Extraordinary Love (Chapter 8)

Author : Lvyhuna

Title : Extraordinary Love

Sub Title : Exo -L

*Main cast :

  • Latara Daanishe Mozza                  aka         Tara / Mozza
  • Oh Sehoon [EXO-K]                        aka         Sehun
  • Byun Baekhyun                [EXO-K]                                aka         Baekhyun
  • Park Chanyeol [EXO-K]                  aka         Chanyeol

 

Sub Main Cast :

  • Crystal Jung [F(x)]            aka         Kristal
  • Sulli Choi  [F(x)]                 aka         Sulli

 

**Supporting Cast :

  • Kim Jil Woo Harabeoji, Haramonie
  • Mr.Yang

 

Genre : Family, Friendship, and Romance

Length : Chaptered

 

* Bisa bertambah

** Berubah-ubah setiap chapternya

 

TAAADAA !!

 

Peyuk cium guling-guling dari totor Lvy ({})

 

Akhirnya part 8 muncul hihii. Totor ga tahu nih , ini cerita mau berakhir dipart berapa ?? jujur totor adalah tipe orang yang ga suka suatu cerita berakhir . Tapi kita lihat saja kedepanya. Totor bikin ini pas tanggal hari ini 6-Juli-2012 , pas pengumuman SNMPTN #terus?? Wkwkwkw curcol. Yasudah silahkan dibaca ajaa, warningg TYPO PERMIRSAH

EXO-L CHAPTER 8

 

 

Aku masih ingin tertawa terbahak-bahak sebenarnya, sebelum ini aku dan Sehun terlibat peristiwa melodrama diNam Park dan kini aku malah ingin tertawa bila mengingat hal itu. Sehun sudah tak canggung lagi menggenggam tangan ku.

“Yaa yaaa yaa ! lepaskan dulu kemesraan kalian ! Tara ada telfon untukmu !”

“Oh ya hp ku !”

“Nugu ?” tanya sehun

“Baekhyun !” ucapku lirih

“Angkat saja !” ucapnya meyakinkan ku

“Ne !”

 

“Halo !”

“Taraaaa !!! kau dimana huh ??  kenapa kau baru mengangkat telfon ku hah ? kau ada dimana ?”

“Ah mianhe Baekkiya tadi hpnya aku silent !”

“Aku sangat mengkhawatirkan mu, kau tahu ???!!”

“Ne mianhe !

“Kau dimana ?”

“ aku dirumah !”

“Baiklah aku kesana !”

“Mwo ? oh ne ne !”

Tut tut tut tut tut tut

 

“Baekhyun akan kerumah!! kau bisa mengantarkan ku kerumah Sehuna ?”

“Ne , aku ambil motor dulu, kau bersiaplah !”

Aku pun segera bersiap-siap dan segera menghampiri Sehun yang sudah ada diparkiran Academy

“Kristal gomawoyo !”

“Ne, hati-hati Sehuna !”

“Ara, Tara pegangan yang baik !”

Dia segera menarik lenganku dan mengalungkan kepinggangnya. Motor Sehun pun segera melaju .

Rasanya hari ini seperti rainbow cake, pink dan merah dengan tambahan biru hijau dan orange manis sekali. Uki, Oliv, Nina, dan Aliya pasti tidak akan percaya kalau aku sudah mendapatkan first kiss haha.

Punggung Sehun begitu lebar dan hangat, aku makin menyukai pria ini.

 

“Kau yakin tidak akan masuk ??!”

“Kau ingin melihat aku dengan Baekhyun bertarung ??!”

“Andwae !”
“Geurom, segeralah masuk , aku akan segera pergi !”

“Ne hati-hati dijalan Sehuna !”

“Yes mam !”

Pria itu dengan motornya kini melaju pergi, aku pun masuk kedalam rumah dengan hati ringan dan berseri-seri.

“Lebih baik aku cepat ganti baju dan mandi air hangat !”

 

Tok tok tok

 

“Masuk !”

“Nona ada Baekhyun-ssi dibawah !”

“Dia sudah datang ?”

“Ne ! “

“suruh dia tunggu dulu !”

“Aku mengerti nona !”

 

Aku harus segera bertemu Baekhyun dibawah. Tapi cermin riasku mengajak ku untuk duduk dan berkaca .

“Aku masih belum percaya !”

Aku pun melirik kembali ke arah cermin, ku perhatikan setiap titik dari wajahku, terutama bibirku. Kenapa aku memperhatikan mu terus hah ? Aku pun seger menyentuh bibir ini . Andwae andwae sudah sudah Tara !

Tapi sesuatu membuat hatiku sedikit tergores

 

Ciuman pertama ku bukan dari pacarku, bukan dari bibir Byun Baekhyun, apakah aku mengkhianatinya ? aku tidak bermaksud seperti itu. Ah sudahlah Tara segera temui dia dibawah !!

 

“Baekhyun !”

 

Aku spontan terkejut, ia tiba-tiba memeluk ku dan khawatir berlebihan

 

“Kau tidak apa-apa ? yakin kau tidak apa kan ?”

“Aku tidak apa-apa Baekhyunnie !”

“Syukurlah aku sangat mengkhawatirkan mu !”

“Kau ini berani sekali memeluk ku disini ? nanti kalau harabeoji atau haramoni atau orang rumah lihat gimana ?”

“Ah mianhe aku reflek memeluk mu !”

“Kau ini harus lebih berhati-hati !”

 

“Ah Mozza kau sudah pulang !”

“Ah Harebeoji ? ne !”

“Kau siapa ?”

“Aku Byun Baekhyun kelas 3-2 !”

“Ahh !”

Wae ?? kenapa Harabeoji duduk bersama kami ? Kenapa harabeoji tiba-tiba seperti ini ??

“Aboji , surat dari perusahaan sudah aku…  Ahh tara kau sudah pulang ??”

“Ah om Kim ??”

“Anyeong haseyo Kepala Sekolah Kim !”

“Ah Byun Baekhyun !”

 

“Kim duduklah !”

“Ne !”

