Foreigners (Chapter 2)

Author : Pradessi

Cast : Woo Youngmin/Sunghyo , Byun Baekhyun , Oh Sehun

Genre : Fantasy , Romance

Length : Chapter

“Semua ini sangat membingungkan”

“aku..aku tidak tahu siapa namaku”

Suho dan Kyungsoo hanya bisa tercengang tidak percaya, ia menatap gadis itu lekat lekat. Untuk apa tetua mereka membawanya kesini, dan meminta mereka menjaganya, sangat aneh. “hyung lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Kyungsoo jengah. Kemudian dibalas dengan gelengan oleh Suho.

“hyung aku datang” mereka berbalik bersamaan, Kai membuka pintu itu tanpa persetujuan dan langsung menghampiri gadis itu. “kau kan..” Kai terdiam, ia memejamkan matanya mengingat apa gadis ini pernah di kenalnya sebelumnya? “kau kenapa?” tanya Kyungsoo. Kai menggeleng. “tidak sepertinya aku mengenalnya”

“ya! Siapa dia?” tuntut Suho yang sudah penasaran setengah mati. Kai mengangkat bahunya, “aku lupa hyung, ah coba aku tanyakan pada Baekhyun hyung” Kai keluar dan kembali bersama Baekhyun.

Baekhyun yang nampak kesal sehabis diseret seret hanya bisa mendengus. “hyung kau kenal tidak dengan gadis itu?” “siapa?” Baekhyun seperti mematung di tempatnya. Ia tahu gadis itu, ia kenal dengan matanya, dan aroma gadis itu. “aku..” “kau mengenalnya tidak hyung?” Baekhyun memutar pikirannya.

Ia menatap lekat mata gadis itu, sedikit berwarna hazel, ia belum pernah melihat mata itu. Tapi aromanya meyakinkan baekhyun kalau gadis itu pernah ada didekatnya. “hyung” Baekhyun mulai tersadar dan menggeleng. “tidak aku tidak mengetahui gadis itu”

Kai menghembuskan nafasnya perlahan. “memangnya dia siapa hyung?” Suho mengangkat bahunya. “Tuan Park menyuruh kita merawatnya, dia juga akan disekolahkan di tempat kita, tapi ada satu permasalahan yang belum bisa kami atasi” Suho mulai berbicara serius membuat Kai antusias mendengarnya.

“gadis ini belum memiliki nama”

Kai tampaknya tidak percaya, begitu juga Baekhyun. Gadis itu hanya bisa menunduk perlahan dan memainkan jari jarinya. Bagaimanapun juga dia memang tidak bisa mengenal identitasnya sendiri, sangat sulit. “bagaimana kalau namanya..Sunghyo” sontak itu membuat Suho melayangkan pukulan yang tepat mengenai kepala Kai.

“ya! Aku salah apa?” Kai mendengus tidak terima. “ish, kau ini , kau masih bisa mengungkit nama itu, kau tidak ..ah masih ada Baekhyun disini” Kai menoleh dan menatap Baekhyun minta maaf. “gwanchanna, dia tidak akan kembali” gumam Baekhyun , matanya menyiratkan kesedihan.

“eh, hyung kau tidak lihat mata gadis itu mirip sekali dengan Sunghyo nuna bukan? Mirip kan?” Suho ikut menatap mata gadis itu, benar benar mirip. Walaupun wajah mereka tidak sama, tapi tatapan dan garis matanya benar benar sama. “aku juga merasakan begitu” ucap Kyungsoo. “ah kalian sudah jangan berfikir seperti itu.”

“hyung, tapi namanya boleh Sunghyo kan? Lagipula bukannya ini untuk sementara, sampai dia tahu nama aslinya” Kyungsoo juga setuju dengan usulan Kai. “tapi..bagaimana dengan Baekhyun?” Baekhyun hanya bisa tersenyum pahit menanggapi pertanyaan Suho. “terserah kalian”

Sesaat kemudian Baekhyun keluar dari sana, mereka saling bertatapan. Antara salah dan bingung. “jadi dia tetap….Sunghyo kan?”

“yah , paling tidak untuk sementara ini, namamu Sunghyo”

“Sunghyo” ucap gadis itu menunjuk dirinya. “ne, Sunghyo-ssi mulai saat ini itu namamu, dan kau juga boleh memakai pakaian yang ada di lemari itu, kata tuan park itu untukmu” Sunghyo mengangguk dan tersenyum membuat Kai,Suho dan Kyungsoo salah tingkah. “ah kami harus pergi dulu, kau jika ada masalah beritahu kami”

“ne” Sunghyo tersenyum hangat, setelah mereka pergi Sunghyo hanya bisa kagum melihat kamar ini. Ia tidak tahu dirinya siapa tapi kamar ini seperti ditakdirkan untuknya. Ia perlahan membuka lemari kayu jati itu, deretan dress selutut menyapanya. Ia mengambil dress berwarna putih , entah kenapa ia suka dengan dress itu pertama kali melihatnya.

__

“hyung apa Baekhyun hyung tidak keberatan?” Chanyeol menatap getir Baekhyun yang menatap kosong makanan di hadapannya. “tenanglah Baekhyun, lagipula ini untuk sementara, jika gadis itu sudah mengetahui jati dirinya maka nama itu tidak akan ada lagi” Baekhyun mengangguk lemah.

