Love is Able (Chapter 1)

Author : Lvyhuna (@luvitayusa)

Title : Love is Able

Cast:

  • Main Cast :          Han Ji MI

Lay [EXO-M]

Oh Sehun [EXO-K]

  • Supporting cast :              Marry Karina      aka         Jimi bestfriends

 

Length : chaptered

Genre : Teen, romantic, school


Sebenarnya totor rada ripuh bikin judulnya. Ga tahu dari mana tiba-tiba ada tulisan Love is Able ga tahu artinya ga tahu maksudnya #authorkoplak ! maksudnya mah ini teh cinta itu bisa disiapa aja !! dimana aja !! dialami siapa aja !! mau cantik ke ? engga ke ? yang gendut ke ? yang langsing ke ? yang pendiem ke ? yang rieweh ? pendek ke  jangkung ke ?? semuanya bisa ngalamin cinta begonoh maksudya Love is Able. Yaa terserah lah gimana reader ngenerjamahin ini judul, baca sajoo okaaahh, ntar pasti ngerti da . Mian nih nya kalao judul rada kurang nyambung tapi niat author bai da. Okzz hasemeleh bleh bleh . Happy Reading


##########

 

“Aku menyukai mu Han Ji MI, jadilah pacar ku !” pinta seorang anak laki-laki ditengah lapang menghadap ke seorang gadis yang masih ternganga tak percaya

“Wae ??” ucap gadis itu polos

Semua mata kini terus memandangi mereka ber-2 semua MATA!!! #dipertegas bahkan siswa yang sedang ada dilantai 2 pun membuka lebar jendelanya dan menatap mereka ber-2 penuh rasa ingin tahu.

“Keundae wae ? kau harus jawab itu dulu , baru aku bisa memikirkan jawaban apa yang akan ku berikan pada mu !”

“Ne ??”intonasi pria itu bingung

“Kupikir kau menyukai ku ??”
“Ne, itu benar aku menyukai mu, tapi aku ingin tahu kenapa kau bisa menyukai ku ?”

Anak laki-laki itu masih diam tak bergeming

“Ini tidak mungkin, aku sendiri sadar aku tidak pantas menyukai mu, aku tidak cantik, aku tidak pintar, tubuh ku tidak seksi, tidak ada yang istimewa dalam diri ku, aku ini hanya wanita bulat dengan 2 buah telur menggantung dipipi ku, teman-teman laki-laki dikelas ku bahkan tak mau mendekati ku, tapi kau, kau yang aku kagumi membalas rasa suka ku ! apakah itu wajar ?”

Suasana menjadi hening, angin pun turut mendengarkan, semua siswa yang ada dilapang maupun dikelas, sejenak membisu khidmat mendengarkan ungkapan wanita tambun itu.

“Aku tidak mengerti apa tujuan mu mengatakan hal itu padaku, aku tulus mengagumi , aku pun senang walau hanya mengagumi dari jauh itu sudah cukup bagiku, kau mengatakan kau menyukaiku sebelum orang lain aku sendiri tidak akan percaya, maaf kan aku !

Tutup gadis itu seraya meninggalkan pria itu berdiri sendiri ditengah lapang, sorotan mata kini terus mengarah ke gadis yang mulai meninggalkan lapang.

“Kau tahu apa tentang pantas dan tidak pantas ? kau tahu apa tentang hati ku ? kau tahu apa tentang orang lain ? JAWAB AKU HAN JI MIII !!” teriak pria itu.

Gadis yang dipanggil Han Ji Mi itu pun terhenti langkahnya dan membelakangi pria yang meneriakinya.

“Apa kau masih tidak mengerti ?” ucap Han Ji Mi membuka suara

“Aku tidak pantas dengan mu, orang-orang akan tetap merasa aneh kalau melihat kita bisa bersanding, tubuh ku ini bulat sedangkan wanita-wanita yang mengelilingi mu itu jenjang !”

“Tunggu ……!”

Pria itu segera mengejar Han Ji Mi yang membelakanginya, ia segera meraih pundaknya dan …………..

 

2 Bulan sebelumnya

 

“Jimiya jangan makan terlalu banyak ini masih pagi, kau sarapan seperti orang kesurupan !”

“Eomma!! hari ini ku ada ulangan aku harus mempunyai energi extra !”
“Lihat badan mu , kau semakin bulat saja !”

“Aku sedang masa pertumbuhan jadi ini baik untuk ku !”

“Kau ini!! kelak kalau ayah mu pulang dari Jepang dia pasti akan sangat terkejut melihatmu sebesar ini !”

“Eomma ! berat badan ku belum mencapai 85 Kg , lagipula aku tinggi jadi aku tidak terlalu terlihat gemuk !”

“Tinggi mu hanya 165, apa kau pikir dengan menambah 3 cm kau akan terlihat langsing ?!!!”

“Eomma, jangan mengajak ku berdebat, aku sedang makan !”

