My Lovely Maid (Chapter 2)

Title:

My Lovely Maid

Author:

SungRaeRim

Cast:

Hyorin

Do Kyung Soo

Other Cast:

Find your self :p

Genre:

Romance, AU and Comedy

Rating:

General

Length:

Chaptered

Disclaimer:

Cast milik Tuhan, cerita milik saya, cinta bagi readers #plakk

Author POV

“Nuguya?” tanya D.O sambil menunjuk Hyorin.

“Oh, dia Hyorin. Akan menjadi pembantu yang mengurusimu selama aku dan appamu ke Jeju.”

D.O menatap lekat Hyorin seakan pernah bertemu dengan Hyorin.

“YA! YEOJA TIDAK PENTING! Mau apa kau di sini?!” D.O berteriak sambil melotot. #bayangin muka D.O yang matanya mau keluar

“Kalian saling kenal?” tanya Ga In tiba-tiba.

“Anniyo, aku tidak pernah bertemu dengannya.”

“Kyungsoo-ah kau mengenalnya?” tanya Ga In pada Kyungsoo yang masih melototi Hyorin.

“YA! Eomma! Aku tidak mau pembantu sepertinya. Tidak mau. Tidak mau.”

“YA! Anak bodoh! Jangan berteriak sendiri pada ummamu. Memang kenapa? Ada yang salah dengan Hyorin? Dia cantik. Anak yang baik. rajin. Juga pintar tidak sepertimu yang bisanya malas-malasan.” Jelas Ga In panjang lebar sambil menyentil dahi Kyungsoo.

“Dia itu sudah membuatku malu di tempat umum. Lihat gayanya kampungan seperti itu.” Cetus Kyungsoo.

Hyorin langsung melotot kepada Kyungsoo.

Dan sekali lagi Kyungsoo mendapat jitakan bebas dari ummanya.

“Aku tidak mau tahu. Pokoknya dia yang akan mengurusimu. Omoo jam berapa sekarang? Aku akan ketinggalan pesawat. Annyeong Hyorin hati-hati mengurus bayi besar ini.” Kata Ga In sambil mencium pipi Kyungsoo dan pergi.

Suasana hening..

Tidak keluar sepatah katapun setelah Ga In pergi..

..

….

“Hmmm.. Ada hal-hal yang harus kau tahu. Pertama .. kau tidak akan mencatatnya? Siapkan kertas dan pulpen.” Kata Kyungsoo sambil duduk di sofa dengan kaki ke atas meja.

Hyorin langsung menyiapkan kertas dan pulpen yang ada di tasnya.

“Dasar Namja menyebalkan.” Bisik Hyorin suaranya mungkin sangat kecil sampai tidak terdengar oleh Kyungsoo.

“Mwo?”

“Anni.”

“Aku tidak akan mengulanginya lagi. Pertama.. sarapanku tidak boleh ada makanan yang mengandung lemak. Harus bersih. Tidak boleh makanan pinggir jalan. Sarapan yang sehat. Kau juga siapkan susu. Untuk makan siang ..” Kyungsoo mengambil jeda sebentar.

Hyorin terlihat sangat serius mencatat.

“Kalau makan siang terserah. Kalau ada sayurannya harus direbus hanya 5 menit. Ingat tidak boleh kurang atau lebih.. tidak boleh digoreng. Jendela di kamarku harus selalu dibuka tepat pukul 09:00 tidak boleh kurang atau lebih setelah aku berangkat ke kantor dan ditutup jam 11:00. Hmmm.. sepertinya itu saja dulu. Kau bisa membereskan rumah sekarang dan cepat.” Kyungsoo menyelesaikan perkataannya dan menuju kamarnya.

“Aiish.. bisa gila aku kalau begini terus. Dasar namja menyebalkan. Manja. Tidak tahu diri.”

Hyorin mengerjakan pekerjaan rumah sambil merutuki namja yang akan menjadi majikannya itu.

