Every Day is A Lovely Day: Change

Every day is a Lovely Day: Change

Note

Author

Main Casts

Support Casts

Length

Genre

Rating

Summary

:

:

:

:

:

:

:

:

Sequel of FF entitled “Our Sweet Fight” & “Hey Girl, You Are Mine!”

kim_mus2  (Twitter: @kim_mus2)

Byun Baekhyun (Exo-K) & Byun Nari (OC)

Byun Na Yoon (Dayoung MBLAQ Hello Baby) & Key (SHINee)

Series

Romance, Family, Comedy

PG-15

We’ve always been like this, but don’t you realize it?

                           Our lives have changed.

====^^====

 

Author’s Side

Pagi yang cerah di kediaman keluarga Byun. Sang eomma sedang menyiapkan sarapan di dapur, sementara appa dan anaknya masih lelap tertidur. Entah sampai kapan mereka akan mendengkur, tak membantu sang eomma yang sedang memasak bubur.

Akhirnya, untuk mencegah keluarganya dari musibah ‘kesiangan’, Nari eomma pun langsung menggunakan peralatan canggihnya. Sebuah tombol berwarna merah dan monitor kecil yang terhubung dengan kamera CCTV di kamarnya dan kamar anaknya, telah terpajang di samping kanan atas kompor gas.

Sambil mengaduk bubur yang akan disajikannya, Nari menekan tombol merah itu.

Teet…. Teet… Teet… Teet… IREONA! PPALLI… PPALLI… PPALLI… IREONA! LANGSUNG MANDI DAN PAKE BAJU, SARAPAN AKAN SEGERA SIAP. MANDINYA GA PAKE LAMA, DITUNGGU DI MEJA MAKAN, SE-GE-RA. Suara bel yang cukup memekakan telinga yang dikombinasikan dengan suara rekaman dari teriakan cempreng Nari, memang satu-satunya cara yang praktis dan efektif untuk membangunkan Na Yoon dan Baekhyun.

Nari tak perlu repot-repot pergi ke kamar untuk membangunkan suami dan anaknya, dan kegiatan memasaknya pun tak terganggu sama sekali. Dari monitor yang ada di samping kanannya itu, kini Nari bisa melihat keduanya bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi masing-masing.

Beberapa menit kemudian…

“Apa yang terjadi dengan penampilan kalian, huh? tanya Nari heran.

“Na Yoon-aah, kenapa rambutmu masih seperti sarang burung? Disisir dong nak…” lanjut Nari pada anaknya.

“Eomma… sisirku tertinggal di kelas, terus aku tak bisa pasang pita di rambutku” jawab Na Yoon sambil manyun.

“Ya sudah, sini eomma rapihkan rambutmu chagi. Oiya, yeobo tolong ambilkan sisir di meja riasku ya…” pinta Nari pada Baekhyun. Nari merasa iba melihat suaminya yang sudah rapi menggunakan kemeja putih lengkap dengan jas dan dasi berwarna biru muda, berjalan sempoyongan karena kantuk. Semakin lama Nari memandangi suaminya itu, ia pun akhirnya menyadari sesuatu.

“Yeobo! Kemana celanamu?!” teriak Nari histeris.

Mendengar teriakan istrinya itu, Baekhyun langsung melihat bagian bawah tubuhnya yang hanya dibalut kain handuk pendek berwarna kuning.

“Omoo… kenapa aku masih pake handuk? Aish jinjja! Dimana kau menyimpan celanaku Nari-aah?”

“Di lemari biasa, cepat pakai sana! Jangan lupa bawa sisir!” Jawab Nari santai.

Setelah Baekhyun membawakan sisir, Nari duduk bersebelahan dengan Na Yoon sambil menata rambut gadis kecilnya itu, yang kini tengah sibuk menyantap bubur ayamnya. Di seberang Nari dan Na Yoon, Baekhyun yang sudah menghabiskan sarapannya hanya duduk manis sambil sesekali terseyum melihat pemandangan di hadapannya.

