN!”

“UDAH GUE BILANG KAN? GUE GAK SENGAJA NARIK RAMBUT LO!”

“STOPPPP!!!!!!!” chanyeol berteriak kesal karena keributan yang dibuat oleh kedua orang yang dia sayangi itu

Tiba-tiba pertarungan antara kedua orang tadi berhenti karena mereka berdua kaget melihat chanyeol yang biasanya cengengesan menjadi marah.

“Baekhyun, lepaskan tanganmu!” perintah chanyeol

Setelah baekhyun melepaskan tanganya dari rambut minra, chanyeol dengan cepat menarik tangan minra.

“min, gwenchana?” tanya chanyeol dengan lembut

“n-ne op-pa, gomawo” minra menjawab dengan terbata

“ciih, untuk apa sih chan lu peduliin dia? Yeoja brutal, bahkan kelakuannya udah kayak namja. Dan gue yakin, gak bakal ada yang suka sama dia! Cuma namja yang otaknya keganggu yang bakalan menyukainya” baekhyun berseru melihat chanyeol lebih memilih menenangkan orang lain dibanding dirinya yang merupakan sahabat dekat chanyeol

Minra yang sudah lelah ditambah lagi dengan mendengar kata-kata pedas dari baekhyun, hanya bisa terdiam *kesian amat lu :p*

“air mata buaya, seperti itu saja sudah menangis. Yeoja cengeng” gumam baekhyun yang terdengar jelas oleh chanyeol dan minra yang berada tak jauh dari mereka

Entah perasaan apa yang ada dalam benak minra sehingga ia tidak bisa menahan air matanya lagi dan langsung keluar meninggalkan ruangan itu.

“ya! Apa maksudmu hah? Lo memperlakukan minra seperti minra itu namja! lo sadar gak dia itu yeoja juga! Dia gak pernah mengejekmu atau menjelek-jelekan lo? Tapi kenapa lo jahat sama dia?” chanyeol membentak baekhyun

“aish! Kris, aku pergi mencari minra dulu. Aku khawatir akan terjadi hal buruk dengannya” chanyeol pamit kepada kris. Belum sempat kris menjawab, chanyeol sudah berlari keluar dari ruangan itu.

“minra beruntung sekali chanyeol sangat perhatian padanya, chanyeol sudah seperti pangeran yang sangat mencintai gadisnya, aku iri. Coba ada namja yang perhatian denganku seperti chanyeol perhatian kepada minra” rarin berkata dengan gaya lebaynya, tidak menyadari jika sejak tadi tao memperhatikan gerak-geriknya.

“aku permisi ke toilet dulu kris” baekhyun akhirnya bicara, walaupun sekedar pamit ke toilet

Author POV end

 

Baekhyun POV

Kenapa hatiku begitu sakit melihat chanyeol menenangkan minra? Dan kenapa aku sangat ingin menemui minra dan meminta maaf? Padahal keributan itu terjadi karena dia terlalu ceroboh sehingga jatuh.

Aku yang sudah berbaik hati ingin menolongnya tapi dia malah menarik rambutku karena aku menolongnya dengan cara memeluknya agar tidak jatuh. Harusnya ia berterima kasih, bukannya menarik rambutku.

Tapi sudahlah, aku tidak tega membiarkan dia menangis sendirian. Dulu juga saat dia menangis aku akan selalu ada disampingnya untuk menenangkannya.

Flashback

-baekhyun & minra masih kecil-

“hiks.. hikss..” aku mendengar suara tangisan yang berasal dari balik pohon yang ada di depanku. Karena penasaran aku mencari sumber tangisan itu.

“appa jahat, kenapa membentakku? Padahal bukan aku yang menghilangkan kunci mobil. Bentuk kunci mobil saja aku tidak tau, huaaaa” kulihat ada seorang anak perempuan menutup wajahnya dengan kedua tangan kecil yang ia miliki

“hei, kenapa kau menangis min?” aku bertanya kepadanya

“untuk apa kau kesini? Kalau kau ingin mengejekku karena aku menangis lebih baik kau pergi saja” dia berteriak kepadaku

“ani, aku tidak akan mengejekmu. Bagaimana kalau kuhibur? Aku tidak tahan melihat anak perempuan menangis di depanku” jawabku bohong, karena aku tidak pernah melihat anak perempuan lain kecuali minra.

