KaiHyo Story: Call Me Oppa…

KaiHyo Story: Call Me Oppa…

Author             : Inhi_Park

Main casts       : Kim Jongin a.k.a. Kai & Kim Hyora

Support casts   : Shin YooKyung, Kim Jaebum

Length             : Drabble (867 words)

Genre              : Romance, Fluff

Rating             : PG-13

(Kai’s side)

Aku dan Hyo melangkahkan kaki bersama memasuki gerbang kampus.Setelah melalui proses ujian yang menguras tenaga dan pikiran, akhirnya kami sama-sama berhasil masuk di Seoul Art University tapi dengan jurusan yang berbeda. Aku di jurusan teater dan seni pertunjukan sementara Hyo mengambil jurusan design. Meski jurusan kami berbeda dan tentu saja jadwal kuliah kami juga berbeda, tapi beberapa hari dalam seminggu kami bisa tetap pergi ke kampus bersama-sama.

“Kai, nanti sore aku mau ke toko buku, ada yang harus aku beli.” Kata Hyo saat kami tiba di depan kelasnya. Hari ini aku bisa mengantarnya sampai di depan kelas karena jadwal kuliahnya satu jam lebih awal dariku.

“Emh… Baiklah. Nanti sore aku sudah tidak ada jadwal ko.” Kataku sambil mengacak pelan rambutnya.

“Okee… Kalau begitu sampai nanti ya Kai…”

Aku melangkahkan kaki menjauhi daerah anak-anak jurusan design ini dan menuju gedung seni.

“Oppa…” Seorang gadis berambut pendek berlari kearahku.

Namanya Shin Yookyung, teman sekelasku.

“Yookyung-ssi…” Sapaku.

“Jangan pakai embel-embel ‘ssi’ Oppa, kita kan teman.” Katanya.

“Kalau begitu jangan panggil aku Oppa.”

“Memangnya kenapa?”

“Aku bukan Oppamu. Kita hanya teman. Bahkan mungkin umur kita sama.”

“Andwe… Aku senang memanggilmu Oppa. Biar terdengar lebih akrab. Lagipula asal kau tahu ya, umurku 2 bulan lebih muda darimu… hehehe…”

Kami memasuki kelas bersama.

Hari ini jadwal kuliahku agak longgar. Hanya ada 2 mata kuliah dari jam 8 sampai jam 11. Dan semakin longgar karena salah satu dosen hari ini berhalangan masuk sehingga seharian ini aku hanya menghabiskan waktu sambil tertidur di kelas.

“Kai Oppa…” Suara Yookyung membangunkanku. Gadis itu kini sudah duduk manis di kursi di sebelahku.

“Oppa… tidak salah?”Sahut Jaebum, teman sekelasku.  “Yookyung-ah, kau menyukai Kai ya?” Tambahnya. Aku menegakkan kepala mendengar perkataannya barusan.

“Mwo???” Yookyung juga nampak kaget dengan statement Jaebum tadi. “Aniya… Aku hanya menganggapnya teman.”

“Aish… gotjimal. Kalau kau tidak menyukainya kau tidak akan memanggilnya Oppa. Bukankah kalau bukan kepada kakak laki-laki, seorang wanita akan menggunakan panggilan ‘oppa’ pada orang yang disukainya atau pacarnya?” Tutur Jaebum.

Aku temenung. Apa iya seorang gadis akan memanggil orang yang disukainya dengan sebutan ‘oppa. Emh… kalau tidak salah Sohee memanggil Suho hyung dengan sebutan oppa, tapi kan Sohee memang lebih muda darinya. Tapi tunggu, Yejin juga memanggil Chanyeol dengan sebutan oppa, padahal kan mereka seumuran. Dan ya, setelah resmi pacaran Sunhi noona juga sekarang memanggil Kris hyung dengan sebutan oppa walaupun umur mereka sama. Tapi… Kenapa Hyo tidak pernah memanggilku Oppa?

<><><>

Aku terus memandangi Hyo yang berjalan selangkah di depanku. Kami sudah sampai di toko buku. Hyo terlihat sibuk mencari buku-buku yang ingin ia beli, sedangkan aku hanya membuntutinya dari belakang.

“Oppa, kita kesana ya…”

Dari salah satu sudut toko buku ini aku mendengar suara seorang yeoja yang sedang merengek pada seorang namja yang sepertinya adalah pacarnya. Yeoja itu menggandeng erat lengan namjanya. Dan apa katanya tadi? ‘Oppa’…???

