EXO PLANET (Chapter 2)

Title            : EXO PLANET: Story Has Begin (chapter 2)

Author        : shfli3424 (@KAIisMINE)

Main Cast  : Park Nara(OC)

Kim Jong In a.k.a Kai

Do Kyung Soo a.k.a Dio

Cast           : Park Chanyeol, EXO’s member

Genre        : Romance(maybe), friendship, mistery, fantasy

Length       : Chaptered

Rating        : PG 13

Park Nara POV

“ne, kau mau tes masuk universitas? Lalu aku naik apa?”

“ini. Gunakan baik-baik.” Chanyeol oppa melempar kunci mobilnya.

omo! Tumben oppa? Jinjja aku boleh memakainya?”

“ne~ sudah tidur sana.”

“gomawo oppa” kataku mengecup pipinya dan berlari menuju kamar.

“ya! Kau ini!”

Kata Chanyeol oppa tak ku hiraukan. ‘Kira-kira seperti apa wajah mereka?’ gumamku sambil menatap serangkaian huruf alfabet di papan ukuran 30×20 cm ini. Tapi.. sejak kapan oppaku punya chingu dari luar negri? Sudahlah, lebih baik aku tidur.

*next morning

“Nara! Ireona! Aku akan berangkat! Jangan lupa menjeput temanku nanti jam 8!”

“ehm? Ne oppa”

‘oh Tuhan.. ini masih pagi, kenapa oppa terlalu terburu-buru’ gumamku dengan meraba-raba meja kecil samping ranjangku mencari handphone untuk melihat jam. ‘omo! Jam 7 lebih 18?!’ sial! Aku segera bangkit dan menuju kamar mandi. Setelah mandi aku memilih-milih baju yang pantas untuk ku paKai nanti.

“Nara! Bantu eomma” teriak eomma dari dapur(sepertinya)

“ndee~ “ jawabku sambil melirik jam.

‘apa lagi ini?! Kenapa sudah jam 7 lebih 35?! Astaga, berapa tahun aku mandi?’ segera aku berlari kebawah untuk membantu eomma. ‘tunggu? Membantu eomma?’

“eomma mianhae, aku mau ke bandara menjemput teman oppa. Mian eomma.” Kataku terburu-buru sambil memasukkan beberapa potong roti kedalam mulutku dan meminum susu.

“memang jam berapa?”

“jam 8 eomma.”

“kau tahu jam berapa sekarang?”

“tentu! Ini jam 7 lebih bukan?”

“ini jam 8 lebih 45 Nara!”

“mwo?!” segera kulirik jam dinding di dapur. Dan benar! ini hampir jam sembilan!

“Nara~ sepa…”

Terdengar suara eomma samar-samar entah apa yang eomma teriakkan padaku. Aku tak peduli! Yang aku pedulikan sekarang adalah sebuah pukulan Chanyeol oppa mendarat di puncak kepalaku. Bagaimana tidak?! Dia sudah membangunkanku agar tidak telat tapi kenyataanya.. ‘apa yang terjadi pada jam di hp ku?! Sial!’ aku segera mengendarai mobil oppaku dengan kecepatan sedang dan semakin lama sudah bisa dikatakan cepat.

Aku tiba di bandara international Seoul, sungguh sangat amat ramai di sini. Bagaimana bisa aku menemukan mereka tanpa papan yang oppaku berikan? ‘hah? Papan? Tamat riwayatku! Aku lupa membawanya’ segera ku telpon Chanyeol oppa.

yoboseo?”

“aku Nara oppa, oppa temanmu yang bernama Jong In dan Kris itu seperti apa? Aku lupa tidak membawa kertas ataupun papan yang kau berikan.”

“ya! Pabbo! Jong In memakai baju hitam dan celana jeans pendek selutut, rambutnya hitam. Kris memakai baju warna putih dan celana hitam panjang, rambutnya pirang. Kenapa kau baru menelpon? Ini sudah jam berapa? Kau..”

“aku bangun telat. Ne oppa! Aku janji akan menemukan mereka.” Kataku memotong oppaku.

