Favourite Girl (Chapter 4)

Author : Lim Soo Hyun, Park Ra Young

Main Cast : Lim Soo Hyun

Kim Jong In a. ka Kai

Oh Sehun

Park Chanyeol

 

Disclaimer : Author menciptakan cerita ini murni dari inspirasi Author sendiri. Jika ada kesamaan tokoh, tempat maupun alur maka itu hanya kebetulan semata.

~Happy Reading~

 

Kai merangkul pundak Soo Hyun sambil berjalan pergi meninggalkan yeoja yang baru ia putuskan. Yeoja itu hanya bisa membulatkan kedua matanya saat melihat Kai dengan santainya merangkul Soo Hyun. Begitupun dengan Soo Hyun, dia hanya bisa terdiam sambil menatap Kai heran. Kai masih merangkul Soo Hyun sambil berjalan keluar sekolah, sampai akhirnya langkah mereka terhenti didepan gerbang sekolah.

“Bisa kah kau melepaskan rangkulanmu? Kau tahu, tanganmu ini sungguh berat..” Soo hyun mencoba melepaskan dirinya dari rangkulan kai

Tanpa pikir panjang, Kai langsung melepaskan rangkulannya lalu memasukkan lengannya kedalam saku celana seragamnya.

Cukup lama mereka berdiam sampai akhirnya Soo Hyun lah yang membuka percakapan

“Oh iya, tadi apa maksudmu merangkulku dengan seenaknya? Emm kau juga memaggilku chagi..” Soo Hyun gugup

“Aku hanya ingin putus darinya..”

Keadaan hening seketika, Soo Hyu hanya mencoba memahami apa yang yang Kai katakan. Lagipula dia sendiri juga bingugn apa yang harus is katakan. Soo Hyun berjalan dengan gontai meninggalkan Kai didepan pintu gerbang sekolahnya. Kai hanya melihat Soo Hyun dengan tatapan datarnya. Entah apa yang sedang Soo Hyun pikirkan tiba-tiba saja langkahnya terhenti ditengah jalan.

“Ya! Jangan berhenti ditengah jalan!” Kai terus menerus berteriak sambil memanggil nama Soo Hyun, tetapi Soo Hyun tetap tidak bergeming. Tiba-tiba sebuah suara klakson mobli menyadarkannya dan…

BRUK!!!

Soo Hyun tersungkur, dia hanya dapat menahan rasa sakit ditubuhnya akibat gesekan aspal. Ia mencoba berdiri dan membalikkan badannya. Dia terkejut bukan main, melihat Kai yang sudah tergeletak tak berdaya karena menyelamatkan dirinya dari peristiwa tersebut.

“Kai.. Kai… Bangun, sadarlah..”ucapnya dengan pebuh khawatir

Soo Hyun akhirnya bernapas lega melihat Kai membuka matanya. Keadaannya tak terlalu parah, hanya luka goresan.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Soo Hyun khawatir

Kai hanya menggeleng lemas. Akhirnya Soo Hyun memutuskan untuk membawa Kai kerumahnya.

**

Soo Hyun membuka pintu rumahnya cukup keras lalu membopong Kai ke ruang tengah lalu menggeletakkannya di sofa. Ia memutuskan untuk mengganti pakaiannya lalu kembali ke ruang tengah

“Anak ini daritadi tidak bangun-bangun, sesakit itukah lukanya sampai tidak bangun?” Soo Hyun memperhatikan wajah Kai yang sedang tertidur. Hidungnya yang tak terlalu mancung, bibirnya yang sedikit tebal dan yang membuatnya tertarik adalah dagunya yang memiliki belahan. Tanpa sadar Soo Hyun tersenyum sendiri melihatnya.

“Eomma.. Eomma.. Eomma”

Sebuah suara berat terdengar dan membuatnya tersadar dari lamunannya.

“Kai.. Kai..” Soo Hyun terus menerus menepuk pundak Kai agar tersadar dari ngigaunya. Tidak lama setelah Soo Hyun menepuk-nepuk pundak Kai, akhirnya Kai tersadar dari ngigaunya. Terlihat wajahnya yang lemas dan pucat.

“Kai… Gwenchanayo?” tanya Soo Hyun khawatir kemudian dia mengambil segelas air lalu diberikannya kepada Kai.

