Legends (Chapter 2)

Author : Lvyhuna (@luvitayusa)

Title : LEGENDS

Sub Title : geumdan-ui bang

*Main cast :

  • FULL EXO MEMBERS                       aka         theirself
  • Huang Zhi Tao    (EXO-M)              aka         Tao / Myeongyong Mama / Putra Mahkota
  • Yeolli Gongju (OC)

**Supporting Cast :

  • Yang Mulia Raja Agung Milseong Jeonha dan Yang Mulia Permaisuri
  • Haraebeoji-Sungwang, Halmoni-Daebi
  • Orangtua Yeolli Gongju
  • Pelayan, Pengawal dan dayang istana
  • Teman-teman
  • Boryeong Seonseongnim

Genre : Family, Msytery, Myth, Legends, Fiction, Fantasy, History

Length : Chaptered

Anyeong haseyo author Lvyhuna comeback yoo imnida *bungkuk

Akhirnya menunggu imajinasi yang datang , Legends chapter 2 rampung permirsah, semoga bisa mengobati kerinduan dan penasaran para cemu u totor yeahhh ! Boleh juga dilihat qhaqha Ff Here Iam Be With You , sama Extraordinary Love karya totor Lvy, kali aja cemu u pada berkenan membaca hihi. Yasudah totor kasih red carpet buat yang mau baca. Eh Maaf kalau typo permirsah hihi kesalahan keyboard *eh

HAPPy READING \(^-^)/

LEGENDS CHAPTER 2

 

Gyeongboksung

“Myeongyong Mama aku tidak mau tahu kau harus ikut belajar sejarah kali ini !”

“Aniya, kau saja !”

“Yaaa ! kau sudah 3x tidak ikut pelajaran sejarah !”

“Aku tak mau !”

“TAOOO !!!”

“Geurae geurae, tidak usah berteriak begitu keras ?” ucap tao sambil menutup ke 2 kupingnya.

“Anyeong hasinimkka Mama !”

“Anyeong haseyo seonseongnim !”

“Rupanya anda hadir sekarang Mama? Gamsahamnida !”

“AH ye kita mulai saja !”

“Baiklah sekarang kita buka bukunya !”

“Chamkamman seonseongnim !”

“Ye Mama ?”

“Kau kan tentunya sudah sangat hapal bagaimana silsilah dan sejarah keluarga kerajaan ??”

“Ye Mama !”

“Kau juga tentu tahu seluk beluk istana dan juga kerajaan !”

“Ye Mama !”

“Kalau begitu beritahu aku tentang geumdan-ui bang!

Mataku langsung tersorot tajam kearah Tao. Begitu pula Boryeong-seonseongnim yang juga ikut terbelalak.

“Apa yang membuat Mama menjadi begitu penasaran ?”

“Begini, aku sudah hidup di istana ini selama 18 tahun, begitu pula ayah ku, kakek ku begitu pula para leluhur ku yang lain. Benarkah geumdan-ui bang adalah tempat yang terlarang dan mengapa bisa begitu ??”

“Bukankah Mama sudah mendengar ceritanya ratusan kali ?”

“Ye, keundae sekarang aku sudah besar aku menjadi lebih penasaran ! selama 18 tahun aku belum pernah melihat geumdan-ui bang dibuka ! bisakah guru menceritakanya pada ku apa isi dari geumdan-ui bang ??

Pertanyaan Tao akhirnya membuka pikiran ku sekarang, dan kini aku pun turut penasaran apa sebenarnya isi dari geumdan-ui bang.

 

“Seonseongnim, apakah benar ada harta berharga peninggalan Raja Agung Sekjong didalam sana ?”

“Yeolli Gongju pun ?”
“Seonseongnim ceritakan pada ku yang sebenarnya !”

“Kenapa kau diam saja ?” tanya Tao makin penasaran.

Raut wajah seonseongnim menjadi berbeda, ada apa denganya ? adakah sesuatu yang disembunyikan ?

 

“Kau tidak mau bicara ? kau berani melawan perintah putra mahkota ??!!”

“Ahhh aniyeyo Mama hamba tidak berani melawan Mama, keundae ?!”

“Tapi apa ? kau ingin ku masukan ke dalam ke penjara ?”

“Tidak Mama !”

“Cepat ceritakan pada ku yang sebenarnya !”

Makin lama guru bungkam pasti Tao akan mendesaknya lebih keras.

“Geurae Mama ,cerita ini semakin berbeda setiap diceritakan dari mulut satu ke mulut yang lainya, ada banyak versi dari cerita ini, dikatakan geumdan-ui bang adalah makam dari Raja Sejong, ada juga yang mengatakan ada sebuah makhluk yang sangat jahat tinggal didalamnya, dan cerita dari para orang dalam Kerajaan bahwa geumdan-ui bang adalah tempat yang dikutuk dan karena ditempat itu ,…”

“Noron terpecah dan terjadi perang berdarah ?”

