Between Life And Love (Chapter 2)

Title: Between life and love! Chapter 2

Author: Choi Soojung

Rating: PG-15

Maincast: -EXO Kai (Kim Jong In)

-f(x) Sulli (Choi Jin Ri)

Other Cast: -Super Junior Ryeowook (Kim Ryeowook)

-2ne1 Bom (Park Bom)

-Super Junior Siwon (Choi Siwon)

-SNSD Yoona (Im Yoona)

-SNSD Tiffany (Hwang Mi Young)

-AKB48 Yuko (Yuko Oshima)

-Girls Day Yura (Kim Ah Young)

Genre: Romance, School Life.

 ______________________________________________________

Author p.o.v

 Kai berjalan sambil mendekati keluarganya yang sedang berkumpul. Kai menatap dengan tatapan ketus kearah yeoja yang sedang duduk disebelah Eommanya. Yuko Oshima. Mau apa dia disini?

“Kai… rupanya kau sudah datang” Ucap Eomma Kai.

“Siapa yeoja yang ada disampingmu itu?” Sambung Eomma Kai.

“Dia teman sekolahku. Namanya Choi Sulli” Jawab Kai perlahan.

Ya! sebelumnya Kai memang tidak pernah membawa atau mengajak teman yeojanya kerumah. Karena baginya, membawa teman kerumah adalah suatu hal yang menyebalkan. Ia takut jika kamarnya menjadi berantakan jika kedatangan temannya. Kecuali para Member EXO-K yang sering bermain atau berada dirumah Kai.

“Kai, ada yang ingin Eomma bicarakan”

“Bicarakan sekarang”

Kai membalas perkataan ibunya dengan nada ketus. Ia yakin pasti ibunya akan berbuat sesuatu yang bergantungan dengan dirinya.

“2 minggu lagi kau akan segera pindah ke New York bersama Yuko”

“Mwo? apa apaan ini? Aku tidak mau! bukannya dia juga baru tinggal di Korea?”

“Kai, jangan membantah permintaan eomma!”

“Yaa! Eomma, kau fikir aku anak kecil? yang selalu kau atur atur. Eomma ini hidupku, biar aku yang menjalani hidup ini sendiri! Aku ingin belajar mandiri”

Kai dan Eommanya terus berdebat. Sehun mencoba menghentikan Kai. Namun gagal. Kai terus berdebat dengan eommanya sampai sampai Eomma Kai menampar pipinya. Semua orang yang ada dirumah Kai langsung kaget.

Jarang sekali bahkan tidak pernah Eomma Kai menampar pipi anak bungsunya tersebut.

Kemudian, Kai menarik tangan Sulli keluar rumahnya. Kai terus berlari dengan kencang. Begitu pula dengan Sulli. Ternyata anak buah Eomma Kai mengejar mereka dari belakang. Dan Kai menarik tangan Sulli kesebuah gubuk kecil. Sepertinya tempat yang aman.

“Kai, apa yang kau lakukan huh? aku nyaris mati kehabisan napas” Gerutu Sulli.

“Diam! Jangan berisik! kau mau kita ketahuan huh? kalau kita ketahuan kita bisa jadi ikan teri sekarang juga”

“Mwoya? kau serius? Ah baiklah, kalau begitu aku akan diam”

Hening. Tiba tiba suasana berubah menjadi hening. Hujan turun secara tiba tiba. Cuaca juga berubah seketika. Dingin. Itulah yang dirasakan mereka berdua.

“Yah, ujan deres lagi” Tukas Sulli.

DEG! Sulli terdiam. Apa yang dilakukan Kai? Kai memeluk serta memakaikan jas sekolah kepada Sulli. Kai benar benar beda dengan Kai yang biasanya. Yang bawel dan sungguh menyebalkan.

“Ap..apa yang kau lakukan huh?”

“Bukannya kau kedinginan babo?”

“Ya! Seenaknya saja mengataiku dengan sebutan ‘babo’ kau fikir kau lebih pintar dariku huh?”

“Kalau ia kenapa? Kau itu yeoja yang sangat ‘babo’ di dunia ini”

“Dasar namja gila, ngomongnya ‘babo’ terus! jangan merasa pintar!”

“Sudah diaaaam!” teriak Kai.

Suasana kembali hening. Mereka berdua hanya diam. Tanpa berbicara. Hujan tak lama kemudian menjadi reda. Kai dan Sulli segera keluar gubuk. Melihat kondisi yang sudah cukup aman. Mereka pergi jauh jauh dari daerah sekitar rumah Kai.

“Sekarang kau mau pergi kemana?”

