Park Chanyeol Not A Single Man! (Chapter 1)

Tittle: Park Chanyeol Not A Single Man!

 

Author: Park Ha Rin (@rialohasarap)

 

Genre: Romance, Angst, Friendship, Humor (gak yakin juga sih=_= *author labil*)

 

Cast:

– Park Chanyeol (Chanyeol EXO K)

– Lee Haerin (OC)

– Other EXO Member

– Other OC

 

Length: Serial

 

Rating: T (maybe? *digetok*)

 

Disclaimer:

Semua casts (kecuali OC) adalah milik Tuhan, orangtua masing-masing, management-nya, fans, dan author. Ide cerita sepenuhnya milik author.

 

Warning: Abal, (sedikit) OOC, typo(s), tidak sesuai EYD, ER, kalau ada nama yang asing itu berarti cuma OC.

 

Summary:

”Aku mencintaimu, Haerin-ah. Jangan tinggalkan aku, bagaimanapun kondisiku. Jebal..”

Di halte bus terlihat seorang namja tinggi sedang bersandar pada tiang halte. Namja tersebut mengenakan jaket dengan hodie dan topi yang menutupi separuh mukanya. Mirip teroris, tapiwajahnya terlihat berseri-seri. Senyuman terus menghiasi wajahnya.

 

”Oppa!”

 

Sebuah teriakan langsung membuat namja itu celingukan, mencari sumber suara. Saat dilihatnya seorang yeoja imut sedang berlari ke arahnya, senyumnya semakin merekah. Namja itu langsung memegang kedua bahu mungil itu saat sang yeoja sampai di hadapannya dengan napas putus-putus.

 

”Apa kau gila, Oppa? Kenapa kau mengajakku bertemu di sini? Kau mau semua orang melihat kau bersamaku?” Yeoja itu langsung menyerangnya dengan pertanyaan.

 

”Tenang dulu, chagiya.. Aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan. Apa kau tidak mau, hm?” Namja itu bertanya dengan santai, tentu saja senyumnya masih mengembang.

 

”Tentu saja aku mau, Oppa, tapi kan….”

 

”Tidak ada tapi-tapian! Setelah ini mungkin saja kita akan semakin sulit bertemu. Kajja!” Seketika tangan mungil sang yeoja langsung ditarik oleh namja itu, mengajaknya masuk bus. Sedangkan yeoja itu tidak mempunyai pilihan lain selain menurut.

 

***

 

”Oppa, apa tidak apa-apa kau jalan-jalan denganku?” tanya Lee Haerin, yeoja berparas imut, kepada Park Chanyeol, namja jangkung yang saat ini sedang menggenggam tangan mungilnya. Park Chanyeol menoleh padanya dan sedikit menunduk.

 

”Gwenchana, chagiya.. Kau tidak perlu khawatir,” Lagi-lagi namja itu tersenyum lebar. Perlahan kedua ujung bibir Haerin tertarik ke atas, membentuk sebuah senyuman.

 

”Apa kau masih akan menemuiku setelah debut nanti, Oppa?” tanya yeoja itu takut-takut.

 

Chanyeol menghela napas. ”Semoga saja,” Tangan besarnya mengusap kepala yeoja itu sayang.

 

”Oh iya, kapan sebenarnya kau mulai debut, Oppa?”

 

”Besok lusa.”

 

”Mwo!? Benarkah!? Aigo… Aku belum punya tiketnya.. Eottokhe?” Tiba-tiba saja Haerin panik. Chanyeol malah tersenyum melihat wajah panik yeojachingu-nya itu. ”Oppa.. Mianhae.. Sepertinya aku tidak bisa melihatmu saat debut nanti…” Jelas tersirat penyesalan di suara Haerin, membuat Chanyeol merasa bersalah juga.

 

Namja jangkung itu mengambil sesuatu dari saku celananya, mengulurkannya pada Haerin, tepat di depan wajah yeoja itu. Mata Haerin langsung terbelalak lebar, lalu menatap Chanyeol minta penjelasan.

