Feline Story (Chapter 1)

Feline Story

 

Author                          :  Delanika Olympiani T.C (Delanika)

Genre                            : Family

Cast                                :  -Shin Sung Gi (OC)

-Oh Sehun (Sehun)

-Kim Jong In (Kai)

-Kim Jong Dae (Chen)

-Zhang Yi Xin (Lay)

-Dan cast-cast lainnya.

Rate                               : PG15

Length                           : Two Shoots

Summary                      :  “Ah, aku kenapa? Kok jadi berubah? Mukaku? Teligaku? Badanku? Hiaaa!”     Ada buntut!”

Meesage from author:    Pada tau apa artinya feline ga? Feline itu sebangsa kucing gitu. Tapi author  nerjemahinnya feline itu kucing *maksa*. Semoga para readers suka, dan ceritanya ga ngebosenin. Jangan lupa comment ya readers 😀

(=^.^=)

 

Laboratorium Seoul National University. Jum’at, 29 Desember 2050. 15.00 KST

-Shin Sung Gi POV-

“Sung Gi! Ramuan yang aku buat sudah jadi nih. Apa kau mau menjadi kelinci percobaan ku mencicipi ramuan ini? Sudah aku buatkan khusus rasa vanilla untukmu. Cicipi yah?”, tawar temanku, Kim Hani, temanku yang sangat suka bereksperimen, bukan sangat suka, melainkan sudah seperti ketagihan. Tapi ramuan yang dia buat kadang-kadang suka tidak berhasil. Tapi anehnya aku mau bersahabatan dengannya.

“Ah, andwe! Aku tidak mau! Mau rasa vanilla, coklat, melon, strawberry, apapun lah, aku tidak akan mau! Ramuanmu jarang ada yanga berhasil! Kau masih ingat, Lee Junmi? Kau menjadikannya kelinci percobaan, untuk mencicipi ramuanmu, alhasil, dia jadi suka mengelus-elus pipiku, badanku, rambutku. Menggelikan!”,tolakku mentah-mentah.

“Ayolah Sung Gi! Kalau itu aku memang sudah tau, hasilnya akan jadi seperti itu, soalnya, itu aku campurkan cicak yang sedang jatuh cinta.Aku sengaja memilihnya menjadi kelinci percobaanku, karena aku iba dengannya, dia tidak bisa jatuh cinta, tapi ketika aku kasih ramuan itu? Dia jadi jatuh cinta. Tandanyakan ramuanku berhasil.”, ngelesnya seperti bajaj. *bajaj ngeles kayak gimanasih readers?*

“Iya, aku tau tujuanmu memang membuat ramuan agar orang akan seperti ‘itu’. Tapi setelah efeknya sembuh? Kau tau apa yang terjadi? Setiap dia melihat cicak, dia akan kejang-kejang selama 1 tahun, eh 1 jam maksudnya. Dan, yang kau bilang dia akan bisa jatuh cinta sih benar. Tapi, jatuh cinta sama yeoja! Sedangkan dia juga yeoja. Apa itu masih bisa dikatakan berhasil Hani?”,belaku sambil mencampurkan bahan-bahan untuk membuat ramuan dietku.

“Aish, kau ini, tapikan 3 bulan kemudian dia jatuh cinta sama anjing jantan. Tandanya dia normal!”. Aku kewalahan membalas ngelesnya dia. Sekarang ini, aku rasa aku ingin memplester mulutnya sekarang juga. Agar dia tidak bisa mengoceh lagi.

“Anjing jantan? Itu binatang babo! Itu namanya belom normal! Setelah kau kasih ramuan itu, bukannya membuat hidupnya lebih indah, malah kau membuatnya semakin hancur. Pokoknya apa saja alasanmu, aku tidak akan mau. Arraseo?”, kataku sambil membuka jaket laboratoriumku dan menggantungkannya di loker berpasswordku.

“Untung kau sahabatku, kalau tidak, sudah aku jejelin tuh ramuan ke mulutmu sampai habis.”,omelnya. “Ya! Kejam sekali kau! Eh ngomong-ngomong itu ramuan apa?”,tanyaku penasaran. “Yang minum, akan menjadi kucing betina. Kau tertarikkan? Sudahlah, kalau tertarik bilang saja. Gratis untukmu Sung Gi!”, ucapnya dengan nada ala mba-mba yang suka promosi.