Kai hanya menggeleng lalu meminum air tersebut

“Kau tadi mengigau ya? Eomma mu kenapa?”

Seketika Kai meletakkan gelas yang ia pegang lalu menatap tajam gadis yang disamping tersebut

“Wa wwae? Aa ada yang salah dengan ucapanku tadi?” ujar Soo Hyun terbata-bata. Kai memalingkan pandangannya dari Soo Hyun.

“Jika kau mau, kau boleh menceritakannya padaku. Tapi jika tidak, juga tidak masalah..” ucap Soo Hyun. Suasana hening seketika. Tak ada yang berbicara

“Tunggu sebentar, aku akan mengambilkan obat untukmu..” Soo Hyun lalu berdiri dari sofa.

“9 tahun lalu ketika aku, eomma dan appa sedang dalam perjalanan menuju rumah nenekku di Daegu..” perkataan Kai terhenti, dia menghela napas sejenak. Mencoba untuk tidak meneteskan air mata. Soo Hyun lantas menghentikan langkahnya lalu duduk disamping Kai.

“Supir keluargaku.. Saat itu ia melakukan kesalahan besar. Dia tidak melihat traffic light. Saat itulah mobilku dan mobil yang lain bertabrakan cukup keras.

Soo Hyun yang mendengarnya hanya terdiam .

“Aku pulang dulu..” Kai langsung berdiri dari sofa lalu berjalan menuju pintu

“Tapi lukamu belum kuobati…” Soo Hyun yang sadari tadi terdiam refleks mengajar Kai

“Aku tidak apa-apa” Jawab Kai ketus lalu pergi meninggalkan Soo Hyun

Soo Hyun mendengus. Seketika ia teringat dengan cerita Kai tadi. Jika ibunya sudah meninggal, lalu wanita itu? Dan Sehun? Benarkah mereka? Batin Soo Hyun

**

Saat Kai membuka pintu rumahnya, terlihat eomma dan appanya yang menunggunya diruang tamu dengan raut wajah yang khawatir.

“Kai, kau darimana saja? Kami sangat mengkhawatirkanmu.. Dan kenapa banyak luka diwajahmu?” eomma menghampirinya lalu memegang wajah Kai dan membolak-balikan wajahnya ke kanan kekiri.

“Aku tidak apa-apa” jawab Kai singkat

“Tapi kau terluka Kai.. Sini, biar eomma obati lukamu itu”

“Aku bilang tidak apa-apa!” teriakan Kai berhasil membuat eommanya terdiam

“Kim Jongin jaga sikapmu! Apa kau tidak punya perasaan? Eomma mu ini sangat mengkhawatirkanmu. Tidak bisakah kau berbicara baik padanya?” appa yang sedari tadi duduk disofa kini angkat bicara

“Tcch.. Dia bukan eommaku”

“Anak ini benar-benar..” appa Kai hampir menamparnya. Kai hanya mendengus lalu berjalan menaiki tangga dan memasuki kamarnya

Sehun yang mendengar suara ribut dari bawah otomatis keluar dari kamarnya dan melihat Kai yang sedang berjalan menuju kamarnya dengan sedikit banyak luka diwajahnya.

Setibanya Kai dikamarnya, ia langsung merebahkan tubuhnya dikasur. Ketika ia hendak memejamkan matanya, suara ketukan pintu dari luar berhasil membuatnya menunda kegiatannya tersebut

TOK TOK TOK!

“Siapa?” Kai yuang sedari tadi tengah terbaring hanya menjawab ketukan pintu dengan singkat

“Ini aku…” jawab Sehun yang berada diluar kamar lalu membuka pintu kamar Kai

“Kau mau apa?” tanya Kai dingin

Sehun tidak menjawabnya, lalu ia berjalan menuju Kai dan duduk ditepi ranjangnya.

“Aku tidak mengizinkanmu untuk masuk ke kamarku” ucap Kai dingin

“Aku hanya ingin memberimu ini…” Sehun merogoh kantung celananya untuk mengambil sebotol betadine dan kapas lalu memberikannya kepada Kai

“Sebenarnya kau ini kenapa?” lanjut Sehun

“Aku baik-baik saja..”

