My Idol… My Destiny…

Tittle                      : My Idol… My Destiny…

Author                  : Kim Lizzie (@Lizaakarina)

Genre                   : Romance

Main Cast            : Kim Jongin / Kai (EXO-K)

: Lim Rinrin (OC)

: Park Minhwa

: Byun Baekhyun

Annyeong ^^ liza imnida wkwk. Aku first nih, semoga ceritanya seru yeaaap kawan semua hehe. Nyok silakan di baca!! ^o^b

 ____________________________________

-Rinrin Pov-

“hey hey rin!! Lihat sini!!”, teriak Minhwa. Minhwa ini sahabat ku, dia selalu tergila-gila dengan boy band dari SM -_- berawal dari Super Junior, lalu SHINee, dan sekarang boy band baru itu, EXO. Aku menghampiri nya malas “apa lagi yang mau kau tunjukan?”, Tanya ku. “aku dapat poster exo nih!! Menurut mu siapa yang ganteng di sini?”, kata nya sambil menunjuk poster itu. “hmm gak ada yang ganteng”, jawab ku jutek. “aih kau ini.. aku suka yang ini *menunjuk seseorang dari ke-12 orang itu” ganteng kan? Namanya Baekhyun hehe”, kata nya. “apa? Bacon?!”, Tanya ku, aku terkejut ternyata ada yang namanya Bacon hahaha. “bukan!! BEKHYUN bukan BEKON -_-“ ohhh sekarang aku tau kekeke~

“hmm, kau suka sama yang ini saja *menunjuk orang lagi* ganteng kan?”, katanya. “hah? Siapa itu? Nggak ah, kelihatannya namja yang jutek dan cuek”, jawab ku. “ga apa-apa cocok dengan mu sama-sama jutek kekeke, dia namanya kai, dia cowo cool sepertinya, dia machine dance di exo-k”, jelas nya panjang lebar. “oh…”, jawab ku. Sebenar nya aku tak peduli dia itu penarinya atau leader nya atau apa lah -_-

“Rinrin!” aih lagi-lagi dia berteriak -_- “apa?”, Tanya ku. “Besok kau janji menemaniku ke meet and greet nya exo kan??”, kata Minhwa. “ya -_- tapi kau yang menjemput ku ya”…. “oke!”

***

~Esok nya di Meet & Greet EXO~

“Hehehe akhir nya sampai juga”, kata Minhwa cengengesan. Aku diam saja dan melihat sekeliling. Wow, rame juga yah… memang exo itu ganteng ya sampai banyak banget fans nya ckckck. “Rin! Kamu baris di meja nomor 6 saja, di sana ada kai, jadi kau bisa dapat tanda tangan nya. Ini kertas dan pulpen untuk mu, aku di barisan nomor 5 tempat baekhyun oppaaaa~ kekeke”, kata Minhwa. “ya..”, jawab ku.

Aku sampai juga di paling depan, sekarang aku melihat kai… oh ini yang bernama Kai. Lumayan cakep hehe. Saat aku membungkuk dan menyodorkan pulpen & kertas, tiba-tiba ada segerombolan yeoja dari belakang berteriak histeris “kyaaaa kai oppaaaa!!”, lalu tiba-tiba aku terdorong dari belakang karena yeoja-yoeja yang  norak itu. Tanpa sengaja meja Kai untuk tanda tangan terdorong karena ku dan minuman di meja nya tumpah ke bajunya……. Ups. /kebayang kan? Hehe/

“Aish…”, dengus nya. “aih, maaf Kai… aku tidak sengaja, ini karena yeoja2 di belakang itu jadi aku terdorong… mian.. mianhae.. *sambil membungkukan badan*”. Lalu kai tanda tangan di kertas ku dengan muka kesal, lalu memberikan kertas dan pulpen ku. “nih, pulang lah, jangan ceroboh lagi”, kata Kai. Apa??? Ceroboh?! Yang bikin baju Kai basah kan cewek2 yg di belakang itu, bukan aku!! Aaaahhh, aku geraaammm!!