 

”Tiket showcase-ku. Untuk berjaga-jaga kalau kau belum membelinya, dan ternyata aku benar, bukan?” ucap Chanyeol sambil tersenyum.

 

Mata Haerin berkaca-kaca. Sedetik kemudian ia melingkarkan tangannya pada leher jenjang Chanyeol, menariknya dalam pelukan. Chanyeol sedikit terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu. Tapi akhirnya ia membalas pelukan itu, melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Haerin.

 

”Gomawo, Oppa..” Suara Haerin terdengar parau. Ia menangis karena terlalu senang.

 

”Cheonma, Haerin-ah.. Kau harus datang, ne?”

 

Haerin cepat-cepat mengangguk. ”Pasti, Oppa. Pasti..”

 

Chanyeol melepaskan pelukan mereka, membingkai wajah Haerin dengan tangannya, dan mengusap air mata di pipi Haerin dengan ibu jarinya. ”Jangan menangis..”

 

Perlahan Haerin tersenyum, lalu mengangguk perlahan.

 

”Ajaklah temanmu, jangan sampai kau datang sendiri. Arraseo?”

 

Haerin mengangguk lagi. ”Arraseo, Oppa.”

 

Mereka kembali berpelukan.

 

***

 

”Haerin-ah, kau serius mengajakkuke showcase EXO?” Lee Jinra menatap Haerin tidak percaya. Ia menatap Haerin dan tiket showcase EXO di tangannya secara bergantian.

 

EXO adalah boyband baru di Korea. Terdiri dari dua belas namja tampan yang memiliki talenta menari dan menyanyi. Chanyeol menjadi salah satu anggotanya. Selain Chanyeol, juga ada Suho, Baekhyun, Kai, D.O atau Kyungsoo dan maknae Sehun, mereka masuk subgrup EXO, EXO K. Sedangkan enam sisanya—Kris, Luhan, Xiu Min, Chen, Lay dan Tao—masuk subgrup EXO M. Kedua subgrup itu akan menjajaki dua negara yang berbeda. EXO K di Korea dan EXO M di China. Tapi mereka akan tampil bersama di showcase nanti.

 

”Ne. Kau tidak mau? Baiklah, aku akan mengajak yang lain saja…” Haerin melayangkan tangannya, berusaha mengambil tiket di tangan Jinra. Tapi sahabatnya itu bergerak lebih cepat, tiket itu disembunyikannya di punggungnya.

 

”Aku mau! Tentu saja aku mau! Aku akan melihat Kai Oppa! Kyaaa!!” Haerin menutup kedua telinganya. Jinra berteriak sangat keras, membuat beberapa teman menoleh ke arah mereka. Haerin terpaksa mengarang cerita untuk menghindari amukan teman-teman sekelasnya.

 

”Ah, iya, Haerin-ah, dari mana kau dapatkan tiket ini? Sepertinya baru kemarin kau cerita padaku kalau kau tidak mempunyai uang untuk membeli tiket,” Jinra mengangkat sebelah alisnya, heran.

 

”A.. Itu.. Aku mendapatkannya dari umma. Ne, aku mendapatkannya dari umma!” jawab Haerin cepat. Aigo, tentu saja ia tidak bisa mengatakan kalau ia mendapatkannya dari Chanyeol. Bisa hancur karir namja itu sebelum dimulai.

 

Dan syukurlah Lee Jinra mempercayai kata-katanya. Yeoja itu langsung sibuk dengan pikirannya sendiri. Membayangkan apa yang akan dilakukannya besok, mungkin.

 

Haerin mengambil ponsel di dalam tasnya, menatap foto yang terpampang di layarnya. Ia tersenyum menatap foto itu. Fotonya bersama Park Chanyeol, namja yang sebentar lagi akan menjadi idol itu…

 

Tiba-tiba ponselnya berdering, mengagetkan Haerin yang sedang asyik melamun. Saat melihat nama penelepon, senyum Haerin semakin merekah. ”Jinra-ah, aku mau ke kamar mandi sebentar.” Tanpa menunggu jawaban Jinra, Haerin melesat menuju kamar mandi.

