Stay!

Title       : STAY

Author  : Joo

Genre   : Romance

Main Cast            : EXO K’s Kai (Kim JongIn)

                                 Ahn Hyeon Yoon (OC)

Support Cast      : EXO K’s Oh Sehun

                                 A-Pink’s Naeun

                                EXO K’s D.O (Do Kyung Soo)

Length                  : Oneshoot

Rate                       :  PG-15

Aku mencintainya…entahlah, hanya itu yang bisa kukatakan, aku bukan tipe namja yang bisa menunjukkan perasaan dengan baik pada seseorang yang aku cintai. Yeoja penggemar berat animasi Gundam itu kini membuatku benar-benar gelisah berlipat kali dari kegelisahanku sebelum-sebelumnya. Bagaimana tidak? Mengingat perkataan menyakitkan yang keluar dari bibirnya 3 hari yang lalu…ani, itu bukan perkataan menyakitkan, aku pantas mendapatkannya. Yeoja itu..yeoja yang hampir 4 tahun bersamaku, menemaniku disaat-saat sulit, mengisi inbox ponselku dengan emoticon lucunya setiap mengirim pesan, menemaniku berlatih yang memakan waktu berjam-jam, semuanya ia lakukan benar-benar tulus untukku? Pabbo..tentu saja, dan aku malah bersikap dingin seolah dia tak ada, mengacuhkannya ketika tak ada lagi tempat untuknya bersandar, membohonginya ketika ia benar-benar percaya padaku, itulah yang ia katakan hari itu. Sebegitu menderitakah ia selama hampir 4 tahun berada disisiku?

**

Kusesap kopi yang ada dicangkir Pororo favoritku, tokoh kartun yang dia benci. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana ia mem-pout-kan bibir mungil yang bahkan belum pernah kusentuh itu, ketika aku membeli beberapa barang berlogo pinguin bertopi cokelat itu. Kuletakkan cangkir itu diatas meja kayu ruang tamuku. Kuarahkan pandanganku kesekeliling ruangan ini, harusnya dia ada disini sekarang menemani waktu luangku yang mungkin hanya sehari dalam 2 minggu dengan melakukan hal-hal yang membosankan, aku tau dia selalu bosan tapi dia juga selalu bisa tersenyum memperlihatkan dirinya ‘Aku baik-baik saja’, dasar yeoja bodoh. Aku mulai beranjak dari posisiku dan ketika kualihkan pandanganku menuju pintu aku melihat sebuah benda, benda yang selalu dibawa gadisku kemanapun ia pergi. Ku bimbing langkahku kedekat pintu apartemen, benda itu ada diantara tempat payung dan rak sandal, “Bagaimana bisa aku tak melihat ini kemarin” . kuambil tas selempang putih tulang yang mulai kotor terkena debu itu, dia lupa membawa tasnya ketika ia kemari 3 hari yang lalu dan hari itu karena emosi aku melempar tas itu hingga yah…berada disini sekarang. Kubuka tas putih tulang itu dan aku bisa menebak apa saja yang ada didalam situ..BINGO! buku catatan bersampul fotoku dengannya serta anjingku, setangkai Krisan kuning yang mulai mongering, sebuah pulpen merah, flashdisk hitam dengan strap panda biru dariku beberapa waktu lalu, dan beberapa manga. “Tunggu…manga ini, dia masih menyimpannya dengan baik dan membawanya kemana-mana?” aku tertegun, Conan edisi pertama, aku menuliskan sesuatu di sampul belakang manga yang melengkapi selurung koleksinya ketika memintanya menjadi yeojachinguku, “Aku ingat betul hari itu Yoon-a, kau nampak lucu” gumamku. Tanganku belum berhenti menjelajah barang-barang –yang ku tau- favoritnya ini. Aku mulai penasaran dengan isi flashdisk hitam ini, segera kunyalakan laptopku dan memasangkan benda mungil itu ke laptop-ku, aku membuka folder teratas dari flashdisk itu, Fanfiction^^, begitulah judulnya. Sekilas aku membaca dokumen Ms.Word didalamnya, semua fanfic itu main cast-nya aku dan dia, hampir semuanya bercerita tentang kisah cinta yang manis hingga tulisan di fanfic yang paling akhir dan belum rampung berjudul, Different Love, aku tersentak membacanya. Kisahnya memang bukan kisah kami tapi, makna didalamnya… Ya Tuhan , yeoja ini..apakah benar aku sangat menyiksanya? Kalau benar, alasan apa yang membuatnya bertahan disampingku selama ini?