“Ani, aku tidak tertarik, aku hanya nanya saja. Pergi yuk, lagipula, jam belajar kita sudah selesaikan? Sudah  tidak ada praktek lagikan? Kita juga sudah diperbolehkan libur, sampai Februari nanti.”.” Kaja! Aku bosan lama-lama di ruangan putih bersih seperti ini lama-lama. Cafe yuk! Liatin namja keren.”, “Kau ini! Namja terus yang kau pikirkan, sekali-kali, kau pikirkan dong, nasib orang-orang yang sudah kau jadikan kelinci percobaan untuk mencicipi ramuanmu yang gakaruan itu.”

“Kaja!”,ajaknya semangat. Aku yakin, dia semangat, karena ingin melihat namja-namja keren yang suka nongkrong pas malam Sabtu. “Sebentar dulu, aku lupa membawa ramuan dietku.”

Akupun mengambil ramuan dietku yang berwarna putih seperti warna vanilla itu. Lalu aku segera mengajak Hani keluar dari lab, dan mengunci lab. Kebetulan, kali ini aku yang mendapat giliran untuk memegang kunci lab.

Cafe. 29 Desember 2050. 16.00 KST.

“Kita sampai! Ayo turun!”, ucapku sambil mematikan mesin mobilku. “Aish! Ireona Hani! Kok kau malah tidur? Tadi siapa yang ngajak ke cafe? Ish-_-“,omelku kejam. Sudahku teriakin tepat dikupingnya dengan memakai mic yang suka dipakai tukang roti keliling yang pedagangnya adalah robot aku colong, masih aja dia gabangun! Ini kayaknya aku salah bawa. Ini mah, bukan Hani tapi kebo.

Akhirnya, setelah lama aku teriak-teriak sampai mulutku seperti hantu wanita bermulut sobek, dia  bangun. Dan dia bangun dengan rasa tak bersalahnya yang sangat errrrrrrrrr.

“Wae? Aku masih ngantuk Seung Gi!”, katanya sambil meregangkan otot-ototnya. “Apa kau ini tidak punya rasa bersalah sedikitpun padaku? Aku lelah meneriakimu selama 15 menit 30 detik! Tapi kau tidak bangun-bangun juga.”, aku masih saja berteriak, padahal suaraku sudah ingin mencapai ‘puncak’.

“Baru 15 menit saja, sudah mengeluh seperti itu? Manja sekali kau.”,ejeknya sambil membetulkan posisi tidurnya.”

“WHAT?!!!! BUAT LO TEMEN GUE  YANG NAMANYA HANI! APE LO BILANG?!!!!!! GUE UDAH BANGUNIN SUSAH-SUSAH! DAN LO BILANG ITU GA SEBERAPA!!! WHAT THE HECKKK?????????????!!!!!!!”,kataku didalam hati dengan nada seperti *ehem* marshanda di youtube. (author: lo tau marshanda? Daebaak~~)

“Terserah kau deh! Mau ikut aku turun apa engga, yang jelas sekarang aku mau ke cafe. Awas kau sampai ngiler dijok mobilku. Ga segan-segan aku kasih ramuan terfail mu!”

“Eh? Nyampe? Bilang dong! Ishh.”,omel hani kepadaku. “Ya Tuhan, sejak kapan aku punya sahabat yang super lemot ngelebihin laptop terlemot ku Ya Tuhaaaaaaaaan.”

“Yaudah, kalo mau ikut, cepetan! Ppali! Eh, sebelum turun dari mobil hapus ilermu yang sudah kering itu. Ewww. Kamseupay deh.” (author: lo tau kamseupay juga?|Sung Gi: brisik lo tor!| author: nangis dipojokkan)

(=^.^=)

“Pelayan!”,panggilku kepada pelayan, dengan sigap pelayan tersebut langsung datang ke mejaku yang bernomor 28.