Sunghyo yang baru datang menatap gugup meja dihadapannya. 5 pria ada disana. “annyeong” sapanya pelan membuat seluruh orang menatapnya. Ada tatapan terkejut dari Baekhyun karena Sunghyo memakai dress itu.

Baekhyun beranjak dari kursinya dan menatap lekat Sunghyo, tangannya entah kenapa mengepal dan ia marah. “kau dari mana mendapatkan dress itu?” “aku..” Sunghyo menatap dress yang dipakainya bingung. “aku hanya menemukan ini di lemari, jadi aku memakainya” Sunghyo menunduk tidak berani menatap Baekhyun.

“hyung tenanglah” Chanyeol segera berdiri menenangkan Baekhyun. “kenapa tuan park menyiapkan baju itu aish” dengus Suho pelan. “sunghyo-ah kau duduklah disini” Kai menepuk kursi disebelahnya. Sunghyo mengangguk dan duduk disana, ia masih bingung dan sejujurnya takut dengan tatapan tidak suka Baekhyun padanya.

Sunghyo memakan makanan yang sudah disiapkan untuknya dengan tidak enak hati, pikirannya masih tertuju pada Baekhyun. Baekhyun seperti tidak suka padanya dan membencinya. Ia menatap Baekhyun bersalah, karena Baekhyun hanya menggertakkan piring dengan garpu dan tidak berniat memakannya.

“ah aku lupa, Sunghyo-ah namaku Kai” Kai tersenyum hangat pada Sunghyo membuat Sunghyo sedikit nyaman. “disampingku ini namanya Kyungsoo” Kyungsoo juga menampakkan senyumnya. “dan yang ada diujung itu namanya Suho”

“anyyeong aku Suho” “ah ne, Suho-ssi” Suho membulatkan matanya. “jangan panggil aku seperti itu panggil saja aku oppa, memangnya berapa umurmu?” Sunghyo terdiam, ia mencoba mengingat ingat. “aku 18 tahun” teng.. suara sendok itu membuat seisi ruangan menoleh. Baekhyun dengan tiba tiba menjatuhkan sendoknya.

“hyung tenanglah” Sunghyo kaget karena setelah itu Baekhyun menatapnya. “Baekhyun itu hanya kebetulan saja” Suho mencoba membuat Baekhyun reda. “arraseo” kata Baekhyun dingin, dia membuang wajahnya pada Sunghyo. “kita lanjutkan, disampingku namanya Chanyeol dan disebelah Chanyeol dia..Baekhyun”

Sunghyo mengangguk lemah, jujur saja ia sedikit takut dengan orang yang bernama Baekhyun itu, tingkahnya sangat aneh dan seperti seseorang yang benci padanya, Sunghyo merasa memiliki kesalahan. “ne Suho oppa” Suho tersenyum senang.

“ya! Kau juga harus memanggilku oppa Sunghyo-ah” ucap Kai menuntut dan membuat Sunghyo tersenyum. “ya, Kai oppa, Kyungsoo oppa, Chanyeol oppa dan Baekhyun op..pa” Baekhyun hanya bisa mendengus mendengar ucapan Sunghyo. “nah kalau begitu kita sudah kenal dan besok kau harus sekolah di perguruan kami”

“aku?” Suho mengangguk. Sunghyo sangat terkejut, “tenang saja tuan park pasti mengurusmu kok” Kyungsoo melanjutkan. Sunghyo mengangguk lagi dan melanjutkan makannya, walaupun kejadiannya dengan Baekhyun membuatnya menjadi sangsi akan betah tinggal di tempat ini.

__

Sunghyo tidak bisa tidur, bagaimanapun dia membolak balik badannya menemukan kenyamanan tetap dia tidak bisa tidur. Akhirnya Sunghyo memutuskan untuk keluar sebentar, cuaca yang dingin tidak menghalanginya toh juga gaun malamnya sudah lumayan tebal, dan cukup menghangatkannya.

Ia masih kagum melihat seisi rumah ini, rumahnya sangat besar dan kamarnya tepat berada pada lantai 2. Ia heran kenapa ia bisa ada disini, dengan tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Matanya memicing melihat pintu belakang yang tiba tiba terbuka terkena angin. Sunghyo penasaran dan mendekatinya.

Awalnya tidak ada yang menarik, tempat itu hanya di tumbuhi hamparan rumput. Tapi ada satu hal yang membuatnya kaget, seseorang terlihat disana , duduk dan seperti sedang menulis. Kadang kadang orang itu mendongakkan kepalanya dan memejamkan matanya.

Dengan takut Sunghyo mendekatinya, ia terdiam di belakang laki laki itu sambil memperhatikan apa yang dilakukan laki laki itu lagi. “aku merindukanmu , aku benar benar merindukanmu” ia tertegun mendengar lirihan laki laki itu, lirihan kecil yang terdengar memilukan. Sesaat kemudian laki laki itu berbalik dan membuatnya terkejut.

Bukan hanya dia, laki laki itu juga sama hal nya. “nugu?” Sunghyo menunduk. “aku” “tunggu kau?” laki laki itu mendekatinya dan menatapnya lekat lekat. “aku tidak pernah melihatmu disini” Sunghyo mengangguk. “memangnya kau siapa?” lanjut laki laki itu lagi.

