Exo Domension (Chapter 1)

Exo Dimension

Author: @MegyJj

Genre: Supranatural/ Romance

Cast(s): Lee Minyu (OC), Kris Wu (EXO-M), Kim Jongdae (EXO-M), D.O (EXO-K)

Disclaimer: the idea and oc are mine, EXO belongs to SM and they’re all belong to God

 

[Part 1]

 

Minyu membuka pintu kamarnya perlahan, ia mengintip dengan perasaan was-was sambil memegangi ujung pintu dengan sebelah tangannya.

Putri negara Vainen itu terlihat rapi hari ini, dengan terusan tradisional batik yang berenda-renda. Ya hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke18, tentu saja ia harus berpakaian rapi bukan?

 

“Minyu-sama Tuan Chen sudah sampai di pintu depan” seru salah satu pelayan yang berlari ke arah gadis itu, Minyu merasa wajahnya panas dan ia buru-buru masuk kembali ke kamar, ia duduk di depan meja riasnya dengan jantung berdebar-debar dan wajah semerah kepiting rebus

 

“Aduh bagaimana ini? Apa penampilanku berantakan? Apa aku terlihat anggun?” Katanya lebih kepada dirinya sendiri

 

“Yah kau mah mau diapakan tetap saja jelek” gumam Kris yang tiba-tiba muncul dari balik kamar Minyu

 

“Diam kau, aku tidak tanya pendapatmu” Minyu melemparkan cermin kecil ke arah Kris yang kemudian ditangkap pemuda itu dengan mudah

 

“Putri kasar” gumam Kris, ia adalah pelindung Minyu yang sejak kecil tinggal di istana dan dilatih secara khusus, Kris yang berasal dari desa Lentaa ini memiliki kemampuan khusus yang hanya ada pada beberapa orang di desanya, kemampuannya ialah terbang dan dapat memanggil hewan legenda, naga dengan menggunakan sihir putih.

 

ExoPlanet, di planet ini terdapat beberapa daerah dengan berbagai kemampuan khusus di tiap daerah, yang paling menonjol diantaranya adalah sinen (vesi-water & jedyta-ice, viima-wind), nainen (valkea-fire), musten (aika-time control & maa-earth), ruskea (texia-teleport & nexia-telekinesis)

 

Ibukota dari Exo-planet adalah Vainen yang didalamnya terdapat kemampuan khusus gabungan antara sihir putih dan hitam, penguasa 2elemen ini disebut-sebut sebagai MINCH yang hanya muncul beberapa generasi sekali dan keturunannnyalah yang menjadi penguasa kota Veinan, minch generasi

XVII sekarang ini adalah Akoh ayahanda dari Minyu

 

Akoh tertawa riang di atas singgasananya, ia mengangkat sebelah kaki LIKE A BOSS, sebelah tangannya memegang kipas besar yang berlambangkan bendera EXO di tengahnya. Di samping kanannya berdiri penasehat raja, D.O penguasa sihir bumi, D.O adalah penasihat sekaligus pelindung raja, ia berasal dari keluarga Maa yang sudah berabad-abad melayani MINCH.

 

“Chen dari Valo, lapor menghadap baginda raja” laki-laki bermata sipit  itu bersujud di depan Akoh

 

“Angkat kepalamu, Chen, bagaimanapun kau ini kan masih keponakanku sendiri”

 

Chen mengangkat kepalanya dan menatap hormat ke arah Akoh, “hamba merasa terhormat, Yang Mulia” pintanya sopan

 

Minyu berlari kecil ke arah singgasana dan memeluk Chen dari belakang “Chen, lama tak berjumpa” sahut gadis itu riang

 

“Minyu, kau sudah besar” Chen menepuk puncak kepala Minyu “Kris, kau sehat?” sapanya saat melihat Kris yang berdiri tidak jauh dari Minyu

 

“Hamba sehat, Tuan” Kris membungkukan badannya

 

“Ayolah jangan formal begitu, kita kan teman” sahut Chen sambil tersenyum

 

Chen adalah anak dari Park Sun, kakak dari Akoh, namun sayang Park Sun tidak terpilih menjadi MINCH karena meninggal di medan perang

Sejak dulu Chen, Kris dan Minyu sudah berteman baik, mereka tumbuh bersama dan tak dapat dipungkiri Minyu sudah jatuh hati pada Chen yang baik hati dan ramah sejak dulu

 

Chen memakaikan jepitan sayap putih di atas kepala Minyu “untuk putri kita yang menginjak usia 18tahun” ia tersenyum lalu mengecup kening Minyu

Minyu memegang wajahnya yang terasa panas sambil tersenyum dengan kikuk “trims” sahutnya.