“Luka seperti itu kau bilang tidak apa-apa? Sebenarnya kau ini kenapa?” ujar Sehun kesal

Kai tidak menjawab pertanyaannya, ia memejamkan matanya lalu memalingkan wajahnya

“Hyung, jangan pura-pura tidak dengar, kau mau tuli beneran?”

“Apa?” jawab Kai datar

“Jawab pertanyaanku tadi”

“Aku hanya menolong seseorang”

“Lalu kenapa wajahmu banyak luka goresan seperti itu?”  Sehun memperhatikan wajah Kai dengan tampang serius

“Tadi saat aku pulang sekolah aku menolong Soo Hyun dari tabrakan mobil”

“Mwo? Soo Hyun? Apa dia baik-baik saja? Kenapa bisa seperti itu?” terdengar nada bicara Sehun yang sangat penasaran

“Ya, hanya luka kecil. Sudahlah aku lelah” Kai kembali memejamkan matanya

**

Keesokan harinya saat disekolah, Soo Hyun berencana menanyakan kepada Chanyeol tentang keluarga Kai. Tentu saja bertanya pada Chanyeol, satu-satunya orang yang dekat dengannya adalah Chanyeol.

“Mana namja jangkung itu?” Soo Hyun mengutarakan pandangannya mencari sosok Chanyeol kesetiap sudut sekolah

“Ah.. Itu dia. Chanyeol..” Soo Hyun melambai-lambaikan tangannya, lalu berlari menghampiri Chanyeol

“Hai.. Ada apa Soo Hyun? Tumben mencariku” tanya Chanyeol

“Emm.. Ada yang ingin aku tanyakan. Tapi kali ini tentang Kai” saat Soo Hyun menyebutkan nama Kai, ia mengecilkan nada bicaranya. Ia takut murid lain mendengarnya.

“Mwo? Tumben sekali kau menanyakannya. Soo Hyun, ini kenapa?” Chanyeol memegang luka diwajah Soo Hyun

“Emm.. Tidak apa-apa. Hanya luka gores biasa. Kajja!” Soo Hyun menarik tangan Chanyeol menuju taman sekolah. Kemudian mereka duduk dibangku yang terletak cukup jauh dari jangkauan murid-murid sekolah.

“Jadi apa yang ingin kau tanyakan?” Suara Chanyeol menyadarkan Soo Hyun dari lamunannya.

“Ehmm.. memangnya Kai dan Sehun itu saudara tiri?” tanyanya ragu-ragu sambil menggigit kecil bibir bawahnya

“Kau tahu darimana?” tanya Chanyeol sedikit terkejut

“Eung.. Aku tahu dari eung.. Insting!” Jawab Soo Hyun terbata-bata. Ia tak tahu harus menjawab apa. Jika ia mengatakan yang sebenarnya, maka Chanyeol akan mengetahui bahwa kemarin ia hampir saja ditabrak oleh sebuah mobil dan Kai yang menyelamatkannya.

Chanyeol mengerutkan keningnya.

“Haha tentu saja bukan haha” Soo hyun tertawa terpaksa

Tiba-tiba dua orang namja memanggil Chanyeol. Mereka asyik mengobrol. Soo Hyun yang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan hanya diam. Kemudian sebuah ide muncul dari pikirannya. Ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Selagi mereka asyik mengobrol, Soo Hyun diam-diam pergi meninggalkan Chanyeol. Dengan langkah yang pelan dan hati-hati, akhirnya ia pun bisa menjauh dari Chanyeol.

*

Soo Hyun mengintari isi sekolahnya untuk mencari Kai. Dia berencana untuk mengajaknya berjalan-jalan melihat festival lampion.

“Apa kau melihat Kai?” Soo Hyun bertanya kepada segerombolan namja yang tengah berdiri didepan lorong. Mereka menggelengkan kepalanya.

Soo Hyun terus mencari Kai. Akhirnya dia sampai di lantai paling atas. Ia melihat sesosok namja yang sedang berdiri membelakangi Soo Hyun. “Kai..” ujar Soo Hyun. Lalu akhirnya ia berjalan menuju Kai. Ketika ia membuak pintu besi yang menghalanginya, angin musim semi otomatis menerpa rambut panjangnya yang terurai.

“Apa luka mu sudah baikkan?” Tanya Soo Hyun yang baru saja sampai dan sekarang berdiri disamping Kai

Kai tak menjawab.

