Anonymous (Chapter 1)

Author : @anindynin

Tittle : Anonymous (Chapter 1)

Cast : – Kim Jongin

– Im Yoonjin

other cast : – kim joonmyun

– Jung Chanwoon

Genre : Romance ?

Annyeong, ini ff pertama aku yang di publis disini,s sebelumnya mau terimakasih sama web ini dan juga authornya yang udah berbaik hati mau mempublish ff absurd saya.  Saya juga mau memperingati ada banyak TYPO bertebaran(?). hmm satu lagi ff ini juga udah di publish di blog saya mysehunie.wordpress.com. kamsahamnida, dan satu lagi…

HAPPY READING^^

_____________________________________________________________________________________________

YOONJIN POV

Sudah berapa tahun aku menjalin hubungan yang seperti ini? Sebenarnya sangat membosankan tapi aku sudah cukup senang dengan keberadaannya disisiku, ya walaupun teman temanku juga bilang bahwa lebih baik mengakhiri hubungan ini, mereka juga berpikir bahwa hubungan ini hanya satu pihak, hanya aku yang mencintainya sedang kan dia tidak memiliki perasaan apapun padaku, tapi dengan berbekal kepercayaan aku yakin dia juga mencintaiku, coba kau pikirkan untuk apa hubungan ini berlangsung lama kalau dia tidak mencintaiku? Eo..? sekarang pikirkanlah

“apa yang kau lakukan hah? Tersenyum senyum sendiri? Apa tugas mu sudah selesai im yoonjin?” guru ini mengganggu saja

“ne saem, aku sudah selesai” ku serahkan buku yang ada di depanku kepada guru sejarah yang notabenenya adalah wali kelasku

“baiklah, kalau kalian sudah selesai kumpulkan kedepan dan setelah itu kalian boleh bersiap untuk pulang”

Bel pulang sekolah memang sudah berbunyi tapi setelah bel berbunyi aku tidak langsung pulang, melainkan aku berjalan menuju ruang seni yang ada di belakang sekolah, sebenarnya tidak terlalu belakang mungkin karena disini sepi dan jarang ada yang menempati –kecuali anak anak seni tentunya- jadi aku menyebutnya belakang sekolah. Di sekolahku anak anak yang mengambil ekstrakulikuler seni juga jarang sekali, paling banyak dari mereka mengambil ekstrakulikuler futsal dan marching band. Aku tidak tahu mengapa kebanyakan anak laki laki menyukai benda bulat itu. Hm.. tetapi tidak dengannya dia adalah seorang yang sangat amat menyukai bidang seni terutama menari, ya dia mempunya banyak tarian yang dia buat sendiri dan saat dia mulai mengikuti alunan lagu yang di setelnya lewat tape itu. aku sampai ternganga dibuatnya.

I lost my mind noreul choeummannasseultae

No hanappego modeun goseun get in slow motion

 

suara dari tape itu berbunyi cukup keras, aku mulai sampai di depan ruangannya saat aku akan mendorong kenop pintunya aku mengurungkan diri pintu ini sedikit terbuka, pantas saja lagunya terdengar cukup kencang, aku memutuskan untuk tidak menganggunya, aku hanya mengintipnya dari celah celah pintu ini, sepertinya dia sedang sangat serius, jadi aku putuskan untuk tidak menganggunya dan melihat dari sini saja. Huh… aku jadi ingat saat itu, saat dimana dia menerima cintaku dan ya..aku sangat senang. Sangat amat senang.

FLASHBACK

Aku melangkahkan kakiku menuju ruang seni yang sepi itu sambil membawa sebuah kertas yang ada di tanganku, aku gugup tentu saja, bagaimana kalau kau ingin menyatakan cinta pada seorang yang kau suka? Kau pasti akan sangat gugup bukan? Begitulah yang aku rasakan saat ini, aku tahu aku adalah seorang wanita, dan pasti kalian pikir aku ini adalah wanita murahan yang menyatakan cinta duluan pada seorang pria. Jangan salah paham, bila kita tidak bisa agresif kita tidak akan mendapatkan apa yang kita mau bukan? Mau sampai kapan aku akan menunggunya menyatakan cinta padaku? Sampai dia memiliki kekasih?.. itu gila, mana mungkin aku bisa berpacaran dengan seorang yang sudah memiliki kekasih, itu baru namannya wanita murahan.

