Cryptid (Prolog)

Tittle         :CRYPTID ( PROLOG )

Author      : RTC

Main Cast :

– Kris Wu

– Kim Jongin

– Oh Sehun

– Hwang Zi Tao

– Song Hyunhae

– Park Chaeky

– Choi Saerin

– Kim Mikyu

Other Cast  : Find in story~

Genre         : Romance(?), Comedy(?), Fantasy(?)

Annyeong *LambaiGaje*

Pertama, thanks buat Admin baik hati yang udah ngepostin FF abal ini.

Ini FF Fantasy dengan 3 Author, jadi ini cerita dari 3 otak digabung-gabung ga jelas. Mian kalo rada ga menarik. Banyak TYPO bertebaran atau Alur yang ga jelas.

Didalam PROLOG anak EXO nya belum banyak keluar, tapi tetap bakal jadi Main Cast kok.

PLease RCL~

Happy Reading~

_______________________________________________

“ABAD 900 SM”

Ribuan tahun yang lalu, dizaman kehidupan Masehi belum dimulai. Terdapat sebuah kehidupan nyata yang tidak terjangkau oleh pengelihatan mata manusia. Yaitu Kehidupan langit. Saat itu, sang Raja memimpin dunia dengan sangat bijaksana. Cerita menjadi berbeda ketika akhirnya ia harus menyerahkan tahta kepada penerusnya. Raja memiliki dua orang anak lelaki yang memiliki kekuatan yang sama hebatnya. Akhirnya dengan pertimbangan yang sangat matang, Raja membagi kehidupan langit menjadi dua. Dunia atas dan dunia bawah.

Kehidupan berjalan dengan selaras hingga penguasa dunia bawah merasa iri dengan kehidupan damai dunia atas. Raja dunia kegelapan ini merasa kehidupan di dunia atas terasa lebih menyenangkan hingga ia memutuskan melakukan pemberontakan.

>>>>>

Dennis berlari menerobos ruangan besar dilantai dua istana ini ketika dilihatnya gadis yang tadi ikut berperang bersamanya merosot ditempatnya berdiri. Wanita itu berusaha sekuat tenaga untuk mencabut anak panah yang tertancap diperutnya. Tetapi sia-sia, energinya sudah terbuang sangat banyak sejak pertempuran sengit ini terjadi setengah jam yang lalu.

Lelaki itu mengangkat tubuh lemah didepannya sebelum mengambil pedang dipinggangnya dan menghalau kawanan musuh yang mendekat. Ia berusaha sekuat tenaga membawa tubuh wanita itu pada bocah kecil yang tadi ia tinggalkan disalah satu ruangan dilantai 5.

Ada perasaan kesal dihatinya saat menyadari ia tak bisa melakukan hal lebih ketika dilihatnya keadaan istana yang porak-poranda dan dibawah sana sang raja sibuk dengan tongkat petir nya, menghalau kawanan musuh untuk masuk lebih dalam. Perlahan ia menyeret wanita itu sembari terus menebas beberapa tubuh yang menghadangnya.

“ bertahanlah”

Hanya kata itu yang mampu ia keluarkan. Untuk wanita yang dulu pernah meninggalkannya demi lelaki yang mereka sebut manusia. Perlahan mereka memasukki ruangan besar itu sebelum menatap beberapa wanita yang juga sibuk pada anak masing-masing.

Dennis tetap menarik Victoria kearah ranjang diujung ruangan. Tempat satu-satunya bocah yang sejak setengah jam yang lalu menangis tanpa seorangpun menghiraukannya. Dennis dengan hati-hati mengangkat bayi itu saat dilihatnya Victoria menumpukan tubuh pada pinggiran ranjang. Wanita itu berusaha kuat menahan lubang anak panah diperutnya dengan kedua tangan.

“ aku sudah tidak bisa bertahan lebih lama Dennis”

“ tidak, kau tidak boleh berkata begitu Vic. Bertahanlah, demi anakmu”

Victoria menolehkan kepalanya kearah bocah kecil yang sekarang tengah menangis didalam pelukan lelaki yang tadi ia panggil Dennis. Perlahan Dennis menundukkan tubuhnya saat dilihatnya Victoria berusaha mengulurkan tangan ke anak gadisnya. Victoria melihat mata suaminya dimanik bocah kecil yang secara mendadak berhenti menjerit ketika tangan Victoria menyentuhnya.

Wanita itu mengangkat sedikit kepalanya sebelum bibirnya menyentuh kening anak itu. Membuat bocah berusia 2 bulan itu berkedip beberapa kali.

