Not Bad

Author                  : @agnesyooo

Genre                   : Romance

Length                  : One Shoot

Main Cast            : Kai, Song Hyo Ri

~~Kai~~

Hari ini adalah hari ketiga fansign kami. Jujur sebenernya aku capek banget, coba deh kalian tau gimana rasanya tanda tangan lebih dari seratus kali dalam sehari, direktur kalah deh, hehe. Tapi begitu ngeliat wajah bahagia dan semangat para fans membuat rasa capek tadi nggak kerasa sama sekali.

“Annyeonghaseyo,” sapa suara serak di depanku. Seorang gadis berambut sebahu berdiri di depanku dengan mata sembap. Senyum lebarnya amat bertolak belakang dengan matanya yang sembap yang amat sangat menunjukkan kesedihan. Ah, apa yang terjadi terhadap salah satu fans ini? Padahal dengan dress simple yang dia kenakan membuatnya terlihat sangat imut. Baru saja aku akan membuka mulut untuk bertanya ia kenapa, D.O. hyung sudah menyikutku.

“Kai-ssi, jangan melamun! Antrian masih panjang tuh!” bisik D.O. hyung. Segera aku memberi tanda tangan pada gadis ini.

“Gwaenchanayo?” tanyaku.

“Gwaenchana. Gomawoyo Kai oppa!” dia tersenyum lebar sambil bergeser untuk meminta tandatangan D.O. hyung.

~~

Akhirnya kami meninggalkan area fansign. Hwaaah jari-jariku pegal sekali. Eh, sepertinya aku menginjak sesuatu. Kupungut benda itu, semacam kartu pelajar, entahlah.

~~

“Jonginnie, kau mau susu?” teriak D.O. hyung dari arah dapur.

“Aniyo, aku mau spaghetti, eomma!” balasku. Aku memang terkadang memanggil D.O. hyung ‘eomma’ ketika sedang berada di dorm, hehehe.

“Aku juga hyung!” teriak Sehun. Para member yang lainnya pun juga ikut berteriak memesan spaghetti, hihi. Dan dalam waktu kurang dari 15 menit D.O. hyung membawa nampan besar berisi 6 piring spaghetti. Waaah mencium baunya saja sudah hampir membuat liurku menetes.

“Aku iri denganmu, Kyungsoo-ah,” celetuk Baekhyun hyung sambil menggulung spaghetti.

“Wae?”

“Kalau sudah tua nanti kau bisa membuka restoran, bakat memasakmu ini bukan main!” Baekhyun hyung mengacungkan jempolnya. Aku dan yang lain ikut mengacukan jempol untuk D.O. hyung.

“Terimakasih atas pujiannya, kalian ini bisa saja,” D.O. hyung tersipu.

“Hyung, setelah makan kita main game ya?” rengek Sehun.

Suho hyung menggelengkan kepalanya. “Tidak malam ini, nak. Setelah ini kita harus istirahat. Besok kita ada schedule untuk perform di Music Bank, interview, trus ke acara fansign lagi.”

Sehun menandaskan seluruh spaghetti di piring dengan bersih, dan bersandar lemah di kursi. “Aaah baiklah.”

“Ayo Sehun semangat dong! EXO fighting!” seru Chanyeol hyung sambil mengangkat garpu. “Kyungsoo-ah, bolehkah aku nambah spaghettinya?”

“Chanyeol..” tegur Suho hyung. Chanyeol hyung hanya tertawa dan D.O. hyung menggelengkan kepalanya. “Oke, siapa yang bertugas mencuci piring hari ini?”

“Aku dan Jonginnie!” jawab D.O. hyung. Eh? Bukannya jadwalku masih besok lusa. Aku mesti protes nih, aku kan capek banget.

“Loh? Bukannya denganku?” tunjuk Chanyeol hyung pada dirinya sendiri. Tuh kan mestinya bukan denganku.