“namaku Sunghyo” hanya nama itu yang terlintas di pikirannya. Dilihatnya laki laki itu menjatuhkan buku yang sedari tadi dipegangnya. “S-s-sung..hyo” Sunghyo mengangguk. Mata laki laki itu terlihat berkaca kaca lalu ia menggelengkan kepalanya. “tidak itu pasti bukan kau, pasti kau orang lain”

Sunghyo bingung mendengar ucapannya laki laki itu, lalu laki laki itu memundurkan langkahnya dan duduk dengan lemah. Sunghyo melihat kesedihan yang amat sangat di mata laki laki itu. “kau kenapa?” tanyanya gugup. Laki laki itu menoleh padanya dan tersenyum, Sunghyo tertegun melihat senyuman laki laki itu, sangat tampan menurutnya. “tidak apa apa, aku sedang merindukan seseorang” Sunghyo terdiam, “kalau boleh tahu kau siapa?” Sunghyo balik bertanya. “aku Oh Sehun”

__

Sunghyo pov

Aku terbangun setelah semalam tidur sangat nyenyak, bahkan aku tidak ingat bermimpi apa. Yang pasti mimpiku sangat indah. Setelah semalam bertemu dengan Sehun oppa aku seperti bahagia. Tokk tok tok “Sunghyo-ah” aku segera bangun dan membuka pintu. “Kyungsoo oppa” Kyungsoo oppa tersenyum dan masuk ke kamarku.

“ini pakailah, hari ini kau harus sekolah” aku mengernyitkan dahi bingung. “sekolah?” “ne, kau akan sekolah di perguruan kami” apakah aku benar benar akan sekolah? yang pasti Kyungsoo oppa segera meningalkanku untuk segera bergegas.

Setelan seragam dengan warna merah dan hitam sudah disiapkannya. Sangat bagus menurutku, roknya sedikit di atas lutut dan yang paling aneh terdapat jubah dibelakang jas luarnya. Dan juga tas gandeng berwarna coklat. Aku segera memakainya dan keluar, kata Kyungsoo oppa, oppadeul yang lain sudah menungguku.

“wah neomo yeppo, kau cocok sekali memakai itu Sunghyo” seruan Kai oppa membuatku semangat, ya selama ini Kai oppa yang paling akrab denganku. “ayo duduklah makan dulu” aku mengangguk dan duduk disampingnya. “annyeong oppadeul” kataku menyapa oppadeul yang lain.

Ternyata baju mereka sama hal nya denganku, hanya saja kemeja mereka diganti dengan setelan kaos santai. Aneh sekali , kenapa aku tidak. “bagaimana tidurmu nyenyak?” aku menjawab pertanyaan Suho oppa dengan anggukkan. Bagaimana tidak nyenyak setelah semalam bertemu dengan Sehun oppa.

Aku mengedarkan pandangan ke meja makan ini, kenapa tidak ada Sehun oppa? Apa dia tidak tinggal disini?. “kau melihat apa hyo-ah?” aku kaget dan menatap Kai oppa, “ah itu..” tiba tiba pandanganku tertuju pada kursi tepat di sebelah kyungsoo oppa. Kursi itu terlihat kosong, ah, hanya kursi itu yang masih kosong di ruang ini, apa Sehun oppa yang menempatinya?

“kau kenapa sakit?” aku menggeleng. “aniya oppa, aku hanya sedikit gugup” jawabku sekenaannya. Aku takut salah bertanya jadi biarkan saja pertanyaan itu ada padaku. Siapa tahu aku menemui Sehun oppa lagi.

Baru beberapa saat aku makan seekor merpati putih berterbangan sampai pada lengan Suho oppa, aku menatapnya kaget. Suho oppa dengan jeli mengambil surat kecil pada kaki merpati itu dan membacanya. “Baekhyun-ah” aku mendengar Suho oppa mengatakan hal itu. Baekhyun oppa seketika menoleh.

“ne hyung?”

“kau akan pergi bersama Sunghyo, kalian satu kelas”

__

Ada perasaan aneh saat aku memasuki sekolah ini, semua siswa bisa melakukan hal aneh. Kadang kadang aku melihat seseorang bermain dengan benda benda disekitarnya tanpa menyentuhnya, ada juga yang bisa menembus tembok dan lainnya. Semuanya membuatku sedikit bergidik.

Kuperpendek jarakku dengan Baekhyun oppa, jalannya cepat sekali. Aku sudah menanyakan padanya ini itu tapi dia hanya menjawab. ‘lihat saja nanti’. Aish, sebenarnya apa salahku padanya, kenapa dia dingin sekali seperti es. “ini kelasmu” aku menatap pintu kelas ini, di atasnya terdapat papan kecil berwarna Silver.

“kelas 1?” ucapku kaget. “kelas 1 Silver” katanya yang sepertinya memperbaiki ucapanku tadi. “memangnya disini ada berapa kelas?” tanyaku dan ia tetap tak menjawab. “masuklah” katanya dan meninggalkanku. Tunggu dulu, bukankah tadi Suho oppa mengatakan bahwa Baekhyun oppa sekelas denganku. Tapi kenapa dia pergi begitu saja.

Bukkk.. aku berbalik dan sepertinya menabrak seseorang. “mianhae” kataku menunduk tanpa melihat orang itu. “Sunghyo ssi” aku sedikit mendongak. “se hun op pa” yatuhan, aku melihatnya lagi. Ya sekarang laki laki itu ada dihadapanku. “kau sekolah disini?” aku mengangguk, lebih tepatnya aku tidak bisa berkata lebih padanya.