“Emm.. Kau nanti malam kau ada acara tidak? Aku ingin mengajakmu jalan-jalan”

Kai tetap tidak menjawab.

“Karena kau tidak menjawab. Jadi aku anggap kau mengiyakan ajakanku” ujar Soo Hyun

Kai tetap tak bergeming, ia berjalan menuju pintu keluar

“Aku jemput jam 7 ya..” lanjut Soo Hyun dengan teriakan yang cukup keras ketika Kai menghilang dibalik pintu besi besar. Soo Hyun mengangkat bahunya lalu pegi menuju kelas.

Ketika ia sampai didepan pintu kelas, ia melihat Chanyeol yang sedang duduk dibangkunya.

“Kau dari mana?” ujar Chanyeol saat Soo Hyun memasuki kelas

“Aku emm.. Toilet” ini sudah kedua kalinya Soo Hyun berbohong kepada Chanyeol. Ia merasa tidak enak jika ia meninggalkan Chanyeol ditaman karena perkataan bohongnya itu.

“Eung.. Kau nanti malam ada acara? Bagaimana jika kita pergi jalan-jalan? Aku yang mentraktirmu..” lanjut Soo Hyun lalu ia duduk disampng Chanyeol

Chanyeol menggelengkan kepalanya

“Waeyo? Biasanya kau mau kalau aku yang traktir” Soo Hyun memanyunkan bibirnya

“Kau tidak jujur dengan lukamu itu..” Chanyeol memalingkan wajahnya

“Hemm.. Jadi kerena itu. Baiklah, aku akan menceritakan semuanya padamu. Tapi kau harus menerima ajakannku”

“Kau serius? Baiklah, aku terima ajakanmu”Chanyeol mencubit pipi Soo Hyun lalu kembali tersenyum.

“Aww.. itu sakit, kau tau” Soo Hyun membalas cubitan Chanyeol. Mereka saling balas-membalas cubitan. Seketika seseorang melihatnya dengan tatapan tidak suka.

“Habis kau Lim Soo Hyun..”

**

19.00 KST

Soo Hyun mempersiapkan dirinya untuk pergi jalan-jalan dengan Kai dan Chanyeol. Ia mengenakan t-shirt putih, celana jeans panjang dan sepatu kets. Malam ini Soo Hyu memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar sungai Han

Drrrt drrrt

Soo Hyun mengambil ponselnya lalu melihat satu pesan masuk dari Chanyeol

From : Chanyeol

Kau mau akau jemput?

 

To : Chanyeol

Ani, kita langsung bertemu di sungai Han saja ^^

 

From : Chanyeol

Baiklah, hati-hati Soo Hyun ^o^

 

Soo Hyun memasukan ponsel kedalam saku jeansnya lalu bergegas menuju rumah Kai untuk menjemputnya

TOK TOK TOK!!

Soo Hyun menetuk pintu rumah Kai. Lalu seseorang membukakan pintu tersebut dan menyambutnya ramah. Seorang ahjumma, dengan rambutnya yang mulai memutih dan sedikit keriput diwajahnya. Mungkin ahjumma yang yang bekerja dirumah Kai, pikir Soo Hyun.

“Mencari siapa?” tanyanya

“Ahjumma, apa Kai ada?”

“Ada, kalau begitu tunggu sebentar..” lalu ahjumma tersebut menaiki tangga dan tidak lama kemudian Kai turun dari tangga.

“Sudah siap?” Tanya Soo Hyun ketika Kai sudah sampai didepan pintu

Mendengar tak ada respon dari Kai, Soo Hyun kemudian menarik tangan Kai “Kajja!”

*

“Sudah lama menunggu?” Soo Hyun menepuk pundak Chanyeol. Saat Chanyeol membalikan tubuhnya ia cukup kaget karena Kai berdiri disamping Soo Hyun

“Kai, tumben sekali kau datang ketempat seperti ini.”

Kai menatap Chanyeol sesaat kemudia melirik Soo Hyun pertanda bahwa Soo Hyun lah yang mengajaknya kemari. Chanyeol hanya mengangguk

Mereka bertiga berjalan melihat festival lampion yang memamerkan lampion-lampion dengan berbagai bentuk.