Baekhyun’s Side

Ya Tuhan, terima kasih sudah mengirimkan mereka untukku. Aku sangat beruntung bisa memiliki anak dan istri yang cantik. Aku yang tampan ini memang pantas memiliki mereka hahaha, senangnya.

Tiba-tiba Nari menoleh dan menatap heran ke arahku. “Baekhyun-aah! Kenapa memandangiku seperti itu? Senyum-senyum sendiri pula, aku jadi merinding.”

Aish, yeoja ini benar-benar tidak peka. Aku kan sedang memandanginya dengan penuh cinta, dia malah merinding, dasar!

“Ani… cepat makan buburmu Nari, kita hampir terlambat ke kantor. Kita harus mengantar Na Yoon ke pre-school-nya dulu kan?” jawabku, mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Ah… ne… ne… ne… chankanman! Oiya, Na Yoon sayang, eomma sepertinya akan pulang malam, jadi nanti telpon Key harabeoji saja ya untuk menjemputmu, otte?”

“Ne… eomma!” jawab Na Yoon sambil mengangguk mantap.

Kasihan sekali Na Yoon, aku dan Nari selalu sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing. Untung ada Key appa, dia seorang appa dan harabeoji yang luar biasa. Ketelatenannya mengurus perusahaan dan keluarga memang patut diacungkan jempol. Aku ingin bisa sepertinya, aku akan berusaha!

“Makannya sudah selesai, eomma?” godaku pada Nari.

“Ish… tumben sekali kau memanggilku begitu? Aku jadi geli, kajja!” jawabnya setelah meminum segelas air putih.

=^^=

Pagi ini aku sudah mengantarkan istri dan anakku dengan selamat ke tempat tujuan. Aku pun tak lupa memberikan kecupan di kening keduanya, sebagai tanda kasih sayangku. Pagi yang menyenangkan, semuanya terasa sudah lengkap. Aku siap untuk bekerja! Fighting!

Author’s Side

Hari ini Baekhyun terlihat sangat bersemangat untuk memulai pekerjaannya. Kini dia sudah berada di ruangan yang besar, siap untuk melakukan rapat bersama semua dewan direksi. Rapat kali ini membicarakan tentang rencana pembukaan cabang perusahaan di China.

Di tempat lain, Nari sedang sibuk mempersiapkan gaun malam dan pakaian-pakaian casual rancangannya yang juga akan dipasarkan di China beberapa bulan yang akan datang, setelah perusahaan cabang disana resmi didirikan oleh suaminya.

Perusahaan yang dijalankan oleh Baekhyun pada mulanya hanya bergerak dalam bidang cosmetics, yang merupakan warisan dari kedua orang tuanya. Tapi, karena sekarang ini Baekhyun telah menikah dengan Nari, perusahaan Key (ayah Nari) yang bergerak dalam bidang fashion pun dijadikan satu di bawah naungan perusahaan yang sama “Shining Corporation.”

Sementara Baekhyun dan Nari sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sang buah hati tercinta, Na Yoon yang baru berusia 3 tahun, kini sedang asyik bermain bersama teman-temannya di pre-school. Letak sekolah Na Yoon tidak terlalu jauh dari rumah harabeojinya. Jadi, hampir setiap hari dia akan mampir ke sana sebelum eomma atau appanya datang menjemput.

Baekhyun’s Side

Fyuuhh… hari ini benar-benar melelahkan, untunglah rapatnya berjalan lancar. China… here we go! Oiya, berarti pembukaan cabangnya itu tanggal 2 Agustus ya? Emmh… sekarang tanggal 25 Juni, berarti sekitar satu bulanan lagi. Tunggu, sekarang tanggal 25 Juni? Aaah… aku hampir lupa. Aku harus pergi sekarang!

“Sekretaris Jung, apa kau bisa menemaniku ke suatu tempat?”

“Baik tuan.”

