KRIS(is) Love (Chapter 2)

Tittle     : KRIS(is) Love Chapter 2

Author   : Double Kim

Cast      :  Kris EXO-M, Shin Hyera (OC), Byun Baekhyun, Kim Min Young

Genre   : Romance

Length  : Chaptered

Disclaimer : FF ini murni hasil imajinasi author yah jadi tolong tolong jangan ada plagiat dimana-mana tolong hahaha. Cast hanya milik diri mereka sendiri sedangkan author hanya milik Kris #plak #gabolehcoment

Note : Anyeong, adakah yang menunggu FF gaje ini? (pede bgt lu thor). Hehe maaf yaaa kalo FFnya semakin gaje dan tidak bisa diterima dilubuk hati kalian yang paling dalam (?) Di part 2 ini author bikinnya lebih panjang ya soalnya biar gak terlalu banyak chapther nanti dan nunggu endingnya juga gak terlalu lama hehe. Langsung aja deh cekidot!

Happy Reading chingudeul *tebar boxer Kris*

Author POV

Kris dan Hyera sedang berada ditoko buku dan mencari buku-buku untuk bahan tugas mereka dan akhirnya dengan waktu yang tidak terlalu lama mereka menemukan beberapa buku yang bagus. Segera saja kedua mahasiswa itu beranjak ke kasir dan pergi meninggalkan toko buku.

“Ya! kau mau kemana?” teriak Hyera saat dia mengetahui Kris berjalan berlawanan arah dengannya.

“Aku lapar dan aku mau makan” jawab Kris datar

“Kau bilang kau tidak punya waktu banyak? Kita harus segera mulai mengerjakan tugas kita” sergah Hyera namun Kris tetap saja berjalan tanpa memperdulikan omongan Hyera. Dengan terpaksa Hyera mengikuti langkah Kris dan sampailah mereka disebuah Cafe.

Selintas kejadian dua minggu yang lalu hadir dipikiran Hyera. Ya, di Café inilah ia melihat Baekhyun saat itu bersama gadis lain dan menematkan cincin dijari manis gadis itu. Hatinya masih sama. Sakit. Dan belum sepenuhnya pulih tapi ia harus bangkit karena ia tidak mau melalaikan tugasnya lagi seperti waktu itu.

Kris melihat Hyera yang duduk dihadapannya tapi ia merasa aneh dengan sikap Hyera saat ini terlihat lebih diam jika dibandingkan Hyera beberapa menit yang lalu. Dasar Kris, kau tidak tahu saja kau salah membawanya ke Cafe ini.

“Ya!! kau, mau pesan makanan tidak?” tanya Kris menyadarkan Hyera dari lamunannya

“Ani, aku tidak lapar” jawab Hyera singkat

Cih, ada apa dengan gadis ini? Batin Kris

***

Keesokan harinya.

Saat ini Kris sedang berada di apartement Hyera untuk menyelesaikan tugas mereka. Tidak ada tempat lain selain disini, Kris mana mau membawa gadis menyebalkan ini kerumahnya dan lagipula sampai saat ini belum pernah sekalipun membawa seorang gadis kerumahnya.

“Jadi jika kita ingin mengambil tema ini saat survey nanti aku lebih setuju jika kita mengetahui beberapa komunitas-komunitas remaja yang ada dikota seoul ini. Bagaimana menurutmu?” Tanya Hyera panjang lebar

“terserah kau saja” jawab Kris acuh. Lelaki ini daritadi yang dilakukan hanya bermain dengan PSP kesayangannya saja tidak peduli dengan Hyera yang berusaha berfikir keras mencari ide untuk tugas mereka.

Yah kalian harus tahu bahwa seharusnya sore ini Kris sudah berada bersama teman-temannya mempersiapkan balapan nanti malam tapi mau bagaimana lagi, ia harus terkurung bersama gadis disebelahnya. Dan ini semua karena ancaman Appanya itu.

“Ya!! jangan terserah padaku. Ini kan tugas kita harusnya kau juga membantuku!” Nihil, perkataan hyera sama sekali tidak digubris oleh Kris yang masih asik dengan PSPnya.