Kenapa aku merasakan atmosfir yang berbeda

“Kau Byun Baekhyun ?”

“Ne PD Kim !”

“Aku sering melihatmu bersama cucu ku, kalian dalam hubungan apa ?”

“Kami…. !”sanggah ku

“Diam Mozza!! Aku bertanya pada orang ini !”

“Mereka berteman aboji !” sela om Kim

“Benarkah kalian hanya berteman ?”

Aku tak kuasa melihat Harabeoji lagi, Baekhyun aku mohon jangan bertindak gegabah. “Byun baekhyun kau hanya berteman kan dengan Tara ?” tanya om Kim juga

Baekhyun melirik ku, tapi aku tak bisa memberi isyarat apa-apa, aku takut Harabeoji akan marah

“Ah ne , aku hanya temanya !”

“Benarkan, isu Tara sudah berpacaran itu hanya isu biasa aboji !”

“baguslah kalau seperti itu !”

“Dengar Mozza, harabeoji tak akan sembarangan membiarkan laki-laki mendekati mu, kalau dia teman mu akan aku biarkan, tapi jangan terlalu dekat seperti itu, beri jarak duduk dari cucu ku !”

“Ah ne jesunghamnida PD Kim !”

“Oh yah siapa teman laki-laki mu yang satu lagi ??”

“Teman laki-laki ku ?” tanyaku sama bingung

“Siapa namanya ?”

“Oh Sehun aboji !”

“Ah ne Sehun kemana dia ? aku sudah lama tidak melihatnya ! kau masih temanya juga Baekhyun ?”

“Ne PD Kim !”

“Ah geurae, harabeoji ke dalam dulu, tetap jarak tidak boleh berubah !”

“Arrasoyo haraeboji !”

“Ayo Kim !”

“Ne Aboji !”

Fiuuuuh ku kira harabeoji bakal mendesak lebih jauh untunglah.

“Baconnie mianhe !”

“Gwaenchana, arrasoyo !”

“Aku gak enak !”

“Its ok , aku mengerti, sebagai cucu dari PD Kim , harabeoji mu pasti takut kalau kau terlalu dekat dengan banyak laki-laki , PD Kim pasti……”

“Ara, aku tahu aku tahu !”

“Seharusnya kita tidak berpacaran disini !”

Reflek tanganku membekam mulut Baekhyun

“Yaaa ! jaga kata-kata mu !”

(angguk-angguk)

“Yasudah kita jalan ditaman belakang saja !”

 

“Taraaa !”

“Om ? ada apa ?”

“Nanti malam ada makan malam keluarga kau harus bersiap-siap !”

“Keundae, aku dan Baekhyun …!”

“Ani, gwaenchana Tara lagipula ini sudah sore aku akan pulang !”

“Jinja ?”

“Ne, kalau begitu saya permisi kepala sekolah Kim !”

“Ne !”

“Om tidak apa-apa kan kalau aku mengantar Baekhyun kedepan !”

“Ne !”

Aku pun segera memboyong Baekhyun kedepan

“Wae ? kenapa kau mendekap ku begitu erat ?”

“Entahlah ? mungkin aku merindukan mu !”
“Kau ini !”

 

***

“Haramoni kenapa kau memberikan ku blash on yang tebal ?”

“Ini tidak tebal sayang !”

“Eye shadownya juga !”

“Ini warna-warna soft tidak akan memberi efek menor diwajahmu !”

Malam ini haramoni meriasku lebih dari biasanya, gaun ku pun juga beda dari biasanya, gaun putih panjang dengan belahan sampai lutut dan lebih anggun dari biasanya,ah satu lagi higheels ku bertambah ukuran menjadi 15 cm #mampus.

“Haramoni apa lebih baik rambut ku terurai seperti biasa saja ?”

“Andwae ,aku akan sedikit membuat gulungan rambut dibagian kanan dan ku uraikan sisanya, kau harus terlihat lebih anggun !”

“Geurae !”

Aku sendiri bingung sebenarnya siapa orang yang akan ku temui.

 

“Kau sudah siap ?”

 

Woo harabeoji memakai tuxedo lengkap haha lebih terlihat tampan *eh.

“Harabeoji kita mau kemana sih ?”

“Sudah kau diam dan ikuti harabeoji saja !!!”ucapnya dingin

“Baiklah !”

Yaa yaa aku sudah takut kalau harabeoji sudah seperti itu.

 

Malam ini, aku tidak bisa memikirkan apa-apa selain OH SEHUN ! hanya dia yang kini melayang-layang di kepala ku, beginikah indahnya jatuh cintaaaaa ??? penantian 17 tahun itu tidak sia-sia , memang rencana Tuhan itu sungguh luar biasa. Omo omo kenapa aku jadi suka tertawa sendiri ? ih ih udahan ah gamau kaya gini, tapi ko setiap ngebayangin wajah Sehun pasti aja pengen senyam senyum. Aigo .. ada apa dengan kuu ? Syudah syudah ambil nafas buang nafas ambil nafas buang nafas

 

“kau baik-baik saja Mozza ?”

“Eoh?!!” suara Haramoni mengagetkan ku

“Geuromyeon , memangnya kenapa ?”

“Aku lihat daritadi kau sedikit sedikit tersenyum kemudian menggeleng-gelengkan kepala, sebentar lagi tersenyum terus memukul-mukul kepala, kau yakin baik-baik saja ?”

“Ne . Gwaenchana haramoni !”

“Choa !”

Ah sungguh, aku terlalu bertindak berlebihan, bagaimana kalau mereka tahu aku sud……. Ani ani jangan dibahas lagi itu akan membuat hati ku berdebar melebihi kapasitas ruang jantung ku. Andwae andwae coba untuk merehatkan kepala mu dari serba serbi Oh Sehun. Rileks Tara rileks, ambil nafas buang nafas ambil lagi

 

I love you Tara

 

YAAA ! kenapa kau muncul lagi dalam otak ku ?? haiiishh bagaimana caranya mengeluarkan mu ?? sekarang kau mulai menganggu ku Oh Sehun, pergi pergi !! coba rileks lagi Tara, ambil nafas buuu

 

Chu ~

 

“ANIYAAAAAAA !!!!!!” sahutku tak sadar setengah berteriak

 

“Mwo ?!! wae ?? waeyo ?!! waeyo Mozza ??!!!”