Aku pergi keluar dari barisan itu dan aku menemukan kursi panjang di bawah pohon. Ah lebih baik aku duduk di sana. Kalau lihat kertas ini, senang juga sih dapat tanda tangan artis hehe. Tapi kalau mengingat2  yang Kai tadi katakan tadi membuat ku marah!! Ku hentakan kaki kanan ku ke aspal untuk melampiaskan ke kesalan ku, aku tak peduli walau banyak orang yang melihat ku 😡

Ah itu dia Minhwa “Minhwaaaa!! Aku di sini”, kataku sambil melambaikan tangan. “WOAH GILA BAEKHYUN OPPA GANTENG TIADA DUA NYAAA KYAAAA!!”, teriak nya. Aku hanya memejamkan mataku sambil menutup kedua kuping ku. “Bagaimana? Kau sudah dapat tanda tangan kai? Ehh, kamu tau ga tadi baju nya Kai oppa basah tau, minuman nya tumpah ke bajunya. Tadi nya sih pengen aku bersihin baju nya, tapi nanti tempat ku diserobot orang hehehe”, cerita nya panjang lebar.

“ya, aku tau. Dan kamu tahu apa? Dia menyalahkan ku! Cih”, kata ku kesal. “ohh, ciee sudah dekat saja kamu ini sama Kai oppa hehe”, kata Minhwa. Aku hanya menatap nya sambil nganga, melotot, dan mengernyitkan alis ku. Dia gila seperti nya.

*druuut druuut* (?) tiba2 hp ku berdering. “yoboseo?” “…..” “ah ne.. aku pulang sekarang”.

***

~Sesampainya di rumah Rinrin~

“Cepat ganti baju mu! Kita mau pergi..”, kata umma. “hah? Pergi ke mana? Malas ah…”, aku capek habis ngantri tanda tangan sekarang harus pergi lagi haduuu -_- “tidak bisa kali ini kau harus ikut”

“Ya.. aku ganti baju dulu”, jawab ku malas…. Super malas….

Aku memakai baju kaos dengan kemeja yang tidak ku kancing, jeans, dan topi sambil rambut ku di ikat. Aku keluar kamar dengan damai dan tenang (?) tiba2 aku dengar suara teriakan “AAAAA bukan seperti itu baju nya!!”. “aish umma, bisakah kau tidak berteriak?”, aku benci sekali dengan teriakan umma ku -_- “nak, kita mau pergi ke ballroom yang mewah, mama mau bertemu dengan teman umma dia ulang tahun hari ini dan dirayakan, masa kamu pake baju seperti itu”, omel umma.

“ya, lalu pakai baju apa lagi?”, aku sendiri juga bingung soalnya aku cuma punya kaos dan kemeja keke. “Pakai gaun lah!”. “mwo??! Gaun saja aku tidak punya. Sudah lah aku pakai kemeja saja”. “Pakai gaun umma saja, sini ikut umma”, aku pun mengikuti nya dari belakang. Pikiran ku saat ini adalah kalau pakai gaun otomatis aku pake high heels, aku tidak suka aaaaaa.

“Pakai ini”, umma menyodorkan gaun nya. Ahh mengapa gaun itu semuanya rok ya #yaiyalah-_-. Aku pakai gaun berwarna hitam, bertali, dan ada pita di perut ku /kebayang eaap/

Umma: “ahh neomu yeppeo J”. Aku:  -___________-

***

~Ballroom~

“Mana teman umma?”, aku bertanya sambil susah berjalan. Ini karena high heels sialan ini -_- tiba2 aku melihat ibu2 melambaikan tangannya. Sepertinya ke arah ku. Umma ku langsung melambaikan tangan juga. Oh itu teman nya rupanya…. Mereka berdua langsung cipika cipiki (?) Aku membungkuk kepada ibu2 itu “Rinrin imnida ^^ saengil chukkhae^^”, aku memperkenalkan diriku. “ohh, kamsa ^^ kamu cantik yaa ^^”. Ehehhe aku jadi malu >////<

“loh, katanya kamu membawa anak mu? Mana dia?”, kata umma ku kepada temannya. “dia sedang mengambil minum, sebentar lagi dia ke sini ^^”. Begitu mendengarnya aku senang sekali, berarti aku ada teman baru di sini hehe.

Mereka berdua berbincang2 sementara aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Aku mengambil hp ku dan ngecek twitter ku, siapa tau ada mention gitu wkwk.