Setiap pagi Han Ji mI tidak akan lupa untuk makan nasi, 1 piring nasi adalah hal yang lumrah, kadang ia bisa menghabiskan 2 piring nasi setiap pagi. Ia selalu berkilah makanan yang ia makan tak akan menjadi lemak karena ia selalu berjalan kaki dari rumah ke sekolah.

“Pagi Jimi !” sapa Karina teman bulenya dari Australia

“Morning, Karin !”

Han Jimi adalah siswa kelas 2 SMA bersama temanya Marry Karina, mereka bertemu sejak 1 SMA dan menjadi sahabat karib sampai sekarang,. Han Ji Mi adalah siswa yang lumayan pintar dikelas, ia tidak terlalu bodoh tapi tidak begitu jenius ia menjadi siswa yang standar seperti siswa lainya. Dengan tubuhnya yang paling tambun diantara teman-temanya Jimi selalu menjadi bahan perolokan , ia sudah terbiasa dan sudah tak mempersalahkan omongan-omongan teman-temanya itu, tapi bukan Karin kalau tidak marah namanya, ia selalu menjadi orang pertama yang akan mengamuk mendengar sahabatnya itu diperolok.

“Jimiya bisakah kau sedikit tegas ? begitu saja kah kau membiarkan semua orang mengolok-ngolok mu ??!!“

“Biarkan saja, mereka juga akan lelah sendiri !”

“Tapi aku panas mendengarnya, mereka selalu mengatakan kamu gendut gendut dan gendut apakah mereka tidak mempunyai kata yang lain ??!”

“Kata yang lain ?? maksudmu aku gemuk ? tambun ? bulat ???”

“Bukan begitu maksudku !” ucap Karin bersalah

“Sudahlah tidak apa-apa memang kenyataanya seperti itu, aku memang wanita bulat !”

Jimi begitu rendah hati mungkin kelewat menjadi rendah diri, ia selalu mengalah kepada orang yang ia anggap lebih dari dirinya, ia tak berani untuk berbicara didepanya, ia selalu menunduk setiap berjalan dikoridor, dikantin dimanapun ia bertemu orang yang lebih cantik darinya.

“Aku benci melihat kelas 2A !”

“Kenapa ?”

“Mereka selalu duduk ditempat yang sama berkumpul dengan orang-orang populer disekolah , ahhhhh mereka itu hanya pemanis bukan pemain sesungguhnya !”

“Aku ingin seperti mereka, mempunyai paras yang cantik, tubuh yang langsing , ahhhh masa-masa yang entah kapan aku dapatkan !”

Disela perbincangan Jimi dan Karin, tiba-tiba Serin salah satu siswa kelas 3A tak sengaja melihat sapu tangan Jimi yang mengundang perhatianya

I Love Oh Sehun ? apa ini milikmu ?”tanya Serin menegaskan

Jimi yang gelagapan berniat mengambil saputanganya dari tangan Serin

“Yaaa ! kembalikan !” bentak Karin

“Apa kau tidak malu menyukai pria setampan Sehun dengan tubuh bulatmu ?”

“Tidak ada hubunganya dengan itu ! berikan sapu tangan teman ku !” teriak Karin

“Serin-ssi bolehkah aku minta kembali saputangan ku ?”

“Wae ? entah apa yang kau pikirkan ?? kau berani menulis nama Oh Sehun disapu tangan mu ?? memangnya kau siapa ?!!”

“Maa maafkan aku , aku tidak akan membawa sapu tangan itu lagi !”

“Yaaaa ! Jimiya lawan dia bukan hanya menunduk !”

“Baguslah kalau kau mengerti !”

Jimi yang masih menunduk meminta saputanganya dikembalikan, tiba-tiba terlintas pikiran jahat dibenak Serin

“Semuaaaa coba lihat kesini !” ucap Serin tiba-tiba mengalihkan seluruh perhatian siswa yang sedang ada dikantin, berikut Sehun teman sekelasnya yang sedang duduk bersama teman-temannya

“Terutama kau Sehun !” tunjuk Serin kearah Sehun, membuat Sehun terkekeh melihat kelakuan Serin diatas kursi kantin

“Tadi aku baru saja menemukan sebuah saputangan pink ini ………..”

Jimi benar-benar terkejut, melihat tindakan Serin yang tiba-tiba ini

“Kau tahu apa yang tertulis disaputangan iniiiii……….. ?” tanya Serin dengan nada yang membuat penasaran

“Apa-apa ? apa-apa ?” sahut anak-anak penasaran

“Dengarkan dengan cermat ! Hey Oh Sehunnn !!” panggil Serin

“Mwo ?” ucap Sehun yang masih meminum susu kedelainya

“Dengarkan ini baik-baik !”

Jimi sangat gelagapan melihat apa yang akan dilakukan Serin, Karin yang tidak terima ia segera menghampiri Serin

“Kembalikannnnnn !” tarik Serin

“Tidak –tidak !”

