Oksigen Is Fly High (Chapter 1)

Title : Oksigen Is Fly High

Author : Chan0628 (@yeoja0628)

Genre :  friendship, dreams.

Length : Multi Chapter

Main Cast : park chan yeol, xi luhan, oh sehun, park jiyeon

Summary : “bagaimana kalau kita balas dendam?”.

 

 

hello reader 🙂 ini adalah FF ketiga saia yang dipublish (mungkin). comment ya 🙂 and follow me on twitter. thank you and happy reading . . . . 

 

Jiyeon POV

“ibu, sudah aku bilang, aku tidak mau pindah ke Indonesia! Aku tidak mau ibu!!”. Tolakku keras ketika bujukan demi bujukan terus diluncurkan wanita paruh baya dihadapanku.

“ayolah sayang, turuti apa kemauan ayahmu. Apa kau mau tinggal sendirian di jepang?”. Bujuknya lagi. Kali ini aku benar-benar sudah lelah. Sudah kesekian kalinya dalam hidupku aku berpindah-pindah tempat tinggal. Bukan hanya ke luar kota tapi ke negara baru yang tak pernah kuduga. Dan kali ini, Indonesia menjadi tempat tinggalku yang ke 5.

Aku dilahirkan di seoul korea selatan dan pindah ke London ketika umurku menginjak 6 tahun, kemudian kami pindah ke los angeles dan tinggal disana selama hampir 3 tahun, setelah itu macau menjadi tempat tinggalku, kami pindah ke macau ketika aku berumur 9 tahun. Dan sekarang aku tinggal di negara dengan fashion style yang kukagumi sejak lama, jepang. Aku berfikir ini adalah tempat tinggal kami yang terakhir, tapi sepertinya aku salah. Aku kembali harus pindah ke Indonesia, Negara kepulauan di asia tenggara.

“aku lelah ibu, kenapa kita harus berpindah-pindah tempat tinggal sih?”. Tanyaku kesal. Kuletakkan kembali roti yang baru selesai kuolesi dengan selai kacang favoriteku. Ibu memandangiku dengan lembut, menyentuh bahuku.

“ayahmu dipindah tugaskan ke Indonesia sayang. Kita akan pindah besok lusa. Ibu sudah mengurus semuanya. Hari ini hari terakhirmu sekolah”.

“ibu!!!”. Teriakku kesal. Kuraih tas yang kuletakkan di atas meja. Berlalu pergi tanpa berpamitan. Entahlah, aku benar-benar tidak ingin tinggal disana. Meninggalkan semua kehidupanku disini. Teman-temanku, semuanya.

 

***

 

“jiyeon-chan!!”. seru yamamoto dari pintu gerbang sekolah. Yamamoto, keiko, aiko dan leu melambaikan tangannya ketika menyadari kedatanganku. Aku berjalan cepat kearah mereka. Tanpa apapun, tanpa senyum manis yang menghiasi wajahku seperti biasanya, tanpa candaan dan seruan manja pada aiko, ketua grup dance kami.

“jiji, kau kenapa?”. Tanya keiko. Aku diam.

“ayo masuk dulu, nanti kita terlambat”. Ajak aiko yang sepertinya sudah menyadari mood buruk dalam diriku.

“aku sudah mendengar semuanya ji, mengenai kepindahanmu ke Indonesia besok lusa”. Ujar aiko membuka pembicaraan ketika kami semua sudah berada di dalam kelas. Aku tidak menyahut, hanya memandangnya lesu.

“apa? Kau akan pindah ke Indonesia ji? Besok lusa?”. Tanya yamamoto cepat. Aku mengangguk pelan. Leu menggeleng-gelengkan kepalanya. “lalu siapa yang akan menjadi dance machinne di grup kita jika jiji pindah?”. Tanya pria berdarah spanyol itu. Aku mengangkat bahu.