“kalau oppa?” “aku juga, tapi kelasku di bawah, kelas 2 Copper” aku mengikuti arah pandangnya. Aku sedikit bingung dengan sistem pembagian kelas disini. “oppa bisakah kau jelaskan padaku tentang kelas kelas disini, aku sangat bingung dengan kelas silver copper”

__

“ada 3 kelas disini, Gold, Silver dan Coper. Gold untuk seseorang dengan kekuatan alami atau keturunan, dan ia bisa mengendalikan kekuatannya dengan sangat baik. Silver untuk seseorang yang memiliki darah keturunan Kinesis tapi bisa dikatakan cukup. Dan Copper untuk yang tidak memiliki ikatan keturunan dan cukup mengendalikan kekuatannya”

Aku mengangguk ngangguk mendengar perkataan Sehun oppa, kami berada di kantin sekolah, karena tadi Sehun oppa mengatakan padaku untuk mengikuti kelas dulu. “lalu oppa pelajaran di tempat ini?”

“kinesis, dan ilmu alam” aku masih tidak mengerti dengan ilmu itu. “ngomong ngomong kenapa oppa tidak tinggal di rumah itu, ah maksudku kenapa oppa ada disana malam itu tapi tidak tinggal disana?” Sehun oppa nampak terdiam dengan pertanyaanku. “ada sesuatu yang tidak bisa aku beritahu padamu, yang pasti aku tidak bisa tinggal di rumah itu, terlalu menyakitkan”

_

Rasanya waktu berlalu dengan sangat cepat di tempat ini, belum apa apa langit sudah gelap. Kelasku belum usai, dan entah kenapa sedari tadi aku tidak melihat Baekhyun oppa. “kalian harus bisa mengendalikan mind ball, maka dengan itu kalian bisa menggunakan kekuatan dengan intens” aku mendengus pelan. Seberapapun aku berusaha tetap saja aku tidak mengerti apa yang dikatakan Lee Seonsaengnim.

“Seryung” kata itu membuatku kaget, tiba tiba saja Lee Seonsaengnim menyerukan hal itu. Aku menoleh menatap Lee Seonsaengnim yang berjalan pelan ke arah seorang gadis yang sepertinya baru terbangun. “m-m-mian seonsaengnim” kata gadis itu , aku terkekeh pelan melihat ekspresinya begitu juga dengan penghuni kelas.

“ehm, lain kali kau balik saja ke kamarmu jika kau mau tidur” gadis itu mengangguk kikuk dan Lee Seonsaengnim melanjutkan pelajarannya. Aku tersenyum dan entah secara tiba tiba pandangan gadis itu tertuju padaku, lalu tersenyum juga.

“ah kau kan murid baru itu?” gadis yang bernama Seryung itu menghampiriku. Aku mengangguk, dia mengulurkan tangannya dan aku menjabatnya. “namaku Sunghyo” kataku pelan. “ah , kau pasti tahu namaku kan? Aku Shin Seryung, Lee Donghae itu memang sering memarahiku seperti itu”

Aku terperanjat kaget, dia tadi memanggil Lee Seonsaengnim dengan namanya. “Lee Donghae? Kau memanggilnya dengan nama” dia mengangguk, dan dengan santainya bergelayut di lenganku. “kajja aku akan menunjukkan tempat tempat yang bagus di sini” aku pasrah dan hanya menyetujuinya.

__

Aku sangat lelah setelah mengunjungi beberapa tempat bersama Seryung. Kami memutuskan untuk duduk di dekat taman. Anak ini semakin membuatku penasaran dengannya, sedari tadi Seryung mendapatkan tatapan diremehkan oleh teman temannya, memangnya dia kenapa? “Sunghyo-ah” aku menoleh. “waeyo?” tanyaku pelan.

“kau tidak membenciku kan?” aku menggeleng, lebih tepatnya tidak mengerti dengan ucapannya. “memangnya kau ada masalah?” dia terdiam, aku melihatnya sangat sedih. “seryung-ah kau kenapa?” dia menatapku teduh.

“aku ini aneh” kalimat pendek itu membuatku berjengit. “aneh?” “ne..semua orang menganggapku begitu, aku selalu mengantuk disaat siang dan terbangun di saat malam, bukankah itu kebiasaan yang aneh?” aku terkekeh, itu bukan kebiasaan aneh, itu adalah kesalahan cara tidurnya.

“itu tidak aneh, kau hanya perlu merubah jam tidurmu?”

“jinjjayo?” tanyanya. Aku hanya mengangguk. “ah, aku akan mencobanya nanti, gomawo sunghyo-ah” dia tersenyum manis padaku. Aku merasa nyaman dengan Seryung , semoga saja dia bisa menjadi temanku.

__

Lagi lagi aku tidak bisa tidur, kali ini aku sedikit berani untuk keluar dari kamar. Siapa tahu Sehun oppa ada disana, jadi aku bisa mengobrol dengannya. Seperti biasa pintu belakang sedikit terbuka, pasti Sehun oppa ada disana, kuputuskan untuk menemuinya. Aku melihat punggung seseorang, tapi dia memakai jas formal.

Apa itu sehun oppa?

“kau datang” tutur laki laki itu, perkiraanku salah dia bukan Sehun oppa. Laki laki itu membalikkan tubuhnya menghadapku, aku terkejut melihatnya, siapa lagi laki laki ini? Laki laki itu tersenyum padaku. Dan mendekat. “kau siapa?” tanyaku pelan. Aku melihatnya terkekeh, “aku orang yang membawamu ke tempat ini” aku masih bingung dengan perkataannya. Ditambah lagi dengan senyumnya yang tidak pernah hilang.