“Mau pesan apa nona?”,tanya pelayan itu dengan sopan dan tidak ketinggalan untuk tersenyum.”Ya! Apa kau bilang? Nyonya? Asal kau tau, aku belum menikah!”, penyakitnya Hani kambuh lagi.

“Hani, dia bilang nona,  bukan nyonya. Maaf ya, mas, dia sedikit ada gangguan di bagian telinga. Saya mau pesan vanilla late. Kau apa Han?”. “Aku, sama denganmu saja.”

“Jadi, 2 vanilla late ya?”, tanya pelayannya sambil mencatat pesanan kami di buku catatan elektroniknya, yang menggunakan pulpen tidak pakai tinta itu. Kami hanya mengangguk, dan pelayan itu langsung pergi meninggalkan kami.

(=^.^=)

“Sung Gi, aku mau lihat ramuanmu dong!”,pinta Hani. Spontan aku langsung mengorek-orek tasku, dan mengambil ramuan itu lalu menunjukannya kepada Hani. “Ini.”,kataku sambil menyodorkan ramuanku tepat di depan wajahnya, dia langsung mengambilnya dari genggamanku.

“Hmm, mirip ramuanku.”,katanya dengan membolak-balikan permukaan botol yang berisi ramuanku itu. “Enak aja, mentang-mentang warnanya sama-sama seperti warna vanilla, kau seenaknya saja bilang ramuanku mirip denganmu. Ramuanku lebih berkualitas.”, ledeku sambil merebut kembali ramuanku dan memasukannya ke tasku. Sepertinya dia kesal. Sudah lama aku tidak membuatnya kesal.

“Tapi, sumpah! mirip ramuan yang kubuat. Jangan-jangan kau salah ambil, ramuanku kan aku letakkan dekat dengan ramuanmu.”,dia masih saja bertahan dengan kalimat ramuanmu mirip dengan ramuanku. Aish.

“Terserahmu deh. Yang penting ini ramuanku.”, “Kalau ada sesuatu yang terjadi pada dirimu, aku tidak tanggung ya. Biar aku kasih tau, ramuan ini akan terlihat efeknya setelah 1 jam, dan belum ada obat penawarnya.”

Aku hanya mengangguk, bahkan aku tidak tau apa yang dia biacarkan tadi, aku hanya asal mengangguk lebih tepatnya.

Setelah menunggu tidak lama, akhirnya pesanan kami datang. Aku langsung mengeluarkan ramuanku dari tas ku, dan menuangkannya beberapa tetes, tapi tangan Hani menyenggol tanganku dan membuat isi dari botol itu tumpah semua ke vanilla late ku.

“Mianhae! Aku tidak sengaja, tadi aku ingin mengambil sedotan.”,aku hanya membalas permintaan maafnya dengan senyuman, yang menandakan itu tidak apa-apa.

Minum, atau tidak ya?…………………Minum saja ah!………………….. Tapi, ini sudah kebanyakan aku menuangnya………….. Biarlah, sayang kalo dibuang. Mungkin lebih banyak, lebih cepat aku kurus.

“Helloooowww”                                                                                                                                                                                    “Sung Gi!!”

“Eh, iya, kenapa?”. “Kau tadi melamun, ada apa?”,tanyanya dengan memasang muka khawatir. “Tidak, tidak apa-apa. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu.”, Hani hanya menjawab dengan kata “oh.”

Aku mengaduk-aduk minumanku yang sudah tercampur dengan ramuan dietku itu, lalu dengan siap tapi ragu aku meminumnya.

GLEK. *sekali tenggak abis*

Aku tidak merasakan apa-apa. Mungkin nanti. Hei, sejak kapan tangan dan kakiku banyak bulu? Ah, mungkin seiring dengan berjalannya pertumbuhanku aku jadi banyak bulu. Eww

“Apa yang kau rasakan sekarang Gi?”, tanya Hani penasaran. “Ani, aku belum merasakan apa-apa.”, jawabku sambil menaikan bahuku.