Nari’s Side

At Mall: 3p.m 

Omo! Mereka masuk ke toko perhiasan? Jinjjayoo? Itu suamiku kan? Aku tidak salah lihat kan? Tanpa sadar aku membuntuti Baekhyun sambil bersembunyi di belakang salah satu standing banner di depan toko itu. Aku tak peduli dengan sekretaris Kang, biarkan saja dia membuntutiku.

Eh? kenapa sekretaris Kang ekspresi wajahnya juga terlihat antusias sepertiku? Apa dia juga penasaran dengan yang dilakukan Baekhyun? Ah sudahlah abaikan!

Aish jinjja! Kemana perginya si Baekhyun itu? Aahh… ini gara-gara sekretaris Kang! Aku jadi kehilangan jejak begini, heuu….

Ku edarkan mataku ke segala arah, tapi hasilnya nihil. Kemana perginya nappeun namja itu huh? Awas saja nanti di rumah! Akan ku tendang bokongnya sampai bengkak!

“Ehem! Sejak kapan anda senang main petak umpet di mall bersama seorang namja, nyonya Byun?” Tanya Baekhyun yang entah sejak kapan melihat Nari dan Sekretaris Kang bersembunyi di tempat itu.

Mworagoo? aish… kenapa posisiku dan Sekretaris Kang seperti ini? Kenapa sekretaris Kang ikut-ikutan berjongkok di balik banner ini juga sih?

“Ehem! Siapa yang sedang main petak umpet? Aku hanya sedang mencari sesuatu,” ujarku mencoba beralasan sambil membuang muka dan melipat tangan di dada.

“Jeongmalyoo? Mau ikut kami makan siang nyonya Byun?”

Apa maksudnya coba? Nyonya Byun? Menggelikan! Baekhyun, kau menyebalkan! Aku… aku cemburu! Aku akan membalasmu! Jangan salahkan aku kalau nanti kau menangis karena aku!

“Oh… mianhae… aku harus membeli sesuatu dulu. Ada barang yang ingin kami cari, benar kan sekretaris Kang?”

“Sekretaris Kang?” kenapa dia tidak merespon?

“Sekretaris Kang?” aish… ada apa dengan manusia ini? kenapa terus melongo begitu sih?

“YA! SEKRETARIS KANG!” habis sudah kesabaranku.

“Ah… ne… ne… benar tuan, kami sedang mencari sesuatu.”

Baekhyun malah tersenyum melecehkanku. Sekretaris Kang payah! Diajak acting saja tak bisa, pabo!

“Baiklah, kajja! Annyeong tuan Byun!” Aku langsung menggandeng tangan sekretaris Kang dan menyeretnya menuju sebuah toko.

Baekhyun’s Side

Mworagoo? Dia istriku kan? Bisa-bisanya dia masuk ke toko pakaian dalam bersama namja lain? Byun Nari… neo miccheosseo? Yeoja pabo! Pabo! Pabo! Awas saja kalau dia coba-coba berselingkuh, akan aku kurung dia di kandang simpanse.

~Kruyuuuk… kruyuuuk…~

“Eh? itu suara perutmu, sekretaris Jung?”

“Ehehehe… ne… saya belum makan dari tadi pagi tuan.”

“Baiklah, kita makan dulu kalau begitu. Kajja!”

=^^=

Ya ampun, ternyata aku punya sekretaris serakus ini ya? Lihat saja! Dia sudah menghabiskan 5 piring makanan dengan menu berbeda. Untung saja perusahaanku sukses, kan kasian kalau orang-orang seperti ini kekurangan makanan.

Aduuh… aku benar-benar khawatir… galau… pusing… gila… Nari… kenapa harus masuk ke toko macam itu sih? Suamimu ini orang paling tampan Nari! Buat apa kau berselingkuh dengan sekretaris berkumis tebal itu?! Aaah… aku kesal! Apa aku telpon saja ya?

~Tuuut… tuuut…tuuut… ~

Ayo angkat Byun Nari! Ppalli!

