Sekolah Sihir (Chapter 4)

Author : Park Min Gi

Cast : Luhan as Penyihir Waktu

Yura as Pakar Galau

Chanyeol as Pemilik Kantung Ajaib

Namjoo as Penyihir Hujan dan Salju

Hyuna as Penyihir Trouble Maker

New cast : Kris as Penyihir Trouble Maker

Genre : Fantasy,comedy,friendship,romance.

******

Seperti Masa Lalu

Chanyeol termenung di taman dengan pandangan kosong. Tiba-tiba Namjoo datang dan melihat keadaan Chanyeol yang sangat memprihatinkan. “Loe kenapa?” tanya Namjoo penasaran tapi tidak direspon apa-apa oleh Chanyeol.

“Huh,dasar! Ditanyain baik-baik tapi reaksinya ga enak banget.” kata Namjoo kesal. Ia bergegas pergi dari tempat berdiam dirinya Chanyeol.Tapi tiba-tiba.. Chanyeol berdiri dan menggenggam tangan Namjoo.

“Heh,apa’an sih! Lepasin!” pekik Namjoo kaget. Chanyeol langsung mendekap erat Namjoo.

“Chanyeol-ah,loe apa-apa’an sih? Lepasin!” pinta Namjoo mencoba melepaskan dirinya dari dekapan Chanyeol,tapi tidak bisa karena tubuhnya terlalu lemah untuk melakukan itu. Namjoo pun membiarkan sejenak Chanyeol melakukan apa ia inginkan,mendekapnya,seperti dulu saat mereka masih menjadi pasangan yang benar-benar berbahagia.

Tiba-tiba pundak Namjoo terasa basah (#mulai dramatis nih.) Sepertinya Chanyeol menangis di pundak Namjoo.

“Chanyeol-ah,kok nangis? Jangan nangis donk!” kata Namjoo dengan lembutnya.

“Kalo loe ga mau gue nangis lagi,biarin 5 menit aja gue peluk loe.” jawab Chanyeol dengan nada masih tersedu-sedu. Namjoo hanya bisa mengiyakan perkataan dan membalas pelukan Chanyeol.

Tapi,setelah beberapa menit Namjoo tersadar dan tak terbawa suasana lagi.

“Heh! Apa-apa’an sih loe!” omel Namjoo sambil melepaskan pelukan Chanyeol. Chanyeol langsung terdorong dan mengusap air matanya.

“Maksud loe apa peluk-peluk gue?” bentak Namjoo.

“Gue ini lagi sedih,dan cuma loe dimana tempat gue mencurahkan kesedihan ini. ” jawab Chanyeol dengan bahasa yang puitis.

“Kenapa loe sedih?” tanya Namjoo.

“Putus!” jawab Chanyeol dengan nada datar.

“Hahahahaha,playboy sih! Sekarang ngerasain gimana sakitnya dikhianatin kaya gue dulu kan?” Namjoo menertawakan Chanyeol dengan sangat terbahak-bahak.

“Jahat!” gerutu Chanyeol.

“Kamu kan dulu juga jahat,selingkuhin aku,sekarang bales diselingkuhin,rasain!” ledek Namjoo,Chanyeol pun hanya bisa mengehela napas dan pasrah.

“Aduh,kok ngambek gitu sih,aku kan cuma bercanda!” kata Namjoo dan langsung berhenti tertawa.

“Terserah deh!” balas Chanyeol.

“Aduh cintaku,yang semangat donk!” bujuk Chanyeol.

“Apa,kamu panggil aku cinta?” tanya Chanyeol dan tiba-tiba beraku-kamuan.

“Eh ngga,kamu salah denger!” jawab Namjoo ngeles,padahal aslinya juga Chanyeol ga salah denger.

“Ayo,jangan bo’ong!” goda Chanyeol.

“Ngga,kamu salah denger! Udah ah aku pergi!” kata Namjoo dan langsung bergegas pergi.

