It’s Ours (Chapter 2)

IT’S OURS (CHAPTER 2)

Author : Krisanamira

Cast: Kris EXO-M

Park Shina

Kang Jiyoung

Park Chanyeol EXO-K

 ________________________________________

“Ne. Tak apa. Aku baik-baik saja,” jawabku. Kurasakan tangannya masih memegang lenganku dengan lembut. Aku mengalihkan tatapanku darinya, mencoba membersihkan debu di rokku.

“Oh, lututmu berdarah,” ujarnya panik, kemudian mengalihkan pandangannya ke lututku.

“Ayo kita ke UKS,” jawabnya sambil membimbingku penuh kasih sayang.

“Euh, tidah usah. Hanya luka sedikit, aku bisa mengatasinya,” jawabku.

“Mmh, kalau begitu, aku ke kelas, ya. Ada yang harus kuselesaikan. Bye,” ujar Jiyoung sambil berlari meninggalkanku. Dasar Jiyoung! Tega sekali dia meninggalkanku berdua dengan Kris!

“Tidak baik membiarkan luka seperti itu. Nanti kau malah infeksi. Sudah, ikuti saja kataku,” lanjutnya. Ia kemudian membimbingku menuju UKS. Kurasakan banyak yang menatap kami. Aku menundukkan kepala. Takut ada yang mengenaliku sebagai siswa baru.

-KRIS POV-

Aku baru turun dari mobilku pagi ini. Aku melihat sekeliling. Tadi rasanya ada yang memenggilku. Tapi mana? Aku menoleh ke belakang sambil terus berjalan.

BRUKK

Rasanya aku menabrak seseorang. langsung aku berbalik badan dan mendapati seorang yeoja sedang tersungkur karena tertabrak olehku.

““Mianhae. Sorry, iam very sorry. Kau tak apa?” tanyaku khawatir. Kupegang lengan yeoja itu dengan lembut untuk membantunya berdiri. Kulihat, yeoja itu bersama seorang temannya. Yeoja itu kemudian berdiri dan menatapku. Ya Tuhan! Dia Park Shina. Kebetulan sekali aku bertemu dengannya. Dia terlihat lebih cantik dari jarak sedekat ini. Aku terus menatap matanya. Rasanya aku tak ingin melepaskan pandanganku dari mata bulat hitamnya.

““Ne. Tak apa. Aku baik-baik saja,” jawabnya. Ia kemudian mengalihkan pandangannya, berpura-pura membersihkan debu dari roknya. Aku tahu ia salah tingkah karena lama bertatapan denganku.

“Oh, lututmu berdarah. Ayo kita ke UKS,” ajakku sambil membimbingnya penuh kasih sayang.

“Euh, tidah usah. Hanya luka sedikit, aku bisa mengatasinya,” jawabnya gugup.

“Mmh, kalau begitu, aku ke kelas, ya. Ada yang harus kuselesaikan. Bye,” ujar temannya sambil berlari meninggalkan kami. Aku tersenyum tipis. Bagus. Ternyata temannya dapat diandalkan. Ia rupanya tak mau menggangguku berduaan dengan Park Shina.

“Tidak baik membiarkan luka seperti itu. Nanti kau malah infeksi. Sudah, ikuti saja kataku,” lanjutku. Aku kemudian membimbingnya menuju UKS. Kurasakan banyak mata yang menatap kami. Tapi itu tak kuhiraukan. Yang penting aku bisa cepat sampai di UKS dan mengobati Park Shina.

DI UKS….

-SHINA POV-

“Sunbae, maaf aku merepotkanmu. Seharusnya aku bisa sendiri mengobati lukaku,” ucapku sambil meminta maaf kepada Kris sunbae.

“Tidak usah kau pikirkan. Aku yang membuatmu seperti ini. Jadi aku juga yang harus bertanggung jawab. Sudah. Mana yang sakit?” jawabnya dengan mantap. Aku hanya menunduk, enggan menatapnya lagi. Aku sudah cukup gugup dengan perlakuannya yang begitu peduli terhadapku. Namun hati kecilku merasa senang karena aku bisa berdekatan dengannya.

