Extraordinary Love (Chapter 7)

Author : Lvyhuna

Title : Extraordinary Love

Sub Title : Exo -L

*Main cast :

  • Latara Daanishe Mozza                  aka         Tara / Mozza
  • Oh Sehoon [EXO-K]                        aka         Sehun
  • Byun Baekhyun                [EXO-K]                                aka         Baekhyun
  • Park Chanyeol [EXO-K]                  aka         Chanyeol

 

Sub Main Cast :

  • Crystal Jung [F(x)]            aka         Kristal
  • Sulli Choi  [F(x)]                 aka         Sulli

 

**Supporting Cast :

  • Kim Jil Woo Harabeoji, Haramonie
  • Mr.Yang

 

Genre : Family, Friendship, and Romance

Length : Chaptered

 

* Bisa bertambah

** Berubah-ubah setiap chapternya

 

TAAADAA !!

 

Peyuk cium guling-guling dari totor Lvy ({})

 

Totor bangga dan sangat terharu ini chapter 7 udah bertelur juga, dan kalian masih disini setia aja sama Exo-L , semoga ceritanya makin asik ga boring yah, dan semoga kemampuan totor dalam edit poster juga makin baik *keliatanamatir. Tapi totor mau sedikit bagi galau, kucing totor yang namanya cantell ngilang cemu u, jadi totor agak ga konsen  #kemanacantell??  Yasudah tidak berlama-lama lagi sementara totor nyari kucing totor, cemu u pada baca aja yaa  , totor luncurkan chapter 7.

 

HAPPY READING \(>-<)/

EXO-L CHAPTER 7

 

 

Hari ini aku meminta, supir ku untuk tidak menjemputku . Aku ingin pulang jalan kaki bersama Baekhyun. Sambil bergandengan tangan sepanjang jalan, seperti pasangan pada umumnya. Kebiasaanya menggendong tas hanya dengan sebelah bahunya, salah satu cara supaya ia bisa menggenggam tangan ku lebih kuat. Alasan yang menurutku sedikit aneh.

 

“Baekhyunah !”

“Ne ?”

“Apa benar tidak apa-apa ? Sehun ikut belajar dengan kita ?”

“Tentu saja tidak apa-apa, memangnya kenapa ?”

“Aniya, aku hanya bertanya saja !”

“Apa kau takut aku cemburu ?”

Aku hanya diam tak menjawabnya, dia pun tiba-tiba memasukan tangan ku kedalam jaketnya.

 

“Aku sudah lebih tenang, lagipula hubungan kita sudah berjalan 1 bulan seharusnya aku tidak usah terlalu khawatir!”

“Baiklah !”

“Kenapa kau tiba-tiba mengajakku berjalan kaki ?”

“Aku hanya ingin tahu rasanya, pacarku mengantarkan ku pulang kerumah sambil berjalan kaki !”

“Kuraeyo ? emh apa kau juga ingin merasakan pacarmu mengantarkan mu pulang kerumah sambil menggendong mu ?”

“Ah ? aniya Baekhyunah !”

“Baguslah, kerena sepertinya kau sangat berat !”

“Yaaa !!”

 

Baekhyun adalah orang yang gampang bergaul dengan orang, ia orang yang humoris dan periang. Tapi sebenarnya ini bukan kali pertama ada namja yang mengantarkan ku pulang sambil menggandeng tangan ku hanya saja perbedaanya dulu dan sekarang adalah status namja itu. Pikiranku kembali me-rewind saat-saat kala itu.

 

– – – – – – – –

“Yaa, Tara bisakah kau jalan lebih cepat ??!”

 

“Kakiku hanya ada dua, dan langkahku tidak sebesar langkahmu !”

“Sini !”

 

“Apa maksudnya itu ?”

“genggam tangan ku supaya aku bisa membawa mu berjalan lebih cepat !”

Aku raih tangan yang terbuka itu , dan tak lama tangan itu menutup segera menggenggam tangan ku dan memberi ku sebuah kehangatan.

 

“Tangan mu begitu dingin, baiklah!”

Deg !

 

Ia memasukan tangan ku kedalam jaketnya bersama tanganya yang turut masuk. Kami pun berjalan dengan penuh kecandaan, terus tertawa dan tersenyum. Tangan Sehun benar-benar hangat.

 

“Tara apa kau lapar ?”

 

Belum aku menjawanya, ia langsung menarik ku masuk kedalam sebuah kedai atau mungkin rumah makan yang tidak terlalu besar. Semua furniture yang ada sepertinya berasal dari bambu dan anyaman kayu.

 

“Ini dimana ?”

 

“Galbijip !”

 

“Galbijip ?”

“rumah makan Galbi”

“Galbi ? apa itu?”

“Kau sendiri akan tahu, sebentar aku akan memesan dulu kau tunggu disini!