“Entahlah”

“Ya! kau ini gimana, pergi tanpa tujuan tertentu”

“Kalau aku pergi kerumahmu bagaimana? boleh tidak?”

“Kerumahku? Ya! mau apa kau kerumahku huh? rumahku kecil. Dan tidak sebesar rumahmu!”

“Tidak peduli. Aku akan tetap ingin pergi kerumahmu Sulli-Ah”

“Apa kau akan betah kalau pergi kerumahku? rumahku kecil sekali. Tidak ada barang barang yang mahal. Bahkan importan. Tidak seperti kau! semua yang kau inginkan bisa kau beli kapan saja. Kau memiliki semuanya Kai-Ah!!”

“Yaaa Sulli-Ah apa kau bilang? tidak semua barang barang dirumahku barang import! Okey, aku tahu aku bisa beli barang yang aku mau kapan saja. Dan kau boleh bilang kalau aku punya semuanya, tapi satu yang aku tidak punya dari kau! Kasih sayang! Kasih sayang dari keluarga, semua keluargaku egois. Mereka ingin kalau aku harus mengikuti perintahnya! Cuih, sampah!”

Sulli tertegun. Ia menangis sambil menundukkan kepalanya. Kai bingung dengan apa yang dilakukan Sulli.

Menangis. Kenapa Sulli menangis?

“Sulli-Ah~ kau kenapa?”

“Kau bilang kasih sayang keluarga yang aku milik saat ini Kai?! Asal kau tahu! Ayah dan ibuku sudah meninggal akibat kecelakaan!!!!”

Kai diam. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Ia ingin berkata, dan membalas perkataan Sulli. Namun ia bingung. Dalam hatinya, ia merasa bahwa ia sudah menyakiti hati Sulli saat ini.

“Mianhae Sulli-Ah. Aku tidak tau” Ucap Kai sambil mendekap Sulli kedalam pelukannya. Jalanan dikota Seoul sangatlah ramai. Melihat Kai dan Sulli yang sedang berpelukan, menjadikannya sebuah tontonan bahkan bahan pembicaraan. Kai memang terkenal. Apalagi ia juga salah satu member Boyband yang sedang naik daun saat ini. EXO-K. Kai mencoba menenangkan hati Sulli. Ia tidak ingin melihat Sulli menangis lagi.

“Sekarang tunjukan dimana rumahmu yeoja cantik”

Akhirnya Sulli pun berjalan, diikuti Kai sambil menggandeng tangan Sulli.

Tak lama kemudian sampailah dirumah Sulli. Rumahnya memang terlihat sederhana namun sangat sejuk dan nyaman. Kai hanya memandang rumah Sulli dengan penuh senyuman. Baginya rumah seperti Sulli sangat mudah dibersihkan. Tidak seperti rumahnya yang sangat sulit dibersihkan. Karena saking besarnya harus dibersihkan oleh dua orang lebih.

“Ini rumahku. Jelekkan?”

“Tidak juga. Rumahmu nyaman”

“Maksudmu?”

“Rumahmu nyaman, selain mudah dibersihkan juga nyaman untuk tempat persembunyian kekeke~”

“Dasar bodoh”

Tak menunggu waktu lama lama Kai segera memasuki rumah Sulli. Kemudian kamar Sulli.

“Kamarmu enak juga”

“Benarkah? Gomawo Kai-Ah~”

“Oh iya Kai, dimeja makanku ada Ikan rebus. Rasanya enak. Walaupun ini masakan kemarin malam tetapi tadi pagi sudah aku hangatin kembali. Kau mau?”

“Ah, boleh juga. Kebetulan perutku juga sudah lapar”

Sulli membawakan 2 piring ikan rebus serta nasi hangat. Yang satu untuknya dan yang satu untuk Kai.

Selama makan Kai terus melahap makanannya dengan sangat lahap. Benar! Namja ini sudah sangat lapar!.
“Oh iya Sulli-Ah! bolehkah aku menginap dirumahmu?”
“Mwo???!!”
“Kau kenapa? kau tidak mengizinkanku menginap disini. Untuk beberapa hati saja”
“Bukannya seperti itu. Tetapi, aku untuk mengempani hidupku sendiri saja sudah susah. Apalagi ditambah dengan dirimu Kai-Ah”
“Jadi karena itu? tidak usah ambil pusing. Aku akan mencari pekerjaan untuk menghidupi kita berdua”
“Mwo? kau yakin? jangan  begitu”
“Tidak usah khawatir. Inikan kemauanku!”
“Oh baiklah kalau begitu”

