Fallin Love Trouble (Chapter 2)

Author: Hyo_Hyo (Lee Hyora)

Judul: Fallin Love Trouble

Length: (Chapter 1)

Rating : Pg 15

Genre : Romance, School Live

Cast :

Xi Luhan (EXO)

Kim Jihyun (OC)

Lee Jiyeon (OC)

(Preview Chapter 1)

Aku mencoba membaca gerakannya itu dalam hati. Kata per kata berhasil kumengerti dan akhirnya aku tahu maksud Jiyeon. Dan sangat terkejut mengetahui apa kenyataannya.

“Mwo!! jadi orang ini penyuka sesama Jenis!” ujarku terkejut menunjuk Luhan Sunbae dan tidak sengaja bersuara mengeluarkan kata-kata yang diberi tahu Jiyeon.

(Chapter 2)

Jihyun Pov

Keadaan pun hening. Luhan berhenti tertawa. Aku langsung menutup mulutku yang seenaknya berbicara. Sepertinya aku salah orang, Bukan hanya sifatnya saja yang agak buruk tetapi namja ini juga tidak normal. Aku dapat mendengar orang-orang yang mengerumuni kami saling berbisik masal.

Aku kembali menoleh ke arah Jiyeon. Jiyeon hanya menghela nafas dan menepuk dahinya dengan telapak tangan. Terlihat jelas dari wajahnya yang berkata astaga ini gawat.  Dia pun memalingkan wajahnya dari arahku, pura pura tidak kenal.

Jiyeon pun langsung berlari dan pergi. Apa apaan reaksi itu?. Sekarang aku berada dalam situasi yang gila, dia malah seenaknya pergi dan berpura-pura tidak terlibat. Yeoja sialan, kubunuh kau nanti. Memang sekarang Tuhan sedang tidak berpihak padaku dan it’s the bad day ever.

Aku pun tidak menghiraukan Luhan dan berniat mengejar Jiyeon. Aku pun memandang Luhan sejenak dan memalingkan wajahku. Kakiku melangkah menjauh darinya, benar-benar hal yang gila.

“Ya’ kau!! tanggung jawab atas perkataanmu tadi!” ujar Luhan padaku.

Aku tak mempedulikannya dan terus berjalan mencoba keluar dari kerumunan siswa-siswi ini. Tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan menggeretku kembali ke tengah-tengah kerumunan.

“Ya!! Sunbae!” ujarku pada Luhan yang menarikku. “Jelaskan apa maksud ucapanmu” ujarnya padaku.

Aku hanya terdiam, bingung harus menjawab apa. Luhan sunbae memperkeras genggaman tangannya yang menarik pergelangan tanganku.

“Aa’- appo” ujarku meringis kesakitan. “Cepat Jelaskan!” ujarnya membentakku.

Dasar namja menyebalkan.

“Ya!! cepat lepaskan aku! aku sudah tidak menyukaimu lagi! kau hanya modal tampang standar! perilakumu jelek! tidak sopan! penyuka sesama jenis!” bentakku balik.

Aku tidak akan kalah dengan namja macam ini.

“Sepertinya aku harus menunjukan kebenaran pada yeoja sepertimu” ujar Luhan Sunbae padaku. “Ya! Apa maksu..” ucapanku terputus saat melihat Luhan sedikit membungkuk mendekatkan wajahnya padaku. “Kyaaa” teriak para yeoja yang melihat kami.

Aku hanya menjauhkan wajahku darinya dan mundur sedikit demi sedikit.

“Sunbae, apa yang akan kau..” kata-kataku terputus untuk kedua kalinya saat sunbae menarik tanganku cepat menyebabkan aku tak dapat menghindar lagi.

“KYAAAKYAAAAA” teriak para yeoja tak henti-hentinya sejak tadi.

Perasaanku serasa tak enak. Luhan kembali mendekatkan wajahnya padaku. Reflek saja aku menutup kedua mataku karena takut.

“Ya! Apa yang kau harapkan hah?” ujarnya lalu menarik rambut poniku. “Aa-“ ringisku dan membuka kedua kelopak mataku perlahan.

“Dasar yeoja tidak tahu diri! mengaku suka padaku tapi namaku pun kau tak mengetahuinya, dan seenaknya saja menuduh orang penyuka sesama jenis” bentak Luhan padaku .