“Ye Mama ! “

“Tapi aku ingin tahu kenapa bisa sesama anggota Noron terjadi perpecahan hingga menimbulkan perang saudara seperti itu ?”

“Baiklah hamba akan mencoba menceritakan semua sesuai dengan yang hamba tahu,  Noron adalah partai yang sangat mempengaruhi pemerintahan Dinasti Josen, sejak Fraksi Barat dan fraksi Timur pecah, para orang-orang itu membentuk perkumpulan dengan memegang teguh adat tradisi yang lama , yaitu Noron !”

“Guru aku tahu masalah Noron, dan Soron, langsung saja ke permasalah geumdan-ui bang !!”

“Yaa ! bukankah lebih baik kita mendengarkan dulu guru bercerita supaya kisahnya tidak berbelit-belit !”

“Yeoli Gongju aku mengakui Sejarah mu lebih bagus dari pada aku, tapi haruskah kita mengulang pelajaran Noron dan Soron lagi ? aku yang nilainya dibawah mu saja sudah hapal sekali bagaimana kisah Noron, Soron, , Fraksi Barat Timur, semua itu ada dibab Pemerintahan Yang Mulia Raja Sukjong , benarkan Guru ?’

“Ye Mama !”

“KAU INI BENAR BENAR !! Aisshhhh !!!”

“Lanjut guru !”

“Ketika itu Yang Mulia Raja Sukjong bertanya kepada anggota Noron dihari ke 100 mendiang Ratu Insun, dia membahas soal kalung rubi biru kepunyaan istrinya, dia bertanya kepada semua anggota Noron

#flashback

Ketika masih hidup Istriku memintaku untuk mewariskan kalung ini kepada keturunan perempuan dikeluarga kerajaan, tapi sayang sebelum keterunan itu datang Ratu terlebih dahulu wafat !”

“Kami turut bersedih Yang Mulia Raja !”sahut seluruh anggota Noron

 

“Bagaimana menurut mu Kris-ssi ? kalung ini harus diberikan untuk siapa ?”

“Maaf apabila saya lancang Mama, menurut saya lebih baik kalung ini diberikan turun temurun kepada anak gadis dari keluarga klan ratu !”

“Ah kau benar ! kalau menurutmu Suho-ssi ?”

“Menurut saya kalung ini lebih baik diturunkan ke setiap generasi Putri dari dalam kerajaan !”

“Apa ? baru ini kalian bisa memiliki pendapat yang berbeda !”

“Maaf kan hamba Mama !” ucap Kris-si

“Aniyeyo, hanya saja aku heran kenapa kalian bisa berbeda pendapat ? padahal kalian sudah 10 tahun memerintah disisi ku, dan baru kali ini aku menerima pendapat yang berbeda !”

 

“Maaf kan kelancangan kami Mama !” sahut semua anggota Noron sambil membungkuk.

“Ah Guru apakah permasalahn Noron itu dimulai dari sana ? harabeoji-Sungwang tidak pernah menceritakan masalah kalung Ratu Insun !”

“YAAA !!”

“Aduh!”

“ Kau berisik sekali dengarkan saja Guru  dan jangan banyak komentar !”

“Yaaa !! Yeoli Gongju kau juga tidak usah memukul ku seperti itu !”

“Guru lanjut !”

SementaraTao masih mengusap-usap kepalanya, guru mulai bercerita kembali

“Karena perbedaan pendapat diantara petinggi Noron, Yang Mulia Sukjong penasaran dan bertanya kepada mereka !”

#flashback

“Aku ingin mengetahui alasan kalian tentang pendapat kalian tadi , dari kau Kris-ssi !”

“Ye Mama, Ratu Insun menginginkan keturunanya yang mewarisi kalung itu sehingga kalung itu lebih baik diberikan kepada keluarga persedarahan Ratu Insun dan selamanya akan diturunkan kepada generasi perempuan dikeluarga Ratu !”

 

“Mmm begitu, kalau kau Suho-ssi ?”

“Ah Ye Mama, menurut hamba apabila kalung itu diwariskan kembali kepada keluarga klan ratu, itu kurang adil untuk keturunan kerajaan !”

“Tidak adil ? kenapa ?”

“Begini Mama, Putra Mahkota sudah menginjak 17 tahun dan beliau sudah cukup umur untuk menikah, bagaimana jika kelak istri Putra Mahkota melahirkan seorang putri ? tentu itu tidak adil bagi cucu Yang Mulia Raja dan Ratu Insun !”

“Ahh kau benar Suho-ssi , kalian ber-2 benar ! keluarga Klan Ratu yang memiliki pertalian darah murni dengan ratu atau keturunan kerajaan ??”

 

“Maaf kalau hamba membuat Raja menjadi semakin bimbang !”

“Maafkan kami Mama !”