*At School*

Kai dan Sulli menuju kesekolah dengan menggunakan sepeda. Ketika mulai memasuki lingkungan sekolah, semua murid memusatkan perhatiannya kepada Kai dan Sulli. Kai dan Sulli terlihat aneh. Biasanya hampir setiap hari mereka bertengkar. Tapi kali ini mereka sangat akrab.
Sehun, Kyungsoo, Suho, Chanyeol dan Baekhyun hanya diam melihat Kai dan Sulli. Ia tak menyangka kalau mereka bakal sedekat itu.
“Kai, kau sudah pacaran dengan Sulli huh?”
“Ah tidaak! aku dan Sulli hanya berteman.”
“Lalu kenapa kalian tadi berangkat bareng? dan sekarang tinggal dimana kau?”
“Seb..sebenarnya aku tinggal di..dirumah Sulli!”
“Mwoyaaaa? apa kalian satu ranjang?”
“Andwaeeeee! tinggal diatap yang sama belum tentu diranjang yang sama”
“Jadi kau tidak seranjang dengannya?”
“Yaa tidaklaaah!”

“KAAAAAI!!” Kai mendengar teriakan dari seberang sana. Orang itu terus terusan meneriaki nama Kai.
“Mwoyaa?”
“Sulli jatuh dari tangga!!!”
“MWOOOOOOOOOOOOOOOO??”

Spontan Kai langsung kaget. Kemudian ia berlari menghampiri Sulli. Benar! Sulli tejatuh dan sekarang ia sedang merintih kesakitan!!!”
“Ini pasti gara gara kau Yuko!!!”
“Apa? Kai jangan menuduh orang sembarangan!”
“Siapa yang menuduh huh? memang benarkan? tidak usah bohong!”

Tanpa basa basi. Kai menggendong Sulli keruang UKS. Namun terlambat! Sulli sudah pingsan.

At Sulli home’s

“Sul? sudah sadar?”

Kai terkaget melihat Sulli yang sudah sadar diatas kasurnya. Sulli pun juga bingung, kenapa ia ada dirumah? bukannya ia ada diruang UKS?
Sulli terdiam sejenak. Ia melihat Kai sungguh berbeda. Kai benar benar amat manis sikapnya saat ini. Ia berani menyuapi Sulli. Dia benar benar luar biasa.
“Bagaimana? ramyeon buatanku enak tidak, Sull?”
“Enak. ternyata kau jago masak juga ya”
“Hmm tidak juga”
“Kai, terima kasih ya! sudah menolongku!”
“Ne Sull, itu tidak masalah”

Kai mengambilkan dua buah tongkat jalan khusus untuk Sulli. Sulli senang. Ia pun menerima tongkat pemberian Kai.
Kai menarik tangan Sulli menuju keluar. Entah mau kemana. Kai terus menggandeng tangan Sulli. Meskipun ia tahu kalau Sulli sedang sakit sekarang. Entah mendapat keberanian darimana Kai mencium bibir Sulli.
“Kai-Ah” Ucap Sulli malu malu.
“Sulli-Ah, maukah kau menjadi yeojachinguku?”
“Kai….”
“Ya!! aku serius! kau mau tidak?”
“N..ne. Aku mau”
“Mwoooo?”

Kai tersenyum senang. Kai tak menyangka bahwa Sulli telah menerima cintanya. Setelah dua jam mereka jalan kaki, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Ternyata Kai mengajak Sulli kesebuah restaurant.
Mereka makan bersama. Bagi Kai hari ini adalah hari terindah untuknya. Karena ia bisa melihat wajah Sulli tersenyum kembali.
Kai meneguk dua gelas air yang berisi soju. Sedangkan Sulli tidak sama sekali minum Soju. Baginya, ia adalah orang yang payah. Minum Soju sedikit saja pasti bisa langsung mabuk.
“Kai, ayo kita pulang, hari sudah larut malam”

Dengan terpaksa Sulli pun meletakkan tangan Kai di kedua bahunya. Sulli merasakan rasa nyeri yang benar benar dahsyat saat ini. Rasa nyeri dikakinya yang sedang sakit. Sulli tak menyangka bahwa tubuh Kai ternyata cukup berat.
Melihat taksi yang melintas didepan restaurant Sulli tak mau menyia nyiakannya. Ia pun masuk kedalam taksi beserta Kai yang sedang mabuk berat.
Selama diperjalanan Sulli terus memegang kakinya yang sakit. Ia terus mengeluh kesakitan.
Mereka pun sampai. Sulli segera membayar ongkos taksi kemudian masuk kedalam rumahnya. Sulli membawa Kai kekamarnya. Agar Kai mendapat istirahat yang cukup.
Namun ketika Sulli ingin keluar kamar, tiba tiba Kai menarik tangan Sulli kedalam ranjang kemudian memeluk Sulli dengan erat. Sulli sangat kaget.
“Kai…lepaskan..euhhh”