“umma, kau minum rasa strawberry saja, yang apel ga enak”. Aku tiba2 mendengar suara nge bass (?) pasti yang bicara laki-laki nih. Tapi aku tidak peduli aku tetap saja asik bermain dengan twitter ku. “annyeong. Kai imnida ^^”… “wah, tinggi ya, ganteng lagi”. Lohhh umma? Umma ngomong “ganteng” ke siapa tuh? Kai? Sepertinya aku pernah mendengar nama nya.

Aku mengangkat kepala ku perlahan2 tetapi pasti (?) oalahhh! Ka….kai… exo-k ituuu?! Aku hanya melongo melihat nya

-Kai Pov-

“annyeong. Kai imnida ^^” sapa ku kepada teman umma ku itu. “wah, tinggi ya, ganteng lagi”. Heheheh melayang lah aku(?). aku melihat ada perempuan di sebelah teman mama ku ini, dia sedang bermain dengan hp nya. Tiba2 kepalanya mendongak. Aduh mati aku, jangan sampai dia exotics, kalau gak bisa mati aku di sini. Tapi aku juga penasaran seperti nya aku pernah lihat dia.

Ehhh? O.o dia kan si ceroboh tadi?! “ehh k..kau?”, aku kaget otomatis. Gadis itu hanya nganga. “ohh kalian sudah kenal? Bagus lah hahaha”, kata umma ku. Aku dan gadis itu hanya diam saja, dia cantik ya hehe.

Sudah 15 menit aku di sini bersama ke tiga yeoja ini aku dan gadis itu hanya diam saja. Gadis itu terus saja memainkan hp nya, gak berani liat aku. Salting kali ya dia keke. “eh daripada kalian berdua diam2an, jalan2 saja dulu, kau juga belum makan kan rin? Cari saja dulu makanan bersama kai”, kata tante itu. “oke” kata yeoja itu.

Yeoja itu berjalan sendiri meninggalkan ku sambil kepalanya mendongak. Cih -,- tapi kok dia kayak nya susah berjalan ya, apa aku temani dia saja? Ah nanti dia berpikir aneh2 lagi…. Tapi kan aku disuruh menemani dia. Ah tapi gimana ya… /kai banyak omong nih/

“hey kau! Cepat temani dia!”, kata umma ku. “ah, ne…”

-Rinrin Pov-

Aduh, aku susah jalan nih aaaa. Kalau aku jatuh pasti aku di ketawain sama namja itu. Ehh.. tiba2 aku nyaris jatuh, tapi ada yang megangin aku. Wah siapa ya ini orang, wangi lagi keke. Aku nengok ke namja itu sambil tersenyum, setelah ku tau dia siapa….. senyuman ku memudar. Ohh si mesin penari ini (?).

“kau ini ceroboh ya, aku saja yang belum mengenal mu bisa tau karakter mu. Ckckck”, ejek kai. “aku gak ceroboh!!”, aku memukul pundak nya pelan. Dia malah tertawa -_- “nama ku kim jongin, panggil aku kai. Nama mu?” . “kim rinrin”, jawab ku pendek.

-Kai Pov-

Jutek amat mbak ini -_- tapi nama nya sama2 Kim hehe. “kau mau makan apa?”, Tanya ku memecah keheningan. “aku mau ramen, ada gak?”, kata nya. “ada dong sini ikut aku”, tanpa sadar aku menggandeng tangannya. Ah biarin saja, toh dia juga diam saja.

Akhir nya aku dan dia menemukan meja. Meja nya mewah begini…. Kayak candle light dinner aja sama dia hehe. Dia makan ramen nya lahap sekali, padahal ramen nya kan panas, emang dia gak kepanasan apa makannya.

“ahh abis juga, hmm enakkkk~”, aih aku kaget tiba2 dia ngomong. Saat aku melihat muka nya… buahahahahhaa!! Ada sisa mie di dekat bibir nya wkwkwk /lebay amat dah kai/

“kenapa kau tertawa hah?”, kekeke dia marah sambil ada mie nyangkut begitu wkwk. “ani..”, aku mendekatkan muka ku pada nya berniat menyingkirkan mie nya. Tapi tanpa sadar tangan ku memegang pipi nya dan jempol ku membersihkan bibir nya. Aku terus mendekatkan muka ku padanya, dan……… loh? Kok dia tutup mata? Keke dia kira aku mau mencium nya kali ya.