“aku benar-benar tidak mau pindah, sungguh. Tapi aku tidak bisa menolaknya. Mereka tidak mungkin mengizinkanku tinggal sendirian di jepang sementara mereka tinggal di Indonesia”. Gerutuku sendiri. Keiko merangkulku, menepuk pundakku beberapa kali.

“ini adalah jalan hidupmu ji, kau harus melewatinya. Kami semua merasa sedih berpisah denganmu, tapi kami harus bagaimana lagi? Ini yang disebut takdir. Kami semua menyayangimu ji”. Kata keiko lembut sambil menyerahkan bandana bergeriginya padaku. “bawa ini, agar kau dapat mengingatku”.

Dalam sekejab tanganku penuh dengan barang-barang mereka. Headseat biru milik yamamoto, bandana gerigi kesayangan keiko, tas ponsel milik leu, dan flashdisk milik aiko.

“fighting!!”. Seru mereka bersama-sama.

 

***

 

Hari ini adalah hari pertama aku bersekolah di Indonesia. Entah sekolahku ini akan seperti apa, entah apa aku bisa menerima pelajaran dengan bahasa yang baru kupelajari lewat les privat selama sebulan terakhir ini. Entah kejadian apa yang akan terjadi nanti. Aku akan menang dari semuanya. Lihat saja, biarpun aku tidak punya teman atau apapun hal buruk itu. Aku tidak akan terjatuh, aku harus menang, harus.

“hello, my name is park jiyeon. I was born in seoul-south korea and I’m from japan. Nice to meet you all”. Sapaku pada seluruh siswa di kelas 10.7 ini. Mataku mulai menilai segala yang kulihat detik itu juga. Siswa-siswinya, kondisi kelas, semuanya. Orang Indonesia berkulit cokelat?  Tanyaku dalam hati.

“jiyeon, kamu bisa duduk dengan chanyeol, disana”. Suara pak kris membangunkanku. Ia menunjuk bangku no. 3 sebelah kanan. Seorang namja yang sudah kuduga pasti bukan berasal dari Indonesia. Wajahnya terlihat menonjol dibandingkan yang lain. Kulitnya putih susu seperti 2 orang sebangku di belakangnya. Aku berjalan sambil sesekali menunduk memberi salam.

“baik anak-anak buka buku paket matematika kalian”. Seru pak kris sambil menghapus coretan-coretan abstrak di papan tulis. Chanyeol mengulurkan tangannya. Aku menatapnya bingung. “chanyeol imnida”. Katanya kemudian. Aku menjabat tangannya sambil tersenyum. “jiyeon imnida”.

“ah iya, dia sehun dan dia luhan”. Katanya sambil menunjuk kedua teman yang duduk dibelakang kami. Aku mengangguk pelan dan mereka membalas anggukanku.

“sepertinya kalian bukan orang Indonesia, apa aku benar?”. Tanyaku ragu. Mereka bertiga mengangguk.

“aku dari china, sehun dan chanyeol dari korea, sama sepertimu”. Kata seorang namja yang bernama luhan tersebut. “sudah kuduga”. Gumamku pelan.

“perhatikan dulu pelajarannya, nanti dilanjutkan lagi mengobrolnya”. Ujar sehun yang sudah duduk terjaga dengan buku-bukunya.

 

***

 

“jadi kau pindah ke Indonesia karena ayahmu dipindah tugaskan kesini?”. Tanya sehun sambil memakan snack berbungkus warna hijau itu. Luhan tersenyum asam. “nasibmu sama sepertiku, aku dulu juga begitu”. Aku mengernyitkan alis.

“memangnya berapa lama kau tinggal disini?”. Tanyaku. Luhan membuat V sign dengan tangan kirinya. “2 tahun?”. Ia menggeleng. “bukan, tapi 2 bulan”.

“2…… 2 bulan??”. Kataku tidak percaya. Ia mengangguk lagi.

