Anything For You Kkamjjong-ah

“Anything For You Kkamjjong-ah [Sequel 1 of My Love Story]”

Author: teukseob >> @exotic_bias >> teukseob@yahoo.com

Main Cast :

KaiDO / KaiSoo (KAI & KyungSoo aka D.O) Couple

Other Cast :

Members EXO K+M

Length:

Oneshoot (3.830 Words)

Genre:

YAOI / Sonen-ai / BoyxBoy / ManxMan, Romance

Rating:

PG – NC 21

 

p.s : ini ff YAOI ke’2 ku. Aku harap tidak begitu mengecewakan. Dan ini adalah ff pertama ku yang Rating-nya nyampe NC 21. Kalau ini jelek dan tidak HOT maafkan aku ya. Tolong beri koment kalian yang membangun lagi. Aku sarankan kalau di bawah umur tolong banget jangan baca ini apalagi yang gak suka YAOI dilarang keras baca apa lagi koment di ff ku. Hehehe tajem ya pesannya ya sudah lah ^^v

sebelumnya makasih banyak sudah mau baca dan koment di ff sebelumnya. Senang sekali banyak yg suka. Dan makasih buat mimin tercinta sudah mau ngpost ff sebelumnya dan ff yg ini. Gak papa kan rating-nya nyampe NC 21? Takutnya kalo gak boleh. maunya gak di protect. Jadi tolong baca semua keterangan dengan baik ^^.  So enjoy it neeee *bowing*

Warning:  seperti yang tertera di atas “This is Fanfic YAOI, u know (yunho)?” LOL, DON’T LIKE DON’T READ. DAN SEKALI LAGI YANG DI BAWAH UMUR & TIDAK SUKA YAOI DI LARANG KERAS BACA FF INI. Kita saling menghargai saja oHae. Bahasa campur aduk. And so pasti bakal ada typo karena tidak ada yang sempurna bukan, selain Yang Maha Kuasa *woyooo*

 

Banyak bacon(?) eh bacot maksudnya! So Let’s gelelot (?)…

 

Happy Reading Ppyong~ ^o^

____________________________________

Author POV

 

#sebelumnya

 

“Paling males nih pake ini,” ucap D.O mengeluarkan benda andalannya kalau KAI ngambek terus mengunci diri di kamar seperti ini. “Ttada…” ucap D.O agak girang. Ya! Kunci serep pun keluar.

 

“Jongin-ah…” panggil D.O lembut saat sudah masuk ke dalam kamar dan perlahan menutup kembali pintu kamarnya dan KAI. Drep! Tiba-tiba tubuh D.O sudah di rengkuh ke dalam pelukan seorang namja yang menyandang gelar Dancing Machine di EXO. Ternyata dari tadi KAI hanya menangis di balik pintu kamarnya dan D.O. KAI terus saja terisak sambil memeluk erat tubuh D.O yang lebih mungil darinya itu menaruh wajahnya di lekuk leher D.O.

 

D.O membalas pelukan KAI dengan penuh rasa sayang memusut punggung KAI lembut, semoga dapat mengurangi rasa sedih KAI begitu anggap D.O. “Uljima ne… Jangan kasar seperti itu. Kasihan juga kan Suho hyung…” ucap D.O sambil mengusap kepala KAI halus.

 

“Hiks.. Arasso. Tapi Soo Baby juga tau kalau itu sepatu kesayanganku, kan? Banyak yang sudah kukorbankan untuk mendapatkan sepatu itu walaupun harganya tidak begitu mahal,” ucap KAI yang masih terisak kecil dengan suara yang mulai parau. D.O hanya menganggukan kepalanya di atas pundak KAI, dia mengerti namjachingu-nya ini pasti sangat sedih dan marah.

 

“Jongin-ah…” panggil Kyungsoo aka D.O sambil melepas pelukannya pada KAI dan membuat mereka berdua berhadapan sekarang. D.O dapat melihat mata indah Kkamjong tercintanya mulai membengkak karena bekas menangis. Ia elus pipi KAI lembut. “Jangan ngambek lagi ya. Aku mohon maafkanlah Suho hyung. Aku janji akan membantumu mendapat sepatu baru, ne?” rayu D.O lembut sambil tersenyum manis. KAI kelihatan berfikir sejenak, lalu mengangguk kecil sambil mengulas senyum tipis.

 

“Tapi dengan syarat lagi…” ucap KAI membuat D.O terkejut kecil. “Apa itu?” tanya D.O. “Dan Hyung harus menurutinya…” tambah KAI sambil tersenyum pervert. D.O mengerutkan alisnya, dia paham sekali kalau KAI sudah mengeluarkan senyum seperti itu. Kemudian KAI mengunci pintu kamar.

