Confussion (Chapter 1)

Tittle part 1:

 

Introduction

 

Author: Aria Kudo

 

Genre: Friendship, Romance, School life

Main cast:

v EXO members

v Kang Yo Ra

v Kim Seo Jo

 

Leght: Multi chapter

ENJOY!
________________________________

 

Pagi hari yang cerah, terdengar suara burung gereja merdu menyanyikan syair cinta mereka,  matahari yang masih malu menampakkan mukanya. Seorang manusia, ah..lebih tepatnya seorang yeoja. Dengan rompi berwarna coklat silver bermotif kotak-kotak yang ditutupi oleh jas sekolah bersimbol hologram bintang berwarna emas, tak lupa dengan dasi hitam bergaris satu berwarna emas, menandakan bahwa yeoja ini merupakan siswi kelas X.

 

Penampilannya hanya sebatas dikuncir satu rendah. Orang yang melihatnya dapat menebak bahwa yeoja ini bukan orang kaya. Mengapa? Karena yeoja ini pergi ke sekolah menggunakan sepeda butut berwarna merah maron yang sangat kontras dengan siswa-siswi lain yang pergi ke sekolah menggunakan motor balap terKangal dan mobil mewah seperti LimoussinFerrariJaguar, dan lain-lain.

 

Dapat dilihat yeoja ini sedang terkejut melihat pemandangan indah di depannya.

 

‘Wah..keren banget gedungnya, kolam renang juga ada…wah..lapangan olahraganya luas banget!’ Kagum Yora, sang yeoja yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini.

 

“Untung banget aku bisa masuk sini, terima kasih Eomma, Appa, takkan kusia-siakan pengorbanan kalian berdua” Ucap Yora dengan semangat.

 

Dengan langkah yang mantap namun pasti Yora masuk ke dalam gedung sekolah barunya.

 

Yora POV

 

Halo semuanya, namaku Kang Yora. Aku merupakan siswi baru di sekolah dengan fasilitas terlengkap di Korea, Geungnam Seoul School. Gedung yang sekilas lebih mirip disebut mal bertingkat dibandingkan sekolah merupakan sekolah dengan kawasan elite yang hanya bisa dimasuki oleh siswa-siswi yang berada.

 

Ujian masuk sekolah ini sangat sulit dan sekolah ini memiliki banyak jurusan yang dapat kita pilih sesuai kemampuan masing-masing.

 

Bidang yang paling banyak dipilih oleh siswa-siswi adalah jurusan seni. Katanya siswa yang sukses dalam jurusan seni dapat menjadi penyanyi yang diproduseri oleh produser terKangal.

 

Sekarang pertanyaannya, mengapa aku yang berada dalam keluarga yang ekonominya pas-pasan dan kemampuan menyanyi yang fals super bisa masuk ke sini?

 

Karena orangtuaku yang super nekat membawa semua raporku dari kelas 1 SMP sampai kelas 3 SMP ke Kepsek di sekolah ini. Tampaknya orangtuaku ingin agar aku bisa mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus dari sekolah ini —padahal masih sangat lama!—. Yah, dilihat dari latar belakang sekolah ini, tidak heran jika orangtuaku berpikir demikian. Dengan otakku yang cemerlang akhirnya Kepsek ini mau menerimaku untuk masuk ke sekolah ini.

 

Yora End POV

..*..

 

Dengan semangat yang menggebu-gebu, Yora masuk ke dalam kelas jurusan Seni.

 

Kelas X-A

 

Yora segera masuk ke dalam kelasnya begitu ia melihat tag name di pintu kelasnya. Ia segera duduk di barisan kursi posisi tengah. Karena lokasi tersebut paling strategis untuk tidur di kelas tanpa ketahuan.

 

Yora meletakkan tas ke bangku pilihannya dan bersiap-siap untuk tidur.

 

Tapi..

 

“OMG!!”

 

“Tampan sekali mereka…”

 

“Oppa-oppa!!!”

 

Yora yang asik tiduran di meja segera terbangun mendengar suara yang sangat berisik di luar kelasnya, ia langsung mengikuti arah suara yang ternyata SEGEROMBOLAN gadis-gadis sedang memandang SEKUMPULAN namja.

 

‘Ckk..koridor di dekat kelas berisik sekali, mengganggu keasikan orang saja’ Dumel Yora dalam hati.

 

Yora yang niat awalnya hanya tidur-tiduran dengan posisi sapu tangan menutupi wajahnya yang sedang tidur, terbangun ketika mendengar suara-suara yeoja yang asik sekali berteriak.

 

“Namja-namja EXO…mereka memang namja yang sangat sempurna.”

 

“Iya..EXO memang daebak!!” Balas yeoja yang lain

 

Ckk..siapa lagi tuh EXO? Pikir Yora.

 

Yora yang aslinya memiliki kadar cuek luar biasa hanya melewati gerombolan yeoja di sana dan melewati sekumpulan namja-namja (tampan) itu dengan malas.

 

Yora POV

 

Letak kantin dimana ya? Pikirku sambil berkeliling di sekitar sekolah ini. Kepsek di sini kurang kerjaan ya sampai bikin bangunan seluas mal. Pikirku acuh sambil mencari letak kantin sekolah ini.

 

Aku terus berjalan melewati lorong-lorong yang panjang, iseng-iseng kulihat jam tangan abalku.

 

Waduh!! Lima belas menit lagi bel masuk! Aku harus cepat-cepat pergi ke kantin sebelum bel masuk.

 

 

Yora End POV

 

..*..

 

Yora langsung berlari sambil menengok ke kanan dan kiri, mencari kantin agar ia bisa cepat membeli roti untuk mengganjal rasa laparnya. ‘Mengapa tadi aku tidak sarapan saja bareng eomma dan appa?’ Keluhnya dalam hati.