Hyera tahu tidak akan berguna jika terus berbicara dengan namja didepannya ini. Cih, kalau bukan syarat dari Kim songsaengnim aku tidak akan mau bekerjasama dengan namja ini. Merugikan saja. Batin Hyera

“Daritadi aku tidak melihat siapapun disini, apa kau tinggal sendiri?” tanya Kris tiba-tiba

“Ne”

“Kemana orangtuamu?”

“Mereka di Paris mengurusi perusahaan Appa disana.”

“Ah arraseo”

Hening. Tidak ada lagi perbincangan antara mereka. Kris melirik Hyera yang masih berkutat dengan laptop dan tugas mereka. Sebenarnya ia tidak tega melihat Hyera bekerja sendiri, tapi dia sudah terlalu kesal karena malam ini tidak bisa balapan seperti biasanya.

Bagi Kris balapan bukan suatu hal yang negatif seperti pandangan oranglain tentang balapan liar. Ia sangat menikmati sensasinya saat ia sedang memacu motornya dengan cepat atau saat menyalip lawannya, baginya hal itu sangat memacu adrenalinnya. Itulah sebabnya dia menyukai dunia balapnya.

Tidak terasa am sudah menunjukkan angka 9 malam, namun Hyera masih belum selesai juga dengan tugasnya sedangkan Kris masih bergulat dengan PSPnya namun sedetik kemudian ia melihat Hyera yang sedang menguap, tanda bahwa gadis itu sudah sangat lelah mengerjakan tugas mereka. Hyera sendiripun merasa matanya tidak kuat lagi karena sudah lebih dari 3 jam didepan laptop. Tanpa terasa Hyera lelap dalam tidurnya, dalam rasa lelahnya.

 

Kris POV

Aku melihatnya tertidur didepan laptop dengan lelahnya. Gadis ini berambisi sekali sih ingin menyelesaikan tugas secepatnya padahal masih ada waktu beberapa hari lagi. Tidak tega melihatnya tertidur seperti itu, aku langsung mengangkat tubuhnya dan memindahkan kekamarnya. Kubaringkan tubuh gadis ini dikasur miliknya yang tidak terlalu besar namun tidak kecil juga lalu kusingkapkan selimut ketubuhnya.

Manis. Bahkan disaat tertidur wajahnya bisa semanis ini. Andai saja dulu aku tidak kedahuluan oleh pria itu, gadis ini pasti sudah jadi milikku. Aku melangkahkan kakiku keluar menuju ruang tamu, kulihat laptop yang masih menyala. Sekali lagi, aku merasa tidak tega dan akhirnya aku lanjutkan tugas yang tadi dikerjalan oleh Hyera.

Tanganku bergerak lincah memencet huruf-huruf yang ada di keyboard  laptop. Jangan berfikir aku ini bodoh, kalian salah besar. Walaupun aku jarang kuliah tapi otakku bisa diandalkan hanya saja aku ini tipe orang yang malas. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Lelah sekali rasanya tapi aku masih melanjutkan tugas ini, bukan apa-apa aku juga kan pria jadi harus punya rasa tanggung jawab. Aku masih terus mengetik beberapa kalimat namun tanpa tersadar aku tertidur juga dengan lelap.

***

Hyera POV

Aku membuka mataku dan melihat sekelilingku. Mendapati diriku terbaring ditempat yang empuk. Kasur? Kapan aku pindah kesini? Seingatku semalam aku mengerjakan tugas akhir dan tanpa sadar tertidur tapi kenapa aku bisa berada disini?

Aku bangun dari kasur, kulirik jam di dinding ah masih jam 6 pagi. Aishh rasanya badanku remuk semua karena duduk didepan laptop terlalu lama. Ini karena pria menyebalkan itu, dia sama sekali tidak membantuku mengerjakan tugas. OMO! KRIS!!! Sontak aku langsung pergi keluar takut saja terjadi apa-apa dengan apartemenku dan tugas kami. Kubuka pintu kamarku dan betapa terkejutnya aku melihat seorang lelaki tertidur didepan laptop. Kris? Kenapa namja ini tidak pulang saja kerumahnya sih? Aku baringkan dia disofa walau badannya agak sedikit berat namun dengan usahaku aku bisa memindahkannya ke sofa dan menanggalkan bantal dibawah kepalanya. Menyusahkan saja!