“Nah, lukamu sudah kuobati. Sebentar lagi pasti sembuh,” ujarnya sambil tersenyum kepadaku. Oh Tuhan, senyumnya manis sekali.

“Gomawo, Kris sunbae,” ucapku sambil membalas senyumnya.

“jangan memanggilku seperti itu. Panggil saja aku oppa,” sanggahnya.

“Oppa? Baiklah. Terimakasih oppa,” ulangku. Aku kemudian beranjak berdiri dari bangku UKS, hendak menuju kelas.

“Biar kuantar kau ke kelas,” ucapnya.

“Tidak usah, oppa. Aku..”

“Sudah. Ayo,” jawabnya sambil menggandeng tanganku. Kurasakan pipiku memanas. Kami berjalan menuju kelasku. Tapi tunggu dulu. Dari mana Kris oppa mengetahui kelasku? Aku kan belum mengatakan kepadanya.

“Oppa, sampai sini saja,” jawabku sambil melepaskan tanganku dari tangannya.

“Baiklah. Eh, tapi, namamu siapa?” tanyanya lagi.

“Park Shina imnida. Oppa bisa memenggilku Shina,” jawabku sambil tersenyum sopan.

“Baiklah. Aku ke kelas ya,” lanjut Kris oppa.

“Ne. Gomawo oppa,” jawabku sambil berbalik menuju kelas. Aku berjalan dengan gugup karena teman-teman sekelasku menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Bagaiman rasanya?” tanya Jiyoung setengah berbisik kepadaku saat aku baru duduk di bangkuku.

“Rasa? Rasa apa?” tanyaku, balik berbisik.

“Rasanya berdekatan dengan Kris sunbae,” lanjutnya.

“Kau ini apa sih?”

“Aku tau, tdi kau pasti diobati oleh Kris sunbae kan? Lalu tadi kau bergandengan tangan dengannya kan? Pasti senang sekali rasanya,” lanjutnya.

“Kau ini ada-ada saja. Ya, memang senang sih rasanya, tapi tadi aku terlalu banyak gugup, jadi aku tidak terlalu memperhatikan Kris oppa,” jawabku.

“Oppa? Kau memanggilnya oppa?” Jiyoung tampak terkejut.

“Dia yang menyuruhku memanggilnya begitu,” jawabku enteng.

“Sepertinya sudah ada tanda-tanda,” gumam Jiyoung. Aku tak menghiraukan perkataannya lagi karena bel masuk berbunyi.

-KRIS POV-

Aku segera mengemasi barang-barangku dan berlalu cepat meninggalkan Luhan yang masih sibuk dengan bukunya.

“Kau mau ke mana, Kris?” tanyanya agak bingung. Ia heran karena tak biasanya aku begini. Biasanya aku selalu menunggunya dan berjalan keluar kelas bersamanya.

“Ada yang harus kuselesaikan. Aku duluan ya,” jawabku sambil berlalu.

“Aneh. Pasti yeoja itu lagi,” gumam Luhan.

Aku berdiri di depan pintu kelas Shina. Aish, dia lama sekali. Aku melongok lagi ke dalam. Tampak temannya yang tadi melihatku dan berkata pelan kepada Park shina. Shina lalu menoleh ke arahku dan tersenyum, lalu menghampiriku.

“Ada apa, oppa?” tanyanya sedikit gugup.

“Hmm, hari ini kau pulang denganku, ya,” pintaku padanya, masih dengan gaya cool ku.

“Pulang denganmu?” ia tampak terkejut.

“Ya. Memangnya kenapa?” tanyaku pura-pura terkejut. Aku tahu ia kaget karena aku tiba-tiba sok dekat dengannya. Tapi aku yakin ia menyukai permintaanku, karena kini pipinya penuh dengan semburat merah.

“Baiklah, oppa. Tunggu sebentar,” jawabnya sambil berbalik menuju kelasnya. Aku tersenyum tipis karena ia mau pulang denganku.