 

Sementara Sehun memesan aku melihat-lihat sekeliling kedai, aku dan Sehun duduk ditempat lesehan, tapi tak semua tempat duduk disini lesehan, ada juga tempat duduk seperti biasa ada kursi dan meja, tapi kata Sehun lebih baik yang seperti ini (red:lesehan) karena akan terasa lebih hangat, apalagi sekarang sedang musim dingin. Sehun pun kembali

 

“Sudah ?”

 

“Ne , ah Tara masukan kaki mu kedalam meja itu supaya lebih hangat !” ucapnya sambil segera menanggalkan sepatunya dan ikut bergabung dengan ku .

Tak berapa lama seorang ahjussi (red:paman) datang sambil membawa sebuah panggangan, potongan daging beserta sayuran dan saus.

“Chaa ! ini dia !”

 

“Kalbi ? “

“Ne , kalbi itu semacam daging panggang, kau sendiri tahu setiap masakan daging panggang disini berbeda nama !”

“Arayo, Sehunah cepat nyalakan pangganya !”

 

Sementara Sehun menyalakan panggangan, aku melihat-lihat bahan-bahan yang dibawa oleh ahjussi tadi, beberapa potong daging, daun selada, dan beberapa sayuran lainya.

Kami pun segera mengambil potongan-potongan daging itu dan memanggangnya diatas panggangan, sambil disela canda tawa, dan gurauan-gurauan ringan. Setelah matang Sehun mengajari ku cara memakan Kalbi, daging yang sudah matang kemudian dibungkus dengan daun selada atau daun perilla atau daun sayur-sayuran lainnya. Sebelum dimakan, daging yang sudah dibungkus daun dicelupkan lebih dulu di dalam ssamjang, yakni saus yang terbuat dari campuran pasta kacang kedelai dan cabai merah. Barulah kalbi bisa dimakan.

 

“Changchang, Tara aaa ?”

“Mwo ?”
“Ayo buka mulutmu , aaa !”

 

Aku pun segera membuka mulutku, dan ia pun memasukan bungkusan selada daging itu ke mulutku. Rasanya seperti daging sapi panggang yang dimakan bersama sayur serta saus kecap manis yang diberi potongan cabe rawit ,duh  lidah indonesia sekali ya (-___-‘)

 

“Mashita ?”
“Ne ! CHAMKAMMAN !!!” ucapku tiba-tiba , yang juga mengejutkan Sehun yang sedang asyik membalikan daging.

 

“Sehuna, ini daging apa ?”

 

“Tenanglah, aku tahu kau tidak suka daging babi, aku pilihkkan kamu daging iga sapi !”

“Jinjayo ?”

“Ne !”

“Ah syukurlah !”

 

“Aaaaa !” ucap Sehun sambil menyodorkan ku kalbi lagi

 

“Sehuna, kenapa kau terus menyuapi ku ? kau kan belum makan !”

“Kalau begitu buatkan aku satu !”

“Baiklah, !”

“Tapi makan dulu ini, tangan ku pegal !”

Aku pun menyantap Kalbi dari tangan Sehun, dengan semangat aku ambil 2 helai daun selada , aku ambil daging sapi dari panggangangan . Sempat Sehun terlihat ragu melihat ku mengambil daging dari panggangangan yang panas, dan ia berinisiatif untuk membantuku. Tapi aku menolak berdalih aku sudah handal menggunakan sumpit, aku pun mengambil daging itu dengan perlahan, memang harus mencoba beberapa kali ketika mengambil daging dari panggangan namun akhirnya aku berhasil juga. Segera aku masukan potongan daging itu didalam daun selada, aku bungkus dengan rapi seperti bedongan anak bayi, ku celupkan ke dalam saus.

 

“Aaaa, buka mulutmu !”

 

“Kenapa kau membuatnya begitu besar ?”

“Ayolah Sehunaa, aaaa ?”

 

Ia pun memegang tangan ku dan memakan kalbi buatanku

“Bagaimana ?”

 

Sehun menaikan tanganya, mengisyaratkan aku untuk menunggu. Sepertinya aku membuat bungkusanya terlalu besar, Sehun lama sekali mengunyahnya, tapi biarlah dia begitu lucu dengan mulutnya yang menggembung.

“Yaa, ottoke ?”

 

“Apa kau tidak lihat mulutku penuh ? bagaimana aku bisa berbicara panjang lebar“

 

“Hee mian Sehuna !”

 

Setelah beberapa lama ia mengunyah, aku mulai melihat ia mulai menelanya.

“Kau sudah menelanya ?”

“(angguk-angguk)”

 

“Kau mau membunuhku ?!!!”

“Mian Sehuna, tapi enak kan !”

“(mengangguk)”

 

Aku pun tersenyum gembira melihat anggukanya.

 

“Sehuna kau mau aku membuatkan satu lagi untukmu ??!”

“Aniya !”

“Yaa, aku tidak akan membuat yang sebesar tadi lagi !”

“Aaaaa !”

“Aniya !”

“Aaaa !” paksa ku.

Tapi Sehun terus memalingkan wajah. Aku pun segera menghampirinya sambil membawa kalbi ditangan ku. Aku pegang ke-2 pipinya.

 

“Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau makan !”