Aku berjalan sambil melihat kanan kiri, ‘apa yang mereka lihat? Tidak pernah melihat wanita seperti aku?’ gumamku melihat orang-orang di sekitarku yang tertawa geli menatapku. ‘iss! Apa yang mereka lihat?!’ aku menunduk dan berjalan sedikit cepat.

Bukk!

“aw. Mianhae.. jeongmal mianhae” kataku sepontan dan menundukkan badanku beberapa kali.

gwenchana?” seseorang yang menabrakku tadi membantuku berdiri, tentunya aku terjatuh karena tertabrak meskipun badannya tidak terlalu besar.

“ne, gwenchanayo.” Aku menatapnya dan pada waktu bersamaan mata kami saling bertemu.

DEG

Kurasakan sesuatu yang aneh mengganjal hatiku. Apa yang kurasakan? Ini sangat aneh, aku benar-benar belum pernah merasakan hal ini. Disini, tepat didadaku ada suatu rasa sesak dan gelisah. Apa aku pernah bertemu dengannya? Wajahnya tak asing..

“Jong In. What are you doing? Chanyeol baru saja menelponku, he said his sister will come late.” Suara seseorang dari belakang namja yang mungkin bernama Jong In ini. Jong In?

 

Kim Jong In POV

Aku masih berkutat dengan game di handphone sambil berjalan untuk mencari minuman hangat.

Buk!

“aw. Mianhae.. jeongmal mianhae” aku menabrak seorang yeoja bertubuh kecil, dia terjatuh.

gwenchana?” kataku dan mencoba membantunya berdiri.

“ne, gwenchanayo.”

DEG

Mata kami saling bertemu, apakah dia.. ne! Dia Nara. Aku yakin bahwa dia Nara, sama seperti dia yang dulu. Seperti yeon ra, tatapan matanya yang teduh selalu membuatku tenang hanya dengan menatap kedua matanya itu.

“Jong In. What are you doing? Chanyeol baru saja menelponku, he said his sister will come late.” Kris memanggilku dari belakang dengan bahasa koreanya yang sedikit kacau.

“oh jinjja?”

“emm, excuse me. are your name Kris and Kim Jong In?” tanyanya dengan bergantian melihat kearah Kris dan aku.

“ne. Apa kau Park Nara?” tanyaku.

“nde! Aku adik Chanyeol oppa.” Jawabnya dengan tersenyum lebar.

“eph” suara Kris menahan tawa melihat Nara. aku baru menyadarinya, dia memakai sepatu yang berbeda.

Nara terlihat bingung dan segera melihat ke mana arah mata Kris, pipinya langsung memerah dan mencoba menyembunyikan kaki kirinya dibalik kaki kanan. Aku tersenyum dan mengeluarkan tawa kecil, apa yang dia lakukan hingga memakai sepatu yang berbeda seperti ini?

Aku melepas kedua sepatuku dan berjongkok dihadapannya, dia hanya mentapku heran. Kutangkap tatapan herannya yang seolah berkata ‘apa yang akan kau lakukan?’ aku tersenyum dan melepas sepatu kanan dan kirinya lalu memakaikan sepatuku. Sepatuku terlihat sangat besar dipakainya.

“selesai.. sekarang tunjukkan di mana mobilmu.”

“Nara?” aku menggerakkan tanganku di depan matanya yang sepertinya sedang melamun.

“eh? Oh, disana. Tapi ini? Kau tidak apa-apa? Sungguh, kau tampak konyol hanya memakai kaos kaki seperti itu. Ini pakailah lagi, lagipula setelah ini aku akan berlari menuju mobil.” Dia menunjuk kearah tempat Parkir yang cukup jauh dan mencoba melepaskan sepatuku. Aku hanya mengangkat sebelah alisku melihat tempat parkir yang jauh.

“kau yakin? Itu cukup jauh, dan cukup untuk membuat pipimu merah menahan malu. Sudah, pakai saja. Ini cukup nyaman. Lihat” kataku menatap kedua kakiku dan menggerak-gerakannya seolah ‘tak akan apa-apa’.