Tiba-tiba saja seorang namja menghampiri meja kami. Sepertinya, dia ingin mengajak Hani untuk berpedekate, daritadi, aku perhatikan namja itu terus menatap Hani. Aku yakin, dia suka dengan Hani. Keke~ Namja itu belum tau bagaimana sifat asli Hani.

“Annyeong.”, sapanya dengan berusaha memasang senyuman paling manis. “Annyeong.”, balas Hani. Lebih baik, aku meninggalkan mereka berdua untuk berpedekate.

“Hmm, aku pulang duluan yah Hani, aku mau belajaran bikin ramuan baru lagi. Annyeong.”,pamitku sambil membungkuk beri hormat.

(=^.^=)

 

Aku langsung ke mobil, dan ‘mengotak-atik’ mobilku, dan…… cabuutt!

Selama perjalanan aku merasakan hal yang aneh di sekujur badanku, apa efek diet ini mulai bekerja? Tapi efeknya sangat aneh! Tubuhku, jadi banyak bulu, berwarna putih-kuning, mataku menjadi sangat tajam, ah efeknya aneh sekali.

30 menit aku mengemudi, akhirnya aku sampai juga di rumah invisibleku, sebelum aku masuk ke rumah  invisibleku, aku harus memakai jubah invisibleku, supaya tidak ada yang tau, bahwa aku pemilik rumah ini. Aku adalah tipe orang yang tidak suka jika rumah privacyku, banyak diketahui orang. Paling yang tau, hanya keluargaku dan Hani. Tapi dia hanya tau alamat rumahku saja, dia tidak tau password rumahku.

Tanganku dengan lihai memencet keyboard angka yang otomatis keluar jika ada orang yang datang, jika benar pintu akan terbuka, tapi jika salah, yaaa, pintu ini tidak akan terbuka. Haha, simple.

Pintu terbuka, dan akupun masuk. Aku disambut dengan automatic mp3 playerku, jika aku atau orang lain masuk, dia akan memutar lagu yang sudah aku setting diplaylistku, aku juga disambut dengan anjingku yang imut melebihi siapapun!

Rumah Invisible Sung Gi. 29 Desember 2050. 16.30 KST.

Entah kenapa, aku sekarang ingin minum susu, pada aku sama sekali tidak menyukai susu. Aneh.

Akupun, memencet tombol “kulkas” di remot control yang aku namakan “remot serba guna” yang aku beli di toko elektronik langgananku. Jadi, aku tidak usah meggunakan kakiku untuk mengambil susu yang ada di kulkasku, tapi remot ini jarang aku gunakan, kalau lelah untuk berjalan saja aku gunakan.

Tapi, yang lebih anehnya, aku ingin minum susu yang diletakan dimangkuk dan menjilatnya seperti kucing. Hari ini aku aneh sekali, apa aku harus cek kesehatanku ke dokter? Mungkin tidak.

Slurp-slurp-slurp. Aku meminumnya dengan cara menjilatnya, menjijikan! Tapi meskipun aku tau ini menjijikan, tapi aku tetap melakukannya.

Sudah jam 16.45, Hmm, aku ingin berendam. Aku ingin melemaskan otot-ototku yang pegal.

Aku mengambil handukku yang bisa langsung kering tanpa dijemur ini untuk menemaniku mengelap-lap tubuhku yang basah nanti. Satu per satu pakaianku ku lepaskan dari tubuhku, lalu aku masuk ke bathtub ku yang berbentuk persegi enam dengan warna hitam,  setelah itu aku memilih aroma apa yang akan aku gunakan untuk aku berendam hari ini. “Chocolate,please!”, dengan otomatis air di bathtubku berubah warna menjadi warna coklat dan, aromanya pun menjadi aroma coklat. Aku meletakkan kepalaku di salah satu sisi bathtubku yang sengaja aku buat empuk, supaya aku bisa lebih nyaman menikmati acara berendam ini.

Klik. Aku mengklik sebuah judul lagu yang bernama “angel(into your world)” dari Ipad yang aku tempel ditembok dekat bathtubku supaya aku bisa lebih gampang memilih lagu. Ipad itu lalu mentransfer data ke speaker yang berada disebelahnya. Lagu itu terputar, membuat aku jadi lebih rileks dan mengantuk.