-Rinrin Pov-

Ihh aneh banget orang ini tiba2 tertawa gak jelas -_- eh.. loh.. mau ngapain dia. Dia memegang pipi ku dan mengusap bibir ku. Lama2 semakin mendekat mukanya. Ah, aku tau dia mau apa, ku pejamkan mataku.

“hey mesum, kau ngapain?”, Tanya kai yang membuat jantung ku yg tadi nya berdetak kencang jadi lebih tenang. “hah?”, Tanya ku. Aku tidak tau harus jawab apa aduhhh >< “ngapain merem? Kamu kira aku mau cium kamu ya hahaha”

“ihhh enggak! Aku merem karena muka mu yang jelek itu dekat sekali dengan muka ku, aku gak kuat lihat muka mu yang jelek”, huh untung nya aku ada alasan kekeke. “halah boong, kamu pasti ngira aku mau cium kamu kan wkwk”, kata dia terkekeh2. “najong”, kata ku lalu ku tinggalkan dia.

-Author Pov-

Sudah 10 hari Rinrin dan Kai sering ketemuan, mereka tukeran pin BB /asek/ Rinrin merasa nyaman kalau selalu bersama Kai. Begitu juga dengan Kai, setiap membayangkan Rinrin, dia pasti senyum2 gaje. Hehe.

-Rinrin Pov-

Aaaaa kok aku senang ya? Senyum2 begini. Pasti gara2 kai. Aku langsung kepikiran untuk sms Minhwa menceritakan semuanya. Hehe pasti Minhwa ngiri deh. Drut drut, hp ku bergetar. Wah Minhwa nelpon, bukannya balas sms ku, malah nelpon. “halo” “KAU KETEMU KAI? YANG BETUL? MENGAPA KAU TAK TELEPON AKU DAN MENGAJAK KU!!”, teriak Minhwa. Aku langsung menjauhkan hp ku dari kuping ku sebentar. Teriakannya bener2 dahsyat.

“hey mengapa gak jawab?!!! Hiks, aku juga mau ketemu kai huhu”, sambung Minhwa. “mian, aku ga kepikiran dari kemaren hehe. Kalau kau mau ketemu kai Tanya aku aja, gampang lah kalau mau ketemu kai kekeke”. “bagaimana caranya? Kau punya nomor hp nya? Aku minta dong aku ingin ketemu sama dia”, anya Minhwa. “pu…….”, eh iya aku kan ga punya nomor nya aku hanya punya pin nya sementara Minhwa gak pake BB. Aduh gimana ya..

“punya gak?!?! Hiks”, aduh gimana ini “aku hanya punya pin nya. Ah nanti ku Tanya umma ku saja, umma ku sama umma nya kai kan deket”. “pokok nya besok aku mau ketemu kai!!”, kata Minhwa. Aih, kan gak segampang itu, bagaimana kalau dia sedang konser? Atau sedang sibuk? Aih -_-. “pokok nya besok kau ke rumah ku ya, kita omongin lagi”. “oke !!!” tut tut tut….

***

~jam 8 pagi~

*tok tok tok* aku terbangun karna suara itu. Aku masih setengah sadar. Ku lanjutkan tidur ku….. *tok tok tok* non rinrin ada tamu nihhhh. Aduh kebangun lagi -_- ada tamu? Siapa pagi2 begini mau bertemu aku? Ahh masih jam 8 lagi, biasa nya aku kan bangun jam 10. “iya sabar….”, kataku masih rada ngantuk.

Ku buka pintu ku dan ku melihat………… fangirl ini -_- dia sudah gila apa pagi2 begini sudah datang! Aisssh. “annyeong rinrin yang cantik hehe”, kata Minhwa. “tsk, masuk”, minhwa pun masuk kamar ku. “kau gila ya? Ini kan masih pagi, entaran aja napa. Aku masih ngantuk nih”, kata ku kesal. “ssst, sudah diam saja. Gimana? Kamu dapet nomor nya Kai? Hihi”, kata Minhwa. “ya aku dapat”, ku keluarkan hp ku “nih nomor nya. 0….” Baru saja aku bacain udah di samber hp ku sama dia

“…” “aaaahh oppa!”, teriak Minhwa. Aih, dia malah nelpon Kai. “…”, “aku fans mu oppa ^^ hehe” “……!!” “hey jangan bentak aku, aku temannya rinrin, kamu ingat rinrin ga? Hehe”.

