A Housekeeper in Love (Chapter 1)

Title: A Housekeeper in Love (Chapter 1)

Author: BlackDiamond

Genre: YAOI (don’t like don’t read), romance, comedy, fluff.

Pairing: Kris/Tao (TaoRis)

Casts: EXO (with TaoRis as the main casts)

 

***

“Gawat! Ini sudah jam sembilan!”

Kris bergegas menuju tempat parkir dan menyalakan mesin mobilnya. Dengan kecepatan maksimum, ia mengemudikan mobilnya menuju SM Kindergarten, tempat putranya bersekolah. Lagi-lagi ia terlambat menjemput Sehun karena pekerjaannya yang tidak bisa ditinggal.

Wu Gao Da, ayah dari Kris memutuskan untuk pensiun setahun yang lalu dan mempercayakan perusahaannya kepada putra semata wayangnya. Kris yang masih berusia dua puluh tujuh tahun harus rela menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja dan menjaga putranya. Karena Yuri, wanita yang pernah menjadi istri Kris meninggalkannya untuk pria lain, Kris harus membesarkan Sehun seorang diri tanpa bantuan orang lain dan Sehun sudah kehilangan ibunya sejak ia berusia dua tahun.  Kris tidak ingin berurusan dengan makhluk bernama wanita untuk kedua kalinya.

Lima belas menit kemudian, Kris sampai di SM Kindergarten. Pria bertubuh tinggi itu segera turun dari mobilnya dan berlari menuju kelas putranya. Dibukanya pintu kelas dengan sedikit kasar karena terburu-buru.

“PAPA!!!”

Sehun yang melihat Kris didepan pintu kelasnya langsung beranjak dari pangkuan Chanyeol dan berlari memeluk sang ayah. Mau tidak mau, Kris ternsenyum karena tingkah laku Sehun yang menggemaskan. Dengan sigap, Kris menggendong Sehun dan mengecup pipi bocah berusia empat tahun tersebut.

“Maafkan papa, Sehun. Lagi-lagi papa terlambat menjemputmu…”

“Papa! Jangan minta maaf! Sehun tahu kalau papa sibuk, jadi ini bukan salah papa. Lagipula, Sehun ditemani oleh Chanyeol Songsaenim, jadi Sehun nggak kesepian!”

Kris tertegun sekaligus terharu mendengar ucapan putranya. Meskipun masih kecil, Sehun memiliki jalan pikiran yang sangat matang untuk bocah seusianya.

“Terima kasih, Chanyeol. Aku sudah banyak merepotkanmu dan membuatmu pulang terlambat hampir setiap hari.”

“Itu bukan masalah, hyung. Aku senang kok bermain bersama Sehun sampai malam. Itu lebih baik daripada menganggur di rumah.”

“Baiklah kalau begitu, terima kasih, Chanyeol. Sehun, ucapkan selamat tinggal pada songsaenim!”

“Dadah, songsaenim!!! Sampai besok~~~”

Sehun tersenyum dan melambaikan tangan mungilnya kearah Chanyeol. Chanyeol balik melambai sambil terkikik geli.

***

TING TONG!!!

Kris menyelimuti Sehun yang tertidur sebelum bergegas untuk membukakan pintu untuk tamunya.

‘Siapa yang bertamu malam-malam begini? Aku ini sudah lelah sekali!’ Rutuknya dalam hati.

Betapa terkejutnya Kris saat ia membuka pintu depan apartemennya dan mendapati Wu Li Xian, ibunya sedang berdiri dihadapannya.

“Eh, mama. Sedang apa disini malam-malam begini…?”

“Sudah sebulan mama nggak ketemu kamu dan cucu mama yang lucu itu, mama kangen sekali.”

“Sehun sudah tidur , ma. Ini sudah hampir jam sebelas…”

“Wah, sayang sekali…”

“Ayo, masuk dulu, ma. Aku buatkan teh.”

Wu Li Xian duduk di sofa sementara Kris beranjak ke dapur untuk membuat teh. Wanita cantik berusia lima puluh tujuh tahun itu mengamati suasana apartemen putranya. Tak lama kemudian, Kris datang dengan dua cangkir teh.