“Yaa!!  kau sungguh mengerikan !”

“Aaaa ?  nah gitu dong daritadi !! eh kenapa kau melihat ku seperti itu ?”

“Ah ? aniya ! “

Saat-saat itu benar-benar kurindukan. Tapi kini yang ada disisiku bukan Sehun, tapi Baaekhyun, baekhyun yang menjadi pacar ku. Aku pun menegakkan kepala dari tundukan yang lama.

 

Ah tempat ini !

 

Ucapku tertahan didepan sebuah kedai.
“Kalbijip ? kau mau kesana ?” tanya Baekhyun yang membuyarkan lamunanku.

 

“Mwo???!” ucapku terkejut

“Kau terus diam dan memandangi rumah makan ini, kau mau masuk ?”

“Aniya, ani, ayo kita terus jalan !”

“baiklah !”

Hati ini tersayat lagi. Ah harus berapa kali aku mengelus dada ini .

 

 

“Aku pulang !”

 

“Selamat datang nona !”
“Bi, haramoni sama harabeoji udah pulang ?”

“Harabeoji belum, tapi haramoni sedang ada diruang tamu !”

“Ah ne !”

Aku dan Baekhyun melepaskan gandengan tangan kami semenjak tiba digerbang.

 

“Haramoni aku pulang !” ucapku sambil melihatnya sedang meminum secangkir teh sambil membaca majalah

 

“Cucu ku sudah pulang, siapa itu ?”

“Oh, aku Byun Baekhyun !”

“Ah Baekhyunah, Tara kau sudah makan ?”

“Ani, aku Baekhyun, Sulli, Kristal dan Sehun akan belajar bersama  dikamar ku !”

“Kuraeyo ? kau ingin aku siapkan apa ?”

“Kue tart keju ? bolehkah haramoni ?”

“Kuraeyo ! Kau mau aku pesankan sushi juga ?”

“Ah Jinjayo , ne ne !”

“Baiklah !”

“Kami naik keatas ya !”

“Ne !”

“Permisi !”

 

“Ne Baekhyunah !”

 

Aku pun naik keatas bersama Baekhyun.

 

“Lebih baik kita belajar diruang tengah saja !”

“Wae ? kamarku masih luas untuk menampung kita ber-5 !”

“Aku merasa , tidak baik masuk kamar wanita !”

“Ayolah bukankah dulu kau suka berbaring ditempat tidurku ?!”

 

“Itu sebelum aku menjadi pacar mu, sekarang kan beda , aku harus lebih dewasa !”

“Kau ini! , kurae kita belajar diruang tengah !”

 

Aku menyuruh Baekhyun menunggu diruang tengah, sementara aku masuk ke kamar dan mengganti baju ku.

 

“Aku pake baju yang mana ya ? kaos ? dress santai ? “

“Ah pake hotpants atau ? ani ani, Sehun tidak suka kalau aku memakai hotpants, baiklah rok , rok , mana dia ?”

“Atasanya apa yah ? hmm, rok ku berwarna biru tua, merah ? ani, kuning ? aniya ! coklat ? terlalu gelap , merah muda ? ah ne , ini lucu !”

“Rambutku! Harus aku urai seperti ini ? atau mengikatnya dibelakang ? emhh atau menggulungnya diatas ? ani ani, ah

 

Aku menyukaimu ketika kau menjempit rambutmu

 

“Ne , Sehun menyukainya, choa !”

Setelah me-mix and match kan baju, rok, dan gaya rambut kini waktunya wajahku yang mendapat polesan.

 

“Aniya !! aku kan mau belajar bukan mau kencan ! Ah kau ini sungguh bodoh !”

Aku pun menatap diriku dicermin meja rias.

“Untunglah aku belum memakai bedak, pasti Baekhyun lebih menyukai ku kalau natural seperti ini !”

Ditambah dengan menyisir sedikit bagain ujung rambutku . Aku siap menemuinya.

 

“Baekhyunah ~!”

 

Buku yang sedang menjadi sorotan Baekhyun pun ditinggalkanya ketika aku memanggilnya.

“Ah kau sudah ganti baju !”

“Ne, kau sedang mengerjakan apa ?”

 

“Sedikit latihan soal, kau manis sekali Tara !”

 

Aku yang tepat ada disisi wajah Baekhyun pun hanya bisa menatapnya dan tiba-tiba cepat menjauh karena canggung.

 

“Taraaa aku datang !”

 

“Omo-omo kalian sedang apa ?” tanya Sulli menggoda

 

“Aniyya !! kami tidak sedang melakukan apa-apa !”

“Aku haya bercanda, wae ? baekhyunah kau tidak kembali ke dorm untuk ganti baju ?”

“Ani, aku langsung kesini bersama Tara !”

“Jinjayo ? ah kalian ini !”

“Sulliya! Kristal sama Sehun dimana ?”

“Ah tadi Kristal bilang ia akan menunggu Sehun, dan bersama datang kemari !”

 

KYAAAAA ! kenapa dia terus membuatku cemburu !!