“kau yang membawaku?” tanyaku lagi dan dibalas dengan anggukan ringan. “ne, dan kau hilang ingatan untuk kedua kalinya” aku mengernyit dan menatapnya. “kau pasti bingung” ucapnya. Jangankan tahu siapa diriku, tempatku berada sekarang saja aku tidak tahu.

“kau ada di EXO planet, jauh dari bumi dan tata surya, kau ada di planet dimana orang orang memiliki kekuatan mengendalikan alam sesuai dengan kemampuan mereka, tapi tempat ini hampir sama seperti bumi” lanjutnya dan seperti bisa menebak ini pikiranku. “kau bisa membaca pikiran?” dia mengangguk. “lalu kau siapa?” “aku Dennis Park, aku pemilik sekolah itu, tempat dimana kau bersekolah sekarang”

Aku mengangguk paham, “lalu apa kekuatanku?” tiba tiba pertanyaan itu melesat dalam otakku. Apa sebenarnya keahlianku, karena selama ini tidak ada yang berubah setelah aku bersekolah disana. “kau akan mengetahuinya nanti” katanya tersenyum ringan dan menatap langit malam. “kau lihat bulan itu?” aku melihatnya, bulan yang berwarna kemerahan dan sangat indah. “sebentar lagi akan terjadi gerhana” aku bingung dengan perkataannya yang membelit belit.

“disaat itu kau akan tahu..”

__

Author Pov

“Woo youngmin menghilang kau yakin?” Inseo mengangguk. “memangnya kenapa dengannya oppa, dia tidak teralu penting” ucap Inseo santai, sedangkan Luhan yang sudah curiga sebelumnya hanya mengiyakan, namun ia berencana akan mencari Youngmin. “Inseo-ah aku sudah tidak menyukaimu lagi”

***

“apa kau tahu arti dari de javu?”

__

“jahat sekali tsk tsk” Luhan tersenyum, ia menatap kilas seseorang di sampingnya sambil memamerkan senyuman singkat. “dari awal memang aku hanya memanfaatkannya” Gadis disampingnya hanya terkekeh. “lalu dimana gadis yang kau katakan itu, apa dia sudah..”

“dia menghilang” Gadis itu, Sierra menatap Luhan. Tidak bisa dipungkiri ada kegelisahan di mata Luhan. Walaupun laki laki mencoba tersenyum tapi dia tidak bisa membodohi adiknya. “oppa” kata singkat itu membuat Luhan terkekeh.

“sejak kapan kau memanggilku oppa huh?” Sierra ikut tertawa. “kau pasti menemukannya” Luhan tersenyum dan mengemudikan mobilnya. Menyusuri jalanan sepi yang membawa mereka ke sebuah kastil. Jalanan remang remang dan tidak ada sebuah rumahpun di sekitar tempat ini.

Hanya kastil megah dengan hutan yang terlihat seakan menjadi halamannya.

Kadang kadang suara binatang buaspun menjadi suatu alunan yang wajar, yang membuat orang orang tidak mau memasuki areal ini. Terlalu mencekam dan terlalu berbahaya. Luhan memberhentikan mobilnya. Ditatapnya adiknya. “kau harus istirahat sana” katanya pelan dan mengusap rambut adiknya itu.

“ne, oppa juga harus istirahat” Sierra keluar dari mobil itu. Ia menaiki tangga dan membuka pintu besar disana. “eh?” Sierra membulatkan matanya. “Sehun?” Ia terkejut melihat laki laki yang sedang ada disana.

“aku ingin bertemu Luhan hyung” Sierra mengerti, ia berbalik dan mengetuk ngetuk kaca mobil. “oppa oppa” katanya pelan. Luhan kaget segera keluar. “waeyo?” “Sehun oppa mencarimu” perkataan itu membuatnya kaget. Luhan segera memasuki kastil itu, benar saja Sehun sudah menunggunya disana.

“ada apa?” tanya Luhan menangkap sesuatu yang aneh di mata Sehun.

“aku ingin bicara padamu hyung”

__

Sunghyo memainkan pulpennya, ia bosan ,bingung. Sunghyo masih mengingat perkataan Dennis kemarin. Semuanya membuatnya bingung. Sunghyo menatap keluar jendela kelasnya, masih pagi dan seonsaengnim yang mengajar belum juga datang. “haahh” Sunghyo menghela nafasnya.

“Sunghyo-ah” Sunghyo berbalik menatap Seryung yang tersenyum padanya, ia balas tersenyum. “Seryung kau kenapa?” tanya Sunghyo karena sedari tadi Seryung hanya tersenyum tanpa alasan. “aku..aku bisa tertidur tadi malam” Sunghyo hanya terkekeh kecil. Bahkan ia bisa melihat kebahagian yang intens di diri Seryung.

“chukkaeyo” katanya pelan. “ne, itu semua berkatmu bukan” Sunghyo mengangguk. “ngomong ngomong seonsaengnim kenapa belum datang?” “oh itu, memang begitu Cho Seonsaengnim, dia memang telat, ah tidak dia sering telat”

“mwo?” Sunghyo tidak mengerti perkataan Seryung. Seryung mendekat kepada Sunghyo ,membisikinya. “Cho Seonsaengnim itu pemalas” Sunghyo mengerjap ngerjapkan matanya kaget. “mwo? Maksudmu kau..kau kenapa tahu semua guru disini?”