Dengan cepat dia mengerjakan pekerjaannya. Dia tidak mau telat untuk kuliah. Untung saja kepala sekolahnya mengijinkan Hyorin untuk kuliah sore.

Hyorin POV

“Aissh.. apa yang dilakukan namja itu?”

Aku segera menuju kamarnya. Dan mengetuk pintunya.

“Hei namja manja. Kau harus ke kantor atau aku akan dimarahi Ga In ajhumma. Ppaalliii! Ini sudah jam 10.” teriakku sambil menggedor pintu namja itu.

Ckleek.

“Tidak dikunci?”

“Hei! Namja manja, kau dimana?” aku melihat ke sekeliling kamar.

Issh. Dimana namja itu?

Ckleekk. Pintu kamar mandi terbuka.

Omoo. Dia baru selesai mandi? Rambutnya yang basah. Dadanya yang bidang.

Omoo..

“YA! Pembantu bodoh! Apa yang kau lakukan! Pergi! Aku akan ganti baju.” Teriak kyungsoo.

Teriakkanya membuyarkan lamunanku dengan cepat aku langsung keluar kamar.

Deg.. Deg.. deg..

Aku mengatur jantungku. Apa ini?

Ada-ada saja.

Aku turun kebawah dan segera menyiapkan sarapan untuknya.

Tanpa lemak? Sup saja.

Author POV

“Heii namja manja, sarapanmu sudah siap.” Teriak Hyorin dari dapur.

“Berhenti memanggilku namja manja, yeoja tidak penting. Atau kupecat kau.” Sahut Kyungsoo sambil menuruni tangga.

“Isshh.” Hyorin hanya bisa berdecak kesal. Tentu saja dia tidak mau kehilangan pekerjaanya kan?

“Apa ini?” tanya Kyungsoo sambil menatap aneh pada makanan yang disiapkan Hyorin.

“Sup. Jangan-jangan kau tidak tahu sup?”

“Mana ada sup bentuknya seperti ini? Lihat tidak jelas sekali. Jangan-jangan kau menaruh racun pada makanannya? Aku tidak mau memakannya. Kau saja yang makan. Aku sarapan di kantor saja.” Ucap Kyungsoo meninggalkan Hyorin begitu saja.

“Mwo?! YA!! Issh.. sabar Hyorin. Biarkan dia tidak mau mencicipi makanan enakmu ini.” Ucap Hyorin sambil memakan makanannya.

***

“Hyorin-ah, wae? Kenapa mukamu seperti ini? Apa karena pelajaran Kim Seongsaenim tadi? Memang sih pelajarannya tidak ada yang menarik.” Tanya Bora sambil menyeruput minumannya.

Hmm, mungkinkah harus kuceritakan pada Bora?

“Begini Bora.. jadi ………”

“Mwo?!” teriak Bora sampai membuat satu kantin menoleh padanya.

“Kecilkan suaramu bodoh, lihat satu kantin melihatmu.” Bisik Hyorin sambil menundukan kepalanya malu.

Bora hanya bisa nyengir (?)

“Jadi kau bekerja menjadi pengasuh Do Kyungsoo yang terkenal itu? Kenapa kau tidak ceritakan padaku dari awal?”

“Aku saja baru tau kalau itu Do Kyungsoo kemarin.”

“Bagaimana? Dia tampan?”

Pertanyaan Bora sukses mendapatkan jitakan sendok dari Hyorin.

“Ingat Sehun!”

“Issh.. Aku hanya bercanda saja. Benarkah dia menyebalkan? Mukanya itu seperti malaikat tidak mungkin dia seperti iblis seperti yang kau bilang.”

“Jika kau mengenalnya kau akan menyesal. Memang tampan. Tapi untuk apa tampan kalau ternyata menyebalkan seperti dia.”

“Sabarlah dulu hanya sementara saja kan? Bagaimana dengan kakaknya? Kim Jongin? Dia menyebalkan juga?”