Namja menyebalkan seperti dia ternyata saat tidur masih tampan. Yah aku tidak munafik, seperti kata Min Young dia memang terlihat tampan, tidak heran banyak yeoja yang mengejar-ngejarnya dikampus tapi bagiku dia tetap saja pria yang menyebalkan dan tidak tahu aturan. Keluar masuk kuliah seenaknya, mentang-mentang ayahnya donator terbesar dikampus ini. Cih licik.

Aku langsung melihat laptopku, kulihat hasil kerjaku semalam dan aku terus melihat tulisan lanjutannya. Omona!!! Apakah ini semua dia yang mengerjakan? Bagaimana bisa? Hanya dalam semalaman saja bisa sampai sejauh ini? Ini sih namanya sudah setengah jadi, tinggal survey saja untuk tema yang diambil dan selesai tugasnya. Aku melirik lagi namja yang sedang tertidur pulas, namja yang kemarin mentah-mentah menolak untuk diajak mengerjakan tugas bersama dengaku. Apa ini semua dia yang mengerjakan semalaman? Aku tidak habis pikir. Wu Yi Fan, namja macam apa dia-_-

“Aku tau aku tampan, tidak usah melihatku seperti itu” tiba-tiba aku tersadar dari lamunanku dan mendapatkan Kris sudah membuka matanya. Tertangkap basah sedang melihat wajahnya sungguh membuatku malu.

“wajahmu bahkan memerah nona Shin haha” huh namja ini percaya diri sekali

“A-ani. Aku hanya… aish sudahlah! Kau ini”

“Ah iya maaf aku ketiduran disini karena melanjutkan tugas kita, pacarmu tidak marah kan?”

Mwo? Apa katanya? pacarku? Apa yang dia maksud pacarku adalah Baekhyun?

“Mwo?”

“Baekhyun, aku tidak mau ada salah paham”

“Ah ani, dia bukan namjachinguku lagi” jawabku seadanya

“mianhae, aku tidak tau”

“Gwenchana. Aku mau mandi dulu lalu menyiapkan sarapan” aku langsung berjalan menuju kamar mandi dan setelah itu aku berniat untuk membuat sarapan.

***

Kris POV

Aku membuka pintu apartemen Hyera dan pergi karena aku tau hari ini tidak ada jadwal kuliah makanya aku langsung pulang ke rumah. Sudah dipastikan appa pasti sedang mengamuk dirumah mengingat ponselku mati sehingga ia tidak bisa menghubungiku. Dia pasti mengira aku balapan. Cih.

Aku memarkirkan mobil sport milikku dihalaman rumah. Kubuka pintu dan kulihat Appa sedang duduk menatap kearahku. Mati kau Kris!

“Darimana saja kau, nak?”

Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Appa tidak memarahiku? Ya tuhan ada keajaiban apa ini?

“Semalam aku ketiduran di apartemen temanku. Kami mengerjakan tugas akhir untuk semester ini”

“Benarkah? Waaah hebat, itu baru anak appa!”

Glek! Kutelan ludah yang ada dimulutku. Ada apa dengan appaku, apa dia salah makan?

Sudahlah, aku terlalu lelah untuk memikirkannya. Aku langsung menuju kamarku dan kembali tidur lagi dikasurku yang empuk tapi niatku terhenti saat appa menawariku sarapan.

“Ayo kita sarapan bersama”

Tiga tahun aku dan appa hidup tanpa eomma baru kali ini aku mendengar appa menawari untuk sarapan bersamaku karena memang sebelumnya setelah eomma meninggal dia sangat sibuk sekali dengan pekerjaannya.

Aku mengurungkan niatku untuk ke kamar dan duduk bersama appa dimeja makan. Kutatap makanan yang tersedia banyak sekali, suasana yang sama saat ada eomma dulu bedanya hanya kali ini bukan eomma lagi yang menyiapkan kami sarapan. Aku tersenyum kecut. Eomma aku merindukanmu.

