Curious (Chapter 5)

Curious – Part 5

Tittle: Curious.

Main Cast: Oh Se Hoon (Sehun), Jung Jin Hyeon, Jang Wooyoung, Jung Krystal, Kim Joon Myun (Suho).

Support Cast: Xi Luhan, Jung Jin Woon, Kim Kibum (Key), EXO.

Genre: Romance-Comedy, Friendship, Family, a little bit drama.

Length: Chapter.

Author: Sehun’s (@ELFtomato)

Suggest Song: SHINee – Up & Down.

Cameo: Jung Yong Hwa, Jung Yoo Geun!

***

PART 5 – PEPERO GAME…

“Hyung, kau mengenalnya?”

“Ia adik Jinwoon-ssi, sekaligus mantan pacarku,” jawab Suho pelan dan tenang. Sepelan-pelannya hingga hanya di dengar Sehun.

Berkebalikan dengan Suho, Sehun bertingkah tidak tenang dan dilanjutkan dengan senyum yang tidak biasa Sehun tampakkan. Sehun merasa sedikit sakit di bagian kiri dadanya, ia menarik tangannya kemudian menyentuhkannya di bagian tersebut. Sedikit sakit.

“Kau juga mengenalnya, Sehun-ah?” balas Suho mengalihkan pandangannya dari Jin Hyeon ke arah Sehun.

Sehun menenguk air liurnya sendiri dengan susah payah, kemudian menjawab. “Ne, aku mengenalnya, ia yang membantu mengobati lukaku!”

“Sehun-ah!” tiba-tiba Kai sudah ada di samping Sehun dan menepuk bahu Sehun. Sehun segera menatap Kai kemudian tersenyum. Tapi dengan cepat ia mengalihkan pandangannya ke arah Jin Hyeon yang lengannya sedang ditarik… Jang Wooyoung?

Sedangkan Jin Hyeon yang ditatap oleh Sehun sesegera mungkin mengalihkan pandangannya kemanapun. Asal bukan ke wajah Sehun, maupun Joon Myun—mantan pacarnya. Mantan pacarnya yang sekarang sudah-hampir-menjadi-artis.

Jin Hyeon dan Wooyoung masih berdiri mencari tempat duduk, hingga disadari tempat duduk yang kosong adalah di sebelah Suho dan Chanyeol. Wooyoung sudah memutuskan duduk di sebelah Chanyeol, alasan terselubung sebenarnya. Ia bisa melihat wajah Krystal kalau duduk di samping Chanyeol.

Sedangkan Jin Hyeon yang putus asa, mau tidak mau harus duduk di samping Suho yang membuatnya salah tingkah dan hampir duduk menempel dengan D.O.

“Nah, semua sudah berkumpul bukan?! Ayo kita pesan makanan!”

***

“Jin Hyeon-ah! Jung Jin Hyeon!” teriak Jinwoon dari luar rumah. Ia sudah setengah jam menggedori pintu rumah Jin Hyeon, namun si empunya nama tidak memunculkan batang hidungnya. Sepertinya ada yang salah!

“Kalau kau tidak membukakan pintu, aku terpaksa harus mengutak-atik password rumahmu!” teriak Jinwoon sudah habis kesabaran. Ia mengutak-atik beberapa password, hingga password pintu itu menyalakan lampu hijau, yang tandanya password tersebut berhasil.

“Dia memakai tanggal lahirku? Wah, seenaknya saja anak ini!” gumam Jinwoon kemudian menerobos masuk ke dalam rumah.

Dirasainya berkas-berkas kehidupan, namun nihil. Sebisa mungkin pikirannya mencerna hal-hal yang positif.

“Ah, mungkin dia belum pulang. Ini kan hari sekolah!” teriak Jinwoon benar-benar mencoba membuang pikiran negatifnya. Huuft, ia harus tenang terlebih dahulu sebelum berfikiran positif.