“baiklah, terima kasih banyak Jong In.”

“ayo” ajakku

“hey! Kalian melupakanku!” teriak Kris dari belakang.

“kau pantas dilupakan.”

Kini sepatu Nara berada di tangan kananku. ‘eh? Dia tega melakukan ini? Setidaknya dia membawa sepatunya sendiri’ gumamku menatap kedua sepatu yang berbeda warna itu.

“kau, Nara. kau melupakan ini.” Panggilku dan melihat kedua sepatunya yang berada ditangan kananku.

“oh, mianhae..” dia berjalan kearahku dan mengambil kedua sepatunya.

Sekarang aku menjadi pusat perhatian, tentu saja kakiku ini hanya memakai kaos kaki untungnya kaos kaki ini cukup tebal. Aku melihat Nara lekat-lekat, masih ada bayangan Park Yeon Ra didalam tubuh mungilnya.

“kau senang bertemu dengannya? Ingatlah, dia sudah bukan Park Yeon Ra lagi. Jaga sikapmu.” Kris hyung sedikit berbisik

DEG

Benar, Nara adalah Nara tapi dia juga Park Yeon Ra. Kini hanya sedikit bayangan Park Yeon Ra dalam dirinya. Kalian tentu pernah mendengar kata ‘reinkarnasi’ bukan? Ne, dia lah Park Nara yang dulunya adalah Park Yeon Ra. Aku sudah menunggunya sejak lama..

“ini mobilnya, masuklah.” Ucapnya sambil tersenyum.

Kami masuk dan meletakkan beberapa barang dibagasi mobil. Mobil berjalan dengan kecepatan sedang, hening disini. Kris hyung lebih memilih berkutat dengan iPodnya, kutangkap beberapa kali ekor mata Nara melihat kaca spion dalam mobil. Kulihat kota Seoul, tidak begitu berbeda dari terakhir kali aku kemari sekitar 27 tahun lalu. Sekarang umurku menurut tanggalan masehi sudah mencapai angka 48, namun kami berbeda dengan manusia. Umur kami lebih panjang, dan tentunya dengan umur kami yang panjang wajah kami selalu terlihat awet muda. Kami? Tentu ‘kami’ selain aku masih banyak makhluk EXO di bumi.

Untuk apa kami berada di bumi sedangkan kami mempunyai planet sendiri yang tentunya dengan teknologi yang sangat maju dibandingkan di sini? Ini panggilan takdir, takdir kami melengkapi penghuni bumi. Jika benda mati dengan tumbuhan, tumbuhan dengan hewan, hewan dengan manusia dan disinilah kami. Manusia dengan makhluk EXO, tak menyangka bukan? Percayalah, kami ada di antara kalian. Kami juga sering disebut ‘alien’ dengan badan aneh dan kepala besar, tapi itu bukan kami. Kami tidak semenyeramkan itu, tidak ada makhluk seperti itu di alam semesta ini yang ada hanyalah kami ‘makhluk EXO’. Akan kujelaskan perlahan tentang kami. Jika kalian sudah tau tentang reinkarnasi, itulah takdir terbesar kami dan manusia. Semua di alam semesta ini saling berhubungan, begitu juga siklus reinkarnasi. Dibumi maupun planet EXO, sebenarnya kalian(manusia) juga pernah menjadi makhluk EXO dan makhluk EXO juga pernah menjadi manusia.

Itulah siklus reinkarnasi, setelah kau menjadi makhluk EXO secara otomatis kau akan terlahir kembali menjadi manusia, tapi berbeda lagi jika kau manusia. Manusia akan terlahir lagi menjadi manusia/makhluk EXO, mereka(manusia) memiliki kelemahan dan hanya sedikit dari manusia dibumi yang terlahir kembali menjadi makhluk EXO. Kau tahu kenapa? Karena hanya manusia yang memiliki masa lalu ‘suram’lah yang terlahir kembali menjadi makhluk EXO, ‘suram’ disini adalah masalah masa lalumu yang tidak bisa kau selesaikan, karena menjadi makhluk EXO kau dapat mengingat hidupmu dulu saat menjadi manusia, sehingga kau bisa membenarkan apa yang ‘tidak benar’ dengan menjadi makhluk EXO. Namun jika kau manusia, kau tidak akan ingat bagaimana kehidupanmu saat menjadi makhluk EXO.

