Reset

Title : Reset

Author : Alexandria Kim / A.Kim (@Nhiya980821)

Main cast :

–          Byun Baekhyun

–          Lee Jiyoon

Other cast:

–          Park Chanyeol

–          Byun Yeonmin

Genre : Romance, friendship

Rating : T

Length : One shoot

Background song / Recommendation song : Super Junior – Reset

Warning : Typo dan cerita yang gaje –”

 

Happy reading^^

“Sikapku yang bodoh ini membuatmu jauh dariku. Kaulah separuh hatiku, yang akan kujaga selamanya” – Byun Baekhyun

 

-oOo-

 

Baekhyun POV

 

Kulangkahkan kakiku menuju kamarku dilantai 2. Kepalaku terus tertunduk. Dengan malas aku melempar tasku kesembarang arah lalu kuhempaskan badanku diatas tempat tidur.

“Oppa, kau tidak makan?” Tanya Yeonmin, yeodongsaengku yang baru saja membuka pintu kamarku. Aku hanya menenggelamkan wajahku di bantal, dia yang tahu jawabanku sekarang langsung menutup pintu. Aku hanya ingin sendiri sekarang.

Apakah aku salah mengatakan hal itu?

 

–Flashback–

 

Tekadku sudah bulat, kurasa inilah yang terbaik.

Aku menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. Kulihat yeoja disampingku hanya menatap lurus kedepan. Aku pun menatap lurus kedepan.

“Mianhae, hubungan kita sepertinya sampai disini saja Jiyoon-ah” ucapku. Ia masih tak merespon apa-apa. Apa ia menerimanya?

Aku menoleh kearahnya, betapa kagetnya aku melihat kristal-kristal bening sudah berjatuhan dari pelupuk matanya dan beranak sungai. Pertahanannya runtuh, tak lama setelahnya isakkannya mulai terdengar. Aku mencoba mendekatkan tanganku untuk menghapus air matanya tapi ia dengan cepat menangkisnya dan segera berlari meninggalkanku.

 

–Flasback End–

 

Apa aku seketerlaluan itu sampai membuatnya menangis?

Apa aku salah memutuskan hubunganku dengannya?

Aku hanya menganggapnya teman, itu saja.

Tanpa kusadari kristal-kristal bening itu sudah menggenang dipelupuk mataku, siap untuk jatuh. Dengan cepat aku menghapusnya sebelum benda cair yang terasa asin itu jatuh.

 

Brak!

 

Pintu kamarku lagi-lagi terbuka, tapi kali ini tidak dibuka dengan baik-baik melainkan sebaliknya, dan sosok dibalik pintu itu juga bukan yeo-dongsaengku melainkan seorang namja tinggi yang sudah menjadi sahabatku sejak sekolah dasar, Park Chanyeol.

Ia berjalan kearahku, kelihatannya ia sedang kesal, terlihat jelas dari matanya.

“Ya! Kau ini tidak peka atau apa sebenarnya?” Ia langsung membentakku. Aku menatapnya bingung. “Apa maksudmu?” Tanyaku.

Ia mengacak rambutnya sendiri. “Bukankah kau menyukai Jiyoon? Kenapa kau memutuskannya?” Tanyanya kemudian duduk sampingku. Aku menunduk selama beberapa saat lalu mengangkat kembali kepalaku menatapnya yang menunggu jawaban dariku.

“Aku hanya menganggapnya sebagai teman.” Entah kenapa ada rasa sakit di dadaku saat mengatakannya. “Kau akan menyesal jika ia membencimu dan berpaling pada orang lain, Baekhyun” rasa sakit itu kembali terasa begitu aku mendengar perkataan Chanyeol.

Aku mengusahakan untuk tersenyum seperti biasa. “Kalau itu yang terbaik untuknya dan untukku” jawabku. Chanyeol berdiri dan pergi tanpa sepatah-kata pun.

 

***

 

Hari ini aku bertemu dengan Jiyoon dikelas, memang tak bisa dipungkiri jika aku tidak bisa untuk tidak bertemu dikelas dengannya hari ini mengingat dia sekelas denganku, dengan Chanyeol juga tentunya.