“Anni, aku tidak pernah bertemu dengannya. Dia sedang ada di Jepang. Semoga saja tidak.” Kata Hyorin sambil menghela nafasnya.

***

Hyorin masuk ke dalam rumah. Sepi. Berarti namja itu belum pulang kan?

Sudah jam 6, Hyorin segera bergegas ke dapur menyiapkan makanan untuk Kyungsoo.

..

….

“Selesai. Hmm baunya saja sudah wangi, pasti makananku enak.”

Dilihatnya jam di dinding. Sudah jam 7.

Ckleekk.

Pintu terbuka dan munculah sesosok namja.

“Kau sudah pulang?” tanya Hyorin.

“Ehmm.”

“Aku sudah membuatkanmu makanan. Kau mau? Atau kau mau memesan makanan di tempat lain? Aku mau memakannya dari pada kau tidak mau memakannya lagi.”

“Sensitive sekali kau ini. Aku mau kok, mana? Aku sudah lapar sekali.”

Kyungsoo memakan lahap makanannya.

“Kau ini seperti yang sudah tidak makan satu minggu saja. Lihat mulutmu seperti itu.” Kata Hyorin sambil mengelap mulut Kyungsoo dengan tissue.

Deg.. deg.. deg.. terjadi lagi.

Jantung Hyorin berdegup kencang.

Apa ini? Mengapa jantungku ini? Seakan kehilangan oksigen.

“Sampai kapan kau mau menatapku seperti itu? Aku ingin menlanjutkan makananku dulu. Baru kau boleh menatapku puas. Hahahaha.” Ucap Kyungsoo sambil tertawa.

“Issh.. namja ini.”

“Omoo.. lihat sekarang mukamu merah seperti kepiting rebus. Aku tau aku tampan. Hahaha.”

“Issh.. di sini udaranya sangat panas. Jadi mukaku merah bodoh. Dasar kau namja menyebalkan.” Ucap Hyorin pergi sambil menjambak rambut Kyungsoo.

“YA! Aisshh Appo. Kau sama saja dengan umma.” Kata kyungsoo sambil mengusap-usap kepalanya.

“Hyorin..”

“Mwo? Mau mengataiku lagi?”

“Anniyo, hanya saja. Kau percaya cinta pada pandangan pertama?”

“Aku tidak tahu.” Ya, mungkin aku percaya.

***

Kyungsoo bersiul sepanjang perjalanannya ke ruang kerjanya, tidak lupa menyapa setiap karyawannya.

Aneh. Itulah yang dipikirkan para karyawannya yang melihatnya.

“Ada apa dengan sahabatku yang satu ini?” tanya seorang yeoja masuk ke ruangan Kyungsoo.

“Soyu-ah! Kau pernah merasakan cinta?”

“Mwo? Sahabatku yang playboy ini merasakan cinta?”

“Issh.. apa itu.”

“Bukannya kepada setiap yeoja kau merasakan cinta?”

“Kau kira aku ini apa merasakan cinta pada setiap yeoja?”

“Memang benarkan? Hahaha.” Kata Soyu disambung dengan tawa cirikhasnya.

Soyu adalah sahabat dekatnya Kyungsoo. Mereka berteman dari kecil.

“Ini beda. Setiap di dekatnya jantungku berdetak sangat kencang. Seakan mau meledak. Wajahnya tidak pernah lepas dari pikiranku. Senyumnya. Omoo. Sekarang wajahnya sedang tersenyum padaku.”

“Siapa dia? Hebatnya sampai bisa membuat sahabatku gila seperti ini.”

“Rahasia. Nanti kalau waktunya sudah tepat aku akan menceritakannya.” Kata Kyungsoo sambil memainkan pulpen.

“Arrasso, kalau begitu aku keluar dulu ya?” Soyu berjalan meninggalkan ruangan Kyungsoo.

Kyungsoo hanya mengangguk senang.

Siapa yeoja itu? Yang bisa membuat kyungsoo seperti itu? Tidak akan kubiarkan.