“ maafkan ibu nak.”

Wanita itu menyenderkan kepalanya pada pinggiran ranjang. Ia menolehkan pandangannya kemata Dennis yang melirih. Wanita itu tersenyum begitu tulus sebagai ucapan terima kasihnya yang begitu besar.

“ Dennis, aku titip anakku padamu. Bawalah ia ke dunia diluar sana, kerajaan ini sudah tidak aman”

“ tapi Vic,,”

“ kumohon”

>>>>>

“Inilah akhirmu Andrew!” teriak Casey lantang. Dewa Andrew bersama rombongannya Aiden, Krystal dan Bryan tetap kukuh untuk melawan Casey. Mereka tidak akan mungkin menyerahkan tahta kerajaan langit kepada Casey. Bryan sebagai dewa perang maju lebih dulu, kemampuan pedangnya tentu saja dapat mengalahkan tentara Casey dengan mudah.

Andrew, Aiden, dan Krystal juga ikut membantu Bryan tentu saja kemampuan bertarung mereka tidak kalah jauh dari Bryan. Satu persatu tentara Casey tumbang dengan luka yang menganga akibat keganasan pedang mereka. Melihat hal ini Casey merasa terancam dan yang tambah membuat ia yakin kalah adalah tiba-tiba tentara Andrew datang dan menyerang mereka. Tentu saja ini memperlemah posisinya karna tentaranya telah banyak yang terluka.

Casey meminta Joshua untuk menciptakan gelombang air yang dahsyat dan menghanyutkan pasukan Andrew. Dengan kekuasaannya sebagai dewa laut ini bukanlah hal yang sulit untuk Joshua lakukan. Casey tersenyum puas saat melihat tidak satu pun dari pasukan Andrew yang akan menyadari hal ini karna mereka tengah disibukkan dengan panglima-panglima tentara yang ia siapkan untuk menjatuhkan pasukan Andrew.

“ aku sudah mengatakan untuk menyerahkan kekuasaanmu Andrew. Tapi kau masih terlalu percaya diri untuk memimpin Negara porak-poranda ini”

“ aku… hanya.. menjalankan amanat ayah kita”

“ ayah kita? Maksudmu lelaki tua berjanggut putih yang selalu mengacuhkanku itu??”

Casey tertawa keras saat dilihatnya Andrew semakin tertekan dengan aura iblisnya yang semakin menguat. Melihat kesempatan ini, Joshua mengayunkan tangannya kencang kearah Andrew dan pasukannya.

“Gerjess ocnic” teriaknya keras

Perhatian Andrew dan yang lain langsung terahlikan ketika mendengar teriakan Joshua. Gelombang air yang telah Joshua ciptakan begitu besar dan dahsyat, ia menggerakkan tangannya menghempaskan gelombang itu kearah rombangan Andrew.

BRAAAK

Bangunan kokoh kerajaan langit ambruk seketika. Tiang-tiang penyanggah kerajaan patah tak berbentuk dan membuat bangunan itu semakin ambruk. Patahan-patahan tiang kokoh itu jatuh menghempas tentara Andrew dan Casey. Casey tertawa senang melihat kekacauan yang Joshua ciptakan walaupun ini tidak akan membuat Andrew dan pasukannya mati tapi setidaknya ia bisa sedikit melumpuhkan gerak mereka.

Andrew dan pasukannya terdesak bahkan sekarang Krystal telah terluka. Gelombang air yang Joshua ciptakan memang begitu besar, Andrew dan pasukannya tenggelam dalam air bah yang ia ciptakan bahkan kekuatan Andrew untuk menyangkal ini tidak cukup kuat karna Joshua memang sangat ahli dalam melakukan ini. Tubuh mereka terhempas dalam gelombang dahsyat itu membuat mereka melemah karna terbentur kepingan-kepingan bangunan kerajaan langit.

Disaat posisi mereka terpisah Andrew menggunkan telepatinya untuk berkomunikas. Andrew meminta mereka untuk menciptakan perisai mereka karna keadaan mereka sekarang benar-benar membutuhkan itu. Masing-masing dewa olympus memiliki perisai.

Casey meminta Joshua menghentikan serangan gelombang airnya karna kerajaan langit yang sekarang benar-benar rata dan kacau dengan kepingan-kepingan yang berserakan diaman-mana. Ia melihat Andrew dan pasukannya terbaring lemah dengan cepat ia mengambil kesempatan ini untuk menjatuhkan Andrew.