 

“Suho yang Agung dan Kris yang Agung adalah 2 Petinggi Muda Noron, mereka sama-sama berasal dari keluarga klan yang sama dengan Ratu Insun ! Kris yang Agung menginginkan kalung itu kembali ke tangan keluarganya, tetapi Suho yang Agung memiliki pikiran yang bertentangan dengan Kris-ssi !”

“Padahal mereka dari klan yang sama kan ?” tanya ku menjelaskan

“Ye Gongju !”

“Bukankah seharusnya Suho mendukung Kris-ssi ? mereka kan satu keluarga ??”

“Baiklah , hamba akan meneruskan kembali cerita ini. Perbedaan pendapat tentang pewarisan kalung ini ternyata mendapat reaksi yang begitu besar dari semua anggota Noron dan keluarga Klan Ratu ! Sebagian anggota Noron mendukung pendapat Suho yang Agung karena pendapatnya lebih adil dan bijaksana, tetapi tindakan Suho yang Agung mendapat tanggapan yang keras dari keluarga klan Ratu, berasal dari klan yang sama ia dianggap telah mengkhianati klan. Hubungan persaudaraan diantara Suho dan Kris yang Agung pun menjadi pecah, ke-2nya masih kukuh dengan pendapat mereka masing-masing. Hingga tercetuslah perang saudara !”

“Sebentar Guru, memangnya sebarapa berharga kalung itu ? hingga Suho dan Kris yang Agung jadi musuhan ?”

“Setahu hamba, kalung itu berasal jauh sebelum Raja Pertama Dinasti Joseon Yang Mulia Raja Taejo lahir, dan terbuat dari baru Ruby paling langka didunia !”

“Jadi kalung itu sudah diturun temurunkan sejak dulu ?”

“Ye Gongju !”

“Kalung itu bisa disebut harta keluarga klan Ratu Insun ?”

“Ye Mama !”

“Lalu siapa yang menang dari perang saudara itu ?”

“Hal itu sampai sekarang belum ada yang mengetahuinya Mama !”

“Wae ??”

“Menurut cerita yang sudah lama beredar, Suho yang Agung dan Kris yang Agung tiba-tiba menghilang ketika perang !”

“Dimana mereka menghilang ?”

“Tempat perang itu terjadi tepat ditempat geumdan-ui bang dibangun Mama !”
“Jadi karena itu tempat itu disebut geumdan-ui bang ?”

“Itu mungkin Mama !”

Wahhh aku mendapatkan banyak sekali cerita hari ini, aku benar-benar tidak tahu cerita tentang geumdan-ui bang benar-benar ada, banyak cerita yang tidak diceritakan oleh harabeoji-Sungwang, padahal cerita ini sangat menarik.

“Keundae Guru !”

“Ye Yeoli Gongju ?”

“Harabeoji-Sungwang penah mengatakan tentang 12 kuda putih, siapa mereka ?”

“Ah Ye 12 kuda putih adalah sebutan untuk 12 pria yang memberikan pengaruh yang besar kepada Kerajaan, Suho dan Kris yang Agung masuk ke dalam 12 pria itu !”

“Lalu 10 lagi siapa ?” tanya ku penasaran

“Maaf Gongju nama-namanya hamba sudah sedikit lupa, yang hamba ingat ada 2 orang dari Pejabat Kementrian Muda, 2 orang dari Kejaksaan Tinggi Hukum Kerajaan, 3 orang dari keluarga klan terkaya pada masa itu, 2 pelajar terbaik dan terpintar dari Sunkyungkwan hanya itu yang hamba ingat Gongju !”

“Tapi guru itu baru 9 , satu lagi ?’ tanya Tao penasaran

“Itu juga belum diketahui Mama !”

“Guru apa mereka tampan ??” ucapku penasaran

“YAAAA ! pertanyaan macam apa itu ? kau sungguh …!”

“Wae ? memangnya salah ?”

“Haha ! Ye Gongju, menurut cerita ke 12 kuda putih itu memiliki wajah yang sangat rupawan !!”

“Kenapa kau harus menjawabnya guru ? itu sama sekali tidak penting . Lalu mereka kemana ?”

“Karena perbedaan pendapat yang terjadi diantara Suho dan Kris yang Agung, anggota kuda putih pun terpecah menjadi 2 bagian. Mereka pun terlibat dalam perang saudara itu !”

“Jadi mereka ikut menghilang ?” tanya Tao menyimpulkan

“Kurang lebih begitulah keadaanya Mama !”

“Harabeoji-Sungwang sedikit sekali bercerita tentang legenda geumdan-ui bang, walau sudah sering ku dengar ini berbeda sekali !”

“Tapi kenapa sepertinya legenda geumdan-ui bang ini ditutup-tutupi guru ?”

“Hamba kurang tahu Mama !”