“Yi Fan.”

“Iya, ma?”

“Kenapa tempat ini berantakan sekali?”

“Umm… Aku terlalu sibuk dengan perkerjaanku dan Sehun… Jadi aku nggak ada waktu untuk membersihkan tempat ini…”

Wu Li Xian meletakkan cangkir tehnya di atas meja dan berjalan ke dapur. Ia sangat terkejut saat melihat lemari es yang nyaris kosong.

“Kalian berdua nggak makan? Kenapa kosong begini?”

“Kita makan di luar setiap hari, ma…”

“Ya ampun, Yi Fan! Itu nggak baik untuk kesehatan!”

“Tapi, ma, aku nggak bisa masak…”

Sejak Yuri pergi meninggalkan Kris, Kris harus melakukan apapun sendirian. Perusahaan keluarganya, Wu Enterprise sudah menjadi tanggung jawab Kris sepenuhnya. Terlebih lagi, ia masih harus mengurus Sehun. Kalau boleh jujur, Kris sudah sangat lelah dan ia masih belum bisa melupakan Yuri, wanita yang dicintainya. Wu Li Xian juga merasa sedih melihat putranya yang semakin kurus dan terlihat suram.

“Mama rasa kamu butuh seseorang untuk membantu mengurus Sehun, Yi Fan…”

“Eh?”

“Mulai besok, mama akan kirim kenalan mama untuk datang kesini dan membersihkan seluruh apartemen dan untuk mengurus Sehun. Dia bernama Tao dan dia masih muda, jadi mama yakin ia bisa menjadi babysitter yang baik untuk Sehun.”

Kris menjadi penasaran tentang gadis seperti apa Tao itu.

***

Kemarin malam, Tao mendapat kabar jika putra dari teman ibunya membutuhkan bantuan untuk mengurus rumah tangganya. Tao adalah seorang pria, tetapi ia menyukai pekerjaan rumah tangga layaknya seorang wanita. Saat ini Tao sedang berkuliah, namun ia suka bekerja part-time sebagai seorang babysitter.

Kelas Tao berakhir sekitar pukul dua belas siang setiap harinya. Setelah berpamitan pada teman-temannya, Tao bergegas untuk mengerjakan pekerjaannya. Ia berjalan kaki menuju supermarket untuk berbelanja bahan-bahan makanan dengan uang yang disediakan oleh Wu Li Xian.

“Semoga Kris adalah orang yang baik.”

***

“Sampai besok, anak-anak! Jangan lupa kumpulkan PR menggambar kalian besok!”

Murid kelas A-3 di SM Kindergarten mulai berhamburan keluar kelas dan pulang ke rumah masing-masing. Hanya Sehun dan teman dekatnya, Luhan yang masih belum dijemput. Mereka berdua bermain bersama di kelas sementara Chanyeol berada di luar untuk mengantar murid-muridnya ke gerbang sekolah.

“Luhannie sedang apa?”

Sehun menhampiri Luhan yang sedang asyik menggambar dengan pensil warnanya. Dengan senyum lebar, Luhan memperlihatkan gambarannya pada Sehun. Di gambar tersebut, terdapat sosok dua anak kecil yang sedang bergandengan tangan dengan hati-hari kecil bertebaran di sekitar mereka.

“Ini adalah aku dan Sehunnie!”

“Wah, bagus sekali!!!”

“Hehehe… Kalau sudah besar nanti, aku mau jadi istri Sehunnie!”

Dengan malu-malu, Luhan mencium pipi Sehun. Sehun terdiam beberapa saat karena terkejut sebelum seseorang membanting pintu kelas A-3 dan masuk seenaknya.

“Jongin…”

Kim Jongin, murid dari kelas A-1 itu berjalan kearah Sehun dengan tangan yang diselipkan dibelakang punggungnya.

“Sehun-ah, saranghae!”

Jongin menyerahkan setangkai mawar merah yang ia sembunyikan di balik punggungnya pada Sehun.