D.O. hyung mengangkat tangan Chanyeol hyung. “Lihat nih jari hyung memerah gara-gara kebanyakan tanda tangan, hahaha. Sudahlah, hyung istirahat saja. Jonginnie, kau mau kan membantuku mencuci piring?” D.O. hyung memang sangat perhatian, aku aja nggak perhatiin jarinya Chanyeol hyung yang memerah.

“Siap hyung!”

Chanyeol hyung tertawa lebar. “Ah kalian memang terbaik. Gomawo! Aku ke kamar dulu ya, ayo Baekhyun!”

“Fighting!” seru member yang lain kepada kami dengan senyum yang manis, kkkk~

“Nice dream!” seruku.

D.O. hyung mencubit pipiku. “Kamu cute juga ya, beda dengan di panggung, haha.”

“Ah masa’ hyung? hehehe,” aku mengangkat gelas mengikutinya ke dapur, sementara D.O. hyung sudah membawa tumpukan piring di tangannya.

“Kau kenal dengan gadis bermata sembap tadi?” Wah rupanya D.O. hyung masih mengingat kejadian tadi. “Kau menatapnya lama, coba nggak kuingatkan antrian pasti bakal macet.”

“Mianhae, hyung. Aku nggak kenal gadis tadi kok. Well, baru kali ini aja aku melihat fans yang matanya amat sangat sembap ketika meminta tanda tangan.”

“Oh begitu,” D.O. hyung sudah membilas piring terakhirnya.

“Hyung, aku keluar sebentar boleh?”

“Kemana?” D.O. hyung melirik jam ditangannya. “Sudah jam sebelas, Jonginnie, kau harus tidur!”

“Please, hyung. Boleh yaaa? Aku cuma mau keliling sebentar kok. Cari udara segara. Ya, hyung? Yayaya?” aku merajuk sambil menarik ujung jaketnya.

“Baiklah, tapi kamu bawa hape ya, biar ntar bisa ku hubungi.”

“Sip! Jangan bilang Suho hyung ya?”

“Oke. Tapi kamu pakai jaket ya!”

“Jaketku di kasur hyung, aku malas mau mengambilnya.”

D.O. hyung melepas jaketnya. “Nih, kamu pakai jaketku! Udara dingin, Jonginnie.” Segera kupakai jaket D.O. hyung. Bau parfum D.O. hyung amat menenangkan, sama seperti pemiliknya. Segera aku mengendap-endap melewati ruang tengah supaya tidak membangunkan member yang lain. Waaah pintu keluar sudah di depan mata. Ini pertama kalinya aku berkeliling di daerah luar dorm.  Asyik! D.O. hyung memang the best!

~~

Aku suka petualangan. Meskipun sekarang aku hanya akan berkeliling sekitar luar dorm namun itu sudah merupakan petualangan bagiku. Aku senang melihat, mengetahui dan mempelajari hal-hal baru. Entah sampai dimana acara bertualangku hari ini. Dan entah pula hal baru apa yang akan ku dapat. Suasana dorm hari ini memang tidak seriuh biasanya, mungkin kami memang amat kelelahan hari ini.

Baru saja lima langkah dari sekitar dorm aku sudah mencium bau roti bakar. Terlihat di samping kananku sebuah apartemen dengan pintu yang terbuka lebar, sepertinya pintu itu terganjal oleh sandal kelinci berbulu yang lucu. Teledor sekali pemilik apartemen ini. Bagaimana kalau ada orang jahat masuk?  Kulongokkan kepalaku ke dalam ruangan. Sepertinya tidak ada orang. Bau roti bakar pun semakin tercium jelas. Yap, aku yakin kalau bau roti bakar berasal dari apartemen ini. Ah, aku jadi ingin roti bakar, membelinya ke luar pun nggak mungkin. Aku pun memutuskan menunggu pemilik apartemen ini kembali. Sambil menunggu aku mencoba beberapa gerakan dance di lagu “Mama”, semoga nggak ada yang memergokiku nge-dance geje tengah malam di depan pintu apartemen orang nggak dikenal dengan motif ingin meminta roti bakar. Aku merasa diriku konyol sekali.