Zzzzzz….

15  menit berlalu.

“Ah, aku ketiduran.”

Roll like a buffalo. Roll like a buffalo. Roll like a buffalo.

Itu bunyi jamku, jika jarum panjang sudah berada di angka 12, secara otomatis, kata-kata itu akan terdengar.

Aku langsung mengambil handukku yang tergantung rapih di atas kepalaku dan melilitkannya ke tubuhku.

(=^.^=)

 

Kamar Mandi Rumah Invisible Sung Gi. 29 Desember 2050. 17.00 KST.

Seketika, handuku lepas, dari badanku. Badanku berubah menjadi berbulu dan seperti…………. KUCING!! SIAL!! Aku salah bawa ramuan! Sepertinya, aku dapat karma karena aku sering mengejek Hani. Tubuhku mengecil seperti anak kucing.

“Kya!!!! aku kenapa? Kok jadi berubah? Mukaku? Teligaku? Badanku? Hiaaa! Ada buntut juga!”, teriakku panik.

Aku langsung berlari menggunakan keempat kakiku menuju kaca. Badanku berbulu, kakiku empat,  kupingku, mataku, aku berkumis, aku punya buntut!

“MEOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONG!!!!!!!!!!!!!!(read: TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!!!!)”,suaraku! Kok…………. jadi………… meong? Grrrrrrr! Pabo! Sekarangkan aku kucing!

Handphone! Aku butuh handphone! Aku harus menelpon Hani. Hanya orang itu yang mengerti bagaimana perasaan ku sekarang! Handphone ku ada dikantong celanaku, brarti masih ada di kamar mandi ini. Aku langsung memencet huruf h-a-n-i. Lalu mencet warna hijau di pojok kiri hapeku.

Diangkat! Berhasil!                                                                                                                                                                                                      “Meong! Meong, meong!! Meong!(read: Hani! Tolong aku! Tolong!)”,aish, aku lupa lagi, kalau aku hanya bisa ngomong ‘meong’. “Sung Gi, kamu mau mengenalkan kucig barumu dengan kucingku? Nama kucingku Amy! Nama kucingmu?”,bahkan disaat-saat seperti ini dia masih bisa bertingkah bodoh.

“Meongmeongmeongmeongmeongmeongmeongmeong!!(read: author gatau dia ngomong apa, author bukan kucing =w=)

“Kucingmu bisa ngerap? Waaah, kece sekali~ (bayangin Sung Gi yang jadi kucing itu ngerap kayak Kai sama Chanyeol ngerap di MAMA)

Karena aku pikir bicara sama dia tidak ada gunanya, akhirnya aku memutuskan untuk memutuskan telponku dengannya. Tiiiiiiiiiiiit.

Tiba-tiba terdengar suara anjing menggonggong. “Guk!!Guk!!Guk!!”, anjing, dan aku kucing. Anjing itu berlari ke arahku dengan cepat.

Matilah kau Shin Sung Gi!

-To Be Continued-

(=^.^=)

Gimana? Gimana? 😀 bagus ga?;;) Aneh ya? Kepanjangan ya?.-. Maaf yah readers.__. Ohiya, SehunKaiChenLay belom keliatan yaaa? Wkwk, masih chapt 1 sih! Hehehe XD Mereka bakal keliatan di chapt 2  XD

Gomawo ya readers, udh mau baca ff yang dibuat sama orang amatir ini -_- Jangan lupa comment! Khamshamnida^^~~~

 

 

 

 

 

8 pemikiran pada “Feline Story (Chapter 1)

  1. Keren, chingu-ya!! Settingnya masa depan, yah? Tmbah keren nih. Bayangin Sunggi jadi kucing, ketawa-ketiwi sendiri kayak orgil #plakk.

    Sy tnggu lanjutannya. Keep writing ^^

  2. huaaaa… keren thor
    ceritanya unyu, si hani OON nya kebangetan deh #ditendangHani
    ceritanya tentang kehidupan msa depan, yang sudah di penuhi oleh teknologi, keren.
    gimana y nasib sung gi setelah jd kucing? di tunggu chapter selanjutnya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s