Jinwoon berjalan ke arah lemari pendingin, ingin melepas dahaganya. Ia menghela napas tenang ketika dilihatnya lemari es penuh dengan sayuran, daging, dan buah-buahan. Ia lega melihat semua itu karena artinya Jin Hyeon masih ada di rumah itu dan Jinwoon merasa beruntung karena dengan begitu ia bisa memasak makanan.

“Sambil menunggu dia pulang. Tak apalah aku berbaik hati memasak untuknya,”

***

“Tinggal Suho Hyung dan Jin Hyeon-ssi. Kalian ingin memesan apa?” Sehun mendongak menatap wajah Suho dan Jin Hyeon saat Kai angkat bicara. Ia sedikit panas saat menatap mereka berdua yang melihat-lihat menu hanya dengan satu buku menu. Rasanya ingin ia bakar buku menu itu.

“Aku ingin ramyeon!” seru Suho dan Jin Hyeon bersamaan.

Menyimak mereka berdua, Sehun segera bangkit dengan serampangan dan berlalu ke toilet. Krystal yang melihat perubahan wajah Sehun hanya bisa terbakar cemburu. Jika orang lain terus melihat Sehun, pasti orang tersebut sudah dapat menyimpulkan kalau ia menyukai Jin Hyeon. Krystal yang mengetahui hal itu segera menatap Jin Hyeon garang. Jin Hyeon yang ditatap seperti itu hanya berekspresi seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.

“Yap! Sepuluh menit lagi makanan akan datang,” ucap pelayan setelah mengulang menu makanan.

Seusai pelayan itu pergi, Chanyeol dan Kai mulai beraksi. Beraksi gila-gilaan!

“Sambil menunggu makanan datang, bagaimana kalau kita memainkan permainan sebentar?” tanya Kai mengajukan bermain game. Chanyeol menganggukkan kepalanya.

Pasti ada yang tidak beres. Aku mencium tanda-tanda bocah koplak, pikir Baekhyun sambil merapikan eyeliner-nya.

“Aku setuju!” tanggap Krystal seraya tersenyum. Diikuti dengan anggukan Wooyoung. Baekhyun dan Suho mau tidak mau juga harus mengangguk. Sedangkan Jin Hyeon berusaha masa bodoh.

“Karena di sini ada yang menjual pepero, jadi kita main peppero game saja, bagaimana?” tanya Chanyeol meminta persetujuan.

Tuh kan. Memang dasar koplak! kali ini Baekhyun membenarkan permikirannya.

“Aku beli peperonya dulu ya,” Kai bangkit ingin membeli pepero bersamaan  dengan Sehun yang baru saja kembali dari toilet.

“Eodigga?” tanya Sehun kepada Kai. Kai yang ditanya hanya menjawab dengan dagunya, yang menunjuk ke suatu arah.

“Ah,” Sehun mengangguk-angguk tanda mengerti. Sehun kembali duduk di tempatnya—sebelah Krystal—dan menatap lurus ke arah Jin Hyeon yang sedang mengakrabkan diri dengan D.O tidak menyadari tatapan Sehun.

Setelah beberapa menit menatap Jin Hyeon, Sehun melempar tatapannya ke arah Suho yang sedang meneguk air mineral hingga tandas.

“Tch,” Sehun mendecak melihat dua-orang-yang-sudah-berpisah itu.

“JJANG!” Kai yang tiba-tiba datang sambil berteriak. Hal itu membuat Sehun terkejut, iapun tidak segan membuatnya menatap tajam ke arah Kai. Kai yang dipandangi seperti itu pura-pura tidak merasa.

“Dua kotak pepero!” lanjut Kai kemudian duduk di tempatnya. Kai mengeluarkan pepero tersebut—dari plastik—dan meletakkannya di atas meja.

“Mwoe?” tanya Sehun bingung. Apa yang akan mereka lakukan dengan pepero itu?