“Permisi, apakah kau…” seseorang mencolek punggungku dari belakang. Mampus! Malu ketahuan nge-dance geje. Aku berbalik badan. Gadis bermata sembap tadi berdiri di hadapanku dengan menggenggam sebuah handphone di tangannya. Dia terlihat amat sangat terkejut melihatku.

“Kai oppa? I…ini.. ini.. benar-benar Kai oppa? Kai oppa EXO-K??” tanyanya tergagap.

Aku berusaha terlihat kalem dan mengangguk pelan. “Iya, ini aku,” plus aku tambah senyum manis.

“Bagaimana Kai oppa bisa ada di sini?”

“Psst. Sebenarnya itu dorm kami,” tunjukku pada sebuah pintu yang hanya berjarak sepuluh meter. “Aku hanya berkeliling dan melihat apartemen yang terbuka lebar tanpa penghuni.”

“Ups! Aku lupa menutup pintu! Eh? Dorm EXO-K? …” gadis ini jadi speechless. Hahaha, lucu. Ini pertama kalinya aku berbicara panjang lebar dengan fans.

“Siapa namamu?”

“Song Hyori imnida. Salam kenal, Kai oppa!”

“Hyori-ssi, sebenarnya aku menunggumu.” Hyori terlihat sangat kaget. “Aku menunggumu karena aku mecium bau roti bakar dari dalam apartemenmu.”

“Aku memang sedang membuat roti bakar. Kai oppa, mau?”

“Boleh? Asyik!” dengan gembira aku masuk ke dalam apartemennya. Ini juga pertama kalinya aku masuk ke dalam apartemen cewek, juga fans. Aku duduk di sofanya yang nyaman. Hyori datang dengan membawa sepiring roti bakar.

“Tapi semuanya rasa keju, oppa.”

“Aku suka keju kok!” wajahnya terlihat senang mendengar kata-kataku. Dengan lahap aku memakan roti bakar itu.

“Ngomong-ngomong saat fansign tadi aku ingin bertanya padamu. Kenapa matamu sembap sekali?”

Dia langsung menunduk sedih. “Tadi sebelum fansign aku baru putus dengan pacarku, dia selingkuh, ehehe, aku jadi curhat yah.”

“Wah, maaf ya aku sudah bertanya. Aku nggak maksud bikin kamu sedih lagi.”

“Nggak apa-apa kok, oppa. Sumpah aku ngerasa mimpi banget Kai oppa duduk di depanku, ngobrol denganku.”

“Kamu nggak mimpi kok, hahaha. Kamu masih sekolah?”

“Baru masuk kuliah, jurusan desain produk di universitas X.”

“Oh. Fighting ya! Yang serius kuliahnya, jangan mikirin cowok terus, move on sana, hehehe.”

“Oke, oppa,” dia tersenyum. Dan aku suka senyumnyaaa. Aku dan dia bercerita panjang lebar. Banyak hal yang kami obrolkan dengan seru. Rasanya aku nyambung semua hal dengan dia. Handphone di sakuku bergetar. D.O. hyung menelpon.

“Sebentar ya,” segera kujawab telpon dari D.O. hyung. “Iya, hyung? Iya sebentar lagi aku pulang. Iya.. iya.. oke daaah.”

“Dari D.O. hyung,” jelasku padanya. “Aku harus segera kembali ke dorm.”

“Wah? D.O. oppa? Aku penasaran sekali dengan spaghetti D.O. oppa!”

“Kapan-kapan akan ku bawakan.”

“Eh? Berarti Kai oppa berniat akan ke sini lagi?”

“Kamu nggak mau ya aku dateng ke sini?”