“Yaaa yaa singkirkan wanita itu !” ucap teman-teman Sehun

Sehun masih saja dengan coolnya meminum susu kedelainya (#ingetbaik-baikcaraminumsehun). Sehun dan teman-temanya hanya bisa terkekeh melihat antek-antek mereka menyingkirkan Karin dengan satu ketekan.

“Lanjutkan Serin !” pinta gerombolan Sehun

“Disini tertulis, kau penyemangat ku , kau lah jiwa ku !”

“Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu !” ricuh seluruh siswa, begitu pula Sehun yang tertawa sambil menaik-naikan pundaknya bak risih dengan tulisan yang dibaca Serin.

“Itu milik siapa ?” tanya anak-anak

“terakhir disini tertulis Oh Sehun love ……”

“Siapa ?” tanya anak-anak makin penasaran

“Han Ji MI !”

“Mwoooo ? Han Ji Mi si gendut itu ??”

“Si gendut itu ???” tanya anak-anak memastikan

“Kalian benar !”

“Hahahahhhhhhhhahahahahahah……… !” gelak tawa pun mulai terjadi

“Sehun kau mempunyai dorrprize yang sangat besar !” ledek teman-temannya

“Kau mempunyai pacar seorang beruangggggg !” tambah teman-temanya sambil menirukan gaya beruang

“Yaa ! kalian ini , mana mungkin aku !” ucap Sehun tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepala tanda tak mau .

Tiba-tiba gerombolan Sehun yang dikenal sebagai orang-orang paling berpengaruh dan terkenal disekolah ini, segera menggusur badan Jimi yang berat dan menariknya ketengah-tengah kerumunan.

“Ini dia pacar Oh Sehun yang baru jiwa kuuuu, penyemangat kuuuuuuuuu hahahahahahahahhhhhhhahahah !” ledek teman-temannya

“Mana mungkin Sehun mau dengan wanita potongan seperti ini !” leceh teman wanita Sehun

“Sehun menyukai wanita yang berkaki panjang, berleher jenjang, dan langsing tentunya, ku kira tak ada sedikit pun bagian itu yang tertera ditubuh Jimi kecuali ….”

“Kecuali apa ?”

“Lemak-lemaknya hahahahahahahah !”

“Sudah sudah kalian ini !” pinta Sehun

“Apa kau menyukainya Sehun ?’ tanya anak-anak itu

“Mana mungkin !” ucap Sehun singkat

Jimi ditertawakan oleh seluruh siswa dikantin , ia sangat malu pipinya menyala padam, hatinya sangat terbakar, badanya terasa panas, ia pun segera menarik dengan kasar saputangan yang ada ditangan Serin dan pergi berlari ke luar kantin.

2A adalah tempat berkumpulnya para siswa dan siswi terpopuler disekolah berikut Oh Sehun dan Serin yang terdaftar didalamnya, Sehun menjabat sebagai wakil ketua siswa disekolah , selain itu ia juga adalah atlit unggulan basket disekolahnya. Ia sangat pandai dalam hal olahraga dan begitu berwibawa ketika menjadi seorang wakil ketua menambah pesona Oh Sehun dimata teman-temanya terutama kaum hawa. Setiap hari Sehun selalu mendapat hadiah dari adik-adik kelasnya maupun teman-teman sengakatanya, namun ia dengan tegas menolak semua hadiah itu karena itu sangat merepotkan bagi dirinya untuk menerima dan membawa hadiah-hadiah mereka yang tak hanya satu. Tak ada satupun siswa yang menyangkal pesona Sehun, termasuk Han Ji Mi yang menyukainya sejak mereka kelas 1, namun Han Jimi tahu benar kekagumanya hanya sebatas fans dengan idola, ia tahu begitu sulit dan tidak mungkinnya ia bisa bersama-sama dengan pujaanya, terlalu jauh jarak yang terbentang diantara mereka. Hanya Karin satu-satunya wanita yang tidak menyukai Sehun, ia mengakui kalau Oh Sehun itu memang tampan dan itu kenyataan yang tak bisa diganggu gugat, tapi sifatnya, teman-temanya, kepopulerannya membuat Karin makin lama makin tidak menyukainya, ia hanya menghargai perasaan JiMi sehingga ia mampu mendengar semua keluh kesah tentang oh Sehun dari Jimi.

“Kau tidak apa-apa ??” tanya Karin menemui Jimi ditolilet wanita

“Tidak highigs !”

“Ku bilang juga apa ? menyukai Oh Sehun adalah kesalahan terbesar !”

“highigs !”

“Sudah jangan menangis !”

“Apa aku memang wanita yang jelek ? tidak menarik ? dan menjadi satu-satunya wanita yang dihindari para pria disekolah ini ?”

“Sudahlah jangan memikirkan perkataan mereka, mulai sekarang lupakan dia !”

Jimi masih menangis sesegukan dikamar mandi, tentunya ia sangat terguncang setelah dipermalukan Serin didepan teman-temanya.

“Itu dia wanita yang berani menulis nama Sehunn !”

“Oh jadi si gendut itu !”