Kami mengobrol bersama di taman depan kelas, duduk berhadapan di 2 bangku panjang di bawah pohon besar. Udaranya sangat sejuk dan pemandangannya sangat indah. Sesekali kami bermain takbam jika menceritakan sesuatu yang dianggap membosankan. Karena mayoritas kami bisa bicara dengan bahasa korea, kami menggunakan bahasa itu untuk membicarakn sesuatu yang sebenarnya sangat umum. Namun dianggap pribadi oleh sebagian orang karena mereka tidak mengerti apa yang kami bicarakan.

“balas dendam, bagaimana kalau kita balas dendam saja”. Kataku memberi saran untuk semua masalah kami yang hampir sama. Semua mata memandangku aneh. “ah, wae? Bukan balas dendam yang seperti itu. Bukankah kalian bilang kalian suka dance? Aku juga. Kita buktikan kita bisa menjadi yang terbaik disini. Bagaimana?”. Kataku menjelaskan. Luhan mengangguk.

“apa yang harus kita lakukan?”. Tanya chanyeol sambil menutup buku novelnya.

“pintar, kita harus menjadi yang terpintar, aktif dan berprestasi. Pokoknya yang terbaik. Dengan begitu kita bisa mendapatkan beasiswa keluar negeri atau semacamnya. Aku muak harus selalu mengubur impianku setiap pindah tempat tempat tinggal”.

“aku juga bosan tinggal di rumah paman, aku ingin kembali ke korea saja”. Timpal sehun. Chanyeol menyetujui.

“perfect, kudengar ada banyak event kpop akhir-akhir ini. Banyak lomba-lombanya juga. Bagaimana kalau kita mengikutinya?”. Ujar luhan.

“ok.. ok.. ok..”. ujar kami sepakat.

 

***

 

‘Oksigen’ adalah nama grup kami. Grup dance beranggotakan 3 orang pria dan 1 orang wanita. Jika kalian mengatakan bahwa kami salah memilih nama atau nama kami sangat buruk, kami benar-benar tidak peduli. Ada sebuah kebencian dalam diri kami yang memicu kami untuk terus aktif dalam segala hal. Sekolah adalah prioritas utama, dance adalah prioritas kami yang kedua. Banyak event-event kpop di dalam maupun di luar kota yang sudah kami menangkan. Dengan kemampuan dance luhan yang sangat hebat, sehun yang sangat cekatan, chanyeol yang tampan dan ramah, dan aku sebagai 1-1nya wanita untuk menarikan gerakan  sexy. Kami tak terkalahkan. 1 tahun telah berlalu begitu cepat, kini kami berada di tahun kedua sekolah menengah atas.

Luhan semakin sibuk dengan banyaknya lomba menyanyi yang dia ikuti, sehun banyak jadwal pemotretan untuk cover majalah remaja dan chanyeol sibuk dengan beberapa tawaran syuting iklan yang ia terima, sedangkan aku? Akhir-akhir ini melukis adalah kegiatan yang menyita waktuku. Meskipun kami berempat sama-sama sibuk, kami masih sering pergi bersama untuk sekedar jalan-jalan dan makan.

“hei,,, super junior akan konser di Indonesia!!”. Seru chanyeol yang baru saja memasuki kelas. Sontak saja kami bertiga terkejut melihatnya. Kami saling memandang 1 sama lain. Luhan mengangkat bahunya beberapa kali.

“sejak kapan kau menjadi elf chan?”. Tanya luhan dengan ekspresi aneh di wajahnya melihat chanyeol yang tidak bisa berhenti melompat-lompat kegirangan.

“bukankah kau blackjack?”. Timpal sehun.

“Ya! Berhentilah dulu. Ceritakan pada kami pelan-pelan?”. Kataku sambil meminum teh kotak yang dibagikan sehun tadi pagi. Chanyeol menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan cepat, membuat kertas catatan milik luhan berterbangan. Luhan mengumpat dengan bahasa china. Aku tersenyum kecil.