Tak terasa pelajaran Sejarah kali ini lebih lama dari biasanya, jauh didalam hati ku aku masih sangat penasaran dengan kelengkapan cerita dari geumdan-ui bang. AH yasudahlah .

 

S i s

 

 

Tao !” panggil ku

“Ah kau sudah datang !”

“Ada apa kau memanggil ku kesini ?!”

“Temani aku minum teh !”

Kami duduk berdua ditengah komplek taman kerajaan, danau yang menghampar luas, kupu-kupu yang bersenda gurau, serta dedaunan yang gugur saling bersambutan.

“Apa aku menganggu les piano mu ?”

“Ani, kau menelfon ku ketika aku sudah selesai, ada apa ?”

“Kemarin aku mengunjungi geumdan-ui bang lagi !”

Spontan aku langsung berhenti menyeruput air teh yang sedang ku minum.

“Entahlah kenapa aku menjadi begitu terobsesi !”

“Tao ! harus berapa kali aku harus mengingatkan mu, bukankah Guru juga bilang kemarin lebih baik jauhi geumdan-ui bang !”

“Ara Yeolli-ya ! tapi kau akan terkejut bila mendengar ini !”

“Mwo ?”

“Ketika kemarin aku berjalan mengelilingi geumdan-ui bang, sepertinya aku mendengar ada orang yang sedang berbicara didalam !”

“Kau terlalu melebih-lebihkan !”

“Tidak, itu terdengar sangat jelas, walau aku tidak mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan, tapi aku yakin ada yang sedang berbicara didalam, ditambah aku mendengar dari para pelayan kalau ia melihat sebuah cahaya dari dalam geumdan-ui bang !”

“kalau kau memanggilku kesini hanya untuk mendengarkan imajinasimu, lebih baik aku pulang !”

Aku segera beranjak dari kursi dan bermaksud segera pergi, sampai Tao menahan ku

“Geurae , mian !”

“Aku sudah bilang padamu, walaupun legenda itu benar lebih baik kita tidak usah mendekati itu lagi , berjanjilah !”

“Iya aku berjanji !”

“Janji seorang Putra Mahkota ??”
“Ne , Gongju !”

“Oyah! aku dengar dari ayah ku, Milseong-Jeonha sudah memilihkan mu seorang Putri Mahkota ? benarkah ??”

“Aku tidak mau membicarakanya !”

“Ayolah, Putra Mahkotaa, nugu ?!”

“Aniya !”

“Putraa Mahkotaaa !”

“Ani !”

“TAOOO-YYAAA !”

“Aishh, kenapa kau selalu meneriaki ku ?”

“Kau menyebalkan !”

“Bukankah kau yang bilang, kau tidak mau direpotkan dengan urusan Putra Mahkota ? kenapa sekarang kau jadi ingin tahu ?”

“Ini kan berbeda ?’

“Apanya ? dia kan calon istri ku ! berarti dia termasuk dalam urusan Putra Mahkota !”

“Geurae, mianhata !”

Kenapa dia selalu saja mengajak ku berdebat

“Sudah berapa persen ?’

“Apa ?”

“Persiapan disini ?”

“Persiapan apa ?

“Perayaan ulang tahun Putra Mahkota yang ke-19 !”

“Ahh , entahlah aku tidak mengurusinya !”

“Kau ini begitu acuh, tapi kurasa ini akan menjadi pesta yang menyenangkan !”

“Masih besok !”

“Tapi tenda-tenda dan tempat duduk sudah rapi terjajar disini, kau menerima ide ku untuk menggunakan warna putih dan hijau ?”

“Bukan aku, ibu ku yang memilihnya !”

“Benarkah ? “

Besok tepat hari ulang tahun Myeongyong Mama yang ke-19, semua anak pejabat dinegeri ini diundang, berikut para artis dan lain-lain hampir tertulis sekitar 1000 undangan yang akan hadir. Ahh Tao semakin dewasa, besok juga bertepatan diumumkanya sayembara pemilihan Putri Mahkota, aku jadi penasaran siapa yang terpilih, dan bagaimana reaksi Tao melihat calon istrinya itu.

Aku berjalan-jalan bersama Tao menyusuri tepian danau yang juga sedang diperindah oleh para pengurus kebun kerajaan, kami mengobrol sambil bersenda gurau sekali-kali, sebentar lagi Tao yang menyebalkan ini akan segera menikah, apa dia bisa menjadi suami yang bertanggung jawab ?

Ah ini lagi, caranya jalan , caranya berjalan, hanya itu yang membuat ku merasa kau pantas menjadi seorang Raja, hanya gaya caramu berjalan. Sebenarnya Tao itu tampan, apalagi dia tidak suka warna-warna gelap sehingga ia selalu memakai setelan baju dengan warna cerah membuat dirinya semakin terlihat tampan. Seperti sekarang, ia memakai kemeja putih dengan warna celana coklat, dan berjalan didepan ku sambil melihat sekelilingnya, sungguh dari belakang kau sudah seperti seorang Raja

“Yeolli-ya !”