Aku berjalan mengendap endap menuju pintu yang sedikit terbuka ini, ah..ternyata dia masih sibuk dengan tariannya, aku mengintip..tariannya memang sangat bagus tidak salah banyak yang memilihnya menjadi peserta pada lomba antar sekolah yang dia adakan setiap tahun.

Aku masih bergulat dengan pikiranku, apa yang harus aku katakana nanti? Ah biarkan itu berjalan dengan sendirinya

“sedang apa kau disini?” suara itu sepertinya aku mengenalnya, ku dongakkan kepalaku dan mendapatkan nya berdiri sambil memandangku heran

“a-a-aku, hanya ingin menyerahkan ini sunbae” secarik kertas yang aku buat tadi ku serahkan padanya, dia membacanya dengan wajah datar dan setelah itu ia berkata…
“baiklah” ah…betapa senangnya aku, seperti berada di langit ketujuh^^

FLASHBACK END

“apa yang kau lakukan”

BRAKK….

“aww..”  aku mengusap pantat ku sakit, aku kaget tiba tiba dia muncul

“aku Tanya padamu, apa yang kau lakukan disini?” ulangnya lagi dan tidak menolongku untuk berdiri sama sekali. Aku mulai bagkit dan merapihkan rokku sejenak

“a-a..aku hanya sedang melihatmu saja sunbae” tanyaku dan setelah itu bibir hanya ber ‘o’ ria

“kenapa tidak masuk saja?” tanyanya lagi

“aku tidak ingin mengganggumu, aku lihat kau sangat serius tadi.. oh iya, igo..minuman untuk mu, kau pasti sangat lelah kan?” aku memberinya sebotol minuman, dia menerimannya tetapi dengan tatapan bingung dia melihat kearahku. Suasana jadi semakin canggung lebih baik aku pergi saja mungkin

“hm… sunbae, aku sepertinya terburu buru jadi aku harus pulang dulu, kalau tidak joonmyun oppa bisa marah padaku, annyeong” aku berlari menjauhi ruangan itu. setelah aku fikir sudah cukup jauh aku berlari aku menghela nafas, apa dia tidak ingin memberiku ucapan ‘happy anniversary’ ini sudah anniversary ku yang ke 1 tahun bersamanya, sebenarnya tujuan ku datang ke ruang seni tadi hanya untuk memancing apakah dia ingat, yah..tapi seperti biasa dia tidak pernah mengingatnya, ah sudah lah aku tidak terlalu memikirkan hal itu, sebenarnya itu sudah biasa untukku.

><.><.><.><

“aku pulang oppa” aku memincingkan mataku menartapi setiap centimenter ruangan ini, namun nihil aku tidak dapat melihat keberadaan makluk hidup selain aku sendiri

“annyeonghasimnika”

“YA!!! Siapa kau?” tiba tiba saja orang ini dibelakangku, reflek aku melangkahkan kakiku kebelakang

“perkenalkan saya pembantu baru disini” pembantu? Apakah eomma dan appa yang memintanya?

“pembantu?” aku mengulang kalimatnya, sebenarnya aku tidak mengerti tentang semua ini

“ne, nama saya jung ryeomi, orang tua anda meminta saya untuk menjaga anda” eh? Ini kenapa biasanya juga tidak pernah ada yang menjagaku, aku baik baik saja

“berapa umur anda?” seolah olah polisi aku menyipitkan mata menatapnya dari atas hingga bawah dan menatap matanya lagi

“saya masih 30 tahun” ucapnya, aku membulatkan mulutku

Setelah beberapa menit menahan posisi seperti ini oppaku pulang

“annyeong…aku pulang” aku langsung mengikuti oppa ku yang ternyata langsung masuk ke kamar, sepertinya dia sangat lelah

“YA! Kenapa kau mengikutiku? Masuk ke kamarmu sendiri” joonmyun oppa mengendorkan ikatan dasinya, ya sekarang dia memang sudah bekerja, bekerja di perusahaan appa

“oppa? Apa kau menyewa pembantu itu?” tanyaku berbisik padanya

“aish, kau ini..ne, appa dan eomma menyuruhku untuk menyewa pembantu karena akhir akhir ini aku akan sibuk dan jarang dirumah” ucapnya mulai membuka jas hitam yang ia kenakan

“tapi oppa..aku biasa sendiri, aku sudah besar, tidak perlu dijaga, seperti anak bayi saja” aku mengerucutkan bibirku, tidak terima dengan perlakuan appa dan eomma juga kakakku yang terlalu overprotective seperti ini.