Setelah masalah ‘siklus reinkarnasi’ tadi, aku akan menjelaskan tentang kehidupan makhluk EXO. Selain memiliki umur panjang, kami memiliki kekuatan. Jika kalian pernah mengerti tentang ‘sihir’ seperti itulah kekuatan kami. Tapi kekuatan kami hanya sebatas ‘seperti sihir’ maksudnya, kekuatan kami bukanlah sihir. Ada beribu-ribu jenis ellement, dan hanya ada 12 ellement pokok atau bisa disebut ellement istimewa. Yaitu telepathy, time control, flame, water, light, wind, flight, healing, lightning, frost, earth, dan terakhir adalah ellementku Teleportation. Aneh? Tentu tidak, jika ke-12 ellements tadi bergabung itu menjadi kekuatan terbesar. Mengenai ellement ‘earth’ kenapa makhluk EXO memiliki ellement itu sedangkan kami bukan makhluk bumi? Karena ellement itu menyatukan bumi dengan EXO, oleh sebab itu kyung soo hyung tidak boleh mati. Bingung? Kyung soo hyung memiliki ellement earth, jika dia mati tidak akan ada lagi siklus reinkarnasi antara manusia dan makhluk EXO artinya kalian(manusia) akan tetap menjadi manusia dan kami akan tetap menjadi makhluk EXO. Bencananya adalah akan banyak masalah manusia yang tidak terselesaikan setelah mereka mati.

Mengenai aku dan reinkarnasi Yeon Ra, kalian akan mengerti sejalan dengan takdirku ini. Aku belum siap menceritakannya, ini terlalu sakit.

“berapa menit lagi kita akan sampai?” tanyaku pada Nara dengan bermaksut menghilangkan keheningan dan rasa canggungnya.

“sebentar lagi, hanya perlu melewati 4 blok. Sekitar 7 menit.”

“baiklah.”

**

“sudah sampai.” Nara keluar mobil dan segera membuka pintu rumahnya.

“silahkan masuk. Duduklah terlebih dulu.. aku akan memanggil Chanyeol oppa, sepertinya dia juga sudah pulang.”

Aku melihatnya berlari menaiki tangga.

“hyung, kapan dia akan diberi tahu? Dia sudah siap bukan?”

“Nara? entahlah, kita tunggu Suho untuk berunding. Aku juga perlu waktu untuk istirahat, untuk menjelaskan padanya butuh berbagai tahap.”

“bukankah hampir semua sudah dia lakukan? Yang terakhir, dia sudah melihat kekuatan Chanyeol, Tao, Chen, dan Sehun bukan? Dan baru kemarin kyung soo.”

“dia harus melihat 6 ellement untuk membuka kembali ingatannya sebagai Yeon Ra. Kau seharusnya tau hal itu!”

mian hyung, aku melupakannya. Aku sudah menunggu lama.”

“untuk apa? Cintamu dengannya? Ingat Kai! Kalian berbeda, takdir Nara pada kyung soo. Bukan kau, kau hanya ditakdirkan untuk Yeon Ra! Jangan memancingku, aku sudah cukup marah.”

“nde! Apa salahku? Dia masih Yeon Ra!”

“cukup, jangan mu..”

Belum sempat Kris hyung melanjutkan perkataannya, aku menghilang dengan kekuatan telleportationku. Ellementku bisa dibilang cukup berguna, untuk menghindari sesuatu. Aku pergi kebelakang rumah Nara untuk mengatur pikiranku, ‘jika takdirnya untuk Dio, mengapa masih ada guncangan dihatiku saat melihatnya? Nara adalah takdirku!’ aku bebicara pada diriku sendiri.  ‘Kai, kau bodoh’ ejekku pada diriku sendiri.