-Kai Pov-

Hoaaam sudah pagi. Untung hari ini santaaaai ga ada jadwal! Hehe.

Listen neukkil su inni?
Nae simjangi ttwijireul anha

My heart be breakin’

hp ku bunyi… hah? Siapa nih? Nomor gak dikenal… angkat ga ya… angkat aja deh “yoboseo”, Tanya ku “……” mwo?! Dia exotics? Dari mana dia dapat nomor ku. Jangan2 dia sasaeng fans lagi aduh -_- “ya! Dapat  dari mana nomor ku!!”, bentak ku. “…..”. hah? Kok dia nyebut2 nama rinrin? Rinrin yeoja ceroboh itu? Wew.. “ya aku kenal dia, kau siapa? Temannya ya?”. “Iya aku temannya ^^ oppa, hari ini kita ketemuan bisa ga? Tapi di tempat tersembunyi aja oppa, oh iya oppa, boleh aja baekhyun juga ga? Jebal…. Ya ya?”, aish kenapa Rinrin ngomong sama teman2 nya sih! Ah gak apa2 deh, pasti nanti juga ada rinrin kekeke aku bisa ketemu dia kan.

“oke. Ada syarat nya tapi.”, kata ku. Yeoja itu berteriak histeris “mwo oppa? Mwo? Akan kuturuti oppa!!”, kata nya. “jangan sebar nomor hp ku!! Hanya kamu dan Rinrin yang tau oke?”. “OKE. Oppa aku sms ya alamat nya dimana kita harus bertemu hehe. Jangan lupa bawa baekhyun oppa!!”. “ne”, ku tutup telpon nya. Langsung aja aku bbm si bacon, menceritakan semuanya.

***

Aku dan Baekhyun sudah sampai di alamat yang yeoja itu kasih ke aku. Bah, ini kan rumah nya Rinrin. Astaga… “aduh kenapa kau ajak2 aku sih Kai. Aku kan masih ingin tidur, hoam”, kata Baekhyun. “Soalnya temannya Rinrin itu nge fans sama hyung. Makannya jangan kegantengan jadi orang, dia jadi suka sama hyung kan”. “ne ne…”

Aku dan Baekhyun hyung di sambut baik oleh satpam dan pembantu nya Rinrin. “tunggu non Rinrin sama Minhwa sebentar ya”, kata pembantu itu. “Ne ^^”, kata ku dan Baekhyun hyung. Ohh ternyata nama temannya Rinrin itu Minhwa… tiba2 ada 2 yeoja turun dari lantai dua. Aku dan baekhyun langsung berdiri dan membungkuk badan. “WOAH BAEKHYUN OPPA!!!”, yeoja itu teriak histeris. Tampang Baekhyun langsung menjadi melotot dan kaget. “oppa oppa!! Aaaaa beruntung sekali aku ini bisa memeluk mu sekarang hehe”, kata Minhwa ke Baekhyun

Aku dan Rinrin hanya tertawa melihat tingkah nya. “ehh foto yok ber empat!! Aku bakal jadiin ava twitter selamanyaaaaaa. Hehehe”, aku, Baekhyun, dan Rinrin mengangguk. /posisi foto nya *dari kiri* Kai, Rinrin, Minhwa, Bakhyun, trus yang moto-in pembantunya/ < #penting

Aku merangkul pinggang Rinrin dan Rinrin merangkul ku juga, Minhwa dempet banget sama Baekhyun ckck “wahh, Kai sama Rinrin kayak ‘couple’ ya hehe, aku sama Bacon oppa juga kayak couple. Ya kan oppa? Wkwk”, kata Minhwa. “eh? Iya… hehe”, kata Baekhyun. Apa? Aku sama Rinrin kayak couple? Kekekeke senang nya di bilang begitu

-Rinrin Pov-

Mwo?! Couple? Sama Kai? Kok aku ga bisa nahan senyum ya pas Minhwa ngomong begitu. Awas aja ini anak. “sebentar ya aku ambilkan es jeruk buat kalian”, kataku memecah keheningan. “ne…” kata mereka bertiga. “aku juga mau ke toilet ya..”, kata Baekhyun. “oh, aku temani ya oppa kekeke”, kata Minhwa menyeringai. Aihh yadong akurat si Minhwa -_- “jangan!!” kata Baekhyun. “hahaha aku Cuma becanda kok oppa..”