“Kita akan main pepero, Sehun-ah!” ucap Chanyeol menjawab pertanyaan Sehun. Sehun mengernyitkan kening. Jangan-jangan mau main pepero yang dua orang dengan satu batang pepero di mulut? ASTAGA!

Hal bodoh apa yang akan mereka lakukan?! Demi Tuhan! Sehun membatin. Raut wajahnya berubah tidak enak. Bingung sendiri dengan ekspresi apa yang akan ia keluarkan untuk merespon hal bodoh yang akan dua hyungnya itu lakukan.

“Sillyehamnida,” belum permainan dimulai, beberapa pelayan sudah datang membawa pesanan masing-masing.

“Ne, gamsahamnida,” ucap Suho setelah semua pelayan meninggalkan meja mereka.

Chanyeol yang melihat makanan sudah tersedia di depannya segera menangkupkan tangannya. Setelah berdoa dalam hati, Chanyeol mengambil sumpit yang ada di dekat makanannya, tetapi tangannya dihentikan oleh Kai.

“Yak! Hyung! Bagaimana dengan ini?” tanya Kai seraya menunjuk pepero yang ada di meja. Chanyeol yang ditanyai seperti itu menatap Kai dan semua manusia-manusia yang ada di meja makan itu dengan pandangan tidak bersalah.

“Bagaimana kalau kita main sehabis makan?”

“YAK! HYUNG! AISSH!”

***

“Aish! Sudah kubilang jangan makan es krim, Yoo Geun-ah,” ujar Yong Hwa mengelap mulut dan tangan Yoo Geun yang penuh dengan es krim coklat dengan tissue basah. Hufft! Walaupun ia memarahinya seperti ini, pasti ia akan luluh lagi dengan Yoo Geun.

“Ne, appa! Appa mau?” Yoo Geun menawarkan es krim kepada appanya. Tapi dengan cepat Yong Hwa segera menggeleng.

“Ayo kita jalan lagi!” ucap Yong Hwa sambil menggandeng tangan Yoo Geun dan menariknya untuk berjalan. Yoo Geun mengangguk dan mengikuti Yong Hwa berjalan dengan es krim yang masih ia jilati.

“Appa, di mana rumah ahjumma?” tanya Yoo Geun polos. Ia menatap Yong Hwa sambil tetap berjalan. Yong Hwa berhenti, Yoo Geun juga ikut berhenti. Yong Hwa kembali berjalan, Yoo Geun juga mengikuti Yong Hwa berjalan.

“Dia masih terlalu muda untuk kau panggil ahjumma Yoo Geun-ah. Panggil dia Noona saja!” Yong Hwa berkata seraya membenarkan tas ransel yang ia gendong dengan satu tangan. Karena, tangan yang satunya digunakan untuk menggandeng Yoo Geun.

Andai saja Seohyun masih ada, batin Yong Hwa. Ia segera sadar kemudian menggelengkan kepalanya. Ia tidak boleh berpikiran seperti itu! Walaupun Seohyun sudah tiada, tapi bukan berarti hal itu harus disesali.

“Appa kenapa?” tanya Yoo Geun yang melihat raut wajah Yong Hwa berubah. Selama beberapa menit Yong Hwa tidak menjawab. Tetapi Yong Hwa kemudian  tersenyum dan menggunakan bahasa tubuhnya—menggeleng.

Yoo Geun tiba-tiba lepas dari gandengan Yong Hwa. Yong Hwa yang merasakan itu segera menatap Yoo Geun dan menyusulnya. Dilihatnya Yoo Geun berjalan menuju tong sampah dan membuang es krimnya.

“Kalau appa tidak suka aku makan es krim. Aku akan membuangnya,” teriak Yoo Geun yang membuat Yong Hwa tersenyum simpul. Anaknya mengartikan perubahan raut wajahnya sebagai ketidak sukaan Yong Hwa melihat Yoo Geun makan es krim.

Yoo Geun kembali ke arah Yong Hwa kemudian memeluk Yong Hwa. “Appa jangan sedih! Aku janji tidak manja dan nakal lagi!”