“Jangan bilang…” ucap D.O mencoba menebak. Tanpa babibu KAI langsung menggendong tubuh D.O ala bridal style dan menjatuhkan tubuh D.O dengan perlahan dan menindihnya lalu mencium bibir D.O sekilas. “Tapi janji maafkan Suho hyung, ne?” ucap D.O memastikan sebelum KAI melancarkan aksinya.

Of course Soo Baby…” ucap KAI seduktif tepat di sebelah telinga kiri D.O. “Aku mulai, ne?” belum D.O menjawab KAI sudah menyerangnya.

 

Author POV end-

 

 

 

#sekarang

 

 

 

KAI POV

 

Sekarang aku sedang asik mengerjai leher namjachingu-ku ini. Kenapa lehernya ini juga begitu manis seperti bibirnya. Tapi kalau bibir sexy-nya itu tiada duanya hoho. Kuisap keras bahkan ku gigit kecil kulit lehernya. “nngghhh… sssshhh…” desahnya semakin jadi karena lehernya ku kerjai habis-habisan. Bahkan tak terasa leher putih jenjangnya sudah penuh oleh tanda kepilikan bahwa Soo Baby hanya milik Kkamjong seorang. Aku jadi tambah bersemangat melakukan lebih. Bersiaplah Soo Baby…

 

Bosan dengan lehernya aku kembali naik ke atas dan melumat dengan rakus bibir sexy-nya itu. Ia membalas dengan liar juga. Wow! Ku rasa Soo Baby ku semakin agresif belakangan ini. Apa karena lagi PMS? *plak*

 

Ku hentikan kegiatan ku. Ku tatap wajah manisnya itu yang sekarang sedang memasang wajah kecewa mungkin karena mendadak aku menghentikan ciuman liar kami. “Wae?” tanyanya manja sambil memukul pelan dada bidangku. “Soo Baby… Apa kau siap jika ini lebih dari biasanya?” tanyaku serius. Ia terlihat bingung dengan kata-kataku, mungkin dia tertular virus polos dari Luhan Hyung. Aduh jadi gak tega kalau minta ‘itu’ sekarang.

 

“Kita lihat saja,” ucapnya jahil.

 

“Kau menantang?” aku mencubit hidungnya.

 

“Iya. Aku ingin melihat sampai mana keperkasaan Kkamjjong-chagi…” ucapnya polos. Sudah ku duga dia tertular Luhan Hyung -_-;

 

“Ouh oke, aku tidak janji kalau ini tidak sakit. Tapi aku janji dan jamin ini akan terasa nikmat,” ucap ku seseduktif mungkin pada kalimat akhir tepat di telinga kanannya dan menjilat daun telinganya. Terlihat ia menggelinjang geli dengan tindakanku.

 

Kembali aku menindihnya dan menautkan bibir kami. Aku kembali melumat bibir bawahnya dan ia melumat bibir atasku. Dan tanpa kuminta ia membuka mulutnya dan memberi akses lidahku untuk kembali memasuki rongga mulutnya. Kembali kuabsen apa pun yang ada di dalam rongga mulutnya. Dan mengajak lidahnya berperang dengan lidahku. Membuat saliva kami berdua menyatu bahkan sampai menetes keluar dari mulutnya. Dan Soo Baby mengalungkan tangannya di leher ku agar memperdalam ciuman kami.

 

Tangan kananku untuk menopang berat tubuhku. Dan tangan kiriku mulai jahil masuk ke dalam T-shirt hitamnya. Mengelus perut ratanya sedikit memberi rangsangan padanya. Lalu perlahan naik ke dadanya mencari gundukan kecil di sana. Ya, nipple-nya yang sudah mulai mengeras ternyata. Tak mau lama-lama hanya mengelus, aku langsung memilin nipple kanannya ini dengan perlahan tapi pasti (?).

 

“Mmpphh… Nngghh… Sssshhh…” desahnya di sela-sela ciuman panas kami. Membuat ku semakin gencar mengerjai tubuhnya. Dan tak sengaja ‘Kai kecil’ bergesekan dengan sesuatu milik Soo Baby di bawah sana. Yang sudah mengeras rupanya. “Mmppphhhffff…” desahnya tertahan karena mulutnya masih kubekap dengan mulutku. Dan aku semakin sering mengesekan bagian bawah tubuh kami yang masih terbungkus dengan jeans, bahkan dengan tempo semakin cepat.

Membuat aku sendiri menjadi tambah tak tahan.