 

“Ah HAH  ?!!” aku kalah kaget

Kenapa mobilnya berhenti ? ups! apakah benar aku berteriak ?? Otteoke ?

 

“Mozza kau baik-baik saja ? kenapa kau berteriak ?”

“Ah aniya haramoni ?”

“Lalu kenapa kau berteriak ??! aku sangat terkejut !!!”

“Ah jesunghamnida harabeoji, aku…. aku…. !”

“Jaga sikap mu!!! jangan seperti itu lagi, ARA ??!!”

“Ne harabeoji !”

 

Ya BABO ! BABO ! BABO ! kenapa aku harus berteriak kencang seperti itu ?? memalukan sekali..

 

YAAA ! Oh SEHUN gara-gara kau aku kena marah harabeoji , cepatlah pergi pergi aku tidak mau mengingat mu dulu sudah cukup hari ini . Kau terlalu membuat banyak kejutan hari ini.

Mobil harabeoji tiba disebuah restoran yang besar, tetapi tidak mewah seperti layaknya restoran-restoran lain yang menawarkan bangunan megah nan elit. Restoran ini lebih seperti komplek rumah kerajaan atau rumah tradisional Korea.

 

Restoran apa ini ? kalau di Indonesia mungkin seperti saung Sunda yaa ? -_-“

 

“Kau sudah datang !”

Sementara aku masih mencoba menyesuaikan berjalan dengan higheels 15 centi ini. Harabeoji sudah disambut oleh seseorang

 

“Latara Daaniseh Mozza apakah kau tidak akan menyapa eyang mu ?”

Sontak sahutan itu membuatku yang sedang membenarkan pijakan sepatu ku, menoleh penuh semangat.

“Eyaaaaaaaaaaannnnggggg ?” ucapku sumringah

“Ne !”

Tanpa sadar aku berlari menuju eyang, dan memeluknya dengan erat. Seakan-akan lupa aku berlari dengan menggunakan higheels.

“Eyang kenapa ga bilang kalau mau kesini ? Tara kan jadi gak tahu !”

“Memberi tahu atau tidak itu sama sekali tidak penting, yang pasti kita bisa bertemu !”

“Tapi seengganya Tara kan bisa jemput eyang di bandara !”

“Ya sudah-sudah !”

 

“Shik Woo dan Min Woo sudah datang ?”

“Ne hyeong mereka ada didalam !”

“Baikah kita masuk sekarang !”

 

Eyang Min Woo sama eyang Shik Woo ada ? berarti ini bukan malam biasa , semua keluarga besar bekumpul disini. Ada apa ini ?

 

“Tara !”

“Iya yang ?”

“Kamu matikan hpmu !”

“Kenapa ?”

“Didalam akan ada acara yang penting ! lebih baik kau mematikan hp mu !”

“Geurae !”

Aneh sekali baru kali ini eyang menyuruh ku mematikan handphone, pasti acara ini begitu penting.

 

 

To : Baekhyun

Mianhe Baekkiya aku akan mematikan hp ku, nanti akan kuhubungi lagi secepatnya

 

 

“MAMAH ??!! PAPAH??! KO BISA?? KOO ?” aku histeris

 

Tanpa menunggu lama lagi aku segera memeluk pasutri itu dengan erat.

“Papah kangen kamu sayang !”

“Tara juga pah !”

Aku pun membuat beberapa menit menjadi waktu yang sangat mengharukan, aku tak berhenti memeluk papah dan mamah , benar-benar suatu kejutan yang tak terduga

 

“Kau senang Mozza ?” tanya hrabeoji

“Ne, ne aku sangat senang harabeoji !”

“Hahahaha !” tawa semua

“Mamah sama papah ko bisa kesini ?”

Semua terdiam dan saling melirik satu sama lain.

“Kenapa semuanya diam ?” tanyaku aneh

Harabeoji mulai membuka suara

“Hari ini kau akan bertemu seseorang !”

“Siapa ?”

Apa Ka Arka ?? hihihi, atau temen-temen ku ?? omooo kyaaaaaa

Tiba-tiba seorang pelayan masuk

“Tuan, tamunya sudah datang !”

“Oh iya !”

Kami sekeluarga pun segera diboyong keluar untuk menyambut tamu yang tak ku kenal itu.

 

“Siapa mah ?”

“Sudah kau lihat saja !”

 

2 mobil datang bersamaan, keluarlah seorang pria paruh baya yang segera disambut harabeoji dan ke-3 eyang ku yang lainya. Diikuti oleh mobil ke dua , keluar pasutri bersama anak mereka.

SIAL !! TARGET SALAH !!

“Selamat datang Park Uijong !”sambut harabeoji yang langsuk memeluknya

“Ah kawan lama ku Kim Jil Woo, aa~h adik-adikmu juga disini !”

“Sekarang kita sudah sama-sama berambut putih hyung !”

“Hahahaha , ya kau benar Min Woo tak terasa umur kita makin beranjak tua !”

“Ayo mari masuk !” ajak Jil Woo

 

Aku dan orangtua ku yang juga berdiri dibelakang rombongan para kakek, keberadaan ku mulai menarik perhatian kakek-kakek yang dipanggil Park Uijong.

 

“Tara ?” pekiknya

“Eoh ? ye !” ucapku membungkuk, sebenarnya aku sangat penasaran, kenapa dia mengetahui nama ku ??

 

Setelah kakek tua itu masuk, segera aku dan orang tua ku mengikuti masuk tak lupa papah dan mamah cipika cipiki sama pasutri dibelakangnya. Tentunya aku melihat anak laki-laki yang turut berjalan dibelakang orangtuanya itu, kami pun masuk bersama kedalam.