Aku membuka kembali catatan kecil berlogo Gundam itu, beberapa jadwal manggungku tertulis rapi disana dan ada yang dilingkari dengan spidol silver, kubuka lembaran berikutnya “Kosong?” aku bertanya sendiri. Namun, ketika tangan ini menelusuri halaman-halaman belakang buku itu aku menemukan beberapa catatan kecil dan 2 lembar fotoku.
semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan ^^
aku sudah mempersiapkan semuanya, hm…berdoa untuk comback stage Dancing Machine-ku ❤ ❤

“Kau datang..hari itu? Padahal kita bertengkar waktu itu..” aku meneteskan cairan bening yang beberapa saat lalu membuat pandanganku kabur.

‘^^ Meonggu’s Schedule 2-day’

–          Memotong kuku Meonggu

–          Memandikan Meonggu

–          Membeli snack Meonggu

–          Memberi susu Meonggu

–          Jalan-jalan sore dengan Meonggu

–          Mengantar Meonggu pada Kai

Meonggu-a kita buat hari ini mengasyikan, ne…^^’

Aku tersenyum membacanya, aku tau dia sedikit phobia pada anjing tapi dia tetap mau mengurus Meonggu ketika aku sibuk, aku jadi terkesan memaksanya.

Kualihkan kembali fokusku pada laptop Apple-ku yang menyala sejak tadi. Tanganku bergerak lincah diatas touchpad mencari folder-folder yang mungkin bisa memberitau ku seberapa besar selama ini ia sudah mencintaiku, dan fakta seberapa sering aku mengacuhkannya. “Kau memang kekanak-kanakan Yoon-a, emm…yeah..sedikit, hanya sedikit kurasa” lihatlah, kini dilayar laptopku terpampang jelas puluhan video gundam, aku sungguh tak berniat menontonnya, “Apa bagusnya robot konyol itu Yoon-a, Pororo jauh lebih lucu!”. Rasanya kini aku yang terlihat kekanak-kanakan –“.

Folder selanjutnya berjudul ‘Uri Kamjjong <3’, betapa terkejutnya aku katika tahu apa isi folder yang berkapasitas paling besar itu, aku mendapati foto-fotoku dengan berbagai ekspresi, sudut, dan lokasi pengambilan. “Yoon-a..kau-“ aku kembali menitihkan air mata dan kuhitung foto itu ada 1..2….12..20..Astaga! berapa banyak ini semua? Aku menemukan fakta baru ..dia bahkan sering datang saat aku show. “Apa aku terlalu buta untuk sekedar menyadari keberadaanmu, padahal jelas-jelas kau mengambil fotoku dari jarak dekat, kau selalu didekatku” aku mulai berfikir bahwa dia jadi terlihat seperti seorang stalker hahahaha ^^

Aku masih enggan beranjak dari sofa putih ini, sofa yang selalu menjadi tempat Hyeon Yoon tertidur ketika menungguku “Yeoja bodoh! Apa dia fikir apartemen seorang bintang besar sepertiku tidak memiliki satupun kamar?”

Kulirik Meonggu yang mulai bangun dari tidur siangnya, dia mengibas-ngibaskan ekornya sebelum akhirnya berjalan menuju kakiku, “Meonggu-a, tidurmu nyenyak nak?” ku angkat tubuhnya keatas pangkuanku dan mengajaknya menikmati setiap slide yang diputar di layar laptopku. “Eomma tidak bisa menjagamu lagi Meonggu-a” lanjutku, kurasakan Meonggu sedikit menggeliat, membenarkan posisinya agar nyaman.

Mataku tetap menatap layar laptopku yang menayangkan hasil bidikan Hyeon Yoon dan ada juga beberapa foto saat kami bersama, sedikit sekali kami berfoto berdua, fikiranku mulai terlempar pada kejadian 3 hari yang lalu..