“Bukan begitu, aku malah seneng banget!” serunya sambil lompat-lompat girang.

“Boleh aku meminta nomermu?”

“Tentu!” dia menyebutkan sederet angka. oke, ‘Hyori-ssi’ saved. Aku segera me-misscall nomernya. Handphone di kamarnya berbunyi. Dan kau tau ringtone dia apa? Two moons, hahaha.

Dia tertegun. “Sebentar, aku fansmu loh, oppa. Oppa nggak takut kalau aku bakal nyebarin nomer oppa?”

“Enggak,” sahutku mantap. Entah kenapa setelah aku mengobrol dengannya aku jadi merasa bahwa dia orang yang dapat aku percaya. Jujur, aku merasa nyaman dengannya. “Aku percaya padamu.”

Dia mengangguk, tersenyum menatapku dengan matanya yang walau sembap tapi terlihat menyenangkan menurutku. “Baiklah. Tapi aku mohon Kai oppa jangan bercerita kepada siapapun tentangku.”

“Wae, Hyori-ssi?”

“Aku ingin ini menjadi rahasia hanya antara aku dan Kai oppa. Aku suka rahasia, hehehe.”

“It’s okay. Aku pulang dulu ya. Jangan lupa menutu pintu dan kompres matamu!”

~~

Ketika aku masuk kamar ternyata D.O. hyung belum tidur. Dia sedang mendengarkan musik.

“Hyung belum tidur?”

“Aku tidak bisa tidur sebelum kau pulang,” D.O. hyung memang amat sangat berjiwa keibuan. Selama ini aku selalu berbagi cerita dengannya, D.O. hyung tau semua rahasiaku. Aku merasa aman bersamanya D.O. hyung.

“Tadi ini jatuh dari saku jaketmu. Kartu pelajar siapa?” Oh, itu kan kartu pelajar yang aku temukan tadi. Kuperhatikan dengan seksama. Eh, ini kan Hyori-ssi. Waaah kita amat sangat berjodoh. Aduh, kan aku mulai konyol lagi.

“Ini kartu pelajar siapa Jonginnie? Kamu kok jadi senyum-senyum sendiri.”

“Eh.. e.. e.. ini tadi aku temukan pas kita pulang dari acara fansign, hyung.”

“Benar begitu? Nggak ada yang ingin kamu ceritakan?” jleb. Dia seperti bisa membaca hatiku. Ah, sebenarnya banyak yang ingin aku ceritakan, tapi aku ingat, ini rahasia.

“Nggak ada kok, hyung,” aku memasukkan kartu pelajar Hyori-ssi ke dalam dompet.

“Baiklah. Istirahatlah Jonginnie,” tidak seperti biasanya, kali ini D.O. hyung tidak berusaha memaksaku bercerita. D.O. hyung memang paling mengerti aku. Kalau dipikir-pikir ini pertama kalinya aku menyimpan rahasia dari D.O. hyung. Hoaaahm, sleep well.

~~

Tidak terasa sudah sebulan sejak pertemuanku dengan Hyori-ssi. Selama itu ketika ada kesempatan aku selalu diam-diam mengunjungi apartemen Hyori-ssi. Eits, jangan berpikiran hal yang nggak-nggak dulu ya. Di sana aku selalu mengobrol dengannya, kadang bermain game, memasak bersama, pokoknya seru deh. Sesuai janjiku padanya aku juga sempat membawakannya spaghetti buatan D.O. hyung. Beribu alasan aku karang supaya D.O. hyung nggak curiga dan mau mambuatkanku sekotak bekal spaghetti, tanpa pengetahuan member yang lain tentunya.

Sebenarnya aku ingin sekali berbagi hal ini dengan D.O. hyung, namun entah kenapa aku lebih menurut kepada Hyori-ssi untuk menyimpan hal ini sebagai rahasia. Jujur, mungkin semua orang punya rahasia masing-masing, namun satu-satunya orang di dunia ini yang selalu kubagi semua rahasiaku adalah D.O. hyung. Kadang aku menganggap sebuah rahasia adalah sebuah beban.