 

”Yobboseo, Oppa?” sapa Haerin setelah ia masuk dalam salah satu bilik kamar mandi.

 

”Haerin-ah.. Aku kangen…” Suara Chanyeol di seberang sana terdengar sangat lemas. Wajah Haerin mendadak cemas.

 

”Oppa? Gwenchana?”

 

”Aku baik-baik saja, chagiya.. Aku hanya… sedikit lelah..”

 

”Kalau begitu kau harus beristirahat, Oppa.. Minumlah air putih yang banyak, dan jangan lupa minum vitaminmu. Jangan sampai kau jatuh sakit!”

 

”Aigo.. Kau mulai cerewet seperti umma-ku saja, chagi..” Chanyeol tertawa. ”Tapi gomawo, aku pasti akan menuruti kata-katamu. Ah, mendengar suaramu saja membuatku sangat bersemangat.”

 

Pipi Haerin merona, untung saja Chanyeol tidak bisa melihatnya.

 

”Aku tahu! Pasti wajah imutmu itu sedang merona, bukan?” Chanyeol seakan mengetahui apa yang sedang dipikirkan Haerin. Seketika Haerin mencibir.

 

”Kau menyebalkan, Oppa!”

 

Chanyeol kembali tertawa. ”Ah, aku harus segera pergi. Mianhae, chagi, aku akan meneleponmu lagi nanti. Saranghae!”

 

”Na…”

 

Klik.

 

”..do saranghae, Oppa..” Haerin menghela napas.

 

***

 

Sementara itu, di tempat latihan EXO…

 

”Ya! Park Chanyeol! Hentikan tarianmu itu! Kau terlalu bersemangat sampai hampir saja memecahkan cermin itu!” teriak Suho, sang leader, kepada Chanyeol yang sedang asyik menari-nari di depan cermin besar di sana. Seketika Chanyeol berhenti menari, dan menatap Suho dengan wajah menyesal, tapi terlihat jelas raut keriangan di sana.

 

”Mianhae, Hyung. Aku sedang senang hari ini,” ucapnya.

 

”Aneh sekali seorang Park Chanyeol tiba-tiba bersemangat. Padahal tadi wajahnya terlihat kelelahan,” timpal Baekhyun, namja imut bersuara emas.

 

”Baekhyun Hyung, ternyata kau memperhatikanku, gomawo!” Chanyeol merentangkan kedua tangannya ke depan, hendak memeluk Baekhyun. Tapi namja mungil itu malah berlari menjauhi Chanyeol.

 

”Aku akan menendangmu kalau kau memelukku!” ancam Baekhyun, membuat Chanyeol tertawa.

 

”Sudahlah, kalian jangan saling berteriak lagi. Di mana Kyungsoo, Sehun dan Kai? Aku ada pengumuman penting,” ucap Suho, sekalian melerai dua namja itu.

 

Chanyeol mengangkat kedua bahu lebarnya. ”Entahlah, Hyung. Aku tidak melihat mereka sejak tadi,” Chanyeol kembali menggerakkan tubuhnya, menari.

 

”Tentu saja, daritadi kau hanya senyum-senyum setelah menelepon dan menari seperti orang gila,” sahut Baekhyun, yang langsung mendapatkan death glare dari Chanyeol.

 

”Diamlah, Baekhyun Hyung.. Aku benar-benar akan memelukmu nanti,” ancam Chanyeol, membuat Baekhyun bungkam. Chanyeol kembali tertawa sebelum meneruskan tariannya.

 

Suho hanya geleng-geleng melihat kedua dongsaeng-nya yang kadang terlihat akur, kadang seperti anjing dan kucing. Sang leader itu pun mengeluarkan ponselnya, menghubungi ketiga anggota yang entah berada di mana.

 

”Kyungsoo-ah, di mana kau?” tanya Suho setelah Kyungsoo mengatakan ”Yobboseo” di seberang sana.