“lihatlah dirimu, kau seperti bayi sekarang, aish…sudah sana aku ingin mengganti bajuku, kau mau melihat hah?” ucapnya yang langsung membuatku reflek memukul lengannya

“Ya! Kau ini memangnnya aku ini yadong sepertimu? Huh menyebalkan!” aku keluar dari kamar joonmyun oppa, sama samar aku dapat mendengar dia menyuruhku untuk mengganti baju dan setelah itu tidur, padahal ini baru jam lima sore.

Aku memasuki kamarku dan merebahkan diri dikasur biruku setelah berganti baju, aku merasa bosan, ya beginilah kehiatanku sehari hari, selalu merasa kesepian. Appa dan eomma yang terlalu sibuk untuk pergi ke luar negeri karena pekerjaan mereka juga oppa yang mulai sibuk sekarang untuk menghandle semua perusahaan apa yang ada di korea membuat ku merasa dibuang, bahkan aku memiliki namjachingupun sepertinya tidak ada gunanya, dia tidak pernah mengirim pesan padaku duluan, selalu aku yang mengirimnya pesan dan setelah itu dibalas hanya dengan beberapa kata seperti ‘ya’ ‘tidak’ ‘araseo’  ‘kau juga’ ‘jangan khawatir’ aku mulai merasa gelisah dengan semua kalimat itu, tapi aku tidak pernah berpikir untuk mengakhiri hubungan ini, aku sudah terlanjur jatuh hati padanya, sudah sejauh mana aku tidak tahu yang pasti aku sangat amat mencintainya.

DRRTT..ponselku bergetar ada pesan masuk.

FROM : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Kau sedang apa?

 

Bolehkah hari ini aku menandai sebagai hari kebahagiaan? Aku rasa iya, karena tiba tiba jongin mengirimku sebuah pesan, ini pertama kalinya dari setahun hubungan kami dia mengirimku pesan untuk yang pertama kali!

TO : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Sedang tidak apa apa, aku hanya tiduran saja

 

FROM : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Kau sudah makan?

 

TO : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Belum, aku tidak lapar, aku ingin tidur saja

 

FROM : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Ini sudah hampir malam, kau harus makan

Jangan sakiti dirimu sendiri

 

TO : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Araseo

 

Tidak ada balasan lagi darinya, oke sepertinya dia menyudahi pesan singkat ini, kau dapat melihat kan betapa datarnya namjachinguku ini, tapi dia tetap nomer satu dihatiku –setelah eomma dan appa tentunya.

Aku mulai merasa bosan lagi, tidakkah seorang datang menemui ku dan setelah itu mengajakku jalan jalan? Huh..aku tidak mengerti dengan jalan ceritaku yang sangat datar ini.

Ku putuskan untuk mengambil coat ku dan jalan jalan sebentar, siapa tahu aku bisa menghilangkan bosanku.

Udara di luar seoul memang sangat dingin bulan ini, kurasa coatku tidak dapat melindungi ku sekarang, ku rapatkan lagi coatku agar terhindar dari angin angin yang sepertinya ingin masuk kedalam tubuhku. Aku menyesal karena tidak mengikuti saran jongin sunbae tadi, seharusnya aku makan dulu, dan sekarang perutku meronta ronta ingin di isi, tapi aku tidak membawa uang, hanya 10 won apa yang dapat aku beli dari kembalian ini? Salju mulai turun, hei hari ini saljunya turun, aku sangat menyukai salju, warnanya yang putih dan bersih bentuknya yang tidak teratur memiliki ciri khas tersendiri.