“Aaahh… Tuan Byun, annyeong!”

Mwo? Sejak kapan Nari ada disini? Ok, tenangkan dirimu Baekhyun, tenang!

“Annyeong… apa kau mau bergabung dengan kami Nyonya Byun?”

“Bolehkah? Baiklah kalau begitu, maaf ya kami jadi mengganggu” ucapnya sambil tersenyum manis. Tapi, entah senyuman apa itu, aku tak bisa mengartikannya. Jangan-jangan dia sedang senang karena sudah membeli pakaian dalam untuk nanti malam bersama… Aarrgghhh… ANDWAEE!!!

Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku juga harus berselingkuh? Kau membuatku gila Nari!

Nari’s Side

“Sekretaris Jung, ada sisa makanan di bibirmu, biar aku bersihkan” ujar Baekhyun sambil mengelap sisa makanan di sudut bibirnya dengan tisu. Tatapan apa itu? Kenapa kau memandang yeoja itu dengan tatapan lembut seperti itu? Tatapan itu milikku!

Aarrgh! Byun Baekhyun! Rupanya kau berani mengumbar kemesraan dengan yeoja lain di depanku huh? Aku tak mau kalah, dasar Baekhyun menyebalkan! “Pelayan! Aku pesan es krim rasa strawberry satu ya.” Baiklah, kalau dia bisa seperti itu, aku juga bisa melakukan lebih.

“Sekretaris Kang, ini es krim untukmu. Tadi kau bilang kalau kau haus, kan? Aku suapi ya, buka mulutmu… aaahhh…, daebakk! Hehe.” Aku menyuapkan sesendok es krim sambil menyunggingkan senyum kemenangan.  Yes! Sepertinya si Baekhyun cemburu, hahahaha.

Chankanman… chankanman… dia mau melakukan apalagi?

“Sekretaris Jung, jari – jarimu cantik sekali ya… cincin ini terlihat sangat manis di jarimu.”

What the hell? Memuji sih boleh saja, tapi tak usah pegang-pegang tangannya juga kan? Cincin? Apa cincin itu darimu Byun Baekhyun? Jadi, tadi kau masuk ke toko perhiasan itu untuk membelikannya cincin? Kau mau poligami? BYUN BAEKHYUN! AKU MARAH!

Author’s Side

~Bruuukk~

Es krim yang tadi dipesan Nari tak sengaja tersenggol oleh tangannya yang sejak tadi meremas-remas tisu saking kesalnya pada mahluk tampan yang ada di hadapannya. Bukan hanya terjatuh, es krim dalam cup yang berukuran cukup besar itu mengenai sekretaris Jung yang duduk di depan sebelah kanan Nari. Baju sekretaris Jung menjadi kotor terkena noda es krim dan itu membuat Nari benar-benar panik.

“Mianhae… jeongmal mianhae… biar aku bantu bersihkan sekretaris Jung… jeongmal mianhae”

“Gwaenchana nyonya… gwaenchana… saya bisa membersihkannya ko, saya permisi ke toilet dulu kalau begitu” jawabnya dengan ekspresi yang tenang.

“Biar saya saja yang mengantarnya, nyonya,” sekretaris Kang tiba-tiba berdiri dan mengantar sekretaris Kang menuju toilet.

Setelah beberapa menit ditinggalkan kedua sekretarisnya, Nari dan Baekhyun saling menatap dengan intense. Keduanya sepertinya sudah terbiasa berkomunikasi dengan kontak mata. Kali ini tatapan Baekhyun mengatakan, “Kamu apa – apaan sih sampe nyelakain orang kaya gitu? Udah tua masih barbar juga.”

Nari yang kesal dengan isyarat dari mata suaminya itu langsung membalas dengan tatapan yang tak kalah intense seolah-olah mengatakan, “Oke! Aku memang yeoja bar-bar dan aku memang lebih tua dari sekretarismu itu tapi aku lebih cantik asal kau tahu itu!?”