“Jadi, bagaimana dengan tugasmu?” Appa membuka pembicaraan

“Lancar”

“Kudengar dari Kim songsaengnim kau satu tim dengan mahasiswa yang memiliki prestasi cukup baik dikampus?”

“Ne, namanya Shin Hyera”

“Ah yeoja? Pantas saja kau betah mengerjakan tugas sampai pulang pagi seperti ini” aku bisa melihat sedikit senyuman diwajah appa saat dia mengucapkan perkataannya barusan.

“Jangan berfikir macam-macam. Kami memang hanya mengerjakan tugas, appa”

“Wufan, aku tau aku belum cukup baik sebagai appa terlebih saat eomma meninggalkan kita tapi didunia ini kaulah yang benar-benar aku miliki saat ini. Umurku juga sudah tidak muda lagi, bisakah appa meminta sesuatu padamu kali ini saja” aku tau kali ini appa mulai serius dengan pembicaraan pagi ini. Aku menyudahi sarapanku dan meneguk segelas air lalu kubetulkan kembali posisi dudukku.

“Apa?”

“Bisakah kau serius kuliah dan appa mohon setelah kau lulus S1 disini lanjutlah kuliah ke New York dan jadilah direktur di Perusahaan appa. Kau tahu appa sudah tidak muda lagi dan tidak ada lagi yang bisa appa percayai untuk menggantikan appa kecuali kau Wufan, anakku satu-satunya”

Seluruh tubuhku bergetar mendengarkan kata per kata yang diucap oleh ayahmu. Sebegitu menyusahkannyakah aku selama ini sampai-sampai appaku sendiri memohon seperti itu? jujur, aku merasa bersalah atas sikapku kepada appa selama ini

***

Aku bangun dari tidurku. Kulihat jam menunjukkan pukul 3 sore. Aku langsung melangkahkan kakiku ke kamar mandi dan membasuh mukaku. Setelah ini aku ambil ponselku kan kuhidupkan lagi. Ada panggilan tidak terjawab sebanyak 50 kali! Dan semua itu adalah telpon dari appa. Pria tua itu, aku baru sadar sekarang ternyata appa tidak sepenuhnya mengacuhkanku sebagai anak. Ada perasaan hangat dalam diriku terlebih tadi pagi kami sarapan bersama dan bagiku itu adalah moment langka setelah eomma meninggalkan kami.

Aku lihat lagi ponselku dan ternyata ada pesan masuk dari nomor tidak dikenal.

Ya! Kau, kemana hah? Tidak sopan sekali langsung pergi dari apartemenku tanpa pamit. Tugas kita belum selesai babo!!!

Aku tersenyum membaca pesan itu, darimana dia tahu nomorku?  Ah aku jadi ingat ucapannya tadi pagi, bagaimana bisa dia berpisah dengan Baekhyun? Sepengetahuanku mereka selalu terlihat baik-baik saja. Tapi setidaknya kali ini aku tidak akan membuat diriku menjadi pengecut lagi.

“Yoboseyo?”

“30 menit harus sudah sampai di cafe yang kemarin. Jika tidak, aku tidak akan mau mengerjakan tugas itu lagi”

Tuttt!

Langsung saja kumatikan ponselku. Menyenangkan!

 

Author POV

Hyera sedang duduk di cafe yang kemarin dikunjunginya. Ia sedang menunggu Kris yang belum datang juga dari tadi padahal ini sudah lewat dari jam yang dijanjikan. Pandangan Hyera tertuju pada pintu masuk café, ah itu dia orangnya. Dasar namja licik, dia sendiri yang bilang tidak boleh terlambat tapi dia sendiri juga yang terlambat. Batin Hyera

“Lama menunggu?” tanya Kris dan langsung duduk.

“Ya!” jawab Hyera seadanya

“Tugasnya sudah hampir jadi kan? Aku mengerjakan itu semua semalaman”

“Sebenarnya aku tidak percaya kau yang mengerjakannya”

“Sudahlah. Aku ada ide untuk survey kita. Karena temanya Remaja dan Bisnis bagaimana jika kita survey ke tempat yang berbeda dari yang orang fikirkan?” ya, mereka memang kuliah dibidang Economy and bussinesment. Kris sebenarnya tidak suka tapi karena desakan Appanya ia harus mengambil fakultas itu supaya dia bisa melanjutkan perusahaan Appanya. Begitu juga dengan Hyera.