“Berani sekali si gendut itu menulis nama Sehun disapu tanganya !”

“Dia pikir dia cantik ?”

“Dia benar-benar memalukan !”

Cibiran-cibiran itu terus Jimi dan Karin dengar sepanjang koridor sekolah, peristiwa tadi ternyata telah merebak keseantero sekolah dengan begitu cepat.

“Apa kau pikir kau lebih cantik dari ku ? lebih cantik daripada Ri Ma?”

“Kau mau apa Sungyeon ???  apa kau tidak lihat ?? Jimi masih terkejut dengan hal tadi !”

“Tentu saja dia harus sadar diri, Sehun hanya pantas bersanding dengan RiMa, wanita tambun seperti mu mana mungkin dilirik Sehun !”
“Sudahlah Sungyeon, kupikir dia sudah cukup terguncang dipermalukan hari ini !” tambah RiMa sinis

“Kaja !” ajak Ri Ma

Ri Ma adalah teman satu kelas Sehun, dan ia adalah kandidat besar dan utama yang cocok menjadi pacar Sehun, banyak laki-laki yang sangat mengagumi kecantikan  dan pesona Ri Ma, begitu pula dengan Sehun , karena itu mereka sangat cocok untuk menjadi seorang pasangan. Bahkan rumornya Sehun dan Ri Ma sudah berpacaran karena minggu-minggu ini mereka terlihat begitu dekat.

“Aku memang tidak tahu diri ! memangnya aku siapa ? memangan aku secantik apa ?”

“Ahhh kata-kata itu lagi !!!”

“Wae ? itu memang benar, mimpiku terlalu jauh jika aku berharap bisa menjadi kekasihnya ! aaaaaaaaaaaahhh mimpi macam apa itu ? dilihat dari segi manapun kesempatan itu sama sekali tidak ada !”

“Jimi ya tidak ada yang tidak mungkin !”

“Arasseo, keundae aku juga harus bisa mawas diri siapa aku siapa Sehun ? ah mimpi ini terlalu tidak mungkin walaupun memungkinkan !! kau enak tubuh mu kecil, kulitmu putih mata mu biru, rambut mu indah kau cantik Karin !”

“Bukankah dari dulu kau selalu mengatakan padaku “Walaupun hanya sekali, sebelum aku mati aku harus bisa menjadi pacar Oh Sehun ! cih walaupun aku cantik aku tidak akan mau menjadi pacar anak itu !!!

“Itu hanya omongan ku yang tak berguna, sekarang bisa kau lihat?? Oh Sehun sama sekali tidak mau melirik ku, lagipula buat apa dia melirik ku ? pria setampan dia seharusnya mendapatkan wanita yang sesuai juga seperti Choi Ri Ma !”

“Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mu !”

Hari itu sangat berat bagi Han Ji Mi ia dipermalukan didepan semua siswa, dan yang lebih menyakitkannya sang pujaan Oh Sehun dengan tegas menolak dirinya, sejak dulu ia hanya berangan-angan bisa menjadi pacar sang wakil ketua siswa itu, tapi itu hanya angan-angan tak ada maksud untuk menjadikanya sebagai kenyataan karena dia sendiri tahu kemungkinan itu sedikit sekali bahkan mungkin tidak ada, mana mau pria setampan Oh Sehun memacari wanita gemuk seperti Han Ji Mi. Han Ji Mi hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.

 

“Jimiyaa ayo turun makan malam !” sahut eommanya

Beberapa menit kemudian barulah Jimi turun

“Kenapa kau membawa bantal ke meja makan ?” tanya ibu Jimi

“Sepertinya noona lagi galau eomma !”

“Galau ?”

“Pasti pria yang ditaksirnya menolak dia mentah-mentah !”

“JiNoya jaga bicara mu !”

“Lebih baik kau segera makan !”

Jimi benar-benar kehilangan nafsu makan, perkataan adiknya itu sepenuhnya benar, Oh Sehun yang selalu jadi penyemangatnya, Oh Sehun yang selalu menjadi motivasinya kini meruntuhkan segala yang telah susah payah dibangun oleh Jimi.

“Aku bermaksud mengatakanya dengan baik-baik, bukan dengan cara seperti itu!” lirihnya sambil tertunduk kebantal yang masih ia peluk. Perkataanya membuat eomma dan adiknya bingung dengan apa yang ia katakan, tapi mereka tidak mau ikut berkomentar.

Badanya benar-benar lemas malam ini, ia terus berpikir bagaimana dengan esok hari  pasti sesuatu yang lebih buruk akan terjadi besok !! mau tidak mau dia harus menerimanya

Cekrekkkk

“Karin ? sedang apa didepan pintu rumah ku ?”

“Aku sengaja menunggumu kita berangkat ke sekolah bersama !”

“Bukankah kita memang selalu berangkat bersama ? “

“Sudahlah ayo berangkat !”