-SHINA POV-

“Baiklah oppa, tunggu sebentar,” jawabku sambil berlalu menuju kelas.

“See? Ini tanda-tanda yang kedua,” ucap Jiyoung dengan senyum evilnya.

“Memangnya kau mendengar apa yang kubicarakan dengannya?” jawabku sambil bergegas memasukkan barang-barangku ke dalam tas.

“tentu saja aku mendengarnya. Aku pulang duluan, ya. Selamat bersenang senang!” jawabnya sambil menepuk pundakku. Aku tersenyum akibat perbuatannya. Jiyoung memang baik sekali. Ia bahkan rela ditinggalkan demi aku yang memilih pulang bersama orang yang baru dua hari kukenal.

“Rumahmu di mana?” tanya Kris sambil menutup pintu mobilnya. Ia kemudian menyalakan mobil dan menatapku. Aku menyebutkan alamat rumahku.

“Hmm, bagaimana kalau kita pulangnya terlambat sedikit?” tanyanya sambil mulai menjalankan mobilnya.

“Maksud oppa?” ujarku agak bingung.

“Berhubung hari ini cuaca sedang dingin, kau keberatan menemaniku minum kopi?”

“mmh, minum kopi? Ne,” jawabku agak gugup. Aku diajak minum kopi oleh Kris. Jika Jiyoung tahu, ia pasti sudah girang bukan main.

-KRIS POV-

Kami berjalan beriringan menuju kedai kopi favoritku ini. Kurasakan udara semakin dingin. Kulihat, Shina sedikit kedinginan dan ia hanya memakai seragam sekolah. Pelan, kuraih tangannya, dan kugenggam agar ia merasa lebih hangat.

Ia tampak terkejut dengan perlakuanku. Aku tahu ia mendongak menatapku, tapi aku pura-pura tak melihatnya dan terus berjalan hingga duduk di kursi dekat jendela.

“Kau mau pesan apa?” tanyaku pada Shina yang duduk di depanku.

“Oppa pesan apa?” tanyanya polos. Ia sungguh manis jika seperti itu.

“Aku pesan yang ini,” jawabku.

“Kalau begitu aku juga pesan yang itu,” jawabnya sambil tersenyum manis sekali. Sepertinya ia sudah mulai terbiasa denganku. Aku tersenyum melihat tingkahnya.

Kami mengobrol banyak hingga pesanan datang. Ia kemudian mengaduk kopinya, lalu menghirup aroma menyenangkan kopi tersebut.

“Kenapa tak langsung minum?” tanyaku seraya menyesap kopiku.

“Ini kebiasaanku. Aku selalu menghirup aroma kopinya sebelum menikmatinya,” jawabnya, lalu ikut menyesap kopinya.

Hujan mulai turun di luar sana, sedangkan aku dan Shina masih asyik mengobrol di dalam kafe. Kulirik jam tanganku. Sudah pukul lima. Saatnya mengantar Shina pulang.

Aku mengajak Shina pulang. Hujan masih turun rintik-rintik. Aku kembali menggenggam tangan Shina karena mobilku tadi terparkir agak jauh dan takut ia kedinginan. Tak kusangka, ia balas menggenggam tanganku erat. Aku tahu, sekarang aku benar-benar menyukainya.

“Shina, terimakasih telah menemaniku hari ini,” ucapku setelah tiba di depan flat Shina.

“Ne, oppa. Sama-sama,” jawabnya.

“besok-besok, kau mau jalan denganku lagi kan?” lanjutku.

“Tentu oppa,” jawabnya.

“Baiklah, aku pulang dulu. Bye,” pamitku kepadanya.

“Ne, oppa. Hati-hati di jalan,” jawabnya.

-SHINA POV-

Aku membuka pintu dan mendapati Jiyoung sedang sibuk dengan ponselnya. Ia lalu menatapku dan berlari menujuku sambil tersenyum senang.

“ada apa?” tanyaku agak bingung dengan kelakuannya. Jarang-jarang ia memelukku tiba-tiba seperti ini.