Kenapa dia harus berbalik badan ? jadinya aku harus melihat wajahnya lagi ! kau meruntuhkan semua bayangan ku !! tidak jadi ngebayangin Rajanya !!

“Hm ?”

“Bukankah Guru pernah bilang, kalau ke 12 kuda putih itu menghilang ketika mereka berumur 19 tahun kan ?”

“Apa maksud pertanyaan mu ?”

“Ani, aku hanya ingin memastikan kalau aku tidak salah !”

“Ne ! jangan berpikir yang macam-macam Myeongyong Mama !”

Ucapku melihat wajahnya yang mulai memikirkan sesuatu

“Ciihh !” pekiknya sambil tertawa

“Memang aku berpikir apa ?”ucapnya sambil berjalan lagi menyusuri jalan taman yang sudah mulai dihiasi oleh lampion-lampion berwarna-warni.

“Anyeonghasinimkka Milseong-Jeonha !”

Ucapku membungkuk tiba-tiba bertemu Yang Mulia Raja ditaman ini.

“Ne, kau sedang berjalan-jalan ?”

“Iye Jeonha !”

Tanpa banyak berbincang Yang Mulia melewati kami, dan hanya melirik Tao yang tepat disamping ku tanpa berbicara sedikit pun.

Aku pun berjalan kembali disamping Putra Mahkota, aku beranikan diri untuk sedikit melirik wajah Tao yang jauh lebih tinggi dari ku. Nampaknya dia tidak apa-apa, dia masih tersenyum , matanya masih mantap melihat ke depan, dia benar-benar sudah terlatih jadi Putra Mahkota. Kami pun meneruskan kembali perjalanan

“Myeongyong Mama !” sahut seseorang dari belakang kami

“Ah Leedan-ssi ? mwoyeyo ?” Tao balik menyahut

“Kakek dan Nenek anda sedang menunggu ditaman Timur!”

“Harabeoji-sungwang ?” tanyaku terkejut

“Ye, Gongju !”

Aku dan Tao pun segera mengikuti Pelayan kerajaan itu,Harabeoji-Sungwang dan Halmoni-Daebi datang ke kerajaan dengan tiba-tiba.

“Harabeoji-Sungwang, Halmoni-Daebi !” ucap Tao seraya membungkuk bersama ku

“Ah kau sudah datang , ada Yeolli Gongju juga ternyata ??!”

“Ye Harabeoji-Sungwang !” ucap ku malu-malu.

“Besok kau sudah berumur 19 tahun, pernikahan kerajaan harus segera dilaksanakan !” ucap kakek itu sambil menyeruput teh hijau Jepang kesukaanya.

“Aku mengerti harabeoji-Sungwang !” ucap Tao membungkuk tegak dari duduknya.

“Kau sudah melihat calon Putri Mahkota ?”

“Aniyeyo Harabeoji, urusan itu semua telah dihandel oleh pengurus perkawinan kerajaan !”

“Aku mengerti, tapi tidak kah kau ingin mengetahui siapa yang jadi istri mu ?”

“Itu tidak perlu, aku yakin pilihan kerajaan, adalah pilihan yang terbaik bagi ku !”

“Ku dengar anak Mentri Chang Si Yun ikut didalam daftar ? bukankah dia satu sekolah dengan mu ?”

“Chang Hei Wa ikut menjadi calon Putri Mahkota ? pantas saja dia menjadi begitu perhatian kepada Tao akhir-akhir ini disekolah”

“Ah benarkah itu ? aku tidak mengetahuinya !”

“Bagaimana menurutmu Chang Hei Wa ? dia gadis seperti apa ?”

“Dia siswi yang pintar disekolah, aktif diorganisasi sekolah, baik dan bijaksana !”

“Mmm, apakah dia cantik ?”

“AH Ye harabeoji !”

“Kau tentu lebih mengenalnya dibanding aku, apa kau menyukainya ?”
“Ne ??!!” ucap Tao membulatkan matanya mendengar pertanyaan harabeoji-Sungwang

“Kau terlalu mendesaknya !” ucap Halmoni kepada Harabeoji, yang disambut sunggingan kecil dari bibir Tao.

“Yeolli Gongju, bukankah kau sebentar lagi juga akan menginjak umur yang sama dengan Putra Mahkota !”

“Ye Halmoni, tepat 1 minggu setelah perayaan hari ulang tahun Putra Mahkota !”

“Kalau begitu kita juga harus mencarikan Yeolli Gongju ini calon suami !”

“Hah ?” ucap ku tak kalah terkejut

“Kenapa harus begitu terkejut Gongju ? kau juga sudah cukup umur untuk menikah !”

“Ye Halmoni, keundae bukankah lebih baik berkonsentrasi dulu kepada pernikahan Putra Mahkota dibanding aku !”