“Benar kau akan melakukannya?” tanya Yong Hwa meminta kepastian.

“O!” jawab Yoo Geun semangat.

“Hm, kalau begitu, ayo kita cari rumah Noona lagi. Sepertinya sudah ada di dekat dekat sini,”

***

“AIGO~ Aku kenyang sekali!” Chanyeol berkata seraya menggerakan badannya karena terlalu lama membungkuk—menyantap makanan.

Jin Hyeon menatap sebentar ke arah Chanyeol sambil tersenyum singkat kemudian kembali melanjutkan makan ramyeon. Lucu sekali orang itu.

“Aiih, hyung, lama sekali makan ramyeon-nya!” Chanyeol berujar kepada Suho. Suho yang—sangat—merasa diomongi mendongak dan menatap Chanyeol, ia memberi tatapan kau-tidak-tahu-makanan-ini-kapan-datangnya-huh? Ya, memang makanan itu baru datang sepuluh menit yang lalu dengan asap mengepul dan semua orang yang ada di meja makan itu akan mengira kalau ramyeon itu pasti panas.

Chanyeol yang mengerti tatapan mata Suho segera menunduk. Kai yang melihat dua orang bodoh itu tertawa terbahak.

“Jin Hyeon juga belum selesai. Kenapa ia tidak kena marah?” Sehun tiba-tiba ceplas-ceplos seenaknya. Ia sangat ‘panas’ saat melihat ‘adegan romantis’ dua orang yang sedang makan ramyeon di hadapannya, sedangkan semua orang sudah selesai.

Jin Hyeon yang merasa namanya disebut segera mendongak. Ia membersihkan mulutnya kemudian menatap si eumpunya suara. Sehun. Dilihatnya Sehun membalas tatapan yang Jin Hyeon berikan.

“Ah, ah! Sudah! Bagaimana kalau kita main pepero game-nya saja. Iya, kan hyung?” Kai mencoba melerai perang batin antara Sehun dan Jin Hyeon. Huufft, dia sangat merasakan perang batin yang sedang terjadi di meja itu, bagaikan perang lisan.

“Ne, aku setuju!” pekik D.O tiba-tiba. Tadinya ia tidak bersemangat karena sakit perut ditengah-tengah makan, akhirnya ia hanya makan sedikit kemudian  memutuskan untuk tidak melanjutkan makannya.

Jin Hyeon yang mendengar pekikan D.O, menoleh ke sebelahnya. Karena D.O sudah bersemangat, akhirnya Jin Hyeon memutuskan untuk menyudahi makannya kemudian mengambil tissue.

Hal yang sangat salah dilakukan oleh Jin Hyeon. Karena saat itu, Suho juga ingin mengambil tissue yang ada di tengah-tengah meja, dan membuat kedua tangan mereka bersentuhan. Seperti tersadar Joon Myun menengok ke arah Jin Hyeon dan Jin Hyeon juga langsung menatap Suho dengan pandangan yang sulit diartikan. Untuk waktu yang cukup lama, Suho dan Jin Hyeon langsung menyingkirkan tangan.

Sehun yang melihat kejadian itu gerah dan segera mengambil minumannya lalu menegaknya hingga tandas tak bersisa. Krystal hanya bisa menatap Sehun dengan raut wajah sedih. Sedangkan Wooyoung yang sedari tadi memandang Krystal segera memalingkan wajahnya ke arah Jin Hyeon yang sedang mengelap mulutnya.

“Jadi, bagaimana peraturan mainnya?” tanya Jin Hyeon kepada Kai yang terbengong.