“NGGAK BOLEH! SEHUN ITU SUAMIKU!!!”

Luhan menyambar mawar tersebut dan menginjaknya berkali-kali hingga hancur. Jongin tidak terima.

“APA YANG KAMU LAKUKAN BOCAH TENGIL???”

Jongin mendorong Luhan hingga bocah mungil itu jatuh terduduk. Ia menarik Sehun dan memeluknya erat.

“Sehun itu putriku! Aku ini pangeran untuk Sehun!”

Meskipun memiliki wajah seperti perempuan, Luhan bukanlah anak yang lemah. Ia kembali berdiri sambil menatap Jongin dengan tatapan membunuh. Degan kasar, ditariknya Sehun dari Jongin.

“Sehun itu milikku!”

“Nggak! Milikku!”

“MILIKKU!”

“MILIKKU!”

“J-jangan tarik aku keras-keras…”

“POKOKNYA MILIKKU!”

“NGGAK! SEHUN ITU MILIKKU!”

Chanyeol yang baru saja tiba di kelas menghela nafas panjang saat melihat Jongin dan Luhan bertengkar memperebutkan Sehun.

“Anak kecil zaman sekarang…”

***

Berbeda dari biasanya, Kris menyelesaikan pekerjaannya untuk hari ini lebih cepat shingga ia bisa pulang lebih awal. Pada pukul empat sore, Kris sudah sampai di SM Kindergarten untuk menjemput Sehun. Setelah, berpamitan pada Chanyeol, Kris dan Sehun masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah.

“Papa!”

“Ya?”

“Tadi di sekolah, Luhan bilang kalau dia suka sama Sehun… Terus, Luhan cium pipi Sehun.”

Sehun menceritakan kejadian tadi siang kepada Kris. Kris langsung memandang putra satu-satunya dengan shock. Jujur saja, Kris tidak terima karena ia merupakan sosok seorang ayah yang over-protektif.

‘OH NO!!! PIPI SEHUN SUDAH NGGAK PERAWAN (?) LAGI!!!’ Batin Kris.

“Setelah itu Jongin datang dan dia bilang dia juga suka sama Sehun. Jongin akhirnya bertengkar sama Luhan…”

“Sehunnie pilih siapa? Luhan atau Jongin?”

“Sehun nggak tau… Sehun suka mereka berdua, mereka sama-sama teman Sehun…”

“Kalau sudah besar nanti, Sehunnie pasti bisa pilih salah satu dari mereka.”

“Neh, papa~”

Kris mengacak rambut Sehun dengan gemas sebelum ia kembali focus menyetir. Tak lama kemudian, sampailah mereka di apartemen. Sehun turun dari mobil dan segera masuk ke dalam elevator bersama Kris menuju lantai tujuh tempat mereka tinggal.

Betapa terkejutnya Kris ketika mengetahui bahwa pintu apartemen mereka tidak terkunci, terlebih lagi, ada sepasang sepatu berwarna putih yang terletak di dalam apartemen, tepat di depan pintu masuk. Jangan-jangan ada pencuri masuk! Tapi tidak mungkin seorang pencuri meletakkan sepatunya dengan rapi seperti itu.

“Papa, kita kedatangan tamu?”

“Entahlah, Sehunnie. Kalaupun ada tamu, dia nggak mungkin bisa masuk ke dalam karena tadi pagi pintu terkunci…”

Kris menggendong Sehun dan berjalan masuk perlahan. Ia harus berhati-hati, siapa tahu yang ada di dalam apartemen mereka saat ini benar-benar seorang pencuri. Mereka tidak melihat siapapun di ruang tamu, tetapi ruang tamu mereka yang awalnya berantakan menjadi sangat rapi. Kris mendadak ingat tentang seseorang bernama Tao yang akan membantu mengurus apartemen mereka.

‘Mungkin Tao sudah datang kesini. Tapi sepatunya kok mirip sepatu laki-laki? Ah! Mungkin dia seorang gadis tomboy!’

Kris mendengar suara keran air yang menyala dari arah dapur. Tanpa pikir panjang, Kris melangkah menuju dapur dan mendapati sesosok pria muda yang sedang mencuci tumpukan piring kotor.