 

“Anu, Chen! Kata ayah aku harus segera menikah, aku sudah berumur 18 dan ayah sudah menyodorkan beberapa foto calonku” Minyu merasa mulutnya kaku dan suara yang keluar dari bibirnya terdengar bergetar

 

“Kalau begitu bagus sekali bukan? Yah kau kan putri tunggal negara ini, beruntung sekali pria yang akan menikahimu nanti” Chen tersenyum, jenis senyum yang hanya menaikan sudut bibir, sisa lain bagian wajahnya terlihat kaku

 

“Ah aku.. Chen juga ada di salah satu foto yang disodorkan padaku.. Dan kupikir aku akan memilihmu, anu.. Maukah kau menikah denganku?” Tanya Minyu terbata-bata

 

Sekilas Minyu merasa melihat senyuman dingin di wajah Chen, sebelum akhirnya mimik pria itu berubah normal kembali “aku tidak bisa” sahutnya singkat

 

Minyu merasa seolah-olah gajah  seberat 1ton menimpa tubuhnya, wajahnya pucat pasi untuk beberapa saat

 

“Aku tidak bisa kalau kau yang melamarku, mau ditaruh dimana harga diriku, akulah yang harusnya menanyakan hal itu, putri. Maukah kau menikah denganku? Kalau ada fotoku di calon pelamarmu itu berarti aku melamarmu, dan mau menikah denganmu” jelas Chen, airmata Minyu mengalir di wajahnya, detik berikutnya Chen mengecup bibir gadis itu

 

“Wah Kris, sedang apa kau disini?” Tanya D.O yang berpapasan dengan Kris di lorong

 

“Mengawasi putri” jawab Kris singkat

 

D.O mengikuti arah pandangan Kris, di kejauhan terlihat Minyu dan Chen yang sedang berciuman mesra “wah-wah tampaknya putri sudah menentukan calon suaminya, Kris, ada kabar burung yang berkata kau juga menyukai Tuan Putri”

 

“Jangan bercanda” Kris mendecakan lidah sekali “aku ini tak pantas bersanding dengannya” bisiknya lirih, kata-kata itu ditujukan untuk dirinya sendiri, ia lalu tersenyum kecut dan berjalan berlawanan arah dengan D.O

 

D.O tersenyum mengejek “yah semoga saja kau tidak menjadi pengganggu rencana kami”

 

#*#*#*

 

Minyu tidak dapat berhenti tersenyum, ia duduk di depan meja rias dan memegang jepit rambut sayap putih yang diberikan Chen beberapa saat lalu dengan perasaan sayang

Ia masih tidak percaya akan kejadian Chen menerima lamarannya, atau melamarnya tadi

Ia bangkit dari kursinya dan membulatkan tekad untuk memberitahu ayahnya tentang ini, yah ia akan menikahi Chen, itulah impiannya sejak dulu, sekarang ini tidak ada setitikpun keraguan di benaknya

 

Minyu berjalan melalui lorong, ia berteriak tertahan melihat para tentara yang tergeletak kaku di sepanjang koridor menuju kamar ayahnya, jantungnya berdetak cepat, perasaan takut mulai menyebar di benaknya, apa ada pencuri masuk?

Ia melangkah perlahan ke arah kamar ayahnya, pintu kamar ayahnya tidak tertutup rapat, dengan hati-hati Minyu mengintip ke dalam kamar ayahnya

Kamar itu remang-remang, namun Minyu tidak mungkin salah lihat, ia melihat tubuh ayahnya yang tergeletak kaku dan berlumuran darah di atas meja, tidak jauh dari tempat mayat ayahnya ia melihat Chen, yang memegang pisau pendek yang berlumuran darah, di wajah Chen juga terdapat banyak percikan darah, yang tidak dapat dipercayai Minyu adalah ekspresi Chen, yang penuh dengan kepuasan dan kesenangan

 

“Ti..TIDAK!!” teriak Minyu

 

End of part I 

20 pemikiran pada “Exo Domension (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s