Flashback

Aku terkejut mendapati dirinya sudah berdiri diambang pintu apartemenku, “kemarilah, jangan hanya berdiri isitu” titahku sambil melambai-lambaikan tanganku. Dia tetap bergeming di tempatnya “Wae?”lanjutku, dia ini kenapa sih tidak bisaanya seperti ini. Tatapan matanya belum pernah kulihat sebelumnya, dia memajukan posisinya 3 langkah dan kini berada lebih dekat denganku yang berdiri disamping sofa. Kuturunkan Meonggu yang mulai bergerak gelisahdari gendonganku. “JongIn-ssi” dia mulai bicara, “Sejak kapan kau memanggilku begitu?” aku heran sebenarnya yeoja-ku ini kenapa.”Meonggu-a, kemarilah..eoh? Yoon-a,sejak kapan kau datang?” kulihat Naeun berjalan kearah kami sambil menggendong Meonggu, mata Hyeon Yoon memerah, rahangnya mengeras dan nafasnya tak beraturan. Seperti menahan emosi. “Sudah cukup!” dia memekik namun tertahan, kulihat bulir-bulir bening yang sedari tadi ditahannya kini mulai luruh tak terkendali. Astaga! Jangan bilang kau berfikir negative tentang aku dan Naeun, Yoon-a, batinku. Naeun yang kini sudah berdiri disampingku juga mulai bingungdengan sikap Hyeon Yoon. “Yoon-a, kalu kau fikir Naeun-“, “Aku lelah JongIn-ssi, apa kau tak tahu itu?” dia memotong kalimatku, oke sepertinya aku harus mendengarkannya kali ini. “3 tahun bukanlah waktu yang singkat dank au tahuitu” dia melanjutkan kata-katanya, tas selempang yang awalnya dia pegang kini mulai merosot dan jatuh. “Aku..sudah berusaha memahamimu, JongIn-ssi, membantumu sesuai dengan apa yang kubisa lakukan, dan Naeun..dia- yah..kurasa memang jauh lebik baik dariku”, “Ya! Aku sudah bilang sebelumnya kami hanya terikat kontrak bodoh dari para petinggi agency” emosiku mulai naik, “Kami tidak benar-benar manjalin hubungan seperti yang diberitakan, Yoon-a. Percayalah” nada bicaraku mulai melemah, kulihat air matanya semakin deras mengalir namuntak ada sedikitpun isakan keluar dari bibirnya yang bergetar itu. Aku tahu dia sedang berusaha terlihat baik-baik sajasekarang, dasar bodoh! Walupun dia menuliskan ‘Gwaenchana’ didahinya kalu airmatanya seperti itu siapapun akan tahu betapa buruk keadaannya. Aku melangkah mendekatinya, memeperkecil jarak antara kami, kuraih bahunya dan berusaha merengkuh tubuhnya, namun dia menepis tanganku dengan kasar. “Berada disampingmu selama ini seolah hanya aku yang menginginkan hubungan ini, kau selalu diam kau membohongiku ketika saat aku begitu mempercayaimu, kau tidak peka! Aku terima bahkan jika sampai matipun kau sembunyikan diriku dari publik, tapi bukan berarti kau juga ikut menganggapku tak ada!” mataku membulat, jadi itu yang ia fikirkan selamaini? Apa dia tak tahu seberapa gugup aku ketika berada didekatnya? Dan sekarangpun aku masih memebeku, aku tak tahu harus memulai dari mana, “Aku mencintaimu Yoon-a” ucapku akhirnya. Hanya itu?! Astaga JongIn apa kau tak pernah belajar, apa tak ada kata-kata lain yang keluar dari bibirmu selain itu. Aku memaki diriku sendiri. “Aku rasa mulai sekarang kita ..kita..berteman saja” JDERRRRRRR!! Apa aku tak salah dengar, apa dia sudah gila, “Apa yang sedang kau fikirkan, eoh??” aku mengguncang bahunya pelan. Dia menatap mataku dalam. Penuh kekecewaan. Perlahan peganganku dibahunya mulai kendur, dia berjalan meninggalkan apartemenku, meninggalkan aku, dan bodohnya aku tetap membeku ditempatku. Namja macam apa aku ini. Tiba-tiba memori kami berdua berputar diotakku layaknya sebuah film. Saat pertama melihatnya, saat dengan malu aku menyatakan perasaanku, saat dia menemaniku latihan, saat-saat tersulit dalam hubungan kami seperti trainee. Aku segera tersadar dan berlari mengejarnya, nafasku memburu. Kunaiki lift yang menuju basement “Sial!” akau mengutuk lift yang entahmengapa seratus kali terasa lamban dari bisaanya. “yoon-a!” dia sudah pergi.

**

Kulihat Naeun tak sendiri diruang tamuku, rupanya si tolol Sehun sudah selesai ‘bertapa’ di kamar mandiku. “Tidak sekalian kau tidur disana” kataku ketus pada Sehun. “Mianhae JongIn-a, aku tidak dengar kalau Hyeon Yoon kemari. Pasti dia mengira kau dan Naeun”, “Pulanglah” sungguh aku tak ingin melihat wajah mereka berdua sekarang, pasangan konyol! “Kalian bisa pulang sekarang” pintaku halus namun tetap tak bisa menghapus kekesalanku. Aku duduk disofa, menundukkan kepalaku dan memijat pelipisku perlahan. Kudengar pintu tertutup, mereka sudah pergi. Kulirik tas selempang Hyeon yoon yang tergeletak disofa depanku, mungkin mereka yang mengambilnya. Kuraih tas itu “Kau benar-benar yeoja bodoh!” kulempar tas itu karena emosi, kekecewaan, dan sesak yang kurasakan. “Atau aku yang terlalu tolol, Yoon-a?”