AUTHOR POV

Karena terlalu asik bermain dengan salju gadis itu tidak menghiraukan apapun di sekitarnya, sampai seorang lelaki berlari kearah gadis itu dan langsung merengkuh badannya, melindungi kepala gadis itu dari sesuatu yang akan membahayakannya

BRAKKK.. vas itu jatuh tepat dimana gadis itu berdiri sebelumnya, beberapa menit posisi mereka tetap seperti itu, hingga lelaki itu melepaskan rengkuhannya

“mianhaeyo..anak muda kau tak apa kan?” tanya seorang ahjjuma yang sedang merapikah jendela yang menempel pada toko bertingkatnya itu

“gwenchana ahjjuma, dia telah menolongku” ucap yoonjin sambil menunjuk lelaki disebelahnya itu

“untung ada kau, gomawo anak muda, kalau tidak ada kau pasti aku sudah harus bertanggung jawab atas rumah sakitnya” ujar ahjjuma itu pada lelaki yang berada di sebelah yoonjin

“ne, aku senang dapat menolong” setelah itu ahjumma yang tadi memasukkan diri kedalam ruangan itu, yoonjin mengalihkan pandangannya pada lelaki di sebelahnya ini, matanya membulat setelah tau siapa yang menolongnnya

“chanwoon-ssi?”

“yoonjin-ssi?” ucap mereka berdua berbarengan, wajah kaget yang di tampakkan oleh yoonjin memudar tergantikan dengan senyumannya yang indah

“orenmaneyo” ucap lelaki yang diketahui bernama chanwoon itu

Kedai jjajangmyeon.. jam sudah menunjukan pukul setengah enam tetapi mereka berdua masih ada di kedai jjajangmyeon, chanwoon bilang dia akan menraktir yoonjin makan karena mendengar bunyi perut yoonjin yang sudah konser meminta makan.

“uuuu..mashita.. gomawo chanwoon-ssi”

“ne, cheonma. Ini sudah hampir malam, ku antar kau pulang ya”

“hm” gumam yoonjin sambil tersenyum, tiba tiba handphone yoonjin berbunyi, senyum yoonjin makin mengembang, apalagi setelah membaca pesannya dia bisa dibilang orang gila bila seorang melihatnya

FROM : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Kau marah?

 

TO : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Ani, kenapa kau berpikir seperti itu?

 

FROM : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Ani, kau sedang dimana?

 

TO : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Di kedai jjajangmyeon

 

FROM : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Dengan siapa?

 

TO : JJJOONGINNN^^<sunbae>

Dengan sahabat lama ku

 

“pesan dari siapa?” tanya chanwoo tersenyum

“dari namjachingu ku” yoonjin terseyum karena mendapat dua kali pesan yang di kirim oleh jongin seketika senyum di wajah chanwoo memudar tergantikan dengan wajah kecewa karena yoonjin sudah memiliki namjachingu

“kajja..kita pulang” ucap chanwoo yang di jawab anggukan oleh yoonjin

JONGIN POV

FROM : YoonJin

Araseo

 

Apakah dia marah padaku? Sepertinya tidak, aku juga tidak tahu mengapa tanganku bergerak sendiri menelusuri tombol tombol di handphoneku untuk mengetik sebuah pesan pada yoonjin, setelah dia kabur dari hadapanku setelah memberi minuman aku merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya.

Sepulang sekolah ini aku harus berkumpul bersama teman teman klub danceku karena sebentar lagi kami akan mengikuti lomba.

“okey, latihan hari ini cukup, besok jangan lupa untuk latihan ya. Karena dua minggu lagi lomba itu akan di selenggarakan, okey, kalian semua boleh pulang” seketika teman temanku mnghilang dari ruangan ini, tapi tidak denganku, aku berdiri menghampiri sunbae sekaligus pelatih di klub dance ku yang sedang merapihkan kaset kaset music yang dipakai untuk latihan tadi

“sunbaenim, bolehkan setelah mengikuti lomba aku hiatus untuk beberapa waktu, setidaknya setela aku fokus untuk kenaikan kelas ku”

“kau sudah berada di rahun terakhir sekolah menengah atas? Aish…iya aku lupa, baiklah kalau begitu, tentu saja boleh, dapatkan nilai yang bagus eo?” ucapnya menepuk pundakku

“ne, gomawo sunbae” dia hanya membalasnya dengan tersnyum.