 

“Oh begitu !” ucap Baekhyun dingin

Ah Babo ! babo ! kenapa aku harus bertanya Sehun , pasti dia marah.

 

“Kami datang !”

 

“Ah Kristal !” ucapku sumringah

“Maaf ya kami telat !”

“Lebih baik lebih cepat kita mulai belajarnya !” ucap Baekhyun masih dingin.

Aku duduk tepat disamping Baekhyun.

 

DEG !

Sehun duduk tepat disamping Kristal. Tepat didepan mata ku. Sekarang aku harus bisa menjaga emosi ku demi Baekhyun.

 

“Tara kalau yang ini bagaimana mengerjakanya !” tanya Kristal

 

“Oh ne, ini harus diturunkan dulu setelah itu pake aturan cosinus, sin diturunkan menjadi ?”

“-cos !“

“Kurae !”

 

“Tara !”Sehun memanggilku,

Spontan aku melirik baekhyun, ah nampaknya dia tidak apa-apa

 

“Aku masih belum mengerti bagian yang ini !”

“Igot ? “

“Ne !”

“jadi begini…….”

 

*Sehun POV*

 

“Kau harus mengalikan dengan bilangan sekawan dulu lalu…….”

 

Dia menjepit rambutnya, menguraikan rambutnya. Dia tetap terlihat cantik seperti biasanya .

 

*Backt to Story *

 

“Ah tara aku mengerti jadi ……”

 

            Kebiasaanya, he always lick his lips . Entah berapa kali ku lihat dirimu dari atas hingga ujung kaki. Kau masih begitu tampan, entah berapa kali aku mencoba mengacuhkan mu , tapi kenapa aku tidak bisa ! kau selalu bicara dengan ku dengan gaya seperti ini.kau terlalu bersinar Sehun .

“Tara !”

 

“Ah ne Sehuna ?!”

“jadi ini jawabanya ?”
“Mana kulihat ?”

 

AISH ! kenapa disaat seperti ini, tangan ku harus bersentuhan dengan tanganya, bukankan ini akan membuatku lebih salah tingkah.

 

Apa-apaan ini ? kenapa Sehun tidak mau melepaskan tangan ku, bagaimana ini ? hatiku berdebar tidak menentu. Kenapa dia sepert ini ? Apa maksudnya ?

 

“Ini pesananya datang !”

“AH haramoni kami merepotkan mu !”

“Aniya, harusnya aku yang berterimakasih kepada kalian mau menemani Tara belajar !”

“Aniyeyo haramoni justru kami yang merepotkan Tara !”

“Kuraeyo ? yasudah kalian teruskan belajarnya !”
Haramoni meninggalkan kami, aku pun diberi waktu untuk bernafas.

 

 

***

            Musim dingin ini belum usai juga, begitu banyak salju diluar, lebih baik aku menjauh dari jendela. Hembusan angin dari celah-celah akan terasa lebih dingin. Hp ku masih diam usang diatas meja belajar , belum ada satu sms pun masuk. Padahal ini adalah hari jadi ku yang ke 2 bulan bersama Baekhyun tapi dia malah tidak memberi ucapan sama sekali. Apa dia lupa ? dia ada dimana sekarang ?

Aku pun berjalan-jalan disekitar kamarku, jenuh rasanya. Apa yang harus ku lakukan ? diluar sangat dingin ? Ahh aku tahu lebih baik aku pergi keruang latihan mungkin saja Baekhyun sedang berlatih ini kan hari Minggu. Ne ne.

Aku pun segera mengambil baju hangatku dan pergi menuju ruang latihan diacademy.

 

Walaupun hari Minggu dan udara sangat dingin, ternyata masih banyak juga orang yang datang kesekolah ini.

 

“Anyeong Tara !”

“Ah Anyeong !”

 

“Taraaa !”

 

“Sulli ? sedang apa kau disini ?”

 

“Aku sedang berlatih dance , kau mau kemana ?”

“Aku sedang mencari Baekhyun !”

“Ah ne, ikut aku !”

 

Untung sekali aku bertemu Sulli disini. Sulli membawaku ketempat yang sebenarnya sudah aku hafal ia membawaku keruang latihan.

“Itu dia !” bisik Sulli

 

Dari jendela luar , aku terawang Baekhyun yang sedang berlatih, terlihat ia sudah mengeluarkan banyak keringat bahkan rambutnya nampak seperti orang yang baru keramas, jaket yang ia gunakan pun telah basa menyerap keringatnya. Aku pun masuk perlahan tanpa diketahui Baekhyun, ah dia keren sekali ketika berlatih, wajahnya serius, mimik wajahnya beda sekali kalau bersama ku.

 

Sehun dimana ? dia tidak ada ? bukankah dia sekelas dance dengan Baekhyun ?

 

“Ya cukup kalian boleh istirahat !” ucap sang koreagrafer.

“Ne !”

“Ah sepertinya kita mempunyai tamu cantik !” ucap koreografer yang telah ku kenal Mr.Yang

 

Otomatis semua mata mengarah dengan arahan yang sama dengan lirikan mata Mr.Yang.