“Ya kau benar, tapi kau juga seorang Putri kau harus segera menikah !” ucap Harabeoji menjelaskan

“Aku mengerti Harabeoji !”

“Apa ? Appa-Mama mengetahui kalian datang ke istana ?”

“Dia nampaknya terlalu sibuk untuk mengetahui kedatangan kami !” ucap Hareboji menuangkan kembali teh dari ketel yang terbuat dari keramik putih.

“Harabeoji !” tanya Tao

“Ye Putra Mahkota !”

“Bolehkah aku bertanya ?”

“Apa yang membuat mu penasaran ?”

“Bisakah harabeoji memberitahu ku tentang ke-12 kuda putih kerajaan ?”

Halmoni tiba-tiba tersedak, aku dan Tao pun reflek melihatnya

“Apa yang ingin kau tahu ?” tanya Halmoni tajam

“Aku membaca buku di perpustakaan, dan aku menemukan 12 kuda putih kerajaan ! Lalu aku teringat cerita Harabeoji , dulu harabeoji pernah menyebut tentang 12 Kuda Putih !”

Tao berbohong, jelas-jelas guru yang menceritakanya

“Aku tidak akan percaya kalau harabeoji akan mengatakan kalau mereka hanya 12 ekor kuda putih yang hidup di kerajaan !”

“Hahahaha baiklah apa yang ingin kau tahu ??!”

“Ceritakan pada ku segala yang kau tahu tentang 12 kuda putih !”

“Geurayo, 12 kuda putih adalah sebuah kelompok yang dibentuk oleh para pemuda terkemuka ketika masa kerajaan dahulu, mereka mempunyai keterikatan dengan berlangsungnya kehidupan kerajaan, baik dalam kehidupan keluarga kerajaan, pemerintahan dan keamanan kerajaan. 2 diantara mereka adalah 2 orang pemuda yang diangkat menjadi pejabat Agung kerajaan pada umur 16 tahun, lalu ada 2 orang siswa Syunkyungkwan yang kala itu dianggap menjadi siswa terpintar yang pernh ada, berkat kecerdikan, kepintaran dan kejeniusanya mereka berhasil memecahkan masalah tentang pembunuhan salah satu pejabat didepartemen Kejaksaan, karena itu mereka telah terkenal ke seantero negeri bahkan daratan Cina Muda, Mongol , Jepang dan sebagian negara Asia lainya, lalu ada 2 orang Pengawal Tinggi Kerajaan mereka adalah pejabat tinggi termuda yang diangkat dalam departemen Jaksa dan Hukum dan diberi gelar Inspektur Agung, dan 3 orang lelaki tampan dari 3 keluarga klan terkaya masa itu, mereka sangat membantu dalam urusan materi kerajaan orangtua mereka dengan senang hati membiayai infrastruktur sarana kerajaan, kelengkapan peralatan perang, bahkan ketika terjadi wabah kelaparan yang terjadi selama 2 tahun berturut-turut mereka dengan senang hati memberikan bantuan, mereka menunjukan keloyalitasanya terhadap Kerajaan, dan 2 rang petinggi Noron partai yang paling tua memerintah bersama Raja !” Harabeoji berhenti bercerita dan meminum kembali tehnya. Tao yang amsih penasaran pun kembali bertanya

“Harabeoji tentu cerita mu belum berakhir kan ?”

“Memang apa lagi yang kau harapkan ?”

“Kau sendiri tahu  , kau hanya menjelaskan padaku 11 orang saja, yang terakhir ?”

Harabeoji masih terus meminum tehnya.

“Belum diketahui sampai sekarang !”

“Wae ?” ucap Tao dengan wajah yang serius

“Belum pernah ada informasi yang menyebutkan siapa anggota ke-12 itu !”

Terlihat dengan jelas wajah tao nampak kecewa dengan jawaban yang ia dengar, mau apalagi sudah 2 sumber saksi sejarah mengatakan tidak mengetahui siapa anggota yang ke-12 . Ini juga membuat ku semakin penasaran untuk mendalami kisah ini.

“Apakah mungkin jawaban anggota ke-12 itu ada didalam geumdan-ui bang?”

“Aku sudah mengatakanya kepada mu, lebih baik jauhi geumdan-ui bang !!” pekik Harabeoji

“Kenapa ? kau hanya memberitahu ku untuk menjauhinya tapi kau tidak pernah memberikan alasan yang jelas !”

“Tempat itu menjadi saksi perang berdarah persaudaraan tempat itu terkutuk !”

“Tapi kau tidak memberitahu ku , apa yang membuat perang itu terjadi ? lalu kenapa tidak dihancurkan saja bangunanya ?

geumdan-ui bang dibangun sebagai simbol bahwa pernah terjadi peristiwa bersejarah disana !”