 

End of flashback

“lihat…dia selalu mengambil gambarku saat ekspresiku konyol, Meonggu-a” aku bicara pada Meonggu seperti orang gila, ayolah..aku akan lebih gila lagi bila Meonggu juga ikut bicara. Kuusap kasar airmata yang masih membanjiri pipiku, “See? Kau berhasil membuatku seperti ini Yoon-a, jadi sebaiknya kau kemari sekarang. Aku lapar, kau harus memasak sesuatu untukku”.

**

“Kukira aku harus melemparmu dengan kotoran Meonggu”, aku tertidur dan baru terbangun ketika KyungSoo hyung menowel-nowel pipiku. Kulirik sekilas layar laptopku yang sudah ditutup, olehnya mungkin. “Kau bodoh JongIn-a” lihat dia sudah mulai menceramahiku, aku tahu KyungSoo hyung adalah salah satu orang terdekat Hyeon Yoon dan aku, mungkin dia merasa kesal tentang peristiwa ini. “Memang” jawabku singkat dan beranjak dari sofa yang kutiduri tadi, “Kau masih mencintainya, kenapa tak berusaha menghubunginya kemarin?”

“dia pasti tak akan mau mendengarkanku”

“yah..dia pintar, tentu dia tak akan mendengar orang bodoh seeprtimu”

“…”

“Ohh..sudah sore, mungkin Hyeon Yoon sudah duduk dikursi tunggu bandara”, aku mendelik kearah Kyungsoo hyung, “Bandara?” ku ulangi lagi tempat yang dikatakannya tadi. Dia hanya mengangguk lalu membuka-buka buku catatan Hyeon Yoon yang kini dihadapannya. “Apa maksudmu?” aku berusaha mengorek informasi dari namja bermata bulat ini, “Aku fikir adegan ini sudah tak asing bagi penyanyi dan aktor sehebat dirimu” dia menepuk punggungku pelan. Adegan?

Astaga?! Jangan bilang kalau… “Hyung..kau bohong, dia mau kemana hyung?” aku mengguncang bahunya, aku ingat Hyeon Yoon pernah bilang ingin tinggal lagi bersama saudara kembarnya. Tapi saudara kembarnya itu di…Canada?

Oh Tuhan , ini gila! Aku bahkan belum meminta maaf padanya

Aku mengambil blazerku tergesa-gesa, aku panik..tentu saja iya, aku tidak mau adegan menyusul kekasih dibandara berakhir tragis seperti beberapa drama yang pernah kumainkan.

**

Aku berlari kesana-kemari diarea bandara internasional Incheon, namun nihil..tak kudapati sosoknya yang kuharap sedang duduk disalah satu kursi tunggu. “Yoon-a jebal jangan seperti ini” aku begitu panik, jauh lebih panik dari sebelumnya.

Aku membeku, nafasku terengah dibalik masker hitam yang kupakai ini, panas, tentu saja iya. Tak jauh dari tempatku berdiri, ada seseorang yang membuatku hampir gila beberapa hari ini, dia sedang…foto-foto? Aku segera menghampirinya, kuraih dia dalam pelukanku, kubagi suhu tubuhku padanya. Kurasakan ia menegang karena terkejut. Aku memeluknya semakin erat, namun tak ada balasan pelukan darinya. “Apa yang ada dalam fikiranmu? Sudah mau meninggalkanku tapi malah asyik berfoto sendiri? Apa kau tidak merasa-“, “apa maksudmu” sahutnya ketus dengan muka bingung. “Yoon-a,mianhae..jeongmal mianhanda.. aku mohon padamu tetaplah disisiku, jangan pergi. Aku terlalu gugup sampai tak bisa mengungkapakn perasaanku padamu selama ini. Lihat bahakan berkata manispun aku tak bisa. Soal Naeun, aku tak mungkin menghianatimu Yoon-a percayalah. Walau begitu Naeun adalah kekasih Sehun, kami hanya main kotrak. Kau harus tau, mungkin aku memang selalu mengacuhkanmu, oke..mungkin juga aku sangat mengecewakanmu tapi percayalah aku tak pernah melakukan hal yang kau fikirkan. Jadi jangan pergi..kumohon, apa Korea sudah semakin panas sehingga kau memutuskan pindah ke Canada?” aku berbicara panjang lebar dan kuharap dia mengerti,  ahh..aku menangis lagi. Kulepaskan pelukanku, mencoba menatap matanya, aku yakin walaupun pakai masker dia masih mengenaliku.