 

Perbincangan santai pun mulai saling bersambutan, dimulai dengan ketertarikan kakek Uijong terhadap ku malah jatuhnya ini kakek-kakek kepo sama gw #plakk

 

Dia terus bertanya tentang diriku, bahkan pertanyaannya kadang tak dapat ku jawab sendiri. Disela perbincangan orang tua dan dewasa ini, mataku tertaut pada seorang anak laki-laki yang sepadan dengan ku, dia memakai setelan jas hitam rapi seperti ayahnya. Aku belum mengenal siapa anak itu , tapi sepertinya dia pria yang baik sejak bertemu dia terus mengembangkan senyuman , dan aku teringat siapa lagi pria yang suka menyampakkan senyuman dikehidupan ku. Eh ngomong-ngomong mereka siapa ya ?

 

“Si Woo bagaimana dengan Indonesia ?”
“ Ah baik-baik saja hyung, perusahaan ku mulai mengalami peningkatan !”

“Baguslah !”

 

Tak terasa 2 rangkaian makan malam telah terlewat, tinggal menunggu makanan penutup datang. Acara ini tak ubahnya acara temu kangen atau reuni tepatnya untuk harabeoji dan kakek Uijong.

 

“Baiklah , mungkin sekarang waktu yang tepat untuk kita membicarakan hal yang menjadi maksud dan tujuan acara malam ini !”

“ne ne ne !” ucap para orang dewasa penuh arti

Tujuan ? maksud ? apa yang harabeoji katakan ??

 

“Tara ….” sahut harabeoji lembut

“Ye harebeoji ?” balasku tak kalah lembut

“Kau bisa duduk disana ?” tunjuk harabeoji ke meja paling ujung yang kosong.

“ segera kesana !” tunjuk Kakek Uijong menyuruh anak pria itu.

Aku bingung ada apa ? kenapa anak laki-laki itu disuruh duduk berdampingan dengan ku ? sudahlah lebih baik aku fokus untuk memposisikan diri ku sebaik mungkin supaya kaki ku tidak keram terjepit menahan beban

“Kau tentu sangat penasaran siapa laki-laki disebelah mu ?”

“Ne ?? ah ye ye !” jawab ku sambil menoleh ke arahnya

“Pria disebelah mu adalah Park Chanyeol cucu dari kawan kakek Park Uijong !” Aku mengangguk mendengar penjelasan harabeoji

 

“Sekian lama perjanjian ini berlangsung dan terikat akhirnya bisa terealisasi juga !”

“Ah kau benar Jil Woo aku sangat senang bisa melihat Tara tumbuh dengan baik !”

 

Apa maksudnya kakek itu ?

 

“Chan sudah tumbuh menjadi anak yang tampan !”

“Ah gamsahamnida !” uacp pria itu dnegan suara berat. Suaranya benar-benar membuat ku terpukau baru kali ini aku mendengar suara yang seperti ini

 

“Aku tidak percaya kalau gadis cantik seperti Tara belum mempunyai seorang kekasih !”

 

DEG

 

“Hahaha walaupun Tara mempunyai banyak teman laki-laki tapi tak pernah ku izinkan Tara untuk berpacaran !” jelas harabeoji

 

MAMPUS !

 

“Ah begitukah rupanya kau masih teringat dengan hal itu !”

“Tentu saja itu sudah terikat !”

“AH ye ye !”

 

“Apa Chan sudah mempunyai kekasih ? tentunya pria setampan chan digandrungi banyak perempuan !” guyon Min WO harabeoji

“Chan sama seperti Tara !” jawab ayahnya malu-malu.

 

“Baiklah kalau begitu tidak ada masalah dalam pertunangan ini !”

Pungkas Uijong harabeoji disertai anggukan semua orang dewasa

 

Mata ku mendelik tajam, apa aku tidak salah mendengar ? apa aku tidak salah ?

 

PERTUNANGAN ?? APA MAKSUDNYA ??

 

“Ah joesunghamnida harabeoji, aku belum mengerti !” gumamku

“Apakau belum memberitahunya Jil Woo ?”

“Begini Tara, hal ini masih terkait dengan tradisi keluarga kita. Setiap kelahiran satu cucu perempuan kami sudah memilih satu kelahiran cucu laki-laki untuk dijadikan pasanganya !”

 

“Jadi ?”

“Kau sudah dijodohkan dengan Chan sejak lahir, dia adalah pasangan yang dipilih keluarga besar untuk mu !”

 

DHUARRRRRR GLEGERRRRRR, hantaman kilat menyambar sekujur tubuh ku 1000 volt badan ku meringis tak bersuara.

 

Play : Zhang Li Yin ft Xiah Junsu timeless

 

Apa ? apa yang mereka katakan ? apa ini tujuan mereka ? apa ini yang dimaksud harabeoji ? Aku ditunangankan dengan pria ini ? pria yang tak ku kenal ? pria yang baru kutemui beberapa jam silam ? jodoh ? mereka sedang membicarakan apa sebenarnya ? mereka sedang bermain-main ???

 

“Kau membawa cincinya ? kita laksanakan pertunanganya sekarang !”

“Ah ye !” jawab orangtua ku.

“Sekarang ?” reflek ku

“Ne ! apa ada masalah Tara ?” tanya eyang Shik Woo

Aku hanya bisa menggelengkan kepala ini dengan berat.

Bahkan mamah dan papah pun mengizinkan pertunangan ini ? Air bening diujung pelupuk mata ku mulai terasa makin berat, apa yang harus ku lakukan ? tidak mungkin aku tiba-tiba beranjak dari sini, atau tiba-tiba menolak dengan keras permintaan para tetua ini ! Badan ku memanas , bergetar menahan semua rasa kesal dan amarah.

 

2 buah cincin polos berwarna putih tersodor didepan ku. Bersanding dengan manis didalam kotak berwarna merah. Bahkan terukir nama ku disana. Kapan mereka membuatnya ? benarkah malam ini juga ?