 

“Baekhyun-ssi kamu dikunjungi !”

 

Mendengar itu, Baekhyun menghampiri ku yang berdiri bersama Sulli.

 

“Ini !” ucapku sambil memberikan minum penyegar untuknya

“Gomawo !”

 

Dia pun segera duduk menyilang kaki dilantai sambil meminum minumanya tepat disamping ku, dan aku pun mulai sibuk mencari handuk Baekhyun.

 

“Bajumu sudah basah, cepat ganti !”

 

Aku pun dengan sabar menyeka keringat diwajah Baekhyun yang masih menetes.

 

“Ah romantis sekali !!”

 

“Mr.Yanggg !” gerah ku

 

“Haha yaa masa muda, kau seharusnya sangat senang mempunyai pacar seperti Tara !”

“Ne !” ucap Baekhyun malu-malu

 

“Ngomong-ngomong Sehun kemana ? dia tidak ikut kelas ?”

Baekhyun dan aku terdiam karena kami sama-sama tidak tahu.

“Kau tahu kemana dia Sulli ?”

“Aniyeyo Mr.Yang !”

“Anak itu ! yasudah kalian lanjutkan saja !”

 

Keringat Baekhyun masih saja menetes apalagi dikeningnya, sudah aku balik-balik handuk ini masih juga belum reda-reda.

“Kamu sama siapa kesini ?”

“Aku dianterin supir !”

 

“Mian, aku tidak memberitahu mu !”

 

Mendengar itu aku baru sadar , aku harusnya marah. Aku lempar handuk itu kearahnya

 

“Yaa ! apa kau tahu aku khawatir ? apa kau tahu aku menunggu sms mu , kau menyebalkan !”

“Mianhe Tara-ya !” ucapnya sambil mengusap pipiku.

 

Dia begitu putih, apalagi ketika dia berkeringat seperti ini ditambah cahaya sinar lampu neon yang menyilaukan. Baekhyun benar-benar putih. Aku kembali teringat sesuatu

 

Ketika itu aku duduk disudut ruangan melihat Sehun dan Baekhyun latihan bersama Sulli dan Kristal. Melihat Sehun yang begitu bersemangat, kucuran keringat didahi dan pelipisnya tak ia gubris cukup ia seka dengan kedua tanganya.

 

“Ya bagus, kalian boleh berisitirahat !”

 

Mereka ber-4 berbalik dan berjalan mendekatiku, aku segera memberikan minuman penyegar untuk mereka ber-4, dan yang terakhir kuberi adalah Sehun, ketika itu aku juga menyadari betapa kulit Sehun putih bersih. Aku pun ingin segera menyeka keringat yang terus mengucur dari dahinya.

“Yaa ! apa kau tidak sadar keringat itu terus mengucur ?”

 

Sehun tidak berkata-kata ia menyenderkan punggungnya ke dinding sambil mengatur nafasnya yang terlihat lelah. Aku ambil handuk yang ia pegang dan aku mulai menyeka keringatnya perlahan, ketika itu hatiku berdegup kencang melihat wajahnya begitu dekat dan semakin dekat dan aku sendiri tak mengerti kenapa tangan ini tak mau berhenti seakan asyik menyeka keringat diwajah Sehun siapa yang ga mau lihat pemandangan seindah ini ?? Disela keasikan ku tiba-tiba Sehun melirik tajam ke arahku. Aku tercengang, tiba-tiba ia tersenyum padaku aahhhh dia sungguh lucu, tak lama ia menyentuh tangan ku dan menyembunyikan dibalik badanya .

 

“Tara ?!”

“Hm ?”

 

Chu ~

Tiba-tiba sebuah kecupan mendarat dikeningku . Aku tersibak membisu, Baekhyun berani mencium keningku ditempat umum seperti ini ?

 

Cekrek

 

“Yaa ! Sulli-ya kenapa kau foto ?” kesal ku

 

“Yaa ini untuk kenang-kenangan, akan ku beri nama album, the romantic moment of Baekura !”

“Yaaa !”

Baekhyun hanya terkekeh melihat kejahilan Sulli

 

Tak terasa hubunganku bersama Baekhyun telah mencapai 2 bulan, dan aku harap aku tidak membohonginya. Aku jujur , aku masih menyukai Sehun, tidak sedikitpun rasa suka itu berkurang, aku seperti menyakiti diri sendiri bermesraan didepanya, berduaan dengan Baekhyun didepanya, aku sendiri tidak mau melakukan itu, tapi kau juga membuatku cemburu tingkat dewa Sehuna !! Apa yang harus aku lakukan?, kau tidak terlihat sama sekali cemburu pada ku ? tidak sama sekali terganggu dengan hubungan ku  ? aku tahu Baekhyun sering bercerita tentang ku padamu ! tapi apakah kau tidak marah ? kau tidak cemburu ? kau sama sekali tidak peduli, Waktu Baekhyun mengundangmu ke hari jadi ku bersamanya, kau memberi ucapan dengan wajah yang begitu tulus dan terlihat begitu senang ! Apa kau tidak tahu kalau aku selalu GALAU kalau memikirkanmu ?