9 bulan kemudian

‘Tok Tok Tok’

Terdengar suara pintu dari luar sana. Ya! sepertinya ada tamu.
“Kai berjalan menghampiri pintu dengan cekat ia pun membuka pintu tersebut. Kai terncengang. Ia hanya bisa membelalakan matanya.
Kai terkaget melihat Sulli yang berdiri didepan pintu. Ternyata tamunya adalah Sulli.
“Sulli-Ah…. kenapa ada disini?”
“Kai kedatanganku disini untuk meminta pertanggung jawabanmu!”
“Mwoya?”
“Ak..Aku hamil!”
“MWOOOO? HAMIL?”

Kai terkaget. Ia nampak begitu kaget dengan semuanya. Ternyata kejadian 9 tahun lalu membuat Sulli mengandung anak dari Kai. Kai tak menyangka bahwa semua ini akan terjadi.
“Sulli-Ah…ikut aku!”

Kai menarik tangan Sulli secara tiba tiba. Kemudian Kai membawa Sulli keruang keluarga. Dan tepat! saat itu keluarga Kai sedang berkumpul.
“Kai, siapa gadis yang ada disampingmu itu?” tanya Bom lembut.
“Ini Sulli”

Kai memandang eommanya dengan tatapan takut. Ia takut jika eommanya akan shock mendengar berita ini.
“Eomma…ada yang ingin aku bicarakan”
“Bicarakan sekarang Kai”
“Eomma sebenarnya, bayi yang ada dikandungan Sulli ini adalah bayi….bayi Kai!”

Eomma Kai terkaget. Ia membelalakan matanya. Ia tak menyangka bahwa anaknya akan berbuat seperti ini.
“MWO? ini tidak mungkin ini semua tidak mungkin terjadi” Gerutu Yuko. Karena tak tahan dengan semua ini Yuko akhirnya memutuskan untuk keluar dan pergi dari rumah Kai.

‘Plaak’
Sebuah tamparan yang cukup keras mendarat cepat di wajah Kai. Sakit. Itulah yang Kai rasakan sekarang.
Ia tak menyangka bahwa eommanya akan melakukan semua ini.
Karena tak tahan dengan kelakuan anaknya. Eomma Kai pingsan. Kemudian Siwon, Yoona, Ryeowook dan Bom menggotongnya kedalam mobil dan membawanya kerumah sakit.
Tiba tiba Sulli merasa nyeri yang luar biasa diperutnya. Ia terus mengeluh. Dan ternyata kaki Sulli berdarah! Kai pun segera menggendong Sulli kedalam mobil. Dan membawanya kerumah sakit.
Sepanjang jalan Sulli terus merintih kesakitan. Kai terus mengendarai mboilnya dengan cepat.

25 menit kemudian. Akhirnya mereka pun sampai dirumah sakit. Kai segera meminta perotolongan kepada suster dan dokter untuk menolong Sulli. Dan sekarang Sulli sedang dibawa menuju keruang UGD. Dokter dan Suster sangat yakin kalau sebentar lagi anak yang ada didalam kandungan Sulli akan segera keluar.

Kai terkejut. Ia terus berdoa didepan ruang UGD. Ia tak kuasa mendengar teriak dan tangisan Sulli dari dalam.
Tiba tiba datanglah Siwon dan Yoona. Siwon dan Yoona kaget. Kenapa Kai duduk dipean ruang UGD. Padahal eommanya bukan dirawat disini.
“Kai kenapa kau ada disini?” Sahut Yoona. Yoona adalah Kakak sepupu Kai. Bagi Yoona, Kai adalah adik sepupu kesayangannya. Sedangkan Siwon adalah kekasih Yoona. Siwon pun juga dekat dengan keluarga Kai. Terutama Ryeowook.
“Yoona eonnie, Sulli melahirkan. Ini aku lagi nunggu dia?”
“Mwo? benarkah? baiklah aku dan Siwon akan menemanimu disini Kai-Ah”
“Gomawo Yoona eon”

Tak beberapa lama kemudian. Dok ter pun keluar dari ruang UGD. Dan terdengar suara tangisan bayi dari dalam sana.
“Dok, bagaimana?”
“Sulli baik baik saja. Chukkhae Kai! anakmu perempuan!”
“Mwoyaa? anakku perempuan? bolehkah aku lihat dan masuk kedalam?”
“Oh tentu saja”