 

Namun sayangnya, malang diterima untung ditolak (?), Yora tidak melihat ada seorang namja yang sedang berjalan di depannya sambil mendengarkan headset di iPhonenya dengan Coffee Mix di tangan kirinya, Yora yang tidak melihat namja tersebut langsung lari menabrak namja malang tersebut.

 

Bruuk!

 

Byurr!

 

Yora POV

 

Gawat!! Kangapa tadi aku terburu-buru sampai aku tidak melihat ada seorang namja di depanku. Aku melihat namja tersebut jatuh dengan posisi badan yang terlentang dan tangan yang masih memegang iPhonenya. Kulihat ada sebuah gelas berada di atas kepalanya. Tubuhnya basah kuyup, mengingat minuman yang tadi dia minum berukuran besar.

 

“Halo? Anda tidak apa-apa?” Tanyaku untuk memecah suasana hening ini.

 

Dia hanya diam sambil menunduk dengan posisi tidak berubah.

 

Agasshi..apakah anda mendengar saya?” Tanyaku lagi untuk memastikan apakah ia masih bisa mendengar perkataanku atau memang budek dari sananya.

 

Lagi-lagi dia diam tanpa menjawab perkataanku.

 

Aku yang sebal karena dicuekin dari tadi langsung mengambil sapu tangan yang tersedia di dalam kantong rokku.

 

Aku memberikan sapu tanganku dan menyeka sedikit mukanya karena dia terus menunduk. Mukanya tidak kelihatan. Aku juga mengambil gelas yang dari tadi masih bertenger di atas kepalanya.

 

Ding Dong Deng Dong

 

Hebat! Belum sempat aku menyelesaikan masalahku dengan namja ini dan pergi ke kantin tiba-tiba suara bel masuk sudah berbunyi.

 

“Saya benar-benar minta maaf Agasshi. Minuman yang saya tumpahkan akan saya ganti nanti. Saya harus buru-buru karena sebentar lagi saya harus masuk kelas. Permisi.” Kataku pada namja tersebut dan aku langsung kabur menuju kelas tercinta.

 

 

Yora End POV

 

..*..

 

Yora terus berlari hingga sampai pada kelasnya. Yaitu kelas X-A. Suasana di kelas itu masih ribut karena guru belum datang ke kelas.

 

Untung aku belum telat , pikir Yora sambil duduk di bangkunya. Dia mengambil buku tulis kosong dan meletakkan di mejanya.

 

Yora melihat empat namja yang disebut EXO tadi masuk ke dalam kelasnya. ‘Hmm..sepertinya mereka berempat merupakan siswa di kelas ini juga.’ Pikir Yora.

 

Salah satu dari mereka memilih bangku kosong di sebelah Yora. Yora yang dari tadi asyik menguap tertarik untuk menengok namja di sebelahnya.

 

Namja tersebut bermuka sangat imut. Dengan muka coolnya dia meletakkan tasnya di bangku kosong sebelah Yora. Yora yang mendapat pemandangan gratis hanya bisa memuji diri sendiri.

Lumayanlah..bisa lihat namja imut dari dekat, gratis lagi.

..*..

 

“Hei..Mengapa tubuhmu basah kuyup?” Tanya namja bermata sipit. Namja tersebut mengernyitkan sebelah alisnya karena melihat pemandangan ganjil di depannya yang malah membuat matanya semakin tidak terlihat.

 

“Iya, emangnya kau habis diceburin?” Tanya namja yang sepertinya paling muda diantara mereka berempat. Namja ini merapikan rambut orang di depannya yang terlihat sangat berantakan.

 

“Atau minumanmu tumpah? Soalnya aku tidak melihat minumanmu.” Tanya namja yang berkulit agak gelap. Dibandingkan kedua namja tadi, ia hanya berekspresi datar saja.

 

“Ah..ani..Tidak ada apa-apa. Aku hanya mengalami sedikit masalah aja tadi.” Jawab namja yang ditanya oleh ketiga temannya tersebut. Ia meletakkan iPhone putihnya ke kantong celananya.

 

“Oh..begitu, ganti saja seragammu dengan baju yang lain. Cepatlah, bel masuk sudah berbunyi. Nanti kau terlambat masuk ke kelasmu.” Balas namja bermata sipit.

 

“Baiklah.” Jawabnya lagi.

 

Namja itu berjalan ke ruang ganti pria untuk mengganti seragamnya yang basah kuyup dengan seragam yang ada di dalam lokernya.

 

Setelah mengganti seragamnya. Namja itu sedikit tersenyum ketika dia melihat sebuah kartu pelajar yang berada di tangannya, berfotokan seorang yeoja yang tersenyum sangat manis bertuliskan nama ‘Kang Yora’.

 

“Well..Menarik.” Ujarnya.

 

Dengan langkah pelan tapi pasti ia segera berlari menuju kelas X-A.

TBC


From: Exo Fanfiction <exofanfiction@yahoo.com>
To: Hwang Aria <hwang_aria@yahoo.com>
Sent: Saturday, April 14, 2012 5:55 PM
Subject: Bls: ff saya admin..

Sebelumnya makasih partisipasinya chingu ^^
Tapi boleh nggak FFnya dikirim pake atachment dalam ms.word? Soalnya admin jadi susah ngapdetnya…
Nggk apa-apa kan?
Jadi kita belum bisa publish dulu.. mohon dikirim secepatnya ^^
Iklan

18 pemikiran pada “Confussion (Chapter 1)

  1. Saya sudah berapa kali membaca ff ini dan hanya pada kesempatan ini bisa mengomentari.well ff ini menarik😊oh iya beberapa chap di pw kan kak?
    cara minta pwnya gimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s