Aku tidak bisa berharap lagi padamu , kau terlalu abu-abu untukku, tidak bisakah kau jelaskan warnamu , merah-merah , kuning-kuning , hitam-hitam kau selalu seperti itu, membuat penantian yang aku sendiri tidak tahu kapan untuk memulai dan mengakhirinya.

 

Dretttt drettt dretttt

Hp ku tiba-tiba bergetar

 

From kristal

Tara-ah kamu dimana ?

 

            Ada apa tiba-tiba Kristal bertanya padaku ada dimana ?

 

To : Kristal

Aku ada diruang latihan bersama BaekhyunJ. Waeyo ?

 

Drettt drettt drettt

 

From : Kristal                          From : Sehun

Bisa kita bertemu ?                 Bisa kita bertemu ?

 

Yaaa ! apa-apaan orang-orang ini ? kenapa mereka mengirimiku sms pada waktu yang sama dan isinya sama pula ? Ada apa ? aku jadi penasaran

 

To many : Sehun ; Kristal

Odiga ?

 

Drettt dretttt drettt drettt

From : Sehun

Nam Park

 

Aku tunggu beberapa menit, namun Kristal belum kunjung membalas, Sehun memintaku bertemu diNam Park

 

            Drettt drettt dretttt

 

From : Sehun

Komohon datang secepatnya aku menunggu

 

Aku tidak akan pergi ! Aku akan menemani Baekhyun sampai dia selesai latihan aku tidak akan pergi kemana-mana !!

 

10 menit berlalu, aku penasaran dan mencoba sms Sehun

 

To : Sehun

Ada apa ? katakan saja disini ?

 

5 menit berlalu tidak ada balasan dari Sehun.

 

Apa dia benar sudah ada di Nam Park ? ini sudah lewat 20 menit yang lalu, diluar kan cuacanya dingin ? gelap lagi kayanya mau hujan . Tidak mungkin dia disana

 

45 menit berlalu

 

Aku makin gelisah benarkah Sehun ada disana ? kalau dia disana dia pasti sms aku untuk segera datang.

 

1 jam berlalu

 

 

Tik       tik        tik        dreeeeeeessshhhh

 

Hujan ? diudara sedingin ini ?

 

Baekhyun datang menghampiriku, dia mengalungkan jaketnya ke tubuh ku

“Hm ?”

 

“Pakai jaket ku ! jaga tubuhmu selalu hangat !”

“Gomawo Baekhyunah !”

(dibalas senyum)

 

Aku melihat kearah jendela yang langsung menuju rintikan hujan, apakah dia benar-benar disana ?

Sulli pun engeh kalau aku ini sedang gelisah tingkat snmptn, tapi aku coba redam dengan asumsi-asumsi dari pikiran ku.

“Tara-ya kau kenapa ?”

 

“Aniya !”

“Jinja ?”

“NE !”

Bagaimana ini ? aku tidak bisa diam disini dengan hati gelisah, diluar hujan dan dingin, bagaimana kalau Sehun benar ada disana ? Tidak tidak mungkin dia tidak mungkin sebodoh itu !

Keundae, ani ani ! ah kenapa anak itu

 

“Sulli beritahu Baekhyun aku pergi dulu sebentar ne ?!”

 

“Kau bawa payung ?diluar hujan ?”

“Ne !”

 

Aku pun segera pergi ke Nam Park daripada aku mati gelisah dan penasaran lebih baik aku memastikan, aku cegat taksi yang lewat didepan ku.

Pikiranku terus menerawang jauh, hatiku mulai gundah gulana

 

Apa Sehun baik-baik saja ?

 

Sesampainya di Nam Park aku segera membuka payung ku dan berjalan ke dalam, aku coba cari Sehun disetiap penjuru taman, tapi aku belum juga menemukan Sehun . Aku coba cari lagi dan berlari , sesekali hempasan air hujan mengenai wajahku tak ku hiraukan dan ku terus mencari Sehun.

 

“Dimana dia ? aku tahu dia tak mungkin disini ? udara begitu dingin disertai hujan pasti dia sudah pulang ! Syukurlah !”

 

Hati ku pun mulai tenang tidak menemukan batang hidung Sehun disini.

 

“Lebih baik aku segera pulang !”

 

Diperjalanan pulang aku melihat seorang wanita berjalan tergesa-gesa

 

Itu seperti Kristal ?

Lebih baik aku ikuti dia !

Dengan hati-hati aku ikuti langkah kaki Kristal, entah kemana dia akan pergi ? apakah dia akan menemui Sehun ? tapi Sehun kan tidak ada sudah aku cari keseluruh taman ! Dia akan pergi kemana ??