Sekarang aku sudah berada di luar studio, disini sangat dingin, ku rapatkan jaket ku dan sekarang aku dapat melihat salju yang turun, di tahun lalu aku jadi teringat senyum yoonjin yang mengembang karena salju turun, tapi aku langsung menariknya menuju dalam sekolah setelah tahu salju akan turun, aku dan yoonjin memang selalu berangkat sekolah bersama, aku akan menunggunya atau dia akan menungguku di halte bis, tetapi bila pulang sekolah kadang kami tidak berbarengan karena aku harus melatih dance ku di ruang seni sekolah. Kadang yoonjin juga menemaniku, kadang juga tidak karena aku menyuruhnya untuk pulang duluan aku tidak tega bila dia hanya duduk dengan bosan sambil memainkan handphonennya.

Setelah puas aku memikirkan yoonjin aku melangkah kan kakiku lagi, aku juga tidak tahu pesona apa yang dimiliki yoonjin sehingga membuatku jatuh kedalam hatinya, ya walaupun aku tidak bisa bersikap romantis layaknya pasangan pada umumnya tapi yoonjin tidak pernah mempermasalahkan itu, tanpa sadar urat urat wajahku tertarik sehingga bibirku membentuk seutas senyuman. Tanpa disengaja aku melihat sosok yoonjin dari sini, di kedai jjajangmyeon itu yoonjin bersama dengan seorang pria? Siapa pria itu? Kuputuskan untuk mengambil handphone ku dan mengetik beberapa kata

TO : Yoonjin

Kau marah?

 

FROM : Yoonjin

Ani, kenapa kau berpikir seperti itu?

 

TO : Yoonjin

Ani, kau sedang dimana?

 

FROM : Yoonjin

Di kedai jjajangmyeon

 

TO : Yoonjin

Dengan siapa?

 

FROM : Yoonjin

Dengan sahabat lama ku

Ternyata dia tidak sedang berbohong, dia benar benar mengatakan yang sebenarnya kalau dia sedang di kedai jjajangmyeon, karena tadi saat terakhir kali aku mengirim pesan padanya dia sedang tiduran di kasurnya. Tetapi aku merasakan ada sorot mata yang berbeda dari lelaki itu, dia memangang yoonjin dengan tatapan yang tidak dapat diartikan, memuja? Terpesona? Kukira seperti itulah tatapannya, aku melirik kearah yoonjin yang masih menatap layar handphonennya, aku juga tersenyum melihatnya mungkin dia masih membaca pesanku? Karena ini adalah pesan kedua yang aku kirim untuk pertama kaliannya, ya..ku akui selama ini aku jarang sekali mengirim pesan padanya.

YOONJIN POV

“YA! Kau dari mana saja yoonjin-ah?” aku yang baru saja memasuki rumah ku dan oppaku sudah ada di depan pintu saja

“jalan jalan, dan setelah itu aku-“ belom selesai aku melanjutkan kalimatku oppaku sudah memarahiku duluan

“mulai sekarang kau tidak boleh pergi sendiri, kalau kau mau pergi kau harus bilang pada oppa kau akan pergi dengan siapa dan kemana, oppa tidak ingin terjadi sesuatu padamu, araseo” setelah itu joonmyun oppa langsung pergi memasuki kamarnya, aku jadi semakin tidak mengerti, sebenarnya oppaku ini kenapa? Apa dia terlalu stress dengan pekerjaannya? Sebelumnya dia tidak pernah seperti ini, aku juga tidak pernah dilarang untuk kemana mana, huh…mungkin memang dia sedikit stress dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor

Aku memasuki kamarku, merebahkan diri di kasur setelah menaruh coat ku mengingat aku sudah kembali bertemu dengan tetanggaku dulu ya tentu saja chanwoo oppa, hahaha bahkan sekarang aku memanggilnya oppa, tak apalah lah dia lebih tua dari ku, bahkan umurnya sama dengan joonmyun oppa. Ah aku jadi ingat beberapa tahun yang lalu, sebenarnya sudah cukup lama, tapi ya..aku masih ingin mengingatnya lagi.

FLASHBACK

Aku berjalan bersama dengan oppaku ke taman, ini pertama kalinya aku berjalan bersama dengan oppaku ke taman, karena biasanya oppaku tidak pernah mau kalau aku aja jalan jalan.