“jinja?” dia sedikit menghentikan tangisannya

“chankkaman” kataku kemudian mengambil sesuatu yang memang sudah kupersiapkan untuknya

“taaaraaa! Ini ambil dan pakai. Aku berani jamin, saat kau melihatnya hatimu akan tenang” kataku memberikan sebuah kalung

Kulihat ia langsung mengamati kalung itu dan sedikit demi sedikit tangisannya mulai mereda.

“benarkan?” tanyaku dengan memperlihatkan senyum kepadanya

“kalungnya indah, gomawo baekhyun” ucapnya terus memperhatikan benda yang mempunyai liontin berbentuk kunci dipenuhi batu-batu indah. Kalung ini adalah benda pertama yang kubeli dengan uangku sendiri, walaupun harganya murah.

Sebenarnya kalung itu kubeli sepasang. Yang satunya ada padaku dengan liontin berbentuk gembok yang dipenuhi dengan batu yang tak kalah indah dengan miliknya.

Flashback off

Sepertinya aku tau dimana dia! Segera aku menuju halaman belakang sekolah, disitu ada sebuah bangku dibawah pohon besar. Aku sangat tau tempat favoritenya untuk menangis.

Seperti yang kuduga, dia ada disana sedang memegang sebuah benda. Itu kalung pemberianku! Tapi tunggu. Ada seseorang yang berjalan mendekat ke arahnya. Kutajamkan penglihatanku. Dan yang kulihat suho sedang berjalan mendekati minra. Aku benci hal ini terjadi lagi.

Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi untuk yang kesekian kalinya! Aku yang akan menghentikan tangisannya bukan suho!

“minra~ah….” aku memanggilnya

Kulihat dia sedang mencari-cari orang yang memanggilnya. Tiba-tiba dia menatapku. Ah, aku sungguh tidak bisa melihat air matanya.

“sebaiknya kau pergi” minra berkata singkat lalu memalingkan tatapannya

“uljima” masih tetap pada posisiku aku mengatakan hal itu

“apa kau tuli? Sudah kubilang pergi! Kau membuat moodku semakin buruk!” minra berteriak mencoba menyembunyikan air matanya dariku. Tiba-tiba suho memeluknya. Aku tidak tau sejak kapan dia sudah sampai?

“uljima minra~ah. Aku disini. Tenanglah” suho menepuk punggung minra lembut. Arrghh! Kenapa menyaksikan itu aku jadi sangat kesal

“lepaskan tanganmu darinya suho!” entah kenapa aku sudah berada di depan kedua orang itu dan mencoba menarik tangan minra agar lepas dari pelukan suho.

“kau dengar kan, apa yang dia katakan tadi? Sebaiknya kau pergi. Aku yang akan menenangkannya” suho melepaskan genggaman tanganku dari tangan minra.

Aku menatap suho dengan kesal. Tapi, orang yang kutatap tidak menatapku sedikitpun. Daripada aku semakin kesal menyaksikan minra bersama suho, lebih baik aku pergi.

Baekhyun POV end

 

Minra POV

Kurasakan pelukan hangat yang sudah tidak kurasakan selama 3 tahun lamanya. Pelukan suho oppa. Mantan pacarku.

“menangislah sepuasmu. Aku siap memberikan pundakku kapan pun kau mau” kini suho oppa mengelus rambutku. Aku selalu tenang di dekatnya.

“oppa, boleh aku cerita?” aku berkata setelah merasa sudah tenang

“tentu” jawabnya menatapku lekat

“sebenarnya aku tidak ingin saingan ataupun terus-terusan berantem dengan si bacon itu. Tapi, aku gak tau kenapa dia selalu memulai pertengkaran denganku. Dan itu terjadi sejak aku pacaran dengan oppa, bahkan sampai sekarang, setelah kita putus pun dia tetap seperti itu” aku memulai ceritaku

“rasanya sakit, jika aku terus-terusan dimusuhinya oppa” lanjutku sedikit terisak

“haahh~ kalian itu sampai kapan akan begini? Masih tidak menyadari” suho oppa menghela nafasnya. Aku tidak tau apa yang dia maksud dengan ‘tidak menyadari?’