 

Tiba-tiba ia berhenti langkahnya terhenti. Aku pun penasaran apa yang membuatnya berhenti, aku tahu Kristal kini sedang menghadap kearah danau kecil ditaman. Tapi ada apa didanau ? apakah Sehun sedang berenang ? andwa andwae !

Aku makin penasaran aku beranjak pergi mendekati Kristal

 

“Chamkamman !” ucapku sambil menahan Kristal yang mulai beranjak

 

“Tara ?”

 

“Kenapa kamu disini ?”

 

Dia menunjuk kearah kursi taman yang ada ditengah sana. Seorang pria dengan kemeja kotak-kotak putih duduk disana ditengah hujan

 

“Sehuna ?!!” ucap ku tercengang

“Ne ! dia menunggumu sejak 1 jam yang lalu ! aku sudah 2x kembali kesini , aku sudah menyuruhnya kembali tapi dia tidak mau dia tetap ingin menunggu mu datang !”

           

Mianheyo Sehun

 

Kaki ku berjalan sendiri untuk menghampirinya, aku merasa bersalah membuatnya menunggu ditengah hujan seperti ini. Langkahku mencepat , aku sungguh ingin memeluknya melihat dia sudah basah kuyup dengan penantian yang hampir putus. Kristal tetap berdiri dibelakang dan membiarkan ku berjalan sendiri kearah Sehun.

 

“Percuma kau datang kembali Kristal , percuma kau memayungi aku selama apapun aku tidak akan beranjak pergi , aku akan tetap menunggunya !”

“bahkan kau tidak mau menoleh ke arah ku ?” pekik ku

 

Laki-laki itu langsung berdiri dan menoleh ke arah ku.

 

“Tara ?”

 

Tangan ku langsung menyambar pipi Sehun

 

“Apa yang kamu pikirkan ? Apa ayng ada dikepala mu hingga kau melakukan hal ini ? Apa kau begitu bodoh ? apa kau begitu bodoh hah ? duduk disini ditengah hujan ? kenapa kamu bisa begitu ke kanak-kanakan seperti ini ?? apa otak mu tidak kau pakai ? Apa kau tidak tahu betapa aku mengkhawatirkan mu ? Apa kau tidak tahu aku begitu gelisah memikirkan mu ?? Kenapa kau bisa sejahat ini padaku ? membiarkan dirimu diguyur hujan dan diterpa udara yang begitu dingin ? apa kau tidak memikirkan aku hah ?!!!!  kenapa kau begitu egois Sehun !!!!!!!”

“Waeyo ? Sehuna ? WAE !!!!???” ucapku berteriak

 

Tanpa menjawab sepatah kata pun Sehun segera memeluku , semakin lama semakin erat. Hatiku kembali berteriak , aku menangis .

 

“Andwae !” ucapku melepaskan pelukanya

 

“Wae ?” akhirnya ia berbicara ?”

 

“Should I smile because we are friends? Or cry because we’ll never be anything more? I’m trying really hard not to cry over you because every tear is just one more reminder that I don’t know how to let you go !”

“Sehun ?!I”ucapku melemah

“ If I could give you one thing in my life, I would give you the ability to see yourself through my eyes, only then would you realize how special you are to me !”

“Dont you understand how much i love you Tara ? how much i like you ? how i missing you ?”

 

“How much pain i’ve got because of you ? how hard i’m accepted your relation ?  you never know how broken i am ?

 

“The hardest thing to do is watch the one you love love someone else “

 

 

Aku terguncang, batin ku terguncang

.

“AKU LELAH TARA AKU LELAHHHH !!!!!!” ucapnya berteriak

“Aku lelah menyimpan semuanya disini, aku lelah dada ini semakin sesak !”

 

Hatiku makin teraut melihat orang yang kusayangi menangis , entah itu air matanya atau air hujan yang mengenai wajahnya.

 

“Sse-hun mianhh……………………….”

Payungku melesat dibawa angin, entah kenapa tangan ku menjadi lemas bahkan hanya untuk menggenggam pegangan payung. Tubuhku seluruhnya menjadi lemas dan terasa tak bertulang.

 

Sehun menepikan bibirnya diatas bibir ku. Pelukanya yang erat membuat ku semakin hangat disertai dengan ciuman ini membuat badanku serasa lebih terbakar .

 

Ya Tuhan !!!  apakah ini benar terjadi ?!!! laki-laki ini mencium bibir ku ? sekarang ? saat ini juga ? kenapa aku ingin meledak .

Aku beranikan membuka mata untuk melihatnya, ia masih memejamkan matanya begitu pula aku kembali memejamkan mata. Aku rasakan semua kehangatan itu walau hanya beberapa detik.

 

Dia perlahan mulai melepaskan bibirnya, dan kami menatap satu sama lain

 

Aku yakin Kristal disana sedang menatap kami terkejut

 

“falling in love with you was beyond my control !” Sehun

 

“for it was not into my ear you whispered but into my heart, it was not my lips you kissed but my soul !”

“I love you Tara!”

 

“aku juga !” peluk ku mempererat.

 

Hujan ini tak terasa lagi dibadanku hanya hangat dan hangat , malah mungkin kini didadaku ada api yang sedang membara hebat.