Semakin hari perasaanku semakin tidak karuan ketika bertemu dengan Hyori-ssi. Swear, aku jadi dag-dig-dug di deket Hyori-ssi. Aku amat sangat peduli dengannya, aku selalu ingin sms Hyori-ssi. Karena bingung aku menelepon nuna, aku berpura-pura bahwa yang mengalamin dag-dig-dug, perhatian, di depan cewek adalah temenku. Kata noona temenku ini jatuh cinta. Eh? Berarti aku jatuh cinta? Jatuh cinta bukan berarti hal yang nggak wajar kan? Manusiawi malah kan. Iya kan? Aku juga sadar sudah sejak lama aku nggak memandangnya sebagai seorang fans lagi. Aku menganggapnya sebagai seorang wanita, yang aku suka. Ah gila, aku harus bagaimana?

~~

“Jonginnie, kau kenapa?” tanya Chanyeol hyung ketika kami sedang di backstage M!Countdown.

“Aku nggak kenapa-kenapa kok, hyung.”

“Kau terlihat sakit dan banyak pikiran,” tambah Baekhyun hyung.

“Apakah cedera di pinggangmu waktu itu terasa sakit lagi hyung?” wah, Sehunnie juga jadi ikut perhatian yah, hihihi.

“Jonginnie, benar kau tidak apa-apa? Kalau kau sakit kau harus cerita. Seminggu lagi kita akan berangkat ke New York,” kata Suho hyung. Oh iya, seminggu lagi kan bakal ada SM Town Live in New York. Hampir saja aku lupa.

Aku jadi terharu dengan perhatian semua member. Padahal kalau mereka tau sih aku ini lagi galau, haha. Aku ingin menyatakan perasaanku pada Hyori-ssi. Aku ingin dia jadi milikku. Tapi aku sadar kalau aku nggak boleh in relationship. Tapi.. tapi.. aaarrggghh! Sebodo amatlah! D.O. hyung menepuk bahuku. “Katakanlah apa yang ingin kau katakan pada orang tersebut, supaya hatimu lega,” bisiknya. Aku terkesiap. Apakah D.O. hyung tau orang tersebut? D.O. hyung hanya tersenyum misterius.

Kami semua pun bersiap untuk perform. “EXO Saranghaja!” koor kami kompak banget. Okee, aku jadi tau apa yang akan aku lakukan nanti malam. Aku akan menemuinya, dan mengatakan apa yang harus aku katakan. Fighting!

~~

Di mataku dia terlihat sangat cantik malam ini. Padahal penampilannya pun sama seperti biasanya. Tidak ada yang istimewa. Keringat dingin mengucur di punggungku. Ah, ini rasanya berjuta kali lebih nervous dibandingkan dengan pertama kali debut. Apakah aku boleh in relationship? Apakah aku akan diterima? Semacam pikiran itulah yang terus berkelebat di kepalaku.

“Hyori-ssi, aku ingin jujur satu hal kepadamu,” kataku to the point. Wajahnya terlihat cemas. Apa dia tau apa yang hendak aku katakan? Hmm. Dan mengalirlah dari mulutku semua apa yang aku rasakan padanya. Aku menceritakan pada dia apa adanya. Bahkan aku juga bilang bahwa aku mungkin jatuh cinta padanya. Mungkin. Karena aku juga belum yakin perasaan macam apa ini. Ini yang pertama buatku.

“Jadi bagaimana jawabanmu?” aku amaaat sangat cemas untuk mendengar jawabannya, lebih cemas dibandingkan dengan pengumuman lolos audisi SM dulu. Ini gila. Yeaah, aku pasti sudah gila.