“kau sudah tiba? Aku mendengar apa yang kau bicarakan.” Kata seseorang mengagetkanku.

“Tao sejak kapan kau disini?”

“sejak tadi, lihatlah kanan kirimu setelah dan sebelum kau menggunakan kekuatanmu. Ceroboh!” kata Tao dengan dingin, beginilah dia. Selalu dingin pada siapa saja.

“diam kau! Di mana yang lain? Apa kita akan melakukannya malam ini? Tanpa sepengetahuan Kris hyung bukan?”

“benar, Dio juga. Dia bahkan belum tau mengenai Nara, bahwa Nara adalah takdirnya. Tapi ini tak akan berjalan mulus. Ada jalan cabang didepan sana.” Jelas Tao dengan pandangan menerawang, dia memiliki ellement time control. Dia bisa menghentikan waktu, melihat masa depan, dan kembali kemasa lalu tapi tidak untuk masa depan.

“benarkah? Kenapa kalian tidak memberitahunya?”

“biarlah, bahkan Chen berbohong padanya. Bukan berbohong tapi hanya diam, dia akan tahu nanti malam. Yang penting persiapan kita melindunginya dan Nara sebelum kedatangan Luhan dan Xiumin oktober nanti.”

“baiklah.”

“ayo keatas, kita kekamar Chanyeol.”

Ajaknya, akupun segera menggandeng tangannya. Dengan sekali kejapan mata kami sudah sampai dikamar Chanyeol hyung. Aku melihat 8 orang telah berkumpul dikamar berukuran sedang ini, tentunya Chanyeol, Dio, Lay, Sehun, Suho, baekhyun, Chen, dan Kris. ‘Kris hyung? Bukankah seharusnya dia tidak tahu? Iss!’

Kami mulai pertemuan ini dengan menjelaskan hal ini pada Dio, untungnya dia cepat mengerti. Kulihat raut wajah senang terpancar saat dia tahu bahwa Nara adalah takdirnya, aku hanya bisa menutupi kekecewaanku dengan bermain game di handphone ku. Setelah lama kami saling berunding, diambil keputusan bahwa kami akan memberi tahu Nara tentang semuanya malam ini juga tapi tidak tentang takdirnya pada Dio. Tao menyuruh kami untuk tidak mengatakannnya karena dia melihat sesuatu buruk akan terjadi.

 

Park Nara POV

Ini sudah jam 8, tapi kenapa mereka belum keluar kamar? Lalu kenapa ada Sehun dan Dio oppa? Lay juga. Apa mereka saling mengenal? ‘iss! Lebih baik aku tidur’ tak lama setelah aku menarik selimut Chanyeol oppa berteriak dari kamarnya, dia memintaku untuk membawakan beberapa cemilan dan minuman dingin. ‘kenapa dia tak mengabil sendiri? Tapi tak apa, aku bisa melihat Dio oppa disana’ pikirku dan langsung turun kedapur meminta eomma menyiapkannya. Aku berjalan hati-hati menaiki tangga dengan membawa minuman dingin.

“oppa buka pintunya, ini minumannya” dengan tangan yang membawa nampan tempat minuman dingin aku tidak bisa mengetuk pintu.

“ne, masuklah”

“masuk? Ini ambilah.”

“kau tidak sopan, sudah masuk saja.”

Aku masuk kekamar oppa, tiba-tiba mataku sedikit membesar melihat 9 orang laki-laki tampan, meskipun Sehun dan Lay adalah salah satunya. Sungguh ini pertama kalinya aku melihat mereka begitu tampan tanpa memaKai seragam sekolah dan kaos olahraga, mereka kelihatan berbeda memaKai baju santai.

Karena aku tidak hati-hati, aku tersandung karpet dan.. aku sudah memjamkan mataku reflek karena aku akan jatuh tapi tiba-tiba seseorang dengan tangan yang hangat menarikku dari belakang.