“Aku mau pergi menyusulnya saja” Nari mengakhiri kontak matanya dengan Baekhyun, langsung membuang muka dan beranjak pergi menyusul sekretaris Jung ke toilet yang kemudian juga disusul oleh Baekhyun.

=^^=

“Apa yang kalian lakukan?” tanya Baekhyun dan Nari hampir bersamaan saking kagetnya melihat kedua sekretarisnya yang sedang berciuman di koridor depan toilet perempuan yang kebetulan sedang sepi itu.

“Kalian pacaran?” tanya Nari masih sedikit kaget.

“Ne… mianhae nyonya, kami tidak memberitahu kalian. Tadinya, hari ini kami ingin memberitahu kalau kami akan segera melangsungkan pernikahan. Tapi, sepertinya nyonya sangat sibuk hari ini,” jelas sekretaris Kang pada Nari.

Baekhyun benar-benar lega dengan pengakuan sekretaris Kang. Hal itu tampak jelas di raut wajahnya yang mulai berseri kembali memancarkan aura ketampanannya.

“Sekretaris Kang, sepertinya hari sudah mulai sore. Sebagai permintaan maaf atas perbuatan istriku pada sekretaris Jung, aku mengizinkanmu membawa mobil perusahaan untuk mengantar sekretaris Jung. Istriku ini akan pulang bersamaku.” Baekhyun berbicara panjang lebar, mungkin dia benar-benar senang saat ini, karena istrinya tidak jadi direbut orang.

=^^=

Sepanjang perjalanan Nari dan Baekhyun diam seribu bahasa. Tak satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Alhasil, Nari pun tertidur sementara Baekhyun berkonsentrasi untuk mengemudikan mobilnya. Melihat Nari yang tertidur pulas, sesekali Baekhyun menoleh  dan tersenyum sambil tetap mengendalikan kemudinya.

Sesampainya di rumah, Baekhyun memencet klakson berkali-kali. Nari yang kaget langsung terbangun dan dengan refleks mencubit paha Baekhyun. Nari langsung menuju pintu rumahnya dan kemudian disusul Baekhyun yang masih meringis kesakitan.

Saat akan membuka pintu, Nari baru menyadari keadaan rumahnya yang sudah terang benderang yang menandakan bahwa appa, eomma dan anaknya sudah berada di dalam rumah. Nari tersenyum lega mengingat hal itu. Tapi, saat pintu rumahnya dibuka, Key dan Nicole berdiri sambil menunjukkan tatapan sinis pada anak dan menantunya itu.

Nari yang sedikit takut dengan sikap eomma dan appanya yang tidak biasa itu, mencoba memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana.

“Appa, Na Yoon dimana? Bagaimana sekolahnya hari ini?” tanya Nari sedikit canggung.

“Oh… Kalian masih ingat pada Na Yoon rupanya” jawab Key masih dengan tatapan dinginnya.

“Maksud appa?”

“Ciih… orang tua macam apa kalian ini? Bahkan saat anak kalian sakit, kalian tak tahu! Lihat sendiri sana! Kalian tak becus merawat anak!” Key membentak Nari dan Baekhyun habis-habisan, sementara keduanya hanya bisa tertunduk pasrah menerima kata-kata sang appa.

Nari langsung berlari ke kamar Na Yoon dengan mata yang berkaca-kaca. Semakin lama, air mata Nari tak dapat terbendung lagi. Air mata terus mengalir di pipinya, ia  benar-benar sedih dan marah pada dirinya sendiri melihat anaknya yang kini terbaring tak berdaya di tempat tidurnya. Baekhyun yang kini berada di samping Nari hanya bisa mengelus punggung istrinya sambil menunduk dalam karena teramat kecewa pada dirinya sendiri yang gagal menjadi seorang appa untuk Na Yoon.

“Kalian cuma bisa menangis, huh?” Key memasuki kamar Na Yoon bersama Nicole dan melontarkan pertanyaan dengan nada yang ketus.