 

Chagiya, itu tadi milik mu?” tanyanya polos saat aku sudah melepas ciuman dalam kami.

 

“Eum… wae?” tanyaku balik. Dia menggeleng sejenak

“Eungh.. itu terasa lebih besar dari milikku.” ucapnya malu sambil melempar pandangannya entah kemana dan kulihat ada semburat merah di wajahnya. Aku hanya terkekeh kecil.

 

“Tentu saja. Bukankah itu yang menjadikan alasan aku sebagai seme-mu,” ucapku jahil. Soo Baby langsung merubah ekspresinya menjadi cemberut dan memberikan deathglare-nya pada ku. Ya! Itu tetap terlihat manis di mataku.

 

“Apa itu muat di dalamku?” tanyanya takut-takut sambil melirik kearah bawah tubuh kami.

 

Aku terkekeh kecil.“Tentu muat Soo Baby. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini,” ucapku meyakinkannya. Dia hanya mengangguk polos. “Nanti akan kubuktikan,” lanjutku sambil tersenyum pervert dan kulihat wajahnya kembali tegang. Tenang, aku tidak akan menyakitimu.

 

“Aku buka pakaianmu, ya?” tanyaku manis dan dia hanya mengangguk sebagai jawaban. Segera kubuka T-shirt dan celana jeans beserta underwear-nya sekaligus. Aku menatap takjub tubuh putih mulus milik namjachingu-ku ini. Sangat sempurna di mataku.

 

Tiba-tiba dia menyilangkan tangannya di depan dadanya. “Waeee?” tanya ku manja. “A-aku maluuu…Jangan hanya dilihat,” ucapnya dengan wajahnya merah padam.

 

Sudah minta dijamah rupanya. Dan aku hanya tersenyum evil. Saat aku ingin menciumnya kembali ia menghalangi ku. “Ada apa lagi?” tanya ku sedikit kesal.

“Lepas dulu pakaianmu. Aku sudah telanjang begini. Tapi kau bahkan belum membuka bajumu. Itu curang,” desahnya manja.

 

“Kalau begitu bantu aku membukanya,” ucapku sambil menaik-turunkan kedua alisku dan dia mengangguk mengerti.

 

Segera ia lepas T-shirt yang melekat di tubuhku lalu celana jeans beserta underwearku. Ia terdiam menatap ‘KAI kecil’. “Wae, Soo Baby?” tanyaku.

A-aniya.Hanya saja itu ternyata memang sangat besar,” ucapnya malu.

“Tertarik padanya?” godaku dan ia mengangguk malu.

 

“Nanti kau akan bermain dengannya. Tapi sekarang biarkan aku yang memuaskanmu dulu,” ucap ku lembut.

 

Tanpa penjelasan lebih lanjut aku mencium bibirnya lagi lebih ganas dan tangan ku mulai merayap menyentuh junior Soo Baby yang size-nya lebih kecil dari milikku. Mengelus-ngelus memberi rangsangan kecil lebih dulu sambil terus bermain dengan bibir dan lidahnya. Tapi tak kusangka secepat ini miliknya sudah mulai tegang.

 

Dan sekarang aku mulai meremas juniornya sedikit kasar dan mengocoknya dengan ritme yang teratur. Dan semakin lama semakin cepat tempo ritme kocokanku pada juniornya. “Mmmppppphhhhffff… nnnggggghhhhh…..” Desahnya tertahan dalam ciumanku dan mulai menggelinjang resah. Membuatku malah semakin cepat mengocok juniornya. Ia mendorong dada ku paksa.

 

“Nnggghhh…. Sssshhhhh….. ahkuhh ssshhhuuu… ddaahhh thhii ddhhaak.. nghhh… thaa hhh.. annh…” ucapnya sambil mendesah hebat.

“Kalau begitu keluarkanlah, Chagi…” ucapku dan ia mengangguk. “JONG IN!!!”  tak lama ia mengerang memanggil namaku di saat ia mengeluarkan cairan cintanya yang tumpah di tanganku. Aku menjilatnya dengan rakus sampai bersih.

 

Aku menatap Soo Baby, ia terlihat cemberut. “Enak?” tanyanya singkat. Aku membelalakkan sedikit mataku. “Sudah membuatku keluar tapi tidak ingin membaginya. Itu kan cairanku, aku juga ingin merasakannya,” ucapnya sedikit ngambek. Aku terkekeh, benar-benar manja. Itulah yang membuatku jatuh hati padanya.