 

“Cincin ini telah dibuat tanpa sepengetahuan kalian.  Masing-masing cincin sudah diukir nama kalian !” jelas haramoni yang sejak tadi berbincang-bincang dengan kumpulan nenek-nenek lainya.

“Segera kenakan !” pinta Harabeoji yang paling dituakan disini

 

SUNGGUH AKU INGIN MENOLAK !! ANDWAE ANDWAE !! KABUR TARA ! PERGI LARILAH !!

 

Baru hari ini semua tabir kehidupan ku terungkap, Sehun membalas rasa sukaku, dan kini aku harus membagi cinta ku kepada yang lain ?? kepada seseorang yang tak ku kenal ? cukup Baekhyun dan Sehun yang membuat ku galau , ditambah dengan ini ? pertunangan sialan ini ??

 

Aku terus menatap kaku cincin-cincin itu

“Tara ? kau baik-baik saja ?” tanya haramoni

Aku masih saja diam membelenggu suara

“Taraa…taraaaa, taa raaa taa……..”

 

Suara mereka mulai menghilang dari keramaian persimpangan didalam kepalaku, aku tidak bisa mendengar apa-apa ? aku hanya bisa melihat wajah mereka yang terus menatapku dengan bingung

Kepalaku berat, semuanya putih, gelap,

 

“Taraaa, taraaa !” hingga aku tersadar setalah mamah menggoyang-goyangkan badan ku.

“haaah ?” tanya ku sendu

“Segera pakaikan cincinya !” pinta mamah

Tolong pikir dengan logika !!! gadis mana yang mau dijodohkan dengan pria yang benar-benar belum ia kenal ?? BENAR-BENAR BELUM IA KENAL !!! Apakah ada Siti Nurbaya di Korea ini ?? dikota medern seperti SEOUL INII ?? kenapa budaya perjodohan dibawa-bawa ?????!!! AISHSHHHHH !!!

 

Pria disampingku mulai mengambil cincin yang masih terbingkai manis disana, dia mengambil cincin yang lebih kecil dari cincin disampingnya. Setelah mata tertuju kearah pria yang dipanggil Park Chanyeol ini kini dengan otomatis semua mata kini memandangi ku menunggu kapan aku mengambil cincin yang kini berdiri kesepian disana.

 

Terlalu banyak desakan, tidak ada pertimbangan, tidak ada diskusi, terlalu berat, terlalu menyakitkan .

 

“Taraa tunggu apalagii ??” desak para haramoni

 

Dengan ragu-ragu aku segera panjangkan lengan ku kearah cincin itu, sungguh berat daya gravitasi memuncak diwaktu ini. Jika bisa aku berharap tangan ku tak bisa menggapai cincin yang sedang melenjang sendirian, tetapi gagal ! aku sudah terlanjr menyentuhnya, dan kini semu harapan ada ditangan ku.

 

Aku segera mencabut cincin itu perlahan. Penuh dengn getaran yang membuatku ingin melempar cincin ini jauh-jauh.

 

Laki-laki ini sudah mengubah posisi duduknya dan memposisikan dirinya untuk bisa duduk berhadapan dengan ku. Aku tak mau melihat wajahnya, aku hanya ingin menunduk dan berpura-ura ini tidak pernah terjadi. Tapi , satu yang membuat ku tak berkutij dan tak berdaya

 

Harabeoji dan eyang tersenyum ke arah ku senyuman yang begitu bahagia, seakan-akan memberi petunjuk untuk ku “kami sangat senang” tapi aku sama sekali tidak senang, tapi apa aku harus membuat layu senyuman-senyuman itu ? selalu terhimpit diantara perasaan dan tradisi.

 

PikirkanTara ini semua untuk keluarga besar mu ! demi senyuman harabeoji !! demi harga diri keluarga besar mu !!! Papah dan mamah yang rela telah datang ke sini ! Tidak ada perdebatan lagi Tara !! lakukan untuk kebahagiaan orang banyak ! untuk keluargamu , KELUARGA !

 

Aku segera menghadap kearah pria didepan ku. Ku dongakan kepala ini kearahnya dan kucoba tunjukan senyuman manis ku walaupun sedikit memaksa, sudah menatap wajahnya yang penuh harap aku seger kalungkan cincin ini dijari manisnya

“hahaahahah !”

Aku bingung kenapa semua orang disini tertawa

“Nampaknya Tara ingin segera menikah dengan Chan hahaha !”

Aku segera menatap pria disampingku dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Cincin melingkar ditangan kanan bukankah artinya menikah ?” ucap pria itu dengan suara beratnya

“Tara kau salah memasangkan cincin nak !” sahut papah

Aku tidak ingin tertawa mungkin bagi mereka ini lucu, tapi dimanapun tempatnya aku masih tetap akan bertunangan.

 

Segera aku pindahkan cincin itu untuk aku lingkarkan ditangan kirinya.

 

Tanpa menunggu lama, pria disampingku segera meraih tangan kiri ku, dan melingkarkan pula cincin putih yang sudah terukir dengan namanya. Ia segera tersenyum dengan sumringah.

 

Apakah dia bodoh ? apa dia menerima pertunangan ini dengan begitu SAJA ??? Tidakkah dia menolak ditunangkan dengan wanita yang belum ia kenal ??

 

“Kita akan berbesan tuan Park !” sahut papah

“Ah ye, ye semoga hubungan putra-putri kita bisa lancar !”

“Tentu tentu !”

Kini 2 keluarga sedang tersenyum senang dan lebar. Kecuali aku yang serasa ditusuk dari belakang, tanpa ada pemberitahuan tiba-tiba pertunangan ini terjadi.

 

“Kenapa disini ?” suara berat itu tiba-tiba terdengar lagi. Aku segera mendongakan kepala ke arah suara

“Park Chayeol-ssi ?”

 

Aku sama sekali tidak merubah posisi duduk ku diluar teras. Aku masih duduk termenung memandangi gelapnya langit malam yang temaram

“Boleh aku tanya sesuatu ?” pekik ku

“Ne , apa ?”

“Apa kau mengetahui pertunangan ini ?”