“begini, super junior akan konser ke Indonesia, kalian sudah tahu kan?”. kami mengangguk. “showmaxx mengadakan beberapa audisi. Salah satunya audisi untuk menjadi back dancer SS4INA. 1 wanita dan 1 pria akan dipilih. Ini benar-benar seperti durian runtuh. Kita harus ikut audisi guys”. Celotehnya.

“kau serius?”. Tanya luhan tidak percaya. Chanyeol menyerahkan ipadnya. Di layar terdapat foto capture dari twitter resmi showmaxx. Kami membaca dengan seksama setiap tweetnya satu persatu. Perlahan-lahan senyum mulai merekah di wajah kami semua.

“jadi bagaimana?”. Tanya chanyeol.

“harus!!!!!!!!!!”. Teriak kami kompak.

 

***

 

“hei… mereka oksigen!! Itu disana”. Seru seorang gadis didepanku. Saat ini kami semua sedang kepanasan menunggu pembagian no audisi dance. Barisan pria dan wanita dibedakan. Dan jenis audisi dibagi menjadi 2, audisi dance dan audisi alat musik.

“chanyeol benar-benar tampan ya.. ya ampun”. Kata seorang lainnya. Aku hanya diam, aku berharap tidak bernasib sama dengan ketiga anggota oksigen lainnya. Dikejar-kejar fans fanatic. Kuakui, mereka bertiga sangat tampan, mungkin jika aku bukan anggota oksigen, aku juga akan menggilai mereka layaknya wanita2 dihadapanku ini.

“luhan, lihat dia,, luhan sangat manis dengan topi birunya”.

“sehun sangat cool…. Aaaaaaahhh”. Teriak seorang dari mereka sambil melompat-lompat kegirangan hingga tidak menyadari menginjak kakiku yang hanya memakai sepatu karet. Aku mengutuk dalam hati, rasanya sakit sekali.

“sorry, sorry… aku nggak sengaja… jiyeon?? Kau oksigen’s jiyeon park kan?”. serunya. Feelingku berubah menjadi buruk. Aku masih berjongkok menekan-nekan ibu jari kakiku yang kesakitan. “ne”. jawabku singkat.

“gwaechannayo jiyeonnie?”. Tanya seorang namja yang tiba-tiba ikut berjongkok disampingku. Aku mendongakkan kepalaku. “gwaenchannayo chan”. ia membantuku berdiri. Para gadis dengan otomatis merapikan rambut dan baju mereka. Aku dan chan saling berpandangan.

“annyeong hasseyo oppa, nan cika imnida. I’m your fans”. Kata seorang gadis berparas manis sambil mengulurkan tangannya. Chanyeol menjabatnya dengan lembut. “ne, annyeong hasseyo chanyeol imnida”. Katanya kemudian.

“oh ya, aku anggota di website kalian lho. Oksigen’s official fansite. www.oksigen.com kan?”. katanya lagi. Kami mengangguk bersama-sama. “dance cover kalian sangat keren, kalian berempat seperti ulzzang, sangat keren, terutama chanyeol oppa”. Godanya, aku tertawa pelan. Chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“khamsahamnida”. Jawab chanyeol pelan. Gadis itu mengangguk.

“oppa, titip salam buat luhan oppa yah. Dari Minnie”. Kata seorang dibelakangnya. Chanyeol mengangguk lagi.

“chan!!! giliran kita masuk”. Seru luhan dari kejauhan. Chanyeol membungkuk “aku kembali dulu ya”. Pamitnya, para gadis melambaikan tangannya kecuali aku yang masih tertawa geli.

“eonni, bagaimana kau bisa menjadi anggota oksigen? Mereka sangat tampan”.

“Aku mau menjadi anggota oksigen yang kelima, aku juga jago dance lho”.

“aku juga, aku juga”. Aku tersenyum masam.