 

“Kau mau?” Tanyaku dan ia mengangguk. Dan langsung kembali kuremas juniornya. Kembali mengurutnya dengan cepat. “Nngghhh… kkhhaaa… mmmhhh… jjonghh… ma shuk kanhh…” ucapnya sambil mendesah dan aku langsung meraup juniornya ke dalam mulutku. Mengulumnya seperti lollipop yang sangat enak dan juniornya kembali menegang di dalam mulut ku. Aku segera mengisapnya keras. Menimbulkan gelinjang hebat pada tubuhnya. “Nnngghhh… ssssshhhhh…… tihh dak tahh anhh lagiiihh…” ucapnya di sela desahan nafsunya dan menekan kepalaku agar semakin dalam mengulum juniornya.

 

Tak lama spermanya keluar dengan cukup deras di dalam mulutku. Sebagian kutelan tanpa rasa jijik sedikit pun dan sisanya kutampung di mulutku. Segera aku beranjak naik dan menciumnya lembut.

 

Membagi cairannya sendiri yang tumpah di mulutku. “Mmmpphhhfff…” desahnya sambil menikmati ciuman kami yang sedang berbagi cairannya. Lalu kulepas ciuman kami saat kurasa cairannya sudah habis. “Ottae? Enak bukan?” tanyaku sambil tersenyum manis. “Eum… dan ini rasanya sangat nikmat.” ucapnya seduktif di telingaku. “Giliranku, ne?” ucapnya lalu membalik tubuhku menjadi di bawahnya dan duduk di sela kakiku.

 

KAI POV end-

 

 

 

D.O POV

 

Tanpa babibu aku langsung meremas juniornya yang sudah menegang sempurna dengan gemas. “ngh.. kocok Baby,”dia memohon dan aku menurutinya. Mulaiku kocok juniornya dengan ritme pelan dan pasti sambil tangan ku satu lagi

memainkan twinsball-nya. “Lehh bihh… ce ngh pat Bei… Biihhh…” ucapnya sambil mendesah dan segera kupercepat ritme kocokanku pada junior big size-nya ini. “Nnghhh… ihh yaa be gituhh…” ucapnya dan aku semakin bersemangat melakukan ini.

 

“Arghhh… Soo Baby masuk nghh kanhh…” ucapnya dan aku menuruti. Awalnya sedikit ragu karena ini yang pertama untukku tapi demi Kkamjong ku tercinta akan kulakukan. Mulai kumasukan juniornya kedalam mulutku. Menaik-turunkan kepalaku dengan perlahan dan menghisap batang juniornya dengan keras. “Ngghhh fassss… terrr chagihhh…” pintanya sambil mendorong kepalaku agar semakin dalam mengulum juniornya.

 

Kupercepat intensitas kulumanku pada juniornya. Lalu menghisap kuat ujung kepala juniornya. “Arghhh… I wanna cum..Nngghhh sooo good hhh…” desahnya hebat dan aku kembali mengulum juniornya semakin cepat. “Arghhh…” erangnya dan kurasakan juniornya semakin menegang di dalam mulutku. Tangannya menekan kepalaku keras.

 

“KYUNGSOO!!!” dan CROT! CROT! CROOOT!! erangnya sambil memanggil namaku dan mengeluarkan cairan cinta pertamanya di dalam mulut ku. “ohok…” aku tersedak karena begitu banyak cairan cinta yang ia tembakan ke dalam mulutku. Dan aku tak sanggup menelannya semua hingga ada yang meluber keluar mulutku.

 

KAI duduk dan menarik daguku dan. Bermaksud untuk membantuku, dia menciumku. Menghabiskan sisa cairannya sendiri yang masih ada di dalam mulut ku. Dia sangat mengerti kalau aku masih belum ahli dalam hal yang seperti ini jadi ia bantu menghabiskan cairannya sendiri. Tak lama ia melepas ciuman kami lalu tersenyum manis kearah ku. “Bukankah ini yang pertama untuk mu? Tapi kenapa kau sudah seperti yang ahlinya? Kau memang uke yang hebat,” puji KAI sambil terkekeh kecil dan mengacak pucuk kepalaku lembut. Dan aku hanya tersipu mendengar pujiannya.

 

“Kita masuk ke intinya, ne?” tanyanya dan aku membulatkan mataku. Aku masih sedikit belum siap. Aku dengar dari Xiu Min hyung, saat ML pertamanya bersama Chen hyung, akan terasa sakit walaupun akan berubah menjadi nikmat. Tapi tetap saja sakit, kan?

 

“Eum…” gumam ku sebagai jawaban dan KAI tersenyum sangat manis sambil merebahkanku kembali di bawahnya. Ia memandangku dengan sangat lembut dan dalam seakan memberikan keyakinan bahwa ini semua tidak apa-apa. “Kalau sudah tidak tahan katakanlah. Kalau terasa sakit, kau bisa meremas bahuku,” ucapnya lembut dan aku hanya tersenyum.