Ia meminta Marcus untuk membawa Andrew dan pasukannya ketahanan bawah langit. Casey tersenyum puas karna rencananya penyerangannya berjalan dengan baik. Dewa Andrew dan pendukungnya telah berhasil ia kalahkan. Masalah tahta cepat atau lambat pasti akan ia dapatkan.

“ kita sudah berhasil. hhhaaa”

“ tapi Casey, kita melupakan sesuatu”

Casey melirik Jeremy yang menatapnya tegas. Raja kegelapan itu melotot menyadari kesalahan kecil yang telah luput dari kuasanya.

“ SIAL. Jessica cepat temukan kelima bocah itu”

>>>>>

Marcus membawa Andrew ketahanan bawah tanah tempat pengurungan sadis mahluk bawah yang memang sengaja Casey buat. Sesampainya digerbang tahanan, Marcus memanggil panglima Han untuk membawa Andrew dan pasukannya yang lain.

“Bawa mereka ketahanan! Lakukan semuanya dengan cepat dan bersih!”

Panglima Han mengangguk patuh karna ia tau jika pekerjaan ini gagal maka nyawanya adalah taruhannya. Sehabis mengatakan itu Marcus kembali ke kerajaan langit menemui Casey untuk merayakan kemenangan mereka, sebenarnya ini diluar perkiraannya ia tidak menyangkah bahwa Andrew dan pendukungnya dapat dikalahkan dengan mudah.

Andrew memang terluka, tenaganya juga sudah  terkuras karna melawan tentara Casey tadi. Tapi ada yang lebih penting untuk ia lakukan, ia tidak mungkin menyerahkan nasib rakyatnya dibawah pimpinan Casey, ini sama saja membunuh mereka.

Ia melirik Bryan yang juga tampaknya memiliki luka yang cukup parah. Keadaan yang lainnya juga tidak jauh berbeda dari ia dan Bryan.

“Bryan kau dapat mendengarku?”

Ia melihat Aiden mengangguk lemah. Sekujur tubuhnya terluka karena serangan prajurit Casey.

“Dapatkah kau melakukan penyerangan terhadap panglima Han?”

“Aku akan mencobanya. Apa rencanamu?”

“5 langkah lagi kita akan tiba ditahan aku akan menggunakan tongkatku untuk menyingkirkan tentara ini dan kau urus panglima itu”

1

2

3

4

Andrew mengambil ancang-ancang ia melirik Bryan yang menangguk menandakan bahwa ia juga sudah siap.

“Herous laeos!”  teriak Andrew keras

Kilatan petir menyambar tubuh puluhan tentara Casey kilatan api muncul membuat ruang pengap ini terbakar. Bryan langsung menghunuskan pedangnya tepat pada jantung panglima Han yang tidak sempat mengelak karna ia juga terkena kilatan petir Andrew.

Andrew membopong tubuh Krystal untuk keluar, sedangkan Bryan mengikuti dengan langkah terseok.

“ Andrew aku harus pergi ke West Nimfa (Peri) sekarang. maafkan aku”

Setelah melihat anggukan mantap Sang Raja, Aiden menghilang setelah lighttiffon nya memendar.

>>>>>

“ kau, astaga apa yang terjadi??”

Hera berteriak kaget mendapati tubuh penuh luka suaminya saat ia membuka pintu tadi. Wanita itu dengan cepat mengunci pintu dan membopong suaminya masuk. Ia meninggalkan suaminya beberapa saat sebelum kembali dengan sebuah  cembung ditangannya. Wanita itu merobek pakaian suaminya yang telah tercabik-cabik, kemudian meratakan bubuk-bubuk dari dalam cembung yang tadi ia bawa.

“ apa yang terjadi?”

“ tempat ini sudah tidak aman Hera, kau harus pergi”

Hera mendongak melihat mata suaminya yang tegas, beberapa detik ia hanya membaca mata suaminya yang melirih. Ia kembali meletakkan bubuk itu pada luka sabitan pada lengan suaminya.

“ aw,, Hera. Kau mendengarku?”

“ kenapa Aiden? Kenapa aku harus pergi? Kenapa kita tidak pergi bersama? Dengan anak kita”

Hera menolehkan kepalanya kearah gadis kecil didalam buayan yang tertidur damai. Aiden memegang kedua bahu istrinya saat dilihatnya pertahan wanita itu mulai runtuh.

“ kau dengar, Raja Andrew berhasil dikalahkan Raja Casey. Dan aku tidak mungkin meninggalkan tempat ini dengan begitu banyak rakyat yang membutuhkanku Hera”

“ tapi kenapa aku harus pergi? Kenapa aku tidak tetap berada disini bersamamu? Bersama anak kita?”

