Glory Of Love (Chapter 2)

Title                     : Glory of love [chapter 2]

Author                 : Duizhangmeimei

Genre                   : Romance, Friendship, angst(?)

Length                 : chaptered

Main cast             :

  • Kim Kyuri/Suki (OC)
  • Wu Yi Fan/Kris
  • Oh Sehun
  • Byun Baekhyun
  • Kim Joon Myun/Suho

Other Cast           : find it by urself~~^^

Note                    :

cha ja hao *bow* masih ingat dengan ff ini? *readers: lupaaa*/ceprutt/lempar bibir Dio. =)

Mian ya kalo part sebelumnya kurang memuaskan dan banyak typo bertebaran. Semoga part ini cukup memuaskan readers yaaa….

No Plagiat!!!

Give me a COMMENT

Comment readers seperti Suplemen buat author ^^

HAPPY READING~~~

♥♥♥

“aku tidak peduli apakah dia sudah melupakanku, asalkan bukan aku saja yang melupakannya”

♥♥♥

[Author POV]

Jam di dinding sudah menunjukkan tepat pukul delapan pagi ketika seorang namja yang berbalut pakaian berwarna hijau pucat kedodoran dengan selang bening yang menempel di tangannya tiba-tiba terbangun dan bangkit sambil mencengkram kepalanya. Dari raut wajahnya yang pucat pasi, bisa terlihat jelas bahwa ia tengah berjuang keras menahan rasa sakit yang luar biasa menyerang kepalanya.

“Janganhariini” rintih namja itu dengan bibir bergetar. Berulang kali ia mengucapkan kalimat tersebut sambil menggigit kuat bibirnya. Seluruh tubuhnya bergetar hebat dengan keringat peluh yang semakin membasahi bajunya yang kebesaran itu.

Entah apa maksud kalimat yang di ucapkannya itu. Tapi spertinya itu semacam penawar-rasa-sakit untuknya. Karena selepas beberapa detik kemudian tubuhnya tidak lagi bergetar. Dan sekarang raut wajahnya sudah tampak kembali tenang dan merona kembali.

Masih dengan nafas yang terengah-engah, namja itupun turun dari ranjangnya sambil melepaskan selang bening di tangannya, lalu berjalan menuju wastafel yang berada di samping kamar mandinya. Ia membasuh wajahnya dengan air dingin beberapa kali lalu mendongak dan menatap pantulan wajahnya di cermin.

“Aku mohon jangan datang seperti tadi lagi” lirihnya dengan wajah sendu pada pantulannya di cermin. “Gadis itu hari ini masuk ke sekolahku, dan aku ingin sekali melihatnya. Sudah lama aku tidak melihat wajahnya. Jadi aku mohon, untuk tidak menyerang kepalaku secara mendadak seperti tadi lagi.” Tandas namja itu lalu memejamkan matanya sambil memijit-mijit pelipisnya. Ia pun berbalik dan menukar bajunya dengan seragam sekolah yang tergantung di lemari. Tidak peduli apapun itu yang menghalangi, dia akan tetap pergi melihat gadis yang sangat di rindukannya itu.

Ketika namja itu sedang memasang dasinya, tiba-tiba saja pintu kamarnya menjeblak terbuka dan masuklah seorang wanita cantik dengan rambut hitam bergelombang yang tergerai di punggungnya sambil menenteng bungkusan makanan. Wajah wanita itu mirip sekali dengan namja tersebut. Tentu saja, wanita itu adalah noonanyaOh Hyuri.

“Sehun-ah..kau sudah bangun? Noona membelikan bubur untukmu. Kau pasti lapkenapa kau berpakaian seperti itu?”tanya Hyuri dengan suara tinggi. Ia begitu terkejut melihat adiknya berpenampilan seperti itu.

“aku ingin ke sekolah noona.” Jawab Sehun santai tetap melanjutkan aktivitasnya memasang dasi.

“MWO?! Andwae!! Kau tidak boleh pergi, dengan kondisi tubuhmu yang semakin menurun begini bagaimana kalau seandainya terjadi sesuatu pada dirimu? Ani…Adwae. Aku tidak akan mengijinkanmu pergi!!” teriak Hyuri dengan nada panik. Tatapannya penuh kekhawatiran. Masih terngiang di telinganya ucapan Dr.Choi mengenai kondisi tubuh adiknya itu.