“Maksudmu?”

“Komunitas balapan liar” entah darimana terfikir ide itu dari kepala Kris tapi meurut dia ini hal yang menarik.

“Kau jangan becanda! Balapan liar dan bisnis mana ada hubungannya?” sergah Hyera

“Dengarkan aku dulu. Jika kita ingin mendapatkan nilai bagus maka harus mencari sesuatu yang berbeda dan diluar perkiraan oranglain. Dalam balapan, sekalipun itu balapan liar banyak sekali yang menggunakan itu untuk taruhan dan kau tidak tau kan jika mereka menang taruhan tidak sedikit diantara mereka yang menginvestasikan uangnya? Dan taruhan uang itu bukan uang yang sedikit Hyera. Jadi intinya kita survey tentang cara-cara apa saja yang dilakukan remaja untuk mendapatkan modal bisnis mereka. Jika mendapatkan dari orangtua, bukankah sudah biasa?” jelas Kris panjang lebar.

Hyera yang dari tadi mendengarkan tidak percaya bahwa Kris punya ide yang bagus juga.

“Kau, bagaimana bisa punya ide sebagus itu?” tanya Hyera takjub

“Sudahlah. Besok malam siapkan semuanya aku jemput jam 11 malam diapartemenmu”

“Mwo? Kenapa jam 11 malam? Itu malam sekali tau!”

“jangan banyak tanya, turuti saja”

Muka Hyera kembali ditekuk karena tingkah Kris yang seenaknya saja. Memang sih idenya bagus tapi kenapa harus jam 11 malam? Itu sudah larut sekali.

“Kau mau pulang tidak? Apa masih mau disini?” tanya Kris.

“Aniyo, aku pulang saja”

“Aku antar”

“Nde?”

“Anggap saja permintaan maafku karena kelakuanku kemarin dikelas membentakmu”

Tanpa basa basi mereka langsung pergi meninggalkan cafe itu, namun langkah mereka terhenti saat melihat dua orang memasuki Café dari arah pintu masuk dan akhirnya mereka berpapasan. Baekhyun dan gadis itu. Hyera mencoba untuk kuat dan melepas bayang-bayang Baekhyun dipikirannya namun dengan sigap Kris langsung merangkul Hyera dihadapan Baekhyun dan menatap namja itu dengan tajam.

Hyera merasakan darahnya berdesir cepat saat merasakan lengan Kris merangkul bahunya secara tiba-tiba. Apa yang dilakukan pria ini? Dan kenapa harus dihadapan Baekhyun dia bersikap seperti ini? Aishh belum juga Hyera tenang darahnya berdesir semakin cepat dan membuat detakan jantungnya tidak beraturan saat Kris mengatakan sesuatu padanya.

“Ayo chagi, kita pergi”

Mwo? Kris? Apa yang kau katakan!!!!! Batin Hyera.

TBC

Selesai chapter 2. Bagaimana bagaimana? Penasarankah readers lanjutannya gimana? (Author sumfeh lo pede bgt sih) hahaha mian yah kalo mengecewakan, dan aku rasa part ini jauuuuh lebih gaje dari part sebelumnya. Adegan romantic-romantisannya entar aja ya di chapter berikutnya haha. okedeh ditunggu komennya chingudeul. Sampai bertemu dichapter selanjutnya. Dadaaaah *tebar boxer Kris satu-satu ke reader*

 

 

Iklan

51 pemikiran pada “KRIS(is) Love (Chapter 2)

  1. AUTHORNYAAAAAA -_- TAUGAK AKU SENYUM SENYUM SENDIRI BACANYA, UNTUNG MALEM2 BACANYA JADI GA KETAUAN AKU LG SENYUM2 GILA KARNA KRIS AAAAA KRIS BIAS KUUUUH MUAH MUAAAH SO SWEEET BANGEEET, LANJUT CHAPTER SELANJUTNYAAAA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s