“Appa… mianhae…” jawab Nari pelan.

“Buat apa minta maaf padaku? Aku tak punya urusan denganmu” jawab Key dengan santai.

“Kau tidak minta maaf juga, Baekhyun? Tidakkah kau merasa gagal sebagai seorang ayah?” tanya Nicole dengan tatapan melecehkan.

Baekhyun yang memang mengakui kesalahannya pada Na Yoon semakin benci pada dirinya sendiri. Ia tak sanggup lagi menahan rasa sakit di dadanya. Tapi, Baekhyun mencoba menyikapi situasi yang dihadapinya itu dengan tenang.

“Ne, eomma. Aku memang namja yang payah dan aku memang gagal sebagai seorang ayah. Maafkan aku telah membuat hidup anak dan cucumu seperti ini eomma. Kau boleh melakukan apapun untuk menghukumku” jawab Baekhyun dengan tegas.

“Kau mau aku hukum? Tck, Aku rasa, kau bisa menghukum dirimu sendiri, anak muda,” lanjut Nicole.

“Baekhyun-aah…” ujar Nari pelan sambil menggenggam tangan suaminya yang semakin tertunduk lemas.

Suasana di ruangan itu semakin menegang. Key dan Nicole terus menatap intense ke arah Nari dan Baekhyun yang sedari tadi terus berpegangan tangan sambil menangis memandangi Na Yoon.

“Harabeoji… udahan dulu ya, aku mau pipis….” Tiba-tiba Na Yoon terbangun dari tidurnya dan berlari penuh semangat pada Key. Baekhyun dan Nari yang shock melihat kelakuan anaknya tak bergerak sedikitpun dari posisinya.

Beberapa menit berlalu setelah Na Yoon dan Key menuju toilet. Baekhyun dan Nari saling bertatapan dengan wajah yang bingung, tak mengerti dengan situasi yang terjadi saat itu. Saking bingungnya mencerna keadaan, pasangan suami istri itu tak menyadari kedatangan anak dan orang tuanya.

“YAA! Sampai kapan kalian mau berpandangan seperti itu huh?” teriak Key kesal.

Teriakan itu langsung berhasil membuyarkan lamunan keduanya. Saat mereka menoleh, mereka melihat pemandangan yang tak pernah disangka sebelumnya.

“Cukhaee… Happy Anniversary chagi!” Nicole eomma berteriak-teriak kegirangan sambil membawa kue tart di tangannya.

“Kyaaa… cukhae eomma… appa… saranghaeyo!” Na Yoon pun berteriak tak kalah histeris dari Nicole.

Key langsung memeluk anak dan menantunya yang masih mematung, sekali lagi karena teramat bingung.

“Mianhaee Nari, Baekhyun… appa dan eomma cuma bercanda. Kalian orang tua yang baik, appa percaya itu” papar Key.

“Eomma dan appa tidak marah pada kami?” tanya Nari.

“Buat apa kami marah chagi… justru kami yang harus berterimakasih, karena kalian telah memberi kami cucu yang sangat lucu dan manis ini” jawab Nicole sambil tersenyum simpul kea rah Na Yoon.

“Eomma… jeongmal mianhae… aku tak bisa menjadi suami dan appa yang baik untuk Nari dan Na Yoon” ucap Baekhyun dengan wajah yang sedih.

“Apa yang kau katakan, nak? Kau namja yang hebat! Aku bangga padamu!” jawab Nicole dengan mantap.

“Ne… kau hebat Baekhyun! Aku tahu dengan pasti siapa menantuku. Empat tahun yang lalu, saat orang tuamu meninggal dalam kecelakaan pesawat, aku tahu benar kalau kau pasti sangat sedih dan bingung saat itu. Tapi, kau belajar dengan keras untuk mengelola perusahaan dan kini kau berhasil merawat anak dan cucuku dengan baik. Terima kasih Baekhyun” jelas Key panjang lebar sambil memegangi kedua pundak Baekhyun yang berdiri di hadapannya.