Aku menyunggingkan senyumku seolah tak terjadi apa-apa begitu ia duduk -di tempat duduknya- di depanku. “Annyeong” sapaku. Ia menatapku tanpa ekspresi lalu pergi keluar kelas.

Kulihat di ambang pintu kelas ia bertemu Chanyeol mereka terlihat akrab, ia juga tersenyum sangat manis padanya, senyum yang dulu selalu ia tunjukkan kepadaku. Rasa sakit itu kembali datang dan menjalar keseluruh tubuhku bahkan kepalaku terasa panas ketika melihat Chanyeol membetulkan letak jepitan rambut yang dikenakkan Jiyoon.

 

Chanyeol POV

 

Dari jendela kelas aku sudah melihatnya. Cih, Byun Baekhyun kau itu tidak peka atau tidak punya hati sebenarnya?. Jiyoon berjalan keluar kelas, aku pun berlari menuju pintu kelas.

“Annyeong Jiyoon-ah” sapaku. Ia pun menghentikkan langkahnya dan balas menyapaku “Annyeong Chanyeol-ah” ia tersenyum padaku, lebih terlihat ke senyum miris menurutku.

“Kau kenapa? Apa kau kurang sehat?” Tanyaku pura-pura. Ia menggeleng. Aku melirik kearah Baekhyun yang duduk ditempatnya. Bagus, ia melihatku. “Oh ya, hari ini kau terlihat cantik Jiyoon-ah” ia tersenyum manis padaku.

“Gomawo” jawabnya. “Ah, jepitanmu sepertinya terlalu ke bawah letaknya, bisa-bisa jatuh. Sini aku betulkan” kataku sambil mengatur letak yang bagus untuk jepitan berwarna pink itu. “Nah, kalau beginikan terlihat semakin cantik” ia kembali tersenyum sambil menundukkan kepalanya. Aku kembali melirik kearah Baekhyun, dari ekspresinya ia terlihat kesal, apa ia cemburu? Baguslah, semoga kau cepat sadar dengan perasaanmu.

 

***

 

Author POV

 

Sejak kejadian itu Chanyeol dan Jiyoon semakin dekat, mereka terlihat seperti pasangan kekasih. Sementara Baekhyun, entah bagaimana tanpa sadar ia terus mengikuti mereka berdua.

Tentunya Chanyeol tahu akan keberadaan Baekhyun, tapi ia berpura-pura tidak tahu.

“Chanyeol-ah, temani aku ke perpustakaan untuk mengembalikkan buku ini ya?” Ajak Jiyoon saat bel istirahat baru saja berbunyi. Baekhyun yang mendengarnya hanya bisa menahan rasa cemburu yang meluap-luap sedari tadi. “Emm… Bagaimana kalau dengan Baekhyun saja. Kau juga mau mengembalikkan bukukan Baekhyun? Kalian sama-sama saja, aku ada urusan. Bye.” Dengan cepat Chanyeol segera meninggalkan Jiyoon dan Baekhyun yang menatap kepergiannya.

Hening. Hampir semua murid dikelas itu sudah keluar, tapi Baekhyun dan Jiyoon tak kunjung keluar padahal mereka harus mengembalikkan buku yang dipinjam sebelum bel istirahat berbunyi. Baekhyun berdiri dari duduknya. “Kajja.” katanya. Jiyoon pun ikut berdiri dan berjalan mengekori Baekhyun sambil terus menunduk.

 

Jiyoon POV

 

Bruk.

 

“Auw!” Ringisku saat tubuhku menghantam tubuh namja didepanku yang kutahu adalah Byun Baekhyun, mantan namjachinguku. Aku menolehkan kepalaku ke kanan dan ke kiri. Ini bukan perpustakaan, ini taman belakang sekolah. Kenapa aku bisa ada disini?

“Ini bukan perpustakaan. Kenapa kita kesini?” Tanyaku. Ia tak menggubris pertanyaanku dan segera mengambil tempat duduk di kursi kayu panjang yang ada di bawah pohon. Kursi kayu itu, tepat disitu ia memutuskan hubunganku dengannya waktu itu.