Kai bingung dengan alur cinta yang sedang terjadi di meja itu. Jadi kalau menurut analisisnya, Suho dan Jin Hyeon mempunyai suatu hubungan yang membuat keduanya canggung, sedangkan Sehun melihat kedua orang itu dengan pandangan tidak suka, karena sebenarnya Sehun menyukai Jin Hyeon. Perlukah diulang? Sehun menyukai Jin Hyeon. Lalu di sisi lain, Jung Krystal—sunbaenimnya—yang menurutnya menyukai Sehun itu sedang dibakar cemburu karena Sehun terus-terusan menatap Jin Hyeon. Dan terakhir, Jang Wooyoung saat ini sedang dalam masa menyukai Krystal? Arrrgh, dia bingung!!!!

“He? Ah,” Kai yang terbengong, akhirnya sadar dari pemikiran rumit tentang cinta segi-n._. “Jadi, kita akan main pepero game. Pertama-tama, kita akan mengambil sedotan—yang dibawahnya sudah diwarnai—dan sudah aku serta Chanyeol hyung siapkan di rumah tadi. Kemudian kita akan mengambil sedotan itu di dalam gelas ini”—Kai mengangkat gelas berwarna biru tua—“dan siapa yang dapat sedotan dengan warna yang sama, itulah pasangan pepero game-nya,” jelas Kai sambil menatap semua orang yang ada di meja itu. Chanyeol sebagai rekan gila-gilaan Kai hanya mengangguk-angguk.

“Tapi, kita kan ganjil.” tanggap D.O. Yang lain mengangguk-angguk setuju.

“Kata siapa?” tiba-tiba suara berat datang dari belakang Sehun. Semua orang menatap orang tersebut—manajer hyung.

“Ah! Dari mana saja, hyung?” tanya Chanyeol kemudian bangkit dan menepuk punggung manajer.

“Mian, tadi aku harus mengurus tempat untuk MV kalian,“ balas manajer lalu duduk di tempat kosong di sebelah Kai.

“Ah,” Kai mengangguk-angguk untuk menanggapi. “Nah, sekarang sudah genap. Ayo kita ambil sedotannya!”

***

“Sepertinya rumah Noona-mu ada di sini. Hm, seingat appa, rumah Noona ada letaknya di atas,” ucap Yong Hwa kepada Yoo Geun. Yoo Geun hanya bisa memandang rumah susun di depannya. Memang hanya dua tingkat, tetapi untuk penyebutannya lebih spesifik ke rumah susun daripada apartemen.

“Jinjja-yo? Apakah Noona benar-benar tinggal di sini?” tanya Yoo Geun yang membuat Yong Hwa hampir tertawa. Apakah seburuk itu rumah susun di mata anak kecil?

“Yah, mungkin kalau dari luar keadaan rumah Noona-mu memang seperti ini. Tapi Noona kan suka kebersihan dan rapi, pasti di dalamnya sangat nyaman.” Yong Hwa berusaha mengajarkan Yoo Geun agar tidak menilai buku dari cover-nya.

Yoo Geun yang mendengarkan Yong Hwa hanya tersenyum sambil mengangguk. “Aigo, lucu sekali anakku,”

“Hm, kalau begitu, ayo kita naik! Kita ke rumah Noona!” ucap Yong Hwa kemudian menarik tangan Yoo Geun agar mengikutinya berjalan.

Tidak mudah ternyata untuk menaiki tangga di rumah susun itu, tangganya tinggi-tinggi dan itu menyulitkan Yong Hwa—yang saat itu membawa Yoo Geun. Karena Yoo Geun masih kecil dan langkahnya kecil-kecil jadi mau tidak mau Yong Hwa harus menggendok Yoo Geun.

Tetapi penderitaannya hanya sementara, saat ia sudah sampai di lantai dua, ia langsung menurunkan Yoo Geun kemudian menggandengnya dan mulai mencari rumah yang dituju.

Yong Hwa segera memencet bel saat diyakini itulah rumah adiknya. Tidak perlu menunggu lama hingga pintu terbuka dan menampakkan sosok lelaki yang lumayan tinggi. “Ne, nuguse-yo?”