“Prasaan bener deh tadi dia panggil gue cintaku.” batin Chanyeol yang merasa benar dan harusnya memang benar. “Jangan-jangan si Namjoo masih cinta ama gue,liat aja pas beberapa hari yang lalu gue mesra-mesraan sama si Hyuna tatapannya judes banget. Jadi nyesel gue cerein,eh maksudnya gue putusin bidadari kaya dia.” gumam Chanyeol.

******

Apa Sih Susahnya Ngomong “Iya”??

“Yura-ya!” sapa Luhan pada Yura yang sedang asyik mendengarkan lagu dari mp3 playernya.

“Apa? Ganggu aja.” balas Yura sinis.

“Gue boleh duduk disini kan?” tanya Luhan yang benar-benar basa-basi.

“Karena ini tempat umum mau duduk ato nggak itu terserah loe walopun sebenernya gue ga mau loe duduk disini.” jawab Yura ketus. Luhan kemudian duduk di tempat Yura duduk juga.

“Gue boleh nanya sesuatu?” tanya Luhan.

“Iya.” Jawab Yura.

“Kalo misalnya gue nembak loe,loe bakal nrima ga?” tanya Luhan.

“Please deh,kalo ngasih pertanyaan jangan ngaco!” omel Yura pada Luhan.

“Please juga deh,gue itu cuman nanya!” balas Luhan.

“Dalam rangka apa loe tanya begituan?” tanya Yura heran.

“Dalam rangka gue pengen nanya aja!” jawab Luhan muter-muter aja.

“Brarti gue ga perlu jawab!” kata Yura.

“Kenapa?” tanya Luhan.

“Gue ga mau jawab aja.” balas Yura yang semakin membuat Luhan dan author mumet #abaikan.

“Aduh Yura-ya,please deh jawab pertanyaan gue dengan jujur!” bujuk Luhan

“Ini pertanyaan yang membingungkan Lu,loe pikir secepet itu apa jawabnya!” kata Yura.

“Ya udah gue kasih loe waktu buat mikir deh,gue tunggu jawabannya besok!” kata Luhan sambil langsung bergegas pergi dari Yura.

“Woi Lu,maksud loe apa sih?” teriak Yura tapi tak di respon apa-apa oleh Luhan karena Luhan sudah berlari terlalu jauh.

Bel pulang berbunyi,Yura langsung keluar dari kelasnya dan ingin langsung bergegas pulang. Ia menyusuri sepanjang jalan dengan pikiran yang sangat tidak karuan karena memikirkan pertanyaan Luhan tadi disekolah.

— Skip —

Malam kini telah tiba Yura berbaring di tempat tidurnya dan berpikir apa jawaban yang akan ia beri besok kepada Luhan.

“Aduh,masa’ pakar galau bakalan galau juga sih,malu-maluin!” gerutu Yura.

“Lagian si Luhan kasih pertanyaan aneh banget,apa jangan-jangan dia mau nembak gue,terus karena takut ditolak mangkannya dia nanya dulu gue bakal nrima dia ato ga.” pikir Yura.

******

Oh My Beautiful Target,You Zoom Zoom My Heart Like a Rocket..

 

Esoknya saat Yura datang ke sekolah ia langsung dihadang oleh Luhan.

“Yura-ya!” sapa Luhan dan mengagetkan Yura

“Eh Luhan,ngagetin aja sih!” protes Yura.

 

“Gimana,udah siapin jawaban?” tanya Luhan.

 

“Belom,emangnya sepenting itu ya?” tanya Yura.

 

“Iya lha penting!” balas Luhan.

 

“Emang penting ya gue jawab pertanyaan itu,apa loe bakalan musuhin gue kalo misalnya

gue ga ma….” belum selesai Yura bicara tapi Luhan sudah meletakkan jari telunjuknya di bibir Yura tanda menyuruh Yura diam.

