Not Me?

Title       :: Not me?

Author :: Hanaly

Cast       :: Kai , Sehun , Luhan , D.O , member EXO

Genre   :: YAOI !!!

Rating   :: PG 16

 

Hellohaaaa~~

Aku kembali setelah ff yaoi sebelumnya ‘Saranghaeyo, Baekhyun Hyung’ Kkkkkk~

Maaf kalau ff ini kepanjangan dan membosankan trus banyak typo dan segala kekurangan lainnya.

Ok! Tanpa banyak berceloteh panjang tak jelas, mari dibacaaa…

=___=___=___=

 

“Hei! Kai! Cepat bereskan barang-barangmu!” aku tersentak karena mendengar teriakan tak berirama indahyang keluar dari mulut namja berbibir tebal yang tengah menggantungkan pakaiannya di gantungan baju yang terletak di sudut kamar kami.

Kamar kami? Yahh… aku dan namja berbibir tebal yang bernama Do Kyungsoo dengan nama panggung D.O itu adalah teman sekamar.

“Yaaa!!!Kenapa kau masih melamun?Cepat bereskan!”

“Aish..ne ne! dasar bibir tebal cerewet!”

“YAAA!! Apa yang kamu katakan tadi? Bibir tebal? Bibir kamu itu juga tebal tau!Tidak sadar diri!”

‘Huh! Tapi bibirku kan lebih sexy!!’ aku menggerutu dalam hati.

“Ya Tuhan..kenapa aku harus sekamar dengan dia?” T.T

Namja itu melihat garang kepadaku, “kalau tidak mau sekamar denganku, pergi keluar! Tidur saja diluar!!”

Aku membelalakkan mataku yang semi sipit ini “jadi kau mengusirku? Hyung..kau tega!!”

“Yaa!! Yaa!! Yaa!! Biarkan saja!! Apa peduliku?”

Hahahahahaha..coba lihat, dia marah! Aku godain saja! Kkkkk~

“Hyung..jangan usir akuu” aku memasang tampang aegyo di wajahku yang maskulin ini.

“kau tak pantas memasang tampang seperti itu!Bahkan aku yang sedang marah saja lebih imut dari pada mukamu yang sekarang!”

“tapi Sehunnie lebih imut Hyung..”  aku kembali mengingat wajah magnae kami itu. Namja yang lebih muda beberapa bulan dari ku.

“TERUS SAJA KAU MEMBELA SEHUN!” namja bibir tebal itu melemparkan gulungan baju kearahku.Reflek aku menggerakkan tubuhku yang sexy ini untuk menghindar dari bola baju ungu itu.

“lemparanmu payah Hyung!!”

“aish jinjja!Sesangi! Kenapa ada gumpalan manusia coklat yang  menyebalkan seperti dia?”

“baiklah, aku akan berhenti mengganggu  asalkan Hyung mau membereskan barang-barangku!Otte?”

Ia mengacak rambutnya seperti orang frustasi takdapat gaji setengah hari. Apakah aku se-menyebalkan itu?”

“Shireo! Aishh..ne ne! yaa!! Baiklah!baiklah”

“hehehehe.. ok! Kalau begitu aku pergi dulu Hyung!” aku merangkak kearahnya yang sedang duduk melipat selimut lalu kucubit pipinya lumayan kencang.

“yaa!! Ya! Kkamjong lepaskan! Sakit!! Yaa!! Appo!! Eommmaaaa!!!”

Aku melepaskan cubitanku.Ia langsung mengelus pipinya yang memerah sambil meringis kesakitan. Aku tertawa lalu kemudian melesat keluar kamar takut dia akan membalaskan dendamnya dan menyakiti tubuhku yang indah ini.

Awalnya aku ingin berkeliling dorm, tapi kuputuskan untuk duduk di sofa karena aku melihat Sehun yang sedang menonton tv sendirian.

“apa yang kau tonton Sehun?” aku mengambil posisi duduk disamping Sehun.

Ia menoleh kearahku, “hanya drama sore” aku hanya mengangguk dan ia kembali memalingkan wajahnya menghadap lurus ke tv sambil memakan cemilan kesukannya.