“Jeongmal gomawoo appa…” Baekhyun langsung memeluk Key sambil menangis dan Key pun mencoba menenangkannya dengan membalas pelukannya sambil mengelus punggung Baekhyun pelan.

“Ayo, Nari, Baekhyun, tiup lilinnya! Ini anniversary kalian yang keempat kan? Mudah-mudahan eomma tidak salah” ujar Nicole sambil menyodorkan kue.

“Ne, eomma!” jawab Nari penuh semangat

~Fyuuuhhh…~

~Prok…prok…prok…~

“Cukhaeee eomma… appa… saranghaeyo…” Na Yoon berlari ke pelukan eomma dan appanya dengan riang.

“Gomawoyoo chagi…” Baekhyun mengusap pucuk kepala Na Yoon dengan lembut.

“Ne… gomawoo chagi… mau tidur bersama eomma dan appa mala mini?” tanya Nari.

“Hehe… shireoyoo… aku mau ikut harabeoji dan halmeoni saja, besok Jongmin oppa dan yang lainnya akan datang ke rumah harabeoji.” Na Yoon terlihat sangat gembira dan langsung mengajak harabeoji dan halmeoninya pulang.

=^^=

“Nari-aah… kenapa kau mendiamkanku? Aku salah apa?”

“Kau pikirkan saja sendiri! Aku mau mandi dulu,” jawab Nari ketus.

Baekhyun yang bingung dengan tingkah istrinya yang tiba-tiba marah setelah appa dan eommanya pergi, memutuskan untuk mandi di kamar mandi lain. Setelah selesai mandi, Baekhyun tidak melihat Nari di kamarnya. Baekhyun langsung mencari Nari ke semua ruangan kamar. Rupanya Baekhyun takut kalau Nari minta pisah ranjang. Sudah mencari ke setiap ruangan kamar, Baekhyun belum juga menemukan istrinya itu.

“Baekhyun-aah!!!” Suara teriakan Nari yang berasal dari kamar mandi di kamarnya di lantai 2 terdengar jelas oleh Baekhyun yang sedang berada di ruang tengah lantai dasar.

Baekhyun langsung berlari menuju kamarnya, karena khawatir terjadi sesuatu pada istrinya. “Waeyoo?!” tanya Baekhyun dari balik pintu kamar mandi.

“Bawakan aku handuk! Handukku ketinggalan, ppalli! Aku kedinginan…” pinta Nari sambil menggigil di dalam kamar mandi.

“Yeobo! Buka pintunya, ini handukmu” panggil Baekhyun.

~Clek~

Pintu kamar mandi terbuka sedikit dan Nari hanya mengeluarkan tangan kanannya. Tapi, karena ingin menjahili istrinya, Baekhyun malah masuk ke dalam kamar mandi.

“YAA! KELUAR!!!”

~Bruuukkk~

~Buuuggg~

Nari menendang Baekhyun sampai tersungkur di luar kamar mandi dan langsung menutup pintunya dengan kasar.

“Aiish… nappeun yeoja!”

“Apa kau bilang? Kau yang menyebalkan!” suara teriakan Nari dari kamar mandi terdengar menggema.

=^^=

Setelah Nari selesai memakai pakaian tidur lengkap seperti dress tipis berwarna biru muda, ia langsung berbaring di kasur dan menutup seluruh badannya dengan selimut. Baekhyun benar-benar kesal karena terus diabaikan oleh istrinya.

Tapi, karena gemas dengan tingkah Nari yang terus marah tidak karuan, Baekhyun membuka selimut Nari dan memberi kecupan singkat di kedua pipi dan keningnya.

“Buat apa cium-cium aku huh? Bukannya tadi udah asik jalan sama sekretaris seksimu itu?” Nari tiba-tiba terbangun dan menunjukkan death glare andalannya.

“Oohh… ternyata kau cemburu… cieee cemburu nih yeee… hahaha

Mendengar ledekan itu, Nari langsung bangkit dan menimpuk Baekhyun menggunakan bantal.