“hati-hati Nara”

Kudengar suara seorang namja, suara itu? Jong In?! Bagaimana bisa dia tiba-tiba dibelakangku sedangkan tadi dia dipojok sana? Aku segera menoleh memastikan bahwa namja ini benar-benar Jong In. Benar! Dia Jong In, tunggu gelas itu seharusnya sudah jatuh sejak tadi. Segera kulihat kebawah. Seketika tubuhku bergetar hebat, aku lemas. Aku melihat gelas itu mengambang di udara, tidak mungkin! Sekarang Suho oppa mendekat dan sekali gerakan tangan air itu kembali kedalam gelas, sungguh ini.. ini tidak mungkin! Gelas itu terbalik bagaimana bisa airnya?

“Nara tenanglah.” Kai memegang pundakku kuat dan menahanku tetap berdiri, kakiku sudah tidak kuat lagi. Ini hal yang sama kurasakan seperti 2 minggu lalu.

“Lay, bantu Nara.” kini Dio oppa menyuruh Lay. Lay segera mendekat.

“Nara, tenangkan dirimu.” Lay menggenggam tangan kananku erat. Seketika hawa dingin menjalar ketubuhku. Sungguh seperti obat penenang, detak jantungku sudah bisa dibilang stabil. Kakiku sudah bisa menahan berat badanku ini.

“duduklah Nara” Chanyeol oppa dengan suara beratnya menutup pintu dan duduk dihadapanku.

“ini tidak akan apa-apa, percayalah.” Dio oppa menggenggam tanganku erat, dia duduk disampingku. Sedangkan Jong In sudah kembali dipojok kamar.

“sebenarnya apa ini?” aku bertanya pada Dio oppa.

“ini sudah waktunya kau tahu, aku yakin kau sudah siap” kini Chen oppa mendekat.

“akan ku jelaskan..”

Chanyeol oppa menjelaskan semua yang belum pernah aku tahu bahkan aku dengar. Tentang kejadian tahun 1982, benar saja itu adalah kedatangan Chanyeol oppa dan ke-11 temannya itu, di amerika. Danau Baikal, stonehenge dan kedua temannya bernama Luhan dan Xiumin. Mereka berdualah yang melakukan serangan di danau Baikal, Chanyeol oppa sudah berusaha menghentikan mereka tapi mereka bersikeras melakukannya, mereka membunuh setiap manusia yang mengetahui identitas asli mereka. Dan pada tahun 2010 bulan juli tepatnya ketika planet matahari, merkurius, venus, bumi, mars dan saturnus juga terletak pada satu garis lurus Chanyeol oppa berusaha mengembalikan mereka ke planet EXO. Cukup sulit karena Luhan memiliki ellement telepathy, dia dengan mudah mengontrol gerak seseorang dengan pikirannya. Saat planet-planet terletak pada satu garis lurus, saat itulah makhluk EXO dapat pergi kebumi.

“mereka adalah satu-satunya makhluk EXO yang menolak siklus reinkarnasi antara manusia dan makhluk EXO, mereka mengincar Dio. Nara kau sudah ingat semua?” Chanyeol oppa bertanya padaku

“ingat? Oppa, dari tadi kau hanya bercerita. Apa yang perlu aku ingat? Apa hubungannya denganku?”

“kau Yeon Ra, tapi kau juga Nara. ulurkan tanganmu, kita kembali di mana kau menjadi Park Yeon Ra dulu.” Tao oppa menyuruhku, dengan bingung aku hanya menurut pada apa yang dia suruh.

Kupejamkan mata saat kedua tangan kami saling menggenggam, cukup erat. Aku hanya bisa melihat samar-samar seseorang yang dipanggil Yeon Ra itu berjalan bersama Jong In. Jong In? Sederet pertanyaan muncul dari benakku. Aku tak hanya melihat saat Yeon Ra bersama Jong In, tapi juga banyak hal lain. Ini cukup lama. akhirnya Tao oppa melepaskan tangannya perlahan. Aku melihat ke 10 namja, pandangan mataku berhenti saat mataku dan Jong In bertemu.

“Kai?” kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Kai? Dia Jong In, bukan Kai. Kenapa aku memanggilnya Kai?