 

Lalu KAI kembali mencium bibirku penuh nafsu dan aku membalasnya dengan nafsu yang tak kalah menggebu. Kurasakan KAI melebarkan pahaku dengan perlahan dan mengelus paha dalamku. Membuatku sedikit menggeliat dengan rangsangan yang diberikannya.

 

“Arghhh…” erangku di sela ciuman kami. Kurasakan perih yang sangat di bagian bawah tubuh ku tepatnya di manhole-ku. Ada sesuatu yang berusaha menerobos masuk ke sana. Terasa sangat sakit dan perih. Kulepas ciuman ku sejenak,

“Arghh… kkamjong chagi ituhh apa? Arghh…” erangku masih merasakan sakit yang semakin jadi. Sesuatu berusaha mengoyaknya dengan paksa dan terus menyodok semakin cepat.

 

“Apakah sangat sakit? Itu jari tengahku, Soo Baby. Aku sedang berusaha meregangkan hole-mu dulu agar siap kumasuki. Kalau sangat sakit lebih baik kita hentikan saja,” ucapnya lembut sambil menyium kilas dahiku penuh rasa sayang lalu mendiamkan jarinya di manhole ku.

 

“Arghh… Tak apa, lanjutkan saja. Mungkin karena belum terbiasa,” jawabku sambil mengigit kecil bibir bawahku menahan rasa perih. KAI masih mendiamkan jarinya. Tak lama aku sudah merasa terbiasa. “Kkamjong chagi… ngh.. move..” pintaku padanya dan KAI mengangguk mengerti. Ia gerakan perlahan jarinya, terus menyodok dan semakin lama semakin cepat tempo sodokan jarinya. “nngghhh… ssshhh… iii tuuhhh nik hhh mat…” racauku merasakan sensasi nikmat dari jari KAI yang baru pertama kali aku rasakan.

 

“aku tambah, ne?” Tanya KAI lembut dan aku hanya mengangguk pasrah. Tak tanggung-tanggung KAI langsung menambah 2 jarinya ke dalam manhole-ku. “aaaarrrggghhhhh… Aphooooo…” erangku kesakitan saat KAI mengocok manhole-ku dengan 3 jarinya yang besar. “Sakit?” tanyanya khawatir pada ku dan ingin mencabut jarinya dari manhole ku. “a-aniya… la-lanjut kanhh…” ucap ku tak ingin membuat KAI kecewa.

 

KAI dengan perlahan menggerakan 3 jarinya dengan lembut. “nghhh ssshhh…” desahku mulai menikmatin perlakuan jari KAI di hole-ku yang masih sempit ini. Dan KAI kembali menciumku dengan lembut agar mengalihkan rasa sakit. Aku mulai terbiasa dengan 3 jari KAI di dalam manhole ku, tanpa sadar aku juga menggoyangkan pinggangku berlawanan dengan arah sodokan jari KAI. KAI yang menyadari hal itu dengan perlahan menambah kecepatan sodokannya di manhole ku.

 

“Nnggghhhh sssshhhhhh… aaahhhh….” Desahku tak karuan dalam ciuman KAI karena KAI menyodok tepat di prostatku dan itu sangat nikmat.

 

Fffaaaasssshhh….. ttteeeerrrrr… nngghhhh…” racauku melepas ciuman kami dan KAI beranjak ke leherku. KAI menyodok semakin cepat. Membuat ku mulai melayang dengan rasa nikmat yang diberikan KAI. “nngghhh… ahh ahh ahh ooohhh… kkamjonghhhh… ssshhhh…” racau ku tak jelas karena ritme sodokan jari KAI semakin cepat dan membuatku benar-benar melayang saat ini.

 

Dan ku rasakan bibir KAI sedang bermain di nipple kiri ku. Menghisap, menyedot bahkan mengigit dengan kuat membuat banyak kissmark di sekitarnya.

 

“Aaaahhhh… nnggghhh ah ah ah…” racauku semakin tak jelas karena KAI mengocok juniorku dengan tangannya yang lain. Kenikmatan ini tidak dapat di gambarkan dengan kata-kata, 3 titik sensitifku dimainkan membuatku hanya dapat mendesah dan meracau.