Aku hanya mendongak melihat kearahnya, apa maksud namja ini? Seenaknya saja berkata seperti itu. Aku tidak dapat melawan sekarang, karena walau Jiyeon berkata kalau namja ini penyuka sesama jenis, aku belum punya bukti yang sebenarnya.

“Sudah kubuktikan kalau aku itu bukan penyuka sesame jenis, ingat itu ! dasar yeoja rendah” ujarnya tersenyum menyeringai ke arahku.

Kemudian Luhan Sunbae berbalik hadap dan pergi berjalan menjauh dariku.

Untung saja aku belum termakan wajah malaikat plus pangeran tampan yang namja itu miliki, hatinya benar-benar iblis. Kalau dia Iblis jadi aku apa? aku bisa lebih kejam darinya. Yeoja Rendah? Panggilan yang tak enak di dengar.

“Ya ! tampang lulus standar sedikit!” panggilku pada Luhan yang berjalan menjauh dariku.

Mendengar perkataanku, Luhan tidak bereaksi ia malah diam mematung di tempatnya sekarang . Karena tak ingin membuang – buang waktu aku pun langsung membuka sebelah sepatuku, kulayangkan benda itu, terlempar dan mendarat tepat mengenai kepala namja itu.

“Auww” ujar para siswa yang melihat kelakuanku.

Luhanpun berbalik hadap menunduk mengambil sepatu yang kulemparkan.

“Milikmu?” tanyanya. “ Apakah kau bodoh ? Memangnya siapa lagi orang yang memakai sepatu hanya sebelah sekarang?” sahutku. “ Yorobeun! Ada yang tahu siapa yeoja ini?” teriaknya pada semua siswa siswi yang mengerumuni kami.

Semuanya hanya menggeleng.

Coba saja, aku kan sekarang memakai seragam olahraga, jadi aku tidak memakai name tag. Aku juga tidak terlalu populer. Luhan pun menghampiri salah satu siswa yang memakai dasi kelas yang sama denganku, dasi murid kelas 1.

“Kau setingkat dengannya kan? Kau kenal yeoja itu?” tanyanya.

Ahh, gawat, dia kan teman sekelasku. Kenapa ada disini sih? Semoga dia berpihak padaku. Oh Tuhan, tolong kabulkan doaku, semoga dia berpihak padaku dengan tak memberitahu siapa diriku pada Luhan.

“Ya! Aku bertanya padamu. Kalau ditanya itu jawab!” bentak Luhan pada namja itu.

Namja itu takut akan bentakan Luhan Sunbae yang bagai harimau mengamuk. Namja itu melirik ke arahku. Spontan aku menggelengkan kepala menyuruhnya tidak memberitahukan siapa diriku pada Luhan Sunbae.

“A, aku tidak tahu Sunbae. Jeongmal” ujar namja itu.

Syukurlah dia memihak padaku sehingga Luhan tak dapat mengetahui siapa diriku.

“Ya! aku tanya serius! kau mengenalnya kan?! jawab yang benar. Tolol! atau kau mau wajahmu menjadi aspal ?” ujar Luhan tak putus asa menggertak namja itu.

Ia menarik kerah namja itu dan hendak memukulnya dengan sepatuku. Namja itu gemetar, terbukti dengan matanya yang berlari – lari tak mampu menatap mata Luhan Sunbae yang seakan ingin membunuhnya jika tak mengetahui siapa diriku sebenarnya.

“Ne, a..aku mengenalnya. Dia teman sekelasku, Kim Jihyun” jawab namja itu dengan suara yang gemetar. “Coba dari tadi kau bilang padaku. Aku tak akan berbuat kasar padamu” ujar Luhan melepaskan kerah namja itu dan menyuruhnya pergi.

Ketahuan juga. Luhanpun menoleh ke arahku dengan tatapan yang tak dapat aku artikan.

“Kim Jihyun” panggilnya.

Aku tak akan sudi menyahuti orang sepertinya.