“Apa yang sedang kau bicarakan JongIn-ssi?”

“Mulai kapan kau terbisaa memanggil nama asliku?”

“Kau aneh”

“Kau lebih aneh”

“Kita sudah putus”

“belum”

“tapi aku ingin putus”

“aku tidak mau”

“terserah”

**

Tawa orang disampingku belum berhenti sejak hampir limabelas menit yang lalu, “Kau pikir ini lucu?” aku mulai kesal, kusesap kasar kopi hitam di kaleng putih yang ku pegang ini. Dasar mata bulat tolol, bi sa-bisanya dia membohongiku, membuatku berfikir bahwa Hyeon Yoon benar-benar ke Canada. Ketika kutelpon dia tidak mengangkat, dan saat aku mengirim pesan dia dengan enteng menjawab

‘aku tidak bilang dia akan pergi kan ? :P’

Sial!

Ahhh..tapi tak apa berkat Kyungsoo hyung juga kan aku sekarang bias menatap wajah cantik gadisku ini? Aku memandanginya yang sedang berusaha membuka penutup kaleng kopi yang kubelikan tadi, “Aku fikir..aku tak akan bisa melihat senyummu lagi, aku fikir aku tak akan bisa mengatakan maaf padamu” gumamku, namun aku yakin dia masih bisa mendengarnya.

“Kau..kau kenapa bisa berfikiran begitu?”

“apa? Aku panik tentu saja berfikir begitu, Kyungsoo hyung…dia memberi keterangan setengah-setengah”

“puahahahahaha…bukan aku yang akan ke Canada Kamjjong-a, tapi Daniel yang pindah kemari dan aku menjemputnya. Sejak kapan kau mulai terkontaminasi drama bodohmu itu”

“teruslah tertawa”

“ah..ne, ne..jadi bagaimana permintaan maafmu tadi?”

“yang mana?”

Ya! Walupun kau terisak begitu aku tetap dengar kau memintaku kembali”, BINGO! Pasti dia memaafkanku kali ini. Ahh….Hyeon Yoon aku sangat mencintaimu, aku hanya tersenyum sambil tetap memandangnya, menyimpan banyak-banyak memori tentangnya, guratan senyumnya, cantik…aku ingin menyimpannya dengan rapi didalam ingatanku. “Kau berbakat jadi fotografer  ternyata, tapi kau selalu mengambil gambarku saat wajahku aneh” aku menyenggol lengannya agar dia menatapku, mengabaikan perkataannya tadi. “Ya! Kau membuka tasku?” lihat dia malah marah, “Sejak kapan kau jadi stalkerku?” tanyaku lagi, “lama..sejak aku berfikir begitu sulit bersama denganmu” dia mulai menerawang, pandangannya lurus kedepan, kehamparan ilalang dibukit ini.

“Kenapa kau begitu cepat memaafkanku?” kataku lagi, “Emm..molaseo, aku hanya merasa jika kau tak mungkin menghianatiku” akhirnya kau paham juga.

“Janggal”

“apanya?”

“kau semudah itu memaafkanku, tidak seru”

“Kau mau bagaimana? Kau ingin aku memintamu menari telanjang dibandara agar aku memaafkanmu. Begitu?”

Aniya..hanya saja ini ..tidak romantis, tidak seperti yang kubayangkan”, kulihat dia mendelik kearahku “Kau benar-benar sudah terkontaminasi drama-drama konyol itu rupanya” dia mencibir. “Baiklah, kau ingin ini berakhir romantis bukan?” dia memajukan tubuhnya, dia menatapku intens, “K..k..kau mau apa?” aku memundurkan tubuhku. Sungguh aku begitu gugup, walaupun aku tahu dia hanya bercanda. Namun tiba-tiba, entah ada dorongan dari mana, ku posisikan tubuhku seperti semula, dengan cepat kuraih dagunya dan…chuu ~

END

 

Mianhae kalo ceritanya ga jelas, gomawo juga udah mau baca hehehe…RCL nya yaaa…gomawo gomawo gomawoo ^^ *bow

Iklan

15 pemikiran pada “Stay!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s