 

“Aku ahhh ahhh… keeelll… luuuuaaarrrhhhh…” ucap ku tak tahan lagi dan mengeluarkan cairan cinta ku yang 3 kalinya karena KAI. Yang tumpah di tangannya dan perutku. KAI menghentikan aktivitasnya, mengeluarkan 3 jarinya dengan perlahan dari holeku. “Uunngghhh…” erangku saat jari KAI keluar. “Soo Baby… aku masukan sekarang. Aku sudah tidak tahan lagi,” ucapnya manja dan aku hanya mengangguk karena aku sudah mulai lemas.

 

“Akan aku masukan dalam satu hentakan. Jadi kalau sakit cengkeram punggung, ne?” lanjutnya dengan nada begitu lembut. Lalu memeluk tubuhku dan mencium ku dengan lembut ciuman penuh rasa cinta bukan nafsu. Dan aku balas memeluknya, satu tanganku melingkar di lehernya dan satu lagi mengelus punggung halusnya.

 

D.O POV end-

 

 

 

Author POV

 

 

JLEEEB!!!

 

 

“Mmmmmppppppphhhhhhfffffff………” erangan D.O tertahan karena saat  ia ingin teriak kesakitan KAI langsung membekap mulutnya dengan mulut KAI. KAI benar-benar memasukannya dengan satu hentakan, karena KAI tau jika perlahan itu akan jauh lebih menyakitkan untuk namjachingu-nya itu. “Hyung, gwaenchana?” Tanya KAI setelah melepas ciumannya.

 

“Hiks.. hiks… ini sangat sa-sakit Kkamjong-ah…” ucap D.O yang mulai terisak dan mengeluarkan bulir air matanya. KAI yang melihat hyung sekaligus namjachingu-nya itu menangis semakin tidak tega, KAI tau kalau ini pasti akan sangat sakit untuk D.O karena ini ML pertama meraka setelah beberapa bulan mereka menjalin hubungan sepasang kekasih. “Apa perlu kita hentikan saja, Soo Baby?” Tanya KAI sambil menghapus air mata D.O dan mencium keningnya.

D.O menggeleng pelan sambil tersenyum tipis.

 

“Sudah sejauh ini Kkamjong-chagi. Bahkan milikmu sudah menerobos hole virgin-ku. Percuma kalau dihentikan,” Jawab D.O lembut lalu menyium bibir KAI penuh rasa cinta. Setelah D.O melepaskan ciuman lembut itu KAI menatap D.O dalam memberikan sebuah kepastian dengan apa yang mereka perbuat ini. D.O tersenyum lembut sambil mengangguk, dan itu menjadi lampu hijau untuk KAI.

 

“Aku gerakan, ne?” Tanya KAI sambil mengelus pipi kiri D.O sayang. “Eum…” D.O hanya dapat bergumam. Dan KAI mulai menggejot tubuh bagian bawahnya dengan perlahan. D.O masih mengeluarkan erang dan rintihan dari mulutnya, masih belum terbiasa dengan ‘Kai kecil’ di dalam tubuhnya. KAI mengocok junior D.O lagi berharap itu berhasil (lagi) mengalihkan rasa sakit D.O pada lubangnya.

.

.

.

.

.

“Nnnggghhhhh… fffaaasssssttt… eeerrrr….” racau D.O saat sudah dapat menikmati permainan KAI yang menyatukan mereka berdua sekarang. Dan itu setelah D.O klimaks tapi ia kembali terangsang karena KAI berhasil menemukan prostat milik D.O. “Ah ah ah ah ah nnggghhhh aaaahhh….” D.O mengerang semakin tidak jelas mengikuti ritme sodokan junior KAI pada hole-nya yang semakin cepat dan menggila. Junior D.O kembali tegang, dan KAI yang mengetahui itu kembali mengocok junior D.O seirama dengan sodokannya yang cepat dan gila.

 

“Soo… nngghhh Bei bi hhh… aaaahhh kuuu… keeelluuuuaaaarrrrhhhh…” desah KAI saat tau ia akan segera klimaks dan mempercepat sodokan juniornya di manhole D.O. “aaaaahhhh… kuuuu hhhh juuu gaaa ahh ah ah aaahhhh…” racau D.O yang sudah akan klimaks (lagi) entah yang keberapa kalinya. “Bersama…” ucap KAI yang diikuti anggukan dari D.O dan KAI semakin dalam menyodokan juniornya.

 

“Aaaaaaaaarrrrrrrgggggghhhhhhhh……” CROT! CROOT!! CROOOT!!! erang KAI dan D.O dengan nikmat saat melepas semua cairan cinta mereka bersamaan. KAI mengeluarkan percumnya di dalam tubuh D.O. Sedangkan D.O mengeluarkanya di tangan KAI dan menyembur ke perutnya dan KAI. Sperma KAI terlalu banyak untuk ditampung D.O sehingga mengotori kasur di bawah mereka.