 

“Udah bawelnya?” tanya Luhan dengan tatapan menawan andalannya. Yura langsung menjauhkan jari telunjuk Luhan dari bibirnya itu.

Luhan menatap Yura dengan tatapan penuh arti tapi author sendiri ga tau artinya apa. #abaikan.

 

“Kenapa loe liatin gue kaya gitu?” tanya Yura yang merasa risih dengan tatapan Luhan yang benar-benar maut. Ia mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir Yura semakin dekat,semakin dekat,Luhan ingin mencium Yura dan

 

“Happ!” Yura langsung menutupi wajahnya dengan buku tulis yang ada di tangannya untuk menghindari bibir Luhan. Yang ada kini Luhan pun mencium buku Yura,bukan bibir pemilik buku seperi yang ia inginkan.

“Eits,loe mau cium gue ya? Ga boleh! Itu hanya boleh dilakukan kalo kita udah pacaran serius suatu saat nanti!” kata Yura.

 

“Pacaran serius suatu saat nati,loe ngayal jadi pacar gue ya?” tanya Luhan.

 

“Tapi kan loe yang mau nembak gue.” Balas Yura

 

“Siapa yang nembak loe,gue cuman tanya kalo misalnya gue nembak lo, loe bakal terima ato ngga.” kata Luhan

 

“Oh gitu.” balas Yura datar.

 

“Loe ga seru ah!” kata Luhan.

“Biarin!” balas Yura garing.

 

“Kenapa sih loe susah banget buat bilang iya??” tanya Luhan sedikit jengkel.

 

“Au ah,dengan terpaksa gue harus bilang iya,puas??” tanya Yura.

“Kok terpaksa,yang ikhlas donk!” gerutu Luhan.

“Iya iya,penyihir waktuku tersayang,tercinta,dan terkasih,aku akan menerimamu jika engkau menembakku suatu saat nanti.” kata Yura dengan senyuman aegyonya.

“Secara ga langsung loe udah nrima gue kan?” tanya Luhan.

“Iya,bawel!” jawab Yura.

 

“Loe sekarang pacar gue?” tanya Luhan lagi

 

“Iya,banyak nanya ah!” jawab Yura lagi.

 

“Yaluuuu~~ gue punya pacar sekarang.” teriak Luhan sambil jingkrak-jingkrakan dan mendekap Yura. Yura hanya tertawa melihat kelakuan pacar barunya itu.

 

“Mulai sekarang ga usah jadi pakar galau ato risau lagi ya,kamu jadi pakar cinta aja di hatiku!” rayu Luhan dan Yura bisa tersipu malu mendengar itu.

 

******

Berikan Aku Gombalan Terampuh!

Saat bel istirahat Chanyeol menuju kantin dan tidak sengaja bertemu dengan Namjoo.

 

“Eh,Namjoo!” sapa Chanyeol dan Namjoo hanya membalas dengan senyuman ramah.

 

“Bisa bicara sebentar?” tanya Chanyeol.

 

“Cepetan bicaranya!” balas Namjoo.

 

“Tapi masa disini,di taman aja!” ajak Chanyeol dan langsung menarik tangan Namjoo.

Saat sampai di taman Chanyeol sedikit maju ke depan dan membelakangi Namjoo.

“Sekarang loe mau bicara apa?” tanya Namjoo.

“Gue mau tanya,loe masih sayang ga sama gue?” Chanyeol balik bertanya.

“Ya ngga lha” jawab Namjoo ketus.

“Kenapa?” tanya Chanyeol.

 

“Loe ga sadar,gue ini sakit banget loe selingkuh sama Hyuna,sekarang loe balik diselingkuhin kan,gimana ga enak kan? Itu yang gue rasain selama ini!” jelas Namjoo dan tanpa sadar air matanya pun kini mengalir deras.

 

Chanyeol langsung berbalik ia melihat Namjoo menangis ia langsung mengahampirinya.