***

 “Yeoja tidak penting! Kau lupa membuka jendela kamarku.”

“Di mana sepatuku?”

“Masih ada debu di sini. Kau tidak bisa kerja hah?”

“Lihat wortelnya terlalu lembek. Kau terlalu lama merebusnya.”

“Aku tidak suka makanannya.”

“Hyorin, mana bajuku?”

“Hyorin, aku bisa terlambat ppaallii.”

“Hyorin, kenapa mobilku belum dicuci?”

“Hyorin, aku ingin makanan lain.”

“Hyorin..”

“Hyorin…”

“AAAAAAAA!!” Hyorin berteriak sekencang-kencangnya. Sudah dua minggu dia  bekerja di tempat itu. Sekarang dia ada di dekat sungai. Bebas dari majikan menyebalkannya itu. Kalau bukan untuk membayar biaya kuliahnya dan adiknya dia sudah akan berhenti dari pekerjaannya itu.

“Ini..” Seorang namja menyodorkan air minum kepadanya.

“Gomawo.” Hyorin menerima air itu begitu saja dia benar-benar lelah. Tidak salah kan menerima kebaikan orang?

“Cheonma. Sedang apa kau? Kenapa berteriak seperti itu?”

“Sedang melepas beban saja. Kau siapa? Sedang apa di sini?”

“Aku memang sering jalan-jalan di sini. Kenalkan namaku .. Luhan. Kau?”

“Namaku Hyorin.”

Luhan hanya membentuk ‘o’ pada mulutnya dan mengangguk.

Semakin lama perbincangan mereka semakin ramai, tanpa mereka sadari ada sosok lain yang sedang menatap tajam ke arah mereka.

“Hei Hyorin ada sesuatu di matamu. Coba aku lihat.”

“Mwo? Ada apa?”

Jarak antara muka mereka semakin dekat dan…

“YA! Apa yang kau lakukan? Kau mau menciumnya?” kata Kyungsoo tiba-tiba sambil menarik tangan Hyorin ke belakang.

“Issh. Siapa kau? Aku hanya akan..”

“Aku NAMJACHINGUNYA! Dia milikku! Kau mengerti?” jelas Kyungsoo sambil menarik tangan Hyorin ke mobil.

Hyorin POV

Sekarang kami sudah berada di mobil.

Hening..

Ya sekarang hening..

Kulihat aura mukanya kesal seakan akan membunuh orang. Ada apa dengannya? Dia cemburu? Tidak mungkin.

Tapi tadi dia berkata aku miliknya? Dia namjachinguku? Membingungkan sekali.

Aku sama sekali tidak berani bertanya kepadanya. Bahkan menatapnya saja aku tidak berani.

Dia sedikit menyeramkan sekarang. Jangan-jangan dia mau membunuhku? Aku tidak ingin mati muda.

“Turun.” Katanya dingin.

Aku menuruti perkataannya dan mengikutinya masuk ke dalam rumah. Aneh.

“Hei Hyorin.”

Aku tersentak kaget saat dia memanggilku.

“Apa? Kau mengagetkanku saja.”

“Mulai sekarang kau adalah pengasuhku sekaligus yeojachingku. Arrasso?”

“MWO?!”

TBC~~

Annyeong readers~ author kira ga akan ada yang tertarik sama ff smacam ini. Terimakasih sama yang udah baca~ *bow* chapter 2 author ngebut banget kerjanya wktu liat chapt 1 dipost XD *hening*

Kayanya pada protes ya D.O umma beda banget? Author hanya mau mengubah karakter D.O di sini.

Di sini ada Luhan nya ya? Akan jadi apakah dia? Jengjengjengjeng XD

Mian ga bisa bales comment satu-satu di chapter satunya 😀

Jangan lupa comment lagi ya biar author smngat XD gamsahamnidaaa *tebar D.O*

Iklan

30 pemikiran pada “My Lovely Maid (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s