“Siapa kamu?”

Mendengar suara Kris, pria itu menghentikan aktivitasnya dan menolehkan kepalanya. Kris sangat terkejut melihat wajah pria itu. Wajah yang terlihat dingin, kedua mata tajam dan juga banyak sekali piercing yang ada di telinganya.

“H-hei! Siapa kamu?!”

“Se-selamat sore, sa-saya Tao, mulai hari ini saya bekerja disini atas perintah Nyonya Li Xian. Mohon bantuannya!”

Dengan gugup dan malu-malu, Tao memperkenalkan dirinya dan membungkukkan badannya di depan Kris dan Sehun. Meskipun terlihat sadis dan dingin, Kris dapat melihat bahwa Tao adalah anak yang manis dan pemalu. Tetapi, Kris masih shock karena Tao adalah seorang pria. Pada umumnya, orang yang bernama ‘Tao’ adalah wanita.

“Ka-kamu laki-laki? Tao itu laki-laki?”

“S-saya memang laki-laki… Maaf kalau hal ini mengecewakan anda, tuan…”

“Ah, tidak… Saya hanya kaget… Mulai hari ini, tolong bantu saya dalam mengurus apartemen ini, Tao.”

Tao merasa sangat beruntung, ternyata majikannya sangat tampan. Jantung Tao berdetak kencang saat Kris tersenyum padanya. Mau tidak mau, Tao juga ikut tersenyum. Kedua mata Tao tertuju pada Sehun yang digendong oleh Kris. Sehun terlihat sangat lucu dengan wajah bingungnya. Rupanya ia tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Kris dan Tao.

“MANIS SEKALI!!!”

Tao mencubiti pipi tembam Sehun dengan gemas. Sehun memekik kaget dan berusaha melepaskan pipinya dari cubitan Tao. Kris hanya tertawa.

“Kamu suka anak kecil, Tao?”

“Saya suka sekali!”

“Jadi kamu juga bisa kan mengurus Sehun, putra saya?”

“Pu-putra Tuan Kris?”

Sebesit perasaan kecewa muncul di hati Tao saat ia tahu Kris sudah mempunyai seorang anak.

“Hei, Tao… Ada apa?”

“Ah! Bukan apa-apa! Tentu saja saya mau mengurus Sehun yang manis ini!”

“Baguslah kalau begitu, terima kasih, Tao. Sangat jadi sangat tertolong…”

“Itu sudah menjadi kewajiban saya, tuan. Tidak perlu berterimakasih…”

‘Aku nggak boleh jatuh cinta sama Tuan Kris! Nggak boleh!!!’ Pekik Tao dari dalam hati.

Hari-hari Tao sebagai pengurus rumah Kris dimulai. Apakah Tao bisa mengendalikan perasaannya?

 

To be Continued

Author kembali lagi dengan fanfic gaje~

Makasih banyak buat semuanya yang sudah baca fic author yang pertama berjudul ‘my personal tutor’ *bows*

Semoga fic ini gak mengecewakan meskipun sangat banyak kekurangannya…

Comments are loved ❤

19 pemikiran pada “A Housekeeper in Love (Chapter 1)

  1. Gue gak bisa ngebayangin tao yang mukanya sangar2 serem campur kece(?) gitu jadi babysitter-___-”
    Chapter2nya cepetan thor!!!!!1111!!!1

  2. Duhh unyu nya KaiHunHan<3 baru chap 1 udah keren begini, daebak thor! yg My Personal Tutor jg gak kalah keren^^
    cepet update next partnya ya thor

  3. dag dig dug.!!! boom boom!!! *-_- ini apaan??

    thor’ yang baik next chapter dong!! *maksa #dimutilasi

    aduh, gimana si sehun, luhan sama kai? mereka lucu ckcckck.

    si yeolie malah gak ngelerai.. emang bener anak kecil zaman sekarang.. *lho

    next chapter ya thor”” pokoknya DAEBAK!! fighting!! thor ^^

Tinggalkan Balasan ke choyuumie Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s