“Kalian tunggu disini, aku aku ingin memebelikan minuman untuk kalian” ujar Soo Hyun

“Mau kutemani?” tawar Chanyeol

“Ani, tidak perlu.. Hanya membeli kopi saja” Soo Hyun tersenyum lalu berjalan menuju kedai kopi yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka duduk

Tinggal Kai dan Chanyeol yang berada di tempat duduk tersebut. Mereka masih sama-sama bungkam.

“Jadi Soo Hyun yang mengajakmu kesini?” Chanyeol membuka percakapan

“Hm” jawab Kai singkat

Sesaat Chanyeol memperhatikan Kai, dia melihat luka gores diwajah Kai.

“Itu wajahmu kenapa?” tanya Chanyeol

“Hanya luka gores biasa..” Kai melirik Chanyeol sesaat lalu kembali memperhatikan lampion-lampion yang didepannya

“Kau dan Soo Hyun sama saja”

“Apa dia tidak menceritakannya?” Kai berbalik tanya

“Tidak..”

Kai hanya menghela napasnya, lalu ia menceritakan tentang kejadian yang menimpanya dan Soo Hyun.

“Seharusnya aku yang berada diposisimu saat itu” Chanyeol menimpali

“Hm? Apa katamu tadi?”

“Jangan dekati dia lagi, arra?” perintah Chanyeol dengan suara yang cukup tegas

“Jangan khawatir. Aku tidak akan mendekatinya..” ujar Kai datar yang membuat Chanyeol terheran-heran

“Aku tidak menyukainya..” lanjut Kai lalu pergi meninggalkan Chanyeol

Tidak lama setelah Kai pergi, Soo Hyun datang dengan membawa 3 cup kopi hangat

“Kau sendiri? Kai kemana?” tanya Soo Hyun sambil mencari Kai

“Dia pulang. Katanya ada urusan dirumahnya..” jawab Chanyeol bohong

Tiba-tiba Chanyeol mendekati Soo Hyun, dia meraih wajah Soo Hyun dan mengangkatnya dengan kedua tangannya

“Kau tidak jujur soal luka ini, kenapa kau tidak menceritakannya padaku..” Chanyeol mengusap pelan luka yang ada di wajah Soo Hyun

“Itu.. Emm itu..” Soo Hyun gugup. Ia bingung harus menjawab apa. Dan sekarang Chanyeol sudah mengetahui soal kecelakaan itu

“Mianhae Chanyeol, aku tidak bermaksud..” dan akhirnya hanya itu yang dapat Soo Hyun katakan

Chanyeol menghela nafas “Ini sudah malam, mau kuantar pulang?”

Soo Hyun menganggukan kepalanya ragu. Lalu mereka bergegas untuk pulang.

TES TES TES..

Saat Soo Hyun dan Chanyeol sedang berjalan, tiba-tiba segemericik air turun dari langit. Lama-kelamaan air itu berubah menjadi deras. Chanyeol melepas jaketnya dan menjadikannya sebagai pelindung kepala Soo Hyun. Kemuadian mereka berlari dan berteduh disebuah halte bis yang cukup sepi.

Soo Hyun terlihat pucat dan kedinginan. Berkali-kali ia meggosokkan keduan telapak tangannya agar hangat, namun hasilnya tetap saja, ia masih merasakan dingin. Chanyeol yang melihat Soo Hyun seperti itu hanya tersenyum, dia lalu menggosokkan telapak tangannya dan menempelkannya ke pipi Soo Hyun. Soo Hyun yang mendapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum manis

“Soo Hyun..”

Soo Hyun yang merasa dipanggil mendongkakkan kepalanya. Jemari Chanyeol memegang dagu Soo Hyun, ia merendahkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya pada Soo Hyun. Bibirnya menyentuh bibir Soo Hyun dengan lembut. Soo Hyun tertegun, ia tak dapat berbuat apa-apa. Ia merasakan jantungnya berdetak tak seperti biasanya.

“Aku harap kau bisa melihat isi hatiku Soo Hyun..”

 

-TBC-

Gimana readers? Kependekan ya? Atau malah makin gaje? Maaf ya, Author ga jago bikin ff mihihi^^

Iklan

17 pemikiran pada “Favourite Girl (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s