 

KAI mengelus pipi namja yang lebih tua darinya ini dengan penuh rasa sayang. “Soo Baby lelah?” Tanya KAI lembut dan D.O mengangguk kecil. “Tapi KAI dan ‘Kai kecil’ masih sanggup…” ucap KAI manja, D.O terkejut saat ingin menolak karena ia merasa sudah begitu lelah KAI langsung menciumnya dalam ciuman yang menghanyutkan dan D.O mengurungkan niatnya untuk menyudahi aktivitas ini.

 

Tak lama KAI melepas ciumannya dan berbisik seduktif di telinga D.O. “Soo Baby bisa menunggingkan? Aku ingin doggy style…” ucapnya seseduktif mungkin dan D.O mengangguk pasrah dan KAI tersenyum menang. KAI langsung membantu D.O membalik tubuhnya lalu menungging agak sulit karena junior KAI masih tertanam di dalam D.O.

 

D.O berpegangan pada kepala ranjang dan menaikan butt-nya agar mempermudah akses pada junior KAI. “Aku mulai, ne?” ucap KAI lalu kembali menggenjot juniornya dengan perlahan dan semakin meningkatkan kecepatanya. “Nngghhh Soo Baby… i-iniiihh nik hhh mat… luhhbang nghh mu sangat sssshhh ketat. Aahhh kuuu sssssuuu kaaahhh… aahh ah ah ah oh oh nghhh sssshhh…” racau KAI kenikmatan karena juniornya di jepit oleh dinding ketat hole D.O.

 

“Ah ah ah ah aaaaahhhh… fffaaasssttteeerrrr… ddeeepppeerrr… Kkamjong-ah ah ah ah nnggghhhh…” racau D.O semakin jadi dan ikut menggoyangkan pinggulnya berlawanan arah dengan sodokan junior KAI. KAI memegangi pinggul D.O agar memperdalam sodokannya bahkan twinsball KAI ikut menumbuk hole D.O. Kasur yang mereka gunakan untuk bercinta ikut bergoyang menimbulkan decitan yang cukup keras seperti akan rubuh.

 

D.O yang merasa juniornya yang tegang sempurna tidak dijamah KAI. D.O mengocok sendiri juniornya dengan ritme yang sama dengan sodokan KAI. “Soo Baby… hhheeennntttiiiiikkaaaannhhh aaahh… biar hhh aku saja ooohhh…” ucap KAI sambil masih meracau hebat, D.O hanya mengangguk tidak dapat berkata-kata lagi karena ini semua begitu nikmat. Dan tangan KAI menggantikan tugas tangan D.O pada juniornya kemudian mengocoknya dengan sangat cepat. Dan sesekali menghisap kulit bahu D.O dengan kuat dan menciptakan banyak kissmark disana.

 

“Kkamjong… nnggghhhh aahh kuuu ssssuuu dahhh ttiiiiddaaak tahanhhh…” ucap D.O dalam desahnya, KAI yang mengerti kalau uke-nya ini sudah mulai kelelahan jadi mempercepat permainannya menumbuk hole D.O. “Sssshhhaaabbaarrr Soo Baby ssseeeddiiiikkiittt nngghhh lagiiihhhh…” ucap KAI masih terus berkonsentrasi pada aktivitasnya. Mempercepat genjotannya.

 

“Kkeeeelluuuaaarrrrhhhh……” erang KAI lalu menusuk juniornya sedalam mungkin di hole D.O. CROOOOOOOOOOOOOOOOTT!!!!! “JONG IN / KYUNG SOO!!!!!” erang meraka bersamaan sambil memanggil nama satu sama lain dan diiringi dengan rilisnya sperma mereka yang tumpah ruah.

 

KAI kembali mengeluarkan spermanya di dalam tubuh D.O dengan 5 tembakan jadi lagi-lagi hole D.O tidak dapat menampung semua sperma KAI dan meluber keluar mengalir dengan indah di paha D.O dan sedikit menetes ke atas kasur. Begitu juga dengan D.O yang menumpahkan kembali spermanya di tangan KAI dan menyemprot cukup banyak.

 

D.O langsung ambruk diikuti dengan KAI yang juga ambruk di sebelah D.O yang berhadapan dengan wajahmya. “Gwaenchana, hyung?” tanya KAI lembut sambil menyibakan pelan poni D.O yang sudah lepek karena keringat D.O yang mengucur begitu banyak. “ne…” jawab D.O singkat karena ia sudah merasa begitu lelah karena permainan mereka barusan yang termasuk luar biasa dalam ML pertama.

