My Personal Tutor (Chapter 4)

Title: My Personal Tutor (Chapter 4)

Author: BlackDiamond

Genre: YAOI (don’t like don’t read), romance, comedy, fluff.

Pairing: Baehyun/Chanyeol (BaekYeol)

Casts: EXO (with BaekYeol as the main casts)

***

Baekhyun berjalan menuju gerbang sekolah bersama kedua orangtuanya. Ia dapat melihat murid-murid SM High School yang sedang berjalan masuk ke gedung utama bersama orangtua masing-masing. Hari ini adalah hari kelulusan murid kelas 3 SMA di SM High School.

Semenjak insiden yang terjadi di kamar Chanyeol, Baekhyun dan Chanyeol sudah tidak pernah bertegur sapa lagi. Bekhyun melihat Chanyeol yang sedang berbicara dengan orangtuanya di dalam hall sekolah, tempat acara kelulusan akan berlangsung nantinya. Mereka bertatap mata sekilas dan saling tersenyum lirih. Setelah itu, Baekhyun duduk diantara kedua orangtuanya di kursi yang tersedia.

Saat acara hendak dimulai, Chanyeol dan orangtuanya duduk di kursi paling depan, tiga baris di depan barisan Baekhyun. selama acara berlangsung, Baekhyun sering menangkap Chanyeol sedang menoleh ke belakang untuk menatapnya. Baekhyun berusaha mengabaikan Chanyeol dan mendengarkan Suho yang sedang berpidato di depan.

“Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin saya mulai mengajar murid kelas 3B, namun hari ini mereka lulus dan akan meninggalkan sekolah ini…”

Konsentrasi Baekhyun buyar karena Chanyeol terus memandanginya. Karena merasa terganggu, ia menatap Chanyeol dengan pandangan dingin. Namun, Chanyeol malah berbisik sesuatu.

“Saranghae, Baekhyun-ah…”

Meskipun Baekhyun tidak dapat mendengar, ia dapat membaca bibir Chanyeol. Perasaannya sangat tidak menentu. Jujur saja ia senang karena perasaan Chanyeol tidak berubah, tetapi ia merasa sedih dan bersalah. Apalagi sorot mata Chanyeol terlihat sangat sedih. Baekhyun memilih untuk mengalihkan pandangannya ke atas panggung agar Chanyeol berhenti menghantui pikirannya. Ia sangat lelah dengan semua tentang Chanyeol.

“Siswa yang paling sering saya hukum karena datang terlambat hampir setiap hari adalah Park Chanyeol. Tetapi, Chanyeol adalah salah satu siswa favorit saya. Seluruh sekolah pasti mengenal siapa Park Chanyeol. Maka dari itu, saya panggil dia untuk naik ke atas panggung untuk menyampaikan kesan dan pesannya untuk sekolah ini.”

Tepukan tangan dan teriakan hesteris dari para hadirin dan fans dari Chanyeol membuat ruangan semakin ramai. Baekhyun terus menatap Chanyeol yang beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke atas panggung.

“Ne, annyeonghaseyo. Saya Park Chanyeol dari kelas 3B!”

Pandangan Chanyeol terus tertuju pada Baekhyun, hingga mereka berdua bertatap mata.

“Saya mulai bersekolah di SM High School sejak kelas satu SMA. Selama tiga tahun, Suho Songsaenim adalah wali kelas saya. Jujur saja, saya bosan melihat Suho Songsaenim setiap hari… Dia juga selalu menghukum saya dan gemar memberi saya banyak sekali tugas…”

Seisi hall tertawa geli, sementara Suho menatap Chanyeol dengan pandangan membunuh dari tempat duduknya. Baekhyun tersenyum geli dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Meskipun begitu, Suho Songsaenim adalah guru yang sangat baik. Setelah acara ini berakhir, saya tidak akan bertemu Suho Songsaenim lagi, saya cukup sedih…”

Chanyeol melanjutkan pidatonya saat ia melihat seluruh mata tertuju padanya.

“Di SM High School… Saya mendapatkan banyak teman, teman baik saya adalah Kim Jongin dan Do Kyungsoo.”

Chanyeol melambai ke arah Kai dan Kyungsoo yang duduk di kursi di barisan kedua.

“Satu hal lagi… Saya ingin menyampaikan sesuatu pada Byun Baekhyun, orang yang saya cintai…”

Baekhyun membelalakkan matanya. Chanyeol sedang menatapnya dengan serius, begitu pula dengan para murid dan orangtua yang berada di dalam hall.