“kau tahu? Aku baru jadian dengan Chanyeol oppa!” jawabnnya sambil tertawa lebar.

“Benarkah? Selamat Jiyouuuuung!” ucapku sambil ikut tertawa bersamanya.

“Benar!” jawabnya.

“Ceritakan kepadaku nanti, ya, setelah aku selesai mandi,” ucapku kepada Jiyoung.

“Ne, ne,” jawabnya.

Jadi, tadi saat Jiyoung bergegas pulang, ia dicegat oleh Chanyeol dan mengajaknya makan di restoran. Jiyoung yang memang menyukai Chanyeol langsung mengiyakan tawaran itu. Mereka akhirnya pergi ke restoran dan mengobrol banyak hal. Tiba-tiba, Chanyeol menggenggam tangan Jiyoung dan meminta Jiyoung menjadi yeojachingu nya.

Langsung saja Jiyoung tersipu setengah mati. Ia lalu mengiyakan permintaan Chanyeol dan mereka berpacaran sekarang. Chanyeol bilang, ia sudah menyukai Jiyoung sejal SMP, sama dengan Jiyoung yang menyukai Chanyeol.

“Sekarang giliranmu, Shina!” tagih Jiyoung kepadaku.

“Baik, baik,” jawabku. Aku menceritakan semua kejadian yang terjadi hari ini saat aku bersama Kris oppa.

“Sepertinya, aku benar-benar menyukainya,” lanjutku.

“Ya, benar yang kukatakan. Sepertinya ia juga menyukaimu,” jawab Jiyoung.

“Semoga saja,” jawabku.

Jujur, aku senang dengan perlakuan Kris oppa terhadapku. Aku juga sangat berharap bisa seperti Jiyoung dan chanyeol.

Dua bulan berlalu. Aku masih dekat dengan Kris oppa. Begitu juga dengan Jiyoung dan Chanyeol. Mereka makin lengket sekarang. Chanyeol juga sering berkunjung ke flat. Ponselku bergetar. Ada sms masuk.

 

From: Kris oppa

Shina, besok ada acara tidak?

 

To: Kris oppa

Tidak oppa. Ada apa?

 

From: Kris oppa

Temani aku ke kafe ya? Sudah lama kita tidak ke sana

 

To: Kris oppa

Baik oppa

 

From: Kris oppa

Aku akan menjemput jam 10 pagi ya

 

 

To: Kris oppa

Ne oppa

 

Besoknya, aku bersiap-siap hendak pergi dengan Kris oppa. Jiyoung juga hari ini ada acara dengan Chanyeol. Tak lama, Kris oppa datang.

“Kau cantik sekali Shina,” puji Kris oppa. Aku tersenyum kecil. Tapi, bukannya aku hanya mengenakan  celana jins dan sweater rajut biasa? Apanya yang cantik?

“Meskipun hanya memakai baju biasa,” lanjut Kris oppa, seakan membaca pikiranku.

“Oppa juga kelihatan, keren,” jawabku. Ia tersenyum kecil.

“Sudah siap?” tanyanya. Aku mengangguk dan berjalan menuju mobilnya. Di jalan, kami hanya saling diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Tapi, kenapa aku canggung bertemu Kris oppa? Apa karena tadi ia memujiku?

Kami bergandengan menuju kafe. Kelihatan seperti sepasang kekasih yang serasi. Kami duduk di tempat yang sama, sewaktu pertama kali ke kafe ini berdua. Memesan menu yang sama pula. Lalu Kris oppa bertanya banyak hal tentang keluargaku. Tiba-tiba, ia meraih tanganku yang mulai kedinginan karena lupa membawa sarung tangan di saat dingin yang menusuk seperti sekarang ini.

“Mmh, Shina,” ia tampak sedikit gugup memanggilku.

“Ne, oppa?” jawabku agak bingung dengan sikapnya.

“aku, mmh, maksudku.. maukah kau jadi, yeojachinguku?”

TBC

 

Iklan

9 pemikiran pada “It’s Ours (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s