 

”Ah, aku sedang di kantin, Hyung, ada apa?”

 

”Apa Sehun dan Kkamjong bersamamu?”

 

”Ne,”

 

”Cepatlah kembali, ada sesuatu yang ingin kusampaikan pada kalian.”

 

Tiga puluh menit kemudian, dua belas namja sudah berkumpul di ruang makan dorm mereka.

 

Dorm?

 

Ya, mereka berdua belas disatukan dalam dorm yang tidak terlalu luas berisi tiga kamar saja. Alhasil, satu kamar diisi empat orang. Sebenarnya itu dorm EXO K, tapi karena besok mereka akan debut bersama, akhirnya mereka disatukan dalam satu dorm.

 

”Aku akan bertanya pada kalian, dan tolong jawab dengan jujur. Ini menyangkut karir kita sebagai idol di sini,” ucap Suho, membuka pembicaraan.

 

Semua anggota mengangguk.

 

”Cepat katakan, Hyung. Aku sudah penasaran,” timpal Sehun.

 

”Baiklah.. Adakah di antara kalian yang memiliki yeojachingu?” tanya Suho. Sejenak keheningan menguasai.

 

Chanyeol merasa ini bukan sesuatu yang baik. Ia melirik teman-temannya. Mereka semua terdiam. Belum ada yang mempunyai inisiatif untuk menjawab pertanyaan Suho.

 

”Kris Hyung, apa kau mempunyai yeojachingu?” Entah karena frustasi tidak ada yang menjawab pertanyaannya atau apa, akhirnya Suho memutuskan untuk bertanya pada mereka.

 

Kris menggeleng. ”Ani, aku tidak punya yeojachingu,” jawab Kris mantab.

 

Suho menatap Luhan, ”Luhan Hyung?”

 

Luhan juga menggeleng.

 

Sampai akhirnya Suho menatap Chanyeol. ”Chanyeollie, kau punya yeojachingu?”

 

Chanyeol susah payah menelan salivanya. Sungguh, ia tidak tahu harus menjawab apa sekarang. Kalau ia jujur, ia takut sesuatu yang buruk terjadi. Aigo.. Apa yang harus dikatakannya?

 

”Cih, namja seperti Chanyeol mana mungkin punya yeojachingu,” celutuk Baekhyun tiba-tiba, membuat Chanyeol dan Suho menoleh padanya.

 

”Ya! Byun Baekhyun! Jangan sembarangan kalau bicara!” Chanyeol menjulurkan tangannya, hendak menjitak kepala Baekhyun, tapi namja mungil itu segera menghindar.

 

”Kenapa? Apa kau mempunyai yeojachingu, Yeolli?” tanya Baekhyun.

 

”Tentu saja tidak!” Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Chanyeol, semua orang tertawa mendengarnya, termasuk Suho.

 

”Kau berlagak tidak terima dengan ucapan Baekhyun Hyung, tapi ternyata kau tidak punya yeojachingu, Hyung!” ucap Kai disela tawanya.

 

Sedangkan Chanyeol ternyata baru menyadari apa yang dikatakannya. Yah, sudah terlanjur.

 

”Syukurlah kita semua tidak memiliki yeojachingu, jadi ini tidak akan menghambat karir kita,” kata Suho.

 

”Memangnya kenapa kalau kita punya yeojachingu, gege?” tanya Tao, maknae di EXO M.

 

”Management tidak mengizinkan kita memiliki yeojachingu. Itu bisa mengganggu konsentrasi kita sebagai idol,” jelas Suho.

 

Glek.

 

Lagi-lagi Chanyeol susah payah menelan salivanya.

 

”Ah, lagipula katanya fans di sini itu terkenal kejam. Mereka tidak suka idolanya dekat dengan orang lain. Katanya mereka suka menyerang, bukan hanya batin yang disiksa mereka, tapi fisik bisa juga,” Luhan ikut menjelaskan.

 

”Apa itu benar, Hyung?” tanya Chanyeol cepat, terlalu cepat.