 

Pria itu mulai berpikir sambil memposisikan dirinya untuk duduk disamping ku

“Ne !” ucapnya singkat

“Kau menerimanya ?”
“Ne !”

“Dengan begitu saja ?”

“Apa kau tidak menerima pertunangan ini ?” tanyanya balik

“A.. ak aku menerimanya, hanya saja terasa begitu cepat !”

“Benarkah ?”

“Oya kenapa kau mau menerima ini ? bahkan kau tak pernah melihat ku bukan ?”

“Aku adalah tipe pria yang suka berteman dengan banyak orang, dan kebaikan ku kadang membuat beberapa wanita salah mengerti dan itu membuat ku sedikit yaa merasa bersalah karena harus memupuskan harapan para gadis-gadis itu ! Mendengar aku akan ditunangkan jujur aku sedikit terkejut, apalagi aku tidak mengetahui secara jelas siapa gadis itu ! yang aku yakini keluarga ku pasti memlih wanita yang terbaik untuk ku jadi aku menerima pertunangan ini dan dengan ini aku tidak akan pusing-pusing menolak wanita lain, karena aku sudah dimiliki oleh orang lain !”

“Maksud mu aku ?”

“Yaa siapa lagi wanita yang bertunangan dengan ku ? apa kau benar-benar belum mempunyai teman dekat pria ?”

“ Aku mempunyai banyak teman pria dan aku dekat dengan mereka semuanya !”
“Ternyata kau lebih mengagumkan dari apa yang aku bayangkan !”

Aku hanya bisa tersenyum simpul, kami pun terlibat dalam perbincangan yang ringan dan sejenak aku lupa kalau kami baru saja bertunangan tadi. Sekilas aku melihat cincin yang melingkar dijari manisnya dan itu semua mematahkan kembali senyuman ku.

 

Walaupun ini pertemuan pertama ku dengan Chanyeol aku sudah merasakan kalau dia adalah pria yang baik dan menyenangkan hanya saja aku tidak bisa menerimanya sebagai tunangan ku, andai saja dia datang sebagai teman ku bukan tunangan ku dengan senang hati aku akan menerimanya.

 

“Perjamuan makan malam ini benar-benar sangat menyenangkan !”

“hahahaha, tentu tentu nampaknya kita akan lebih sering mengadakan acara makan malam seperti ini !”

“Semoga pertunangan ini bisa menjadi hubungan yang bisa mendekatkan keluarga kita !”

“Tentu tentu Uijong !”

 

“Taraa senang mengenal mu !”

“Aku juga !”

“Baiklah aku pamit !”

“ne !”

 

Mobil mereka pun satu persatu mulai meninggalkan pelataran parkir, kini tinggal kami yang bersiap untuk pulang. Melihat keluar dari dalam mobil rasanya semakin gelap dari kelihatnya. Bayangan ku didepan kaca pun remang-remang membuyar dengan pikiran ku yang melintas jauh terbang.

 

 

 

Sesampainya dirumah aku tidak banyak bicara yang aku perlukan hanya kamar ku melucuti semua kain-kain yang menyelubungi ku segera menanggalkanya dan pergi tidur.

 

“Taraaa !” sahut suara wanita ayng sudah kudengar.

“Mama ?” ucapku yang sedang duduk didepan meja rias membersihkan semua make up yang menempel di wajah

“bagaimana rasanya sudah bertunangan ?”

“Biasa aj mah, nothing special !”

“Emm boong, orang cowoknya cakep loh, kelihatanya juga baik malah !” ucap mamah sambil duduk diujung kasurku. Aku segera berbalik badan kearah mama dengan kapas yang masih aku elap disekujur wajah ku

“Mah mamah udah tahu tentang ini ?”

“Iya, ini kan uda ada ditradisi nak !”

“Kenapa ga bilang ama Tara kalau Tara bakal dijodohin !”

“Loh ? kirain mamah kamu bakal dikasih tahu disini ! mamah ga ngasih tahu soalnya mamah juga ga yakin tradisi jodoh-jodohan masih ada, mamah sama papah aja ga dikasih tahu sayang siapa calon tunangan kamu !”

“ishh !”

“Loh ko sebel sih ? dapet tunangan yang cakep ko marah-marah ! jangan-jangan anak mamah in udah pacaran diem-diem yah ?”

DEG

 

“idih mamah apa-apaan sih ? nggak juga ko !” jawab ku gelagapan.

“Loh kalo enggak kenapa gelisah kaya gitu ? emang siapa nak cowonya ?”

“Cowok apa sih mah ? gak ada !”

“Masa Tara ga punya temen disekolah ?”

“Ya punya sih, tapi engga……”

“Engga apa ?”

 

Cerita ga ya sama mamah kalau aku udah pacaran ? duh gimana ini ? ga mungkin juga kan nyerita sama mamah kalau ciuman putrinya ini udah diambil orang bukan sama pacarnya lagi, sama cowok tanpa status.

 

“Udah ah mah Tara ngantuk !” gumam ku yang langsung menyambar kasur tanpa ampun

“yaudah besok aja kita ngobrol-ngobrol mamah juga capek nak !”

“Malem mah !”

“Malem sayang, sleep tight honey !” kecup mamah

 

Aku pun segera rtenggelam dalam selimut dan segera ikut ke alam peraduan sang bunga tidur

 

***

 

Wajah ku mulai terasa hangat, terpaan sinar mentari yang masuk dari jendela kamar membangun kan ku. Semua raga ku belum berkumpul tapi aku penasaran jam berapa ini ??

“jam berapa ini ?’ gumamku dengan raut wajah yang kebingungan

 

“OMO udah jam 9 ???!!” aku segera membanting kepala keatas bantal dan kembali menggeliat.

Aku segera tersadar “YA AMPUN GAK SEKOLAHH ????” sahutku melengking. Kepala ku pun terasa lebih berat dan akhirnya daripada pusing-pusing lebih baik tidur kembali.