“maaf ya, tapi leader kami adalah luhan bukan aku. Aku hanya main dancer”.

 

***

 

Aku memandang pemandangan diluar café yang ramai pengunjung ini. Café yang merangkap menjadi tempat hang out paling asyik di Jakarta pusat. Dengan berbagai fasilitas yang tidak kalah dengan mall – mall besar lainnya seperti  billyard, games, bioskop mini dan café dilantai paling atas membuat tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. Aku duduk di meja paling ujung di sudut café ini. Menatap cahaya-cahaya lampu Jakarta, dengan beraneka ragam keindahannya di malam hari. Sehun membidik berbagai objek yang menarik baginya. Aku menyeruput teh lemonku, menunggu luhan dan chanyeol yang datang terlambat.

“jiyeon-ah, kau tidak makan? Kau mau spaghetti nanas?”. Tanya sehun membuyarkan lamunanku.

“apa? Spaghetti apa tadi?”.

“nanas, seperti biasanya?”. katanya lagi, aku mengangguk.

Seorang pelayan berseragam ungu dengan pita putih di kerahnya menghampiri meja kami setelah sehun mengangkat tangan kanannya untuk meminta perhatian.

“hei!! Maaf kami telat”. Ujar chanyeol yang hampir tiba di meja kami. Ia menarik bangku ke belakang dan mendudukinya, begitupun dengan luhan.

“kalian mau pesan apa?”. Tanya sehun.

“1 pizza buah mini dan segelas cappuccino”. Kata luhan sambil melepaskan jaketnya. “kau chanyeol?”.

“nasi goreng khimci dan jus semangka”.

Pelayan itu menundukkan kepalanya setelah selesai mencatat pesanan kami. Sehun meletakkan kameranya di atas meja. “kenapa kalian terlambat? Kami sudah menunggu disini selama setengah jam”. Tanyaku pelan.

“mianhae, tadi ada beberapa gadis yang datang berkunjung ke tempat latihan. Karena luhan masih mandi, aku tidak enak membiarkan mereka menunggu, jadi kami mengobrol sebentar”. Kata chanyeol.

“sepertinya kita benar-benar selebriti sekarang”. Ujar luhan diiringi suara tertawa pelan.

“kalian mungkin? Aku biasa saja”. Kataku membela diri sebelum sebuah pukulan ringan mendarat di kepalaku.

“siapa bilang? Tadi mereka menitipkan kado untukmu, katanya itu hadiah dari kakak mereka untuk satu-satunya anggota perempuan oksigen”. Gerutu chanyeol. Aku menggembungkan pipiku.

Beberapa saat kemudian pesanan kami datang. Seorang pelayang membawa nampan dengan piring-piring cantik berisi makanan-makanan lezat pesanan kami. Seorangnya lagi membantu meletakkan piring ke meja.

“thank you”. Kata luhan sebelum pelayan itu pergi.

Kami menyantap makanan kami pelan-pelan sambil sesekali bercanda kecil. Terutama chanyeol yang selalu masih sibuk dengan mengganggu acara makan kami. Sesekali sendoknya mampir ke piring kami untuk mencicipi makanan yang tidak ia pesan. Meskipun itu sedikit menyebalkan tapi ketika dia mulai tersenyum senyumnya selalu bisa membuat kami dengan mudah memaafkannya. Karena itulah username twitternya adalah @HappyVirus_Chan.

“kapan pengumuman pemenang audisinya? Konsernya 1 minggu lagi akan berlangsung kan?”. Tanya chanyeol kemudian. Luhan mengetuk-ketukan jari telunjuknya ke jam tangan perak yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. “15 menit lagi, tepat jam 8 malam”. Gumamnya dengan makanan masih dimulutnya.

“hyung, jangan makan sambil bicara”. Tegur sehun sambil mendorong sedikit botol mineral miliknya ke arah luhan. “kau bisa tersedak”.