 

“YAAA ! apa kalian ingin sakit ? “

 

Ucap Kristal tiba-tiba menghampiri dan memayungi kami. Aku dan Sehun hanya bisa tertawa .

 

Aku pun pulang ke asrama Academy tepatnya dikamar Kristal dan Sulli, soalnya kalau pulang kerumah pasti dimarahin soalnya badan+baju udah basah kuyup.

“Pakai ini !”

 

“Gomawoyo Kristal !”

“Jadi selama ini kau mengira aku dan Sehun berpacaran ?”

“Ne , soalnya kalian terlihat sangat akrab dan romantis !”

“Ahahahah kau ini , aku dan Sehun memang telah kenal sejak lama, sejak kami kelas 1 SMP jadi aku yang paling dekat dengan Sehun !”

“Tapi boleh aku bertanya ?”

“Mwo ?”

“Apa yang kalian lakukan dilorong ketika hari Baekhyun confess, kalian sedang berdua-duan dan kulihat kalian sedang berpelukan !”

“Koridor ? ah ne waktu itu …!

 

Tokk tokk tokk

 

“Masuk !”

“Lebih baik kau tanya pada dia ?”

“ah tanya apa ?”

 

“Sehun-ssi , Tara ingin mengetahui sedang apa kita dikoridor ketika hari Baekhyun confess !”

“Ah ne , apakah gara-gara itu kau berpikir aku dan Kristal berpacaran ?”

“Tentu saja,kau memeluknya dan menyatakan cinta padanya !”

“Ayolah ceritakn yang sebenarnya kepadanya Sehuna !”

“Sebelumnya aku mengatakn padamu , “Nanti malam ketika konser kelas, bisa kita bicara ?”

“Ne !”

“Ketika itu, aku sedang berlatih mengutarakan perasaan, dan aku meminta Kristal untuk berpura-pura menjadi dirimu , supaya aku tidak canggung nantinya !”

“Lalu kemesraan-kemesraan yang kalian tunjukkan kepada ku itu apa ?”

“Sehun mencoba menutupi rasa cemburunya, sehingga ia berlagak seperti itu, aku pun sering mengingatkanya untuk jangan berlaku berlebihan takutnya seperti ini, kau jadi salah tanggap kepada kami !”

“Jinjayo ?”
“Ne , ayolah Tara kau tidak akan percaya betapa Sehun menyukaimu saat pertama bertemu dengan mu, aku masih ingat ketika hari pertama kedatanganmu dia bercerita kepada ku

Kristal tadi aku baru bertemu dengan cucu PD Kim dia sangat manis

“kau harus tahu dia sempat sangat terpukul ketika kamu dan Baekhyun membina hubungan ketika hari itu, Sehun sangat-sangat stress karena Baekhyun mencuri startya !”

“Oh ya aku inget sebelum Baeki datang, bukankah kau akan berbicara padaku ?”

“Ne, tapi Baekhyun lebih dulu mengatakanya !”

“Jadiii dia kecolongan deh !”

“hahahahah Sehuna kenapa kau tidak berbicara dari awal hah ?”

“Aku tidak tahu kalau kau juga menyukaiku !”

“hahahahahahaha

 

Ketenangan ini benar-benar sesuatu yang tak bisa kurasakan beberapa bulan terakhir ini, rasanya senang sekali entah apa yang harus ku katakan sekarang untuk meluapkan isi hati ku. Akhirya aku mengetahui kalau Sehun ternyata menyukain lebih dari yang aku bayangkan. Ternyata cintaku tak bertepuk sebalah tangan. Terimakasih sehuna ……..

 

Dretttt dretttt drettttt dretttt.

 

Aku masih ingin tertawa terbahak-bahak sebenarnya, sebelum ini aku dan Sehun terlibat peristiwa melodrama diNam Park dan kini aku malah ingin tertawa bila mengingat hal itu. Sehun sudah tak canggung lagi menggenggam tangan ku.

 

“Yaa yaaa yaa ! lepaskan dulu kemesraan kalian ! Tara ada telfon untukmu !”

 

 

HOAAA Sehun itu ngapain ama Tara yaaa ?? >0<  Siapa lagi yang nelfon Tara padahal kan lagi asyik ama Thehun :p . Tenangin pikiran dulu yaa cemu u. Totor shock *loh ??  butuh tbc tbc pemirsah

 

To be continued —-à

 

5 pemikiran pada “Extraordinary Love (Chapter 7)

  1. Huaalaaaahh!! Cepat next chap nya thor!
    Aku yakin yg nelpon Tara itu Bebek. Iya kan? iya dong 😀
    Ppaliwa, aku tunggu ^^

  2. loh, jadi nasib baekhyun gimana thor?
    ko tara tiba-tiba nerima sehun?
    aduuh penasaran tingkat dewa ni thor!
    oiya thor, mian ya aku baru komen di chap ini.
    ditunggu chapter selanjutnya, cepetan ya thor! hwaiting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s