 
Kriukk kriukkk

 

Perutku sudah memberi sinyal untuk diberi makan, tampaknya tidur tanpa memberi makan tidak bisa sepulas biasanya, Segera aku pergi kekamar mandi untuk mencuci muka dan menyegarkan badan ku.

 

Aku segera turun ke bawah karena rumah mulai sepi, pasti harabeoji udah berangjat kerja, eyang-eyang juga kelayapan bareng si papah, mamah ikut haramoni gak yah ?

 

Baru setengah jalan dari tangga , hidungku langsung dimanjakan dengan wangi memasakan yang aku hafal tapi jarang aku makan disini.

“Bau pepes ikan ??” heran ku, aku pun tak melambatkan lagi segera aku turun ke tempat yang memungkinkan terdapat bebauan seperti ini.

Aku segera melihat perempuan dengan baju merah mudanya dengan gelungan rambut dibelakang kepalanya sedang asyik bergelut dengan para panci dan bumbu dapur lainya.

“mamah masak apa ?”

“Kamu udah bangun nak ?” tanya wanita cantik itu masih sibuk dengan pancinya tanpa melihat putrinya ini

“Iyah Tara ampe lupa hari ini gak sekolah !”

“Kecapean ya sayang ? tapi tadi om kamu udah bikin izin buat kamu ga sekolah !”

Aku segera duduk dikursi dekat meja didapur dan segera menyambar sedikit cemilan yang tertata rapi diatasnya.

“Izin gimana ? orang Om Kim kepala sekolahnya mah !”

“Haha kamu udah lapar nak ?”

Aku segera mengangguk antusias

“papah mana ?”

“Papah tadi pergi bareng eyang-eyang kamu !”

“Ooohhh ! Masak apa sih mah ?”

“Ini loh pepes ikan kesukaan kamu , gimana kangen ga sama masakan mamah ??”

“yaiyalah mah 3 bulan lebih Tara ga makan masakan mamah, kangen masakan Indonesiaa !”

“Yaudah makan cepet sayang, kasihan anak mamah udah siang gini belum sarapan !”

“udah jam setengah 1 gini bukan sarapan kali mah , makan siang ! kenapa juga pada ga bangunin Tara sih ?”

“Tadi mamah mau bangunin, tapi kata nenek kamu gausah biarin aja, pasti Tara kecapean gitu katanya nak !”
“Ohhhh gituuuu !”

“Nih pepesnya udah mateng satu nak, Tara duluan aja makan !”

“Mamah enggak ? mamah bisa nanti , kamu kan belum makan apa-apa ! mau mamah bikinin susu ?”
“Engga ah mah, masa makan pepes ikan temenya susu , ga cocok mah ngajak cerai itu mah !”

“Yaudah minum air dulu sayang ntar tenggorokanya seret !”

Bener kata mamah, baru bangun terus diajak ngobrol pula  bikin tenggorokan nambah seret. Tanpa banyak babebo aku ngambil segelas air putih diatas meja yang tak jauh didepan ku.

 

“Nih masih anget sayang ayo cepet makan, nih nasinya juga pulen beras pandanwangi langsung dari cianjur!” #bawatempatasalaauthor

 

Baru aku mau menyendok satu gudukan ansi, tiba-tiba bibi memanggilku

“Nona Tara ada yang mencari didepan !”

“Siapa bi ?”

“Teman nona ?”
“Hah ? bentar yah mah Tara kedepan dulu iya !”

Siapa yang dateng ? emang sekolah udah bubar yah ? jam 1 sih, kayanya udah bubar. Tapi siapa yah ?

Daripada nebak-nebak penasaran lebih baik cepet didatengin.

 

Aku segera berjalan keruang tengah dan ketika itu juga aku segera mendapati seorang namja tampan sedang duduk manis menanti ku lengkap masih memakai seragam sekolahnya. Senyumku tiba-tiba mengembang rasanya rindu sekali melihat wajahnya

“Baeeeekhyuuunnnn !” panggil ku memanja.

Tak kuduga, tak kusangka ia segera terperanjat dari duduknya dan berlari memeluk ku.

“Syukurlah kau tidak apa-apa , aku sangat khawatir apalagi tadi kau tidak sekolah !”

“maaf aku tidak bermaksud membuat mu khawatir !”
“Kenapa handphone mu mati ? aku tidak bisa menghubungimu !” tanyanya masih memeluk ku

“Oh itu….. eh bentar !” tahan ku sambil melepaskan pelukanya

“Lebih aman kita duduk saja, tidak baik begini terus !”

“Ah kau benar, mian !”

Aku segera menarik tangan Baekhyun untuk duduk disampingku, ahhhh rindu sekali rasanya ke namja yang satu ini, aku tidak bisa melepaskan tanganya dari bungkusan telapak tangan ku.

“Maaf Baeki tadi malam aku lupa menyalakan lagi handphone !”

Dia masih menatapku dengan raut wajah yang masih khawatir

“Tapi kau baik-baik saja kan ? sungguh?” tanyanya dengan tatapan nanar sambil membelai pipi ku.

Aku pun segera menjaring lengan Baekhyun supaya tidak menjalar kemana-mana dan menempatkanya ditanganku “Aku baik-baik saja sungguh !” ucapku meyakinkan. Dan akhirnya senyuman yang aku tunggu-tunggu bisa kudapatkan manis dari wajah kekasih ku ini. Aigooo tampan sekali dia.

“Neomu bogo shipeo !” ucapnya manis

“Nado !” balas ku tersenyum. Aigoo betapa indahnya senyuman diwajahnya, kalau saja aku bisa aku inginn

 

“Tara siapa itu nak?” panggilan mamah kontan membuat tangan ku reflek melepas genggaman tangan Baekhyun

“Ah oh ini , euh ini temen Tara mah kenalin !”

“Oh temenya Tara !”

“iya Mah !”

“Byun Baekhyun imnida !”

“Saya Mamahnya Tara !”

“Suatu kehormatan, saya bisa bertemu dengan mamahnya Tara !”
“Manis sekali, kau sudah makan Byun ?”

Mamah ingetnya Indonesia aja, nyamber nama depan doang.