“karena aku tinggal disini” Sunghyo masih tidak mengerti, Seryung tinggal disini, di sekolah ini. “maksudku aku berasrama disini, aku tidak punya keluarga” Seryung menundukkan kepalanya. Sunghyo sadar kalau perkataan tadi membuat Seryung sedih. “gwaenchanna aku akan menjadi keluargamu”

“jinjjayo?” Sunghyo mengangguk. “ah gomawo Sunghyo-ah” Seryung tiba tiba memeluknya membuat Sunghyo kaget. “ne ne” jawabnya gugup. “gomawo gomawo” Seryung tidak mau melepaskannya membuat Sunghyo kehabisan nafas.

“Seryung-ah aku..akhuu”

“kenapa?” akhirnya Seryung melepaskan pelukannya, membuat Sunghyo lega. Kemudian mereka mendengar kelas menjadi diam. Seonsaengnim sudah memasuki kelas dan Seryung pun kembali ke tempat duduknya.

“annyeong” suara bass dari guru barunya. Bukan baru, melainkan baru ia kenal. Sekilas Sunghyo melihat semua murid wanita berpandangan aneh, mereka tidak bisa sedetikpun melepaskan pandangan dari guru mereka yang satu ini.

Sunghyo terkejut, Cho Seonsaengnim. Laki laki tinggi dengan kulit putih. Ia sadar kalau laki laki itu tampan. Tapi Sunghyo terkejut melihat benda yang di bawa laki laki itu. Sebuah PSP. Sunghyo terkekeh, ia menutup mulutnya agar suara tawanya tidak terdengar.

“ekhem” Suara Cho Seonsaengnim yang membuat semua murid terdiam tanpa terkecuali Sunghyo. “buka buku kalian halaman paling tengah” Semua murid sontak mengambil bukunya dan langsung mencari pembatas di pertengahan buku. Sunghyo juga, ia sedikit kaget kenapa gurunya ini menyebutkan halaman itu.

Nihil, buku ini tidak memiliki pembatas seperti itu. Sunghyo mencari cara lain dengan melihat halaman belakangnya lalu membaginya dengan 2 , tapi buku itu juga tidak memiliki nomor halaman. “kenapa lama sekali?” tanya Cho Seonsaengnim membuat semua murid sontak kewalahan.

“seonsaengnim buku ini tidak memiliki halaman, atau pembatas bagaimana cara kami melihatnya?” pertanyaan itu terlontar dari mulut Seryung, Sunghyo menoleh dan menatapnya kaget, kenapa anak itu berani sekali.

“ah ne, maka dari itu aku menyuruh kalian mencarinya” jawab Kyuhyun santai. Sunghyo mendengus, sekarang guru mereka itu sedang melanjutkan permainan PSPnya sambil sesekali memekik pelan. Ia sadar satu hal, guru mereka itu hanya mempermainkan mereka agar Cho seonsaengnim mendapatkan waktu melanjutkan permainan PSPnya.

Sunghyo masih berkutat dengan buku ini. Banyak sekali gambar gambar aneh yang muncul disana. Semuanya hampir berkaitan dengan tata surya dan ilmu alam. Seperti apa yang dikatakan Sehun. Lama kelamaan Sunghyo menjadi senang, ia membaca tulisan tulisan dan mantra aneh yang baru ia tahu.

“12 kekuatan yang utama” matanya seakan tertuju pada satu artikel itu. Sunghyo merasa sangat tertarik, ia membacanya pelan. Menatap gambar 12 buah symbol yang tidak terasa asing baginya, Sunghyo menyentuh symbol symbol itu. Ada gejolak aneh di batinnya, ia seperti mengenal hal itu.

“kedua belas kekuatan itu sangat berbeda, 6 diantaranya adalah kekuatan baik dan 6 diantaranya lagi adalah kekuatan…kegelapan” Sunghyo terdiam, kegelapan, kata itu sangat menyeramkan. Ia melanjutkan lagi melupakan tugas dari Cho Seonsaengnim.

“keduanya ditakdirkan untuk berbeda, keduanya ditakdirkan untuk berperang dan peperangan itu terjadi saat gerhana” Gerhana.. “sebentar lagi akan terjadi gerhana” Ucapan dari Dennis menggema di telinganya, ya Sunghyo mengingat hal itu, saat dennis menatap langit dan mengatakan hal itu.

“apa sebentar lagi gerhana? Apa kekuatan baik yang akan menang?” ia membalik halaman itu menemukan gambaran saat gerhana. Matahari dan Bulan bertemu dan gerhana. Semua itu membuat kepalanya pusing. “ah..” desisnya pelan.

Sunghyo memegang kepalanya, rasanya sakit sekali. “aku tidak mau ..jangan lakukan hal itu..jangan pisahkan hal itu dariku..akh” Sunghyo mendengar suara itu, ia menjadi bingung, dari mana suara itu berasal kenapa ia mendengarnya. Ah tidak, kenapa hanya dia yang mendengar hal itu.

Matanya entah kenapa memanas, Sunghyo berfikir suatu hal. Suara aneh itu, apa itu kekuatannya yang sebenarnya. Tapi apa itu? kenapa ia begitu mengenalnya. “akh” Sunghyo mengerang tertahan, kepalanya sangat sakit, pandangannya perlahan kabur.