Sebenarnya tak lain dan tak bukan alasan Karin datang kerumah Jimi adalah ia mengkhawatirkan Jimi sudah cukup olok-olok yang diterima Jimi dari teman-temanya , sekarang ia harus mendapat kepedihan yang lebih berat dipermalukan didepan semua siswa terutama didepan sang pujaan hati yang selalu ia puja, dan parahnya lagi ia mendapat penolakan mentah-mentah.

“Jimiya apa kau sudah sarapan ?” tanya Karin aneh melihat temannya itu lemas

“Apa aku sudah terlihat langsing ??”
“Kau tidak sarapan ?”

“Aku tidak mempunyai nafsu makan !”“

“Aigoooo, sudah lupakan Oh Sehun jangan karena dia kau menjadi seperti ini!”

“Aniya, bukan dia aku memang tidak nafsu makan !”

“Kau ini !”

Orang-orang masih menatap lucu Han Ji Mi, peristiwa kemarin nampaknya akan menjadi buah bibir untuk beberapa hari terakhir. Han Ji Mi sudah menyiapkan diri untuk mendengar cibiran-cibiran yang akan ia terima.

“Ah itu dia Han JiMi !” teriak salah satu pria dari sebuah gerombolan

Kontan Han Ji Mi dan Karin yang ada disebelahnya menoleh ke arah suara

“Baek Yung Jo ?” aneh Karin

“Selamat pagi kekasih Sehunnnn !” ledeknya

“hahahahaha !” disambut gelak tawa dari gerombolan yang ternyata kelas 2A itu

“Sehuna! nampaknya gadis ini tidak main-main mencintai mu!” tambah yang lain. Sehun yang berjalan ditengah-tengah kerumunan pun hanya bisa tertawa paksa dengan menaikan bibir kananya kearah Jimi.

“Tentunnya kau akan memacarinya kan ?” ledek yang lain

“Dalam mimpi ku, tak pernah selintas pun aku membayangkan mempunyai pacar yang gemuk !”

“Hahahahahaha !”

“Ri Ma nampaknya kau mendapat saingan yang benar-benar berat !”

“Hahahahaha !”

“Sudahlah, orang yang mempunyai mata pasti akan memiilih Ri Ma dilihat dari sudut mana pun Jimi tidak bisa dibandingkan dengan Ri Ma !”

“Sehun kau akan memilih siapa ? Han Jimi atau Choi Ri Ma !”

“Mataku masih jelas, tentu saja Choi Ri Ma !”

Dhuaaaaaaaaaaaaaarrrrr glegerrrrrrrrrrrrrrrrrr

Hati Jimi terasa dicabik-cabik ia kembali dipermalukan didepan banyak orang

“Yaaa!! Oh Sehun kau seharusnya beruntung disukai oleh Jimi !”

“Apa untungnya ?” tanya anak-anak lain

“Kau ini sudah menyakiti perasaanya !”

“Sudah Karin kita kekelas saja !”

Karin pun melaju pergi meninggalkan gerombolan populer itu, Sehun hanya bisa tertawa sinis berikut teman-temanya.

“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana mungkin kekasih ku mempunyai badan yang begitu besarrrr brrrrrr !”

“Rasanya aneh bagaimana aku bisa memeluknya ?”

“hahahahaa !”

Cibir anak-anak

Jimi semakin tertunduk dan semakin tidak percaya diri, tepat detik ini ia kembali menyesali keadaan dirinya, kenapa ia ditakdirkan bertubuh besar seperti ini ? Jimi kembali menjadi pendiam dan pemalu.

“Jimi antar aku ke perpus !”ajak Karin

Jimi pun hanya bisa menundukan kepalanya sepanjang jalan, ia tidak berani mengangkat kepalanya . Diperjalanan ia tak sengaja menoleh kearah lapang basket, ia segera menemukan sang pujaan hati sedang asyik bermain basket

“Tunggu Karin !” bisiknya pelan.

Ia cermati Sehun dilapang itu, tapi ia tidak berani mendekat, ia hanya bisa menatapnya dari jauh sambil bersembunyi.

“Sudahlah sedang apa kau menatap pria brengsek seperti itu ?”

“Karin jangan seperti itu !”ucapnya membela Sehun

“Yasudah cepat-cepat !!”

Jimi kembali membidik Sehun yang sedang asyik bermain basket dengan anak-anak lainya, ia sangat menyukai pria itu lebih dari yang ia rasakan, semua perlakuan Sehun yang kasar kepadanya tak ayalnya hanya sebuah angin yang berlalu karena sampai sekarang ia masih mengagumi Sehun, semua gerakan badan Sehun , lekukan-lekukan badanya ketika bermain basket, terutama kibasan poni rambutnya yang jatuh yang sesekali ia kibaskan dan membuat cipratan keringat jatuh darisana, cara dia minum air mineral semua dicermati Jimi dengan seksama, apapun yang Sehun lakukan membuat Jimi semakin menyukainya.

“Sudah cepat !” paksa Karin

Jimi kembali teringat kibasan poni Sehun yang banyak menyipratkan keringat, ia kembali tersenyum-senyum sendiri.