Aku tidak ikut memalingkan wajahku kearah benda tipis itu. Aku memfokuskan pandanganku pada wajah putih mulus namja manisini. Walaupun hanya terlihat sebagian, tapi tetap saja membuat jantungku berdetak tak normal.

“kalau kau mau cemilanku, ambil saja. Tak usah sebegitunya menatap cemilanku ini. Aku tau ini memang terlihat enak”

Aku tersentak mendengar perkataanya. Ternyata ia menyadari bahwa dari tadi aku menatap kearahnya. Tapi untung saja ia berpikir aku menatap cemilannya, bukan wajah manisnya itu. Dan untung saja ia berbicara tanpa melihat kearahku melainkan tetap focus ke tv yang menayangkan drama sore kesukaannya sehingga ia tak melihat wajahku yang sangat absurt saat ini.

“engg.. aku bukannya suka dengan cemilanmu itu.”

“lalu?”

“aku suka melihat caramu makan.”

“eh? Memangnya kenapa? Apa aku terlalu imut saat makan? Atau ketampananku bertambah saat rahangku bergerak naik turun ketika mengunyah makanan?”

Aku memutar bola mataku mendengar pertanyaan super percaya diri-nya itu. “yah.. sedikit seperti itu lah!”

“apa maksud dari ‘sedikit’? aku ini sangat tampan tau! Kau lihat sendiri kan disekolah banyak sekali gadis-gadis yang mengejarku!”

“yaa!! Kebanyakan dari mereka yang mengejarmu adalah untuk meminta buku catatan mereka karenakau selalu lupa mengembalikan buku catatan yang kau pinjam dari gadis-gadis itu!”

“Yakk!! Kkamjong kau tidak bisa melihat ku senang saja!” dia melempar bantal kearahku dan tentu saja berhasil aku tangkap dengan mudah!

“dan satu lagi, jangan bilang-bilang sama Hyungdeul kalau aku disekolah malas mencatat pelajaran terlebih pada Luhan Hyung, arra?”

“kenapa kau takut sekali pada Luhan Hyung?”

“aku bukannya takut, tapi aku tidak ingin membuatnya kecewa saja.”

“jadi kau hanya ingin Luhan Hyung saja yang tidak kecewa sementara Hyung-hyung lainnya  tidak, begitu?”

“yak! Kai, mengertilah..”

“aish. Ne, arra!”

Huh! Sehun  pabo! Yang dia pkirkan hanya Luhan Hyung! Selalu Luhan Hyung!

‘Kai, tolong rahasiakan ini dari Luhan Hyung.’

‘jangan sampai Luhan Hyung tau aku bermain game semalaman, Kai’

‘JongIn, aku ingin membeli ini untuk Luhan Hyung. Bagus tidak?’

‘aku bukannya takut, tapi aku tidak ingin membuatnya kecewa saja.’

Lihat? Dia hanya peduli dengan Luhan Hyung-nya itu! Dan aku? Bagaimana denganku? Apa aku saja yang peduli dengannya? Apa hanya aku yang.. hanya aku yang merasakan….

“Arrrggghhh!!!!”

“kau kenapa Kai?” Sehun menatapku dengan wajah bingung-nya.

Sedetik kemudian aku tersadar bahwa masih ada Sehun disampingku, “eh? Tidak. Tadi tanganku digigit nyamuk. Sakit sekali”  aku pura-pura mengusap lenganku agar Sehun tak curiga.

“reaksimu terlalu berlebihan”

“Annyeonghaseooooo!!”

Tiba-tiba ada suara teriakan merdu dari arah pintu. Sontak aku dan Sehun mengarahkan pandangan kami ke pintu. Ternyata dua manusia China baru datang dari acara jalan-jalan sore mereka. Yang berteriak tadi adalah manusia China jadi-jadian, Chen Hyung dan yang satu lagi adalah manusia asli China, Luhan Hyung.

“Hyungdeul, kalian dari mana? Apa membawa oleh-oleh untukku?”Sehun langsung berdiri dan menghampiri kedua Hyung kami itu.