“Baekhyun mah, jangan dipanggil Byun !”

“AH benarkah ?”

“Tidak apa-apa tante !”

“Tuh gapapa ko ra ! ayo makan dulu !” ajak mamah lembut

“Ah ?” Baekhyun bingung

“Ayo ikut makan baru aja Tara mau makan !” ajak mamah mulai maksa

“Ayo ahh !” tarik mamah kasar

 

Semoga ga ketahuan deh semoga aj gapapa . Akhirnya aku, Baekhyun dan mamah duduk dimeja makan berderet rapi, diatas meja makan udah ada nasi pulen tadi, pepes ikan , tahu goreng, tempe bacem pokonya Indonesia banget.

“Byun pernah nyoba makanan Indonesia ?” Baekhyun menangguk pelan sambil menatap aneh makanan diatas meja

“Kalau makanan ini jarang mungkin yah ?”

Baekhyun tersenyum malu-malu.

“Ini makanan kesukaan Tara, ini nih pepes ikan sama tahu goreng !”

Aku hanya duduk cengo ngelihatin mamah ngobrol sama Baekhyun.

“Yaudah Tara temenin Byunya makan !”

“Iya mahhh !”

Padahal udah sering makan berdua bareng Baekhyun, tapi ko sekarang agak-agak canggung yah ?? hihi aneh ah

“Sini piringnya……..” aku segera menyambar piring nasi Baekhyun

“Nasinya segini cukup ?” Baekhyun mengangguk

Aku segera mendekatkan semua makanan kearah Baekhyun supaya ia bisa mengambilnya dengan mudah.

“Iniiii pepes ikaannn ??” tanyanya aneh

“Iyaa, aneh ya baru lihat ? cobain deh enak loh ?”

Baekhyun masih mengernyitkan keningnya melihat seekor ikan mati tidur diatas pelapah daun pisang dengan bumbu kuning nan wangi menyelimuti tubuhnya.

“Sini cobain, aaamm …” suap ku

Walau ragu-ragu akhirnya Baekhyun memakan secuil daging ikan itu

“Otte ? mashitta ?” tanyaku penasaran

Baekhyun masih memutar-mutar bola matanya, mencoba terus memahami rasa yang ada dimulutnya. Dia pun mengangguk perlahan. Dipikir-pikir ko kaya istrinya ya ? pake acara miringin nasi segala ?? haha

 

“Enak sayang !”

“Iya ? kamu suka ?”

“Ne !”

Senangnya dia suka masakan mama. Eh eh bentar tuh anak manggil apa tadi ?? sayang ? ga salah? Sayang s-a-y-a-n-g ?? jjang jjang jjang ahahaha #tarakesenenganpermirsah

 

Lucunya lihat Baekhyun makan, jadi udah kenyang cuman ngelihatin dia aja. Pacar gw itu xixixixi

 

“Kenyang banget !”seru Baekhyun

Aku hanya bisa tersenyum melihatnya.

Setidaknya aku bisa mencurahkan kasih sayang ku pada Baekhyun untuk sekarang melihat senyuman yang mengembang diwajahnya, aku tidak mungkin memberitahunya kalau aku sudah ditunangankan.

 

“Taraah …!” panggilnya membuyarkan ku

“Ne ?” tanya ku

 

Perasaan canggung mulai menerpa kami ber-2, tatapan mataku terpaut satu sama lain, hanya ada 1 jalur pandangan . Baekhyun terus menatap ku seksama seakan-akan hanya ada diriku didalam matanya, tubuhnya mulai mendekat , aku mulai memejamkan mata

 

“Tara udah makanyaaa sayanggg ?” tanya mamah tiba-tiba

 

Aku dan Baekhyun langsung bertingkah gelagapan gak karuan.

“Oekkhhmm eukhmm !” Baekhyun berdehem keras.

“Udah mah !”

 

“Gimana masakan tante Byun ? enak ?”

“Iya tante enak sekali !”

“Makasih yaa !”

 

Sungguh detik-detik yang sangat disayangkan, yasudahlah tidak apa-apa. Sore pun menjelang tak terasa aku, Baekhyun dan mamah sudah tenggelam dalam perbincangan yang sangat seru.

 

“Kalau begitu saya pulang dulu tante, terimakasih untuk makan siangnya !”

“Iya ga usah sungkan Byun !”

“Ne, Tara aku pulang !”

“Hati-hati Baekhyun !”

“Ne, anyeong !” gumamnya sambil meninggalkan aku dan mamah diteras depan.

 

“Dia anak yang baik ra, bener bukan pacar kamu ??”
“Mamaahhh ! mamah ga lihat ini apaan ?” ucapku sambil menunjukkan cincin yang melingkar dijari manis ku

 

“Iya iya, anak mamah kan udah ada yang punya ya !”

 

Mamah maafin Tara, tapi masa Tara bilang kalau itu pacarnya Tara?? nanti mamah nganggep Tara kaya gimana coba ?

 

 

THE END part 8 tamat permirsah huahua

 

To be continued

 

Gimana ?? jadi gak rame yah ??hihi maaf author lagi kehabisan imajinasi kekeke

RCL-nyaa cemuu u kuu

 

16 pemikiran pada “Extraordinary Love (Chapter 8)

  1. Sehun — Baekhyun — Chanyeol …
    Pilih yang mana hayoooo 😀
    Bingung nih thor, yang mana main cast nya..
    Yang jadi mate nya Tara itu sapah? Sehun kah? Baekon kah? ChanChan kah?
    Bingung sekaleh diriku iniiii … -_-
    Dilanjut chapter 9 nya ya thor ^^

  2. Haayooo tara bakal pilih yg mna? Aduh, jd byangin baekhyun makan pepes ikannya?? Gmna mukanya ya??? Aduuuuuhhh melting *mimisan*
    Di tunggu next chapnyaa 😀

  3. itu tara sebenernya suka sama sehun apa baekhyun sih?
    itu kenapa chanyeol tiba-tiba muncul?
    haduuh author bikin bingung nih
    kasian sehunnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s