-Author Pov-

Hanya tinggal Minhwa dan Kai berdua di ruang tamu. Mereka berdua diam karena saling canggung. “oppa foto yuk hehe”, kata Minhwa. “oke”, jawab Kai. “han dul set…” ckrrrikkk (?) “haha bagus foto nya”, kata Kai. “aduhhh”, tiba2 Minhwa meringis sambil mengucek mata nya. “kenapa Minhwa? Mata mu sakit?”, tanya Kai. “ne, hehe mata ku kemasukan debu. Tapi aku gak apa-apa kok hehe”, kata Minhwa cengengesan sambil ngucek mata nya. “jangan di kucek”, kata Kai. “sini ku tiup”, lanjut Kai sambil meniup mata Minhwa.

Tiba2 Rinrin datang membawa minuman. Mata Rinrin terbelalak kaget melihat apa yang dilakukan Kai dan Minhwa. Posisi Kai yang membelakangi Rinrin seperti sedang ciuman sama Minhwa. Rinrin tiba2 lemas dan nampan yang dia pegang jatuh. Gelas2 nya menimpa kaki Rinrin dan membuat kaki nya terluka.

Kai dan Minhwa otomais nengok ke sumber suara. “ahh Rinrin?! Gwenchanayo?!”, kata Kai cemas lalu menghampiri Rinrin. “ah, nan gwenchana oppa ^^ lanjutkan aja yang kamu lakuin tadi sama Minhwa, aku gak apa-apa kok, maaf mengganggu hehe”, jelas Rinrin. Kai bingung, apa maksud Rinrin dengan ‘lanjutkan aja yang tadi kamu lakukan sama Minhwa’. “mungkin dia mengira aku mencium Minhwa”, pikir Kai. “ah, itu tidak seperti yang kamu pikir kok Rin, aku bisa jelaskan”, kata Kai cemas. “Ah aku udah tau kok oppa, oppa pasti suka sama Minhwa kan? Hehe lanjutkan saja”, kata Rinrin

-Rinrin Pov-

aku menahan air mataku yang berlomba2 mau keluar dari mata ku ini. Lebih baik aku keluar saja dari sini daripada harus menangis di depan Kai dan Minhwa, lebih memalukan. “em, aku keluar saja ya sebentar, mau menghirup udara segar hehe”, kata ku. “ah bagaimana bisa? Kaki mu kan sakit”, kata Minhwa. Tapi lebih sakit lagi hati ku dibanding sakit kaki ini /ciaelah/ “aku gak apa-apa kok. Sebentar ya…”, kata ku.

Kai mencoba menarik tangan ku untuk mencegah aku keluar, tapi aku selalu menolak nya sampai akhir nya aku keluar juga dari rumah

Untung aja aku menemukan kursi di taman. Ha…. Akhirnya aku duduk juga. Hahahha lebih baik begini, aku bisa menangis sepuasnya :’) haha iyalah Kai suka sama Minhwa, Minhwa kan cantik, suka dan2, feminine lagi, ga kayak aku. Gak jelas, jutek, gak peduli sama penampilan. Kalau aku terlihat kece ya menurut ku aku sudah oke.

Aduh gerimis lagi, sial kenapa pake ujan segala sihhh. Kaki ku udh ga kuat lagi buat jalan. Ya… Lama2 makin deras, bodo ah paling besok juga sakit. Aduh dingin juga ya…. Eh… kok bajuku udh ga basah lagi, yey hujannya udh berhenti hehe. Tapi kok orang2 di depan ku masih berjalan pake payung dan jas hujan? Ini masih ujan apa enggak sih?