“Sunghyo..” hanya teriakan itu hal terakhir yang ia dengar, sebelum tubuhnya jatuh ke lantai kelas.

__

“apa maksudmu?” Luhan menatap Sehun kaget. “dia sangat mirip, bahkan mereka memberi nama yang sama pada gadis itu” Luhan menatap Sehun bingung. “maksudmu kau melihatnya lagi, bukankah itu tidak mungkin , dia sudah meninggal puluhan tahun yang lalu” Sehun mengepalkan tangannya.

Matanya memanas, ia mengingat hal itu. Saat orang yang ia sayangi sudah tiada. Saat debu membawanya pergi bahkan untuk mengucapkan selamat tinggalpun ia tidak sempat. “aku..aku tidak tahu hyung” Sehun menundukkan kepalanya.

“apa mereka memang benar benar mirip?” Sehun mengangguk. “mirip sekali,walaupun aku tidak mengenal wajahnya tapi..dari cara pandangnya, senyumannya mereka sangat mirip” Luhan terperanjat.

“lalu gadis itu ada dimana?” Sehun menatap Luhan kaget. “kenapa tiba tiba kau menanyakan hal itu hyung?” tanyanya dan langsung dibalas senyuman dari Luhan, senyum yang selalu membuatnya berhenti menanyakan hal itu lagi. “aku hanya ingin tahu saja Sehun-ah”

“ah..gadis itu dia bersama dengan Suho hyung”

“dia tinggal disana?” Sehun mengangguk. “benar, aku tidak tahu pasti kenapa gadis itu ada disana, tapi menurutku pasti Dennis yang membawanya, dan dia juga sekolah di sana.” Luhan membulatkan matanya. ‘Gadis itu menghilang, apa mungkin Dennis yang menemukannya dan membawanya ke exo planet’

Pikiran pikiran itu berkecambuk di benaknya. “Sehun-ah, aku ingin melihat gadis itu”

__

Sunghyo mencoba menggerakkan matanya. Rasanya rasa sakit itu masih terasa jelas di kepalanya. “akh” erangnya pelan. “Sunghyo-ah” ia menatap seseorang disampingnya. “Seryung , aku dimana?” tanyanya. “kau ada di unit kesehatan, tadi kau pingsan” Sunghyo sedikit terkejut, apa benar tadi ia pingsan.

“Sunghyo-ah kau jangan banyak bergerak dulu” ucap Seryung saat Sunghyo mencoba bangun. “aniya, gwaenchanna Seryung aku hanya ingin bangun sebentar” Sunghyo menyenderkan punggungnya dengan bantal. “kau kenapa sebenarnya? Apa kau lupa sarapan?”

Sunghyo menggeleng. “aku juga bingung kenapa tiba tiba kepalaku pusing” “mwo? Apa ada yang kau pikirkan?” Sunghyo mengangguk pelan. “aku tidak yakin, tapi aku mendengar suara suara aneh, aku seperti mendengar seseorang, aku seperti mengenalnya”

Seryung memutar pikirannya. “kau seperti mengenalnya, apa itu seperti de javu?” “de..javu?” tanya Sunghyo memastikan apa yang ia dengar. “benar, aku pernah membacanya sedikit, seperti mengenalnya, sesuatu yang baru kau rasakan, yah seperti itu” Seryung mengusap tengkuknya, ia tidak pintar merangkai kata kata.

“ah begitu, apa itu adalah ingatanku?” “mungkin saja, tapi kenapa kau tiba tiba mengingatnya, karena biasanya ingatan itu akan muncul jika ada pemicunya, apa kau melakukan sesuatu hal? Seperti melihat sesuatu lalu kepalamu pusing dan mengingat itu?”

Sunghyo mengangguk. “benar, rasanya aku melihat artikel tentang 12 kekuatan, yah aku tidak yakin tapi ingatan itu langsung muncul” “12 kekuatan? Dari mana kau mendapatkan hal itu? aku saja belum pernah membacanya”

“Sunghyo-ah” pintu ruangan ini menjeblak terbuka. “Kai oppa” Kai masuk dan langsung mengampirinya. “kau tidak kenapa kenapa kan? Aku mendengar dari Cho Seonsaengnim kalau kau pingsan” “ah ne, tapi aku sekarang baik baik saja” Kai mendesah lega. “ah aku kira ada sesuatu hal yang terjadi padamu”

Tiba tiba saja mata Kai tertuju pada Seryung. “kau ..Shin Seryung bukan? Gadis aneh itu?”

“cih jangan berkata yang seperti itu” Seryung menjauhkan pandangannya. “hahaha kau kan? Gadis pendek itu? tidak kusangka kau sependek itu memang aww ya Sunghyo-ah kenapa memukulku” Kai mengusap lengannya yang sakit. “jangan berkata seperti itu, Seryung baik, dia tidak pendek ataupun aneh”

“arra, dia tidak pendek dia hanya tidak tinggi saja”

“yak..oppa jangan mengejeknya lagi” Sunghyo mencibir membuat Kai mengangkat kedua tangannya , takut terkena pukulan lagi. “ne..ne.. aku tidak akan mengejeknya lagi, jadi kalian sudah berteman?”

“tentu saja, aku akan selalu berteman dengan Sunghyo, tidak denganmu” Sunghyo hanya bisa terkekeh melihat Kai dan Seryung. “Kai-ah, Sunghyo-ah” beberapa menit kemudian Kyungsoo datang, ditangannya sudah tersedia makanan yang kelihatannya memang enak. “wah Kyungsoo oppa kau membawakan makanan?”