Flashback

“bacon~ah! Lu tau kagak? Gue lagi seneng looo” aku menghampiri baekhyun yang sedang memainkan psp dibangkunya.

“kagak. Emang kenapa lu seneng?” baekhyun menjawabku tapi wajahnya tetap memperhatikan psp itu. Biarkan saja aku tidak peduli heheh~. Tapi aku harus menceritakannya.

“gue barusan ditembak lho sama suho. lu tau kan suho? Namja manis kelas sebelah. gue pasti bermimpi bisa pacaran dengannya~” aku melanjutkan ceritaku. Kulihat baekhyun berhenti menekan tombol-tombol psp itu dan melamun sebentar. Setelah itu, dia kembali melanjutkan aktivitasnya.

“oh” jawabnya singkat tanpa melihatku *ya iyalah orangnya aja asik sama ntu psp*

“Cuma ‘oh’?” aku menanggapi jawaban baekhyun

“terus, gue mesti bilang waaaaw gituu? Iiieeeuuuhh kamseupay” baekhyun berkata dengan terus memainkan psp itu.

“mm.. gak juga sih. Ah, cerita ama lu bukannya ditanggepin malah ngeselin. Sobat macem apa lu. Huh” kataku lalu pergi meninggalkannya.

Setelah itu, baekhyun terus menyombongkan dirinya

“min, liat ni gue punya psp baru.. lu pasti gak punya kan? Kasian ya. Nih, gue kasih bekasan gue”

————————

            “min, gue liat lu jalan mulu sama suho? Kagak bosen lu? Diliat dari tampang juga gantengan gue” *ini orang ya, udah sejak kecil narsisnya gak ketulungan -__-*

————————

            “min, gue dapet banyak coklat ni, lu dapet gak dari suho? Hahaha, pasti gak dapet kan? Orang dia pelit gitu” *wah, ni orang ngajak ribut yee?*

————————

            “min, lu mau gak ni boneka. Di rumah gue udah kagak muat,  biasalah orang ganteng, jadi banyak yang naksir terus ngasih barang yang macem-macem”

————————

            “min, bla bla bla”

————————

            “min…”

“arrggh! Gue bosen tau dengerin celotehan lu mulu! Mau apa lagi sekarang? Dapet bunga? Dapet kado? Atau dapet duit dari penggemar lu? Bodo amat! Emang gue peduli!” bentakku karena hampir setiap hari dia menceritakan apa yang dia dapat atau apa yang dia punya, sungguh membuatku…. iri.

“gue tau, lu pasti iri kan? Mana pangeran suho lu?” huh, dia itu kenapa selalu mengait-kait kan dengan suho sih?

“ish! Iya gue iri napa gak suka lu? Liat aja ya, gue juga pasti bisa nyaingin lu. Sekedar dapet coklat, boneka, atau apapun gue juga bisa. Bahkan lebih banyak dari pada yang lu punya!” kutanggapi omongannya

“hahhaha, tapi gue gak yakin lu bisa ngalahin gue. Secara gitu gue cowo perfect. Lah elu? Cantik? Kagak. Seksi? Kagak. Pinter? Kagak. Tinggi? Kagak juga. Dari fisik aja lu udah kalah” balasnya dan jleb. Nyangkut banget ke ati gue wooy! Apalagi menyangkut tentang tinggi badan.

Dengan perasaan yang berapi-api aku langsung menarik-narik rambutnya dengan semangat kemerdekaan! Rasanya rambutnya ini ingin kulepaskan sekalian dari kepalanya!

“auuu~~ minra! Lepaskan! Appo! Aissh!” hahahah dia berteriak kesakitan dan aku puas melihatnya, kekeke…

TBC

Gimana-gimana? Semakin gak nyambung? Semakin gaje? Maafkan aja ya ^^. Jangan lupa RCL J

Ada yang penasaran sama cerita selanjutnya? Tunggu chap 5 oke?

17 pemikiran pada “Cassanova In Love (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s