 

Suho mengangguk. ”Ne, Chanyeollie. Maka dari itu, management melarang kita berpacaran. Setidaknya selain untuk menyelamatkan karir kita, juga menyelamatkan yeoja yang dekat dengan kita.”

 

Chanyeol menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, dan menghela napas berat. Ia tidak mendengarkan perbincangan teman-temannya. Ia terlalu sibuk berpikir bagaimana caranya menyembunyikan statusnya.

 

Malam harinya, Chanyeol tidak bisa tidur. Daritadi namja jangkung itu hanya bergerak-gerak tidak jelas, mencari posisi yang pas agar bisa tidur nyenyak. Tapi tetap saja ia tidak bisa tidur. Akhirnya Chanyeol duduk, menatap sekeliling kamarnya. Terlihat Baekhyun, Chen dan Xiu Min sudah tertidur pulas.

 

Chanyeol meraih ponselnya. Sudah pukul satu malam, pasti Haerin sudah tidur. Chanyeol hampir saja mengurungkan niatnya untuk menelepon Haerin, kalau saja ia tidak ingat ia akan semakin sulit menghubungi Haerin.

 

”Mianhae, Haerin-ah,” gumam Chanyeol pelan. Lalu ia keluar kamar, celingukan ke sana ke mari. Setelah merasa aman, Chanyeol menyalakan televisi dengan volume rendah dan menghempaskan tubuhnya pada sofa. Jari-jari panjangnya menekan beberapa nomor, dan menempelkan ponsel pada telinga.

 

”Yobboseo…” Terdengar suara serak di seberang sana. Ah, rupanya Haerin memang sudah tidur, dan sekarang Chanyeol mengganggu tidurnya.

 

”Haerin-ah, mianhae aku mengganggu tidurmu. Aku merindukanmu,”

 

***

 

”Haerin-ah, mianhae aku mengganggu tidurmu. Aku merindukanmu,”

 

Mata Haerin langsung terbelalak sempurna saat mendengar suara sang penelepon. Ia memastikannya dengan melihat layar ponsel. Ternyata benar Chanyeol yang menelepon. Ia tidak memperhatikan karena sudah mengantuk.

 

”Ah, gwenchana, Oppa.. Oppa belum tidur?” Haerin bangun, berjalan menuju balkon. Wajahnya terlihat cerah. Akhirnya Chanyeol meneleponnya lagi.

 

”Aku tidak bisa tidur, karena aku merindukanmu,” jawab Chanyeol, terselip tawa di ucapannya.

 

Wajah Haerin merona. ”Dasar, Oppa! Kau harus tidur, besok showcase EXO dimulai, kan?”

 

”Aku tidak akan tidur sebelum kau menciumku,”

 

Semakin merona saja wajah imut Haerin. ”Pabbo! Bagaimana bisa aku menciummu? Kita kan terpisah jarak, Oppa…”

 

”Berarti kalau kita dekat, kau akan menciumku?” goda Chanyeol.

 

Haerin mengumpat dalam hati. ”Berhentilah menggodaku dan segera tidur, Park Chanyeol!” seru Haerin galak. Terdengar tawa Chanyeol di seberang sana.

 

”Baiklah, baiklah… Tapi sebelumnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” Suara Chanyeol terdengar melunak dan sedikit tegang.

 

”Apa?”

 

”Percayalah padaku, Haerin-ah..”

 

Haerin menghela napas. ”Aku selalu percaya padamu, Oppa..”

 

”Gomawo, jeongmal saranghae, chagi..”

 

”Nado saranghae, Oppa..”

 

”Kau besok datang, kan?”

 

”Tentu saja. Aku datang bersama Jinra. Kau harus tampil maksimal besok!”

 

Terdengar kembali tawa Chanyeol. ”Siap, bos! Aku akan menemuimu setelah showcase selesai.”

 

”Aku tidak terlalu berharap.. Kau pasti akan segera ditarik pergi setelah showcase selesai. Tidurlah sekarang, kau harus tampil maksimal besok. Jangan mengecewakan penggemarmu!”