“Han JiMi aku benar-benar tidak akan mengizinkan mu menyukai Sehun lagi !”

“Wae ? peristiwa itu sudah berlalu 2 Minggu yang lalu !”

“Apa kau tidak sakit hati atas kata-katanya kepada mu ?’

“Itu kan sudah lama !”

“Aku tidak percaya aku mengatakan ini, apakah kau ingat kata-katanya > “walupun dalam mimpi tak selintas pun ia bermimpi bisa mempunyai kekasih yang bertubuh gemuk” kau ini gemuk , gemuk Jimi !”

“Arasseo !”

Jimi pun kembali diingatkan kata-kata yang tidak ingin dia dengar sebenarnya, ia pun kembali melirik dirinya yang sama sekali belum terlihat lebih kecil masih besar seperti dulu, kepercayaan dirinya pun turun kembali.

Dijalan kembali kekelas, Jimi menemui kendala ia bertemu dengan Sehun yang baru beres main basket handuknya masih menggantung dilehernya. Ia berusaha berbalik arah atau mencari jalan lain, tapi naas Sehun terlanjur menatap  dirinya, ia tidak bisa berbalik arah terpaksa ia harus jalan melewati Sehun. Ia sesegera mungkin berjalan melewati Sehun sambil menundukan kepalanya.

“Kau Han Jimi kan ?” tanya Sehun yang membuat sekujur badan Han JiMi tiba-tiba merinding

“Kemana teman wanita yang selalu ada disamping mu ? hmm ?”

“Di diaa sedang ke toilet !”

“Baiklah, aku akan mengatakanya dengan cepat, lebih baik kau jangan lagi lewat didepan ku, aku tidak tega melihat mu diperlok-olok teman-teman ku, membuat ku merasa bersalah dan aku menjadi risih dengan semua pemberitaan yang meluas disekolah ini, lebih baik jika kau bertemu dengan ku, berputar arahlah atau ambil jalan yang lain, berhenti muncul didepan ku , arasseo?” tanyanya pelan tapi runcing disamping bahu kiri Jimi .

Jimi benar-benar tersentak, hatinya mengeras mengeras makin mengeras dan hancur menjadi kepingan kepingan malah remah-remah yang tak bisa ia sambungkan lagi

“N n ne, S Sehun-ssi !”ucap Han Ji Mi bergetar

“Baguslah !” ucap Sehun seraya meninggalkan Jimi dan meminum air mineralnya.

Koridor itu kebetulan kosong atau memang sengaja dikosongkan ?  Jimi yang dengan sepenuh hatinya menyukai Sehun , kini sang pujaan mengatakan dengan langsung berhenti muncul didepannya, air matanya tiba-tiba menetes dan berlinang begitu deras. Karin yang baru saja datang dari toilet sangat terkejut melihat teman baiknya itu terduduk diatas lantai.

“Jimiya ? kau kenapa ???!  kenapa kau menangis hah ? siapa yang membuat mu seperti ini ?” tanya Karin histeris. Tanpa banyak bicara Jimi langsung memeluk tubuh Karin yang lebih kecil darinya itu.

Jimi menjadi benar-benar pendiam seminggu ini, bahkan ia sedikit berbicara

“Jimiya kau kenapa ? kau bukan Jimi yang kukenal , bukankah kau selalu ceria ?”

Jimi hanya bisa menatap Karin kosong

“Anak-anak tolong tertib !” sahut Ibu Min-ah wali kelas Han Ji Mi

“Hari ini kita kedatangan siswa baru !”

“Nugu ? nugu ? nugu ?” penasaran anak-anak

“Silahkan masuk !” ucap Bu Min ah

Bahkan berita kedatangan anak baru ini tidak sedikit pun menarik perhatian Jimi.

“Silahkan perkenalkan dirimu !”

“Ye, nama ku adalah………”

Jimi masih anteng menatap keluar jendela kelasnya

“Aku siswa pindahan dari Cina, senang berkenalan dengan kalian, mohon bantuanya !” bungkuknya didepan kelas

Jimi benar-benar tidak memperhatikan apa yang sedang terjadi didepanya.

“kau bisa duduk, itu disamping Han Ji Mi !”

Tak berapa lama akhirnya Jimi pun kembali menoleh kearah depan ia tak sengaja melirik kearah samping, dimana anak baru itu duduk. Dengan terkejut ia menemukan seorang siswa yang tak dikenalnya tersenyum kepadanya

“SIAPA KAU???!!” tanya Jimi histeris, sampai berdiri dari tempat duduknya

“Ada apa Han Ji Mi ?” tanya Minah seonseongnim

“Dia anak baru Jimi !” bisik Karin dari belakang

“hah ? AH aniyeyo seonseongnim !”

“Yasudah jangan berisik, segera duduk dikursimu !”

“Iye !”

Ia kembali menatap siswa baru itu dengan seksama, siswa baru itu hanya bisa terkekeh melihat kelakuan Jimi

 

 

Ting teng ting teng.