“Jangan sebut namaku, namaku bukan untuk disebut oleh orang sepertimu” sahutku padanya. “Oh, ya sudah. Kau mau sepatumu? Nih, ambil sendiri” ujarnya lalu melemparkan sepatuku ke atas pohon. “Ya! Itu sepatuku! Cepat ambil!” ujarku padanya .

Bagaimana aku harus mengambilnya nanti ? sepatuku sudah tak terlihat, mungkin jatuh di bagian dalam pohon.

“Itu kan sepatumu, bukan sepatuku. Sudah ya, aku tak punya banyak waktu” ujarnya lalu pergi meninggalkanku. “Ya! Aku tak akan pernah memaafkanmu! Manusia Penyuka sesama Jenis! Pantas wajahmu cantik, tenyata kelainan” ledekku kesal.

Namja itu pun terhenti dan berbalik hadap.

“Ah, aku lupa. Kau sekarang yeojachinguku. Pernyataanmu tadi kuterima. Bye~ Naega Yeojachingu. Kim Jihyun” ujarnya lalu kembali berbalik hadap dan pergi.

Semua orang langsung berteriak, ada juga yang bertepuk tangan, bersiul dan sebagainya. Aku hanya terdiam membatu tetap menatap Luhan pergi. Otakku terasa tersengat listrik tak dapat berfikir bingung akan apa yang terjadi. Aku, yeojachingunya?. Tidak mauuuuu!!

“Ya! Aku tak sudi menjadi yeojachingum! Lebih baik menjadi yeojachingu seekor monyet dari pada bersamamu!” teriakku pada Luhan.

Sayangnya dia tak menghiraukan perkataanku dan tetap berjalan pergi.

“Aiiissh, Jinjja!” sungutku menghentakan kaki ke tanah.

“Waah, dia sekarang yeojachingu Luhan Sunbae. Hebaat” ujar para yeoja dan namja yang masih mengerumuniku sejak tadi.

Hebat? Apanya yang hebat? Justru buruk. Sangat buruk!.

“Apa yang kalian lihat? Mau meratapi nasib burukku? Kumohon, bubar sekarang!” ujarku pada para siswa-siswi yang mengerumuniku.

Semua orang yang tadinya berkumpul langsung bubar pergi.

Aku segera kembali ke kelasku dengan kaki tak memakai sepatu sebelah. Terserah pada orang-orang yang melihatku. Ada juga yang tertawa melihat ada seorang yeoja yang berjalan hanya memakai sepatu sebelah. Aku hanya terus berjalan tanpa mempedulikan omongan mereka. Aku hanya cukup berkata ini style baru ,sepatu lengkap sudah biasa pada mereka yang bertanya padaku.

Untung saja bel masuk belum berbunyi.

“Aku menyesal mengatakannya malaikat.. aku menyesal mengatakannya malaikat” gumamku berulang-ulang sepanjang jalan.

Salah satu hal salah yang kulakukan dalam hidupku, mengatakan namja itu sebagai malaikat dan sangat bodoh aku berfikir dia itu tipeku. Memang hari ini peruntunganku sangat jelek sekali, tidak diragukan lagi. Terkena sial terus, memulai taruhan aneh, melihat namja yg hanya wajahnya saja yang memenuhi syarat, Dipermainkan oleh namja abnormal. Sangat sial.

“ Cklek “ aku pun membuka pintu kelasku. “Jihyun ah! Jeongmal Mianhae!” ujar Jiyeon saat melihatku masuk ke dalam kelas. “Sebenarnya aku ingin membunuhmu. Tapi, ceritakan alasan yang logis kenapa kau meninggalkanku tadi sebelum aku mencekikmu ” suruhku. “Ini, tentang hal rahasia” jawab jiyeon.

“Sepatumu mana?” Tanya yeonji dan yang lainnya. “Tadi aku terlibat hal gila dengan sunbae yang bernama Xi luhan.” jawabku. “Xi Luhan?!” ujar teman-temanku terkejut.“Waeyo? Memangnya namja itu kenapa? Aku juga merasa ada hal yang aneh dan tadi kenapa aku dengannya menjadi bahan perhatian?” tanyaku panjang lebar.