“Sebenarnya apa yang ada didalam geumdan-ui bang ??” tanya Tao meyakinkan

Aku sendiri belum pernah melihat Tao seserius ini. Tapi harabeoji nampaknya tidak menghiraukan keseriusan Putra Mahkotanya.

“Bukankah ada urusan lain yang lebih penting dibanding mengurusi hal-hal yang sudah berlalu ?”

Tersirat dengan jelas , Tao masih menyimpan seribu pertanyaan yang akan terlontar, tapi aku harus segera mencegahnya. Aku segera menahan tanganya dan memberikan isyarat untuk pergi.

S i s

 

Taman utama dikomplek kerajaan ini sudah disulap menjadi Garden Party yang sangat mewah, banyak sekali anggota dewan kerajaan, para menteri negera, beserta anak istri mereka menghadiri pesta perayaan ulang tahun Mama. Aku melihat Myeongyeong Mama memakai tuxedo lengkap berwarna hitam sama seperti Milseong-jeonha dan ayah ku beserta Harabeoji-Sungwang, pesta ini tak ayalnya perkumpulan para pejabat tinggi negara dan kerajaan, Apa Putra Mahkota tidak lelah harus tersenyum terus seperti itu ?? dasar bodoh aku saja tau kau menunjukkan senyum yang terpaksa. Cihhhh

“Gongju !” sahut seseorang dipinggirku

“Ah Hei Wa !”

“Kau cantik sekali Yeolli Gongju !”

“Kau terlalu memuji, kau sendiri terlihat seperti seorang Putri Mahkota !”

“Ah kau sudah mendengar beritanya !”

“Tentu saja, itu berita besar bagaimana mungkin aku tidak tahu !”

“Suatu kehormatan bagi ku kalau kau mau menemani ku berjalan-jalan Gongju !’

“Tentu saja, jangan panggil aku Gongju, kau kan bukan siapa-siapa !”

Aku dan Hei Wa pun berjalan-jalan mengelilingi taman utama, makin lama kami makin menjauh ke tempat yang lebih tenang dan senyap, sore ini taman benar-benar ramai.

“Sebenarnya aku menyukai Myeongyong Mama !”

“Mwo ? bukankah kau bilang tadi tidak mau menjai Putri mahkota ??”

“Aku bukan tidak mau, hanya saja aku belum siap !”

“Tapi sosok Putri Mahkota sudah ada pada dirimu, kau penyabar, mempunyai senyuman yang hangat, anggun, cantik dan….!”

“Aku takut Mama tidak menyukai ku dan tidak menerima ku dengan baik kelak kalau aku jadi pendampingnya !”

“Putra Mahkota bukan orang yang seperti itu, percayalah pada ku !”

“Aku sungguh keterlaluan, belum tentu kan aku yang terpilih !”

“Kau adalah kandidat terbesar yang dicalonkan kerajaan, oyah ! bagaiman testnya ? sulitkah ?”

“Ya begitulah, kami ditest pengetahuan umum, sejarah Kerajaan, pelajaran-pelajaran tingkat lama, doktrin tengah masih banyak lagi !”

“Woooo? Aku yakin kau menyelesaikanya dengan baik, tenanglah aku yakin kau yang akan terpilih ! Keundae sejak kapan kau menyukai Tao, eh maksudku Putra Mahkota ?”

“Sejak kita SMP !”

“Mwo kau menyimpan perasaan selama itu ?”

“Ini resiko menyukai seorang calon raja !”

“Cihh, kau ini !!”
Tak lama aku segera beranjak bersama Hei Wa menuju keramaian pesta.

“Dia sangat tampan !” bisik Hei Wa melihat Tao tanpa mengedip

“Aku akui dia tampan hari ini, kau belum mengucapkan selamat kan ? kajja !”

Aku pun menarik Hei Wa, mengarah kepada Putra Mahkota yang sedang mengobrol dengan beberapa remaja lainya.

“Myeongyong Mama saengil chukkae !” sapa ku sambil menepuk pundaknya

“Ah ? gomawo yeolli Gongju !”

“Mama selamat ulang tahun !” ucap Hei Wa lirih

“Gomawoso Hei Wa !” ucapnya sambil menjabat tangan dan memeluknya. Ayolah ini biasa daritadi Putra mahkota telah memeluk dan dipeluk oleh banyak orang, tidak usah memikirkan sesuatu yang aneh-aneh -_-‘.

Aku pun kembali berbaur dengan anak-anak yang lain, mencoba mengikuti alur obrolan anak-anak ini. Obrolan kami sangat berat,tentang masalah inflasi, bencana kelaparan, global warming, penurunan indeks bisnis, Oh Tuhan aku masih remaja berumur 18 tahun.

“Gongju !”

“Myeongyong  Mama !” ucap teman-teman didepan ku membungkuk

“Ah ada apa ?”

“Ikut aku !”