“Yeon Ra?” Jong In mendekat ke arahku, dia berhenti begitu tangan Suho oppa menahannya.

“dia Nara, Kai. Ini sudah berbeda.” ‘Kai? Itu Jong In, bukan Kai’ benakku melihat Suho oppa menahan Jong In.

“dia Yeon Ra hyung! Hentikan ini!”

“cukup! Berikan aku waktu! Siapa Kai? Kenapa aku memanggilnya Kai?! Dia Jong In bukan?” aku bertanya pada Suho oppa.

“dia Kai tapi dia juga Jong In.”

Kim Jong In itu Kai?

DEG

Aku bisa sedikit memingat apa yang sepertinya pernah aku lakukan, tapi itu bukan Nara. itu Yeon Ra, lagi-lagi Yeon Ra. Apa hubunganku dengan Yeon Ra? Aku memejamkan mataku perlahan. Aku ingin mengingatnya, aku sudah siap..

Badanku berjalan menuju Kai, aku menatapnya.. kupandangi dia lekat begitu juga Kai menatap mataku dalam.

“Kai, aku menunggumu..” Kai memelukku, begitu hangat dan erat. Ini nyaman, Kai aku merindukanmu.. sungguh aku tak ingin ada suatu hal yang memisahkan kami.

nado Nara.” kurasakan pundakku basah, Kai menangis?

Dia melepaskan pelukkan kami perlahan, aku kembali menatapnya.

“Nara, ireona. Kau sudah bukan Yeon Ra lagi.” Dio oppa mendekat.

Apa ini? Perasaan apa lagi ini? Dio oppa? Kenapa aku melupakannya? Sesak didadaku, sangat sesak. Aku adalah Nara, bukan Yeon Ra. Berarti takdirku bukanlah Kai lagi, kami berbeda. Kini aku mengerti, Kai bukanlah takdirku. Dunia kami berbeda, Chanyeol oppa mengatakan padaku bahwa manusia dan makhluk EXO tak ditadirkan untuk bersama. Kemungkinannya hanya satu banding seluruh jumlah penghuni bumi dan EXO, hanya satu.. hanya appa dan eomma Dio oppa, anak dari manusia dan makhluk EXO selalu memiliki ellement earth oleh karena itu Dio oppa adalah satu-satunya penghubung bumi dan EXO.

“ne, arraso.” Aku berjalan gontai meninggalkan Kai itu.

“istirahatlah. Kami akan mengajakmu latihan besok.”

“haruskah?”

“mianhae Nara, aku belum bisa menjadi oppa yang baik”

“oppa? Kau bukanlah oppa kandungku Chanyeol”

Aku ingin menolak takdir ini! Aku marah! Aku tak peduli apa yang aku katakan pada Chanyeol oppa, aku kecewa dengannya. Entah apa yang membuatku kecewa, tapi aku ingin melampiaskannya pada Chanyeol oppa. Langkahku semakin berat, apa lagi ini? Sekarang apa lagi?! Jangan siksa aku seperti ini! kenapa aku tidak langsung mati saja?! Pandanganku tiba-tiba buram, aku lemas. Buk! sedikit terdengar beberapa orang memanggil namaku..

 

TBC ^^

Annyeong readers :*

Readers maaf ya kalau ceritanya agak bingungin, aku sengaja mau buat chapter 2 dan 4 jadi puncak masalahnya jadi agak beda sama chapter 1 kemarin..

Gumawo banget udah baca :* apalagi buat reader yang udah comment ^3^

Kira-kira besok yang sama Nara si Kai atau d.o ya? Kai&Dio sama author aja kali ye kkk~ ._.v buat readers sekali lagi makasih ya, ditunggu sarannya ^^ *lempar bias*

13 pemikiran pada “EXO PLANET (Chapter 2)

  1. Ahhh aku suka min,tapi apa Nara juga punya kekuatan,,? Apa hubungannya dengan mereka,,,
    terus apa nanti Nara akan menikah dengan Dio oppa,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s