 

 

Jam istirahat pun tiba sudah 3 Minggu Jimi membawa bekal dari rumah, sepertinya ia trauma untuk makan lagi dikantin sekolah, dengan setia Karin pun menemaninya membawa bekal. Mereka pun menyatukan meja mereka dan bersiap-siap untuk makan. Jimi yang baru engeh si anak baru masih didalam kelas pun bertanya padanya,

“Apa kau tidak makan ? kenapa kau tidak pergi ke kantin ??”

“Aku tidak memakan makanan selain yang dimasak ibu ku !”

“Ohh, kalau begitu kau membawa bekal ?? mau bergabung bersama kami ??” ajak Jimi

Sebelumnya anak baru itu nampak ragu untuk bergabung dengan Jimi, tapi melihat ajakan Jimi yang sangat tulus dan ramah ia pun akhirnya bergabung

“Oh iya aku belum berkenalan dengan mu , nama ku Han Ji Mi !”

“Panggil aku Lay !”

“Geurae Lay, mannaseo bangapsumnida !” balas Jimi sambil tersenyum

Mereka ber-3 pun akhirnya makan bersama. Ternyata oh ternyata Lay adalah seorang yang mudah bergaul dan ramah, Karin dan Jimi tak butuh waktu yang lama bisa mengobrol dekat denganya. Berita kepindahan anak baru ini menjadi isu yang hangat ke seantero sekolah, banyak siswa kelas lain yang sengaja lewat ke kelas mereka hanya untuk melihat seperti apa siswa baru ini.

“Dia benar-benar tampan !”

“Diaa sangat manis, ah senyumnya sangat manis, aigooo !”

“OMOO Dia sangat tampan, dia tinggi sekali !”

“Kenapa dia harus masuk kelas ini ? seharusnya dia bergabung dengan kelas 2A !!”

Sebenarnya mereka ber-3 mendengar dengan jelas apa yang dikatakan para anak-anak dikoridor, bohong kalau Lay tidak tahu, banyak orang yang sedang menatapnya daritadi terutama para siswi.

“Kelas 2A ?” tanya Lay heran mendengar salah satu siswi mengatakanya tadi

“Itu adalah tempat berkumpulnya siswa dan siswi populer , terkenal akan ketampanan siswa-siswa prianya, dan kecantikan siswi-siswi putrinya ! tapi mereka tak jauh lebih baik dengan berandalan jalan” jelas Karin

“Ah iya kenapa kau masuk kelas kami ? kenapa kau tidak masuk kelas 2A ya ? dilihat-lihat kau ini cukup tampan !”

“Cukup ? aku memang tampan !” PD Lay

“Hahahahaha !”

“Untunglah kau tidak masuk kelas jahanam itu !”

“Jahanam ?”

“Karin mempunyai pengalaman yang buruk dengan kelas itu !” jelas Jimi

“Bukan aku, tapi dia ! Jimi yang mempunyai masalah !”

Sudah bersama-sama Lay selama 1 bulan ternyata Jimi dan Lay mempunyai banyak kesamaan, memudahkan mereka untuk jadi teman yang lebih dekat. Tak sedikit orang yang kembali menyibir Jimi karena kedekatanya dengan pria tampan seperti Lay. Sampai suatu waktu ia beranikan diri kembali menuju kantin bersama Lay dan Karin.

“Itu disana mejanya kosong !” ajak Karin. Akhirnya mereka ber-3 pun duduk disana bersama-sama, banyak pria yang iri dengan Lay karena badanya yang tinggi dan ia juga handal dalam hal olahraga mengingatkan Jimi tentang seseorang. Lay sangat mudah bergaul dengan siapa saja, bisa dikatakan ia itu seperti orang yang tak mempunyai kesedihan ia selalu tersenyum dan tersenyum apalagi dengan 2 lesung pipit yang menambah manis senyumnya. Karin dan Jimi adalah teman dekat yang Lay miliki, Jimi sangat senang ada pria yang mau berteman dekat dengan dirinya, selama ini pria selalu menjauhi dirinya hanya Lay lah teman pria terdekat sekaligus tertampan yang pernah Jimi miliki.

“Lay benar kau sudah bergabung dengan tim basket sekolah ?” tanya Karin yang sedang mengunyah makananya

“Ne !” ucapnya sambil menyuruput supnya

“Bagaimana mereka ?”

“Anak-anak basket ? mereka sangat baik dan ramah !”

“Dusta !” kesal Karin

“A-yooo Lay-ssi !” sapa salah satu anak kelas 2A

“Oh kau rupanya !” jabat Lay

“Kenapa kau duduk disini ?? bersamaaa…. ah kekasih Oh Sehun !”

“Diam kau !” bentak Karin

Lay langsung menatap Jimi yang dipanggil kekasih Oh Sehun, tentu sebagai anggota tim basket ia sudah mengenal Oh Sehun.

“Lebih baik kau pindah kemeja kami, berkumpul bersama orang-orang yang seperti kita  !”