“Baekhyun-ah… Jujur saja, aku berusaha untuk melupakanmu. Tetapi, sampai detik ini, aku belum sanggup melakukannya. Kamu nggak mencintaiku dan aku nggak bisa berbuat apa-apa. Kamu bahkan memutuskanku secara sepihak. Aku benci kamu, aku benci kamu karena aku sadar bahwa aku nggak bisa membuang perasaan cintamu padaku… Kenapa aku harus mencintaimu seperti ini?”

Baekhyun mulai terisak, ia menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan mata Chanyeol.

“Jangan menangis, Baekhyun… Kamu tahu kan kalau aku tidak suka melihatmu bersedih? Aku ingin kamu tersenyum di hari perpisahan kita, setelah acara kelulusan ini, aku tahu kalau kamu akan menghilang dari hadapanku… Untuk selamanya… Mungkin… Karena itu, tunjukkan senyuman cantikmu padaku untuk yang terakhir kalinya…”

Baekhyun menghapus airmatanya dan menatap Chanyeol dengan senyuman pahit. Chanyeol balas tersenyum.

“Setelah ini, kita akan menempuh hidup masing-masing. Kita akan memulai hari-hari baru sebagai Park Chanyeol dan Byun Baekhyun yang baru. Tapi ingatlah, aku akan selalu mencintaimu…”

Mata Chanyeol mulai berkaca-kaca dan tangisan Baekhyun semakin menjadi.

‘Aku juga akan selalu mencintaimu…’ Lirih Baekhyun dalam hati.

“Selamat tinggal, Baekhyun… Terima kasih untuk segalanya…”

Chanyeol membungkukkan badannya dan menyerahkan micnya kepada Suho. Setelah itu, ia berjalan keluar hall.

“Andwae… Chanyeol… Jangan pergi…”

Baekhyun terisak di tempat duduknya sambil mencengkeram ujung seragamnya. Seluruh ruangan menjadi sangat hening. Rupanya seluruh manusia yang ada di sana tidak mampu berbicara setelah mendengar pidato dari Chanyeol barusan. Yang terdengar hanyalah tangisan pilu Baekhyun.

Mr. Byun dan istrinya menatap putra tunggal mereka untuk beberapa saat. Mereka shock melihat Baekhyun menangis. Baekhyun memang sering menangis, mereka tahu bahwa Baekhyun adalah anak yang mudah menangis. Baekhyun menangis saat mendapat nilai jelek, Baekhyun menangis saat meonton film drama yang menyedihkan, dan Baekhyun juga menangis saat ia terluka secara fisik. Namun, tangisan Baekhyun saat mendengar perkataan Chanyeol barusan terdengan sangat menyedihkan. Dari itu mereka mengerti bahwa Baekhyun benar-benar mencintai Chanyeol dan mereka sadar jika mereka salah. Mereka salah karena mereka telah merebut kebahagiaan Baekhyun.

Meskipun Mr dan Mrs. Byun mendidik Baekhyun dengan keras dan disiplin sejak ia kecil, mereka sangat mencintai Baekhyun melebihi apapun. Mereka memang tidak suka Baekhyun menjadi seorang gay, tetapi mereka harus menerima kenyataan bahwa putra mereka berbeda. Cinta tidak mengenal jenis kelamin, dan itu sama halnya dengan Baekhyun yang mencintai seorang namja bernama Park Chanyeol.

Mrs. Byun menepuk Pundak Baekhyun yang bergetar. Baekhyun menoleh ke arah eommanya.

“Baekhyun…”

Wanita berparas cantik itu menhapus airmata Baekhyun dengan jari-jarinya yang lentik.

“Kejar dia nak… Kejar Chanyeol…”

“E-eomma…?”

Mrs. Byun tersenyum tulus dan meraih tangan Baekhyun.

“Eomma serius… Kejarlah dia. Kamu mencintainya kan?”

“Ne…”

“Setelah itu buatlah kami bangga untuk mengakui Chanyeol sebagai menantu kami di masa depan. Appa merestui hubungan kalian mulai detik ini, begitu juga dengan eomma. Iya kan, yeobo?”

Mrs. Byun mengangguk mantap. Baekhyun tersenyum penuh haru.

“Terima kasih, eomma, appa!”