“eh? Oleh-oleh? Seperti mereka pergi jauh saja! Palingan mereka hanya jalan-jalan keliling gedung ini  dan tidak membeli apa-apa.”

“kau salah JongInnie.. kami tadi membeli cake yang sangaaat enak! Dan kami juga membawanya untuk kalian. Mau coba?” Luhan Hyungmengangkat bungkusan yang ditangan kanannya sambil tersenyum.

“tentu saja mau!” aku dan Sehun menjawab serentak. Dan itu membuat kami saling bertatapan dan kemudian tertawa.

“baiklah, mana member lain?” Chen Hyung celingukan mencari member lain dengan matanya.

“Baekhyun Hyung dan Chanyeol Hyung sedang battle dance dikamar mereka yang sempit itu, Kyungsoo Hyung sedang membersihkan kamar kami, Kris Gege sedang tidur , Yixing Gege sedang ada urusan diluar katanya dan Hyung-Hyung lainnya aku tak tahu.”

“apa kita harus menunggu mereka dulu baru bisa memakan ini Hyung?” Sehun bertanya selagi matanyamenatap fokus pada isi di dalam kotak kue sambil mengerucutkan bibirnya. Wajahnya lucu sekalii… >.<Eh? Tapi kapan dia mengambil kotak itu?

“tidak perlu. Kita bisa memakan kue itu sekarang. Nanti sisa ‘kan saja member lain” Luhan Hyung tersenyum manis pada Sehun.

“jinjja?? Wooaaahh!! Kajja!”

Sehun berlari membawa kotak itu kearah ku, lebih tepatnya kearah sofa tempat dudukmya tadi -.- hanya saja ia tidak duduk di sofa ini melainkan duduk dilantai dan punggungnya bersandar pada sofa.

“huuaaahh!! Enak sekali!” Sehun menghirup aroma dari cake-cake itu. Hmm.. benar, bau nya menggiurkan!

Aku pun langsung turun dari sofa dan duduk di sebelah kiri Sehun. Dan Luhan Hyung pun mengambil tempat di sebelah kanan Sehun. Heuh.. kalau sudah begini, pasti akan ada hal yang tidak enak untuk dilihat!

Cih! Lihatlah! HunHan couple itu sekarang sedang suap-suapan dengan mesranya!

Aih, Kai!! Kenapa kau harus mencintai namja babo itu!

Aishh.. hatiku panas melihat pemandangan  ini!!

Sehun tertawa renyah saat Luhan Hyung mengoleskan krim ke hidungnya.

“Hyung! Hidungku jadi hijau!”

“aish! Kalian kekanakan sekali! Jangan membuang makanan seperti itu! Ingatlah masih banyak orang diluar sana yang kesusahan bahkan untuk mendapatkan makanan sekali pun!” aku yang sudah tidak tahan lagi mengepalkan tanganku lalu berjalan menjauhi mereka.

Baru dua langkahaku berjalan, aku berbalik lagi dan melihat mereka yang menatapku bingung. Aku kemudian berjongkok dan mengambil cake ku tadi. Yah, walaupun aku sedang kesal tapi aku tidak mau meninggalkan cake ku yang enak ini. Sayangkan? Jadi aku bawa pergi saja.

“dia kenapa Hyung?”

“entahlah.. mungkin sedang datang bulan”

“tapi dia kan namja Hyung?”

“oh iya ya, mungkin dia datang bintang”

“aish Hyung..”

Aku memutar bola mataku mendengar  celotehan tidak penting mereka.

 

~Kai pov end~

 

~D.O pov ~

 

BRUKK!!

Aku terkejut mendengar suara pintu yang ditutup dengan keras. Reflek aku menolehkan kepalaku kearah pintu. Kai? Kenapa lagi anak itu?

“yak!! Jangan banting pintu seperti itu! Kalau rusak, kau bisa dihabisi manajer Hyung”

“kau ini cerewet sekali sih? Aku sedang kesal!” dia mengambil tempat duduk dilantai sebelahku dan meletakkan sepiring cake didepannya.

“wae?”

“Luhan Hyung dan Sehunnie dengan tanpa rasa dosa bermesraan sambil suap-suapan didepanku!”