 

”Ah, kau cerewet sekali, chagi.. Tapi itulah yang membuatku merindukanmu. Baiklah, aku akan tidur. Kau juga harus tidur, ne?”

 

”Ne, Oppa..”

 

”Jaljayo, mimpi indah, chagi.. Saranghae..”

 

”Nado, Oppa..”

 

Klik.

 

Haerin menguap. Ternyata ia masih ngantuk berat. Setelah menutup pintu balkon, yeoja itu kembali meringkuk di bawah selimut tebalnya. Belum ada satu menit, ia kembali terlelap.

 

***

 

Chanyeol menutup mulutnya yang menguap dengan satu tangan. Yah, akhirnya dia bisa tidur walaupun hanya tiga jam. Dan tentu saja ia sangat mengantuk sekarang.

 

”Ada apa, Park Chanyeol? Tumben sekali kau menguap saat latihan? Semalam tidak tidur?” tanya Luhan.

 

Chanyeol hanya mengangguk lemah. ”Ne, Hyung. Aku terlalu gugup dengan showcase nanti, jadi tidak bisa tidur,” dustanya.

 

”Gugup? Seorang Park Chanyeol gugup? Benarkah?” tanya Kai tidak yakin. Ia tahu hyung-nya itu adalah tipe easy going, terlalu santai malah.

 

”Diamlah kau, anak kecil,” Tuk. Chanyeol berhasil menjitak kepala Kai.

 

”Sudah, jangan ribut pagi-pagi. Kita harus segera ke Olympic Hall untuk bersiap-siap,” ucapan Kris akhirnya melerai Chanyeol dan Kai yang hampir bertengkar.

 

Akhirnya dua belas namja itu bersiap-siap berangkat ke Olympic Hall, tempat showcase mereka akan dilaksanakan.

 

Setelah masuk dalam van, Chanyeol mengambil ponselnya, mengetik pesan untuk Haerin.

 

To: Haerin-ah

Aku akan ke Olympic Hall sekarang ^^ Doakan semoga latihan kami di sana lancar ^^

 

Tidak lama, ponselnya berdering. Pesan masuk dari Haerin.

 

From: Haerin-ah

Ne, hwaiting Oppa! ^^ Jangan lupa makan dan minum vitamin ^^

 

Chanyeol tersenyum. Tapi tiba-tiba…

 

Sret.

 

Chanyeol kehilangan ponselnya. Namja itu segera menoleh ke samping, pada Baekhyun yang sekarang menguasai ponselnya.

 

”Waw! Pesan dari seorang yeoja, Yeollie?” tanya Baekhyun pada Chanyeol. Suara Baekhyun cukup keras, membuat yang lain menoleh pada mereka.

 

Chanyeol menghela napas. Ia harus tetap tenang. Jangan sampai rahasianya terbongkar. ”Ne, dia salah satu penggemarku. Kembalikan, Hyung..” Chanyeol menjulurkan tangannya, hendak merebut ponsel itu. Tapi Baekhyun malah menyerahkannya pada Suho.

 

”Kau tidak dengar tadi ponsel harus dikumpulkan? Tidak ada yang boleh memegang ponsel sampai showcase selesai,” ucapan Baekhyun membuat Chanyeol terkejut.

 

Sampai showcase selesai? Bagaimana ia bisa menghubungi Haerin kalau begitu?

 

”Kau tidak akan panik kalau kau tidak memiliki yeojachingu, Park Chanyeol,” gumam Baekhyun pelan, nyaris seperti bisikan, sambil menepuk bahu Chanyeol.

 

***

 

”Kyaa! Kim Jong In!”

 

”Oh Sehoon!”

 

”Luhan!”

 

”Kris!”