~Grep~ Baekhyun langsung membalas pukulan itu dengan menarik Nari ke dalam pelukannya.

“Saranghaeyo… aku juga cemburu Nari! Jangan lakukan yang tadi siang lagi ya… Jebal… aku cemburu setengah mati!” ucap Baekhyun sambil menguatkan pelukannya.

“Ne… kau juga! Aku tak suka kau menatap dan menyentuh yeoja lain. Hatiku sakit melihatnya Baekhyun-aah.”

“Mianhae… jeongmal mianhae.”

~Chup~ Kecupan lembut, Baekhyun berikan di bibir kemerahan milik istrinya.

“Apa ini cukup?”

“Aniyoo… ini kan hari ulang tahun pernikahan kita, apa kau tak punya kado spesial untuku?”

“Aku punya sebuah kalung untukmu”

“Aku juga punya sesuatu untukmu, tadaa….”

“Mwo? Celana dalam?”

“Ne… celana dalammu cepat sekali rusak. Jadi aku belikan celana dengan bahan yang lebih bagus. Sekretaris Kang yang menyarankan celana ini.”

“Ngomong-ngomong soal celana dalam…emmm… can we start it?”

“Start what?”

“Yang seperti ini…” Baekhyun langsung membaringkan Nari dan membuka perlahan bagian atas pakaian istrinya.

“Andwaee… andwaee… kalau kau tak suka celana ini, aku masih punya hadiah lainnya, ada jam tangan dan dasi. Lepaskan aku Baekhyun-aah, aku lelah” pinta Nari dengan panik.

“Shireo! Kau sudah jahat padaku hari ini. Aku tak suka kau pergi ke toko pakaian dalam bersama sekretaris berkumismu itu! Kau juga menyuapinya es krim! Aku masih kesal!” Baekhyun terus memaksa dengan berbagai alasan.

“Mianhae Baekhyun-aah… tadi siang aku cuma ingin membuatmu cemburu, habisnya kamu mulai duluan. Kumohon jangan seka… hmmmppphhh” Baekhyun langsung membekap Nari dengan sentuhan lembut bibirnya. Dengan otoritas penuh Baekhyun sebagai seorang suami, Nari pun akhirnya tak bisa melawan.

~Klek…~

The lamp is switched off

TBC

Preview for next chapter:

“Appa… uljima appa…”

“Kau menantu macam apa huh? Aku kecewa padamu!”

“Appa mencintai eommamu selamanya.”

“Selamat, karya anda benar-benar hebat! Saya selalu mengidolakan anda dari dulu.”

 

 

40 pemikiran pada “Every Day is A Lovely Day: Change

    • yay!! imajinasimu keren banget chingu… wkwkwkwkwkwk 😀
      mianhae author lagi rada gila nih idenya pas bikin yg ini hehe^^
      gomawoo ya udah ngebayangin cd baekhyun, eh maksudnya gomawoo udah mampir baca sama komen haha 😀

  1. author ku yang cantik,manis,cakep, cepat lanjutannya penasaran nih hehehehe
    daebak!! bagus banget thor ceritanya xD

  2. aku gk bosen baca2 karya mu author @kim_mus2..
    selalu seru… klo buat karya lagi kasi tau yah thor…
    next chapter yahhhh…….
    gomawo

    • waaaahhh jinjjayo? aduh sumpah aku seneng banget chingu 😀
      makasih banyak ya udah suka sama karya2 aku ^-^
      okeh, mampir aja k wp pribadi aku ya kalo mau, oce? hehe jadi promosi blog deh
      cheonma chingu ^^

    • hmmm… hehe mian chingu, FF ini malahan udah g update 2 bulanan kkk
      lanjut ga ya? hehe author khawatir g ada yg baca kalo dilanjut disini
      kemungkinan mau dibikin di blog pribadi aja
      tapi liat ntar deh ya
      makasih loh udah mampir baca sama komen chingu 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s