“lama sekali”. Umpat chanyeol. Ia mengaktifkan ipadnya dan menancapkan modemnya. Sejurus dua jurus tangannya yang sudah ahli dalam hal pencet memencet secepat kilat merubah layar ipad yang awalnya bergambar foto kami menjadi akun twitternya. Ia mengecheck mentionnya dan menjawab satu persatu pertanyaan dari follower. Orang yang ramah atau memang kurang kerjaan? Entahlah, setiap hari puluhan mention ia balas dan rajin membuat tweet baru. Dia adalah anggota kami yang terakhir menggunakan twitter tapi hanya dalam 5 bulan tweetnya mencapai 8ribu tweets. Sangat ekstrem kan?

“eh.. om win udah ngumumin nih pemenangnya. Waaaah”. Katanya dengan nada datar. Kontan saja membuat kami bertiga sedikit kecewa dan penasaran.

“apakah kita tidak terpilih hyung?”. Tanya sehun.

“lihat sendiri”. Chanyeol memberikan ipadnya kepada sehun. Sehun tersenyum. “kita terpilih ji,,, kita terpilih jadi dancer suju di SS4INA nanti!!”. Ujar sehun girang. Luhan merampas ipad itu dengan ganas.

“waaah, kalian benar-benar berusaha dengan keras. Selamat ya”. Kata luhan. Aku masih diam. Apakah ini hanya sebuah candaan? Atau serius?

“berikan padaku!”. Kataku sambil meminta ipad yang dipelototi oleh luhan sejak tadi.

‘@oksijiyeon dan @sehun94 selamat! Kalian yang terpilih menjadi back dancer SS4INA, kalian akan dihubungi oleh staff showmaxx dalam 1X 24 jam’

Begitulah tweet om Sherwin 3 menit yang lalu. Mataku melotot, mulutku menganga tidak percaya. Eunhyuk, kyuhyun, donghae, ryewook, leeteuk, suju………… aku akan bertemu mereka? Benarkah? Aku jadi back dancer artis sekelas suju? Tubuhku mematung dengan sendok yang kutempelkan di bibir bawahku.

“waaah,,,, aku bisa ketemu suju!!!”. Teriakku tiba-tiba. Entah setan apa yang merasukiku, aku tidak peduli lagi seisi café sedang memandangi kami. Entah karena teriakanku tadi atau mereka sedang memperhatikan trio oksi yang tampan ini. Aku tidak peduli. Yang ada dalam otakku hanyalah suju, 3 hari aku akan dengan mudah bertemu suju. Di backstage, di panggung atau bahkan bisa dance rehersal bersama mereka.

 

TBC~

Iklan

13 pemikiran pada “Oksigen Is Fly High (Chapter 1)

  1. wowowowow, settingnya di indonesiaa >< beda dari yg lain waksss
    penasaran giman mereka nanti jadi dancer suju xD
    ayoo lanjutkann !!!
    huatingg !!

  2. ternyata yang jadi backdancernya suju jiyeon sma bang sehun toh, aku kira luhan.
    iri baget sma jiyeon, bisa dikelilingi namja-namja tampan.
    di tunngu chapter selanjutnya ^^

  3. kyyyaaaa… seandainya beneran di indo ada murid pindahan org korea yg gantengnya kyk HunHan n’ Chanyeol.. hhwaa, , saya pingsan di tempat..
    mereka ikut audisi itu biar dpt beasiawa ke korea yah.. semoga cpt2 pndh setting ke korea aja deh… oz agak lucu low mereka di indo wkwkwk
    Update soon 🙂

  4. Woww keren. . . Seneng bnget jadi Jiyeonnie udah brtman ama 3 namja keren ech skrng mlah jadi Backdancer SuJu. . .
    ChanYeol cmbru tuhh coz gak trplih breng Jiyeonnie. . !!! Wkwkwk

    d’tunggu next part’x yg cpet ya thor, jgn klamaan. . !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s