“tentu saja, aku takut jika Sunghyo-ku kenapa kenapa karena kelaparan” jawabnya enteng. “yak hyung sejak kapan Sunghyo menjadi milikmu dia milikku juga” kata Kai. “siapa bilang dia milik kalian , dia temanku” Seryung memeluk Sunghyo,Sunghyo tersenyum. Ia senang memiliki banyak orang yang percaya padanya, setidaknya ia tidak sendiri.

Dibalik itu semua, Luhan melihatnya. Ia tersenyum pelan. “gadis itu benar benar ada disini” ucapnya singkat. Ia tersenyum sinis melihat kilatan perak yang masih ada di leher gadis itu. “sampai kapanpun mereka tidak akan bisa…menyatukan kekuatan itu”

__

“oppa bagaimana kalau hari ini aku tidur disini saja bersama seryung?” Kai,Suho,Kyungsoo, Chanyeol dan Baekhyun menghentikan langkahnya. Mereka sedikit terkejut. “apa maksudmu sunghyo-ah?” tanya Suho. “aku ingin menginap disini bersama seryung bolehkah?”

“bukankah kau tinggal bersama kami kenapa menginap di tempat ini?” kali ini Baekhyun mengucapkan hal itu. Dari cara bicaranya terkesan dingin bahkan Baekhyun tidak menolehkan kepalanya sedikitpun.

“aku ingin menemani Seryung oppa” Sunghyo menunduk memainkan jarinya sendiri. “sebenarnya boleh..” “tidak boleh” kata kata itu membuat semua mata tertuju pada Baekhyun. “kenapa tidak boleh hyung?” tanya Kai menatap Baekhyun curiga.

“ya..tidak boleh, bagaimana kalau terjadi apa apa lalu kita disalahkan oleh mister Dennis” , Sunghyo menatapnya kaget. Kenapa tiba tiba laki laki itu melarangnya seperti ini. “kurasa tidak apa apa, asalkan Sunghyo bisa menjaga dirinya kita sudah aman, di sekolah ini aman dan tidak ada ancaman sama sekali” ucap Chanyeol yang membuat Sunghyo senang.

“kalau begitu aku boleh tinggal di sini?” “ne kau boleh tinggal disini” lanjut Suho yang langsung membuat Sunghyo berjingkat senang. “ah terima kasih oppadeul” ucapnya tersenyum. Namun Baekhyun hanya bisa mendengus. “terserah kalian saja” katanya dingin lalu meninggalkan tempat ini.

“yak Baekki kau mau kemana” Chanyeol segera menyusulnya. “kenapa dia hyung?” tanya Kai bingung. “tidak tahu kenapa dia aneh sekali belakangan ini” timpal Kyungsoo. “mungkin saja Baekhyun kelelahan, biarkan saja”

__

“Seryung-ah seryung-ah” Sunghyo mengetuk pintu itu sambil memanggil Seryung. Perlahan pintu itu terbuka. “kau sudah siap?” tanya Sunghyo dan dibalas anggukan oleh Seryung. Mereka melangkah jauh dari kamar itu, mengendap ngendap menaiki tangga.

“kau yakin mau membacanya lagi?” tanya Seryung khawatir. “aku yakin” Sunghyo tersenyum, ia sudah yakin akan membaca buku mengenai de javu. “benar buku itu ada disini?” Sunghyo tertegun saat sampai di perpustakaan sekolah, banyak sekali buku buku tebal dan kuno yang terpampang disana.

“benar, aku pernah membacanya, hanya saja aku lupa ada dimana..kita harus mencarinya” Sunghyo mengangguk. Mereka mulai mencari, awalnya Seryung mengambil buku di deretan paling belakang. Dan Sunghyo paling depan.

Hampir satu jam mereka berkutat di sini. Tapi tidak ada hasilnya. Sunghyo menghempaskan dirinya di lantai. “aku lelah” suaranya benar benar parau. Seryung mengusap ngusap punggung Sunghyo. “sabarlah kita pasti mendapatkannya” kata Seryung menghibur, Sunghyo tersenyum dan segera beranjak.

Cklek..

Sunghyo dan Seryung terlonjak kaget. Mereka berbalik melihat pintu yang sedikit demi sedikit terbuka menimbulkan bunyi berdecit. Jantung mereka seakan perpacu keras. Ada rasa takut di benak Sunghyo.

“Sunghyo” suara orang disana yang membuatnya hampir saja jantungan. “oppa..” Sunghyo membulatkan matanya kaget melihat laki laki itu yang ada di sana.

To Be Continued..

 

Annyeong, maaf banget kalau di part ini ceritanya panjang banget hiks hiks

Tapi sebenernya ini gabungan dari Part 2 dan 3 , sebenernya sih 😀

Karena di blog ini ff di publishnya mungkin hampir 1 bulanan, jadi saya gabung. Tapi tenang aja ff ini akan tetep lanjut kok. Kalian bisa baca di pradesidavinci.wordpress.com disana saya bakal update cepet 😀

Sekali lagi makasi buat yang udah baca apalagi comment, karena ff ini masih terbilang jelek dan bukan pemikiran saya sendiri, jujur aja sih ff ini terisnpirasi sama ff 7Stars. Hehe tapi ceritanya jelas beda, yang mirip sedikit.

Sekian

18 pemikiran pada “Foreigners (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s