“mereka kan memang seperti itu”

“tapi aku tidak suka!”

Aku sedikit terkejut mendengar perkataannya. “wae? Kau cemburu?”

Kini dia yang terlihat terkejut mendengar pertanyaanku.

“ce..cemburu? kenapa ha.. harus cemburu? Kau ini! Aku tidak cemburu! Ya sudah, aku mau makan!”

Tidak cemburu katanya? Huh!! Aku tau dia berbohong!

Apa namanya kalau tidak cemburu? Setiap malam ia terus saja  mengigau dengan menyebut nama Oh Sehun. Dasar pabo!

Aku melihat Kai sedang memotong cake yang dibawanya tadi dengan sendok. Hmm.. kelihatannya itu enak sekali.. dan yang warna ungu itu apakah krim rasa blueberry? Omoo… pasti enak sekali..

“Jonginie.. aku mau cake mu”

“Hyung mau?” Jongin menghentikan adegan kekerasannya terhadap kue itu dan melihatku.

“Ne..” aku menjawab tanpa mengalihkan pandangan mataku dari cake itu. Enak sekalliiii….

“jatahmu ada di dekat tv”

Aisshh… aku kira dia akan menyuapiku! “aish.. aku terlalu lelahuntuk berjalan kesana”

Jongin mengalihkan penglihatannya dariku dan matanya terlihat memperhatikan seluruh sudut kamar ini. “hmm..  kalau dilihat-lihat sepertinya memang cukup melelahkan membereskan kamar sampai se-rapi ini”

“bukan cukup tapi SANGAT melelahkan!” aku menekankan kata ‘sangat’ sebelum kata ‘melelahkan’. Yang benar saja, sangat tidak mungkin apabila aku tidak kelelahan membersihkan ruangan ini yang semula bentuknya sangat tidak beraturan dan sangat tidak pantas untuk menjadi kamar dari member EXO boyband baru yang sudah mendunia. Terlebih aku harus membereskan barang-barang makhluk ini juga -_-

“baiklah, untuk rasa terimakasih ku padamu, aku akan membagi cake ini dengan mu. Baiklah, buka mulutmu Kyungsoo Hyung! Aaa….”

Kai mengambil potongan kue tadi dengan sendok dan mengarahkan sendok itu ke mulut ku.

Aku melihat cake yang ada diatas sendok yang tengah melayang kearahku“Tunggu!!”

“Aisshh apa lagi?”

“Aku mau krim yang berwarna ungu itu..” aku memperlihatkan wajah manis nan imut pada Kai.

“ne, ne, baiklah. Ini dia. Ok! sekarang buka mulutmu”

“Aaaaammm…” aku mengunyah dan membiarkan krim berwarna ungu itu melumer di mulutku. Hhmm.. benar. Blueberry. “hmm.. mashitaaa”

Tak terasa Kai menyupiku cake tadi sampai habis.

“habis! Anak pintar” Kai tersenyum dan mengacak rambutku.

“Tapi.. kau baru makan cake itu satu suap Kai, dan aku yang menghabiskannya” aku merasa bersalah pada Kai, dia terlihat sangat suka pada cake itu. Dasar Kyungsoo pabo! Kenapa baru sadar setelah cake-nya habis >.<

“no problem! Melihat Hyung makan seperti tadi rasanya aku sudah kenyang dan bahagia”

“maksudmu? Mana bisa seperti itu!”

“Hyung itu ketika makan lucu sekali! Apalagi pipimu itu ketika mengunyah rasanya ingin aku gigit!”

Mendengar perkataannnya, reflek aku menaruh kedua telapak tanganku dipipiku. “jangan digigit”

Dia hanya tertawa melihatku. Apa aku terlalu imut?

~D.O POV end~

“SEMUANYA BANGUN! HARI INI EXO-M AKAN KEMBALI KE CHINA”

Suara merdu sang leader dipadu dengan suara nyaring dari panci yang dipukul dengan spatula menggema ke seluruh dorm EXO. Dorm yang semula tenang tiba-tiba menjadi ricuh karena makhluk-makhluk penghuninya sudah bangkit dari tidur gantengnya (?). terlebih malam tadi member EXO-M memilih untuk tidur bersama di dorm saudaranya, EXO-K.