Aku pun mendongakkan kepala ku ke atas. “BAAA!”, -_- Kai. Dia mengagetkan ku. Errrgh aku kesal sekali melihat mukanya, rasanya aku ingin pergi dari sini. Kai mengambil tempat duduk di sebelah kanan ku sambil tetap payungi aku. Tapi aku memalingkan badan ku ke kiri. Males aku lihat muka nya -_- tiba2 dia mengangkat badan ku dan menaruh ku di pangkuannya. “hey lepas kan aku!!!”, aku teriak.

-Author Pov-

“hey”, bisik Kai di telinga Rinrin membuat bulu Rinrin berdiri semua. “hm?”, Tanya Rinrin jutek. “kenapa kau pergi dari rumah? Aku kan belum menjelaskan yang sebenarnya”, kata Kai. Rinrin hanya diam, menunggu penjelasan dari Kai. “tadi Minhwa itu kemasukan debu matanya, makannya aku tiupin mata nya. Aku gak mencium dia kok hahahha”, jelas Kai.

“mwo? Jadi mereka gak ciuman? Aihh… malu banget akuuu!!”, kata Rinrin dalam hati. Rinrin hanya diam saja. Rinrin yang tadi nya di pangkuan Kai langsung pindah ke sebelah kiri Kai. “aww”, desis Rinrin. “haha makannya pelan2, yuk pulang, aku gendong kamu, tapi kamu pegang payung nya ya”, kata Kai. “Ih males ah, apa lagi kalo di liat orang2 pasti memalukan”, kata Rinrin.

“haha ya sudah, terserah kamu”, kata Kai sambil tersenyum. “Hmm Rin..”, panggil Kai halus. “ya?”, jawab Rinrin dengan jantung nya yang berdegup kencang. “k…kau… mau…”, kata Kai gugup. “a….apa oppa?”, balas Rinrin gugup juga. “ma..mau jadi yeojachingu ku? Hehe”. Mata Rinrin melotot tapi gak berani menatap Kai. “tentu aku mau oppa hehe ^^ saranghae”, jawab Rinrin. Aaaaaaaa rasanya Kai ingin meledak mendengar nya. “mau? Mau apa?”, Tanya Kai. “ma.. mau yang tadi oppa Tanya hehe”, kata Rinrin cengengesan. “emang nya tadi aku Tanya apa?”, kata Kai sengaja kekeke. “ehh… yang tadi…”. “jadi pacar ku?”. “ne.. hehe”, wajah Rinrin jadi merah dehhh ^///^

Deg, tiba2 mata mereka bertemu. Bibir Kai yang tadi nya senyum lebar, lama kelamaan mulai monyong sedikit (?). Kai memegang pipi Rinrin dan memajukan mukanya. Lama2…………….. chu~ ciuman pertama Rinrin dan Kai. Awal nya mereka hanya menempelkan bibir, lama kelamaan Kai mulai menciumi dan mengulum bibir Rinrin. Rinrin pun mendorong kai pelan. “hm.. hehe”, kata Rinrin. Kai hanya tersenyum.

Hujan nya akhir nya reda juga, mereka pulang. Kai menggendong Rinrin sampe rumah Rinrin. Sesampai nya, Kai langsung mengobati luka di kaki Rinrin. Selesai mengobatinya, Kai mencium kening Rinrin lalu turun ke pipinya dan mereka berdua tersenyum 😉

***

~3 tahun kemudian~

Kai sama Rinrin udah nikah yeeeeyy *prok prok prok* mereka udah punya 2 anak. 1 namja 1 yeoja. Mereka bahagiaaaaaa sekali. Tiba2 di suatu pagi yang cerah…. Rinrin dan Kai membuka pintu rumah nya, tiba2 di teras mereka ada sebuah undangan. Undangannya bertuliskan “Byun Baekhyun & Park Minhwa Wedding Party” mereka berdua  pun cengengesan kekeke.

END!!! \(^O^)/

Maaf ya kalo ending nya gak jelas kekeke. Soalnya bingung wkwkwk. Maaf juga kalo FF nya gak jelas juga hehe ._.v Di tunggu comment nya exotics keceeehh ^^b

Iklan

22 pemikiran pada “My Idol… My Destiny…

  1. Kya”’ kerenn

    sayang endingnya kurang memuaskan.. dan lagi,, tanda emoticonnya ngingetin sama ‘Guiyeoni’ *tau kan ya* .. jadi gimanaaa gitu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s