“Aku amat sangat tersanjung bisa disukai oleh orang seperti Kai oppa. Tapi maaf, aku menolak Kai oppa,” jawabnya tegas menatapku dengan matanya yang jernih dan dalam. Ah, jadi kau ditolak. Ya ampun seorang Kai ditolak. Hatiku agak sakit.  Wajar kaaan?

“Alasannya? Apa kau belum bisa move on dari mantanmu itu? Maaf kalau aku membahas masalah itu lagi.”

Dia tersenyum padaku. “Sejak ada Kai oppa, aku udah lama bisa move on dari dia. Hanya saja aku nggak mau ngehancurin hati ratusan bahkan jutaan fansmu, oppa. Aku nggak bisa ngebayangin perasaanku kalau aku ada di posisi mereka tau bahwa oppa sudah punya pacar.

“Perasaanku sama dengan Kai oppa. Aku juga sayang dengan Kai oppa, rasa sayang dan suka yeoja ke namja, bukan fans ke idola. Tapi jalan kita masih panjang, oppa. Kai oppa harus lebih bekerja keras untuk EXO, aku juga akan bekerja keras dan fokus dengan studiku. Aku nggak mau ketika kita terikat satu sama lain, ketika ada masalah, hal itu akan mengganggung cita-cita kita. Ayo kita sama-sama berjuang, oppa!” aku kagum dengan gadis ini. Dia sangat dewasa dalam berpikir, bahkan dia juga memikirkan perasaan fans lain. “Biarlah untuk saat ini Kai oppa milik semua orang bersama, disayang dan dicintai semua orang,” aku pun segera menariknya ke dalam pelukanku.

“Baiklah aku amat sangat mengerti keputusanmu,”aku ditolak, namun aku juga bahagia mengetahui bahwa perasaannya sama denganku. Semuanya nggak harus menjadi relationship kan? 😉

Dia menarik diri dari pelukanku. Beringsut mengambil sebuah amplop putih besar dan memberikannya padaku. Kubuka dan kubaca isi surat dari amplop tersebut. “Kau diterima untuk melanjutkan kuliah di Sydney dengan beasiswa penuh? Kau hebat!”

“Aku akan berangakat ke sana minggu depan, oppa,” deg. Berarti aku tidak bisa menemuinya lagi. Aku ingin mengantarnya ke bandara, namun hari itu kami juga kami akan berangkat ke New York.

“Oppa tidak perlu mengantarku. Aku tau oppa harus ke New York kan?”

“Bagaimana kau tau schedule kami?”

“Hey ingat aku ini fans EXO!” serunya sambil tertawa. Dengan gemas aku mengacak-acak rambutnya. “Ini pertemuan terakhir kita oppa. Besok aku sudah packing dan tinggal di rumah tanteku sementara.”

Aku teringat sesuatu. Kartu pelajarnya masih ada di aku. “Ini kartu pelajarmu. Waktu itu aku temukan ketika aku pulang dari fansign.”

“Ah, ini kartu pelajar ketika aku di high school. Sudah tidak berlaku, oppa.”

“Boleh aku menyimpannya?” tanyaku penuh harap. Dia mengangguk. Yes, setidaknya kan aku punya benda kenangan tentangnya. “Aku juga boleh tetap menghubungimu kan? Bukannya kita teman baik?”

“Of course, oppa. Aku malah akan sangat senang.”

Perlahan aku menggenggam tangannya. “Hyori-ssi, sepertinya setelah pulang dari sini aku bisa saja menangis dan curhat tentang semuanya kepada D.O. hyung, aku tidak pernah bisa menyimpan rahasia darinya. Tapi aku berjanji aku hanya akan bercerita pada D.O. hyung, dia sudah seperti eomma buatku.”

“Tentu saja boleh, oppa. Sampaikan juga terimakasihku atas spaghettinya. Sumpah rasanya emang enak banget!”