Kai pun segera masuk kedalam ruang UGD. Ia melihat Sulli dengan keadaan lemah. Ia tersenyum bahagia. Melihat seorang gadis kecil yang ada digendongan Sulli. Rencananya Sulli dan Kai ingin menamai anaknya ‘Kim Hye Li’.
“Chukkhae! Kai & Sulli! Kalian memang pasangan yang cocok! perjuangan cinta kalian selama ini sangat luar biasa!” Puji Yoona
“Iya!, kalian bisa mempertahankan hidup kalian demi cinta! Cinta kalian benar benar luar biasa” Sambung Siwon.
“Chukkhae adik kecilku. Tak kusangka, kau sudah dewasa. Kau sudah punya malaikat kecil yang sangat lucu. Siapa namanya?” Ucap Ryeowook yang tiba tiba datang.
“Kim Hye Li”
“Nama yang bagus. Kalian berdua memang sangat jodoh! cinta kalian benar benar abadi” Tutur Bom.
“Setuju! Sesulit apapun rintangan kalian berhasil melewatinya” Ucap seseorang dari luar sana. Siapakah dia?
“Mwooo? Tiffany eonnie? sejaaak kapan kau datang Ke Korea! OMONAAA! Aku merindukanmuuu” Teriak Sulli.

Ya! Tiffany adalah kakak kandung Sulli. Dan dia adalah kekasih Ryeowook. Kakak kandung Kai.
“Sulli-Ah..perkenalkan ini Ryeowook, kekasih eonnie”
“Mwooo? jadi Ryeowook oppa kekasih eonnie? Omona. Tak kusangka”
“Oh iya, Sulli-Ah. Ada yang ingin aku bicarakan” Ucap Kai sambil mengalihkan pembicaraan.
“Hmmm? bicaralah!”
“Sulli….would you marry me?”

Kai membuat Sulli kaget. Sulli terdiam ia menatap wajah Kai dengan tatapan tidak percaya. Benarkah Kai ingin menikahinya?
“Hmm.ne! I Do Oppa!” Balas Sulli lantang.

Ketika Kai ingin memasukkan cincin ke jari manis Sulli tiba tiba Sulli berbicara.
“Bukankah eommamu tidak menyetujui hubungan kami?”
“Siapa bilang aku tidak setuju? Aku setuju saja! Karena ini saatnya aku membahagiakan putra bungsuku” Ucap seseorang dari luar. Ya, itu adalah Eomma Kai. Tetapi kali ini berbeda. Ia tidak berjalan melainkan menggunakan kursi roda.
“Mwo? eomma menyetujui hubungan kami?”
“Ne Kai. Tentu saja. Maafkan eomma jika selama ini eomma tidak pernah menuruti kemauanmu. Menikahlah sekarang Kai, Sulli”

Akhirnya Kali dan Sulli pun resmi menikah dan menjadi sep0asang suami-istri. Sulli tak menyangka bahwa semuanya akan berakhir indah seperti ini. Kemudian Sulli pun  menulis sepucuk deary dari sebuah kertas kosong.

Dear Deary.
Bagiku ini adalah saat saat yang indah. Dimana, disaat kedua sejoli yang berasal dari keluarga berbeda antara kaya dan miskin menikah disaat kami memiliki seorang malaikat kecil yang bersinar. Cinta kami memang terlarang. Namun cinta kami akan menjadi suci karena kami saling mencintai. Bukan harta, bukan tampang yang aku inginkan dari dia namun cinta! cinta yang membuatku menaruh hati padanya. Sepucuk kertas kecil kutulis dengan beberapa kalimat yang menceritakan kisah cintaku yang amat dahsyat. Terima Kasih semuanya. Kau telah mengubah hidupku menjadi berwarna. Kau telah membuatku meneteskan setitik air mata bahagia di raut wajahku. Terima Kasih Kim Jong In. Sudah memberikan cintamu seutuhnya untukku. Entah apa yang ingin kukatakan lagi. Cintaku hanya untukmu selamanya. Sulit bagiku untuk berpaling kepada yang lain Kim Jong In.
Jeongmal, Saranghaeyo
-Choi Sulli (Choi Cin Ri)

*The END*

————————————————————————————————————–

Bagaimana menurut kalian? Mian ya kalau alurnya kecepetan, aku harap kalian suka dengan jalan cerita Chapter II nya ini. Jangan lupa koment yaaa semuaa :):) Gomawo yang udah baca fanfic aku.

17 pemikiran pada “Between Life And Love (Chapter 2)

  1. Koreksi: 9bulan atau 9 tahun? hehehe, dan Kai harusnya manggil noona ke Yoona bkn eonni.
    tp tetep keren kok ceritanya. Good job chingu^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s