Beberapa diantara mereka berebut untukmenjadi pengguna kamar mandi yang hanya ada satu di dorm ini. Ada juga yang sibuk didapur untuk menyiapkan sarapan. Bahkan ada juga member yang membantu member EXO-M lain untuk menyiapkan barang-barang mereka yang akan dibawa ke China.

“Gege.. aku mandi duluan boleh ya?” magnae Sehun terlihat tengah memohon padaLay yang hendak menginjakkan kakinya pada lantai kamar mandi.

“Sehun, kita mandi berdua saja gimana?” terdengar suara lembut Luhan dari arah belakang Lay.

“Tidak! Aku yang duluan. Kalian kalau mandi berdua pasti sangaaaaat lama!”

“Gege, ayolaaaah” Sehun tetap merengek pada Gege-nya itu.

“Chagi~ tutup pintunya”

“Ne, yeobo”

KLEKK!!

Mendengar suara pintu tertutup itu, HunHanLay yang semula sibuk memperebutkan kamar mandi pun melihat kearah pintu yang ditutup tadi dengan muka terkejut ala mereka.

“YAK!! Kalian!!Aku yang lebih dulu!! Buka pintunya!” Lay mengetuk pintu kamar mandi dengan murka.

“Kami sudah naked! Nanggung nih” teriakan indah Baekhyun membuat HunHan merinding, sementara Lay semakin murka dan mengetuk pintu lebih keras.

“Yaakk!! Yak!! Apa yang kalian lakukan didalam? Yaaa!! Buka pintunya!! Jangan macam-macam!”

“kami hanya mandi! tidak macam-macam!” terdengar suara berat dari Chanyeol.

“lalu kenapa naked??”

“Aish Gegeeee!! Kalau tidak naked bagaimana mau mandiii??? Sudah jangan ributt!! Chanyeollie.. tolong gosok punggungku..”

Lay pun menghentikan aksinya pada pintu kamar mandi itu dan memukul kepalanya dengan telapak tangan. “Aish pabo Lay! Benar juga kalau tidak naked bagaimana mau mandi”

“Sehun, temani aku ke mini market sebentar” suara Kai tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka.

“Kenapa harus aku? Aku belum mandi”

“aku juga belum mandi! Ini titah Kris Gege karena kita berdua magnae”

Mendengar nama sang pemberi tugas, Sehuntak berani membantah lagi. Ia tak mau kulit putihnya tambah putih karena pucat diamuk Sang Raja Perkasa Wu Yi Fan.

“baiklah, sepertinya tanpa mandi ‘pun aku sudah tampan.Luhan Hyung, aku pergi sebentar ya? Kajja Kai!”

 

~Kai pov~

Aku dan Sehunkeluar dari dorm yang sangat bising pagi ini. Ini karena kamar mandi dalam dorm kami hanya ada satu sementara pagi ini ada 12 makhluk tampan yang ingin menggunakannya. Beruntung Wufan Ge menyuruhku membeli beberapa snack untuk persediaan EXO-M ketika mereka berada di bandara untuk menunggu pesawat nanti. Dan aku berfikir kenapa tidak mengajak Sehun saja? Awalnya dia menolak, tapi aku sedikit berbohong bahwa yang menyuruhnya menemaniku  adalah Kris Gege. Aku tahu dia takut pada Hyung kami yang satu itu. Kkkk ~

Aku berjalan sedikit dibelakang Sehunnie. Kalian pasti tahu alasannya kan? Yah.. supaya aku bisa dengan mudah mencuri pandang ke wajahnya.

“Kai..”

Aku tersentak ketika ia tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arah ku, “mm.. ne?”

“ahh~ tidak jadi.” Ia kembali melihat kedepan dan berjalan.

Aku sedikit berlari dan mensejajarkan langkahku dengannya “kenapa?”

“tidak ada. Lupakan sajalah” ia mengibaskan tangan kirinya sebagai tanda untuk menyuruhku melupakan hal tadi.

“Sehunnie..”

“hm?”

“apa yang akan kau katakan tadi? Jangan membuatku penasaran!”