 

Haerin merasa seperti tersesat di antara ribuan manusia bar-bar yang hobi berteriak. Ia menutup telinganya dengan kedua tangannya. Ia tidak suka berada di tempat ramai, tapi kali ini ia harus. Teriakan masih membahana di penjuru tempat showcase EXO, padahal mereka belum tampil. Bagaimana kalau nanti mereka semua tampil? Semoga Haerin masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menonton showcase sampai selesai.

 

Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu ribuan orang itu tiba. EXO!

 

Dan yang menjadi perhatian Haerin hanya satu. Namja tinggi di panggung itu. Rambutnya dikeriting, entah kenapa Haerin kurang suka melihatnya.

 

”Park Chanyeol!” teriaknya. Namun pastilah teriakan itu tenggelam di antara teriakan-teriakan penonton yang lain.

 

Tanpa sadar, Haerin juga ikut berteriak sampai showcase selesai. Puas! Ia sangat puas melihat Chanyeol! Apalagi saat melihat namja itu melakukan rap bersama rekannya, Kris.

 

Dan yang membuat Haerin sangat senang adalah, saat EXO menjawab beberapa pertanyaan dari fans. Saat itu, ia berteriak sekeras-kerasnya memanggil nama Chanyeol, dan yang terjadi kemudian? Pandangan Chanyeol dan pandangannya bertemu, dan sedetik kemudian Chanyeol tersenyum amat manis sambil melambaikan tangan pelan. Haerin sangat bahagia, walaupun penonton-penonton di sebelahnya berteriak mengira Chanyeol tersenyum pada mereka.

 

”Aku sangat senang, Haerin-ah! Kau lihat Kai tadi? Aigo, dia sangat memesona!” seru Jinra kegirangan. Saat ini mereka berjalan keluar dari lokasi.

 

Haerin hanya menanggapi dengan senyum. Baginya hanya Chanyeol yang memesona.

 

”Aku baru tahu kalau kau mengidolakan Park Chanyeol, Haerin-ah,” celutuk Jinra, membuat Haerin menoleh padanya.

 

”Memangnya kenapa? Chanyeol Oppa tampan kok, dia tinggi dan sangat keren!”

 

Jinra tertawa mendengar ucapan Haerin. ”Ya, ya, aku tahu, Park Chanyeol memang sangat tinggi. Dia lebih tinggi dari Kai, tapi tidak lebih tinggi dari Kris,” Ia tertawa lagi.

 

Haerin hanya menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba ia teringat ucapan Chanyeol tadi malam, bahwa Chanyeol akan menemuinya setelah showcase selesai. Tapi nyatanya, namja itu tidak menghubunginya lagi setelah mengirim pesan tadi pagi. Yah, mungkin mereka sangat sibuk, Haerin mencoba berpikir positif saja.

 

***

 

Sementara itu, di belakang panggung…

 

”Hyung, bisakah kuambil ponselku sekarang?” tanya Chanyeol pada Suho.

 

”Ada apa, Chanyeollie? Kita baru saja selesai,” sahut Suho sambil menghempaskan tubuhnya pada kursi.

 

”Ada sesuatu yang penting, Hyung. Umma-ku menyuruhku untuk meneleponnya kalau showcase sudah selesai,” Berbohong lagi.

 

Suho menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia meraih tas ranselnya, mencari-cari sebuah ponsel dan menyerahkannya pada Chanyeol. ”Cepatlah telepon umma-mu dan segera kembali ke sini kalau kau tidak mau pulang sendirian.”

 

Chanyeol menerima benda itu sambil tersenyum senang. ”Tidak apa-apa kok kalau kalian mau pulang duluan, gomawo, Hyung!”

 

”Hey, akan jadi masalah kalau kau pulang sendirian, Park Chanyeol!” seru Suho pada Chanyeol yang berlari menuju kamar mandi.

 

Sesampainya di kamar mandi, Chanyeol segera menghubungi Haerin. Agak lama Chanyeol menunggu sampai Haerin mengangkat teleponnya.

 

”Yobboseo, Oppa?” sapa Haerin. Akhirnya…

 

”Haerin-ah, bisa kita bertemu sekarang?”