Tampa banyak bicara, ia bangkit dari tempat duduknya dan berlari keluar untuk mengejar Chanyeol.

***

Baekhyun berlari turun tangga dengan terburu-buru. Ia berusaha mencari Chanyeol yang telah menghilang entah kemana.

Namja mungil itu memutuskan untuk mencari Chanyeol diluar gedung sekolah setelah ia tidak dapat menemukannya di dalam gedung. Dan Baekhyun tersenyum ketika ia melihat sesosok namja tinggi sedang berjalan menuju pintu gerbang sekolah.

Baekhyun berlari ke arah Chanyeol dan memeluknya dari belakang. Chanyeol yang terkejut langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya Chanyeol saat menemukan bahwa Baekhyun yang memeluknya.

“B-baekhyun-ah…?”

“Jangan tinggalkan aku! Jangan!”

Baekhyun mengeratkan pelukannya di pinggang Chanyeol dan mulai menangis lagi.

“Hei… Bukankah kamu nggak mencintaiku…?”

Baekhyun menggelengkan kepalanya.

“Itu semua bohong! Aku… Aku sangat mencintaimu… Orangtuaku menyuruh kita putus karena mereka nggak mau aku menjadi seorang gay… Mereka juga mengancam akan mengeluarkanmu dari sekolah, jadi aku terpaksa memutuskanmu… Maafkan aku, Chanyeol… Tetapi aku sadar jika aku nggak bisa melupakanmu… Aku mencintaimu!”

Chanyeol tersenyum lega, ia bersyukur kepada Tuhan karena ternyata Baekhyun juga mencintainya.

“Baekhyun… Kalau kamu begini, bagaimana dengan orangtuamu?”

“Mereka sudah merestui hubungan kita… Kumohon jangan benci aku…”

Chanyeol melepaskan diri dari pelukan Baekhyun dan berbalik ke arah Baekhyun. Baekhyun kembali terisak dan menundukkan kepalanya. Chanyeol mengangkat kepala namja manis itu dengan tangannya.

“Aku nggak mungkin membencimu… Kita mulai semuanya dari awal, ne?”

Chanyeol mengulurkan jari kelingkingnya dan Baekhyun mengaitkan jari kelingking mereka berdua.

“Ne!”

Chanyeol tersenyum dan mendaratkan sebuah ciuman kecil di bibir Baekhyun. Namun, para penganggu datang.

“Ehem! You guys… Please just get a fucking room…”

“Mual lihat kalian mesra…”

Kai dan Kyungsoo memandang sepasang kekasih yang baru saja berbaikan tersebut dengan pandangan mengejek.

“Yah! Kalian nggak sopan!”

Chanyeol dan Kai mulai bertengkar, sementara Kyungsoo memilih untuk menghindari mereka dan berdiri di sebelah Baekhyun.

“Semoga bebahagia…”

Kyungsoo menepuk pundak Baekhyun dan tersenyum. Baekhyun tersenyum senang.

“Terima kasih…”

Sementara itu, seseorang menepuk pundak Kai yang sedang asyik beradu mulut dengan sengit. Merasa terganggu, Kai membentak orang itu.

“YAH! JANGAN GANGGU… Eh! Sehunnie… Gyaaa! Maafkan akuuuu! Aku nggak bermaksud membentak… Salahkan saja Chanyeol yang sudah membuatku naik darah… Maaf…”

Kai langsung panik ketika ia mengetahui bahwa Sehun lah yang menepuk pundaknya. Sejak beberapa bulan terakhir ini, Kai dekat dengan Sehun dan mulai memendam perasaan pada adik kelas tersebut.

“Ah… Jongin Hyung… Selamat atas kelulusannya… M-mohon diterima…”

Dengan malu-malu dan wajah merah, Sehun menyerahkan sebuket bunga mawar merah muda yang tertata dengan cantik bereserta hiasan yang anggun kepada Kai. Hati Kai langsung berbunga-bunga dan menerima buket mawar tersebut dengan riang gembira.

“Terima kasih, Sehun. Tapi kamu jauh lebih cantik dari bunga ini~”

Sehun tersipu malu dan menjadi salah tingkah, sementara Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo menertawakan kegombalan teman mereka.

“Mari kita rayakan kelulusanku berdua, Sehunnie! Anggap saja kita sedang berkencan.”

“K-kencan???!!!”

“Ne! Kajja!”