“Jangan nangis lagi,kalo kamu nangis hatiku terasa perih (#cielah)”. kata Chanyeol sambil menyeka air mata Namjoo.

“Tapi aku nangis gara-gara kamu!” balas Namjoo. Dan tiba-tiba suasana menjadi hangat dan sopan karena mereka berdua mulai menggunakan bahasa aku-kamu seperti saat mereka berdua masih berpacaran.

“Mianhae,dulu kamu terlalu sibuk dengan tugasmu menurunkan hujan aku kesepian,aku khilaf,mianhae! Na honja..” kata Chanyeol sambil membawa Namjoo kedalam dekapan terhangatnya.

“Kamu jahat! Huuuaaa…” kata Namjoo yang menagis terisak sambil memukul-mukul dada Chanyeol.

“Lakukan,lakukan saja sampai kamu puas,asal kamu maafin aku.” kata Chanyeol.

“Sekarang maumu apa?” tanya Namjoo dan masih dalam dekapan Chanyeol.

“Aku mau kamu maafin aku dan jadi yeojachinguku lagi.” jawab Chanyeol.

“Aku kan udah bilang ga cinta kamu lagi.” kata Namjoo.

“Jangan bohong,aku tahu kamu masih cinta aku,buktinya waktu itu kamu nangis dan lari ke taman pas aku lagi sama Hyuna.” kata Chanyeol.

“Kamu tau darimana?” tanya Namjoo.

“Kan aku pake kacamata fantasi yang berfungsi membuat hewan/tumbuhan seolah-seolah menjadi cartoon dan bisa bicara dari kantung ajaibku,pas kamu udah pergi dari taman aku tanya sama bunga yang ada di taman apa yang kamu lakuin,kata bunga itu kamu hampir aja nangis gara-gara liat aku sama Hyuna. Tapi kamu inget kalo kamu nangis bakal turun hujan badai,jadi kamu buru-buru ngelap air matanya deh. Tapi kok aneh sih kamu nangis kok sekarang cuaca masih cerah?” tanya Chanyeol.

“Oh itu,itu karena aku menangis bahagia sekarang.” jawab Namjoo sambil tersenyum malu.

“Bahagia kenapa?” tanya Chanyeol.

 

“Karena mantan yang paling aku sayangi balik lagi sama aku.” jawab Namjoo.

 

“Kamu mau balik sama aku lagi?” tanya Chanyeol penuh harap.

“Ada syaratnya!” kata Namjoo.

 

“Mwo?” tanya Chanyeol penasaran.

“Tembak aku lagi dengan gombalan-gombalan andalanmu!” kata Namjoo. Chanyeol lalu melepaskan pelukannya terhadap Namjoo,ia lalu berlutut dan memegang tangan Namjoo.

“Namjoo-ya,kamu tau tokoh kartun apa yang paling romantis?” tanya Chanyeol.

“Molla,apa emang?” Namjoo balik bertanya.

“UPINang kau dengan bismillah!” jawab Chanyeol lalu berdiri dan mendekap Namjoo lagi.

“Kamu jadi pacarku lagi kan sekarang?” tanya Chanyeol.

“Ne,Yeolie..!” jawab Namjoo memanggil Chanyeol dengan panggilan kesayangannya sewaktu dulu,Yeolie.

– END –

Fiuh,selesai juga nih FF,gimana??

Maaf kalo banyak typo,ga suka alur ceritanya,castnya,yah apa aja deh..

Comment ya,WAJIB!!!

 

Yg comment aku doain dilamar biasnya kecuali Luhan ya #pletakk,yang habis baca langsung ngacir ngalor-ngidul semoga cepet diberi hidayah oleh tuhan aja deh ya,kekeke~

 

pujian dan kritikan yang membangun akan menambah semangat saya dalam mengarang FF yg lebih baik lagi.^^

19 pemikiran pada “Sekolah Sihir (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s