Ia menatapku dengan wajah polosnya, matanya yang beriris hitam itu menatapku tepat di manik mataku. Ingin sekali aku memalingkan wajahku agar tak terjadi kontak mata dengannya tapi tubuhku tak mau menurutiku. Wajah itu, wajah yang polos terlihat seperti anak kecil, aku sangat merindukannya. Tanpa sadar benda cair yang terasa asin itu terasa mengalir di pipiku.

Ia berdiri dan mendekat ke tempatku berpijak, aku ingin lari. Aku sudah memutuskan untuk melupakannya, tapi kenapa.. Kenapa rasa ini terus ada dan terus mendorongku untuk tetap tinggal disini. Jemarinya menghapus dengan lembut air mataku. “Uljima.” ujarnya dengan lembut sambil tersenyum, senyum yang selama ini tak ingin kulihat. Kenapa? Karena senyumannya selalu membuat pertahananku runtuh, segala rasa benciku padanya seakan pergi bersama air mataku yang semakin lama semakin banyak keluar.

Ia menarikku kedalam pelukannya. Hangat. Jika aku bisa menghentikkan waktu, aku ingin menghentikkannya sekarang. Aku ingin terus bersama Baekhyun yang seperti ini. Tidak, beginilah Baekhyun. Aku menyukainya bahkan mencintainya, semua yang ada dalam diri Byun Baekhyun aku menyukai semuanya, sifat polosnya, ketidak pekaannya, semuanya. “Saranghae.” apa aku tidak salah dengar? Dia yang mengatakan itu?

“Saranghae, jeongmal saranghae Lee Jiyoon” aku tetap menangis di pelukkannya. “Mianhae, aku memang tidak peka, selama ini aku memang sudah menemukan setengah hatiku, itu kau. Tapi karena sikapku ini aku kehilangannya.” Tambahnya.

Aku melepas pelukkannya kemudian menatap tepat ke manik matanya. “Kau tidak kehilangannya, karena ia akan terus mengikutimu meski kau berada di ujung dunia ia akan terus bersamamu karena ia bagian darimu, tidak akan pernah terpisahkan darimu.” Kataku. Ia kembali tersenyum, matanya berkaca-kaca dan air mata sudah banyak tertampung di pelupuk matanya.

Ia meraih daguku, sedetik kemudian aku merasa ada sesuatu yang lembut yang menyentuh bibirku. Ia menciumku. Aku sangat kaget dengan perlakuannya ini, tapi kehangatan ini tak bisa kutolak, tanpa sadar aku memejamkan mataku. “Saranghae” ucapnya begitu ia melepas ciumannya. Aku menunjukkan senyum terbaikku. “Nado saranghae” jawabku. Ia kembali merengkuhku dalam pelukannya, aku pun membalas pelukannya erat.

“Ehem! Sepertinya cupid itu memang jarang dianggap ya.” Ucap seseorang, refleks kami langsung melepaskan pelukkan kami. Park Chanyeol. Namja itu tengah berdiri sambil bersandar disamping dipohon dengan ekspresi yang dibuat-buat. Aku terkekeh melihatnya yang memanyunkan bibirnya seperti anak kecil.

Baekhyun mendekatinya lalu merangkul pundaknya. “Gomawo.” ucapnya. Aku juga ikut mendekati Chanyeol yang masih mempertahankan ekspresinya yang tadi. “Jeongmal gomawoyo cupid Park Chanyeol” ujarku sambil mencubit kedua pipinya.

 

-oOo-

 

“Seberapa bencinya aku padamu, senyumanmu selalu dapat melunturkannya, karena kau adalah takdirku dan aku takdirmu” – Lee Jiyoon.

 

 

-THE END-

 

Annyeong^^ ini ff EXO pertamaku jadi maaf kalau nggak ngena di hati (?) atau semacamnnya, entah kenapa aku bisa buat ff ini -.-

Aku mau ngucapin terima kasih buat admin exofanfiction.wordpress.com yang udah mau post ffku dan terima kasih buat reader yang mau baca ff ini.

Diharapkan dapat meninggalkan jejak berupa comment-an karena itu sangat berharga bagi author agar tahu apa yang kurang dalam ff ini dan bisa menjadi pelajaran. Kamsahamnida *bow* ^^

 

Iklan

18 pemikiran pada “Reset

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s