Kai merangkul bahu Sehun dan menggiringnya keluar sekolah tanpa berpamitan dengan ketiga temannya yang menatap mereka berdua dengan takjub.

“Sial! Kenapa cuma aku yang single???”

Kyungsoo meratapi nasibnya yang sial.

“Hahahaha! Aku yakin kamu pasti menemukan jodohmu, Kyungsoo!”

“Ne! Hwaiting!”

Kyungsoo menatap BaekYeol couple, ia mencibir. Mudah sekali mereka berbicara seperti itu? Mereka tidak mengerti bagaimana rasanya menjomblo seorang diri.

“Ah! Ternyata kalian disini!”

Suho menghampiri mereka bertiga. Rupanya upacara kelulusan telah berakhir.

“Wah! Pidatomu tadi sangat hebat, Chanyeol!”

“Ah, songsaenim… Jadi malu saya…”

“Cih. Memangnya kamu punya malu? Tapi aku turut berbahagia untuk kalian berdua!”

“Terima kasih!”

Setelah mengobrol untuk beberapa saat, Suho menatap Kyungsoo, murid yang disukainya selama ini. Namun, Suho tidak berani menyatakan cintanya karena status mereka sebagai guru dan murid.

“Kyungsoo… Kamu nggak pulang?”

“Ah, saya mau jalan pulang sebentar lagi, songsaenim.”

“Umm… Biar aku antar kamu pulang. Rumahmu kan cukup jauh…”

“Ah, saya nggak mau merepotkan…”

Suho menarik lengan Kyungsoo.

“Tidak ada penolakan! Ayo ikut! Kamu nggak merepotkan sama sekali. Songsaenim-mu ini akan sangat gembira kalau kamu mau diantar pulang…”

“Baiklah…”

Suho tersenyum riang dan menarik Kyungsoo menuju mobilnya setelah berpamitan dengan Chanyeol dan Baekhyun.

“Benar kan? Tuh dia sudah menemukan jodohnya. Tinggal tunggu si bodoh Kyungsoo itu untuk membuka hatinya untuk Suho Songsaenim.”

“Ne, mereka lucu sekali!”

“Kajja, kita kencan!”

“Ne!”

Mereka berdua berjalan bergandengan tangan keluar sekolah.

***

3 tahun kemudian…

Suara klakson mobil terdengar di depan kediaman keluarga Byun. Baekhyun langsung panik, ia menghabiskan sarapannya dengan terburu-buru dan meraih tasnya.

“Eomma, appa, aku pergi dulu! Chanyeol sudah menjemput di depan!”

“Ne, hati-hati!”

Baekhyun berlari keluar dan masuk ke dalam mobil Porsche hitam milih kekasihnya. Ia mengecup pipi Chanyeol sekilas dan mengucapkan selamat pagi.

Baekhyun dan Chanyeol berkuliah di Seoul University, namun mereka beda jurusan. Baekhyun mangambil kuliah kedokteran, sementara Chanyeol di bidang bisnis. Tetapi mereka bersyukur karena mampu berkuliah bersama di universitas top.

“Sampai nanti, Chanyeol!”

“Ne! Aku tunggu kamu di mobil, setelah itu kita akan dinner berdua. Kamu mau kan?”

“Tentu saja!”

Chanyeol dan Baekhyun berpisah dan menuju kelas masing-masing. Di perjalanannya menuju kelas bisnis, Chanyeol mengeluarkan sesuatu dari tas hitamnya dan menatap benda itu dengan senyuman penuh arti. Benda itu berbentuk persegi dan berwarna biru tua, di dalamnya terdapat sebuah cincin berlian yang indah tetapi tidak terlalu feminin. Cincin itu akan ia gunakan untuk melamar Baekhyun nanti malam.

*** The End ***

 

                Akhirnya fic ini tamat juga~

Thanks for reading, guys ❤

I love you all

Ternyata ada yang mau baca fic abal ini *terharu*

Btw, author pengen bikin side story ttg hubungan sehun dan kai, gimana menurut readers semua? Kalau ga ada yang mau baca, ya ga jadi hehehe

Sekali lagi, makasih banyak semuanya ❤

35 pemikiran pada “My Personal Tutor (Chapter 4)

  1. Happy ending deh, walaupun awalnya g d setujuin tp akhirnya baekyeol tetap bersama.
    Semoga chanyeol berhasil ngelamar baekhyun nya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s