Sambil menghela nafas pelan. Sehun berjalan menghampiri kakaknya. Dia sudah tahu kakaknya tak akan mengijinkannya. Tapi demi gadis itu, dia akan TETAP ke sekolah.

“Sudah sebulan lebih aku terkungkung di ruangan putih polos dengan aroma obat-obatan yang menyengat hidungku. Noona tidak tahu betapa tertekannya aku? Sudah waktunya aku kembali ke sekolahbertemu teman-temanku” kataku mencoba meyakinkan kakakku.dan gadis itu. Lanjutku dalam hati.

“Tapi Dr. Choi bilang, kondisimu sudah semakin lemah. Kau tidak bi”

“AKULAH YANG LEBIH TAHU KONDISI TUBUHKU. BUKAN SIWON HYUNG!!” potong Sehun dengan suara tinggi hingga membuat kakaknya terlonjak kaget. Melihat kakaknya yang terkejut itu, Sehun merasa sedikit menyesal. “Noona keogjeongmara (jangan khawatir) aku baik-baik saja” lanjut Sehun kali ini dengan suara yang jauh lebih lembut. Tidak ingin berdebat dengan kakaknya itu lagi, Sehun pun berjalan menuju pintu.

“Kau ingin bertemu gadis itu kan? Kim Kyuri?” Seru Hyuri tiba-tiba membuat langkah sehun berhenti. Tangannya menggenggam gagang pintu begitu erat. Bagaimana Hyuri noona bisa tahu?

“Bukankah dia musuhmu? Bahkan ketika terakhir kalian bertemu 3 tahun yang lalu kalian masih saja bertengkar. Jadi untuk apa kau membuang-buang tenagamu, mengabaikan kondisi tubuhmu hanya untuk bertemu dengan musuhmu?” lanjut Hyuri dengan nada lantang. Bisa Sehun rasakan tatapan tajam kakaknya di punggungnya.

Sehun memejamkan matanya. Tangannya di gagang pintu bergetar. Ingin sekali ia mengatakan pada kakaknya alasan mengapa dia pergi karena ia sangat mencintai musuhnya itu. Tapi lidahnya terasa kelu dan mulutnya terkunci begitu rapat. Enggan untuk berbicara.

“Mungkin saat ini dia sudah melupakanmu. Dan mungkin saja saat ini kaulah orang terakhir yang ingin di temuinya. Dia sangat membencimu. Seharusnya kau sadari itu Sehun-ah.” Kali ini ucapan kakaknya benar-benar menohok hati Sehun. Ia benci harus mengakui kenyataan itu. “aku tidak peduli apakah dia sudah melupakanku” Sehun memutar gagang pintu di depannya. “asal bukan aku saja yang melupakannya.” Lalu keluar dan membanting pintu kamarnya.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

[Kyuri POV]

Bel istirahat sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu, namun aku tetap berada dalam kelasku duduk sambil meletakkan kakiku di bangku sebelah ku yang kosong dan meneguk susu pisang yang ku bawa dari rumah. Aku tidak tahu siapa yang menjadi teman sebangku ku karena ia tidak masuk hari ini. Bukannya aku tidak mau bertanya pada siswa yang lain, tapi aku enggan bertanya pada mereka. Aku tipikal gadis yang sulit bersosialisasi. Tapi aku beruntung, akibat kejadian tadi pagi, ketika aku terduduk di tanah yang lembab menangisi Oppaku. Aku mendapatkan seorang teman baru yang begitu baikLee Haena. Dialah yang tadi pagi datang menghampiriku dan membawaku ke UKS. Tatapannya yang penuh kekhawatiran jauh sekali berbeda dengan tatapan siswa lain yang menatapku dengan kasihan dan acuh tak acuh. Itu membuat aku menyukainya. Dan disinilah aku, menunggu kedatangannya yang tadi sudah berjanji untuk membawaku berkeliling sekolah ini.

“Kyuri-ya!!!”seru Haena di ambang pintu kelasku sambil tersenyum lebar. Aku mendongak dan membalas tersenyum padanya.

“Kajja… kita jalan-jalan. Hari ini aku akan menjadi guide spesial untukmu. Sekalian kita cuci mata, di sekolah ini gudangnya namja-namja tampan.” Katanya sambil menarik tanganku dan tersenyum nakal. Ku putar bola mataku sambil mendengus pelan. Bagiku tak ada yang bisa menandingi ketampanan Suho Oppaku. Dan sahabatku Baekhyun tentu saja.