“ngg.. bagaimana cara mengatakannya ya?” ia menggaruk kepala bagian belakangnya.

“ katakan saja!”

“ah.. kita sudah sampai. Ayo belanjaaa!!”

Aku melihat kesekitar. Benar! Sudah sampai. Sehun berlari masuk ke dalam mini market meninggalkanku yang masih penasaran dengan apa yang ingin ia katakan tadi.

“aku akan menanyakannya lagi nanti”

Kami berbelanja cukup banyak. Selain snack untuk member EXO-M, kami memutuskan untuk membeli persediaan makanan untuk EXO-K juga.

“Aigoo~ banyak sekali belanjaan kita Kkamjong-ah” ia mengambil sebatang lollipop dari dalam plastic belanjaan yang dibawanya kemudian membuka pembungkus lollipop itu lalu memasukkan kedalam mulutnya *yang dimasukkan kedalam mulut sehun itu  permennya, bukan bungkusnya-__-*

“ingatlah, kau masih berhutang padaku”

“berhutang? Apa?”

“yang tadi, kau belum mengatakannya”

“itu? Lupakan sajalah.Bukan sesuatu yang penting kok!”

Bukan sesuatu yang penting katanya?Melihat raut wajahnya tadi, aku tidak yakin bahwa itu bukanlah halyang tidak penting.

“kalau kau tak mau mengatakannya, aku akan menciummu!”

“mwoya?? Cium??”

“ne”

“kau tak akan mau melakukannya!”

Selesai ia berkata seperti itu, aku mendekatkan tubuhku pada Sehun, ia menghentikan langkahnya dan terlihat sedikit ketakutan melihat tingkahku.

“ka.. kau mau apa Kkamjong?”

“menciummu”

“kau tak serius kan?”

Aku menyudutkannya ke tembok dan mengunci tubuhnya dengan tanganku. Ia benar-benar terlihat ketakutan sekarang

“Kka.. Kkamjong..kau benar-benar akan melakukannya?”

Aku menempelkan telapak tanganku pada pipinya, membiarkan tubuhku menikmati sengatan kecil saat kulitku bersentuhan dengan pipi mulusnya  “kenapa tidak?” aku mulai mengelus pipinya dengan lembut, mata sipitnya membesar saat mengikuti arah gerakan telapak tanganku di pipinya.

“Jongin..kau.. apa kau udah gila?Hal itu tidak boleh terjadi Jongin-ah”

“kenapa? Kau yang memilih agar aku melakukannya ‘kan?”

“bagaimana kalau Luhan Hyung melihat kita? Dia akan salah paham”

JLEB!!

Luhan Hyung? Dia lagi?Apa hanya nama ‘Luhan’ yang ada di otak anak ini?

Sengatan nikmat yang menjalar ditubuhku berubah menjadi sengatan yang sangat menyakitkan.Tubuhku seakan disentrum dengan listrik bertegangan tinggi.Mematikan seluruh kinerja otakku untuk merasakan kebahagiaan. Aku..menyedihkan.

“Jongin?”

Aku menyeringai kaku pada namja dihadapanku ini, ku tarik tanganku yang berada dipipinya dan juga ku jauhkan tubuhku darinya “kau takut aku benar-benar melakukannya?”

Ia bernafas lega dan mengusap dadanya setelah aku menjauhkan tubuhkulalu  “tadi itu terlihat seperti kau benar-benar jatuh cinta padaku Jongin-ah.. aku benar-benar takut”

“kau begitu mudah ditipu Sehunnie”

 

~Kai pov end~

 

~#~

 

Kai dan Sehun langsung diserbu member EXO lain saat mereka memasuki  dormsepulang dari mini market.

“kenapa kalian lama sekali?” Kris  yang sedang mengenakan kaus kaki sedikit membentak duo magnae EXO itu.

“mianhae Wufan Ge, tadi dijalan aku membuat candaan yang berlebihan pada Sehunnie sehingga membuat kami terlambat pulang.

“Aiissshhh..cepat masukkan makanan itu kedalam tas yang ada di dekat Yixing”

“Ne”

“baiklah, mari berangkat! China I’m back!!!” Tao mengepalkan jari-jari tangannya dan mengacungkannya ke udara dengan semangat.