Aiden menghela napas saat wanita yang telah menjadi istrinya itu menangis tertahan. Lelaki itu menarik Hera kedalam pelukannya kemudian mengelus belakang rambut wanita itu pelan. Membiarkan kehangatan tubuh istrinya terus melekat pada tubuhnya bahkan ketika istrinya benar-benar harus pergi suatu saat nanti.

“ Casey menginginkan anak kita Hera. Kau harus membawanya pergi, jauh. Sangat jauh dari tempat ini. Sedangkan aku harus merebut kembali kerajaan dari tangan Casey. Mengertilah Hera,”

Hera menguraikan pelukannya, ia menatap suami dan anaknya bergantian. Aiden yang melihat keraguan diwajah istrinya sontak menarik dagu wanita itu dan mencium bibir wanita itu sekejap. Hanya sekejap karena kemudian terdengar suara pengikut Casey diluar sana.

“ Kalindo, Casey telah menemukan anak kita Hera. Bawa dia sekarang”

Hera semakin bingung saat burung-burung hantu yang dikirim Dewi Jessica mulai meneror pemukiman para Nimfa (Peri). Dengan segera Hera meraih anaknya kemudian mengulurkan tangannya kearah Aiden. Lelaki itu mencium kening istrinya sebelum wanita itu melebarkan sayapnya dan menghilang. Meninggalkan Aiden yang menghilang disusul cahaya terang yang menyilaukan mata.

>>>>>

Juni 2012, Korea Selatan

Saerin menarik koper pink cerahnya dengan tergesa. Ia melepas kacamata hitam yang sejak tadi menempel diwajahnya sebelum menolehkan pandangannya kesegala arah. Tempat ini, tempat yang ibunya katakan beberapa hari yang lalu. Tempat yang ibunya yakini bisa membantunya menemukan keempat anak itu.

Saerin tersenyum saat dilihatnya sebuah limosin berhenti didepannya dan detik berikutnya seseorang telah membukakan pintu diarahnya sembari membungkuk. Ibunya memang benar-benar memberikan paket begitu komplit untuknya.

“ annyeong haseyo Choi Saerin aggashi, saya adalah supir pribadi anda selama disini. Silahkan masuk”

Saerin mengangguk sembari tersenyum manis. Ia sepertinya perlu berterima kasih kepada ibunya untuk semua hal yang ia terima. Gadis itu baru mengeluarkan phonselnya saat layar dihandphonenya menerang.

“ Oh mommy, you’re the best”

Disebrang sana wanita setengah baya itu tertawa terbahak mendengar penuturan singkat anak gadisnya. Ia sudah bisa menduga bahwa gadis itu akan terkejut dengan semua fasilitas yang ia berikan.

“ haha, memangnya kau sudah tiba di apartement?”

“ belum, masih dimobil”

“ kalau begitu simpan pujianmu sebelum melihat apartement yang mommy pesan untukmu”

Saerin tersenyum simpul mendengar tawa khas ibunya disebrang sana. Gadis itu memainkan ujung rambutnya yang lurus saat matanya focus kejalanan Seoul yang ia lihat.

“ Saerin kau tidak boleh lupa dengan tugasmu, ibu menyuruhmu kesana bukan untuk berlibur. Kau mengerti??”

“ hm, apa yang tidak dimengerti anak pintarmu ini mom”

“ baiklah, aku percaya. Mommy harus kembali bekerja, kau jaga diri baik-baik disana”

“ hm, mommy juga jaga diri baik-baik. Sekarang sedang musim panas, banyak-banyaklah memakan semangka”

Keduanya tertawa sebelum akhirnya telepon terputus. Saerin kembali terpukau pada hamparan sungai han yang luas, juga pada jempatan yang sekarang mereka lewati. Jembatan yang membelah sungai cantik ini menjadi dua.

“ ahh, di Amerika tidak ada yang seperti ini. Sepertinya mommy tidak akan marah kalau aku memanjakan diriku sebentar”

>>>>>

Hyunhae melompat keatas kasur saat lelaki diambang pintu itu masuk dengan raut wajah kesal. Ia sudah mengatakan kepada gadis itu berulang kali tentang hal ini, tetapi tetap saja sifat keras kepalanya membuat informasi yang lelaki itu berikan hanya masuk melalui telinga kanan dan keluar melalui telinga kirinya.