“Kai, sepertinya buku yang ku cari ada di sebelah sana. Ayo…”

Itu suara Hyo. Jelas terdengar berbeda dengan yeoja tadi. Dia memanggilku dengan menyebut nama, Kai… bukan Oppa…

“Oppa, kau baik sekali. Gomawo…”

Pendengaranku menangkap suara yeoja yagn lain. Dan lagi-lagi… ia memanggil namjanya dengan sebutan ‘oppa’.

“Biar ku bawakan.” Kami baru selesai membayar buku yang Hyo beli saat aku berniat membawakan tas kertas berisi beberapa buku yang sepertinya cukup berat.

“Ah, tidak usah. Aku bisa membawanya sendiri.” Bantahnya.

“Biar ku bawakan. Aku kan pacarmu.” Kataku kemudian.

“Keure… Gomawo, Kai…”

Well, kalian dengar itu… Kai… bukan ‘oppa’.

<><><>

Di perjalanan kami memutuskan untuk mampir ke kedai ice cream sebentar. Disana kami duduk di tempat favorit kami. Meja yang terletak di pojok, di samping jendela kaca besar.

“Hyo…” Kataku.

“Emh…” Ia hanya menggumam pelan karena terlalu asyik dengan ice cream strawberry di hadapannya.

“Eung… Bisa tidak…” Sebenarnya aku ragu untuk mengatakannya.

“Bisa apa?” Ia memamdangku penasaran.

“Bisa tidak… Kau memanggilku Oppa?” Kataku akhirnya.

“Hmmmp?” Hyo menutup mulutnya menahan tawa. “Igae mwoya? Kau baik-baik saja Kai?” Ia malah balik bertanya sambil menempelkan punggung tangannya di keningku.

“Aku baik-baik saja Hyo. Sekarang jawab pertanyaanku.” Jawabku sambil menyingkirkan tangannya yang masih bertengger di keningku.

“Emh… memanggilmu Oppa? Tapi kan kita seumuran…” Jelasnya.

“Umurku 6 bulan lebih tua darimu.” Aku mencoba membantah argumennya.

“Eung… Iya sih. Tapi apa tidak akan terasa aneh?”

Aku tidak menjawab. Lagipula dia benar. Apa tidak akan terasa aneh kalau aku yang sudah sangat terbiasa ia panggil dengan namaku saja tiba-tiba mendengarnya memanggilku ‘oppa’. Hah Kai… sebenarnya apa yang kau pikirkan. Omongan Jaebum saja kau masukan ke hati… heuuu…

“Emh… Sudahlah. Ayo pulang.” Hyo menyadarkanku dari lamunanku.

Selama perjalanan menuju rumah kami hanya diam. Meski tangan kami masih saling bertautan, seperti biasanya, tapi tak seorangpun dari kami mencoba membuka topik pembicaraan.

“Sudah sampai.” Kataku saat aku dan Hyo sudah tiba di depan gerbang rumahnya.

“Oh… Ne.”Katanya.

Aku menyerahkan tas berisi buku-buku padanya. “Aku pulang yaa…” Kataku sambil mengusap puncak kepalanya pelan.

“Chankaman…” Suaranya menghentikan langkahku yang sudah berbalik dan siap melangkah pergi. Aku melihatnya tersenyum manis saat ku balikkan lagi badanku menghadap ke arahnya. “Gomawo… Oppa.”

~Chu~ Hyo sedikit berjinjit saat ia mendaratkan sebuah kecupan manis di pipi kananku sebelum akhirnya melarikan diri. Ia berlari masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan aku yang masih mematung sambil memegang pipiku tempat ciumannya mendarat tadi. Dan dia memanggilku apa tadi? ‘oppa’…?

<>THE END<>

Author’s talk:

Reader : Igae mwoya, author-ssi?????? #ngasah golok

Author : Ehehehe… Mian reader… Ampuuuunn… #lari ke pelukan Kai

Ket: Mohon abaikan dialog diatas

Hahaha… cerita yang amat sangat ga jelas dan ga penting yaa??? Hehe

Cerita ini terinspirasi dari obrolan singkat author sama jeng @kim_mus2 beberapa hari yang lalu. Yaa… walaupun konteksnya di balik sih… kkk~

Tetep di tunggu comment dari kalian lho readers…

Makasih… n_n

58 pemikiran pada “KaiHyo Story: Call Me Oppa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s