“oppa…. yoonjin mau balon itu, oppa jebal..belikan untuk yoonjin ya” aku meminta pada oppaku tapi oppaku malah diam dan tidak menjawab, oppaku ini memang cuek padaku, aku kesal dengan oppaku kalau dia tidak pernah mau menjawab omonganku

“oppa tidak bawa uang..besok saja minta belikan pada eomma”

“aku mau sekarang..jeballl”

“ani, sudah besok saja”

“huaaa…eomma…oppa jahat..hiks..hiks..”

“aish..menagis saja lah… tidak ada yang akan mendengarmu”

“eommaa….hiks..hiks..eommaa…hiks..”

“sudah jangan menangis, ini balon untukmu” seseorang yang aku tidak kenal datang memberiku balon, aku menerimannya dan aku sangat senang sekali

“chanwoo, kenapa kau memberikan adikku balon, nanti dia jadi manja” oppaku malah memarahi kakak itu, chanwoo? Ternyata kakak itu namannya chanwoo ya?

“aku hanya tidak tega melihatnya menangis seperti itu, kau ini sebagai kakak seharusnya tidak begitu” dia mengacak rambutku gemas karena sekarang aku tertawa melihat balon yang mengkilap itu

FLASHBACK END

Dari situlah pertama kali kita bisa saling kenal, seiring dengan berjalannya waktu aku, joonmyun oppa dan chanwoo oppa sering main bersama sampai chanwoo oppa lulus smp dan setelah chanwoo oppa lulus….chanwoo oppa langsung pindah ke jepang dan kita lost contac, dan tadi adalah pertemuan pertama kami setelah beberapa tahun lamanya, oh iya…aku belum sempat memberi tahu joomyun oppa karena tadi dia memarahiku, huh..mungkin besok pagi saja.

AUTHOR POV

Joomyun yang notabenenya adalah kakak dari yoonjin itu sedari tadi hanya mondar mandir di depan pintu ruang tengahnya karena menghawatirkan adiknya yang pergi tanpa berpamitan dengannya, saat bibi jung memberi tahu bahwa yoonjin tidak ada di kamarnya joonmyun semakin resah, dia menjambak rambutnya frustasi, dia takut bila adiknya mengalami sesuatu

CEKLEK

Pintu rumah terbuka menampakan seorang gadis dengan coat musim dinginnya

“YA! Kau dari mana saja yoonjin-ah?” gadis yang di ketahui adalah yoonjin itu langsung mendapat sambaran kata dari sang kakak

“jalan jalan, dan setelah itu aku-“ belom selesai yoonjin melanjutkan kalimatnya, joonmyun sudah memarahi yoonjin

“mulai sekarang kau tidak boleh pergi sendiri, kalau kau mau pergi kau harus bilang pada oppa kau akan pergi dengan siapa dan kemana, oppa tidak ingin terjadi sesuatu padamu, araseo” setelah itu joonmyun langsung pergi memasuki kamarnya begitu juga dengan yoonjin

DRRRTT.. handphone joonmyun bergetar menandakan ada pesan masuk ke handphonennya

FROM : PRIVAT NUMBER

Kurasa adikmu sudah masuk kedalam jebakan ku

Jadi persiapkan dirimu Joonmyun-ssi

Jaga adikmu dengan baik jika kau tidak ingin terjadi sesuatu padanya

Hmm..tapi ku rasa sebesar apapun kau menjaganya

Aku akan tetap bisa mengambilnya dari tanganmu.

Sudah ku bilang aku mencintainya.

 

Joonmyun mengerang frustasi inilah yang membuatnya menghawatirkan yoonjin, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada adiknya, minggu ini dia sering sekali mendapat pesan meneror untuk merebut adiknya dari tangannya tapi joonmyun sering mengabaikannya sampai saat pengirimnya sudah berbicara tenatang hal hal yang benar benar meyakinkan joonmyun

FROM : PRIVAT NUMBER

Aku hanya mengingatkan mu sekali lagi.

Hari ini dia sangat cantik dengan coatnya

 

To Be Countinue

Ottae? Aneh ya? Sebenernya saya juga bingung, konfliknya jelas gak nih? Hehehe… mianhae kalo misalkan jelek *peace*

Oh iya.. makasih ya yang udah menyempatkan waktunya untuk baca ff absurd ini, KAMSAHAMNIDA^^

12 pemikiran pada “Anonymous (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s