“ baiklah, setidaknya kau tidak perlu mengikutiku setiap hari Chanyeol. Aishhh,”

Chanyeol menggeleng dan berjalan perlahan memasukki kamar biru langit gadis itu. Ia memilih duduk disofa kuning disamping ranjang gadis yang sekarang malah memandangnya dengan kesal.

“ YA! Park Chanyeol kau mendengarku?”

“ geurom, sebenarnya aku juga ingin menjauh darimu sehari saja. Tapi aku tidak mungkin melakukannya bodoh,”

“ berhenti mengataiku bodoh. Aish, sudahlah keluar, aku mau tidur”

“ tidak”

“ ya! Kau tau aku ini perempuan dan kau adalah laki-laki, masa kau berada dikamar perempuan saat dia sedang tertidur”

Chanyeol menggerak-gerakkan bola matanya saat dilihatnya Hyunhae menunjuk-nunjuknya dari ranjang putih itu. Gadis itu mendesis sebelum menghempaskan kepalanya kebantal, membiarkan sifat keras kepala Chanyeol sepertinya akan terasa lebih baik.

“ memangnya kau pikir aku akan melakukan apa padamu? Berhentilah berpikiran buruk Hyunnie, aku tidak mungkin melakukan hal yang kau pikirkan itu”

Hyunhae diam, ia memilih memejamkam matanya. Membiarkan celotehan Chanyeol menggema memenuhi seluruh penjuru kamar. Sadar bahwa gadis yang sedang ia tatap itu telah tertidur, Chanyeol memilih berjalan mendekatinya kemudian menyelimuti tubuh gadis yang hanya menggunakan hotpants dan tanktop tali spaghetti itu. Mata lelaki itu berkilat saat tanda bunga Edelweiss  (merupakan bunga keabadian) pada pundak gadis itu bercahaya.

“ tidak… ini tidak mungkin”

>>>>>

Chaeky memandang ayahnya yang baru saja turun dari kamarnya dilantai dua dengan senyum yang begitu mengembang. Ia langsung menarik kursi tempat ayahnya biasa duduk saat makan, membuat lelaki disampingnya itu menyerengit bingung.

“ ada apa denganmu anakku?”

Chaeky tersenyum begitu lebar menyadari ayahnya langsung paham dengan sikap kurang wajarnya. Gadis itu dengan semangat duduk dikursi disebelah ayahnya.

“ appa harus mengizinkanku ikut kompetinsi dance yang diadakan walikota tahun ini”

Jungsoo melirik putrinya yang menatapnya dengan ekspresi mengharap. Lelaki setengah baya itu hanya mengangkat tangan pasrah saat dilihatnya putri semata wayangnya tersenyum dengan begitu lebar.

“ huaaaah, appa gomawo. Aku janji aku akan menang lagi tahun ini. Dan kita akan merayakannya setelah itu”

Jungsoo tersenyum, menanggapi celotehan riang anak gadisnya yang sekarang ternyata sudah tumbuh begitu besar. Lelaki itu bahkan tidak ingat bagaimana gadis itu bisa menjelma menjadi wanita yang sangat cantik seperti sekarang.

“ appa, kau mendengarku?”

“ hm,, appa akan mendukung apapun yang menurutmu baik”

“ yeey, gomawo appa”

Tanpa gadis itu sadari, Jungsoo sebenarnya sangat menghawatirkan keselamatan gadis yang memanggilnya appa ini. Ia begitu yakin suatu saat Chaeky akan kembali dan berada pada posisi ibunya dulu dan namja itu tidak sanggup untuk kehilangan gadis yang ia sayangi untuk yang kedua kalinya.

“ appa, neo gwenchana?” Chaeky beranjak dari kursinya. Mendekat kearah ayahnya yang berusaha setengah mati menahan tangis. Ia merasa nyaman saat tangan kecil anaknya mengunci tubuhnyaa hangat.

“ Chaeky, berhati-hatilah nak”

“ eh??”

–Prolog END–

Menarikkah? Lanjut tidaknya tergantung dari komen reader sekalian. Gamsha *bow*

30 pemikiran pada “Cryptid (Prolog)

  1. huuuaaaaa…. keren banget thor
    suka bgt sma FF yang genre nya fantasy + yg bikin penasaraaannnn…
    bru [rolog aj aku udah sukaaa >.<
    di tunggu chapter / part 1 nyaaaaaaa 😀

  2. Ehm, bingung mau komen apaan, yang jelas aku suka FF ini. Genre nya fantasi pula. Sehun nya belum muncul ya? Hmm, baiklah kalau begitu (?) wkwk, Lanjut yah thor ^^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s