 

”Ah? Mianhae, Oppa, bukannya aku tidak mau, tapi kau harus beristirahat. Kau pasti sangat capek, bukan?”

 

Chanyeol mendecak mendengar jawaban Haerin. Tidakkah yeoja itu tahu betapa ia merindukannya? ”Apa kau sudah pulang, Haerin-ah?”

 

”Belum, Oppa. Aku rasa aku harus menunggu jalanan sedikit sepi sebelum pulang,”

 

”Kalau begitu, di mana kau sekarang?”

 

”Eh? Aku di kamar mandi dekat pintu keluar. Ada apa?”

 

Chanyeol tidak menjawab pertanyaan Haerin, melainkan langsung berlari ke tempat yeoja itu. Saat hampir sampai, Chanyeol menyadari satu hal. Ia tidak membawa atribut apapun untuk menyamar. Bagaimana caranya ia bisa lolos menerobos kerumunan orang-orang di sana?

 

”Haerin-ah? Bisakah kau keluar dan menemuiku di dekat panggung?” tanya Chanyeol, ia belum menutup teleponnya dari tadi.

 

”Hah? Tapi, Oppa…”

 

”Jebal, Haerin-ah.. Aku sangat ingin bertemu denganmu sekarang,” Chanyeol memelas. Terdengar desahan napas Haerin di seberang.

 

”Baiklah, Oppa. Tunggu aku di sana,” Klik.

 

Chanyeol tersenyum dan segera berjalan menuju tempat janjiannya bersama Haerin.

 

Tidak sampai lima menit, orang yang ditunggunya sudah datang. Betapa bahagianya Chanyeol dapat melihat wajah yeoja yang dicintainya lagi. Chanyeol berjalan mendekat, lalu menarik Haerin dalam pelukannya.

 

”Aku merindukanmu, Haerin-ah.. Sangat-sangat merindukanmu,” bisik Chanyeol.

 

”Nado, Oppa.. Aku juga sangat merindukanmu..” balas Haerin.

 

Sejenak keheningan melanda, Chanyeol hanya mengusap rambut panjang Haerin dan Haerin lebih memilih diam.

 

”Haerin-ah, aku ada satu permintaan untukmu.. Tapi berjanjilah akan mengabulkannya,” ucap Chanyeol pada akhirnya.

 

”Hm, ne.. Apa itu, Oppa?” Chanyeol melepaskan pelukannya, memegang kedua tangan Haerin dan menatap matanya dalam-dalam.

 

”Aku mencintaimu, Haerin-ah. Jangan tinggalkan aku, bagaimana pun kondisiku. Jebal…”

 

***

 

Chanyeol baru saja keluar dari kamar mandi, tubuhnya sangat lelah, tapi besok mereka harus berangkat ke Beijing untuk meneruskan showcase. Setelah berganti baju, Chanyeol menghempaskan tubuhnya di ranjang, sebelah Baekhyun. Selama beberapa saat, Chanyeol hanya mengerjapkan matanya menatap langit-langit kamar.

 

”Yeollie, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”

 

Chanyeol terkejut mendengar suara pelan itu. Ia memutar kepalanya dan mendapati Baekhyun sedang menatapnya. ”Apa, Hyung?”

 

”Mian kalau ini menyinggung perasaanmu. Apakah kau memiliki yeojachingu, Yeollie?”

 

### TBC ###

 

*usap keringat pake tangan Chanyeol* #eh

Mohon komentarnya, Chingu ^^

Gomawo ^^ *bow*

Iklan

19 pemikiran pada “Park Chanyeol Not A Single Man! (Chapter 1)

  1. Wahh bener bener dah chanyeol sayang banget sama yeojanya 😉 andai itu saya hhaha *plak. Hem sepertinya baekki tahu deh oke d tunggu selanjutnya

  2. Lanjut thor!
    Aku ga kbayang klo jdi pacar seorang calon idol,walaupun senang tp pasti ada rasa khawatir yg brkecamuk*apaansih?

    Baekchan><
    baekhyun shinchan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s