Ketiga orang—ehm, maksudnya kedua orang dewasa tersebut saling pandang untuk beberapa detik yang terasa lama. Hingga,

“Hyung,”

“Jinwoon-ah,”

Ucap kedua orang itu bersamaan. Ya, Yong Hwa adalah kakak Jinwoon dan Jin Hyeon.Tanpa ragu dua orang itu berpelukan. Saling menyalurkan rasa rindu karena sudah hampir tujuh tahun mereka tidak bertemu.

“Apakah ini keponakanku?”

***

“Nah, semuanya sudah mengambil sedotan kecuali Jin Hyeon-ssi, Kai, Suho, dan Sehun!” ucap Chanyeol kemudian mulai memberikan gelas yang berisi sedotan itu.

Dari Kai, kemudian dilanjutkan dengan Sehun, lalu Suho dan terakhir Jin Hyeon.

“Nah, sebelum kalian memberitahu warna apa yang akan kalian dapatkan, aku akan menjelaskan aturannya lagi,” ucap Chanyeol lalu sambil membuka bungkus pepero.

“Pertama, yang dapat sedotan dengan warna yang sama itu berarti mereka adalah pasangan. Kedua, salah satu dari kedua pasangan harus menampung ujung pepero dengan mulut dan yang lain sedangkan yang lain harus memakan ujung yang lain. Kemudian siapa yang dapat menghabiskan pepero dengan sisa paling sedikit berarti itu pemenangnya,” jelas Chanyeol. Yang lain hanya mengangguk-angguk mengerti.

“Apa hadiahnya?” tanya Baekhyun. Ia curiga, jangan-jangan membuat permainan begini hanya untuk gila-gilaan. Yah, memang sih untuk gila-gilaan, tapi kan resiko permainannya tinggi. Bisa berciuman! Boleh diulang? Berciuman! Yah, kan kalau kita mau jadi pemenangnya berarti kita harus menghabiskan pepero itu atau menyisakannya sedikit saja. Tapi hal yang mustahil untuk melakukannya, karena resikonya tidak mau berciuman! Apalagi kalau bukan dengan yeoja-chingu.

“Aku dan Kai menraktir makan selama sebulan!” ucap Chanyeol yang sepertinya sudah mengantisipasi pertanyaan itu untuk waktu yang cukup lama.

“Oke! Ayo kita mulai,” ucap Kai semangat.

Semuanya mulai menampakkan warna sedotannya. Chanyeol mulai melihat warna demi warna yang ada di sedotan.

“Baekhyun dengan D.O, aku dengan manajer hyung. Wooyoung Hyung dengan Krystal-sunbaenim, Jin Hyeon dengan…”

Curious – Part 5, END.

***

Annyeong~ Readers-nim *bow*. Saya kembali dengan Epep kurius 😉 Makin ribet aja yah FF ini. Mian yah kalo FF-nya ribetnya nyampe gakmau comment.__. Tapi yang aku pengen yakinin FF ini ide-ku sendiri, jadi tolong dihargain yaJ! Aku juga pengen minta maaf kalo katakata aku gak berkenan.___. DAN… jeng-jeng! Aku gak nyangka nih FF udah nyampe part 5~~ Yeee *tebar bias* udah sejauh ini, aku mau nanya ke readers-nim sekalian. Part berapa dan bagian yang mana yang kalian sukain???? Tolong dijawab ya._. *Deep Bow~*

NOTE: Kalau ada keluhan/bash atau hal yg mau diomongin, contact aja ke  e_sparkyu@ymail.com

R.C.L! Mian for Typo!

 

 

16 pemikiran pada “Curious (Chapter 5)

  1. Seru nih crita nya thor …
    Pasangan nya Jin Hyeon sapa ya?
    Lebih rame lagi sih kalo sama Kai- ehm, maksud nya Sehun, hahaha, itu mah pasti langsung diabidin pepero nya sama Sehun, tanpa sisa, hahahahaha *evil smile*

    Lanjutan nya donk thor!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s