Kami sedang melewati lapangan basket sambil menikmati telur gulung jumbo ketika tiba-tiba aku kembali merasakan perasaan aneh yang persis sama seperti tadi pagi. DEG!!!  Ini bukanlah perasaan yang menyakitkan, hanya saja debaran aneh ini mengejutkanku. Aku pun berhenti tiba-tiba lalu meremas dadaku(?) pelan sambil membungkuk. Tidak sengaja ku jatuhkan telur gulung di genggamanku.

“Kyuri-ya…gwaenchana?” tanya Haena menatapku cemas. Aku hanya tersenyum mengangguk lalu menegakkan kembali tubuhku.

Ku edarkan pandanganku ke seluruh penjuru berusaha mencari sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa itu ketika tiba-tiba tatapanku tertuju pada 4 orang namja yang tengah asyik bermain basket. Bola mataku membesar begitu melihat mereka. Dengan balutan kaos putih ketat yang basah karena keringat sehingga membuat punggung mereka yang bidang terlihat samar-samar serta postur tubuh mereka yang sangat jangkung membuat aku harus berulang kali meyakinkan diriku bahwa mereka bukanlah karakter anime yang keluar dari manga Jepang. Dengan wajah mereka yang berkilau tertimpa matahari, mereka tampak begitu menawan dan mempesona. Tak bisa ku pungkiri mereka berempat jauh lebih menawan dari Oppa dan sahabatku.

Aku terus menatap mereka, hingga tatapan ku tertuju pada seorang namja yang paling jangkung berambut emas yang sedang asyik mendribble bola dengan tatapan fokus. Aku terkesiap pelan begitu menyadari siapa dia. Dia adalah namja yang tadi pagi aku temui. Namja yang membuat aku kembali merasakan perasaan yang sudah lama aku rindukan ini. apakah dia Suho oppa? Tapi kenapa dia tidak mengenaliku? Aku bertanya-tanya dalam hati.

“Haena-ya. Namja berambut emas yang paling jangkung itu. Siapa dia?” aku terkejut mendapati suaraku bergetar. Tatapanku tak lepas dari namja itu.

“mereka tim basket kebanggaan kami. Harta berharga sekolah ini. mereka berlima bagaikan malaikat yang turun dari surgakan.”jawab haena ngelantur. Aku mendelik menatapnya. Bukan itu yang aku maksud. Tapi tunggu?? Berlima?? Bukannya mereka hanya berempat?!? Aku kembali menatap mereka dan menghitung beberapa kali. 4 orang. Ku miringkan kembali menatap Haena dengan tatapan dia-pasti-gila.

“YA!! Mereka Cuma ber empa”

“Namja yang berwajah cantik dan unyu itu namanaya Luhan. Ia 2 tahun di atas kita. Sedangkan namja yang berambut ikal masai itu namanya Park Chanyeol. Ia 1 tahun di atas kita. Nah, sedangkan namja yang berkulit gelap itu namanya Kim Jong In. tapi siswi di sini sering memanggilnya Kai. Ia juga seangkatan dengan Park Chanyeol Sunbae. Sedangkan yang paling jangkung itu yang berambut emas. Itu namanya Wu Yi Fan. Dia sering di panggil Kris. Dia seangkatan dengan Luhan sunbae. Menurut gosip yang beredar. Kris sunbae itu sangat membenci jenis seperti kita. Y E O J A. dia namja yang paling dingin di sekolah ini hanya pada wanita tentu saja. Tapi Kalau sama namja, jangan di tanya, dia makhluk yang paling ramah. Dia itu kapten basket di sekolah ini.”jelas Haena panjang lebar. Amazing!! Dia bisa menjelaskan tanpa berhenti, cocok sekali untuk menjadi guide sungguhan.

KRIS…. Aku kembali mengulang nama itu dalam hati. Lalu kembali menatap namja itu nanar. Berbagai pertanyaan berkecamuk di otakku. Siapa Wu Yi Fan ini sebenarnya? Kenapa di setiap aku berada di dekatnya aku merasakan perasaan yang sama persis seperti ketika aku berada di dekat Oppaku. Ku gigit bibirku pelan berusaha menahan emosiku yang membuat mataku berkaca-kaca. Siapa kau sebenarnya Kris sunbae?