“Sudahlah, lebih baik kau ganti baju dulu. Aku punya sepatu lain di loker, kau bisa memakainya.” suruh yeonji. “Masalah Luhan Sunbae, nanti kuceritakan” tambahnya lagi. “Apa yang terjadi setelah aku meninggalkanmu tadi?” sahut Jiyeon. “Nanti kujelaskan.” jawabku lalu pergi mengganti pakaianku.

(***)

Setelah mengganti pakainaku dengan seragam lalu kembali kekelas.

“Jadi, ceritakan aku apa masalah orang yang bernama Xi Luhan” ujarku pada ketujuh teman-teman terdekatku. “Ceritakan dulu apa yang terjadi padamu” ujar Yeonji. “Aniyo. Kalian dulu yang cerita” jawabku.

Yeonji hanya menghela nafas.

“Masa kau tak mengenalnya? Xi Luhan Sunbae?” Tanya Hyora. “Untuk apa aku mengenalnya?” tanyaku balik. “Sunbae itu sangat popular, dia juga pintar. Dan aku akui wajahnya memang, yah kau tahu kan?” sahut Hyejin. “Tampan? Kalau itu aku tahu, sekali lihat sudah ketahuan” ujarku. “Ehm, aku belum memberitahu kalian tentang taruhan kami” sahut Jiyeon. “Taruhan?” Tanya minah.

Jiyeonpun menceritakan tentang taruhan gila yang ia lakukan bersamaku.

“Kau nekat Kim Jihyun! Lalu apa yang terjadi setelah Jiyeon meninggalkanmu?” Tanya Nara. “Dan Jiyeon, apa maksudmu dengan sunbae penyuka sesama jenis? yang aku tahu tak ada rumor seperti itu tentangnya” ujar Hyejin. “Nee, aku juga bingung. Apa maksudmu Yeonnie?” tanya Hyora.

“Chakaman, sekarang keadaannya membingungkan. Biar Jihyun berbicara lebih dahulu. Jadi Hyunnie, apa yang terjadi setelah itu?” Tanya Yeonji padaku. “Dia mengakuiku sebagai yeojachingunya. Hal yang benar-benar buruk kan? Dia juga melempar sepatuku tadi” jawabku kesal mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.

“Yeojachingu?!” ujar Jiyeon terkejut.

Aku hanya mengangguk.

“Kau menjadi yeojachingunya? Benar-benar hal yang hebat sekaligus langka dan membingungkan” sahut Minri lengkap. “Memangnya Xi Luhan itu kenapa?” tanyaku. “Ada banyak hal yang harus kau ketahui” sahut yeonji.

“Mangkanya, beritahu aku. Dan aku heran, Kenapa dia bisa populer? walaupun wajahnya tampan tapi sifatnya kurang baik” tanyaku. “Karena, dia itu EXO” jawab Yeonji. “Mwo?!” ujarku terkejut dan membelalakkan mataku tak percaya dengan yang Yeonji katakan.

“Iya, dia itu EXO. Semua orang juga tahu. Kami tahu dari namjachingu kami” sahut nara. “Nee benar” sambung minri.  “Lalu, kenapa aku tak tahu?” tanyaku. “Kau kan tidak peduli tentang itu. Aku yakin kau tidak tahu siapa saja anggota EXO selain namjachingu kami” jawab yeonji.

“Kau Benar” jawabku.

Aku memang kurang peduli tentang seputar gosip sekolah. Bagiku itu hanya berita tak penting yang dibicarakan yeoja-yeoja tiap harinya berulang-ulang tanpa bosan

“Sebenarnya ada hal rahasia penting yang harus kuceritakan pada kalian” ujar Jiyeon tiba-tiba memecah omongan kami. “Sebenarnya aku tidak boleh menceritakannya. Tapi menurutku ini sangat penting. Ini tentang, Luhan Sunbae” tambahnya.

Tentang Xi Luhan Sepertinya, aku akan tertimpa  hal yang lebih gila lagi.

(TBC)

Note: Maaf jika FF ini lama dipublish karena FF ini harus diedit terlebih dahulu, terimakasih karena telah menunggu, membaca dan comment di FF ini. Comment dan like reader’s sekalian sama dengan semangat bagi author untuk terus menulis FF ini. Sekian dan terimakasih, sampai jumpa di Chapter selanjutnya^^.

 

Iklan

69 pemikiran pada “Fallin Love Trouble (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s