 

“Jongin-ah, kau sudah tidak marah lagi, kan?” tanya D.O dengan suaranya yang lemah. “Ne… kan Soo Baby sudah menuruti permintaanku bahkan sampai 2 ronde.” Ucapnya sambil terkekeh kecil. Dengan sisa tenaga D.O mengelus pipi KAI penuh sayang. “Jangan marah seperti itu lagi, ne?” ucap D.O lembut. Dan KAI langsung mengangguk pasti. “Tapi kalau aku marah seperti ini akan sangat menguntungkan untukku dapat melakukan hal ini lagi dengan Soo Baby.” ucap KAI jahil, D.O hanya memanyunkan bibir sexy-nya. Melihat itu KAI kembali mencium bibir D.O. Mereka bertatapan satu sama lain.

 

“Soo Baby, gomawo. Sudah memberikan semua ini padaku, termasuk ke-virgin-an mu padaku. Saranghae…” Ucap KAI lalu menyium kening D.O kilas. D.O mengulas senyum manis. “Ne ,anything for you Kkamjong-ah… Nado jeongmal saranghae,” Jawab D.O penuh ketulusan. Mereka saling terkekeh kecil dan kemudian KAI menarik selimut untuk menutupi tubuh naked mereka berdua.

 

“Istirahatlah…” ucap KAI sambil mengelus kepala D.O berunglang kali dengan lembut. “Eum… tapi apa tidak sebaiknya ‘Kai kecil’ dikeluarkan saja?” Tanya D.O polos. KAI tertawa kecil, “Biarkan begitu karena jika kukeluarkan sekarang pasti masih sangat sakit jadi biarkan tetap di dalam sana. Lagipula di dalam sana sangat hangat dan ‘Kai kecil’ menyukai kehangatan hole Soo Baby…” ucap KAI membuat D.O malu dan menuruti keinginan KAI saja. Kemudian mereka berdua sama-sama terpejam dan pergi ke dreamland menemui satu sama lain kembali di dalam mimpi indah.

 

 

 

 

 

_FIN_

 

 

 

 

 

Gimana-gimana? Gaje ya? Jelek ya? Gak suka ya? Gak HOT ya? *nangis di pojokan* maklum NC 21 pertama ku. Aku harap readers-nim bisa enjoy dan suka sama cerita ff ku kali ini. Jangan koment yang aneh-aneh ya. Kan di atas udah di kasih genre dan warning-nya dengan sangat jelas. So, udah baca trus koment ya. Tidak ada paksaan mau koment atau enggak. Gomawo Ppyong~

 

ight�6ra��q s: 2; text-align: -webkit-auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: rgb(255, 255, 255); “>“sini biar kubantu” namja itu segera mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan segera menghapus darah yang terus terusan mengalir.
“ jika kau mau, umma ku akan membersihkan lukamu ini di rumahku. Rumahku tak jauh darisini” tawarnya. Dia memperlihatkan senyumannya terus menerus.
“anio.. aku pulang saja”
“hm geurae, baiklah aku akan mengantarmu pulang”
“anio, aku bisa sendiri” sahutku membalas senyumannya. Chanyeol dengan cepat membantu ku berdiri dan mengalungkan tanganku di lehernya
“sudah kubilang biar kuantar kau sampai rumah” sahutnya kembali tersenyum. Kami mulai berjalan bersama.
“park chanyeol imnida” ucapnya sambil menatapku
“oh ne, yoon ra park imnida” sahutku
“hey kita punya marga yang sama! Kita jodoh >.<” jawabnya terkekeh. Aku pun ikut tertawa. Disepanjang jalan kami berbagi cerita satu sama lain. Tertawa bersama. Aku merasa ada yang berbeda setiap kali melihatnya. Dan disinilah awal dari cerita kami. cerita aku dan park chanyeol..
#Flashback end
Bola oranye yang menggelinding menyentuh ujung sepatuku menyadarkanku. Aku terdiam. Aku memandang Chanyeol yang sedari tadi berdiri di tengah lapangan. Menatapku tajam.
“ya! Kenapa kau diam saja? Bukankah kau lawanku?” teriaknya. mendengar perkataan itu sudut bibirku terangkat. Aku mulai mengambil bola basket itu dan melempar ke arah namja itu. Dia tersenyum kearahku…

57 pemikiran pada “Anything For You Kkamjjong-ah

  1. Adduuuhhh….. apa iniii…!!!!!!! Pns bnget bcanya, thor luu hrus tanggung jwab, gra gra lu gua jdi kpnasan…..😠😠 gerah…gerah…..

    God job thor!!!😆😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s