“Tidak usah, aku nyaman disini !”

“Nampaknya urie Jimi berpindah kelain hati, sudah dicampakkan oleh Sehun ia segera menggaet pria tampan lainya , sungguh malang !” ucap Serin

“Jimi bukan wanita gemuk biasa rupanya !”

Mendengar kata-kata gemuk, Jimi kembali menundukan kepala ia pun mulai kehilangan kepercayaan dirinya bahkan didepan Lay.

“Lay-ssi beritahu aku kenapa kau bisa betah dekat dengan gadis tambun sepertinya ?”

“Ah ? Jimi gadis yang baik dan…..!”

“Dan apa ?? gemukkkkk ??? hahhahahaha !”

Gelak tawa pun kembali pecah.

Sehun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah meja Jimi.

“Lay ayo ke meja ku, disana kau akan lebih nyaman!”

Lay kembali merlirik Jimi

“Karena kau ku tolak ? sekarang kau mengincar Lay ?” tanya Sehun tiba-tiba.

Karin yang sudah sangat kesal, akhirnya bangkit dan berteriak didepan Sehun

“Kau pria tanpa hati Oh Sehun !!!” ucap Karin. Sehun hanya bisa menaikan ujung kanan bibirnya.

“Apa kau tidak tahu ? sejak kelas 1 Jimi sudah menyukaimu, dia sangat menyukaimu, apa kau ingat spanduk kampanye ketika pemilihan ketua Siswa ? Jimi rela membuatkanya untuk mu, ketika kau kesusahan mencari buku diperpus, Jimi dengan setia mencari buku yang kau perlukan sampai sore, ketika kau kehilangan dokumen untuk dilaporkan ke kepala sekolah, jimi juga yang membuatkanya, ketika kau berkampanye Jimi yang memakai maskot mu, apa kau tidak ingat sama sekali ?? kau sering meminta tolong kepada Jimi waktu dulu, apa kau tidak ingat hah ??? apa sengaja kau lupakan ?? waktu kelas 1 kau sekelas dengan Jimi, apa kau sama sekali tidak ingat ??!”

“Karin sudahlah !”

“Tidak Jimi !!! pria ini sudah menginjak-injak mu !”

“Biar aku yang bicara !” pinta Jimi berdiri

“Aku tahu aku hanya wanita biasa, aku tidak cantik aku tidak pintar badan ku tidak langsing, aku gadis gemuk, aku gadis gemuk yang berani menyukai Oh Sehun, tapi apakah aku salah karena menyukaimu ? aku pikir rasa suka itu adalah anugrah yang diberikan Tuhan untuk ku, tapi nampaknya anugrah itu tidak berdampak baik untukmu, aku mengerti kau pasti risih dengan ku gadis gendut yang menyukaimu bahkan berani menyulam namamu disaputanganya, tapi apakah kau harus sekejam ini ? haruskah menginjak-injak harga dirinya ? harus mempermalukan dirinya didepan umum ? membiarkan teman-temanya mengolok-olok perasaanya ? walaupun aku jelek, aku bertubuh seperti gajah apa aku tidak boleh menyukai seseorang ? kau menolak ku dengan mentah-mentah aku bisa menyadari itu aku mengerti, tapi kalau kau terus menginjak-injak harga diri ku aku tidak bisa berdiam diri !! Perasaan ku tidak salah , hanya saja aku MENYUKAI ORANG YANG SALAH, aku mengagumi orang yang salah aku telah membuang-buang waktu untuk menyukai pria yang salah ! maafkan aku kalau kau risih dengan perasaan ku, tapi kau tahu aku lebih risih karena semua waktu dan perasaanku telah terbuang percuma, mungkin aku bukan gadis istimewa sehingga kau tidak perlu menganggapku dengan khusus aku gadis dibawah garis standar, sebagai fansmu aku sangat kecewa dan salah meilih seorang idola ! dulu aku sempat bermimpi bisa menjadi pacarmu, tapi mimpi itu rupanya menjadi bahan pernghinaan yang ampuh dikalangan teman-teman mu, maafkan aku telah menyukai mu, mungkin sekarang aku menjadi gadis yang paling tidak tahu diri berani mengatakan semua ini didepan mu pria tertampan seantero sekolah, karena itu karena aku jelek dan bukan apa-apa aku berani mengatakanya aku tidak istimewa dan karena itu aku berani ! AKU SALAH MENYUKAI MU ! walau aku tidak istimewa tapi perasaanku yang berharga nampaknya telah salah menepi , menepi diorang yang tidak mempunyai hati, ini adalah kesalahan yang terbesar yang pernah kubuat dan kini aku harus menyesalinya seumur hidupku !”

Pungkas Jimi, suasana tiba-tiba hening semua mata masih menganga melihat Jimi

 

To be continued

 

Uwooooo, terimakasih udah mau baca . Tunggu ya next chapnyaaa

RCL yaaa readers ku tercintah blah blah

 

 

81 pemikiran pada “Love is Able (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s