“Baiklah, aku harus kembali ke dorm sebelum yang lain tau bahwa aku ke sini,” aku melepas gelangku dan kuberikan padanya. “Simpan ini ya. Aku pulang dulu,” aku berdiri, berjalan menuju pintu.

“Oppa, tunggu!” panggilnya. Dan dia mencium pipiku sekilas. Wah, sumpah aku jadi beku. Speechless. Sumpah cepet banget, aku pengen dia ngulangin lagi, ehehe.  “Maaf, oppa. Ciuman perpisahan, hehehe,” katanya

“Gwaenchana. Sini, aku beri pelukan perpisahan,” aku pun memeluknya. Sesaat waktu terasa berhenti. Aku pun melepas pelukan itu, menggenggam tangannya sekali lagi. “Makasih ya buat semuanya. Good night.” Mungkin besok aku sudah tidak bisa menemuinya, hey tapi bukankah aku masih bisa menghubunginya.

~~

D.O. hyung menyodorkanku tissue. Well, kalian tahulah aku sudah cerita habis-habisan padanya.

“Tissue? Buat apa? Aku kan nggak nangis?”

“Tapi hatimu pasti nangis tuh.”

“Eomma…” aku merajuk.

“Jadi dia cinta pertamamu, Jonginnie?”

“Ne, eomma.”

“Gadis itu benar juga, kau harus lebih fokus pada EXO. Gapai cita-citamu dulu.”

Aku hanya mengangguk.

“Kau jangan bersedih ya, bersyukurlah. Mungkin tidak berakhir dengan relationship, tapi tidak semua orang yang perasaannya terbalas oleh first love nya,” D.O. hyung mendadak terlihat agak murung.

“Eh, emang first love hyung tidak terbalas ya?”

“Enak aja! Sok tau deh!” D.O. hyung terlihat panik. Aaah pasti ada yang dia sembunyikan.

“Aaaaa, ayo hyung ceritakan padaku first love mu bagaimana! Ayo, hyung!” aku mendesaknya sambil memukulnya dengang guling. D.O. hyung menghindar dan balas memukulku dengan guling. Tanpa sadar kami saling memukul dan aku terus mendesaknya.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, kepala Baekhyun hyung menyembul masuk. “Hey, kalian meributkan apa?”

“Ini tentang first…” belum sempat aku selesai bicara D.O. hyung sudah membekap mulutku.

“Nggak ada apa-apa kok, hyung. Biasa Jonginnie lagi kumat, hehehe,” elak D.O. hyung.

Kepala Chanyeol hyung juga ikut menyembul masuk. “Kyungsoo-ah, bisakah kau memasak spaghetti sekarang? kami semua kelaparan,” kata Chanyeol hyung.

“Baiklah,” jawab D.O. hyung sambil keluar kamar menuju dapur. Aku pun mengikuti D.O. hyung ke dapur.

“Jonginnie, sekarang kau terlihat semangat sekali! Aku senang melihatnya,” kata Suho hyung ketika aku melewati ruang tengah. Aku hanya bisa cengengesan, andaikan hyung tau kalau aku ini habis ditolak cewek. Tapi ditolak bukan berarti hal yang buruk. Not bad laah. Toh, meski ditolak aku juga bakal tetep cakep. Oke, narsis dan nggak nyambung. Mianhe, maklum ya, lagi patah hati nih._.v . Perasaan yang sama pun sudah cukup bagiku. Mulai saat ini aku akan lebih bekerja keras untuk EXO, akan kuberikan yang terbaik buat semuanya. Sekarang saatnya aku mengorek tentang first love D.O. hyung, aku jadi penasaran, hahahaha. Pada akhirnya aku tidak punya rahasia yang aku simpan seorang diri. Rahasiaku juga rahasia D.O. hyung. Please continue to love us and give us attention. EXO fighting! 😉 ❤

~~Don’t hide love, hold onto happiness, as long as you can be honest.~~

 

THE END

Iklan

17 pemikiran pada “Not Bad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s