“kalian hati-hati ya.. maaf kami tidak bisa mengantar sampai ke bandara” Suho memeluk satu persatu member EXO-M dan menangis”

“Uljima Jongmyun-ah, kami akan baik-baik saja disana.Kalian juga ne?tolong jaga adik-adik kita disini. Kami akan terus menghubungi kalian.” Xiumin menepuk punggung Suho agar ia tenang dan berhenti menangis.

“Luhan Ge eodiga?” Chen yang tidak melihat Luhanberjalan mengelilingi member lain untuk mencari Luhan.

“mungkin masih didalam. Kai, tolong panggilkan Luhan didalam”

“Ne, Wufan Ge”

Kai kembali masuk ke dalam dorm sambil menggerutu dalam hati ‘kenapa selalu aku yang disuruh-suruh oleh bule tiang listrik itu? Memangnya aku pembantunya apa? Dasar manja!Mentang-mentang dia lebih tua dariku dia seenaknya saja menyuruhku!’

Langkah Kai terhenti saat ia mendengar suara dari kamar Suho dan Sehun, ia segera berdiri menempel pada dinding saat melihat pintu kamar itu terbuka, mata nakalnya tak melewatkan kesempatan untuk mengintip apa yang dilakukan kedua namja itu.

“Sehunnie jaga dirimu.Aku  janji akan menyempatkan menelfonmu setiap malam, aku akan menyanyikan sebuah lagu sebelum kau tidur. yaksokhae”

“Hyung..aku akan merindukanmu. Jangan lupa dengan janjimu ne?aku akan menunggu”

“tentu! Kau tau aku tidak suka berbohong ‘kan?”

Sehun mengangguk patuh.

“Hyung..”

“hmm?”

“boleh aku menciummu?”

“tidak! Aku yang akan menciummu!”

~chu~

Bibir mungil Luhan mendarat lembut di pipi Sehun, mengecupnya hingga tiga kali.

“bagaimana?”

“ahh.. aku tidak mau hanya dipipi!”

“mwo? Maksudmu?”

“Ngg.. Saranghae”

Setelah mengatakan kata itu, Sehun langsung menempelkan bibirnya dibibir Luhan, tangannya menarik pinggang Luhan menghilangkan ruang jarak antara tubuh mereka.

Awalnya, Sehun hanya menempelkan bibirnya pada bibir Luhan, namun ketika ia akan mencoba untuk melumat bibir bawah Luhan, Luhan melepaskan ciuman itu secara sepihak, membuat Sehun terkejut dan menampakkan wajah kecewa, “nado saranghae Sehunnie” bibir Luhan pun kembali menempel pada bibir Sehun, melumat bibir atas dan bawah Sehun secara bergantian.Tangan mungilnya mulai melingkar pada leher Sehun. Sehun pun melingkarkan kembali tangannya pada pinggang ramping Luhan dan membalas ciuman itu dengan melumat bibir Luhan.

Sementara itu dia sebalik pintu, Kai yang melihat kejadian itu memelototkan matanya, bibirnya bergetar menahan amarah dan rasa cemburu. Tangannya terkepal dan siap meninju apa saja.

Tiba-tiba, bahu Kai ditepuk dengan lembut.Kai mengalihkan penglihatannya ke belakang.

“sudahlah.. kenapa kau terus melihatnya jika itu membuatmu sakit hati?”

“Kyungsoo Hyung.. akuu..”

D.O memeluk dongsaengnya itu untuk menenangkannya. Kai akhirnya melepaskan tangisnya pada pelukan D.O. Kai terisak tertahan, ia takut sepasang namja yang sedang berciuman itu menyadari kehadirannya.

“jangan mengangis disini. Apa kau mau ketahuan oleh mereka kalau kau mengintip? Ayo ke kamar kita saja. Aku akan bersamamu”

“Ne”

 

=END=

 

Gimana?? Gimana??

Bagus gak? Atau jelek gak??

Tinggalin jejak yah chingudeul… ^^

Iklan

31 pemikiran pada “Not Me?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s