Putra Mahkota mengajak ku pergi tiba-tiba dari kerumunan, ah dia bertingkah bodoh lagi. 1 jam lagi kan pengumuman siapa yang terpilih menjadi Putri Mahkota

“Mwo ?” ucapku lelah ditarik olehnya sepanjang jalan .

“Aku mau kado dari mu !”

“Hah ? kau kan seorang Putra Mahkota memangnya apa lagi yang kau butuhkan !”

“Aku meminta satu hal dari mu, tapi kau janji harus mau memberikanya!”

“Aniya aniya, kau selalu menjerumuskan ku, pasti permintaan mu aneh-aneh ! Aniya !”

“Aku tidak akan meminta hal-hal yang akan menipiskan dompetmu !”

“Mwo ?”

“Asal janji kau mau menepatinya !”

“kau tidak akan mengajak ku mati bersamamu kan ?”

“tentu saja!!! mana mau aku mati bersama mu !”

“Yaaa !! apa mau mu ?”

“Janji ?”

“Ne, cepat katakan !”

“Sebentar, janji kelingking ? !”

“Janji !”

“Janji seorang putri kepada Putra Mahkota !”

“Ara aku berjanji, katakan ?”

“Aku mengikat janji mu, kalau kau tidak menepatinya kau tidak akan menikah !”

“Aisshhh kau ini sungguh menyebalkan ! Katakan ??”

“Aku ………..!”

Tiba-tiba ia mengantungkan sebuah kunci didepan wajah ku

“Igot mwoyeyo ?”

“Ini yang aku mau !”

“Mwo ?”

“Temani aku ketempat yang bisa aku buka dengan kunci ini ! Kajja !”

“tapi apa kau akan meninggalkan pesta ?”

“Sudah ! ayo pergi !”

Dia benar-benar bodoh nampaknya, meninggalkan pesta dihari ulang tahunya, sungguh pilu kerajaan ini mempunyai Putra Mahkota yang bodoh seperti dia.

Sudah beberapa komplek kerajaan kami singgahi dan kami belum juga menemukan pintu yang cocok. Ah aku merasa sangat bodoh, kenapa aku asal ikut saja ? ku kira dia sudah tahu tempat kunci ini !! Apa dia tidak tahu aku memakai higheels 12 cm, lelah mencari-cari pintu yang sesuai dengan kunci yang dibawa orang ini. Aigoo

“Tidak ! Tidak kesana ! aku tidak mau !”

“Kau kan sudah berjanji !”

“Aku tarik kembali !”

“Apa kau bodoh ? kau tahu peraturan berjanji kan ? mana ada janji yang ditarik ??”

“Tapi……”

“Apa kau mau tidak menikah sepanjang umur mu !”

“Dasar Pangeran menyebalkan !”

“Kajja !”

Aku tidak mempunyai pilihan, aku terlanjur berjanji padanya, matilah aku.

“Kau yakin ?”

“Tentu !”

“Sebentar !”

“Yaa ! kau terus membuat ku tidak jadi memasukkan kunci ke pintu ini !”

“Aku tidak yakin Mama !”

“Sudahlah kau berlindunglah dibelakang punggung ku kalau kau takut !”

“Bukan itu, kau sudah melanggar perintah Harabeoji-Sungwang !”

“Ini bukan melanggar tapi eksplorasi pengetahuan !”

“Alasan apa itu ?”

“Sebagai calon Raja , aku sendiri harus mengetahui sejarah ku !”

“Kalau aku tahu kau meminta ku untuk menemani ku ketempat ini, lebih baik aku belikan jam tangan yang kau inginkan !”

“Apa kau yakin ? jam tangan itu kan mahal !”

“Yaaa ! kau kira aku semiskin apa ? aku ini sepupu Putra Mahkota dan juga keponakan seorang Raja, ayolah kita kembali ke pesta, aku akan memberikan mu jam tangan !” ucapku memelas sambil mencengkram lenga Tao lebih erat.

Tao terus saja mencoba mengotak atik kunci ini supaya bisa pas dengan pintu bangunan ini. Tidak mungkin ini kunci geumdan-ui bang dari mana ia mendapatkanya ??!”

Cekrekkkkk

“Terbuka !” ucapnya sumringah.

Tao sumringah, tapi jantung ku berdegup begitu cepat, jujur aku penasaran berikut takut setengah mati.

Kasih jalan buat LEGENDS CHAPT 3 YAH CEMU U CEMU U QUWHHH

To be continued

 

Iklan

9 pemikiran pada “Legends (Chapter 2)

  1. Othoooorrr, knp tbc?? Sumpah la ya, lg gregetan..
    Pst tao cakep bgt dah pk tuxedo, haaah..
    Ga pny ide thor, hahaha…
    Saia brdoa aja deh smoga dpt ilham, kkkkayoo cpat dlanjuut thoor

Tinggalkan Balasan ke CandraChan233 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s