Aku terkesiap pelan begitu mendapati Kris sunbae beserta teman-temannya sudah berhenti bermain dan kini tengah menatap ku dengan tatapan tajam dan menyelidik. Terutama Kris sunbae. Dengan sedikit gelagapan aku tarik tangan Haena dan melesat pergi menjauh dari tempat ini.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

[Author POV]

“Kris, kau lihat yeoja tadi? Bukannya dia gadis yang menangis tadi pagi?” tanya Luhan bingung sambil menatap sahabatnya itu. Kris hanya diam tak menanggapi. Ia sibuk memikirkan sesuatu. Entah mengapa Tatapan dan ekspresi gadis itu sangat lah tidak asing baginya.

“Aku tidak mengerti mengapa setiap melihatmu dia menangis. Apakah kalian pernah bertemu? Atau saling kenal?” Luhan kembali bertanya.

“Akuaku tidak tahu. Aku merasa wajahnya begitu familiar.” Jawab Kris dengan tatapan menerawang. Wajah yang tidak asing; perasaan aneh yang juga tidak asing. Apa sebenarnya semua ini? tanya Kris dalam hati. Ia mendesah pelan dan hendak bermaksud kembali melanjutkan permainanbasketnya ketika tiba-tiba sebuah gambaran atau lebih tepatnya kilasan ingatan yang sama seperti tadi pagi kembali menghantam pikirannya.

…….“Suki..jangan makan permen soda itu lagi.”

“Suho oppa, ayo cepat gendong aku. Jebaal”

“Suki, cepat pasang bajumu”……

ARGGH!!

Kris jatuh berlutut sambil memegangi kepalanya. Suho? Suki? Siapa mereka? Siapa gadis kecil itu? Kenapa mereka ada dalam kepalaku?.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥

[Kyuri POV]

“Aku heran kenapa kau menatap Kris sunbae seperti tadi.” Tanya Haena beberapa saat kemudian ketika kami sudah berada di kelasku. Bel masuk sudah berbunyi tapi ia tetap berada disini tidak kembali ke kelasnya.

“Tatapanmu seperti terpancar sebuah kerinduan yang tak tersampaikan. Hmmm…apa kau” Haena menatapku dengan tatapan menyelidik membuat aku sedikit gelagapan. Apa yang anak ini pikirkan?

“jangan-jangan kaulah penyebab Kris sunbae menjadi anti-yeoja seperti ini. benarkan?”

Aku terbelalak kaget mendengarnya. What the….??

“YA!!! MICHEOSSEO?!? Aku bahkan baru hari ini bertemu dengannya.” Teriakku masih gelagapan. “ Geundae… tadi kau bilan mereka berlima. Tadi yang kulihat mereka hanya berempat. Kemana satu lagi?” tanya ku berusaha mengganti topik pembicaraan. Dan sepertinya berhasil.

“AH…matta!! Oh Sehun. Dia seangkatan dengan kita. nanti kau tahu sendiri yang mana orangnya. Karena kau sekelas dengan dia. Ya sudah aku masuk ke kelas dulu. Nanti guru datang.” Haena pun pergi meninggalkanku yang sedari tadi diam tak bergerak.

Oh Sehun?? Apakah dia Oh  Sehun musuhku? Yang selalu mencari masalah denganku itu? Oh Sehun yang itu?? Tanpa sadar senyumku mengembang. Ku tatap bangku kosong yang berada di sebelahku. Apakah dia pemilik bangku ini? aku berdoa dalam hati berharap bahwa bangku ini benar-benar miliknya. Sambil mengelus bangku itu aku berbisik pelan.

“Sehun-ah.., nan kiyeokhaseyo (apakah kau masih mengingatku)? aku berharap begitu karena aku sangat merindukanmu.”

 

TBC!!!!!

 

Silahkan di comment yahh….

Biar author bisa semangat ngelanjutin ff ini…

Commen kalian adalah suplemen bagi saya….*tebar bibir*

23 pemikiran pada “Glory Of Love (Chapter 2)

  1. Err…kepo apaan yak?? O__O #authorbego
    hehehe…keep waiting ya..semua pertanyaan kamu bkal trjawab kok…
    gomawo uda baca+komen^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s